PERANGKAT MODUL AJAR
Nama JONI SUMARIJONO Semester Ganjil
Asal sekolah SMK PAR SATYA WIDYA Mapel INFORMATIKA
Alokasi waktu 4 JP Jumlah siswa 36 Siswa
Profil pelajar 1. Mandiri Model Tatap muka
Pancasila 2. Kreatif pembelajaran
yang 3. Berpikir Kritis
berkaitan
Fase E Domain Mapel Berpikir Komputasional
Tujuan 1. Memahami algoritma proses searching, baik yang sederhana maupun yang lebih efisien.
Pembelajaran 2. Menerapkan strategi algoritmik untuk menemukan cara yang paling efisien dalam proses
searching.
3. Memahami beberapa algoritma proses sorting.
4. Menerapkan strategi algoritmik untuk menemukan cara yang paling efisien dalam proses
sorting.
5. Memahami konsep struktur data stack dan queue serta operasi-operasi yang dapat
dikenakan pada struktur data tersebut.
6. Mengenali pemanfaatan stack dan queue dalam persoalan sehari-hari.
7. Memahami konsep graf berarah dan tidak berarah.
8. Memodelkan permasalahan yang relevan dalam bentuk graf.
Kata kunci Algoritma, strategi algoritmik, searching, sorting, stack, queue.
Deskripsi Memahami strategi algoritma standart untuk beberapa persoalan yang disajikan
umum 1. Foto/gambar
kegiatan 2. Printer
Materi ajar, 3. Karton/kardus bekas
alat, dan
bahan
Sarana 1. LCD Projector
Prasarana 2. Komputer/laptop
3. Alat pengeras suara / Speaker
4. Jaringan internet
5. Lapangan/halaman sekolah/area terbuka
:
PERANGKAT AJAR TIK KELAS X
No. Komponen Deskripsi / Keterangan
1. Informasi Umum Perangkat Ajar
Nama Penyusun Joni Sumarijono
Nama Institusi SMK PAR SATYA WIDYA
Tahun Penyusunan 2023
Perangkat Ajar
Jenjang Sekolah SMK
Kelas X
Alokasi Waktu 4 Jam Pelajaran (JP) = 4 x 45 menit = 180 menit
2. Tujuan Pembelajaran Fase E
Fase Capaian
Pembelajaran (CP) Peserta didik mampu menerapkan Strategi algoritmik standar pada
Capaian Pembelajaran Kehidupan sehari - hari maupun implementasinya dalam sistem komputer,
untuk menghasilkan beberapa solusi persoalan dengan data diskrit
Tujuan Pembelajaran bervolume besar.
Konsep Utama dan Siswa mampu:
Essential Question(s) 1. Memahami algoritma proses searching, baik yang sederhana maupun
Pengetahuan dan/atau
Keterampilan atau yang lebih eisien.
Kompetensi Prasyarat 2. Menerapkan strategi algoritmik untuk menemukan cara yang paling
efisien dalam proses searching.
3. Memahami beberapa algoritma proses soring.
4. Menerapkan strategi algoritmik untuk menemukan cara yang paling
eisien dalam proses soring.
5. Memahami konsep struktur data stack dan queue serta operasi-
operasi yang dapat dikenakan pada struktur data tersebut.
6. Mengenali pemanfaatan stack dan queue dalam persoalan sehari-
hari.
7. Memahami konsep graf berarah dan idak berarah.
8. Memodelkan permasalahan yang relevan dalam bentuk grafik.
Algoritma, strategi algoritmik, searching, sorting, stack, queue.
1. Mengetahui Algoritma perangkat TIK.
2. Mengetahui jenis-jenis searching
3. Mengetahui fungsi strategi algoritma
3. Profil Pelajar Pancasila
Profil Pelajar 1. Mandiri:
Pancasila yang 2. Kreatif
berkaitan 3. Berpikir kritis
4. Sarana dan Prasarana
1. LCD Projector
Fasilitas 2. Komputer/laptop
3. Printer
Lingkungan Belajar 4. Alat pengeras suara
5. Jaringan internet
Catatan Tambahan Kelas, dan luar kelas (lapangan atau halaman sekolah)
Bila di sekolah tidak memiliki jaringan internet, LCD Proyektor, ataupun laptop,
maka:
- Contoh suara pelafalan (pronunciation) bisa dilakukan langsung oleh
gurunya.
5. Target Peserta Didik Siswa reguler/tipikal
Kategori Peserta Didik Maksimum 36 siswa per-kelas
6. Jumlah Peserta Didik Tidak
Tidak
7. Ketersediaan Materi
Pengayaan (untuk siswa Tatap Muka
berpencapaian tinggi) Catatan :
Alternatif Penjelasan, Kegiatan pembelajaran ini dilakukan didalam dan diluar ruang
Metode, atau Aktivitas Individu dan Kelompok
(untuk siswa yang sulit
memahami konsep) 1. Performa
8. Model Pembelajaran
9. Asesmen
Target Penilaian
Jenis Asesmen
10. Kegiatan Pembelajaran Utama
1. Berkelompok
Pengaturan Siswa
Metode 1. Diskusi
2. Demonstrasi
3. Simulasi
11. Materi Ajar, Alat, dan Bahan
Materi atau Sumber A. Pencarian (Searching)
Pembelajaran Utama
Hidup adalah pencarian yang
tiada henti. Mari, kita berpikir
ke pengalaman “mencari”
dalam kehidupan sehari-hari.
Perhatikan contoh berikut.
1. Pernahkah kalian merasa
kebingungan saat mencari
sebuah buku di lemari buku
kalian? Atau bahkan di perpustakaan? Saat kalian meminta bantuan
kepada petugas perpustakaan, mengapa dia dapat menemukan buku
yang kalian cari dengan waktu yang lebih singkat?
2. Suatu hari, kalian kehilangan baju seragam yang harus dipakai pada
hari itu dan kalian mencarinya. Apa strategi kalian supaya baju tersebut
cepat ditemukan?
3. Kalian mengingat sebuah potongan lirik lagu, tetapi tidak ingat judul
lagu tersebut. Bagaimana kalian bisa menemukan lagu tersebut
dengan cepat?
Apa itu mencari? Mencari adalah menemukan “sesuatu” yang bisa
berupa benda, angka, konsep, informasi yang memenuhi kriteria tertentu
dalam suatu ruang pencarian. Masalah pencarian sangat umum
ditemukan di dalam kehidupan, termasuk dalam dunia komputasi. Ketika
melakukan suatu pencarian, kalian harus menemukan suatu benda atau
objek yang memenuhi kriteria tertentu dari sekumpulan benda atau objek
lain. Beberapa contoh dari masalah pencarian yang sering kalian temui
ialah sebagai berikut.
1. Mencari buku dengan judul tertentu di rak buku perpustakaan.
2. Mencari pakaian batik seragam kalian di lemari yang berisi semua
pakaian yang kalian miliki.
3. Mencari dokumen atau web tertentu dengan mesin pencari seperti
Google.
Mencari benda nyata gampang, tinggal kita lihat dan kita cocokkan
dengan mata. Namun, mencari informasi atau konsep yang tidak
kelihatan? Hmmmmm… Tidak mudah!
(
Gambar 2.2. Pencarian (a) buku di perpustakaan, (b) informasi di internet
Masalah pencarian dapat dibuat dalam bentuk yang lebih formal agar
dapat diterapkan pada banyak kasus. Elemen pada masalah pencarian
meliputi hal-hal berikut.
1. Sekumpulan benda atau objek.
2. Kriteria dari benda atau objek yang dicari.
3. Pengecekan benda atau objek, untuk memeriksa apakah ia memenuhi
kriteria pencarian.
Pertanyaan selanjutnya ialah bagaimana strategi untuk mencari. Banyak cara
yang dapat kita lakukan, misalnya: kita dapat mengambil pakaian secara acak
dan mengecek apakah pakaian tersebut ialah seragam batik. Cara lain, misalnya
dengan memeriksa pakaian dari yang berada paling atas ke paling bawah.
Tentunya, ada banyak strategi lain yang dapat kalian gunakan. Ada strategi yang
lebih baik daripada strategi yang lain, bergantung pada keadaan benda atau
objek tersebut saat pencarian dilakukan. Tentunya, kita akan lebih mudah
mencari suatu buku dengan judul tertentu di lemari perpustakaan yang tersusun
rapi dengan aturan tertentu dibandingkan dengan mencarinya di sebuah lemari
yang berantakan.
B. Pengurutan (Sorting)
Saat merapikan sesuatu,
misalnya koleksi buku, kita
menyusun buku tersebut
dengan menggunakan
suatu aturan. Misalnya, jika
kita memiliki koleksi buku
cerita berseri,
kemungkinan besar kita
akan menyusunnya secara
berurut dari volume pertama hingga volume yang terbaru. Atau, ketika
sedang berbaris, kita diminta untuk membentuk barisan berdasarkan
tinggi badan. Hal-hal tersebut merupakan sebuah proses pengurutan atau
sorting. Proses pengurutan akan menjadi bagian yang tidak terpisahkan
dari program komputer atau aplikasi yang sering kita gunakan. Pada
aktivitas ini, kita akan melihat bagaimana proses pengurutan dapat
dilakukan dengan menggunakan berbagai strategi. Pelajarilah strateginya!
Pengurutan merupakan suatu permasalahan klasik pada komputasi
yang dilakukan untuk mengatur agar suatu kelompok benda, objek, atau
entitas diletakkan mengikuti aturan tertentu. Urutan yang paling
sederhana misalnya mengurutkan angka secara terurut menaik atau
menurun.
Biasanya, masalah pengurutan terdiri atas sekumpulan objek yang
disusun secara acak yang harus diurutkan. Setelah itu, secara sistematis,
posisi objek diperbaiki dengan melakukan pertukaran posisi dua buah
objek. Hal ini dilakukan secara terus-menerus hingga semua posisi objek
benar.
Misal, kita memperoleh 5 buah angka acak berikut:
Kita dapat membuat angka tersebut terurut menaik dengan
melakukan satu kali pertukaran, yaitu dengan menukar nilai 4 dengan nilai
3. Terdapat 2 langkah penting dalam melakukan sebuah pengurutan.
Langkah pertama ialah melakukan pembandingan. Untuk melakukan
pengurutan, dipastikan ada dua buah nilai yang dibandingkan.
Pembandingan ini akan menghasilkan bilangan yang lebih besar dari, lebih
kecil dari, atau memiliki nilai sama dengan sebuah bilangan lainnya.
Langkah kedua ialah melakukan penempatan bilangan setelah melakukan
pembandingan. Penempatan bilangan ini dilakukan setelah didapatkan
bilangan lebih besar atau lebih kecil (bergantung pada pengurutan yang
digunakan).
Terdapat beberapa teknik (algoritma) untuk melakukan pengurutan
seperti bubble sort, insertion sort, quick sort, merge sort, dan selection
sort. Pada unit ini, hanya akan diberikan penjelasan untuk setiap tiga
teknik ialah sebagai berikut. Teknik lainnya dapat kalian pelajari dari
referensi yang diberikan.
1. Insertion Sort
Insertion Sort adalah salah satu algoritma yang digunakan untuk
permasalahan pengurutan dalam list (daftar objek). Sesuai namanya,
insertion sort mengurutkan sebuah list dengan cara menyisipkan elemen
satu per satu sesuai dengan urutan besar kecilnya elemen hingga semua
elemen menjadi list yang terurut. Misalnya, dalam kasus mengurutkan
elemen list dari yang terkecil hingga terbesar (ascending), tahap pertama
ialah kita akan membaca suatu elemen dengan elemen yang berdekatan.
Apabila elemen yang berdekatan dengan elemen saat ini lebih kecil,
elemen yang lebih kecil akan ditukar dengan elemen yang lebih besar dan
dibandingkan kembali dengan elemenelemen sebelumnya yang sudah
terurut. Apabila elemen saat ini sudah lebih besar dari elemen
sebelumnya, iterasi berhenti. Hal ini dijalankan satu per satu hingga
semua list menjadi terurut.
Ilustrasi Insertion Sort
Terdapat sebuah deret bilangan seperti berikut: 2, 3, 7, 6, 5 yang
direpresentasikan dengan menggunakan kartu. Urutkan bilangan tersebut
secara menaik dengan menggunakan algoritma insertion sort.
Proses Iterasi Pertama
Langkah pertama, tinjau bilangan kedua, bandingkan bilangan pertama
dan kedua, yaitu 2 dan 3. Didapatkan 2 lebih kecil dari 3, maka urutan
bilangan tersebut tetap (2,3).
(2, 3, 7, 6, 5) menjadi (2, 3, 7, 6, 5)
Proses Iterasi Kedua
Pada iterasi selanjutnya, kita mengambil bilangan ketiga, yaitu 7. Lalu
bandingkan dengan bilangan sebelumnya. Karena 3 lebih kecil dari 7,
urutan tetap.
(2, 3, 7, 6, 5) menjadi (2, 3, 7, 6, 5)
Proses Iterasi Ketiga
Pada iterasi selanjutnya, kita mengambil bilangan keempat, yaitu 6. Lalu,
bandingkan dengan bilangan sebelumnya. Didapatkan bahwa 7 lebih
besar dari 6. Oleh karena itu, selanjutnya, kita akan membandingkan
dengan bilangan-bilangan sebelumnya, lalu menukarnya apabila bilangan
tersebut lebih besar. Pertama, kita akan membandingkan 6 dan 7. Apakah
6 lebih kecil dari 7? Karena iya, kita akan menukar 6 dengan 7. Lalu, kita
akan membandingkan lagi dengan bilangan sebelumnya, yaitu 3. Apakah 6
lebih kecil dari 3? Karena 6 tidak lebih kecil dari 3, maka 6 sudah berada
pada posisi yang benar, yaitu sebelum 7 dan setelah 3.
Proses memindahkan 6 di antara 3 dan 7 ini biasa disebut penyisipan
(insertion) sehingga nama algoritma ini disebut insertion sort.
(2, 3, 7, 6, 5) menjadi (2, 3, 6, 7, 5)
Proses Iterasi Keempat
Pada iterasi selanjutnya, kita mengambil bilangan kelima, yaitu 5.
Didapatkan bahwa 7 lebih besar dari 5. Oleh karena itu, selanjutnya, kita
akan membandingkan dengan bilangan-bilangan sebelumnya, lalu
menukarnya apabila bilangan tersebut lebih besar. Pertama, kita akan
membandingkan 5 dan 6. Apakah 5 lebih kecil dari 6? Karena iya, kita
akan menukar 5 dengan 6. Setelah itu, kita akan mengecek dengan
bilangan sebelumnya lagi, yaitu 3. Apakah 5 lebih kecil dari 3? Karena 5
tidak lebih kecil dari 3, maka 5 sudah pada posisi seharusnya, yaitu setelah
3 dan sebelum 6. Terjadi lagi proses penyisipan kartu 5 di antara 3 dan 6.
(2, 3, 6, 7, 5) menjadi (2, 3, 5, 6, 7)
3. Selection sort
Selection sort merupakan algoritma pengurutan yang juga cukup
sederhana, dengan algoritma mencari (menyeleksi) bilangan
terkecil/terbesar (bergantung pada urut naik atau turun) dari daftar
bilangan yang belum terurut dan meletakkannya dalam daftar bilangan
baru yang dijaga keterurutannya. Algoritma ini membagi daftar bilangan
menjadi dua bagian, yaitu bagian terurut dan bagian yang belum terurut.
Bagian yang terurut di sebelah kiri dan bagian yang belum terurut di
sebelah kanan. Awalnya, semua elemen bilangan dalam daftar ialah
bagian yang belum terurut, dan bagian yang terurut kosong.
Berikut langkah-langkah yang terdapat pada algoritma selection sort.
1. Cari bilangan terkecil yang ada pada bagian belum terurut.
2. Tukar bilangan tersebut dengan bilangan pertama bagian belum
terurut, lalu masukkan ke bagian terurut.
3. Ulangi langkah 1 dan 2 sampai bagian yang belum terurut habis.
Ilustrasi urut-urutan selection sort dapat dilihat pada tabel berikut.
Bagian terurut Bagian yang belum Nilai terkecil dari bagian
terurut belum terurut
() (2,3,7,6,5) 2
(2) (3,7,6,5) 3
5
(2,3) (7,6,5) 6
(2,3,5) (6,7) 7
(2,3,5,6) (7)
(2,3,5,6,7) ()
Secara rinci, algoritma selection sort yang dikaitkan dengan
pemrograman dijelaskan sebagai berikut.
Terdapat sebuah daftar bilangan tidak terurut seperti berikut: 2, 3, 7,
6, 5. Urutkan bilangan tersebut secara menaik dengan menggunakan
algoritma selection sort.
Proses Iterasi Pertama
Data Awal:
Cari bilangan terkecil di bagian belum terurut: ditemukan 2 sebagai
bilangan terkecil.
Tukar bilangan 2 dengan bilangan pertama bagian belum terurut.
Geser batas bagian yang sudah terurut ke kanan sehingga 2 menjadi
bagian yang sudah terurut. Dalam ilustrasi ini, angka yang dicetak tebal
menunjukkan bilangan yang sudah terurut.
Proses Iterasi Kedua
Cari bilangan terkecil di bagian belum terurut, ditemukan angka 3 sebagai
bilangan terkecil.
Tukar bilangan 3 dengan bilangan pertama bagian belum terurut.
Geser batas bagian yang sudah terurut ke kanan sehingga 3 menjadi
bagian yang sudah terurut. Proses Iterasi Ketiga
Cari bilangan terkecil di bagian belum terurut, ditemukan angka 5 sebagai
bilangan terkecil.
Tukar bilangan 5 dengan bilangan pertama bagian belum terurut,
yaitu 7. Geser batas bagian yang sudah terurut ke kanan, sehingga 5
menjadi bagian yang sudah terurut.
Proses Iterasi Keempat
Cari bilangan terkecil di bagian belum terurut, ditemukan angka 6 sebagai
bilangan terkecil.
Sumber Belajar Tukar bilangan 6 dengan bilangan pertama bagian belum terurut. Di bagian akhir,
karena data tinggal dua, setelah proses penukaran, algoritma telah selesai
dilaksanakan.
Direktorat Pembinaan Guru Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus.
Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan. Kementerian Pendidikan dan
Kebudayaan.
12. Persiapan Pembelajaran Pertemuan 1 :
Langkah-langkah Pendahuluan (15 Menit) :
a. Guru membuka pertemuan dengan mengucap salam pembuka.
b. Guru memeriksa kehadiran peserta didik.
c. Sebelum memulai kegiatan pembelajaran, guru mengajak peserta didik
untuk berdoa dilanjutkan dengan menyanyikan salah satu lagu wajib
nasional.
Pertemuan 2 :
Pendahuluan (15 Menit) :
Aktifitas Guru :
a. Guru membuka pertemuan dengan mengucap salam pembuka.
b. Guru memeriksa kehadiran peserta didik.
c. Sebelum memulai kegiatan pembelajaran, guru mengajak peserta
didik untuk berdoa dilanjutkan dengan menyanyikan salah satu lagu
wajib nasional
13. Urutan Kegiatan Pembelajaran
Apersepsi (15 menit)
warmer
Pertemuan 1 a. Mengkondisikan dan memastikan kesiapan peserta untuk mengikuti aktivitas
pembelajaran;
b. Guru menyajikan contoh kasus yang merupakan bentuk pelanggaran HaKI
c. Guru menugaskan peserta didik agar membentuk kelom- pok sebanyak 4
orang.
d. Guru memastikan setiap anggota memahami tugas masing- masing kelompok.
e. Guru memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk bertanya;
f. Guru memantau keterlibatan peserta didik selama penger- jaan masalah
(penyelidikan).
g. Guru menilai hasil sajian setiap kelompok dan melakukan penyamaan persepsi.
h. Guru mengarahkan peserta didik untuk bisa menghargai pendapat peserta didik
dan atau kelompok lain.
i. Guru mendorong kelompok memberikan penghargaan serta masukan kepada
kelompok lain;
j. Guru bersama peserta didik menyimpulkan materi.
Petunjuk Kerja Peserta Didik
▪ Baca dengan baik sekenario yang di sajikan di atas.
▪ Diskusikan dengan kelompok, secara teori pelanggaran yang terjadi
berdasarkan kasus di atas dimana letak pelanggarannya? (sesuaikan teori
dengan bahan bacaan yang telah disediakan).
▪ Buat hasil analisis ke dalam bentuk laporan tertulis.
▪ Presentasikan hasil pengamatan kelompok.
Formatif asesmen yang bisa dilakukan selama kegiatan berlangsung:
- Guru memperhatikan apakah siswa aktif berpartisipasi
Aktifitas Siswa :
Pertemuan 2 a. Bersiap untuk mengikuti aktivitas pembelajaran
b. Peserta didik mengamati dan memahami apa yang disampaikan guru.
c. Peserta membuat gambaran umum mengenai contoh kasus yang diberikan oleh
guru
d. Peserta didik membentuk kelompok sesuai arahan guru.
e. Masing-masing peserta didik membaca dan menganalisis bahan kajian
kemudian masing-masing mencatat pandangannya
f. Peserta didik bertanya kepada guru tentang tentang hal yang belum dipahami
peserta didik terkait instruksi yang diberikan.
g. Kelompok melakukan diskusi untuk menghasilkan resume dari bahan kajian
yang disajikan.
h. Peserta didik mempresentasi- kan/menyajikan hasil diskusi kelompok dalam
bentuk karya.
i. Peserta didik/ anggota kelompok memberikan jawaban/tanggapan yang
diberikan oleh peserta didik/anggota kelompok lain.
j. Kelompok yang lain memberikan apresiasi.
k. Bersama-sama guru merangkum/membuat kesimpulan
Penutup (5 Menit)
a. Guru menyampaikan informasi materi pertemuan selanjutnya.
b. Guru menutup pertemuan dengan mengucapkan salam penutup.
CATATAN
- Siswa dengan pencapaian tinggi dapat diberikan pengayaan berupa
kegiatan tambahan menggambar tentang cara menyapa/berkenalan.
Selanjutnya ia menceritakan apa yang digambar, dan mempraktekkan
percakapan sederhana.
● Bagi siswa yang menemukan kesulitan/sulit memahami konsep dapat
diberikan materi tambahan berupa latihan personal dengan guru
(dilakukan ketika guru melakukan formatif asesmen, dan siswa lainnya
sedang beraktifitas).
o Siswa diberikan kasus sederhana, untuk berlatih di luar jam
pelajaran
o Siswa diberikan waktu khusus sebelum masuk kelas untuk
berlatih bersama guru.
.
Pertemuan ke 2
Apersepsi (15 menit)
warmer
1. Guru membuka pertemuan dengan mengucap salam pembuka.
2. Guru memeriksa kehadiran peserta didik.
3. Sebelum memulai kegiatan pembelajaran, guru mengajak peserta didik untuk
berdoa dilanjutkan dengan menyanyikan salah satu lagu wajib nasional
Formatif asesmen yang bisa dilakukan selama kegiatan berlangsung:
● Ketika siswa sedang berkegiatan, guru berkeliling, dan berhenti sejenak di
salah satu kelompok untuk mengamati kompetensi siswa
Pertemuan 3 ● Ketika siswa sedang berkegiatan, guru berkeliling untuk mengamati
keaktifan siswa ataupun melihat kendala yang mungkin timbul
● Ketika menemukan siswa yang kurang aktif, atau mengalami kendala,
guru bisa melakukan perbaikan dengan cara menjadi pasangan siswa,
atau bergabung menjadi kelompok dengan 3 orang. Guru dan siswa
melakukan kegiatan yang sama seperti di atas. Siswa dimotivasi dan
diberikan contoh.
Aktivitas Guru :
a.Mengkondisikan dan memastikan kesiapan peserta untuk mengikuti aktivitas
pembelajaran;
b.Guru menugaskan peserta didik agar membentuk kelompok sebanyak 4 orang.
c. Guru memastikan setiap anggota memahami tugas masing- masing kelompok.
d.Guru memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk bertanya.
e.Guru memantau keterlibatan peserta didik selama penger- jaan masalah
(penyelidikan).
f. Guru menilai hasil sajian setiap kelompok dan melakukan penyamaan persepsi.
g.Guru mengarahkan peserta didik untuk bisa menghargai pendapat peserta didik
dan atau kelompok lain.
h.Guru mendorong kelompok memberikan penghargaan ser- ta masukan kepada
kelompok lain;
i. Guru bersama peserta didik menyimpulkan materi.
Penutup (5 menit)
1. Guru menyampaikan informasi materi pertemuan selanjutnya.
2. Guru menutup pertemuan dengan mengucapkan salam penutup.
CATATAN
● Siswa dengan pencapaian tinggi dapat diberikan pengayaan berupa
kegiatan tambahan menggambar tentang teman-temannya. Selanjutnya ia
menceritakan apa yang digambar, dan mempraktekkan percakapan
sederhana tentang menanyakan personal identity temannya.
● Bagi siswa yang menemukan kesulitan/sulit memahami konsep dapat
diberikan materi tambahan berupa latihan personal dengan guru
(dilakukan ketika guru melakukan formatif asesmen, dan siswa lainnya
sedang beraktifitas).
o Siswa diberikan kartu kalimat sederhana, untuk berlatih di luar
jam pelajaran bahasa Inggris
o Siswa diberikan waktu khusus sebelum masuk kelas pelajaran
Bahasa Inggris, untuk berlatih bersama guru.
Pertemuan ke 3
Apersepsi (15 menit)
warmer
4. Guru membuka pertemuan dengan mengucap salam pembuka.
5. Guru memeriksa kehadiran peserta didik.
6. Sebelum memulai kegiatan pembelajaran, guru mengajak peserta didik untuk
berdoa dilanjutkan dengan menyanyikan salah satu lagu wajib nasional
Formatif asesmen yang bisa dilakukan selama kegiatan berlangsung:
● Ketika siswa sedang berkegiatan, guru berkeliling, dan berhenti sejenak di
salah satu kelompok untuk mengamati kompetensi siswa
● Ketika siswa sedang berkegiatan, guru berkeliling untuk mengamati
keaktifan siswa ataupun melihat kendala yang mungkin timbul
● Ketika menemukan siswa yang kurang aktif, atau mengalami kendala,
guru bisa melakukan perbaikan dengan cara menjadi pasangan siswa,
atau bergabung menjadi kelompok dengan 3 orang. Guru dan siswa
melakukan kegiatan yang sama seperti di atas. Siswa dimotivasi dan
diberikan contoh.
Aktivitas Guru :
j. Mengkondisikan dan memastikan kesiapan peserta untuk mengikuti aktivitas
pembelajaran;
k. Guru menugaskan peserta didik agar membentuk kelompok sebanyak 4 orang.
l. Guru memastikan setiap anggota memahami tugas masing- masing kelompok.
m. Guru memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk bertanya.
n.Guru memantau keterlibatan peserta didik selama penger- jaan masalah
(penyelidikan).
o.Guru menilai hasil sajian setiap kelompok dan melakukan penyamaan persepsi.
p.Guru mengarahkan peserta didik untuk bisa menghargai pendapat peserta didik
dan atau kelompok lain.
q.Guru mendorong kelompok memberikan penghargaan ser- ta masukan kepada
kelompok lain;
r. Guru bersama peserta didik menyimpulkan materi.
Penutup (5 menit)
3. Guru menyampaikan informasi materi pertemuan selanjutnya.
4. Guru menutup pertemuan dengan mengucapkan salam penutup.
CATATAN
● Siswa dengan pencapaian tinggi dapat diberikan pengayaan berupa
kegiatan tambahan menggambar tentang teman-temannya. Selanjutnya ia
menceritakan apa yang digambar, dan mempraktekkan percakapan
sederhana tentang menanyakan personal identity temannya.
● Bagi siswa yang menemukan kesulitan/sulit memahami konsep dapat
diberikan materi tambahan berupa latihan personal dengan guru
(dilakukan ketika guru melakukan formatif asesmen, dan siswa lainnya
sedang beraktifitas).
14. Refleksi Guru o Siswa diberikan kartu kalimat sederhana, untuk berlatih di luar
Pertanyaan Kunci jam pelajaran bahasa Inggris
Siswa diberikan waktu khusus sebelum masuk kelas pelajaran Bahasa Inggris,
untuk berlatih bersama guru
Manajemen kelas:
a. Apakah semua siswa aktif berkegiatan?
b. Apakah pembagian waktunya cukup?
c. Apakah siswa yang memiliki hambatan ketika berkegiatan, dapat teratasi
dengan baik (kembali berkegiatan dan mengikuti prosesnya)
d. Apakah metode pembelajaran yang digunakan sudah tepat?
e. Adakah metode pembelajaran lain yang lebih tepat untuk kegiatan
pembelajaran ini?
f. Apakah menemukan kendala lainnya?
g. Adakah strategi lain untuk menjawab kendala yang timbul?
Ketercapaian kompetensi:
a. Apakah semua siswa mampu mencapai kompetensi yang diharapkan?
b. Apakah semua siswa mampu mengikuti proses kegiatan belajar dengan
baik?
c. Adakah perubahan sikap dan keterampilan siswa selama proses kegiatan
belajar?
15. Kriteria Pengukuran Ketercapaian Tujuan Pembelajaran dan Asesmen (Asesmen Formatif)
Penilaian Kompetensi atau 1. Siswa mampu memahami aspek sosial penggunaan komputer dan
Kemampuan serta
Pengetahuan dampaknya ke kehidupan;
Cara Melakukan Asesmen 2. Siswa memahami kesenjangan akses informasi untuk masyarakat di
Kriteria Penilaian
Produk Siswa kota dan pedesaan, dan memahami bagaimana teknologi dapat
menjembataninya;
3. Siswa mampu mengenali kasus-kasus sosial akibat implementasi
produk TIK.
Performa/demonstrasi
observasi
Kualitatif
1. Mencapai tujuan pembelajaran jika hasil siswa minimal 75
2. Belum mencapai tujuan pembelajaran jika hasil siswa di bawah 75
16. Refleksi Siswa
Pertanyaan Kunci □ Bagian mana yang menurutmu paling sulit dari pelajaran ini?
17. Daftar Pustaka
□ Apa yang akan kamu lakukan untuk memperbaiki hasil belajarmu?
□ Kepada siapa kamu akan meminta bantuan untuk memahami
pelajaran ini?
□ Jika kamu diminta untuk memberikan bintang 1 sampai 5,
berapa bintang akan kamu berikan padausaha yang telah
kamu lakukan?
Henry Pandia,ST. MT, Informatika untuk SMS/MA Kelas X, Penerbit Erlangga,
2019.
Tim Ikatan Guru TIK PGRI, Buku Ajar Informatika kelas 10, Penerbit Andi,
2019.
18. Lembar Kerja Siswa 1 (satu)
19. Bahan Bacaan Siswa Media koran
20. Bahan Bacaan Guru Media Koran
Materi Pengayaan (untuk Membaca Berpikir Komputasional
21. siswa berpencapaian
tinggi)
Materi Tambahan (untuk
22. siswa yang sulit Menyajikan Kasus yang terkait dengan Berpikir Komputasional
memahami konsep)
Kepala Sekolah Surabaya, 20 Juli 2022
Edy Pranoto, SPd, MM Guru Mapel
Joni Sumarijono, SE
Lampiran 1.
Lembar Penilaian Diskusi (Nilai Kelompok)
[[
Satuan Pendidikan : SMK PAR SATYA WIDYA
Mata Pelajaran : INFORMATIKA Semester : GANJIL
Tanggal Penilaian : .................................................. .......................... Tahun Pelajaran : 2022/2023
Kelompok : ............................................................................
Kelas : ................
Anggota Kelompok : 1. ........................................................................
2. ........................................................................
3. ........................................................................
4. ........................................................................
5. ........................................................................
No. Aspek Penilaian Skor
1. Kerjasama antar anggota kelompok/keaktifan.
2. Pembagian tugas/peran.
3. Kemampuan menyampaikan pendapat/argumentasi
4. Menghargai pendapat orang lain.
5. Antusiasme dalam mengikuti diskusi
6. Menyelesaikan tugas kelompok dengan baik.
Jumlah Skor
Nilai Akhir
Keterangan:
▪ Sangat Baik = Skor 4
▪ Baik = Skor 3
▪ Cukup = Skor 2
▪ Kurang
= Skor 1
▪ Nilai Akhir = (Jumlah Skor / 24) X 100
Surabaya,....-.... 2022
Guru Bidang Study,
JONI SUMARIJONO
Lampiran 2.
Lembar Penilaian Diskusi (Nilai Kelompok)
[[
Satuan Pendidikan : SMK PAR SATYA WIDYA
Mata Pelajaran : Informatika Semester : GANJIL
Tanggal Penilaian : .................................................. .......................... Tahun Pelajaran : 2022/2023
Kelompok : ............................................................................ Kelas : ................
Anggota Kelompok : 1. ........................................................................
2. ........................................................................
3. ........................................................................
4. ........................................................................
5. ........................................................................
No. Aspek Penilaian Skor
1. Kerjasama antar anggota kelompok/keaktifan.
2. Pembagian tugas/peran.
3. Kemampuan menyampaikan pendapat/argumentasi
4. Menghargai pendapat orang lain.
5. Antusiasme dalam mengikuti diskusi
6. Menyelesaikan tugas kelompok dengan baik.
Jumlah Skor
Nilai Akhir
Keterangan:
▪ Sangat Baik = Skor 4
▪ Baik = Skor 3
▪ Cukup = Skor 2
▪ Kurang = Skor 1
▪ Nilai Akhir = (Jumlah Skor / 24) X 100
Surabaya, ...... - .... - 2022
Guru Bidang Study,
JONI SUMARIJONO
Lampiran 3.
Lembar Penilaian Diskusi (Nilai Individu)
Satuan Pendidikan : SMK PAR SATYA WIDYA Semester : GANJIL
Mata Pelajaran : Informatika
Tanggal Penilaian : .................................................. .......................... Tahun Pelajaran : 2022/2023
Kelas : ................
No. Nama Siswa Aspek Penilaian Jumlah Nilai
1. 1 2 3 4 5 6 Skor Akhir
2.
3.
....
....
32.
Aspek Penilian:
1. Jiwa kepemimpinan.
2. Berani mengemukakan pendapat.
3. Berani memberikan
kritik/tanggapan/masukan.
4. Berani menjawab pertanyaan.
5. Menggunakan bahasa yang baik.
6. Kelancaran berbicara.
Keterangan:
Nilai Akhir = (Jumlah Skor / 24) X 100
Surabaya, ....... - .... - 2022
Guru Bidang Study,
JONI SUMARIJONO
Lampiran 4.
Program Remidial
Satuan Pendidikan : SMK PAR SATYA WIDYA Kelas : ................
Mata Pelajaran : TIK Semester : GANJIL
Hari/Tgl. Pelaksanaan : .................................................. Tahun Pelajaran : 2022/2023
Materi Pokok : Berpikir Komputasional Nilai Sebelum Nilai Sesudah Keterangan
: Penugasan Remidial Remidial
Jenis Remidial
Nama Siswa
No.
1.
2.
3.
....
....
32.
Surabaya, .... - .... - 2022
Guru Bidang Study,
JONI SUMARIJONO
Lampiran 5.
Program Pengayaan
Satuan Pendidikan : SMK PAR SATYA WIDYA Kelas : ................
Mata Pelajaran : TIK Semester : GANJIL
Hari/Tgl. Pelaksanaan : .................................................. Tahun Pelajaran : 2022/2023
Materi Pokok : Berpikir Komputasional
Jenis Remidial : Penugasan
No. Nama Siswa Nilai Sebelum Nilai Sesudah Keterangan
Pengayaan Pengayaan
1.
2.
3.
....
....
32.
Surabaya , .... - .... - 2022
Guru Bidang Study,
JONI SUMARIJONO