FIQIH KELAS IX Nurul Azizah (2277011967)
Bab 3 ARIYAH (PINJAM MEMINJAM) DAN WADI’AH (TITIPAN)
1.Pengertian Ariyah 2.Dasar Hukum Ariya 3.Hukum Ariyah 4.Rukun Ariyah 5.Syarat Ariyah 6.Macam-macam Ariyah 7.Kewajiban Mu’ir dan Musta’ir 8.Hal-hal yang harus diperhatikan dalam Ariyah ARIYAH (PINJAM-MEMINJAM)
ARIYAH (PINJAM-MEMINJAM) PENGERTIAN Ariyah artinya ganti mengganti pemanfaatan sesuatu kepada orang lain. Dasar Hukum Ariyah a. Al-Qur’an (QS. Al-Maidah [5]: 2). b. Hadis (HR. At-Tirmizi). Hukum Ariyah Mubah, sunnah, wajib dan haram Rukun Ariyah a. Adanya mu’ir ( ع مِ (ري ْyaitu, orang yang meminjami. b. Adanya musta’ir ( تْ yang orang, yaituْ ري (م س ِعَ meminjam. c. Adanya musta’ar ( عَ (ار س م ت ََ ْyaitu, barang yang akan dipinjam. d. Adanya sighat ijab kabul.
ARIYAH (PINJAM-MEMINJAM) Syarat Ariyah a. Syarat bagi mu’ir (orang yang meminjamkan): 1) Berhak berbuat kebaikan tanpa ada yang menghalangi. 2) Barang yang dipinjamkan itu milik sendiri 3) b. Syarat bagi musta’ir (orang yang meminjam): 4) Mampu berbuat kebaikan 5) Mampu menjaga barang yang dipinjamnya 6) Hanya mengambil manfaat dari barang dari barang yang dipinjam. c. Syarat bagi musta’ar (barang yang akan dipinjam): 1) Barang yang dipinjamkan milik orang yang meminjamkan. 2) Ada manfaat yang jelas. 3) Barang itu bersifat tetap (tidak habis setelah diambil manfaatnya). d. Sighat ijab dan kabul, yaitu bahasa interaksi atau ucapan rela dan suka atas pemanfaatan barang yang dipinjam.
ARIYAH (PINJAM-MEMINJAM) Macam-macam Ariyah a. Ariyah Mutlaqah b. Ariyah Muqayyadah Kewajiban Mu’ir dan Musta’ir a. Kewajiban pemberi pinjaman (mu’ir): 1. Menyerahkan atau memberikan benda yang dipinjam dengan ikhlas dan suka rela. 2. Barang yang dipinjam harus barang yang bersifat tetap dan memberikan manfaat yang halal. 3. Tidak didasarkan atas riba. b. Kewajiban peminjam (musta’ir): 1. Harus memelihara benda pinjaman dengan rasa tanggung jawab. 2. Dapat mengembalikan barang pinjaman tepat waktu. 3. Biaya ditanggung peminjam, jika harus mengeluarkan biaya. 4. Bertanggung jawab terhadap barang yang dipinjam.
ARIYAH (PINJAM-MEMINJAM) Hal-hal yang harus diperhatikan dalam Ariyah • Pinjam meminjam barang harus dimanfaatkan untuk halhal yang halal dan tidak melanggar norma agama. • Orang yang meminjam barang hanya boleh menggunakan barang pinjaman sebatas yang diizinkan oleh pemilik barang • Menjaga dan merawat barang pinjaman dengan baik seperti miliknya sendiri. • Jika dalam proses mengembalikan barang itu memerlukan biaya maka yang menanggung adalah pihak peminjam. • Akad pinjam-meminjam boleh diputus dengan catatan tidak merugikan salah satu pihak. • Akad pinjam-meminjam dihukumi batal/selesai jika salah seorang dari kedua belah pihak meninggal dunia, atau karena gila. • Peminjam wajib mengembalikan barang pinjaman jika waktunya telah berakhir dan tidak boleh memanfaatkan barang itu lagi.
1. Pengertian Wadi’ah 2. Dasar Hukum Wadi’ah 3. Rukun Wadi’ah 4. Syarat-syarat Wadi’ah 5. Hukum Menerima Wadi’ah 6. Macam-Macam Wadi’ah 7. Jenis Barang Wadi’ah 8. Mengganti Wadi’ah WADI’AH (TITIPAN)
WADI’AH (TITIPAN) 01 02 03 Wadi’ah menurut bahasa berarti titipan. Pengertian Akad wadi’ah merupakan akad yang diperbolehkan (mubah) menurut syariat a. Al Qur’an (QS. Al-Baqarah [2]: 283). b. Hadis Nabi Saw. (HR. Abu Daud). Dasar Hukum Wadi’ah a. Orang yang menitipkan (al-mudi’ atau muwaddi’). b. Orang yang dititip (al-muda’atau mustauda’). c. Barang titipan (wadi’ah). d. Sighat ijab kabul. Rukun Wadi’ah
WADI’AH (TITIPAN) 1) Baligh 2) Berakal sehat Syarat orang yang menitipkan (muwaddi’) dan orang yang dititipi (mustaudi’) Barang yang dititipkan harus berupa harta yang bisa disimpan dan diserahterimakan serta memiliki nilai (qimah). Syarat barang yang dititipkan a. Wajib, bagi orang yang percaya bahwa dirinya mampu dan sanggup menjaga amanah terhadap barang yang dititipkan kepadanya, b. Sunnah, bagi orang yang percaya bahwa dirinya mampu dan sanggup menjaga amanah terhadap barang yang dititipkan kepadanya. c. Haram bagi orang yang percaya dan yakin bahwa dirinya tidak mampu menjaga amanah terhadap barang titipan. d. Makruh bagi orang yang percaya dirinya mampu menjaga barang titipan tetapi masih ada unsur keraguan akan kemampuan itu. Syarat sighat (ijab kabul) Syarat-syarat Wadi’ah
WADI’AH (TITIPAN) 01 02 03 1. Wadi’ah yad al-amanah 2. Wadi’ah yad ad-dhamanah Macam-macam Wadi’ah a. Harta benda. b. Uang. c. Dokumen penting (saham, surat perjanjian atau sertifikat). Jenis Barang Wadi’ah Wadi’ah adalah amanat bagi orang yang menerima titipan. Maka, ia wajib menjaganya seperti menjaga barangnya sendiri. Mengganti Barang Wadi’ah
ِ را َكث ْك ا ً ُش ر ً ي ْ