Senjata Tradisional
Indonesia
Imawati, M.Pd
SD Al Falah D
arussalam 2
Kompetensi Dasar
3.4 Mengidentifikasi berbagai bentuk keragaman
suku bangsa, sosial, dan budaya di Indonesia
yang terikat persatuan dan kesatuan.
Indikator
- Menyebutkan macam-macam senjata tradisional
-Menyebutkan asal senjata tradisional
Senjata Tradisional
Indonesia dikenal dengan kekayaan budaya, suku dan
bahasanya. Dari Sabang sampai Merauke, bisa dijumpai
keunikan dan ciri khas budaya di setiap daerah.
Salah satu contohnya ialah senjata tradisional.
Hampir seluruh daerah memiliki senjata tradisional, dulu ini
digunakan untuk senjata melawan musuh. Sekarang
senjata ini digunakan bersamaan dengan
pakaian adat.
1
Keris,
Jawa Tengah
Senjata khas suku Jawa, terutama Yogyakarta serta Jawa
Tengah dan kerap disebut sebagai senjata yang mengandung
unsur mistis dan nilai sakral. Bahkan bagi mereka yang amat
fanatik, keris dianggap memiliki nyawa sendiri dan harus
dirawat dengan baik, bahkan perlu dimandikan.
Keris memiliki panjang seperti pisau dan keunikannya terletak
di gagangnya berbentuk seperti ular yang tengah meliuk. Keris
juga merupakan simbol status kebangsawanan yang
diselipkan di pinggang sebelah kiri sebagai tanda
keberanian dan status priyayi
2
Mandau,
Dayak-Kalimantan
Senjata tradisional suku Dayak ini lebih mirip seperti pedang
karena bentuknya lumayan panjang. Mandau amat terkenal
dan bahkan tersohor hingga ke luar negeri.
Tak terhitung banyaknya wisatawan asing yang membawa
senjata khas Dayak ini sebagai suvenir ketika pulang ke
negara masing-masing.
Konon senjata ini sempat jadi andalan untuk menebas kepala
lawan, ketika suku-suku Dayak yang ada di Kalimantan
mengadakan perang sesama mereka sendiri.
3
Rencong,
Aceh
Senjata khas Aceh ini lebih mirip pisau karena cukup pendek.
Rencong cukup populer di Indonesia karena bentuknya unik.
Di masa lalu, Rencong merupakan pertanda status
kebangsawanan, dan melambangkan kehormatan dan sisi
maskulin sang pemegang rencong.
Selama perang melawan penjajah, Rencong menjadi salah
satu senjata paling penting bagi penduduk Aceh. Sementara
bagi sebagian kecil komunitas di tempat asalnya, senjata ini
dianggap sebagai benda sakral
4
Badik,
Sulawesi Selatan
Senjata pendek ini disebut dengan nama Badik oleh orang
Bugis atau Makassar. Bentuknya mengingatkan kita pada pisau
dan hampir mirip dengan senjata khas Aceh, Rencong. Badik
memiliki sejarah panjang sejak dimulainya zaman kerajaan
Sulawesi dan sudah lama digunakan sebagai alat membela
diri dan juga pertarungan antar individu atau kelompok.
Sejak ratusan tahun silam, badik dipergunakan bukan hanya
sebagai senjata untuk membela diri dan berburu tetapi juga
sebagai identitas diri dari suatu kelompok etnis atau
kebudayaan. Badik ini tidak hanya terkenal di daerah
Makassar saja, tetapi juga terdapat di daerah Bugis dan
Mandar dengan nama dan bentuk berbeda.
5
Kujang,
Sunda - Jawa Bar
at
Kujang mempunyai pengertian sebagai pusaka yang mempunyai
kekuatan tertentu yang berasal dari para dewa (Hyang), dan
sebagai sebuah senjata, sejak dahulu hingga saat ini Kujang
menempati satu posisi yang sangat khusus di kalangan
masyarakat Sunda.
Kujang adalah senjata umum yang biasa digunakan oleh
masyarakat Sunda di masa lalu. Namun kini keberadaan Kujan kian
langka, tergusur oleh Bedok, parang untuk berkebun dengan
bentuk yang lebih panjang dan praktis. Kujang memiliki bentuk unik,
layaknya Keris dan Rencong. Kujang kini lebih banyak
digunakan sebagai hiasan atau koleksi bagi mereka
yang tertarik dengan benda-benda antik
6
Clurit,
Madura-Jawa Timur
Clurit pada dasarnya merupakan peralatan berkebun biasa, dan
digunakan untuk memotong rumput oleh suku Madura untuk
memberi makan sapi-sapi mereka. Namun tak jarang juga clurit ini
digunakan sebagai senjata untuk duel antarindividu (carok).
Bentuk clurit mirip seperti bulan sabit dan amat praktis digunakan
sebagai alat memotong rumput.
Bentuk celurit yang seperti tanda tanya menggambarkan karakter
masyarakat Madura yang selalu ingin tahu.
Namun, ada juga pendapat lain yang mengatakan
bahwa bentuknya yang seperti tulang rusuk merupakan
penggenap tulang rusuk laki-laki yang hilang oleh
karena itu mereka menyelipkan celurit di pinggang kiri.
7
Pisau Belati, Papua
Salah satu senjata tradisional di Papua adalah pisau belati. Senjata ini
dibuat dari tulang burung Kasuari dan bulunya, yang disematkan di
bagian atas pisau. Senjata ini merupakan pelengkap dari busur dan
panah khas Papua. Busur tradisional Papua terbuat dari bambu atau
kayu, sementara talinya dibuat dengan menggunakan rotan. Sedangkan
mata panah dibuat dengan menggunakan bambu, kayu, atau
tulang Kanguru.
Selain dari tulang kaki burung Kasuari senjata ini juga bisa terbuat dari
bambu yang ujungnya dibentuk meruncing dan tentunya bagian gagang
dihiasi dengan bulu Kasuari. Pisau Papua ini merupakan salah satu alat
pelengkap dari Panah dan Busur yang menjadi senjata utama. Busur
tradisional Papua terbuat dari bambu atau kayu, sementara talinya
terbuat dengan menggunakan bahan Rotan.
Suku-suku tradisional Papua biasanya menggunakan senjata ini untuk
berburu, perang dan mengambil hasil hutan.
8
Tombak Trisula,
Sumatera Selatan
Tombak Trisula merupakan senjata tradisional khas Sumatra
Selatan, Palembang tepatnya. Senjata tradisional ini konon
merupakan senjata pertama yang didaulat pusaka Sumatera
Selatan dan kerap menjadi ikon budaya provinsi. Selain itu,
merupakan peninggalan dari kejayaan Kerajaan Sriwijaya
yang pernah berkuasa pada abad ke-7
hingga awal abad ke-13 M.
Bentuknya sebuah tombak dengan tiga mata tajam di bagian
ujungnya. Panjang tombak ini setinggi orang dewasa, yaitu
sekitar 180 cm dan dahulu senjata ini digunakan oleh prajurit
kerajaan Sriwijaya sebagai senjata utama. Pada kedua sisinya
yaitu sisi ujung atas dan bawah tombak terdapat mata tombak.
9
Yuk, berlatih soal Quiziz
10