KERAMAT KELOR MEYLISA AMD KEB UPTD PUSKESMAS GANRA www.reallygreatsite.com
1 KERAMAT KELOR (Kreasi Makan Daun Kelor Setiap Hari Minggu Desa Enrekeng untuk Cegah BBLR /Berat Bayi Lahir Rendah dan stunting) MEYLISA, AMD.KEB NIP : 199402052019032024 Diajukan Sebagai Salah Satu Syarat Untuk Mengikuti Penilaian Tenaga Kesehatan Teladan Kabupaten Soppeng Tahun 2023
2 DAFTAR ISI Halaman Judul ……………………………………………………… 1 Kata Pengantar………………………………………………………. 2 Daftar Isi ………………………………………………………….... 3 BAB I PENDAHULUAN ........................................................... 4 A. Latar Belakang ……………………………………………… 4 B. Tujuan …………………………………………………........ 8 C. Rumusan Masalah ………………………………………...... 9 D. Indikator Keberhasilan ……………………………………… 10 BAB II TINJUAN PUSTAKA……………………………………… 11 A. Tinjauan Umum Tentang Kelor……………………………... 11 B. Tinjuan Umum tentang Kreasi Makan Daun Kelor…………. 11 C. Tinjuan Umum Tengtang Keramat Kelor…………………… 13 BAB IV PEMBAHASAN………………………............................ 17 A. Langkah- langkah Inovatif dan Realitatif…………………… 17 BAB VI PENUTUP ........................................................................ 28 A. Kesimpulan ………………………………………………… 28 B. Saran ……………………………………………………….. 28 Daftar Pustaka ……………………………………………………. 29 Lampiran Lampiran …………………………………………………. 30 - Dokumentasi - Dokumen Pendukung.
3 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Upaya perbaikan Gizi masyarakat sebagaimana disebutkan dalam UU No. 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan, bertujuan untuk meningkatkan muti gizi perseorangan dan masyarakat, antara lain melalui perbaikan Pola Komsumsi Makanan, perbaikan Prilaku Sadar Gizi, Peningkatan Akses dan Mutu Pelayanan Gizi serta Kesehatan sesuai dengan Manajemen Ilmu dan Teknologi. Penanggulangan masalah Gizi merupakan salah satu syarat penting untuk meningkatkan kualitas SDM, menekan angka kematian bayi, ibu dan anak, meningkatkan tumbuh kembang fisik, mental dan social anak serta meningkatkan Umur Harapan Hidup (UNH). Upaya perbaikan Gizi masyarakat sebagaimana disebutkan dalam UU No. 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan, bertujuan untuk meningkatkan muti gizi perseorangan dan masyarakat, antara lain melalui perbaikan Pola Komsumsi Makanan, perbaikan Prilaku Sadar Gizi, Peningkatan Akses dan Mutu Pelayanan Gizi serta Kesehatan sesuai dengan Manajemen Ilmu dan Teknologi. Penanggulangan masalah Gizi merupakan salah satu syarat penting untuk meningkatkan kualitas SDM, menekan angka kematian bayi, ibu dan anak, meningkatkan tumbuh kembang fisik, mental dan social anak serta meningkatkan Umur Harapan Hidup (UNH). Berdasarkan Data Kelahiran Tahun 2021 di Kabupaten Soppeng Sampai Dengan Bulan Juni Sebanyak 111 BBLR dari 1396 Kelahiran sebanyak 8 persen dari kelahiran mengalami BBLR yang bisa menyumbang angka morbiditas dan mortalitas bayi serta stunting di wilayah Kab..Soppeng Sedangkan Berdasarkan Data Kelahiran Tahun 2021 sampai dengan bulan juni sebanyak 9 BBLR dari 73 Kelahiran Hidup (12.32%) di Wilayah UPTD PUskesmas Ganra.
4 Tabel 1. Jumlah Kelahiran Jan- Juni 2021 Desa Jumlah Kelahiran sampai dengan Juni 2021 Jumlah BBLR Persen Ganra 15 0 0 Enrekeng 17 3 17.64706 Belo 23 4 17.3913 Lompulle 20 2 10 Sumber : Laporan Kesehatan Anak Jan-Juni 2021 Tabel 1. Presentase BBLR dan Stunting Desa Jumlah Stunting 2021 BBLR dengan Stunting % Enrekeng 12 2 16.67% Sumber : Laporan GIZI Tahun 2021 Banyaknya angka BBLR di Wilayah UPTD Puskesmas Ganra Sebanyak 11.84 % dari kelahiran Hidup dan di Desa Enrekeng ada 17.65 % dari Kelahiran Hidup. Berdasarkan hasil pengamatan penulis di organisasi tempat melaksanakan tugas, yakni UPTD PUSKESMAS GANRA, masih banyak ibu hamil khususnya ibu hamil dengan primi atau hamil pertama dan ibu balita yang tidak mengetahui BBLR, stunting, bahaya stunting dan bagaiamana mengatasinya yang mengancam masa depan balita Indonesia. Sehingga dari BBLR tersebut menyumbang angka Stunting yang Tinggi. Menurut . International Journal of Phytotherapy Research, daun kelor kering mengandung tujuh kali lipat Vitamin C daripada jeruk, sembilan kali lebih banyak protein daripada yoghurt, 10 kali lebih banyak Vitamin A daripada wortel dan 15 kali kalium daripada pisang. Daun kelor juga diperkirakan mengandung kalsium 17 kali lebih banyak daripada susu dan zat besi 25 kali lebih banyak daripada bayam.
5 Di zaman sekarang, tidak dapat ditampik lagi bahwa kehidupan manusia saat ini sangat berhubungan dengan media sosial. Media sosial memegang peranan penting di hampir segala lini masyarakat. Mulai dari mengirim pesan kepada teman, berbagi informasi, hingga mencari suatu informasi yang sedang hangat di masyarakat. Jadi, tak heran lagi apabila ada yang menyebutkan bahwa media sosial telah menjadi salah satu kebutuhan penting hampir setiap orang. Dari hasil pengamatan selama ini, ternyata daun kelor belum dimanfaatkan secara baik dan konsisten serta masih ada budaya ataupun adat istiadat yang melarang menkomsumsi daun kelor selama kehamilan yang disebabkan berbagai permasalahan sebagai berikut : a. Masyarakat belum dapat merancang ragam daun kelor dengan baik , b. Masyarakat lebih cenderung membeli makanan instant balita tanpa menyadari pemamfaatan pekarangan dengan menanam sayuran yang bergizi terutama daun kelor. c. Masyarakat belum terbiasa membatasi pekarangan dengan pagar hidup yang dapat berfungsi sebagai sayuran (sumber vitamin A B,C, D dan ZAt besi). d. Masyarakat Harus di beri informasi secara berkesinambungan dan konsisten mengenai Zat Gizi untuk keluarga e. Masyarakat belum dimanfaatkan daun kelor secara baik dan konsisten serta masih ada budaya ataupun adat istiadat yang melarang menkomsumsi daun kelor selama kehamilan Tahap Perubahan Perilaku masyarakat di perlukan beberapa tahapan yakni Penerimaan Informasi , kesadaran dan kemauan kemudian mengadopsi kebiasaan baru dan melaksanakan kebiasaan baru secara kesenambungan sehingga menjadi karakter dalam Suatu Masyarakat. Masyarakat pegrlu di berikan KIE secara berkesinambungan dan konsisten mengenai Zat Gizi khusunya zat gizi dalam kelor .
6 Berdasarkan masalah tersebut maka penulis berinisiatif untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dalam penanganan masalah kesehatan khususnya dalam pencegahan BBLR dan Stunting yaitu dengan pelibatan pemberdayaan masyarakat dan lintas sektor yang dikemas dalam inovasi “ Kreasi Makan Daun Kelor Setiap Hari Minggu Desa Enrek.en untuk Cegah BBLR dan Stunting “ yaitu salah satu upaya Peningkatan KIE Komunikasi, informasi, edukasi, kemauan serta kesadaran masyarakat Desa Enrekeng untuk menkomsumsi daun kelor dan gizi seimbang sehingga dapat menurunkan BBLR dan Stunting. B. Tujuan 1. Tujuan Umum Tujuan secara umum dari pemanfaatan Kreasi Makan Daun Kelor Setiap Hari Minggu Desa Enrekeng Untuk Cegah Stunting dan BBLR“ adalah Meningkatkan informasi, edukasi, kemauan serta kesadaran masyarakat Desa Enrekeng untuk menkomsumsi daun kelor dan gizi seimbang sehingga dapat menurunkan BBLR dan Stunting serta menjadikan Keramat Kelor Menjadi Karakter Desa Enrekeng. 2. Tujuan Khusus Adapun Tujuan Khusus yang akan dicapai kreasi makan sayur kelor setiap hari minggu di Desa Enrekeng adalah a. Memberikan KIE mengenai Olahan Kelor dan GIZI Seimbang pada masyarakat khususnya Ibu Hamil, Ibu Menyusui (1000 HPK), Ibu Anak Balita cara Teratur dan berkesinambungan. b. Menurungkan BBLR dan Stunting di Desa Enrekeng. c. Menurunnya Anka Kesakitan dan Kematian Bayi Karena Komplikasi Kehamilan dan BBLR. C. Masalah Berdasarkan hasil pengamatan penulis di organisasi tempat melaksanakan tugas, masih banyak ibu hamil khususnya ibu hamil dengan primi/ hamil pertama dan ibu balita yang tidak mengetahui BBLR, stunting dan bahaya stunting serta bagaiamana mengatasinya yang dapat
7 mengancam masa depan balita Indonesia. Sehingga dari BBLR tersebut menyumbang morbiditas dan mortalisas anak serrta angka Stunting yang Tinggi Dari hasil pengamatan selama ini, ternyata daun kelor belum dimanfaatkan secara baik dan konsisten serta masih ada budaya ataupun adat istiadat yang melarang menkomsumsi daun kelor selama kehamilan yang disebabkan berbagai permasalahan sebagai berikut : Masyarakat belum dapat merancang ragam daun kelor dengan baik ,Masyarakat lebih cenderung membeli makanan instant balita tanpa menyadari pemamfaatan pekarangan dengan menanam sayuran yang bergizi terutama daun kelor, adanya masyarakat yang masih percaya mengenai budaya larangan komsumsi daun kelor pada ibu hamil, Masyarakat belum terbiasa membatasi pekarangan dengan pagar hidup yang dapat berfungsi sebagai sayuran (sumber vitamin A B,C, D dan ZAt besi). Di zaman sekarang, tidak dapat ditampik lagi bahwa kehidupan manusia saat ini sangat berhubungan dengan media sosial. Media sosial memegang peranan penting di hampir segala lini masyarakat. Mulai dari mengirim pesan kepada teman, berbagi informasi, hingga mencari suatu informasi yang sedang hangat di masyarakat. Jadi, tak heran lagi apabila ada yang menyebutkan bahwa media sosial telah menjadi salah satu kebutuhan penting hampir setiap orang. Kehadiran media sosial di tengah masyarakat era kini telah memberikan manfaat yang sangat besar, sehingga dimanfaatkan sebagai sala satu media KIE tentang Kreasi Makan Daun Kelor setiap hari minggu dan KIE GIZI Seimbang terkait zat gizi, BBLR dan Stunting. . Diharapakan dengan adanya Kreasi Makan Daun Kelor Setiap Hari Minggu sehingga para remaja, ibu hamil, ibu menyusui dan usia refroduktif dapat meningkatkan Komsumsi sayur kelor aun kelor kering mengandung tujuh kali lipat Vitamin C daripada jeruk, sembilan kali lebih banyak protein daripada yoghurt, 10 kali lebih banyak Vitamin A daripada wortel dan 15 kali kalium daripada pisang. Daun kelor juga diperkirakan
8 mengandung kalsium 17 kali lebih banyak daripada susu dan zat besi 25 kali lebih banyak daripada bayam yang diperlukan janin dalam kandungan agar dapat tumbuh dan berkembang seseuai umur kehamilanya sehingga melahirkan keturunan yang berkualitas dan milenial dimasa depan. Masyarakat di berikan KIE secara berkesinambungan dan konsisten mengenai Zat Gizi untuk keluarga dalam meningkatkan Kesehatan di masyarakat khususnya dalam 1000 HPK. Tahap Perubahan Perilaku masyarakat di perlukan beberapa tahapan yakni Penerimaan Informasi , kemudian mengadopsi kebiasaan baru dan melaksanakan kebiasaan baru secara kesenambungan sehingga menjadi karakter Suatu Masyarakat . D. Indikator Keberhasilan Dalam kegiatan KERAMAT KELOR adapun indikator keberhasilan yang diharapkan adalah : 1. Peningkatan KIE mengenai Gizi Seimbang Khusunya dalam Gizi yang terkandung dalam Daun Kelor. 2. Menurunya Kasus BBLR di Desa Enrekeng. 3. Menurunnya Anka Kesakitan dan Kematian Bayi Karena Komplikasi Kehamilan dan BBLR 4. Adanya Perdes/ Perkades mengenai Hari makan daun Kelor. Kreasi Komsumsi daun kelor Setiap Hari Minggu di jumpai prinsip 5 indikator keberhasilan yakni : 1. Keterbaruan, ditetapkan Hari Makan daunn kelor Desa Enrekeng berdasarkan Perdes Enrekeng No 3 Tahun 2022 Inovasi Gerakan Makan daun Kelor Setiap Hari Minggu. Hari Makan daun kelor merupakan satu satunya di dunia yang melibatkan semua elemen masyarakat untuk komsumsi daun kelor. 2. Efektif, Hari Makan daun Kelor di hari minggu sangat efektif untuk mengingatkan dan meningkatkan kemauan masyarakat untuk turut aktif menkomsumsi sayur kelor dan gizi seimbang. 3. Kemanfaatan , KIE yang berkelanjutan setiap hari minggu memberikan motivasi kepada masyarakt untuk menkomsumsi Gizi
9 Seimbang sehingga adanya penurunan kasus BBLR Desa Enrekeng sehingga bisa dilakukan pencegahan dan penurunan Stunting. 4. Transferbilitas, Inovasi Keramat Kelor di replikasi oleh salah satu Desa di kecamatan Ganra yakni Desa Ganra yang menetapkan Hari Rabu hari makan kelor Desa Ganra melalu Peraturan Desa Ganra N0 11 Tahun 2022 Gerakan Komsumsi Daun Kelor Setiap Hari Rabu. 5. Kompatibilitas, Di zaman sekarang, tidak dapat ditampik lagi bahwa kehidupan manusia saat ini sangat berhubungan dengan media sosial. Media sosial memegang peranan penting di hampir segala lini masyarakat. Mulai dari mengirim pesan kepada teman, berbagi informasi, hingga mencari suatu informasi yang sedang hangat di masyarakat. Jadi, tak heran lagi apabila ada yang menyebutkan bahwa media sosial telah menjadi salah satu kebutuhan penting hampir setiap orang. Kehadiran media sosial di tengah masyarakat era kini telah memberikan manfaat yang sangat besar, sehingga dimanfaatkan sebagai sala satu media KIE tentang Kreasi Makan Daun Kelor setiap hari minggu dan KIE GIZI Seimbang terkait zat gizi, BBLR dan Stunting 6. Berkesinambungan, dengan KIE Setiap Hari Minggu Komsumsi daun kelor baik secara langsung maupu di social media masyarakat akan menerima informasi secara berkelanjutan tentang Zat Gizi Sehingga ada kesadaran untuk memenuhi Zat Gizi dalam keluarganya sehingga terjadi penurunan BBLR dan Stunting.Manusia selama hidup selalu membutuhkan makanan sedangkan apa yang diusahakan melalui intensifikasi tanaman pekarangan tersebut adalah untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. 7. Daya Juang, Inovasi Keramat Kelor akan menjadikan salah karakter Desa Enrekeng yang akan di turunkan secara turun temurun dari generasi ke genarasi selanjutnya.
10 8. Pengeluaran biaya serendah mungkin dimaksudkan dengan mengeluarkan biaya sedikit didalam melaksanakan penanaman di dalam kelor tersebut akan dapat hasil yang lebih banyak, sehingga dengan usaha memanfaatkan tanah pekarangan itu berarti keluarga bersangkutan telah melaksanakan prinsip-prinsip ekonomi didalam meningkatan pendapatan.
11 BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Tinjauan umum tentang Daun Kelor Kelor atau merunggai (Moringa oleifera) adalah sejenis tumbuhan dari suku Moringaceae. Tumbuhan ini dikenal dengan nama lain seperti: limaran, moringa, ben-oil (dari minyak yang bisa diekstrak dari bijinya), drumstick (dari bentuk rumah benihnya yang panjang dan ramping), horseradish tree (dari bentuk akarnya yang mirip tanaman horseradish), dan malunggay di Filipina. Daun kelor atau moringa oleifera merupakan salah satu jenis tanaman yang memiliki segudang manfaat untuk kesehatan. Daun kelor kerap digunakan sebagai bahan pembuatan ramuan atau masakan tradisional secara turun-temurun di Indonesia. Daun berukuran kecil ini mengandung antioksidan dan nutrisi lain yang berkhasiat untuk mengontrol kadar gula dalam darah, mengobati diabetes, dan mengatasi bahaya radikal bebas. Selain itu, dipercaya pula dapat meningkatkan daya ingat, meredakan peradangan, menurunkan kolesterol, menjaga kesehatan jantung, hingga mengobati kanker. Selain itu, daun kelor juga dapat menjadi sumber vitamin dan mineral yang mana di dalamnya mengandung provitamin A, vitamin B, vitamin C, mineral unsur mikro dan makro, serta asam amino. Di samping itu, biji dan buah mudanya mengandung senyawa yang memberi efek antioksidan (Suwahyono, 2008). B. Tinjauan Umum tentang Kreasi daun Kelor Dalam puluhan tahun terakhir, daun kelor dianggap sekadar makanan orang miskin - serta bagian dari takhayul mistis zaman dahulu. Namun, selama pandemi Covid-19, ketika tenaga kerja dari industri pariwisata Bali yang kolaps kembali mencari penghidupan dari tanah, orang-orang mulai memanfaatkan lagi tanaman ajaib yang tumbuh seperti gulma ini. Pohon ini dikenal dalam bahasa Inggris sebagai "pohon stik drum" (karena bentuk polong bijinya) atau "pohon lobak" (karena rasa akarnya mirip lobak), tetapi
12 fakta bahwa itu juga sering disebut sebagai "sahabat ibu" dan "pohon yang tak pernah mati" tampaknya menyiratkan bahwa manfaatnya tidak sepenuhnya asing bagi orang Inggris. Daun kelor juga bisa diubah menjadi beragam masakan yang lezat dan menyehatkan. Di sisi lain masyarakat juga meyakini daun kelor bisa meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), mengonsumsi daun kelor membantu perkembangan tubuh dan menjadi bahan obat tradisional untuk mengobati berbagai penyakit.Daun kelor juga kaya akan vitamin A, vitamin B1 (tiamin), vitamin B2 (riboflavin), vitamin B3 (niacin), vitamin B6, serta vitamin C, mineral, dan senyawa tanaman bermanfaat lainnya. Selain itu, kandungan polifenol dalam daun kelor memiliki sifat melawan kanker dan dapat mengurangi risiko seperti penyakit jantung dan diabetes. Adapun Kreasi daun Kelor yang menyehatkan sebagai berikut: Sayur bobor daun kelor, Sayur bening daun kelor, Stik daun kelor.Cumi oseng daun kelor, Kue kering daun kelor,Telur kukus daun kelor., Bolu daun kelor.Martabak Kelor Puding kelor, Kapurung KelorBubur ManadoKapurung KelorDll. Diharapkan adanya kreasi daun kelor masyarakat dapat menkomsumsi daun kelor dengan berbagai olahan secara konsisten dan berkesinambungan. Kreasi Olahan Kelor yang kami tawarkan aman dikomsumsi dan tidak memiliki efek samping. Kreasi Olahan Kelor ini dapat meningkatkan nafsu makan anak dengan berbagai variasi makanan yang disediakan . Dalam bentuk yang segar atau pun bentuk bubuk, daun kelor atau moringa ini bisa kamu konsumsi sehari-hari dengan praktis. Ini 9 cara mengonsumsi daun kelor yang bisa kamu coba di rumah. Sudah banyak riset yang membuktikan manfaat kesehatan daun kelor alias moringa oleifera. Dari kandungan vitaminnya yang tinggi, kandungan nutrisi, sampai antioksidan dan manfaatnya untuk kesehatan pencernaan.
13 C. Tinjaun Umum Tentang KERAMAT KELOR Pohon kelor (Moringa oleifera) yang kami lihat memang biasa-biasa saja. Namun demikian, daun kelor pernah diyakini memiliki sifat magis yang begitu kuat sehingga setangkai saja dari "sapu para dewa" ini bisa digunakan untuk mengusir roh-roh jahat dari tempat peristirahatan orang yang sudah meninggal. Menurut . diterbitkan dalam International Journal of Phytotherapy Research, daun kelor kering mengandung tujuh kali lipat Vitamin C daripada jeruk, sembilan kali lebih banyak protein daripada yoghurt, 10 kali lebih banyak Vitamin A daripada wortel dan 15 kali kalium daripada pisang. Daun kelor juga diperkirakan mengandung kalsium 17 kali lebih banyak daripada susu dan zat besi 25 kali lebih banyak daripada bayam. Disebut sebagai the miracle tree, tree for life, hingga amazing tree, kelor terbukti memiliki banyak manfaat. Melansir dari yankes.kemkes.go.id, di bidang kesehatan saja terdapat lebih dari 1.300 studi, laporan, dan artikel yang menunjukkan kemampuan kelor untuk menyembuhkan bermacam penyakit, dan permasalahan kekurangan gizi. Daun kelor memiliki senyawa aktif terpenoid, tanin, saponin, dan polifenol. Senyawa polifenol utama yang terkandung dalam daun kelor adalah flavonoid dan asam fenolat (Reski Amelia, 2020). Penulis mengambil Judul “KERAMAT DAUN KELOR” karena pohon ini di anggap sebagai pohon mistis sekaligus, pohon ajaib, pohon dengan 1000 manfaat pohon kekal serta pohon dengan sahabat ibu” yang artinya daun kelor bisa menjadi sahabat ibu ibu. Jadi Keramat daun Kelor ( Kreasi Makan daun Kelor Kelor setiap hari minggu Desa Enrekeng untuk cegah BBLR dan Stunting ) adalah suatu upaya KIE akan pentingya Zat gizi dalam daun kelor secara berkesinambungan di hari minggu baik secara langsung maupun tidak langsung (social media) untuk memberikan pengetahuan, kemauan serta kesadaran masyarakat desa Enrekeng dan menjadikan Keramat daun Kelor menjadi Karakter Desa Enrekeng.
14 BAB IV PEMBAHASAN A. Langkah- langkah Inovatif dan Realitatif Dalam menanggulangi masalah BBLR di wilayah UPTD Puskesmas Ganra Khususnya Desa Enrekeng maka dibuatlah suatu inovasi Yaitu Keramat Kelor (Kreasi Makan daun Kelor Setiap Hari Minggu Desa Enrekeng untuk Cegah BBLR dan Stunting) dengan beberapa kegiatan yaitu : 1. Tahap persiapan Pada tahap ini dibuat tim internal di Puskesmas Ganra yang melibatkan lintas program yaitu Kesehatan Ibu dan anak, GIZI, Promosi Kesehatan, Kesehatan Tradisional, PIS PK Pustu dan Posesdes kemudian tim ini dibuatkan SK oleh kepala Puskesmas yaitu SK tim inovasi Keramat Kelor. Masing -masing pengelola memberikan KIE baik secara langsung maupun tidak langsung menenai GIZI Seimbang , BBLR dan Stunting. 2. Tahap Pelaksanaan Tahap pelaksanaan ini berisi beberapa kegiatan dengan menggunakan metode pemberdayaan masyarakat ABG (Advokasi, Bina suasana dan gerakan pemberdyaan) agar sasaran menjadi sadar, tahu dan mampu untuk berperan dalam peningkatan kesehatan masyarakat khsusunya di 1000 HPK untuk menurungka BBLR dan Stunting Kegiatan tersebut adalah : a) Melakukan sosialisai Kepada Lintas sector Mengenai daun kelor Saat ini Rencana Pembangunan Jangka Panjang (2005-2024) fokus pada pembangunan kesehatan menuju ke arah pengembangan upaya kesehatan, dari upaya yang bersifat kuratif bergerak ke arah upaya kesehatan promotif dan preventif. Hal ini memerlukan serangkaian program strategis serta implementasi dari berbagai program Kementerian Kesehatan RI salah satunya adalah Gerakan Masyarakat hidup Sehat (GERMAS). Pelaksanaan Keramat Kelor harus dilakukan oleh seluruh lapisan masyarakat, yang di dukung oleh lintas sector, serta masyarakat untuk
15 bersama berkontribusi menciptakan gerakan masyarakat hidup sehat dengan tujuan Kesehatan masyarakat terjaga, jika sehat maka produktivitas akan meningkat, terciptanya lingkungan yang bersih serta biaya yang dikeluarkan untuk berobat akan berkurang. Pengetahuan Semua Lintas program dan Lintas Sektor Terkait Pemanfaatan daun Kelor akan lebih memudahkan untuk KIE Kepada Masyrakat akan kesadaran mengenai Zat Gizi akan dirinya dan keluarga. Kesadaran akan zat gizi yang terkandung di daun kelor mulai dari aparat pemerintah sampai dengan petugas secara tidak langsung dapat mencontoh kan kepada masyarakat. Nasihat yang paling baik adalah contoh yang baik b) Penandatangan Komitmen Untuk Pemanfaatan Daun Kelor Secara umum, komitmen adalah suatu keadaan dimana seseorang menjalin keterikatan pada diri sendiri dan orang lain. Komitmen juga bisa dilakukan melalui perjanjian. Tujuan komitmen yaitu mempertahankan hubungan untuk berbagai hal seperti organisasi, pasangan, pertemanan, dan keluarga. Komitmen ini lebih ditekankan pada keterikatan hubungan emosional yang terjadi antar anggota kelompok. Salah satu yang melatarbelakangi keterkaitan itu adalah adanya kesamaan dalam hal tujuan ataupun pemikiran. Sehingga akan lebih mempermudah timbulnya rasa dan emosional yang sama yang di sebut “Affective Comitment”Penandatangan komitmen sangat berpengaruh dalam pembuatan komitmen karena memilki sifat mengikat kepada yang bertanda tangan dan siap untuk menggalakan Hari makan Kelor di wilayah Masing –Masing sehinggan terbentuk kebiasaan baru kepada masyarakat dan kemudian akan menjadi karakter suatu Wilayah . c) Sosialisasi Di Setiap Pertemuan Pemanfaatan daun Kelor Sosialisasi memiliki fungsi bahwa setiap individu membutuhkan sarana pengenalan, pengakuan, dan penyesuaian diri terhadap nilainilai, norma, dan struktur sosial. Atas dasar tersebut, seorang individu
16 bisa diterima oleh masyarakat karena mampu menjadi anggota masyarakat yang baikSosialisasi dalam masyarakat pada akhirnya membuat masyarakat menjadi mampu berpartisipasi dalam kepentingan kehidupan masyarakat dan mewariskan sesuatu kepada generasi selanjutnya. Sosialisasi mempunyai fungsi dari masyarakat sebagai sarana pelestarian, penyebarluasan, dan pewarisan nilai-nilai serta norma sosial. Nilai dan norma terpelihara dari generasi ke generasi dalam masyarakat dapat menjadi ciri khas atau karakteristik dari masyarakat tersebut. Peningkata pengetahuan masyarakat baik dari sasaran maupun kader dan aparat desa akan memberikan kemudahan. Tonggak untuk penurunan Stunting adalah seorang kader dan pemerintah setempat. Petugas kesehatan adalah tekhnis dalam pencegahan dan penanganan stunting. d) Penyuluhan Setiap Kelas Ibu Hamil dan Balita Program pembangunan kesehatan di Indonesia dewasa ini masih diprioritaskan pada upaya peningkatan derajat kesehatan Ibu dan Anak, terutama pada kelompok yang paling rentan kesehatan yaitu ibu hamil, bersalin, dan bayi pada masa perinatal. Hal ini ditandai dengan tingginya Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB). Kelas Ibu Hamil ini merupakan sarana untuk belajar bersama tentang kesehatan bagi ibu hamil, dalam bentuk tatap muka dalam kelompok yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan ibu-ibu mengenai kehamilan, perawatan kehamilan, persalinan, perawatan nifas, perawatan bayi baru lahir, mitos, penyakit menular, dan akte kelahiran.Kelas Ibu Balita merupakan kelas dimana para ibu yang mempunyai anak berusia 0-5 tahun secara bersama-sama berdiskusi, tukar pendapat, tukar pengalaman akan pemenuhan pelayanan kesehatan, gizi, dan stimulasi pertumbuhan dan perkembangannya dibimbing oleh fasilitator dengan menggunakan buku KIA.Tujuan Kelas Ibu Balita Meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan, merubah sikap dan perilaku ibu hamil tentang kesehatan
17 balita, gizi dan stimulasi pertumbuhan & perkembangan anak. Bagi ibu balita dan keluarganya, kelas ibu balita merupakan sarana untuk mendapatkan teman, bertanya, dan memperoleh informasi penting yang harus dipraktekkan. Bagi petugas kesehatan, penyelenggaraan kelas ibu balita merupakan media untuk lebih mengetahui tentang kesehatan ibu balita, anak dan keluarganya serta dapat menjalin hubungan yang lebih erat dengan ibu balita serta keluarganya dan masyarakat.Kelas ibu hamil dan balita sangan Penting untuk dilakukan sosialisasi sebagaiman Ibu hamil dan Ibu balita menjadi Pelaku 1000 HPK yang akan membentuk Generasi anak anaknya di waktu 1000 HPK. Ibulah yang menjadi actor untuk untuk penurunan BBLR dan stunting. Semangat dan konsistensi ibu ibu serta pengetahuan yang dimilikinya akan mampu membawa perubahan yang baik dan menjadi karakter dalam rumah tangganya. Adanya pengetahuan, semangat, kemauan dan doa dari ibunya pengasuhan anak anak akan lebih baik. Berdasarkan Hasil audit Stunting 2021 Penyebab terbesar Stunting terletak pada Pola Asuh sehingga ibu ibu memerlukan KIE yang berkelanjutan baik secara langsung maupun tidak langsung. sehingga di bentuklah “kreasi makan daun kelor setiap hari minggu” untuk selalu mengingatkan pada ibu ibu. Kelas Ibu Balita merupakan kelas dimana para ibu yang mempunyai anak berusia 0-5 tahun secara Kelas Ibu Balita merupakan kelas dimana para ibu yang mempunyai anak berusia 0-5 tahun secara bersamasama berdiskusi, tukar pendapat, tukar pengalaman akan pemenuhan pelayanan kesehatan, gizi, dan stimulasi pertumbuhan dan perkembangannya dibimbing oleh fasilitator dengan menggunakan buku KIA. Adanya pengetahuan, semangat, kemauan dan doa dari ibunya pengasuhan anak anak akan lebih baik. Berdasarkan Hasil audit Stunting 2021 Penyebab terbesar Stunting terletak pada Pola Asuh sehingga ibu ibu memerlukan KIE yang berkelanjutan baik secara langsung maupun tidak langsung. sehingga di bentuklah
18 “kreasi makan daun kelor setiap hari minggu” untuk selalu mengingatkan pada ibu ibu. e) Konseling Individu Konseling merupakan bentuk komunikasi interpersonal khusus yaitu suatu proses pemberian bantuan yang dilakukan orang lain dalam membuat suatu keputusan atau memecahkan suatu masalah melalui pemahaman terhadap klien meliputi fakta- fakta harapan, kebutuhan dan perasaan klien. Konseling juga merupakak suatu hubungan timbal balik antara konselor dan konseli yang bersifat professional baik secara individu maupun kelompok yang di rancang untuk membantu konseli mencapai perubahan yang berarti dalam kehidupan. Konseling kebidanan adalah pertolongan dalam bentuk wawancara yang menuntut adanya komunikasi interaksi yang mendalam, dan usaha bersama bidan dengan pemecahan masalah, pemenuhan kebutuhan, ataupun perubahan tingkah laku atau sikap dalam ruang lingkup pelayanan kebidanan Faktor yang mempengaruhi kesiapan konseling adalah motivasi memperoleh bantuan, pengetahuan klien tentang konseling, kecakapan intelektual, tingkat tilikan terhadap masalah dan harapan terhadap peran konselor f) Setiap Hari Minggu komsumsi Daun Kelor dan memberikan Postingan di social Media, Grup Wa, FB dan Status WA dengan Tema KIE Kelor dan Gizi Seimbang Untuk Cegah BBLR dan Stunting Di zaman sekarang, tidak dapat ditampik lagi bahwa kehidupan manusia saat ini sangat berhubungan dengan media sosial. Media sosial memegang peranan penting di hampir segala lini masyarakat. Mulai dari mengirim pesan kepada teman, berbagi informasi, hingga mencari suatu informasi yang sedang hangat di masyarakat. Jadi, tak heran lagi apabila ada yang menyebutkan bahwa media sosial telah menjadi salah satu kebutuhan penting hampir setiap orang. Kehadiran media sosial di tengah masyarakat era kini telah memberikan manfaat yang sangat besar, sehingga dimanfaatkan sebagai sala satu media KIE
19 tentang Kreasi Makan Daun Kelor setiap hari minggu dan KIE GIZI Seimbang terkait zat gizi, BBLR dan Stunting. Penyebab terbesar Stunting terletak pada Pola Asuh sehingga ibu ibu memerlukan KIE yang berkelanjutan baik secara langsung maupun tidak langsung. sehingga di bentuklah “kreasi makan daun kelor setiap hari minggu” untuk selalu mengingatkan pada ibu ibu yang di Upload oleh Petugas, Kader, bidan desa, aparat desa, kepala Pustu dengan Hastag “ Hari Minggu Hari Makan daun Kelor Desa Enrekeng) dengan menandai@Pemdes Enrekeng @puskesmas ganra @Arka alfarizky Meylisa agar informasi terlebar luas dengan memanfaatkan kata KIE tentang BBLR dan Stunting supaya masyarakat akan sadar tentang Stunting. Sebagian Ibu ibu sebagian besar bersosial media jadi dengan memanfaatkan social media dengan baik insyallak akan menambah pengetahuan dan kesadaran masyarakat. g) Mengadakan Lomba Kreasi daun Kelor di acara 17 Agustus Pengenalan dan pengembangan seni dan budaya modern kepada masyarakat. Semakin majunya teknologi dan memasuki era globalisasi, manfaat diadakan acara lomba adalah untuk memperkaya pengetahuan masyarakat tentang seni memasak daun kelor, manfaat dari kandungan daun kelor serta mengembangkan seni memasak daun kelor lokal untuk dipromosikan.Idealnya lomba dapat memacu sebuah kreativitas dan inovasi. Dalam sebuah perlombaan, bukan menang kalah yang kita tuju. Tapi perlu ditambah rasa inovasi agar kita dapat menerapkan ilmu yang kita pelajari kepada masyarakat.Lomba tersebut mengaplikasikan ide yang mereka buat untuk dapat digunakan, maka masalah di Indonesia ini dapat dibantu walau sedikit demi sedikit. Semarak 17 Agustus 2022 merupakan momen yang baik untuk memperkenalkan kepada seluruh lapisan masyarakat baik yang berbaur adat istiadat, kesenian, olahraga maupun yang berbaur tentang kesehatan. Mengikutkan lomba Kreasi daun kelor di setiap desa agar
20 masyarakat lebih mengenal manfaat daun kelor dan menjadikan contoh olahan yang baik untuk gizi seimbang.. 3.Tahap evaluasi a. Dalam rangka HKN 2022 Memberikan Penhargaan Kepada MOTIVATOR Keramat Kelor Desa Enrekeng dalam memberikan KIE setiap hari minggu di Desa enrekeng.. Pemberian Penhargaan merupakan salah satu upaya petugas dalam memberikan balas jasa atas hasil kerja masyarkat dalam memberikan KIE,sehingga dapat mendorong masyarakat bekerja lebih giat dan berpotensi dan bermanfaat. b. Melakukan Monitoring Keramat Kelor Melalai pembagian Koesiener pada masyarakat Desa Enrekeng. c. Melakukan Monitoring BBLR Pertriwulan di Lokmin Setiap Lokmin Lintas Sektor dan Lokmin Bulanan Puskesmas
21 BAB V PEMECAHAN MASALAH A. Pemecahan Masalah 1. Dalam menanggulangi masalah BBLR di wilayah UPTD Puskesmas Ganra Khususnya Desa Enrekeng maka dibuatlah suatu inovasi Yaitu Keramat Kelor (Kreasi Makan daun Kelor Setiap Hari Minggu Desa Enrekeng untuk Cegah BBLR dan Stunting) dengan beberapa kegiatan yaitu Dengan tahapan kegiatan 2. Melakukan sosialisasi Kepada Lintas sector Mengenai daun kelor. Melakukan sosialiasasi Kepada Lintas Sektor di Tingkat kecamatan di lokakarya mini lintas sector yang di hadiri oleh Lintas Kecamatan , Desa, PLKB, Dinas Pendidikan , Dinas Pertanian, Dinas PLKB, Polsek, Koramil, PKK, KUA dan para Kader Kesehatan serta Lintas Program 3. Penandatangan Komitmen Untuk Pemanfaatan Daun Kelor. Penandatangan Komitmen bersama untuk pemanfaat daun kelor dalam penurunan BBLR dan Stunting oleh semua Lintas Sekto 4. Sosialisasi Di Setiap Pertemuan Pemanfaatan daun Kelor.Melakukan sosialisasi di setiap pertemuan yang diadakan oleh Lintas Program dan Lintas Sektor. 5. Penyuluhan Setiap Kelas Ibu Hamil dan Balita.Melakukan penyuluhan dan pemantaua kepada Ibu hamil secara berkesinambunga untuk menjaga GIZI Seimbang dan Keramat Daun Kelor 6. Konseling Individu Melakukan Konseling Individu pada Ibu hamil yang beresiko Tinggi 7. KIE KERAMAT Kelor setiap Hari Minggu komsumsi di social Media, Grup Wa, FB dan Status WA. Mengupload olahan “kreasi makan daun kelor setiap hari minggu” di Upload di social Medianoleh Petugas, Kader, bidan desa, aparat desa, kepala Pustu dengan Hastag “ Hari Minggu Hari Makan daun Kelor Desa Enrekeng) dengan menandai@Pemdes Enrekeng @puskesmas ganra @Arka alfarizky
22 Meylisa agar informasi terlebar luas dengan memanfaatkan KIE tentang BBLR dan Stunting supaya masyarakat sadar tentang Stunting. 8. Mengadakan Lomba Kreasi daun Kelor di acara 17 Agustus.Semarak 17 Agustus 2022 merupakan momen yang baik untuk memperkenalkan kepada seluruh lapisan masyarakat baik yang berbaur adat istiadat, kesenian, olahraga maupun yang berbaur tentang kesehatan. Mengikutkan lomba Kreasi daun kelor di setiap desa agar masyarakat lebih mengenal manfaat daun kelor dan menjadikan contoh olahan yang baik untuk gizi seimbang. B. Tindak Lanjut a. Pembinaan dan pendampingan secara continu dan intensif dengan melakukan kerjasama lintar sector b. Kreasi Makan Daun Kelor Setiap Hari Minggu juga di adopsi desa Ganra di Posyandu Attasya I dan salah satu inovasi posyandu yakni (SERUM )menkomsumsi kelor setiap hari minggu dan berhasil meraih juara III Lomba Posyandu terintegrasi di tingkat Provinsi yang dilaksanakan oleh PKK c. Pemberian Penhargaan Setiap Tahun Kepada Motivator Desa dalam Melaksanakan KIE Keramat kelor d. Menetapkan Hari makan daun Kelor Di Desa Lain e. Pelestarian dengan Melalukan kegiatan lomba olahan daun kelor dalam 17 Agustus dan Hari Kesehatan Nasional
23 BAB VI PENUTUP A. KESIMPULAN Keramat daun Kelor ( Kreasi Makan daun Kelor Kelor setiap hari minggu Desa Enrekeng untuk cegah BBLR dan Stunting ) adalah suatu upaya KIE akan pentingya Zat gizi dalam daun kelor secara berkesinambungan di hari minggu baik secara langsung maupun tidak langsung (social media) untuk memberikan pengetahuan, kemauan serta kesadaran masyarakat desa Enrekeng dan menjadikan Keramat daun Kelor menjadi Karakter Desa Enrekeng. Adapun langkah langkah inovasi sosialisasi lintas sector, penandatangan komitmen , sosialisasi di berbagai pertemuan, sosialisasim di kelas ibu hamil dan balita, Sosialisasi di social media, lomba kreasi daun kelor di 17 agustus, pemberian penhargaan kepada motivator keramat dan konseling individu. Hasil dari Keramat Kelor adalah tidak adanya BBLR di desa Enrekeng pada tahun 2022. B. SARAN Tindak lanjut dalam Keramat kelor adalah Pembinaan dan pendampingan secara continu dan intensif dengan melakukan kerjasama lintar sector, Pemberian Penhargaan Setiap Tahun Kepada Motivator Desa dalam Melaksanakan KIE Keramat kelor, Menetapkan Hari makan daun Kelor Di Desa Lain dan Pelestarian dengan Melalukan kegiatan lomba olahan daun kelor. .
24 DAFTAR PUSTAKA 1. Departemen kesehatan RI, 13 Pesan Dasar Gizi seimbang. Jakarta, 1996 2. Kementerian Kesehatan RI, Petunjuk Pelaksanaan Surveilans Gizi. Jakarta 2012 3. Hari Marwoto Budi Daya Aneka Tanaman Sayuran, PT Maraga Borneo Tarigas, 2011 4. http: // a289431 visi dan misi. blogspot.com / 2012 / 02 / usahapemanfaatan – lahan -pekarangan.html 5. http: // kabar - agro. Blogs pot.com / 2012 / 04 / pemanfaatan-pekarangan – disekitar -kita.html 6. https://enieyunita.wordpress.com/2015/05/19/kelas-ibu-balita 7. https://www.idntimes.com/food/recipe/fasrinisyah-suryaningtyas-1/resepdaun-kelor-yang-enak 8. https://www.briliofood.net/resep/7-resep-olahan-daun-kelor-lezat-mudahdan-banyak-khasiatnya-200417o.html 9. Laporan Kesehatan Anak Kab Soppeng Tahun 2021 10. Laporan Kesehatan Anak UPTD Puskesmas Ganra Tahun 2021 11. Laporan Poskesdes Enrekeng Tahun 2021-2022 12. Produk Daun Kelor Olahan Berkualitas Dunia | Kelor.Store :hhtps//kelor.store 13. Pengertian Sosialisasi: Fungsi, Tujuan, dan Prosesnya - Gramedia Literasi https://banjarsari-labuhanhaji.desa.id/artikel/2022/1/17/pedomanpelaksanaan-kelas-ibu-hamil 14. Wahyu Aryani Aneka Menu Sehat Bayi, Insania Tahun 2010.
25 Dokumentasi Keramat Kelor Sosialisasi di Lintas sector Keramat Kelor
26 Penandatangan Komitmen Keramat kelor
27 Sosialisasi keramat Kelor di berbagai Kegiatan Lintas Program Sosialisasi Di Kelas Ibu Hamil dan Ibu Balita Mengenai Keramat Kelor
28
29
30 Setiap Hari Minggu komsumsi Daun Kelor dan memberikan Postingan di social Media, Grup Wa, FB dan Status WA dengan Tema KIE Kelor dan Gizi Seimbang Untuk Cegah BBLR dan Stunting
31
32
33
34 Mengadakan Lomba Kreasi daun Kelor di acara 17 Agustus PKK DESA ENREKENG
35 Memberikan penyuluhan pemanfaatn daun kelor bagi bayi yang berisiko Konseling Individu
36 Evaluasi dengan Pemberian apresiasi Kepada Motivator Kelor dalam rangka HKN
37 NO Komponen SUB KEGIATAN KODE REKENING URAIAN RINCIAN KOEFESIEN SATUAN HARGA Nilai Usulan Bulan Pelaksanaan 125,372,000 8. Pelaksanaan Kelas Ibu (Kelas Ibu Hamil, Kelas Ibu Balita) 15,275,000 a. Penyelenggaraan Kelas Ibu Hamil, Kelas Ibu Balita Secara On Line offline) 15,275,000 9,200,000 Pengelolaan Pelayanan Kesehtaan Ibu Hamil 5.1.02.02.01.014 Belanja Jasa Tenaga Kesehatan ASN - Desa yang Sama 5 OH X 4 HR 20 OH 50,000 1,000,000 ASN - Desa yang Beda 4 OH X 1 2 HR 4 8 OH 75,000 3,600,000 Non ASN - Desa yang sama 3 OH X 4 HR 1 2 OH 50,000 600,000 5.1.02.01.01.0052 Belanja Makanan dan Minuman Rapat Snack 100 Orang X 4 Keg. 400 Orang 10,000 4,000,000 6,075,000 Pengelolaan Pelayanan Kesehtaan Ibu Balita 5.1.02.02.01.014 Belanja Jasa Tenaga Kesehatan ASN - Desa yang Sama 4 OH X 3 HR 1 2 OH 50,000 600,000 ASN - Desa yang Beda 3 OH X 9 HR 27 OH 75,000 2,025,000 Non ASN - Desa yang sama 3 OH X 3 HR 9 OH 50,000 450,000 5.1.02.01.01.0052 Belanja Makanan dan Minuman Rapat Snack 100 Orang X 3 Keg. 300 Orang 10,000 3,000,000 9. Pendampingan ibu hamil, ibu nifas, dan bayi (termasuk pemantauan faktor risiko/ komplikasi), oleh kader/ mahasiswa/ fasilitator/ tenaga lainnya 7,650,000 a. Kunjungan Rumah Bagi Ibu Hamil/Ibu Nifas Neonatus dan Bayi 7,650,000 2,550,000 Pengelolaan Pelayanan Kesehataan Ibu Hamil 5.1.02.02.01.014 Belanja Jasa Tenaga Kesehatan ASN - Desa yang Sama 2 OR X 6 HR 1 2 OH 50,000 600,000 ASN - Desa yang Beda 1 OR X 1 8 HR 1 8 OH 75,000 1,350,000 Non ASN - Desa yang sama 2 OR X 6 HR 1 2 OH 50,000 600,000 2,550,000 Pengelolaan Pelayanan Ibu Bersalin 5.1.02.02.01.014 Belanja Jasa Tenaga Kesehatan ASN - Desa yang Sama 2 OR X 6 HR 1 2 OH 50,000 600,000 ASN - Desa yang Beda 1 OR X 1 8 HR 1 8 OH 75,000 1,350,000 Non ASN - Desa yang sama 2 OR X 6 HR 1 2 OH 50,000 600,000 2,550,000 Pengelolaan Pelayanan Kesehataan Bayi Baru Lahir 5.1.02.02.01.014 Belanja Jasa Tenaga Kesehatan ASN - Desa yang Sama 2 OR X 6 HR 1 2 OH 50,000 600,000 ASN - Desa yang Beda 1 OR X 1 8 HR 1 8 OH 75,000 1,350,000 Non ASN - Desa yang sama 2 OR X 6 HR 1 2 OH 50,000 600,000 125,372,000 125,372,000 Ganra, 21 November 2021 Mengetahui Kepala UPTD.Puskesmas Ganra MAHMUD DAMING, SKM Nip.19730413 199303 1 005 1. Upaya Penurunan AKI, AKB UPTD PUSKESMAS GANRA PERHITUNGAN 1. Upaya Penurunan AKI, AKB bulan 2-11 bulan 3, 6 8, 10 bulan 3, 6 8, 10 bulan 2-11 bulan 2-11 ALOKASI DANA BOK KELAS IBU HAMIL DAN IBU BALITA SERTA KUNJUNGAN RUMAH IBU HAMIL RESTI, NIFAS DAN BBL
38 ALOKASI DANA DESA UNTUL IBU HAMIL DAN FAKTOR RISIKO STUNTING
39
40 KORDINASI LINTAS SEKTOR MENGENAI DUKUNGAN KERAMAT KELOR
41 EVALUASI INOVASI KERAMAT KELOR DI SETIAP LOKMIN TRIWULAN LINTAS SEKTOR
42 Kegiatan Pemberian Materi dalam Percepatan dan Penurunan stunting Mengikuti Diskusi /Pemecahan Masalah Kesehatan Ibu Risti dan Stunting
43 Peraturan Desa Enrekeng Tentang Hari Makan Daun Kelor Desa Enrekeng