SEJARAH INDONESIA
KELAS X
Kerajaan Hindhu Budha di Indonesia
Judul Elemen Kerajaan Hindhu Budha di Indonesia
Deskripsi CP Berbagai teori tentang proses masuknya agama dan kebudayaan
Kelas Hindu dan Buddha serta pengaruhnya terhadap kehidupan
Alokasi Waktu masyarakat Indonesia (pemerintahan, budaya)
Jumlah Pertemuan
Fase Capaian 10
Profil Pelajar Pancasila 4 JPL
Model Pembelajaran 2 x pertemuan
Moda Pembelajaran E
Metode Pembelajaran
Bentuk Penilaian Beriman, bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, dan berakhlak
Sumbar Pembelajaran Mulia, Mandiri, Bernalar Kritis, dan Kreatif
Bahan Pembelajaran Discovery learning
Alat Praktik
Pembelajaran Daring / Kombinasi
Media Pembelajaran Observasi, diskusi dan tanya jawab.
Asesmen Non Kognitif dan Kognitif
Tujuan Pembelajaran Buku Paket, Modul, Internet dan Lainnya
Kertas HVS
PC/Laptop
LCD Projector, PPT, audio/video Pembelajaran, rekaman, Internet
• Siswa mampu menjelaskan proses masuknya agama
Hindu-Buddha di Kepulauan Indonesia.dengan
tanggungjawab.
• Siswa mampu membandingkan teori-teori masuknya
agama Hindu-Buddha ke kepulauan Indonesia, sehingga
peserta didik dapat memahami berbagai teori tentang
masuk dan berkembangnya agama Hindu-Buddha di
Indonesia
• Siswa mampu menganalisis relevansi teori dengan kondisi
masyarakat di kepulauan Indonesia
• Siswa mampu menganalisis karakteristik kehidupan
masyarakat, pemerintahan, dan kebudayaan pada masa
kerajaan-kerajaan Hindu Budha di Indonesia serta
menunjukkan contoh-contoh bukti yang masih berlaku pada
kehidupan masyarakat Indonesia masa kini
Pemahaman bermakna • Siswa dapat dapat menanyakan hubungan antara prasasti
dengan sistem pemerintahan (kerajaan) Hindu-Budha di
Indonesia
• Siswa dapat mengidentifikasi perkembangan ekonomi
kerajaan Sriwijaya sebagai kerajaan maritime
• Siswa mampu menganalisis perkembangan kehidupan
masyarakat di Kerajaan Majapahit
• Kita menghargai kebudayaan yang dimiliki oleh bangsa lain
tanpa meninggalkan akar budaya kita sendiri.
• Kita mampu memecahkan masalah dengan bekerjasama
PERTEMUAN 1 DARING/LURING (180 MENIT)
Kegiatan awal Kegiatan Inti
❖ Mengkondisikan suasana belajar yang
menyenangkan dengan meminta siswa ❖ peserta didik diminta untuk mengamati
berdoa terlebih dulu dirumah masing- gambar candi Borobudur pada buku teks
masing, menyapa dan memberi salam. halaman 111 serta langgam relief dalam
❖ Guru mengecek kehadiran siswa dalam Candi Borobudur pada halaman 113
pembelajaran. (Paket Cokelat).
❖ Guru dan siswa menyepakati “kontrak
belajar”/kesepakatan belajar bersama ❖ Dengan mengamati gambar candi,
❖ Siswa menjawab pertanyaan pemantik: peserta didik dapat menemukan macam-
1. Apa kitab agama Hindu dan Agama macam akulturasi kebudayaan Nusantara
Budha? dan Hindu-Budha
2. Dimana pemeluk agama hindu
beribadah? ❖ Melalui membaca buku teks, peserta didik
diminta untuk membuat pertanyaan,
Kegiatan penutup misalnya :
1. Peserta didik dapat menanyakan hal 1. Apa yang dimaksud Akulturasi
yang tidak dipahami pada guru. kebudayaan?
2. Peserta didik mengomunikasikan 2. Bagaimana ciri langgam candi
kendala yang dihadapi selama Borobudur?
mengerjakan. 3. Bagaimana perbedaan langgam
3. Peserta didik menerima apresiasi candi Jawa Tengah dan Jawa
dan motivasi dari guru Timur?
4. Bagaimana wujud akulturasi
REFLEKSI bidang seni rupa masa Hindu-
1. Apakah ada kendala pada kegiatan Buddha di Indonesia
pembelajaran
2. Apakah semua siswa aktif dalam ❖ Peserta didik diminta melaporkan hasil
kegiatan pembelajaran? studinya dan kemudian bersama-sama
3. Apa saja kesulitan siswa yang dapat dengan dibimbing oleh guru
diidentifikasi pada kegiatan mendiskusikan hasil laporannya
pembelajaran?
4. Apakah siswa yang memiliki Referensi
kesulitan ketika berkegiatan dapat https://s.id/materibab2
teratasi dengan baik? Buku paket Sejarah kls X
5. Apa level pencapaian rata-rata
siswa dalam kegiatan pembelajaran Lembar kegiatan
ini? 1. Lembar aktifitas 1
2. Soal-soal Latihan Pertemuan 1
6. Apakah seluruh siswa dapat
dianggap tuntas dalam pelaksanaan
pembelajaran?
7. Apa strategi agar seluruh siswa
dapat menuntaskan kompetensi?
PERTEMUAN 2 DARING/LURING (180 MENIT)
Kegiatan awal Kegiatan Inti
❖ Mengkondisikan suasana belajar yang
❖ Mengamati peta Sejarah peserta didik dapat
menyenangkan dengan meminta siswa berdoa menunjukkan letak kerajaan Hindhu Budha di
terlebih dulu dirumah masing-masing, Indonesia.
menyapa dan memberi salam.
❖ Guru mengecek kehadiran siswa dalam ❖ Peserta didik membaca buku paket yang berisi
pembelajaran. materi sejarah kerajaan Hindu Budha di
❖ Siswa menjawab pertanyaan pemantik: Indonesia.
1. Apa yang dimaksud dengan akulturasi
❖ Melalui membaca buku sejarah Indonesia
budaya? tentang kerajaan Hndhu Budha di Indonesia
2. Berikan contoh akulturasi budaya? peserta didik mengajukan pertanyaan misalnya
• Bagaimana kehidupan beragama pada
Kegiatan penutup kerajaan Hindhu Budha?
1. Peserta didik dapat menanyakan hal • Bagaimanakah kepemimpinan Raja raja
tersebut.
yang tidak dipahami pada guru. • Bagamanakah perkembangan Kerajaan
2. Peserta didik mengomunikasikan agraris dan kerajaan maritim?
• Dimanakah letak kerajaan Kalingga dan
kendala yang dihadapi selama Sriwijaya sekarang?
mengerjakan.
3. Peserta didik menerima apresiasi ❖.
dan motivasi dari guru Referensi
REFLEKSI https://s.id/materibab2
1. Apakah ada kendala pada kegiatan
pembelajaran Lembar kegiatan
2. Apakah semua siswa aktif dalam 1. Lembar aktifitas 2
kegiatan pembelajaran?
3. Apa saja kesulitan siswa yang dapat
diidentifikasi pada kegiatan
pembelajaran?
4. Apakah siswa yang memiliki
kesulitan ketika berkegiatan dapat
teratasi dengan baik?
5. Apa level pencapaian rata-rata
siswa dalam kegiatan pembelajaran
ini?
6. Apakah seluruh siswa dapat
dianggap tuntas dalam pelaksanaan
pembelajaran?
7. Apa strategi agar seluruh siswa
dapat menuntaskan kompetensi?
LAMPIRAN
MATERI
SEJARAH LAHIR DAN BERKEMBANGNYA AGAMA HINDU BUDDHA
Agama adalah sesuatu kepercayaan tentang Tuhan serta segala sesuatu yang berkaitan
dengannya. India merupakan tempat yang terletak di dataran Asia Selatan dan merupakan tempat
lahirnya agama agama besar yang dianut oleh umat manusia yang berada di seluruh dunia
diantaranya yaitu agama Hindu dan Buddha.
AGAMA HINDU
Agama Hindu di sebarkan oleh Bangsa Arya (Bangsa Pendatang) setelah masuk melalui celah
Carber yang memisahkan antar daratan Eropa dan Asia. Dan pada saat itu Bangsa Arya merasa
sangat nyaman untuk tinggal di India karena India adalah termasuk daerah yang sangat subur
sehingga Bangsa Arya mengalahkan Bangsa asli India (Bangsa Dravida). Cara Bangsa Arya untuk
mengeksistensikan Bangsanya di India adalah dengan cara membuat Kasta, yaitu
pelapisan/stratefikasi/pembagian masyarakat. Perbedaan Bangsa Arya dengan Bangsa Dravida itu
sendiri terdapat pada bagian fisiknya, yaitu Bangsa Arya berkulit putih sedangkan Bangsa Dravida
berkulit hitam.
Kasta terbagi menjadi 4 :
Brahmana
Ksatria
Waisa
Sudra
Proses perkembangan agama di India
Perkembangan agama Hindu di India berlangsung dalam kurun waktu yang lama. Dengan di bagi
menjadi empat priode yaitu:
1. Jaman Weda
Weda berasal darikata Vid yang Artinya mengetahui. Weda merupakan sastra tertua
di duniayang pengaruhnya sangat penting bagi perkembangan agama Hindu. Jama weda meliputi
jaman Weda Kuno, jaman Brahmana dan jaman Upanisad.
· Jaman Weda Kuno -> priode zaman weda kuno bisa dikatakan pula sebagai awal kedatangan
bangsa Arya di Lembah Sungai Indus sekitar 1500 SM. Dalam masa pertama priode ini system
kepercayaan beraliran politeisme yakni sistemkepercayaan terhadap banyak dewa. Di antaranya
ialah:
Dewa Agni Merupakan Dewa Api
Dewa Wayu Merupakan Dewa Angin
Dewa Marut Merupakan Dewa Angin Ribut
Dewa Surya Merupakan Dewa Matahari
Dewa Candra Merupakan Dewa Bulan
Dewa Waruna Merupakan Dewa Angkasa
Dewa Parjanya Merupakan Dewa Hujan
Dewa Indra Merupakan Dewa Perang
Dewa Aswin Merupakan Dewa Kembar/Kesehatan
Dewa Usa Merupakan Dewa Fajar
Namun Dalam memuja Dewa di anggap sebagai satu dewa saja yakni monotheisme (percaya
akan satu Tuhan) seakan tidak adanya pemujaan terhadap dewa yang lain oleh karena itu di sebut
Henotheisme. Jaman Weda Kuno kemudian dilanjutkan dengan Weda Belakang yaitu zaman
penulisan dan penghimpunan Wahyu Weda lainya, yaitu Sama Weda, Yayur Weda dan Athara
Weda.
·
Zaman Brahmana -> Di zaman ini merupakan perkembangan weda yang berpusat pada
kehidupan ke agamaan yang berupa ritual-ritual upacara atau persembaan (sesaji) kepada
keyakinan mereka. Di zaman ini kedudukan Brahmana sangat penting karena tanpa adanya
Brahmana maka upacara yang kebanyakan dengan persembahan terhadap dewa tidak bisa
dilaksanakan dan tanpa sesaji dewa tidak dapat hidup. Karena perannya yang amat penting dalam
ke agamaan maka Brahmana berkedudukan dikasta tertinggi diantara kasta-kasta yang lain seperti
kasta Ksatria, Wesya dan Sudra. Ke empat kasta tersebut merupakan tingkat derajad di dalam
masyarakat waktu itu. Ke empat kasta ini disebut sebagai Catur Wana. Di zaman ini penulisan
Weda berkembang menjadi empat bagian yaitu:
1. Regweda : berisikan ajaran ajaran hindhu
2. Samaweda : berisikan nyanyian nyanyian yang wajib dilagukan pada saat upacara
keagamaan
3. Yajurweda : berisikan doa-doa yang dibaca pada saat upacara keagamaan
4. Atharaweda : berisikan doa-doa untuk menyembuhkan penyakit
·
Zaman Upanisad -> di zaman di tandai dengan munculnya kitab Upanisad. Dimana kehidupan
agama di zaman ini berpangkal pada filosofi atau kerohanian. Di zamanterdapat pengetahuan batin
sehingga dapat membuka takbir alam ghaib. Konsepsi terdapat keyakinan pada panca Sraddha
yaitu Brahman, Atman, Karman, Samsara dan Moksa. Demikian konsepsi tujuh hidup yang di
sebut Parusartha yaitu Dharma, Artha, Kama dan Moksa pada zaman ini di formulasi dengan Jelas.
Karma ialah perbuatan baik-buruk dari manusia ketika hidup di dunia yang menentukan kehidupan
berikutnya. Moksa ialah tingkatan hidup tertinggi yang terleas dari ikatan keduniawian atau
terbebas dari renkarnasi.
2. Zaman Wira Carita
Jaman ini meliputi masa perkembangn kitab-kitab Upanisad disertai munculnya kitab Wira
Carita Ramayana dan Mahabarata sebagai unsure contoh sikap yang baik dan benar.
3. Zaman Sutra
Zaman ini ditandai dengan munculnya kitab-kitab Sutra yang memuat penjelasan uraian dan
komentar terhadap Weda dan Mantra, seperti Kalpasutra (kitab penuntun sesaji).
4. Zaman Scolastik
Zaman ini ditandai dengan lahirnya pemikiran-pemikiran besar seperti Sankara, Ramanuja,
Madhwa dan lain-lain.
Agama Hindu mengalami sebuah pasang surut dengan munculnya agama-agama baru di India
yakni Budha, Jaina dan Sikh. Namun berkat peranan Dinasti Sunga dan Dinasti Gupta, agama
Hindu kembali mendapat tempat pada masyarakat India sampai saat ini. Di Zaman Gupta yakni
pada masa Pemerintahan Samudragupta dan Candragupta II. Ayah dan anak ini merupakan dua di
antara pemimpin-pemimpin hebat bangsa Gupta. Dinasti tersebut menguasai hamper seluruh India
Utara dari 320 sampai 497 M, meski pengaruh mereka tersebar lebih luas dan bertahan lebih lama.
Bahkan gua-gua utama utama di Ajanta dibuat oleh dinasti bernama Vakatajka, yang mendominasi
India sebelah selatan menjelang ahir dinasti Gupta dan yang mewarisi banyak gaya budya
Gupta.Bukti fisik menunjukkan bahwa kemakmuran berjalan sejajar dengan keunggulan kesenian.
Para Arsitek pada masa itu membangun candi candi yang Indah dan para pematung memahat
wujud dewa-dewi Hindu.
Pusat kebudayaan Hindu adalah di Mohenjo Daro (Lakarna) dan Harapa (Punjat) yang tumbuh
sekitar 1.500 SM. Dan kitab yang di gunakan adalah Weda yang terbagi atas 4, yaitu :
Regweda (syair-syair pujian terhadap dewa-dewa)
Samaweda (pemberian tanda nada pada regweda untuk dinyanyikan)
Yayurweda (doa pengantar sesajian yang diiringi regweda dan samaweda)
Atharwaweda (berisi tentang mantra dan ilmu gaib)
Biasanya kasta di Indonesia digunakan hanya untuk pembagian tugas saja karna dipakai oleh
Bangsa Indonesia itu sendiri. Sedangkan kasta di India digunakan untuk membedakan antara
Bangsa Arya dengan Bangsa Dravida.
Agama Hindu dalam pelaksanaan ritual ibadah (penyampaian doa kepada dewa) harus di
lakukan oleh Kaum Brahmana saja. Sehingga kaum-kaum di bawahnya merasa kesulitan ketika
kaum Brahmana meminta qurban (pembayaran yang berlebih) kepada kaum-kaum di bawahnya
yang meminta tolong untuk disampaikan doanya kepada dewa-dewa mereka. Sehingga banyak
masyarakat yang berpindah agama menjadi agama Budha.
Perkembangan agama Hindu-Budha tidak dapat lepas dari peradaban lembah Sungai Indus, di
India. Di Indialah mulai tumbuh dan berkembang agama dan budaya Hindu dan Budha. Dari
tempat tersebut mulai menyebarkan agama Hindu-Budha ke tempat lain di dunia. Agama Hindu
tumbuh bersamaan dengan kedatangan bangsa Aria (cirinya kulit putih, badan tinggi, hidung
mancung) ke Mohenjodaro dan Harappa melalui celah Kaiber (Kaiber Pass) pada 2000-1500 SM
dan mendesak bangsa Dravida (berhidung pesek, kulit gelap) dan bangsa Munda sebagai suku
bangsa asli yang telah mendiami daerah tersebut.
Bangsa Dravida disebut juga Anasah yang berarti berhidung pesek dan Dasa yang berarti
raksasa. Bangsa Aria sendiri termasuk dalam ras Indo Jerman. Awalnya bangsa Aria
bermatapencaharian sebagai peternak kemudian setelah menetap mereka hidup bercocok tanam.
Bangsa Aria merasa ras mereka yang tertinggi sehingga tidak mau bercampur dengan bangsa
Dravida. Sehingga bangsa Dravida menyingkir ke selatan Pegunungan Vindhya.
Orang Aria mempunyai kepercayaan untuk memuja banyak Dewa (Polytheisme), dan
kepercayaan bangsa Aria tersebut berbaur dengan kepercayaan asli bangsa Dravida. Oleh karena
itu, Agama Hindu yang berkembang sebenarnya merupakan sinkretisme (percampuran) antara
kebudayaan dan kepercayaan bangsa Aria dan bangsa Dravida.
Selain itu, istilah Hindu diperoleh dari nama daerah asal penyebaran agama Hindu yaitu di
Lembah Sungai Indus/ Sungai Shindu/ Hindustan sehingga disebut agama dan kebudayaan Hindu.
Terjadi perpaduan antara budaya Arya dan Dravida yang disebut Kebudayaan Hindu (Hinduisme).
Daerah perkembangan pertamanya terdapat di lembah Sungai Gangga, yang disebut Aryavarta
(Negeri bangsa Arya) dan Hindustan (tanah milik bangsa Hindu).
Dalam ajaran agama Hindu dikenal 3 dewa utama, yaitu:
Brahma sebagai dewa pencipta segala sesuatu.
Wisnu sebagai dewa pemelihara alam.
Siwa sebagai dewa perusak.
Ketiga dewa tersebut dikenal dengan sebutan Tri Murti.
Kitab suci agama Hindu disebut Weda (Veda) artinya pengetahuan tentang agama. Pemujaan
terhadap para dewa-dewa dipimpin oleh golongan pendeta/Brahmana. Ajaran ritual yang dijadikan
pedoman untuk melaksanakan upacara keagamaan yang ditulis oleh para Brahmana disebut kitab
Veda/Weda yang terdiri dari 4 bagian, yaitu:
Reg Veda, berisi tentang ajaran-ajaran Hindu, merupakan kitab tertua (1500-900 SM) kira kira
muncul saat bangsa Aria ada di Punjab.
Yajur Veda, berisi doa-doa yang dibacakan waktu diselenggarakan upacara agama, lahir saat
bangsa Aria menguasai daerah Gangga Tengah.
Sama Veda, berisi nyanyian puji-pujian yang wajib dinyanyikan saat diselenggarakan upacara
agama.
Atharwa Veda, berisi kumpulan mantera-manteragaib, doa-doa untuk menyembuhkan penyakit.
Doa/ mantra muncul saat bangsa Arya menguasai Gangga Hilir.
Hindu mengenal pembagian masyarakat atas kasta- kasta tertentu, yaitu Brahmana, Ksatria,
Waisya dan Sudra. Pembagian tersebut didasarkan pada tugas/ pekerjaan mereka.
Brahmana bertugas mengurus soal kehidupan keagamaan, terdiri dari para pendeta.
Ksatria berkewajiban menjalankan pemerintahan termasuk pertahanan Negara, terdiri dari raja dan
keluarganya, para bangsawan, dan prajurit.
Waisya bertugas berdagang, bertani, dan berternak, terdiri dari para pedagang.
Sudra bertugas sebagai petani/ peternak, para pekerja/ buruh/budak, merupakan para pekerja kasar.
Di luar kasta tersebut terdapat kasta Paria terdiri dari pengemis dan gelandangan. Perkawinan
antar kasta dilarang dan jika terjadi dikeluarkan dari kasta dan masuk dalam golongan kaum Paria
seperti bangsa Dravida. Paria disebut juga Hariyan dan merupakan mayoritas penduduk India.
Pembagian kasta muncul sebagai upaya pemurnian terhadap keturunan bangsa Aria sehingga
dilakukan pelapisan yang bersumber pada ajaran agama. Pelapisan tersebut dikenal dengan
Caturwangsa/ Caturwarna, yang berarti empat keturunan/ empat kasta. Pembagian kasta tersebut
didasarkan pada keturunan.
Berikut ini merupakan ajaran dalam agama Hindu :
Samsara adalah merupakan salah satu ajaran agama hindu yang menyatakan bahwa hidup di dunia
ini merupakan suatu penderitaan atau kesengsaraan.
Karma adalah merupakan perbuatan dari seseorang baik perbuatan baik maupun perbuatan buruk.
Reinkarnasi adalah kelahiran kembali.
AGAMA BUDDHA
Agama Budha tumbuh di India tepatnya bagian Timur Laut. Agama Budha muncul sebagai
reaksi terhadap domonisi golongan Brahmana atas ajaran dan ritual keagamaan dalam masyarakat
India. Selain itu adanya larangan bagi orang awam untuk mempelajari kitab suci. Bahkan
sebelumnya kaum ksatria dan raja harus tunduk kepada Brahmana. Sidharta memandang bahwa
sistem kasta dapat memecah belah masyarakat bahkan sistem kasta dianggap membedakan derajat
dan martabat manusia berdasarkan kelahiran.
Oleh karena itu, Sidharta berusaha mencari jalan lain untuk mencapai moksa yang kemudian
berhasil ia peroleh di Bodhgaya (tempat ia memperoleh penerangan agung). Pahamnya disebut
agama Budha. Menurut agama Budha kesempurnaan (Nirwana) dapat dicapai setiap orang tanpa
harus melalui bantuan pendeta/ kaum Brahmana. Setiap orang mempunyai hak dan kesempatan
yang sama untuk mencapai kesempurnaan tersebut asalkan ia mampu mengendalikan dirinya
sehingga terbebas dari samsara.
Sidharta Gautama dikenal sebagai Budha atau seseorang yang telah mendapat pencerahan.
Sidharta artinya orang yang mencapai tujuan. Sidharta disebut juga Budha Gautama yang berarti
orang yang menerima bodhi.
Proses berkembangnya Agama Buddha
1. Tahap Awal
Sebelum disebarkan di bawah perlindungan maharaja Asoka pada abad ke-3 SM, agama
Buddha kelihatannya hanya sebuah fenomena kecil saja, dan sejarah peristiwa-peristiwa yang
membentuk agama ini tidaklah banyak tercatat. Dua konsili (sidang umum) pembentukan
dikatakan pernah terjadi, meski pengetahuan kita akan ini berdasarkan catatan-catatan dari
kemudian hari. Konsili-konsili (juga disebut pasamuhan agung) ini berusaha membahas
formalisasi doktrin-doktrin Buddhis, dan beberapa perpecahan dalam gerakan Buddha.
2. Abad ke-5 SM
Konsili pertama Buddha diadakan tidak lama setelah Buddha wafat di bawah
perlindungan raja Ajatasattu dari Kekaisaran Magadha, dan dikepalai oleh seorang rahib bernama
Mahakassapa di Rajagaha(sekarang disebut Rajgir). Tujuan konsili ini adalah untuk menetapkan
kutipan-kutipan Buddha (sutta (Buddha)) dan mengkodifikasikan hukum-hukum monastik
(vinaya): Ananda, salah seorang murid utama Buddha dan saudara sepupunya, diundang untuk
meresitasikan ajaran-ajaran Buddha, dan Upali, seorang murid lainnya, meresitasikan hukum-
hukum vinaya. Ini kemudian menjadi dasar kanon Pali, yang telah menjadi teks rujukan dasar pada
seluruh masa sejarah agama Buddha.
3. Tahun 383 SM
Konsili kedua Buddha diadakan oleh raja Kalasoka di Vaisali, mengikuti konflik-konflik
antara mazhab tradisionalis dan gerakan-gerakan yang lebih liberal dan menyebut diri mereka
sendiri kaum Mahasanghika. Mazhab-mazhab tradisional menganggap Buddha adalah seorang
manusia biasa yang mencapai pencerahan, yang juga bisa dicapai oleh para bhiksu yang mentaati
peraturan monastik dan mempraktekkan ajaran Buddha demi mengatasi samsara dan mencapai
arhat. Namun kaum Mahasanghika yang ingin memisahkan diri, menganggap ini terlalu
individualistis dan egois. Mereka menganggap bahwa tujuan untuk menjadi arhat tidak cukup, dan
menyatakan bahwa tujuan yang sejati adalah mencapai status Buddha penuh, dalam arti membuka
jalan paham Mahayana yang kelak muncul. Mereka menjadi pendukung peraturan monastik yang
lebih longgar dan lebih menarik bagi sebagian besar kaum rohaniwan dan kaum awam (itulah
makanya nama mereka berarti kumpulan "besar" atau "mayoritas"). Konsili ini berakhir dengan
penolakan ajaran kaum Mahasanghika. Mereka meninggalkan sidang dan bertahan selama
beberapa abad di Indian barat laut dan Asia Tengah menurut prasasti-prasasti Kharoshti yang
ditemukan dekat Oxus dan bertarikh abad pertama.
4. Dakwa Asoka (+/- 260 SM)
Maharaja Asoka dari Kekaisaran Maurya (273–232 SM) masuk agama Buddha setelah
menaklukkan wilayah Kalingga (sekarang Orissa) di India timur secara berdarah. Karena
menyesali perbuatannya yang keji, sang maharaja ini lalu memutuskan untuk meninggalkan
kekerasan dan menyebarkan ajaran Buddha dengan membangun stupa-stupa dan pilar-pilar di
mana ia menghimbau untuk menghormati segala makhluk hidup dan mengajak orang-orang untuk
mentaati Dharma. Asoka juga membangun jalan-jalan dan rumah sakit-rumah sakit di seluruh
negeri. Periode ini menandai penyebaran agama Buddha di luar India. Menurut prasasti dan pilar
yang ditinggalkan Asoka (piagam-piagam Asoka), utusan dikirimkan ke pelbagai negara untuk
menyebarkan agama Buddha, sampai sejauh kerajaan-kerajaan Yunani di barat dan terutama di
kerajaan Baktria-Yunani yang merupakan wilayah tetangga. Kemungkinan besar mereka juga
sampai di daerah Laut Tengah menurut prasasti-prasasti Asoka.
KITAB SUCI
Ajaran agama Budha dibukukan dalam kitab Tripitaka (dari bahasa Sansekerta Tri artinya tiga
dan pitaka artinya keranjang). Kitab Tripitaka terdiri atas 3 kumpulan tulisan, yaitu :
Sutta (Suttanata) Pitaka berisi kumpulan khotbah, pokok-pokok atau dasar ajaran sang Buddha
Vinaya Pitaka berisi kodefikasi aturan-aturan yang berkenaan dengan kehidupan pendeta atau
segala macam peraturan dan hukum yang menentukan cara hidup para pemeluknya.
Abhrdharma Pitaka berisi filosofi (falsafah agama), psikologi, klasifikasi, dan sistematisasi
doktrin
PERKEMBANGAN dan PERPECAHAN dalam AGAMA BUDDHA
Perkembangan Agama Budha mencapai puncaknya kejayaannya pada masa pemerintahan raja
Ashoka dari Dinasti Maurya. Ia menetapkan agama Budha sebagai agama resmi negara. Dan
berkembang cepat serta dapat diterima masyarakat India. Hal tersebut dikarenakan, sebagai berikut
:
Didukung oleh bahasa yang digunakan adalah bahasa Prakrit yaitu bahasa rakyat sehari-hari dan
bukan bahasa Sansekerta yang hanya dimengerti oleh kaum Brahmana.
Agama Budha bersifat non-eksklusif, artinya agama Budha bisa diterima siapa saja dan tidak
mengenal pembagian masyarakat atas kasta.
Tidak mengenal perbedaan hak antara pria dan wanita
Setelah 100 tahun Sang Budha wafat timbul bermacam-macam penafsiran terhadap hakikat
ajaran Budha. Perpecahan dalam agama Budha terjadi karena masing-masing mempunyai
pandangan/ aliran sendiri. Pandangan tersebut muncul dikarenakan masing masing dari mereka
berpikir bahwa yang mereka yakini itu belum tentu benar dan punya jalan sendiri untuk mencapai
semuanya. Diantaranya aliran yang terkenal yaitu Hinayana dan Mahayana.
Adapun Hinayana dan Mahayana yaitu :
Hinayana artinya kendaraan kecil. Menurut aliran ini tiap orang wajib berusaha sendiri untuk
mencapai nirwana. Untuk mencapai Nirwana sangat tergantung pada usaha diri melakukan
meditasi. Hinayana, lebih tertutup hanya mengejar pembebasan bagi diri sendiri. Yang berhak
menjadi Sanggha adalah para biksu dan biksuni yang berada di Wihara. Ajarannya lebih mendekati
Budha semula. Pengikutnya sebagian besar berada di daerah Srilanka, Myanmar (Birma), dan
Muangtai.
Mahayana artinya kendaraan besar. Mahayana, sifatnya terbuka. Penganut aliran ini mengajarkan
pembebasan bagi diri sendiri serta bermisi pembebasan bagi orang lain. Setiap orang berhak
menjadi Sanggha sejauh sanggup menjalankan ajaran dan petunjuk sang Budha. Jadi aliran
Mahayana mengajarkan untuk mencapai Nirwana setiap orang harus mengembangkan
kebijaksanaan dan sifat welas asih (belas kasih). Setiap manusia berusaha hidup bersama/
membantu setiap orang lain dalam mencapai Nirwana. Ajarannya sudah berbeda dengan ajaran
Budha semula. Para pengikutnya sebagian besar ada di daerah Indonesia, Jepang, Cina, dan Tibet.
KEMUNDURAN AGAMA BUDHA
Kemunduran agama Budha di India disebabkan karena :
o Setelah Asoka wafat (232 SM) tidak ada raja yang mau melindungi dan mengembangkan agama
Budha di India.
o Agama Hindu berusaha memperbaiki kelemahan kelemahannya sehingga pengikutnya
bertambah banyak.
PERSAMAAN dan PERBEDAAN AGAMA HINDU - BUDHA
Persamaan Hindu dan Buddha :
Ø Sama-sama tumbuh dan berkembang di India
Ø Selalu berusaha untuk meletakkan dasar-dasarajaran kebenaran dalam kehidupan manusia di
dunia ini. Diarahkan pada tindakan-tindakan yang dibenarkan oleh agama.
Ø Tujuan untuk menyelamatkan umat manusia dari rasa kegelapan/ mengantarkan umat manusia
untuk dapat mencapai tujuan hidupnya.
Perbedaan Hindu dan Buddha :
HINDU BUDDHA
Agama Hindu menggunakan bahasa Sansekerta dan tulisan palawa yang hanya di gunakan dan di
mengerti oleh kaum Brahmana dan Ksatria saja. Sedangkan pada Agama Budha bahasa yang
digunakan adalah bahasa keseharian yang dipakai oleh Bhiksu dan Bhiksuni (Parkit).
Agama Hindu menggunakan kasta sedangkan Agama Budha tidak mengenal adanya kasta.
Sehingga kedudukanpun di mata Agama Budha sama.
Muncul sebagai perpaduan budaya bangsa Aria dan bangsa Dravida
Muncul sebagai upaya pencarian jalan lain menuju kesempurnaan yang dipimpin Sidharta
Kehidupan masyarakat dikelompokkan menjadi 4 golongan yang disebut Kasta (kedudukan
seseorang dalam masyarakat diterima secara turun-temurun/ didasarkan pada keturunan).
Tidak diakui adanya kasta dan memandang kedudukan seseorang dalam masyarakat adalah sama.
Dibenarkan untuk mengadakan korban Tidak dibenarkan mengadakan korban.
Kitab suci, WEDA Kitab Suci, TRIPITAKA Mengakui 3 dewa tertinggi (Trimurti).
Sidharta Gautama sebagai pemimpin agama Budha Agama
Hindu hanya dapat dipelajari oleh kaum pendeta/Brahmana
Agama Budha dapat dipelajari dan diterima oleh semua orang tanpa memandang kasta.
Adanya pembedaan harkat dan martabat/hak dan kewajiban seseorang
Tidak mengenal pembagian hak antara pria dan wanita.
Agama Hindu hanya bisa dipelajari dengan menggunakan bahasa Sansekerta.
Agama Budha disebarkan pada rakyat dengan menggunakan bahasa Prakrit
Kesempurnaan (Nirwana) dapat dicapai dengan bantuan pendeta
Setiap orang dapat mencapai kesempurnaan asal dapat mengendalikan diri sehingga terbebas dari
samsara.
Perkembangan agama dan kebudayaan hindu-budha kebudayaan dan agama Hindu-Budha
pertama kali muncul di sekitar lembah sungai indus (shindu) India. Wilayah inilah merupakan
awal perkembangan peradaban budaya Hindu-Buddha. Agama hindu yang ada di india ini
mengenal sistem kasta. Agama Hindu sebenarnya merupakan sinkretisme (percampuran) antara
kepercayaan bangsa Arya dengan kepercayaan Dravida. Sifatnya Polytheisme yaitu percaya
terhadap banyak dewa. Tiap-tiap dewa merupakan lambang kekuatan terhadap alam, sehingga
perlu disembah atau dipuja dan dihormati.
Ada beberapa dewa yang terkenal antara lain:
1. Prativi sebagai dewa bumi.
2. Surya sebagai dewa matahari
3. Vayu sebagai dewa angin
4. Varuna sebagai dewa laut
5. Agni sebagai dewa api
Kesimpulan :
Agama Hindu diyakini tumbuh di India sekitar 1500 SM
Agama Hindu dikembangkan oleh bangsa Arya yang memuja banyak dewa
Kitab agama Hindu dimanakan Veda, yang terbagi atas 4 bagian :
a. Regveda
b. Yajurveda
c. Samaveda
d. Artharvaveda
Dalam agama Hindu terdapat pembagian kasta masyarakat berdasarkan pembagian tugas atau
pekerjaan. Kasta tersebut adalah :
a. Brahmana
b. Ksatria
c. Waisya
d. Sudra
Terdapat masyarakat yang dianggap berada diluar kasta yaitu Paria yang meliputi gelandangan dan
pengemis
Agama Buddha pertama kali tumbuh di India, tepatnya di India Timur Laut sekitar 500 SM
Diajarkan pertama kali oleh Shiddarta Gautama yang dikenal sebagai Buddha (seseorang yang
telah mendapatkan pencerahan)
Agama Buddha lahir dan muncul sebagai reaksi terhadap dominasi golongan Brahmana dalam
ritual keagamaan
Keseluruhan ajaran agama Buddha dibukukan dalam kitab Tripitaka
Kerajaan-Kerajaan Hindu-Buddha di Indonesia
Munculnya kerajaan-kerajaan Hindu-Buddha di Indonesia merupakan salah satu bentuk dari
pengaruh Hindu-Buddha. Kerajaan-kerajaan bercorak Hindu-Buddha yang berkembang di
Indonesia, antara lain:
1. Kerajaan Kutai
Kutai Martadipura adalah kerajaan bercorak Hindu di Nusantara yang memiliki
bukti sejarah tertua. Berdiri sekitar abad ke-4. Kerajaan ini terletak di Muara Kaman,
Kalimantan Timur, tepatnya di hulu sungai Mahakam. Nama Kutai diambil dari nama
daerah tempat ditemukannya prasasti Kutai yang berupa tujuh buah yupa.
a. Aspek Politik
Dari salah satu yupa yang ditemukan, dapat diketahui tentang silsilah raja Kutai. Yupa
tersebut menyebutkan bahwa yang memerintah saat itu adalah Mulawarman, anak
Aswawarman, cucu Kudungga. Menurut Purbacaraka, Kudungga adalah nama asli
Indonesia. Pada masa kekuasaan Kudungga, diduga pengaruh kebudayaan Hindu-Buddha
belum ada. Kemudian, pada saat Aswawarman berkuasa, pengaruh Hindu-Buddha mulai
tersebar. Hal tersebut dibuktikan dari prasasti yang menyebutkan bahwa Aswawarman
disebut sebagai Wangsakerta (pendiri keluarga raja) yang menunjukkan pemakaian
bahasa Sansekerta.
b. Aspek Ekonomi
Tidak banyak yang diketahui tentang kehidupan ekonomi masyarakat Kutai,tetapi dari
banyaknya persembahan yang diberikan raja dapat disimpulkan bahwa ekonomi Negara
Kutai cukup baik. Hal ini ditunjang letaknya di tepi sungai dan kemampuan dagang serta
pelayaran.
c. Aspek Sosial dan Budaya
Kondisi sosial masyarakat Kutai pada abad ke-5 sudah teratur dan telah berbentuk sebuah
kerajaan besar. Ini mengubah kebiasaan berorganisasi masyarakat pada saat itu yang
semula bersifat kesukuan menjadi kerajaan. Artinya, kehidupan social masyarakat Kutai
sudah berkembang dan dinamis. Dalam pelapisan masyarakat terdapat golongan
Brahmana, Ksatria, dan masyarakat umum.
Sementara di bidang kebudayaan dapat dikatakan Kerajaan Kutai sudah maju. Hal ini
dibuktikan melalui upacara penghinduan atau Vratyastoma. Upacara ini mulai
dilaksanakan sejak zaman Aswawarman. Menurut para ahli, pemimpin upacara tersebut
adalah para Brahmana dari India. Namun, sejak zaman Mulawarman, upacara tersebut
dipimpin oleh Brahmana dari orang Indonesia asli. Ini membuktikan bahwa orang
Indonesia asli memiliki kercerdasan yang tinggi. Misalnya, dalam hal penguasaan bahasa
Sansekerta sebagai bahasa resmi kaum Brahmana.
d. Berakhirnya Kerajaan Kutai
Kerajaan Kutai berakhir saat Raja Kutai yang bernama Maharaja Dharma Setia tewas
dalam peperangan di tangan Raja Kutai Kartanegara ke-13, Aji Pangeran Anum Panji
Mendapa. Perlu diingat bahwa Kutai ini (Kutai Martadipura) berbeda dengan Kerajaan
Kutai Kartanegara yang saat itu ibukota di Kutai Lama (Tanjung Kute). Kutai
Kartanegara inilah, di tahun 1365, yang disebutkan dalam sastra Jawa Negarakertagama.
Kutai Kartanegara selanjutnya menjadi kerajaan Islam. Sejak tahun 1735 kerajaan Kutai
Kartanegara yang semula rajanya bergelar Pangeran berubah menjadi bergelar Sultan
(Sultan Aji Muhammad Idris) dan hingga sekarang disebut Kesultanan Kutai
Kartanegara.
2. Kerajaan Tarumanegara
Tarumanegara adalah kerajaan bercorak Hindu tertua di Jawa. Prasasti-prasasti
yang menjelaskan tentang keberadaan kerajaan Tarumanegara ditemukan di Bogor,
Jakarta, dan daerah Banten Selatan. Prasasti-prasasti tersebut antara lain prasasti Ciaruten
yang ditemukan di tepi Sungai Citarum Bogor, prasasti Kebon Kopi yang ditemukan di
Kampung Muara Hilir, dan prasasti Tugu yang ditemukan di Cilincing, Jakarta.
a. Aspek Politik
Kerajaan Tarumanegara diperkirakan muncul pada abad ke-5. Raja yang berkuasa adalah
Purnawarman dengan pusat kekuasaannya di daerah Bogor. Raja Purnawarman
NO Nama Raja Tahun Memerintah
1. Jayasingawarman 358-382 M
2. Dharmayawarman 382-395 M
3. Purnawarman 395-434 M
4. Wisnuwarman 434-455 M
5. Indrawarman 455-515 M
6. Candrawarman 515-535 M
7. Suryawarman 535-561 M
8. Kertawarman 561-628 M
9. Sudhawarman 628-639 M
10. Hariwangsawarman 639-640 M
11. Nagajayawarman 640-666 M
12. Linggawarman 666-669 M
merupakan raja yang cakap dan mampu meningkatkan kesejahteraan rakyat.
b. Kehidupan Sosial
Kehidupan sosial Kerajaan Tarumanegara sudah teratur rapi, hal ini terlihat dari upaya
raja Purnawarman yang terus berusaha untuk meningkatkan kesejahteraan kehidupan
rakyatnya. Raja Purnawarman juga sangat memperhatikan kedudukan kaum brahmana
yang dianggap penting dalam melaksanakan setiap upacara korban yang dilaksanakan di
kerajaan sebagai tanda penghormatan kepada para dewa.
c. Kehidupan Ekonomi
Prasasti tugu menyatakan bahwavraja Purnawarman memerintahkan rakyatnya untuk
membuat sebuah terusan sepanjang 6122 tombak. Pembangunan terusan ini mempunyai
arti ekonomis yang besar nagi masyarakat, Karena dapat dipergunakan sebagai sarana
untuk mencegah banjir serta sarana lalu-lintas pelayaran perdagangan antardaerah di
Kerajaan Tarumanegara dengan dunia luar. Juga perdagangan dengan daera-daerah di
sekitarnya. Akibatnya, kehidupan perekonomian masyarakat Kerajaan Tarumanegara
sudah berjalan teratur.
d. Kehidupan Budaya
Dilihat dari teknik dan cara penulisan huruf-huruf dari prasasti-prasasti yang ditemukan
sebagai bukti kebesaran Kerajaan Tarumanegara, dapat diketahui bahwa tingkat
kebudayaan masyarakat pada saat itu sudah tinggi. Selain sebagai peninggalan budaya,
keberadaan prasasti-prasasti tersebut menunjukkan telah berkembangnya kebudayaan
tulis menulis di kerajaan Tarumanegara.
e. Runtuhnya Kerajaan Tarumanegara
Kerajaan Tarumanegara diperkirakan runtuh pada sekitar abad ke-7 Masehi. Hal ini
didasarkan pada fakta bahwa setelah abad ke-7, berita mengenai kerajaan ini tidak pernah
terdengar lagi baik dari sumber dalam negeri maupun luar negeri . Para ahli berpendapat
bahwa runtuhnya Kerajaan Tarumanegara kemungkinan besar disebabkan karena adanya
tekanan dari Kerajaan Sriwijaya yang terus melakukan ekspansi wilayah.
Gambar : Peta Letak Prasasti Kerajaan Tarumanegara
Raja-raja Tarumanegara:
3. Kerajaan Sriwijaya
Sriwijaya adalah salah satu kemaharajaan bahari yang pernah berdiri di pulau Sumatera
dan banyak memberi pengaruh di Nusantara dengan daerah kekuasaan membentang dari
Kamboja, Thailand Selatan, Semenanjung Malaya, Sumatera, Jawa, dan pesisir
Kalimantan. Dalam bahasa Sanskerta, sri berarti "bercahaya" atau "gemilang", dan
wijaya berarti "kemenangan" atau "kejayaan", maka nama Sriwijaya bermakna
"kemenangan yang gilang-gemilang". Bukti awal mengenai keberadaan kerajaan ini
berasal dari abad ke-7; seorang pendeta Tiongkok, I Tsing, menulis bahwa ia
mengunjungi Sriwijaya tahun 671 dan tinggal selama 6 bulan. Selanjutnya prasasti yang
paling tua mengenai Sriwijaya juga berada pada abad ke-7, yaitu prasasti Kedukan Bukit
di Palembang, bertarikh 682.
a. Struktur pemerintahan
Pembentukan satu negara kesatuan dalam dimensi struktur otoritas politik
Sriwijaya, dapat dilacak dari beberapa prasasti yang mengandung informasi penting
tentang kadātuan, vanua, samaryyāda, mandala dan bhūmi.
Kadātuan dapat bermakna kawasan dātu, (tnah rumah) tempat tinggal bini hāji,
tempat disimpan mas dan hasil cukai (drawy) sebagai kawasan yang mesti dijaga.
Kadātuan ini dikelilingi oleh vanua, yang dapat dianggap sebagai kawasan kota dari
Sriwijaya yang didalamnya terdapat vihara untuk tempat beribadah bagi
masyarakatnya. Kadātuan dan vanua ini merupakan satu kawasan inti bagi Sriwijaya
itu sendiri. Menurut Casparis, samaryyāda merupakan kawasan yang berbatasan
dengan vanua, yang terhubung dengan jalan khusus (samaryyāda-patha) yang dapat
bermaksud kawasan pedalaman. Sedangkan mandala merupakan suatu kawasan
otonom dari bhūmi yang berada dalam pengaruh kekuasaan kadātuan Sriwijaya.
Penguasa Sriwijaya disebut dengan Dapunta Hyang atau Maharaja, dan dalam
lingkaran raja terdapat secara berurutan yuvarāja (putra mahkota), pratiyuvarāja
(putra mahkota kedua) dan rājakumāra (pewaris berikutnya). Prasasti Telaga Batu
banyak menyebutkan berbagai jabatan dalam struktur pemerintahan kerajaan pada
masa Sriwijaya.
b. Aspek kehidupan ekonomi
Dilihat dari letak geografis, daerah Kerajaan Sriwijaya mempunyai letak yang sangat
strategis, yaitu di tengah-tengah jalur pelayaran perdagangan antara India dan Cina.
Di samping itu, letak Kerajaan Sriwijaya dekat dengan Selat Malak yang merupakan
urat nadi perhubungan bagi daerah-daerah di Asia Tenggara.
Hasil bumi Kerajaan Sriwijaya merupakan modal utama bagi masyarakatnya untuk
terjun dalam aktifitas pelayaran dan perdagangan.
c. Aspek kehidupan social
Kerajaan Sriwijaya karena letaknya yang strategis dalam lalu lintas perdagangan
internasional menyebabkan masyarakatnya lebih terbuka dalam menerima berbagai
pengaruh asing. Masyarakat Sriwijaya juga telah mampu mengembangkan bahasa
komunikasi dalam dunia perdagangannya. Kemungkinan bahasa Melayu Kuno telah
digunakan sebagai bahasa pengantar terutama dengan para pedagang dari Jawa Barat,
Bangka, Jambi dan Semenanjung Malaysia.
Penduduk Sriwijaya juga bersifat terbuka dalam menerima berbagai kebudayaan yang
datang. Salah satunya adalah mengadopsi kebudayaan India, seperti nama-nama
India, adat-istiadat, serta tradisi dalam Agama Hindu. Oleh karena itu, Sriwijaya
pernah menjadi pusat pengembangan ajaran Buddha di Asia Tenggara.
d. Aspek kehidupan budaya
Menurut berita dari Tibet, seorang pendeta bernama Atica datang dan tinggal di
Sriwijaya (1011-1023 M) dalam rangka belajar agama Budha dari seorang guru besar
yang bernama Dharmapala. Menurutnya, Sriwijaya merupakan pusat agama Budha di
luar India. Tetapi walaupun Kerajaan Sriwijaya dikenal sebagai pusat agama Budha,
tidak banyak peninggalan purbakala seperti candi-candi atau arca-arca sebaga tanda
kebesaran Kerajaan Sriwijaya dalam bidang kebudayaan.
e. Aspek kehidupan Agama
Kerajaan Sriwijaya merupakan pusat pertemuan antara para jemaah agama Budha dari
Cina ke India dan dari India ke Cina. Melalui pertemuan itu, di Kerajaan Sriwijaya
berkembang ajaran Budha Mahayana. Bahkan perkembangan ajaran agama Budha di
Kerajaan Sriwijaya tidak terlepas dari pujangga yang berasal dari Kerajaan Sriwijaya
diantaranya Dharmapala dan Sakyakirti. Dharmapala adalah seorang guru besar
agama Budha dari Kerajaan Sriwijaya. Ia pernah mengajar agama Budha di Perguruan
Tinggi Nalanda (Benggala).
f. Faktor penyebab keruntuhan
a. Berulang kali diserang kerajaan Colomandala
b. Kerajaan taklukan Sriwijaya banyak yang melepaskan diri
c. Terdesak perkembangan kerajaan di Thailand
d. Terdesak pengaruh kerajaan Singasari
e. Mundurnya perekonomian dan perdagangan Sriwijaya
f. Kurangnya raja yang berwibawa
g. Serangan Majapahit dalam upaya penyatuan nusantara
4. Kerajaan Mataram Kuno dan Mataram di Jawa Timur
a. Mataram Kuno
Kerajaan Mataram Kuno diperkirakan berdiri sejak awal abad ke-8. Pada awal
berdirinya, kerjaan ini berpusat di Jawa Tengah. Akan tetapi, pada abad ke-10 pusat
Kerajaan Mataram Kuno pindah ke Jawa Timur. Kerajaan Mataram Kuno
mempunyai dua latar belakang keagamaan yang berbedaa, yakni agama Hindu dan
Buddha. Peninggalan bangunan suci dari keduanya antara lain ialah Candi Geding
Songo, kompleks Candi Dieng, dan kompleks Candi Prambanan yang berlatar
belakang Hindu. Adapun yang berlatar belakang agama Buddha antara lain ialah
Candi Kalasan, Candi Borobudur, Candi Mendut, Candi Sewu, dan Candi Plaosan.
- Aspek Kehidupan Politik
- Untuk mempertahankan wilayah kekuasaannya, Mataram Kuno menjalin
kerjasama dengan kerajaan tetangga, misalnya Sriwijaya, Siam dan India. Selain
itu, Mataram Kuno juga menggunakan sistem perkawinan politik. Misalnya pada
masa pemerintahan Samaratungga yang berusaha menyatukan kembali Wangsa
Syailendra dan Wangsa Sanjaya dengan cara anaknya yang bernama
Pramodyawardhani(Wangsa Syailendra) dinikahkan dengan Rakai Pikatan
(Wangsa Sanjaya). Wangsa Sanjaya merupakan penguasa awal di Kerajaan
Mataram Kuno, sedangkan Wangsa Syailendra muncul setelahnya yaitu mulai
akhir abad ke-8 M. Dengan adanya perkawinan politik ini, maka jalinan
kerukunan beragama antara Hindu (Wangsa Sanjaya) dan Buddha (Wangsa
Syailendra) semakin erat.
- Aspek Kehidupan Sosial
- Kerajaan Mataram Kuno meskipun dalam praktik keagamaannya terdiri atas
agama Hindu dan agama Buddha, masyarakatnya tetap hdup rukun dan saling
bertoleransi. Sikap itu dibuktikan ketika mereka bergotong royong dalam
membangun Candi Borobudur. Masyarakat Hindu yang sebenarnya tidak ada
kepentingan dalam membangun Candi Borobudur, tetapi karena sikap toleransi
dan gotong royong yang telah mendarah daging turut juga dalam pembangunan
tersebut.
- Keteraturan kehidupan sosial di Kerajaan Mataram Kuno juga dibuktikan adanya
kepatuhan hukum pada semua pihak. Peraturan hukum yang dibuat oleh
penduduk desa ternyata juga di hormati dan dijalankan oleh para pegawai istana.
Semua itu bisa berlangsung karena adanya hubungan erat antara rakyat dan
kalangan istana.
- Aspek Kehidupan Ekonomi
- Pusat kerajaan Mataram Kuno terletak di Lembah sungai Progo, meliputi daratan
Magelang, Muntilan, Sleman, dan Yogyakarta. Daerah itu amat subur sehingga
rakyat menggantungkan kehidupannya pada hasil pertanian. Hal ini
mengakibatkan banyak kerajaan-kerajaan serta daerah lain yang saling
mengekspor dan mengimpor hasil pertaniannya.Usaha untuk meningkatkan dan
mengembangkan hasil pertanian telah dilakukan sejak masa pemerintahan Rakai
Kayuwangi. Usaha perdagangan juga mulai mendapat perhatian ketika Raja
Balitung berkuasa. Raja telah memerintahkan untuk membuat pusat-pusat
perdagangan serta penduduk disekitar kanan-kiri aliran Sungai Bengawan Solo
diperintahkan untuk menjamin kelancaran arus lalu lintas perdagangan melalui
aliran sungai tersebut. Sebagai imbalannya, penduduk desa di kanan-kiri sungai
tersebut dibebaskan dari pungutan pajak. Lancarya pengangkutan perdagangan
melalui sungai tersebut dengan sendirinya akan menigkatkan perekonomian dan
kesejahteraan rakyat Mataram Kuno.
- Aspek Kehidupan Kebudayaan Hindu-Buddha
- Semangat kebudayaan masyarakat Mataram Kuno sangat tinggi. Hal itu
dibuktikan dengan banyaknya peninggalan berupa prasasti dan candi. Prasasti
peniggalan dari Kerajaan Mataram Kuno, seperti prasasti Canggal (tahun 732 M),
prasasti Kelurak (tahun 782 M), dan prasasti Mantyasih (Kedu). Selain itu, juga
dibangun candi Hindu, seperti candi Bima, candi Arjuna, candi Nakula, candi
Prambanan, candi Sambisari, cadi Ratu Baka, dan candi Sukuh. Selain candi
Hindu, dibangun pula candi Buddha, misalnya candi Borobudur, candi Kalasan,
candi Sewu, candi Sari, candi Pawon, dan candi Mendut. Mereka juga telah
mengenal bahasa Sansekerta dan huruf Pallawa. Selain tiu, masyarakat kerajaan
Mataram Kuno juga mampu membuat syair.
- Kemunduran Kerajaan Mataram Kuno
Kemunduran kerajaan Mataram Kuno disebabkan karena kedudukan ibukota
kerajaan yang semakin lama semakin lemah dan tidak menguntungkan. Hal ini
disebabkan oleh:
1) Tidak memiliki pelabuhan laut sehingga sulit berhubungan dengan dunia
luar:
2) Sering dilanda bencana alam oleh letusan Gunung Merapi;
3) Mendapat ancaman serangan dari kerajaan Sriwijaya.
Oleh karena itu pada tahun 929 M ibukota Mataram Kuno dipindahkan ke Jawa
Timur (di bagian hilir Sungai Brantas) oleh Empu Sindok. Pemindahan ibukota ke
Jawa Timur ini dianggap sebagai cara yang paling baik. Selain Jawa Timur masih
wilayah kekuasaan Mataram Kuno, wilayah ini dianggap lebih strategis. Hal ini
mengacu pada letak sungai Brantas yang terkenal subur dan mempunyai akses
pelayaran sungai menuju Laut Jawa. Kerajaan itu kemudian dikenal dengan
Kerajaan Mataram Kuno di Jawa Timur atau Kerajaan Medang Kawulan.
b. Mataram di Jawa Timur
Setelah terjadinya bencana alam yang dianggap sebagai peristiwa pralaya, maka
sesuai dengan landasan kosmologis harus dibangun kerajaan baru dengan wangsa
yang baru pula. Pada abad ke-10, cucu Sri Maharaja Daksa, Mpu Sindok,
membangun kembali kerajaan ini di Watugaluh (wilayah antara G. Semeru dan G.
Wilis), Jawa Timur. Mpu Sindok naik takhta kerajaan pada 929 dan berkuasa hingga
948. Kerajaan yang didirikan Mpu SIndok ini tetap bernama Mataram. Dengan
demikian Mpu Sindok dianggap sebagai cikal bakal wangsa baru, yaitu wangsa Isana.
Perpindahan kerajaan ke Jawa Timur tidak disertai dengan penaklukan karena sejak
masa Dyah Balitung, kekuasaan Kerajaan Mataram Kuno telah meluass hingga ke
Jawa Timur. Setelah masa pemerintahan Mpu Sindok terdapat masa gelap sampai
masa pemerintahan Dharmawangsa Airlangga (1020). Sampai pada masa ini Kerajaan
Mataram Kuno masih menjadi saatu kerajaan yang utuh. Akan tetapi, untuk
menghindari perang saudara, Airlangga membagi kerajaan menjadi dua, yaitu
Kerajaan Pangjalu dan Janggala.
- Kehidupan Sosial-Ekonomi Masyarakat Mataram di Jawa Timur Kehidupan
politik kerajaan-kerajaan Hindu-Buddha membawa perubahan baru dalam
kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat Indonesia. Struktur sosial dari masa
Kutai hingga Majapahit mengalami perkembangan yang ber-evolusi namun
progresif. Dunia perekonomian pun mengalami perkembangan: dari yang semula
sistem barter hingga sistem nilai tukar uang.
- Dalam hal kepemilikan tanah, transportasi, perpajakan, dan tenaga kerja;
kehidupan rakyat Medang Kamulan menyerupai Mataram, karena Medang
Kamulan tak lain adalah kelanjutan Mataram, hanya nama dinastinya saja yang
berbeda. Toh, yang berbeda hanya perpindahan wilayah kekuasaan dari barat ke
timur.
- Masa pemerintahan Mpu Sindok lalu Sri Isana Tunggawijaya, merupakan masa
yang damai. Namun, sejak pemerintahan Dharmawangsa Teguh, politik Kerajaan
cenderung mengarah ke luar negeri. Tujuannya adalah untuk merebut dominasi
perdagangan di perairan Jawa, Sumatera, dan Kalimantan, yang ketika itu dikuasai
Sriwijaya. Untuk keperluan ini, Dharmawangsa Teguh membangun armada militer
yang tangguh. Dengan kekuatan militer ini, Medang Kamulan menaklukkan Bali,
lalu mendirikan semacam koloni di Kalimantan Barat. Dengan armada ini pula,
Medang Kamulan kemudian menyerang Sriwijaya, walaupun tidak menang.
- Dharmawangsa pun mengembangkan pelabuhan Hujung Galuh di selatan Surabaya
dan Kembang Putih (Tuban) sebagai tempat para pedagang bertemu. Ketika
Airlangga berkuasa, kerajaan menjaga hubungan damai dengan kerajaan-kerajaan
tetangga demi kesejahteraan rakyat. Ini diperlihatkan dengan mengadakan
perjanjian damai dengan Sriwijaya. Kerajaan pun memperlakukan umat Hindu dan
Buddha sederajat.
5. Kerajaan Kediri
Kerajaan Kediri atau Kerajaan Panjalu, adalah sebuah kerajaan yang terdapat di
Jawa Timur antara tahun 1042-1222. Kerajaan ini berpusat di kota Daha, yang terletak di
sekitar Kota Kediri sekarang. Pada akhir November 1042, Airlangga terpaksa membelah
wilayah kerajaannya karena kedua putranya bersaing memperebutkan takhta. Putra yang
bernama Sri Samarawijaya mendapatkan kerajaan barat bernama Panjalu yang berpusat di
kota baru, yaitu Daha. Sedangkan putra yang bernama Mapanji Garasakan mendapatkan
kerajaan timur bernama Janggala yang berpusat di kota lama, yaitu Kahuripan.
A. SumberSejarah
1. Prasati sirah keting (1140 M) tentang pemberian hadiah tanah kepada rakyat desa
oleh Jayawarsa.
2. Prasati yang ditemukan tulung agung kertosono, berisi masalah keagamaan (Raja
Bameswara 117-1130 M).
3. Prasasti Ngantang (1135 M) tentang raja Jayabaya member hadiah rakyat desa
Ngantang sebidang tanah bebas pajak.
4. Prasasti Jaring (1181 M) tentang raja Gandra yang membuat sejumlah nama-nama
hewan seperti kebo waruga dan tikus janata.
5. Prasasti Kamulan (1194 M) tentang raja Kertajaya yang menyatakan bahwa Kediri
berhasil mengalahkan musuh di katang-katang.
6. Buku cina yang berjudul Chu Fan Chai karangan Chu Ju Kuam (1220 M) yang
mengambil cerita dari buku Ling Wai Taita (1778 M) karanga Chu Ik Fei tentang
kerajaan Kediri pada abad
B. Aspek Kehidupan Politik
Pada abad ke 10 pusat pemerintahan di Jawa Tengah dipindahkan ke Jawa Timur karena
ada suatu hal, pada awalnya wilayah kekuasaan kerajaan Kediri meliputi daerah Kediri,
Madiun, dan daerah bagian barat kerajaan Medang Kamulan.
Raja-raja yang pernah memerintah :
1. Raja Jayawarsa (1140 M)
2. Raja Baweswara (117 – 1130 M)
3. Raja Jayabaya (1135 – 1157 M)
4. Raja Sarweswara dan Raja Aryeswara (tidak diketahui)
5. Raja Gandra (1181 M)
6. Raja Kertajaya (1190 – 1222 M)
C. Kehidupan Sosial
Pada masa raja Jayabaya terdapat usaha untuk memberikan perlindungan terhadap para
ahli sastra seperti penyair dan pengarang sehingga mereka bisa mengembangkan
kreatifitasnya. Hal ini dibuktikan dengan munculnya kitab Lubdhaka yang memberikan
pelajaran moral tentang tinggi rendahnya martabat seseorang tidak ditentukan
berdasarkan asal dan kedudukan, melainkan berdasarkan tingkah lakunya.
D. Kehidupan Ekonomi
Kehidupan perekonomian rakyat Kediri menurut catatan pedagang cina yang
dikumpulkan jadi kronik-kronik kerajaan yang disebutkan bahwa :
1. Kadiri banyak menghasilkan beras.
2. Barang dagangan yang laku dipasaran pada masa itu adalah meas, perak gading,
kayu cendana, dsb.
3. Letak kerajaan Kediri sangat strategis dalam pelayaran perdagangan antara Indonesia
Timur dan Indonesia barat.
E. Kehidupan Budaya
Abad ke 12 M memiliki arti sangat penting dalam masa selanjutnya. kerajaan Kediri
banyak meninggalkan pelajaran untuk mengembangkan kerjaan diantaranya :
1. Suatu Negara bisa maju jika kondisi ekonomi stabil.
2. Keadaan politik harus stabil agar kekuatan bangsa tidak kurang.
3. Kehidupan kebudayaan harus diperluas, untuk menambah kejayaan bangsa.
Hasil karya sastra:
1. Krisnayana, dari jaman pemerintahan raja Jayawarsa.
2. Bharatayuda, karangan Empu Sedah dan Empu Panuluh.
3. Arjuna Wiwaha karangan Empu Kanwa.
4. Hariwangsa karangan Empu Panuluh
5. Bhamakarya pengarangnya tidak jelas.
6. Smaradhana karangan Empu Dharmaja.
7. Wartasancaya dan Lubdhaka karangan Empu Tanakung.
F. Runtuhnya Kediri
Setelah berhasil mengalah kan Kertanegara, Kerajaan Kediri bangkit kembali di
bawah pemerintahan Jayakatwang. Salah seorang pemimpin pasukan Singasari, Raden
Wijaya, berhasil meloloskan diri ke Madura. Karena perilakunya yang baik, Jayakatwang
memperbolehkan Raden Wijaya untuk membuka Hutan Tarik sebagai daerah tempat
tinggalnya. Pada tahun 1293, datang tentara Mongol yang dikirim oleh Kaisar Kubilai
Khan untuk membalas dendam terhadap Kertanegara. Keadaan ini dimanfaatkan Raden
Wijaya untuk menyerang Jayakatwang. Ia bekerjasama dengan tentara Mongol dan
pasukan Madura di bawah pimpinan Arya Wiraraja untuk menggempur Kediri. Dalam
perang tersebut pasukan Jayakatwang mudah dikalahkan. Setelah itu tidak ada lagi berita
tentang Kerajaan Kediri.
6. Kerajaan Singasari
Kerajaan Singasari adalah sebuah kerajaan Hindu Buddha di Jawa Timur yang
didirikan oleh Ken Arok pada tahun 1222 M. Lokasi kerajaan ini sekarang diperkirakan
di daerah Singosari, Malang. Kerajaan Singasari hanya sempat bertahan 70 tahun
sebelum mengalami keruntuhan. Kerajaan ini beribu kota di Tumapel yang terletak di
kawasan bernama Kutaraja. Pada awalnya, Tumapel hanyalah sebuah wilayah kabupaten
yang berada dibawah kekuasaan Kerajaan Kadiri dengan bupati bernama Tunggul
Ametung. Tunggul Ametung dibunuh oleh Ken Arok yang merupakan pengawalnya.
Keberadaan Kerajaan Singosari dibuktikan melalui candi-candi yang banyak
ditemukan di Jawa Timur yaitu daerah Singosari sampai Malang, juga melalui kitab
sastra peninggalan zaman Majapahit yang berjudul Negarakertagama karangan Mpu
Prapanca yang menjelaskan tentang raja-raja yang memerintah di Singosari serta kitab
Pararaton yang juga menceritakan riwayat Ken Arok yang penuh keajaiban. Kitab
Pararaton isinya sebagian besar adalah mitos atau dongeng tetapi dari kitab Pararatonlah
asal usul Ken Arok menjadi raja dapat diketahui. Sebelum menjadi raja, Ken Arok
berkedudukan sebagai Akuwu (Bupati) di Tumapel menggantikan Tunggul Ametung
yang dibunuhnya, karena tertarik pada Ken Dedes istri Tunggul Ametung. Selanjutnya ia
berkeinginan melepaskan Tumapel dari kekuasaan kerajaan Kadiri yang diperintah oleh
Kertajaya. Keinginannya terpenuhi setelah kaum Brahmana Kadiri meminta
perlindungannya. Dengan alasan tersebut, maka tahun 1222 M /1144 C Ken Arok
menyerang Kediri, sehingga Kertajaya mengalami kekalahan pada pertempuran di desa
Ganter. Ken Arok yang mengangkat dirinya sebagai raja Tumapel bergelar Sri Rajasa
Sang Amurwabhumi.
a. ASPEK KEHIDUPAN SOSIAL
Ketika Ken Arok menjadi Akuwu di Tumapel, berusaha meningkatkan kehidupan
masyarakatnya. Banyak daerah – daerah yang bergabung dengan Tumapel. Namun pada
masa pemerintahan Anusapati, kehidupan kehidupan sosial masyarakat kurang mendapat
perhatian, karena ia larut dalam kegemarannya menyabung ayam. Pada masa
Wisnuwardhana kehidupan sosial masyarakatnya mulai diatur rapi. Dan pada masa
Kertanegara, ia meningkatkan taraf kehidupan masyarakatnya.
b. ASPEK KEHIDUPAN EKONOMI
Keadaan perekonomian Kerajaan Singasari yaitu ikut ambil bagian dalam dunia
pelayaran. Keadaan ini juga didukung oleh hasil – hasil bumi.
c. ASPEK KEHIDUPAN BUDAYA
Ditemukan peninggalan candi – candi dan patung – patung diantaranya candi Kidal,
candiJaga, dan candi Singasari. Sedangkan patung – patung yang ditemukan adalah
patung Ken Dedes sebagai Dewa Prajnaparamita lambang kesempurnaan ilmu, patung
Kertanegara dalam wujud patung Joko Dolog, dan patung Amoghapasa juga merupakan
perwujudan Kertanegara (Kedua patung Kertanegara baik patung Joko Dolog maupun
Amoghapasa menyatakan bahwa Kertanegara menganut agama Buddha beraliran
Tantrayana).
d. ASPEK KEHIDUPAN AGAMA
Diangkat seorng Dharmadyaksa (kepala agama Buddha). Disamping itu ada pendeta
Maha Brahmana yang mendampingi Raja, dengan pangkat Sangkhadharma. Sesuai
dengan agama yang dianutnya, Kertanegara didharmakan sebagai Syiwa Buddha di candi
Jawi, di Sagala bersama – sama dengan permaisurinya yang diwujudkan sebagai
Wairocana Locana, dan sebagai Bairawa di candi Singasari. Terdapat prasasti pada lapik
(alas) arca Joko Dolog yang ada di taman Simpang di Surabaya, yang menyebutkan
bahwa Kertanegara dinobatkan sebagai Jina atau Dhyani Buddha yaitu sebagai Aksobya.
Sedangkan arca Joko Dolog itu sendiri merupakan arca perwujudannya. Sebagai seorang
Jina ia bergelar Jnanasiwabajra.
7. Kerajaan Majapahit
Kerajaan Majapahit adalah nama sebuah kerajaan Hindu di Jawa Timur. Kerajaan ini
didirikan oleh Raden Wijaya pada 1293. Setelah Raja Kertanegara gugur dalam peristiwa
penyerangan Raja Jayakatwang (Raja Kediri), berakhirlah riwayat Kerajaan Singasari.
Raja Kertanegara beserta petinggi kerajaan lainnya tewas dalam penyerangan tersebut.
Raden Wijaya (menantu Raja Kertanegara) segera melarikan diri ke Sumenep, Madura,
dan mendapat perlindungan dari Arya Wiraraja, penguasa Sumenep. Raja Jayakatwang
sangat menghormati Arya Wiraraja sehingga Raden Wijaya diampuni. Setelah mendapat
pengampunan dari Raja Jayakatwang, Raden Wijaya beserta pengikutnya diizinkan untuk
membabat hutan Tarik (sekarang menjadi Desa Trowulan, Jawa Timur) untuk dijadikan
desa. Disinilah kemudian berdiri pusat Kerajaan Majapahit.
a. Kehidupan politik
Kerajaan Majaphit adalah kerajaan besar yang pernah tumbuh dan
berkembang di Nusantara setelah kerajaan Sriwijaya. Mengingat daerah
kekuasaannya yang sangat luas itu tentu memerlukan sistem pemerintahan yang baik.
Sistem pemerintahan dan politik di Kerajaan Majapahit sudah teratur baik dan
berjalan lancar. Raja – raja kerajaan majapahit sebagai negaranya ulung, juga sebagai
politikus – politikus yang handal. Hal ini dibuktikan oleh Raden Wijaya, Hayam
Wuruk, dan mahapatih Gajah mada dalam usahanya mewujudkan kerajaan besar,
tangguh dan berwibawa.
b. Kehidupan sosial dan ekonomi
Rakyat Majapahit saat itu hidup makmur dan sentosa. Perhatian raja terhadap
rakyat sangat besar. Wujud dari perhatian itu diantaranya usaha memajukan bidang –
bidang perdagangan, pertanian, pelayaran dan usaha – usaha lainnya. Kerajaan
Majpahit memiliki kemampuan untuk membangun dan mesejahterakan rakyatnya.
Di bidang Agama pemerintahan membiayai pembangunan sarana – sarana
peribadatan untuk semua agama yang dianut masyarakatnya. Karena agama yang
dianut masyarakat majpahit bermacam – macam.
Kebudayaan majapahit sudah sangat maju, seirama dengan kemajuan penduduknya
dalam berbagai bidang. Banyak hasil budaya zaman Majapahit yang sampai ditangan
kita, seperti candi, arca, prassati dan kitab – kitab kuno yang sangat tinggi nilai
sejarahnya.
c. Bukti atau Sumber – sumber Kerajaan Majapahit
- Kitab Negarakertagama, karya Mpu Prapanca tahun 1365. Kitab ini merupakan kitab
yang berisikan sejarah Kerajaan Singasari dan Majapahit. Di dalam kitab
Negarakertagama termuat isilah pancasila.
- Kitab Sotasoma, Karya Mpu Tantular
Isi : tentang riwayat Sotasoma (anak raja) yang menjadi pendeta Budha. Ia mau
mengorbankan dirinya untuk kepentingan umum.
Ungkapan Bhinneka Tunggal Ika : tan hana dharmamangrwa terdapat dalam kitab ini.
- Kitab Arjunawiwaha, karya Mpu Tantular berisi tentang raja raksasa yang berhasil
ditundukan oleh raja Arjuna Shasrabhu.
d. Keruntuhan Majapahit
Sepeninggal Raden Wijaya, Kerajaan Majapahit dilanda beberapa pemberontakan.
Pemberontakan tersebut antara lain ialah pemberontakan Ranggalawe, Sora, dan Kuti
selama masa pemerintahan Jayanegara (1309-1328), serta pemberontakan Sadeng dan
Keta pada masa Tribhuwanatunggadewi (1328-1350). Pemberontakan baru dapat
berakhir pada masa kekuasaan Raja Hayam Wuruk (1350-1389). Setelah masa
kekuasaan Raja Hayam Wuruk, pamor Kerajaan Majapahit semakin menurun. Pada
1522, Kerajaan Majapahit hancur akibat terjadinya perang saudara. Selain itu, faktor
yang juga mempengaruhi runtuhnya Kerajaan Majapahit ialah munculnya Kerajaan
Malaka dan berkembangnya kebudayaan Islam di Nusantara.
- Peta Kekuasaan Majapahit
SOAL LATIHAN PERTEMUAN 1
Tes Pengetahuan 1
- Teknik : tes tertulis
- Bentuk : Essay
- Butir soal :5
1. Jelaskan teori masuknya agama Hindhu Budha di Indonesia !
2. Sebutkan silsilah raja raja Kutai !
3. Jelaskan yang dimaksud dengan akulturasi budaya !
4. Sebutkan factor penyebab perpindahan Mataram Hindu dari Jawa Tengah ke Jawa
Timur !
5. Sebutkan peninggalan kerajaan Hindhu Budha di Indonesia !
- Kunci Jawaban :
1. Menurut para ahli masuknya agama Hindhu Budha di Indonesia ada beberapa
macam teori yaitu :
a. Teori Brahmana yang menganggap masuknya Hindhu di bawa oleh para
Brahmana karena dianggap yang paling mengetahui seluk beluk agama Hindhu.
b. Teori Ksatria : yang berperan penting adalah para tentara/ksatria karena
mereka yang mempunyai kekuatan angkatan perang.
c. Teori Waisya : kelompok pedagang, mereka dianggap sangat berpengaruh
menyebarkan agama karena sering bepergian.
2. Raja raja Kutai : Kudungga, Aswawarman, Mulawarman.
3. Akulturasi budaya adalah perpaduan dua atau lebih budaya yang menghasilkan
budaya baru.
4. Penyebab perpindahan kerajaan Mataram :
a. Factor geologi :ancaman meletusnya gunung merapi
b. Factor ekonomi : Jawa timur banyak terdapat sungai besar yang berfungsi untuk
transportasi sehingga secara ekonomi sangat menguntungkan.
c. Factor politik :
5. Berusaha menjauh dari kerajaan Sriwijaya yang merupakan musuh bebuyutan.
Pedoman Penskoran tes tertulis
No Soal 1 2 3 4 5
20 20 20
Skor 20 20
Pembelajaran Remidial dan Pengayaan
1. Teknik Penilian Remidial ( Bagi siswa yang nilainya dibawah KKM)
Kegiatan Remidial dilakukan dan diberikan kepada perserta didik yang belum
menguasai materi dan belum mencapai kompetensi .Bentuk yang dilakukan
antara lain peserta didik secara terencana untuk mempelajari teks pelajaran
Sejarah Indonesia dan kemudian dilakukan tes tertulis untuk penugasan.
- Teknik : Tes tertulis
- Bentuk : Essay
- Butir soal :5
Soal :
Jawablah pertanyaan di bawah ini dengan singkat dan jelas!
1. Jelaskan secara singkat pemerintahan kerajaan Kerajaan Kutai!
2. Jelaskan mengapa asmawarman disebut sebagai wangsakarta dari kerajaan Kutai!
3. Jelaskan secara singkat pemerintahan kerajaan Tarumanegara
4. Sebutkan prasasti- prasati peninggalan kerajaan Tarumanegara!
5. Jelaskan menurut pendapatmu sifat keteladanan apa yang perlu kamu contoh dan terapkan
dalam kehidupan sehari- hari
Kunci Jawaban
1. Kerajaan kutai terletak di Kalimantan Timur tepatnya di hulu sungai Mahakam. Kerajaan kutai
dipimpin oleh Mulawarman. Mulawarman adalah anak Aswawarman dan cucu Kundungga.
Putra Aswawarman adalah Mulawarman. Dari yupa diketahui bahwa pada masa pemerintahan
Mulawarman, Kerajaan Kutai mengalami masa keemasan. Wilayah kekuasaannya meliputi
hampir seluruh wilayah Kalimantan Timur. Rakyat Kutai hidup sejahtera dan makmur.
2. Karena Mulawarman sebagai pembentuk silsilah dan dinasti kerajaan
3. Tarumanagara adalah sebuah kerajaan yang pernah berkuasa di wilayah barat pulau Jawa pada
abad ke-4 hingga abad ke-7 M. purnawarman adalah raja terkenal darI Tarumanegara. Raja
Purnawarman adala raja yang sangat arif dan bijaksana, ia mengirimkan 1000 ekor lembu pada
kaum brahmana.
4. Prasasti ciareteun,P. Kebon Kopi, P. Jambu, P. Tugu, P. pasir awi, P. Muara Cianten,
5. Sifat keteladanan yang harus di contoh dan diterapkan dalam kehidupan sehari- hari adalah
bersigat adil dan bijaksana tanpa mementingkan golongan demi menciptakan masyarakat yang
adil dan makmur
2. Teknik Penilaian Pengayaan ( Bagi siswa yang nilainya KKM atau lebih dari KKM)
- Teknik : Tes tertulis untuk penugasan
- Bentuk : Essay
- Butir soal :5
Soal :
SOAL: KUNCI JAWABAN: PEDOMAN
PENILAIAN
Jelaskan secara singkat Raja Sanjaya memerintah secara adil,
pemerintahan kerajaan arif dan berpengetahuan luas.Rakyat 20
Mataram Kuno! dan para pujangga hormat padanya.
Rakyat hidup aman tentram. 20
Uraikan secara singkat sumber- Penghasilan utama padi. Dibangunnya
sumber untuk mempelajari bangunan suci untuk pemujaan dll. 20
sejarah kerajaan Mataram Kuno! Prasasti Kalasan , Canggal, Klura, Kedu
Buatlah mind maping tentang (Balitung) dan berita cina.
candi-candi yang bercorak Hindu
Mind mapping candi Hindu dan Budha.
dan Budha peninggalan kerajaan
Mataram Kuno
Mengapa banyak ditemukan Siswa bebas mengemukakan pendapat . 20
20
bangunan candi yang megah poinnya jawaban menggambarkan 100
padahal di dinegara asal Hindu rakyat cinta damai, terbuka menerima
dan Budha tidak ditemukan pengaruh luar yang positif, mau belajar
candi semegah Borobudur atau dari orang lain, tidak pasif/skeptis.
Prambanan!
Jelaskan menurut pendapatmu Peduli dengan ikut menjaga dan
sebaiknya bagaimana sikap kita merawat, mempelajari keunikan candi,
terhadap peninggalan yang mengambil pelajaran dan hikmahnya
berupa candi baik candi Hindu bagi bangsa Indonesia dll.
maupun candi Budha !
NILAI
Tes Pengetahuan 2
- teknik : tes
- bentuk : uraian dan unjuk kerja, portofolio
- pedoman pengskoran :
Tes uraian:
SOAL: KUNCI JAWABAN: PEDOMAN
PENILAIAN
Jelaskan prasasti Prasasti di Kerajaan Kediri :
20
yang ada zaman a. Prasasti Padlegan (1117M) dan Panumbangan
20
Kerajaan Kediri ? 1120 M) Isinya tentang pemberian perdikan
untuk beberapa desa
b. Kitab Baratayuda ditulis pada zaman Jayabaya,
untuk memberikan gambaran terjadinya perang
saudara antara Panjalu melawan Jenggala.
Perang saudara itu digambarkan perang antara
Kurawa dengan Pandawa.
Jelaskan karya 1) Kitab Kresnayana, ditulis oleh Empu Triguna
sastra pada pada zaman Raja Jayaswara. Isinya perkawinan
zaman Kerajaan antara Kresna dan Dewi Rukmini.
Kediri ! 2) Kitab Smaradahana ditulis pada zaman Raja
Kameswari oleh Empu Darmaja. Isinya sepasang
suami istri yang menggoda Dewa Syiwa yang
sedang bertapa.
3) Kitab Lubdaka ditulis oleh Empu Tanakung pada
zaman Raja Kameswara. Isinya tentang Seorang
pemburu bernama Lubdaka
Sebutkan 1) Kerajaan Kediri : pertanian padi, pelayaran, 20
20
perbedaan mata pedagang, angkatan laut yang kuat.
pencaharian pada 2) Kerajaan Singhasari: bertani dan berdagang.
masa Kerajaan
Kediri dengan
Kerajaan
Singhasari !
Sebutkan sampai Perluasan daerah Kerajaan Singhasari, Kertanegara
daerah mana menginginkan wilayah Singhasari meliputi seluruh
perluasan daerah Nusantara, daerah yang ditaklukkan Bali,
Singhasari ? Kalimantan Barat daya, Maluku, Sunda, dan Pahang.
Pedoman penskoran pengetahuan essay
No. Skor Skor maksimal
Soal 5
3
− Jawaban benar sempurna skor 5 2
− Jawaban mendekati sempurna skor 3,5 5
1. − Jawaban mendekati benar skor 1 5
− Menjawab tapi salah skor 0,5
− Tidak menjawab skor 0
Jawaban benar sempurna skor 3
− Jawaban mendekati sempurna skor 2
2. − Jawaban mendekati benar skor 1,75
− Menjawab tapi salah skor 1
− Tidak menjawab skor 0,5
− Jawaban benar sempurna skor 2
− Jawaban mendekati sempurna skor
1,75
3. − Jawaban mendekati benar skor 1
− Menjawab tapi salah skor 0,5
− Tidak menjawab skor 0
− Jawaban benar sempurna skor 5
− Jawaban mendekati sempurna skor 3,5
4. − Jawaban mendekati benar skor 1,5
− Menjawab tapi salah skor 0,5
− Tidak menjawab skor 0
− Jawaban benar sempurna skor 5
− Jawaban mendekati sempurna skor 3,5
5. − Jawaban mendekati benar skor 1,5
− Menjawab tapi salah skor 0,5
− Tidak menjawab skor 0
No. Skor Skor maksimal
Soal
20
Jumlah Skor Nilai (SN) 100
Nilai Akhir = Skor Nilai (SN) X 5
PENILAIAN AKTIVITAS PEMBELAJARAN
NO NAMA ASPEK YANG DINILAI
Keseriusan Tanggapan Aktivitas
Perhatian Etika skor
pertanyaan bertanya
KriteriaPenilaian
Tidak aktif : E (45 – 59)
Kurang aktif : D (60 – 69)
Cukup aktif : C (70 – 79)
Aktif : B (80 – 90)
Sangat aktif : A (91 – 100)
Hasil Penilaian :jumlah perolehan skor x 10
Skor max
PENILAIAN PENYELESAIAN TUGAS MANDIRI
NO NAMA ASPEK YANG DINILAI kerapian Ketepatan skor
judul Tata Isi Sumber waktu
tulis
KriteriaPenilaian
Tidak tepat : E (45 – 59)
Kurang tepat : D (60 – 69)
cukup : C (70 – 79)
tepat : B (80 – 90)
Sangat tepat : A (91 – 100
Ketepatan waktu penyerahanlaporan :
-Tepat (1 minggu) :
Hasil Penilaian :jumlah perolehan skor x 10
RUBRIK ASESMEN PRESENTASI
ASPEK Belum Cukup Kompete Sangat
Proses
mengamati Kompeten (0-6) Kompeten (6-7) n (8-9) Kompeten
higiene dan
sanitasi teman (10)
Proses Peserta Peserta didik Peserta didik Peserta didik
mewawancarai
didik hanya mengamati mengamati
Proses tidak mengamati <3 seluruh seluruh
presentasi hasil mengam komponen komponen komponen
ati namun tidak dan lengkap
lengkap menuliskan
dalam pada lembar
menuliskan observasi
pada lembar
observasi
Peserta didik Peserta didik Peserta Peserta didik
tidak mewawancarai didik mewawancar
mewawancarai obyek observasi mewawan ai obyek
obyek observasi tetapi tidak serius carai dengan
obyek serius dan
observasi mendapatkan
dengan informasi
serius yang
namun diinginkan
tidak
mampu
mendapatk
an
informasi
yang
diinginkan
Peserta didik Peserta didik Peserta didik Peserta didik
tidak mampu
mempresentasik mampu mampu mampu
an hasil
observasi mempresentasikan mempresentasi mempresenta
hasil observasi kan hasil sikan hasil
namun dengan sikap observasi observasi
yang kurang baik dengan sikap dengan sikap
yang baik yang baik dan
namun tidak mampu
mampu berdiskusi
berdiskusi
Hasil Peserta didik Peserta didik Peserta didik Peserta
pengamatan mampu mampu mampu
higiene mendapatkan mendapatkan mendapatkan didik
informasi <3 informasi 3 informasi 4
komponen komponen komponen mampu
dengan tepat dengan tepat
mendapatkan
Hasil Peserta didik Peserta didik Peserta didik
pengamatan mampu mampu mampu informasi 5
sanitasi mendapatkan mendapatkan mendapatkan komponen
informasi <3 informasi 3 informasi 4 dengan tepat
komponen komponen komponen Peserta
dengan tepat dengan tepat didik
mampu
mendapatkan
informasi 5
komponen
dengan tepat
Keterangan :
Siswa yang belum kompeten maka harus mengikuti pembelajaran remediasi.
Siswa yang cukup kompeten diperbolehkan untuk memperbaiki
pekerjaannyasehingga mencapai level kompeten
LEMBAR ASESMEN DIAGNOSTIK
A. Asesmen NonKognitif
1. Coba amati lingkungan rumahmu saat ini, lalu pilih emoji berikut yang mewakili
perasaanmu.
ABC
2. Berikan pendapatmu tentang bagaimana kondisi lingkungan akan berdampak pada semangat
belajarmu?
3. Apa saja yang dapat kamu lakukan untuk menciptakan kenyamanan lingkungan belajar
di rumah?
4. Apa yang kamu rasakan saat mengamati video masuknya hindu budha?
5. Apa harapanmu saat kamu mempelajari tentang masuknyahindhu budhake Indonesia?
A. Asesmen Kognitif Durasi A
Waktu Asesmen Akhir pembelajaran bab ini
Identifikasi materi yang akan Pertanyaan Kemung-
diujikan kinan
Jawaban
Peninggalan kebudayaan Jelaskan prasasti yang ada Sesuai
Hindhu Budha zaman Kerajaan Kediri ? jawaban
siswa
Penggolongan hukum Sebutkan perbedaan mata Sesuai
pencaharian pada masa jawaban
Kerajaan Kediri dengan siswa
Kerajaan Singhasari !
Kerajaan-kerajaan Hindhu Sebutkan sampai daerah mana Sesuai
Budha
perluasan daerah Singhasari ? jawaban
siswa
Langkah-langkah apa saja yang akan dilakukan? Alat ba
Guru memberikan pertanyaa yang ditayangkan lewat LCD dan diberi Laptop,
durasi waktu
Asesmen 60 menit
- Skor Rencana Tindak Lanjut
(Kategori)
20 1. 1. Megolah hasil asesmen
2. Berdasarkan hasil penilaian
3. 2. Membagi siswa menjadi 3
kelompok berdasarkan hasil
30 4. 3. Melakukan pengayaan bagi yang
hasilnya bagus, dan remidial bagi yang
masih kurang
5. 4.Lakukan penilaian pembelajaran
topik yang sudah diajarkan sebelum
memulai topik pembelajaran baru
30 6. 5. Mengulangi proses yang sama,
sampai siswa mencapai tingkat
kompetensi yang diharapkan
antu apa yang dibutuhkan?
, LCD Proyektor