The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

Pembahasan mengenai Evaluasi Bahan Ajar Cetak dan Non Cetak.

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by chichi s, 2023-11-11 02:11:05

Evaluasi Bahahn Ajar Cetak dan Non Cetak

Pembahasan mengenai Evaluasi Bahan Ajar Cetak dan Non Cetak.

Keywords: pengembangan bahan pengajaran

Makalah EVALUASI BAHAN AJAR CETAK DAN NON CETAK Disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah Pengembangan Bahan Pengajaran Dosen Pengampu: Ibu Yolpin Durahim, S.Pd, M.Pd OLEH KELOMPOK 4 Kelas C Wirda S. Laiya 411421032 Sintia H Pobi 411421095 Moh Harisyabriyansah Malomis 411421101 Julyana Syavira A. Mohune 411421111 PROGRAM STUDI PENDIDIKAN MATEMATIKA FAKULTAS MATEMATIKA ILMU DAN PENGETAHUAN ALAM UNIVERSITAS NEGERI GORONTALO 2023/2024


ii KATA PENGANTAR Puji dan syukur saya panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa atas berkat dan rahmat-Nyalah sehingga kami dapat menyelesaikan makalah tentang Evaluasi Bahan Ajar Cetak dan Non Cetak tugas mata kuliah Pengembangan Bahan Pengajaran tepat pada waktunya. Pada kesempatan ini, kami menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah memberikan dukungan moril maupun materil sehingga makalah ini dapat selesai. Meskipun telah berusaha menyelesaikan makalah ini sebaik mungkin, kami menyadari bahwa makalah ini masih banyak kekurangan. Oleh karena itu, kami mengharapkan kritik dan saran yang membangun dari pembaca guna menyempurnakan segala kekurangan dalam penyusunan makalah ini. kami berharap semoga makalah ini berguna bagi para pembaca dan pihak-pihak lain yang berkepentingan. Gorontalo, 07 September 2023 Penyusun,


iii DAFTAR ISI KATA PENGANTAR...................................................................................................... ii DAFTAR ISI ................................................................................................................... iii BAB I PENDAHULUAN ............................................................................................... 4 1.1 Latar Belakang........................................................................................................ 4 1.2 Rumusan masalah................................................................................................... 5 1.3 Tujuan Masalah ...................................................................................................... 6 BAB II PEMBAHASAN.................................................................................................. 7 2.1 Pengertian Evaluasi Bahan Ajar............................................................................. 7 2.2 Pengertian Bahan Ajar Cetak dan Non Cetak ........................................................ 8 2.3 Kriteria Bahan Ajar Cetak dan Non Cetak ........................................................... 10 2.4 Aspek Positif dan Negatif Bahan Ajar Cetak dan Non Cetak .............................. 12 2.5 Variabel Dalam Evaluasi Bahan Ajar Cetak ........................................................ 16 2.6 Observasi Bahan Ajar Cetak Matematika ............................................................ 17 BAB III PENUTUP........................................................................................................ 18 3.1 Kesimpulan........................................................................................................... 18 3.2 Saran ..................................................................................................................... 18 DAFTAR PUSTAKA..................................................................................................... 19


4 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pelaksaan program pendidikan baik pada tingkat dasar, menengah atau perguruan tinggi tidak lepas dari tujuan program pendidikan. Suatu program pendidikan dinyatakan tercapai apabila sesuai dengan tujuan program, baik program lembaga atau tujuan pembelajaran. Ketercapain tujuan tersebut dapat dilihat dari hasil evaluasi dari program dan proses yang terjadi dalam lingkup lembaga tersebut. Dalam pendidikan, mutu pendidikan mencakup input, proses dan output pendidikan. Input meliputi segala hal yang meliputi sumber daya manusia (kepala sekolah, guru atau pendidik, tenaga kependidikan, peserta didik atau siswa,struktur organisasi sekolah), peraturan-peraturan, program, sumber belajar, media pembelajaran dan sarana sekolah. Undang - Undang Sistem Pendidikan Nasional No. 20 Tahun 2003 menjelaskan bahwa guru berkewajiban menciptakan suasana pendidikan yang bermakna, kreatif, dinamis, dan dialogis serta mempunyai komitmen secara profesional untuk meningkatkan mutu pendidikan. Sejalan dengan hal itu Permendikbud No. 22 Tahun 2016 tentang Standar Proses menyatakan bahwa perencanaan pembelajaran meliputi penyusunan rencana pelaksanaan pembelajaran lengkap dengan media dan sumber belajar, serta perangkat penilaian pembelajaran. Jadi benar bahwa sumber belajar komponen yang berperan penting dalam pembelajaran. Menurut Depdiknas (2008) sumber belajar salah satunya dapat berupa bahan ajar. Hal ini berarti, guru wajib mempersiapkan bahan ajar yang dibutuhkan untuk mendukung terpenuhnya amanat tersebut. Soegiranto dalam Oni (2010) mengungkapkan bahwa bahan ajar adalah bahanbahan atau materi pelajaran yang disusun secara lengkap dan sistematis berdasarkan prinsip-prinsip pembelajaran yang digunakan guru dan siswa dalam proses pembelajaran; merupakan informasi, alat dan teks yang diperlukan guru /instruktur


5 untuk perencanaan dan penelaahan implementasi pembelajaran. Bahan yang dimaksud bisa berupa bahan ajar cetak maupun bahan ajar non cetak. Sebagai bagian dari media pembelajaran, bahan ajar cetak mempunyai kontribusi yang tidak sedikit dalam proses pembelajaran. Hampir sebagian besar proses pembelajaran pada berbagai tingkatan pendidikan menggunakan bahan ajar cetak sebagai buku utama. Tak hanya bahan ajar cetak, namun bahan non cetak juga saat ini juga mulai digunakan oleh pendidik. Bahan dan media ajar cetak serta noncetak memiliki perbedaan dasar dalam hal penyajiannya dimana bahan dan media ajar cetak melalui proses penggandaan, dan proses printing. Adapun bahan dan media ajar noncetak umumnya disusun dan disajikan secara digital. Pengelompokkan bahan dan media ajar tersebut juga berkaitan erat dengan pemilihan bahan dan niedia ajar yang mempertimbangkan berbagai macam faktor seperti situasi pembelajaran, karakteristik siswa, ketersediaan sumberdaya demi tercapainya tujuan pembelajaran secara efektif. Penddidik bisa memilih untuk menggunakan dari kedua jenis bahan ajar tersebut untuk mengevaluasi proses pembelajaran. Bahan ajar yang baik dirancang sesuai dengan prinsip - prinsip instruksional. Pendidik dapat menulis sendiri bahan ajar yang ingin digunakan dalam kegiatan belajar mengajar. Dalam pembuatan bahan ajar pendidik harus menyesuaikan dengan karakteristik peserta didik. Seperti diketahui, saat ini perkembangan teknologi informasi dan komunikasi terutama internet di seluruh dunia mempengaruhi gaya belajar peserta didik. Untuk mengetahui suatu bahan ajar itu menjadi lebih baik, maka diperlukannya melakukan evaluasi terhadap bahan ajar tersebut. Dengan demikan dalam penyusunan makalah ini akan membahas mengenai evaluasi bahan ajar, yang lebih spesifik pada evaluasi bahan ajar cetak dan non cetak. 1.2 Rumusan masalah Dari latar belakang di atas, terdapat beberapa rumusan masalah yang akan dibahas sebagai berikut: 1. Apa itu evaluasi bahan ajar? 2. Apa itu bahan ajar cetak dan non cetak?


6 3. Bagaimana kriteria bahan ajar cetak dan non cetak? 4. Apa aspek positif dan negative dari bahan ajar cetak dan non cetak? 5. Bagaimana observasi bahan ajar matematika? 6. Bagaimana bentuk dari variable dalam evaluasi bahan ajar cetak? 1.3 Tujuan Masalah Dari rumusan masalah di atas, maka ada beberapa tujuan dari penulisan makalah ini, yakni: 1. Agar pembaca dapat mengetahui dan memahami evaluasi media pembelajaran. 2. Agar pembaca dapat mengetahui dan memahami bahan ajar cetak dan non cetak. 3. Agar pembaca dapat mengetahui dan memahami kriteria bahan ajar cetak dan non cetak. 4. Agar pembaca dapat mengetahui dan memahami aspek positif dan negative dari bahan ajar cetak dan non cetak. 5. Agar pembaca dapat mengetahui dan memahami prosedur observasi bahan ajar matematika. 6. Agar pembaca dapat mengetahui dan memahami variable dalam evaluasi bahan ajar cetak .


7 BAB II PEMBAHASAN 2.1 Pengertian Evaluasi Bahan Ajar Evaluasi merupakan proses pembelajaran yang secara keseluruhan tidak dapat dipisahkan dari kegiatan mengajar, karena evaluasi merupakan alat ukur atau proses untuk mengetahui pencapaian keberhasilan yang telah dicapai peserta didik atas bahan ajar yang telah disampaikan, sehingga dengan adanya evaluasi maka tujuan dari pembelajaran akan terlihat secara akurat. Pengertian evalauasi secara umum dapat diartikan sebagai proses sostematis untuk menetukan nilai sesuatu (ketentuan, kegiatan, keputusan, unjuk-kerja, proses, orang, objek, dan lainnya) berdasarkan nilai tertentu melalui penilaian (Fatzuarni, 2022). Menurut National Centre for Competency Based Training tahun 2007, bahan ajar adalah segala bentuk bahan yang digunakan untuk membantu guru atau instruktur dalam melaksanakan proses pembelajaran di kelas. Bahan yang dimaksud bisa berupa bahan tertulis maupun tidak tertulis. Pandangan dari ahli lainnya mengatakan bahwa bahan ajar adalah seperangkat materi yang disusun secara sistematis, baik tertulis maupun tidak tertulis, sehingga tercipta lingkungan atau suasana yang memungkinkan peserta didik untuk belajar. Bahan ajar adalah segala bentuk bahan yang digunakan untuk membantu pendidik/instruktur dalam melaksanakan kegiatan belajar mengajar di kelas. Bahan yang dimaksud berupa bahan tertulis maupun bahan tidak tertulis. Bahan ajar atau materi pembelajaran (Instructional Materials) secara garis besar terdiri dari pengetahuan, keterampilan, dan sikap yang harus dipelajari peserta didik dalam rangka mencapai standar kompetensi yang telah ditentukan. Secara terperinci, jenis-jenis materi pembelajaran terdiri dari pengetahuan (fakta, konsep, prinsip, prosedur), keterampilan, dan sikap atau nilai. Adapun contoh dari bahan ajar adalah buku pelajaran, modul, LKS (Lembar Kerja Siswa). bahan ajar audio, bahan ajar interaktif, dan sebagainya (Rahmatina, 2020). Jadi, evaluasi bahan ajar merupakan tahapan untuk mendapatkan reaksi dari berbagai pihak terhadap bahan ajar yang akan dikembangkan. Reaksi yang muncul merupakan masukan


8 dalam memperbaiki bahan ajar menjadi lebih berkualitas. Evaluasi penting dilakukan untuk memperoleh efektifitas bahan ajar yang akan dikembangkan. Selain itu evaluasi bahan ajar merupakan salah satu langkah yang digunakan untuk menilai ataupun mengukur bahan ajar yang akan diberikan oleh guru kepada siswa. Evaluasi bahan ajar juga mempunyai tujuan yaitu untuk melihat apakah bahan ajar yang digunakan oleh guru sudah memenuhi komponen yang telah disesuaikan maka dari itu evaluasi bahan ajar sangat diperlukan untuk memenuhi konsep bahan ajar. 2.2 Pengertian Bahan Ajar Cetak dan Non Cetak a. Pengertian Bahan Ajar Cetak Bahan ajar cetak adalah sejumlah bahan yang disiapkan dalam kertas, yang dapat berfungsi untuk keperluan pembelajaran atau penyampaian informasi (Kemp dan Dayton, 1985). Saat ini bahan ajar cetak masih menjadi bahan ajar yang sangat baku untuk dipergunakan secara luas di sekolahsekolah. Bahan ajar cetak pada umumnya digunakan baik oleh guru maupun siswa, dan saat ini produksi dan penggandaannya dapat dilakukan langsung oleh sekolah-sekolah dengan menggunakan mesin cetak, mesin fotokopi ataupun mesin duplikator. Bahan ajar cetak dapat diartikan sebagai alat atau perangkat bahan yang memuat materi atau isi pelajaran untuk mencapai tujuan pembelajaran yang dituangkan dengan menggunakan teknologi cetak. Suatu bahan pembelajaran cetak memuat materi yang berupa ide, fakta, konsep, prinsip, kaidah atau teori yang tercakup dalam mata pelajaran sesuai dengan disiplin ilmunya serta informasi lainnya dalam pembelajaran. Bahan ajar perlu dikembangkan dan diorganisasikan agar pembelajaran tidak jauh dari tujuan/kompetensi yang akan dicapai dan diharapkan akan efektif dan efisien. Efektif artinya pembelajaran akan berhasil baik dan efisien berarti tidak memerlukan waktu yang lama. Dalam proses pembelajaran bahan ajar cetak memiliki posisi yang sangat strategis untuk menyampaikan materi yang akan diajarkan. Keberadaannya sebagai pedoman belajar bagi siswa saat tidak bertemu gurunya secara langsung,


9 misalnya saat para siswa belajar di rumah maka bahan ajar harus memiliki kemampuan berinteraksi untuk membelajarkan siswa. Penyusunan bahan ajar cetak harus sesuai dengan kurikulum sekolah. Seorang guru tidak dapat lagi dengan begitu saja memilih bahan ajar cetak tanpa mempertimbangkan apakah bahan ajar cetak tersebut sesuai dengan kurikulum yang berlaku di sekolah. Adanya pemberlakuan kurikulum tersebut memberi ruang sekaligus tuntutan bagi para guru untuk mengembangkan bahan ajar cetak yang sesuai dengan kurikulum di sekolah dan tentunya sesuai dengan karakteristik siswa. b. Pengertian Bahan Ajar Non Cetak Bahan ajar non cetak di artikan sebagai bahan yang memuat materi atau isi pembelajaran untuk mencapai tujuan pembelajaran yang dituangkan dengan menggunakan teknologi non cetak Prastowo (2011: 8). Adapun menurut Sungkowo (2010: 7) menyatakan, “Bahan ajar berbasis ICT adalah bahan ajar yang disusun dan dikembangkan dengan menggunakan alat bantu ICT untuk mengolah data, termasuk memproses, mendapatkan, menyusun, menyimpan, memanipulasi data dalam berbagai cara untuk menghasilkan informasi yang berkualitas”. ICT dapat mengubah suatu bahan ajar cetak menjadi bahan ajar non cetak. ICT tidak hanya terbatas pada komputer dan internet saja. Cakupan ICT lebih luas dari dua hal tersebut. ICT selalu terdiri dari hardware dan software. Menurut Sudirman (2009: 11), “Hardware atau perangkat keras adalah segala sesuatu peralatan teknologi yang berupa fisik. Software atau perangkat lunak adalah sistem yang dapat menjalankan atau yang berjalan dalam perangkat keras tersebut”. Dengan demikian, semua yang berhubungan dengan perangkat lunak dan perangkat keras dari komputer merupakan cakupan dari ICT. Bahan ajar non cetak adalah bahan ajar yang memuat isi pembelajaran yang dituangkan ke dalam teknologi non cetak baik itu dalam audio, audio visual, multimedia interaktif, display dan lainlain.


10 2.3 Kriteria Bahan Ajar Cetak dan Non Cetak a. Kriteria Bahan Ajar Cetak Bahan ajar cetak merupakan salah satu sumber belajar atau sumber pengetahuan bagi pelajar yang menunjang proses kegiatan belajar mengajar. Hal ini sangat menentukan keberhasilan pendidikan para pelajar. Oleh karena itu, bahan ajar cetak yang baik dan bermutu akan dapat memberikan keberhasilan dalam proses belajar mengajar ke arah yang bermutu pula. Bahan ajar ini memang dirancang sesuai dengan kurikulum yang berlaku dan dikembangkan dengan proses pembelajaran yang sesuai dengan tuntuntan. Begitulah mengapa bahan ajar cetak perlu untuk dievaluasi ulang meskipun sudah melalui proses yang dikira sudah sesuai. Hackbarth dalamYusrafiddin memberikan tujuh kriteria dalam mengevaluasi bahan ajar cetak yaitu : 1) Isi/materi/content 2) Cara penyajian materi/ presentation 3) Ilustrasi/illustration 4) Bahan ajar pendukung/ supplementary materials 5) Kualitas teknis/technical feature 6) Efektifitas/effectiveness 7) Kesan keseluruhan/overall impression Sedangkan evaluasi serta revisi bahan ajar cetak berdasarkan kurikulum Departemen Pendidikan Nasional telah menentukan beberapa kriteria evaluasi bahan ajar cetak yang harus memenuhi syarat kelayakan meliputi lima komponen, yaitu: 1) Aspek kelayakan isi Kelayakan isi dalam penilaiannya dalam kriteria kualitas bahan ajar cetak meliputi beberapa komponen yakni kesesuaian dengan SK dan KD, kesesuaian dengan perkembangan siswa, kesesuaian dengan kebutuhan bahan ajar, kebenaran substansi materi pelajaran, manfaat untuk penambahan


11 wawasan dan kesesuaian dengan nilai moral serta nilai-nilailainnya. Hal ini sesuai dengan perkembangan zaman (up to date) 2) Aspek kelayakan penyajian Kelayakan penyajian dalam kriteria kualitas penulisan bahan ajar cetaknya meliputi beberapa komponen yaitu kejelasan, target (indikator) yang ingin dicapai, keurutan sajian komponen, adanya pemberian motivasi , daya tarik dan interaksi (pemberian stimulus dan respon) serta kelengkapan informasi yang ada didalamnya. 3) Aspek kelayakan Bahasa Kelayakan bahasa dalam kriteria evaluasi bahan ajar cetak meliputi komponen keterbacaan, kejelasan informasi, kesesuaian dengan kaidah bahasa yang baik dan benar serta kebermanfaatannya dalam bahasa yang secara efektif dan efisien (padat, jelas, dan singkat) 4) Aspek keterbacaan Keterbacaan ini berkaitan dengan tingkat kemudahan bahan ajar cetak yang terdapat pada bahasa dengan kosakatanya, kalimat, paragraf, dan wacana bagi suatu kelompok atau tingkatan pelajar, serta penggunaan media pada bahan ajar cetak tersebut. Sebagaimana dalam bahan ajar yang memuat kosa kata kongkrit yang dekat dengan pengetahuan dan lingkungan pembelajaran serta kosa kata yang sering terdengar dan sering digunakan. 5) Aspek kelayakan kegrafikan Kelayakan kegrafikan dalam kriteria evaluasi kualitas penulisan bahan ajar cetak ini meliputi beberapa komponen, yaitu penggunaan font, jenis dan ukuran, layout atau tata letak, ilustrasi gambar foto dan desain. Hal ini perlu ahli dalam bidang tertentu dalam penentuannya. b. Kriteria Bahan Ajar Non cetak Penilaian kualitas bahan ajar non-cetak dapat dilakukan pada dua aspek yaitu aspek naskah dan aspek produk. Naskah merupakan rancangan yang digunakan untuk dapat memproduksi sebuah program. Naskah dengan kata lain adalah rencana produksi. Melalui kegiatan produksi, naskah akan diwujudkan


12 menjadi sebuah program bahan ajar non cetak. Selain itu, naskah juga berisi deskripsi informasi detil tentang isi dan susunan materi yang akan dikomunikasikan kepada audience. Kualitas sebuah naskah sangat menentukan hasil akhir dari bahan ajar non- cetak. Secara umum naskah bahan ajar non-cetak yang baik memiliki kriteria sebagai berikut: 1) Mengemukakan standar kompetensi dan kompetensi dasar yang dapat dicapai oleh pemirsa/target audience setelah mengikuti program. 2) Mengemukakan standar kompetensi dan kompetensi dasar yang dapat dicapai oleh pemirsa/target audience setelah mengikuti program 3) Mengkomunikasikan materi pembelajaran secara akurat 4) Menjelaskan materi pembelajaran secara sistematik 5) Mendeskripsikan dengan jelas unsur narasi dan visual digunakan untuk mengkomunikasikan materi pembelajaran kepada pemirsa 6) Menjelaskan bahan rujukan yang digunakan sebagai dasar untuk menyampaikan materi perkuliahan kepada pemirsa 7) Secara umum naskah dapat dijadikan sebagai landasan bagi kerabat kerja untuk memproduksi program audio komunikatif - visual yang komunikatif. 2.4 Aspek Positif dan Negatif Bahan Ajar Cetak dan Non Cetak Untuk dapat melakukan evaluasi terhadap "sesuatu", kita memerlukan pengetahuan mengenai sisi positif dan negatif dari ’sesuatu' tersebut. Dengan mengetahui kedua sisi tersebut, kita dapat menghasilkan evaluasi yang lengkap. Dengan demikian, kita akan dapat menghasilkan evaluasi yang memperlihatkan aspek yang berkualitas tinggi dari ‘esuatu' yang dievaluasi. Pada saat yang bersamaan juga dapat memunculkan aspek yang masih dapat ditingkatkan kualitasnya. Pendekatan yang sama akan kita lakukan dalam melakukan evaluasi terhadap bahan ajar cetak. Sebelum melakukan evaluasi (dengan menggunakan format dan langkah yang terstruktur), anda akan diingatkan tentang kelebihan dan kelemahan bahan ajar


13 cetak. Gunakan informasi ini sebagai latar belakang pada saat Anda melakukan evaluasi. Bahan ajar cetak, seperti juga bahan ajar yang menggunakan media lain, mempunyai aspek Positif yang menyebabkan bahan ajar cetak dipilih dan digunakan dalam proses pembelajaran. Aspek positif ini tidak muncul begitu saja, tetapi perlu ditunjang oleh langkah-langkah terstruktur sehingga aspek positif ini dapat muncul dalam bahan ajar cetak yang kita kembangkan. Pengetahuan mengenai aspek positif dari bahan ajar cetak ini berguna baik pada Saat kita memilih atau mengembangkan bahan ajar cetak tetapi juga bermanfaat pada saat kita melakukan evaluasi terhadap produk bahan ajar cetak. Pada saat melakukan evaluasi, Anda diharapkan cukup jeli melihat kehadiran aspek positif dalam produk yang Anda evalu asi. Berikut ini lima sudut penilaian yang dapat digunakan untuk melihat aspek positif dari penggunaan bahan ajar cetak (Bates, 1985; Heinich, 1996). 1) Dari sudut penggunaan Media cetak merupakan media yang paling mudah diperoleh dan lebih sederhana dibanding program komputer (Bates, 1985), dapat dipelajari dan dibaca di mana saja kapan saja, tidak perlu alat khusus dan mahal untuk memanfaatkannya. 2) Dari sudut pengajaran Bahan ajar cetak lebih unggul dibanding bahan ajar jenis lain karena bahan ajar cetak merupakan media yang canggih dalam hal mengembangkan kemampuan siswa untuk belajar tentang fakta dan mampu memahami prinsip-prinsip umum dan abstrak dengan menggunakan argumentasi yang logis. 3) Dari sudut kualitas penyampaian Bahan ajar cetak dapat memaparkan kata-kata, angka-angka, notasi musik, gambar dua dimensi, serta diagram. Jika biaya bukan merupakan masalah maka media cetak dapat dipresentasikan lengkap dengan ilustrasi yang berwarna. 4) Dari sudut penggunaan Bahan ajar cetak bersifat selfsufficient dimana untuk menggunakannya tidak diperlukan alat lain, mudah dibawa, karena bentuknya kecil dan ringan, informasi


14 di dalamnya dapat dengan cepat diakses dan mudah dibaca secara sekilas oleh penggunanya. 5) Dari segi ekonomi Bahan ajar cetak relatif murah untuk diproduksi atau dibeli dan dapat digunakan berulang-ulang. Di samping itu, pengirimannya relatif lebih mudah, efisien, cepat, dan ongkosnya relatif lebih murah. Selanjutnya yaitu dari sisi negatif penggunaan bahan ajar cetak. Seperti juga bahan ajar lainnya, bahan ajar cetak memiliki kelemahan. Kita perlu mengetahui kelemahankelemahan ini, karena dengan demikian kita dapat menghindari pengembangan produk bahan ajar cetak yang memiliki kelemahan ini. Kelemahan bahan ajar cetak antara lain: 1) Tidak mampu mempresentasikan gerakan, pemaparan materi bersifat linier, tidak mampu mempresentasikan kejadian secara berurutan. 2) Sulit memberikan bimbingan kepada pembacanya yang mengalami kesulitan memahami bagian tertentu dari bahan ajar tersebut 3) Sulit memberikan umpan balik untuk pertanyaan yang diajukan yang memiliki banyak kemungkinan jawaban atau pertanyaan yang membutuhkan jawaban yang kompleks dan mendalam. 4) Tidak dapat mengakomodasi siswa dengan kemampuan baca terbatas karena ahan ajar cetak ditulis pada tingkat baca tertentu 5) Memerlukan pengetahuan prasyarat agar siswa dapat memahami materi yang dijelaskan. Siswa yang tidak memenuhi asumsi pengetahuan prasyarat ini akan mengalami kesulitan dalam memahami. 6) Cenderung digunakan sebagai hafalan. Ada sebagian guru yang menuntut siswanya untuk menghafal data, fakta dan angka. Tuntunan ini akan membatasi penggunaan bahan ajar cetak hanya sebatas alat bantu menghafal 7) Kadangkala memuat terlalu banyak terminologi dan istilah sehingga dapat menyebabkan beban kognitif yang besar kepada siswa 8) Presentasi satu arah karena bahan ajar cetak tidak interaksi sehingga cenderung digunakan dengan pasif, tanpa pemahaman yang memadai.


15 Bahan ajar non cetak juga mempunyai kelebihan dan kekurangan. Bahan ajar non cetak saat ini banyak ditemui di pasaran sehingga sangat mudah untuk menemukannya, namun dalam bahan ajar non cetak ini diperlukan alat lain untuk menunjang penggunaanya, seperti internet, harus memiliki perangkat komputer yang lengkap supaya dapat mengaksesnya. Ulasan di atas merupakan beberapa kelebihan dan kekurangan bahan ajar cetak dan non cetak sesuai dengan pendapat Setiawan (2007:1.7). Kelebihan bahan ajar non-cetak secara umum adalah : 1) Dapat menampilkan kombinasi antara gambar dengan gerakan. 2) Dapat menggabungkan semua unsur media seperti teks, video, animasi, image, grafik, sound menjadi satu kesatuan penyajian. 3) Memanfaatkan keunggulan komputer (diigital media ataupun teknologi jaringan atau computer network). 4) Memanfaatkan teknologi multimedia, sehingga suasana pembelajaran menjadi menarik, tidak membosankan dan pada akhirnya memotivasi siswa untuk belajar mandiri. 5) Menggunakan bahan ajar yang bersifat mandiri (self learning materials) disimpan di komputer sehingga dapat diakses oleh guru dan siswa kapan saja dan dan dimana saja bila yang bersangkutan memerlukannya. 6) Memanfaatkan pertukaran data (Information sharing) yang secara interaktif dapat dilihat setiap saaat di komputer. Kekurangan bahan ajar non-cetak secara umum adalah : 1) Membutuhkan alat yang lengkap untuk menggunakannya. 2) Membutuhkan biaya yang relatif mahal untuk pengadaaan alat bahan ajar noncetak. 3) Penggunanya harus mempunyai skill yang sesuai dengan bahan ajar yang digunakan. 4) Adanya virus yang akan membuat file hilang.


16 2.5 Variabel Dalam Evaluasi Bahan Ajar Cetak Untuk memberikan hasil yang opimal maka dalam melakukan evaluasi bahan ajar cetak diperlukan pendekatan yang sistematis dan terencana. Idealnya, evaluasi dilakukan untuk semua aspek yang menyangkut kualitas bahan ajar cetak (materi, biaya dan distribusi). Meskipun demikian, adakalanya kita tidak dapat melakukan evaluasi yang lengkap karena alasan kebutuhan atau kendala lain. Alasann-alasan ini yang menyebabkan dikembangkann beragam format alat bantu dalam evaluasi. Setiap format evaluasi memiliki fokus utama yang disesuaikan dengan alasan dilakukannya evaluasi. Disamping itu format evaluasi juga dikembangkan dengan memperhatikan media bahan ajar yang dievaluasi. Foormat untuk bahan ajar cetak tentu memilki perbedaan dengan ormat yang digunakan untuk mengevaluasi bahan ajar non cetak. Meskipun demikian, hasil yang berbeda bukan berarti format yang satu lebih baik dari format yang lain. Yang lebih perlu diperhatikan adalah tindak lanjut dari hasil evaluasi yang kita lakukan. Evaluasi bahan ajar cetak merupakan salah satu langkah dalam siklus pengembangan bahan ajar. Dengan selesainya evaluasi belum berarti siklus sudah dilengkapi. Masih ada satu langkah yang perlu dilakukan yaitu merevisi atau menyempurnakan bahan ajar cetak sesuai dengan hasil evaluasi. Sebelum mulai membahas format yang dapat digunakan untuk melakukan evaluasi bahan ajar cetak, anda harus menjawab 3 pertanyaan berikut : 1) Apa yang akan dievaluasi? Apakah akan mengevaluasi bahan ajar yang siap pakai yang ada dipasar (misalnya leaflet, pamflet, poster) atau bahan ajar yang anda kembangkan sendiri (misalnya modul, handout, LKS) ? 2) Siapa yang akan dilibatkan dalam mengevaluasi bahan ajar cetak? Apakah akan melibatkan siswa sebagai evaluator atau hanya melibatkan diri sendiri? 3) Aspek apa yang akan dievaluasi? Apakah fokus akan ditekankan pada salah satu aspek (misalnya keterbacaan, perwajaha, biaya) atau keseluruhan aspek?


17 2.6 Observasi Bahan Ajar Cetak Matematika Pada tahap ini mengobservasi bahan cetak yang diuji cobakan kepada kelompok siswa tertentu dalam suatu situasi nyata. Evaluasi ini akan dilakukan terhadap bahan ajar cetak yang sudah selesai direvisi tapi masih membutuhkan atau memungkinkan untuk direvisi akhir. Dari uji coba ini diharapkan dapat diperoleh informasi tentang hal-hal berikut: 1) Apakah siswa dapat mencapai tujuan pembelajaran yang telah ditetapkansesuai dengan rancangan bahan ajar cetak matematika? 2) Apakah siswa mempunyai persepsi yang positif terhadap bahan ajar cetakmatematika? 3) Apakah komponen bahan ajar cetak matematika dianggap memadai oleh siswa?


18 BAB III PENUTUP 3.1 Kesimpulan Bahan ajar cetak maupun non cetak merupakan salah satu sumber belajar atau sumber pengetahuan bagi pelajar yang menunjang proses kegiatan belajar mengajar. Hal ini sangat menentukan keberhasilan pendidikan para pelajar. Langkah-langkah penyusunan bahan ajar cetak matematika terdiri dari tahap observasi dimana bahan cetak yang diuji cobakan kepada kelompok siswa tertentu dalam suatu situasi nyata, evaluasi ahli media dimana media pembelajaran sebelum digunakan secara luas perlu dievaluasi terlebih dahulu, baik dari segi isi materi, segi edukatif, maupun segi teknis permediaan. Bahan ajar cetak dan non cetak mempunyai kriteria yang berbeda.Media ajar cetak serta noncetak memiliki perbedaan dasar dalam hal penyajiannya dimana bahan dan media ajar cetak melalui proses penggandaan, dan proses printing. Adapun bahan dan media ajar noncetak umumnya disusun dan disajikan secara digital. Pengelompokkan bahan dan media ajar tersebut juga berkaitan erat dengan pemilihan bahan dan niedia ajar yang mempertimbangkan berbagai macam faktor seperti situasi pembelajaran, karakteristik siswa, ketersediaan sumberdaya demi tercapainya tujuan pembelajaran secara efektif. 3.2 Saran Untuk mengemba ngkan kreatifitas pada anak-anak harus kita dasari dengan keimanan dan ketakwaan kepada Allah swt agar dapat memberikan jaminan kemaslahatan bagi kehidupan serta lingkungan sekitar kita. Kami ucapkan terima kasih terhadap semua pihak yang sudah berpartisipasidalam pembuatan makalah ini sehingga makalah bisa diselesaikan tepat padawaktunya.Kami sebagai penulis menyadari jika makalah ini banyak sekali memiliki kekurangan yang jauh dari kata sempurna. Tentunya, penulis akan terus memperbaiki makalah dengan mengacu kepada sumber yang bisa dipertanggungjawabkan nantinya. Oleh sebab itu, penulis sangat mengharapkan adanya kritik serta saran mengenai pembahasan makalah di atas


19 DAFTAR PUSTAKA Iffah, Nur. 2014. Pengembangan Alat Permainan Edukatif (Ape) Untuk Meningkatkan Keterampilan Motorik Dan Intelegensi Anak Tk. Jurnal. Diakses tanggal 18 Agustus 2022. Khasanah, Ismatul, Dkk. 2016. Pemanfaatan Lingkunga Dan Barang Bekas Sebagai Alat Permainan Edukatit (Ape). Semarang: Pos Paud Kelurahan Tambak Rejo Yasbiati dan Gilar Gandana. 2019. Alat Permainan Edukatif untuk Anak Usia Dini : Teori dan Konsep Dasar.Tasikmalaya : Ksatria Siliwangi. Munawara, Noviatul. 2016. Peranan Alat Permainan Edukatif Dalam Pengembangan Kemampuan Kognitif Anak Di Kelompok B Tk Pgri Baiya. Jurnal. Diakses tanggal 17 Agustus 2022. Guslinda & Rita Kurnia. 2018. Media Pembelajaran Anak Usia Dini. Surabaya : CV. Jakad Publishing. Purnama, Sigit, dkk. 2019. Pengembangan Alat Permainan Edukatif. Bandung: Rosda Sadjati, I. M. (2012). Pengembangan bahan ajar. Nana, M. P. (2019). Pengembangan Bahan Ajar. Penerbit Lakeisha. Badan Standardisasi Nasional, Standar Keamanan Mainan Anak. 2012. Jakarta bsn. go.id, “ SNI Wajib Mainan Anak, Melindungi Anak dari Mainan Berbahaya”, 21 Mei 2014, Diakses 19 Agustus 2021, tersedia dalam “Siaran Pers Lindungi Anak dari Bahaya-BSN tetapkan SNI Mainan Anak”, Diakses 19 Agustus 2021 tersedia dalam https://www.bsn.go.id/main/berita/ detail/8981/siaranperslindungianakdari-bahaya-bsntetapkan-sni-mainan-anak Heni, Listiana dan Tesya Cahyani Kusuma. 2021. Pengembangan Pembuatan APE bagi Anak Usia Dini. Jakarta: Kencana Prenada Media Group. Aris. 2014. Pengembangan Bahan Ajar. http://aristwn.staff.stainsalatiga.ac.id/wpcontent/uploads/sites/3/2014/04/Bahan-Ajar-copy.pdf bahan ajar copy 1 (01 oktober 2019).


20 NOTULENSI Hari/Tanggal : Senin/ 9 Oktober 2023 Kelompok Presentasi : Kelompok 4 Kelas C Wirda S. Laiya 411421032 Sintia H Pobi 411421095 Moh Harisyabriyansah Malomis 411421101 Yang Bertanya: 1) Devrianti Bobihu (Kelompok Pembanding Kelas A) 2) Yusmanto K. Hudo Menyanggah: Hanaifa Menjawab dan Menambahkan Jawaban: 1) Moh. Harisyabriyansah Malomis 2) Wirda S. Laiya 3) Sintia H Pobi 4) Febriyanto Natua 5) Sri Rahmawati Is Humagi (kelas A) Catt: Anggota Kelompok (Julyana Syavira A. Mohune 411421111) tidak hadir saat presentasi dan tidak berpartisipasi dalam pembuatan tugas.


21 Pertanyaan 1 Devrianti Bobihu (Kelompok Pembanding Kelas A) Bagaimana kita dapat mengevaluasi apakah bahan ajar cetak dan non-cetak dapat memberikan umpan balik yang cukup kepada siswa Menjawab: Moh. Harisyabriyansah Malomis Anda dapat mengevaluasi apakah bahan ajar cetak atau non cetak memberikan umpan balik yang cukup kepada siswa dengan beberapa langkah berikut: 1. Survei Siswa: Buatlah survei atau kuesioner kepada siswa untuk menilai keefektifan bahan ajar tersebut. Pertanyaan dapat mencakup sejauh mana bahan ajar membantu pemahaman mereka, apakah mereka merasa terlibat, dan apakah mereka mendapatkan umpan balik yang memadai. 2. Observasi Kelas: Amati kelas dan reaksi siswa saat menggunakan bahan ajar tersebut. Perhatikan apakah siswa terlibat dengan baik, apakah mereka menunjukkan pemahaman yang baik, dan apakah mereka aktif bertanya atau berdiskusi. 3. Tes dan Tugas: Gunakan hasil tes dan tugas siswa untuk menilai pemahaman mereka. Perhatikan apakah siswa dapat menerapkan pengetahuan dari bahan ajar tersebut dalam konteks praktis. 4. Wawancara dengan Siswa: Melakukan wawancara individu atau kelompok dengan siswa untuk mendengarkan pandangan mereka tentang bahan ajar tersebut. Tanyakan tentang kekuatan dan kelemahan bahan ajar serta apa yang mereka harapkan dari materi pembelajaran. 5. Bandingkan dengan Standar: Bandingkan hasil evaluasi dengan standar pembelajaran yang telah ditetapkan. Apakah bahan ajar mencapai tujuan pembelajaran yang telah ditentukan? 6. Evaluasi Berkelanjutan: Lakukan evaluasi berkelanjutan untuk melihat perkembangan siswa seiring waktu. Hal ini dapat membantu Anda menyesuaikan bahan ajar jika diperlukan. 7. Dengan menggabungkan berbagai metode evaluasi di atas, Anda dapat mendapatkan pemahaman yang lebih lengkap tentang sejauh mana bahan ajar cetak atau non cetak memberikan umpan balik yang cukup kepada siswa.


22 Menambahkan jawaban: Febriyanto Natua Dalam mengevaluasi bahan ajar membuntuhkan data atau survei terhadap penggunaan atau peserta didik, melakukan penhujian formatif dan melakukan evaluasi berkelanjutan. Tapi tanpa menghiraukan hal tersebut, kita juga perlu mempertimbangkan berbagai macam analisis terkait kesalahan-kesalahan umum dari bahan ajar tersebut. Seperti kealahan-kesalahan dari bahan ajar sebelumnya, hal-hal apa yang perlu kita tingkatkan dari bahan ajar sebelumnya, dan juga kita harus melibatkan pengajar atau ahli untuk dapat melakukan evaluasi terhadap bahan ajar yang kita buat Menambahkan Jawaban: Sri Rahmawati Is Humagi (kelas A) 1. Tentukan tujuan evaluasi: Tentukan apa yang ingin dicapai dengan evaluasi ini. Apakah tujuannya untuk mengetahui sejauh mana siswa memahami materi, apakah mereka terlibat dalam pembelajaran, atau apakah mereka berhasil mencapai hasil belajar yang diharapkan. 2. Pilih metode evaluasi yang tepat: Ada beberapa metode yang dapat digunakan, seperti tes tertulis, observasi, wawancara, atau survei. Pilih metode yang sesuai dengan tujuan evaluasi serta karakteristik siswa dan bahan ajar yang dievaluasi. 3. Identifikasi kriteria penilaian: Tentukan kriteria yang akan digunakan untuk mengevaluasi bahan ajar cetak atau non cetak. Misalnya, apakah siswa dapat menjawab pertanyaan dengan benar, apakah mereka dapat mengaplikasikan konsep yang dipelajari, atau apakah mereka merasa terbantu dengan bahan ajar tersebut. 4. Rancang instrumen evaluasi: Berdasarkan kriteria penilaian yang telah ditentukan, buat instrumen evaluasi yang sesuai. Misalnya, jika tujuan evaluasi adalah untuk menilai pemahaman siswa, buatlah soal-soal tes yang dapat mengukur pemahaman mereka. 5. Lakukan evaluasi: Berikan instrumen evaluasi kepada siswa dengan memberikan petunjuk yang jelas. Amati dan nilai jawaban siswa sesuai dengan kriteria penilaian yang telah ditentukan. 6. Analisis hasil evaluasi: Setelah evaluasi selesai, analisis hasil evaluasi untuk mengetahui apakah bahan ajar cetak atau non cetak memberikan umpan balik


23 yang cukup kepada siswa. Periksa apakah siswa mencapai tujuan evaluasi, apakah mereka mendapatkan umpan balik yang memadai, dan apakah bahan ajar tersebut efektif dalam membantu siswa belajar. 7. Rencanakan perbaikan: Jika hasil evaluasi menunjukkan bahwa umpan balik yang diberikan tidak cukup, identifikasi masalah-masalah yang muncul dan rencanakan perbaikan yang dapat dilakukan. Misalnya, jika siswa kesulitan memahami bahan ajar cetak, pertimbangkan untuk menggunakan bahan ajar non cetak yang lebih visual atau interaktif. 8. Coba kembali: Setelah melakukan perbaikan, coba lagi evaluasi untuk melihat apakah perubahan yang dilakukan telah meningkatkan umpan balik yang diberikan kepada siswa. Dengan mengikuti langkah-langkah di atas, kita dapat mengevaluasi apakah bahan ajar cetak atau non cetak memberikan umpan balik yang cukup kepada siswa. Menyanggah: Hanifa Apakah ada perbedaan cara mengevaluasi bahan ajar cetak dan non cetak? Jawaban: Untuk mengevaluasi bahan ajar tetap menggunakan beberapa aspek yang telah dijelaskan sebelumnya. Yaitu survey siswa,observasi kelas,tes dan tugas, wawancara dengan siswa,dan evaluasi berkelanjutan. Mungkin beberapa aspek itu yang kita gunakan dulu mengevaluasi namun dia memiliki perbedaan. Artinya basis yang kita gunakan berbeda,kalua yang cetak otomatis menggunakan yang berbasis yang bisa dicetak sedangkan untuk non-cetak berbasis non visual begitu. Bentuk evaluasinya itu menggunakan beberapa aspek yang sama, karena hal tersebut memang dasar yang dibutuhkan. Karena mengevalluasi bahan ajar tersebut melihat apa yang dibutuhkan oleh siswa dengan bahan ajar yang kita terapkan tersebut.


24 Pertanyaan 2: (Yusmanto K Hudo) Bagaimana penggunaan teknologi memengaruhi cara kita mengevaluasi bahan ajar, khususnya dalam konteks bahan ajar non-cetak seperti video atau aplikasi interaktif? Menjawab: Wirda S. Laiya Penggunaan teknologi telah mengubah cara kita mengevaluasi bahan ajar non-cetak seperti video atau aplikasi interaktif dalam beberapa cara: 1) Aksesibilitas yang lebih baik: Teknologi memungkinkan akses yang lebih luas terhadap bahan ajar. Ini memungkinkan evaluasi yang lebih beragam karena lebih banyak orang memiliki akses ke berbagai jenis materi pembelajaran. 2) Analitik dan pelacakan: Dalam bahan ajar digital, kita dapat melacak sejauh mana siswa telah berkembang dan bagian mana yang mungkin perlu perhatian lebih lanjut. Ini memungkinkan penilaian yang lebih terperinci tentang efektivitas bahan ajar. 3) Penggunaan data: Teknologi dapat membantu dalam mengumpulkan data tentang bagaimana siswa menggunakan bahan ajar digital, berapa lama mereka menghabiskan waktu di dalamnya, dan di mana mereka mengalami kesulitan. Informasi ini dapat membantu dalam perbaikan berkelanjutan. 4) Fleksibilitas waktu dan tempat: Bahan ajar digital memungkinkan siswa untuk belajar kapan saja dan di mana saja. Ini berarti evaluasi dapat dilakukan dengan cara yang lebih adaptif sesuai dengan jadwal dan preferensi masing-masing siswa. 5) Konten yang disesuaikan: Teknologi memungkinkan penyedia bahan ajar untuk menyajikan konten yang lebih disesuaikan dengan kebutuhan individu siswa, sehingga evaluasi dapat lebih presisi. 6) Umpan balik instan: Siswa dapat menerima umpan balik instan tentang kinerja mereka dalam bahan ajar digital, memungkinkan mereka untuk memperbaiki pemahaman mereka dengan cepat. 7) Penggunaan multimedia: Video dan elemen multimedia lainnya dalam bahan ajar digital dapat membantu siswa memahami konsep dengan lebih baik, yang dapat memengaruhi cara evaluasi dilakukan dengan menilai pemahaman yang lebih dalam.


25 Dalam konteks ini, evaluasi bahan ajar non-cetak perlu disesuaikan dengan fitur-fitur teknologi ini agar dapat memberikan wawasan yang lebih mendalam tentang proses dan hasil pembelajaran siswa. Menjawab: Sintia H Pobi Penggunaan teknologi itu membantu pendidik dalam mengevaluasi bahan ajar, terutama dalam bahan ajar non cetak. Penggunaan teknologi membantu pendidik lebih kearah yang baik diantaranya yaitu: 1. Memberikan kemudahan akses Dimana teknologi memungkinkan yang lebih mudah dan cepat keberbagai jenis bahan ajar. Siswa dapat dengan mudah mengunduh atau mengakses materi online termasuk video atau aplikasi interaktif darimana saja dan kapan saja. 2. Interaktivitas Dimana penggunaan teknologi itu memungkinkan evaluasi yang lebih langsung. Siswa dapat berpasrtisipasi dalam latihan, quis atau simulasi dalam waktu nyata dan hasilnya dapat segera dievaluasi. 3. Mengukur Kemajuan Berkelanjutan Bahan ajar digital sering dilengkapi dengan fitur pelacakan kemajuan. Ini memungkinkan siswa, guru, dan pembuat kurikulum untuk melihat perkembangan sepanjang waktu. Ini juga memudahkan pembaruan dan penyesuaian bahan ajar sesuai kebutuhan.


Click to View FlipBook Version