The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

Brown Yellow Handwritten Organic Article Education Presentation

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by Laina Sholihah, 2023-10-23 17:27:25

ciri kebahasaan teks hikayat

Brown Yellow Handwritten Organic Article Education Presentation

ka i d a h keba h a s a a n t eks h ika y a t


1 m ajas Dalam cerita hikayat, banyak dijumpai jenis-jenis majas untuk menambah gaya bahasa kisah hikayat. Misalnya, bagaikan, laksana, bak, seperti (majas simile) dan juga majas-majas lainnya, seperti majas metafora, perbandingan, hiperbola, antonomasia, dan sebagainya.


a. Antonomasia Antonomasia adalah majas yang menyebut seseorang berdasarkan ciri atau sifatnya yang menonjol. Contoh: 1. Hatta beberapa lamanya maka isteri si Miskin itupun hamillah tiga bulan lamanya.


b. Personifikasi majas yang menyatakan benda mati sebagai sesuatu yang seolah-olah hidup layaknya manusia. Contoh: 1. Samar-samar nyanyian jangkrik terdengar di sampingku.


c. Metafora Metafora adalah majas yang menggunakan kata pembanding untuk mewakili hal lain atau bukan yang sebenarnya. Mulai dari bandingan benda fisik, sifat, ide, atau perbuatan lain. Contoh: Seperti biasa, setibaku di istana tuaku, perempuan tua menyambutku dengan hangat.


d. Simile Majas simile adalah majas yang membandingkan suatu hal dengan hal lainnya menggunakan kata penghubung atau kata pembanding. Kata penghubung atau kata pembanding yang biasa digunakan antara lain: seperti, laksana, bak, dan bagaikan. Contoh: “Kamu tidur seperti kerbau, ” canda ibu.


e. Hiperbola Hiperbola adalah gaya bahasa yang mengandung pernyataan dengan cara melebih-lebihkan sesuatu dari yang sebenarnya. Contoh: 1. Seraya berkata kepada suaminya, “Adapun akan emas ini sampai kepada anak cucu kita sekalipun tiada habis dibuat belanja. ”


arkeis Arkais berasal dari bahasa Yunani yang artinya dari sebuah masa yang lebih awal dan tidak dipakai lagi atau sesuatu hal yang memiliki ciri khas kuno atau antik.


contoh anju = percobaan melangkah, melompat, ancang-ancang adicita = ideologi anggara = buas, liar ahkam = hukum, undang-undang bagul = menggending, mendukung bahalan = bengkak bernanah pada selangkangan balabad = atas angin, angin darat, angin pegunungan banang = besar pada jenisnya badegap = kuat, tegap


Langkah-langkah Mengubah Hikayat Menjadi Cerpen 1 Baca dan pahami isi dari hikayat yang kamu baca 2 Sebaiknya buat ringkasan atau sinopsis dari hikayat yang dibaca. 3 Bikin daftar konflik dari hikayat yang dibaca. 4 Pilihlah konflik yang menurutmu menarik untuk dikembangkan. 5 Kamu dapat mengembangkan konflik pilihanmu menjadi cerpen. 6 Hikayat yang akan kamu ubah menjadi cerpen biasanya memiliki banyak konflik. Tetapi kamu tidak perlu memasukkan semuanya ke dalam cerpen. Sebab, kebanyakan cerpen hanya berfokus dalam satu konflik saja.


c o n t o h https://sederhanakuitudisini.blogspot.com /2017/02/mengubah-hikayat-menjadicerpen-untur.html


Click to View FlipBook Version