The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

MUBAROQ AGUNG P - 18640266 - REG SIANG BJM

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by REKAYASA LINGKUNGAN - BAG 1 - (MATERI 1 - 8), 2021-05-04 04:35:48

MUBAROQ AGUNG P - 18640266 - REG SIANG BJM

BAB VIII
TATA PENGELOLAAN SAMPAH MELALUI BANK SAMPAH

8.1 Pengertian Bank Sampah
Bank sampah adalah suatu system pengolahan sampah yang dirancang seperti mekanisme kerja

seperti perbankan dimana masyarakat dapat menabung sampah yang dibuktikan adanya nomor
rekening dan buku rekening tabungan sampah. Bank sampah memiliki arti hampir sama dengan
bank-bank pada umumnya. Namun bank sampah disini adalah suatu wadah tempat penerimaan
sampah dari masyarakat yang kemudian mereka akan merasakan hasil dari sampah yang
disetorkan ke teller bank sampah.

Pada bank sampah, masyarakat menabung dalam bentuk sampah yang sudah dikelompokkan
sesuai jenisnya. Mereka juga mendapatkan sejenis nomor rekening dan buku tabungan. Pada buku
tabungan mereka tertera nilai Rupiah dari sampah yang sudah mereka tabung dan memang bisa
ditarik dalam bentuk Rupiah (uang). Bank sampah bekerjasama dengan pengepul barang-barang
plastik, kardus dan lain-lain, untuk bisa me-rupiahkan tabungan sampah masyarakat. Juga dengan
pengolah pupuk organik untuk menyalurkan sampah organik yang ditabungkan.

Sampah merupakan suatu bahan yang terbuang atau dibuang dari sumber hasil aktivitas
manusia maupun proses alam yang belum memiliki nilai ekonomis. Sampah juga dapat dikatakan
sebagai bahan baik padat atau cairan yang tidak dipergunakan lagi dan dibuang. Secara garis besar
sampah dapat dikelompokkan menurut sifatnya menjadi tiga, yaitu :

1. Sampah organik
Sampah yang dihasilkan dari bahan-bahan penyusun tumbuhan dan hewan yang diambil dari
alam atau dihasilkan dari kegiatan pertanian, perikanan atau yang lain. Sampah ini dengan
mudah diuraikan dalam proses alami.8 Sampah rumah tangga sebagian besar merupakan
bahan organik, contohnya: sampah dari dapur, sisa tepung, sayuran, kulit buah, dan daun.

2. Sampah anorganik
Sampah yang dihasilkan dari bahan-bahan non hayati, baik berupa produk sintetik maupun
hasil proses teknologi pengolahan bahan tambang,9atau sumber daya alam dan tidak dapat
diuraikan oleh alam. Dapat dibagi lagi menjadi :
a. Recyclable: sampah yang dapat diolah dan digunakan kembali karena memiliki nilai
secara ekonomi seperti plastik, kertas, pakaian dan lain-lain.
45

b. Non-recyclable: sampah yang tidak memiliki nilai ekonomi dan tidak dapat diolah atau
diubah kembali seperti tetra packs, carbon paper, thermo coal dan lain-lain

Bank Sampah adalah salah satu alternatif mengajak warga peduli dengan sampah, yang
konsepnya mungkin dapat dikembangkan di daerah-daerah lainnya. Bank sampah merupakan
sebuah sistem pengelolaan sampah berbasis rumah tangga, dengan memberikan ganjaran yang
berupa uang tunai atau kupon gratis kepada mereka yang berhasil memilah dan menyetorkan
sejumlah sampah.

Bank sampah adalah tempat mengumpulkan berbagai macam sampah yang telah dipisah-
pisahkan sesuai dengan jenisnya untuk disetorkan ketempat bengkel kerja kesehatan lingkungan
atau yang lebih akrabnya disebut bank sampah, hasil setoran sampah akan ditabung dan dapat
diambil atau dicairkan dalam jangka waktu tertentu.

8.2 Tujuan Bank Sampah
Bank sampah bertujuan untuk mengedukasi masyarakat, Bank Sampah mampu merubah

perilaku masyarakat melalui pemberian pemahaman baru dalam pemanfaatan sampah. Masyarakat
diajarakan bagaimana cara memilah sampah, untuk kemudian dikumpulkan dan disetor ke Bank
Sampah yang nantinya akan dikonversi menjadi tabungan masyarakat. Dengan dukungan oleh
struktur sumber daya yang baik dan bekerja untuk kepentingan sosial. Sudah saatnya kita berubah
,memandang sampah punya nilai guna dan manfaat sehingga tidak layak dibuang percuma

Tentunya akan sangat berbeda begitu Masyarakat mendengar akan Bank Sampah. Keberadaan
Bank Sampah ,akan membuat persepsi tentang sampah akan berbeda, dengan System Pendekatan
Tabungan sampah di bank sampah. Dengan sistem ini, masyarakat akan mendapatkan banyak
keuntungan. Antara lain, cakupan layanan yang sangat luas bahkan kita dapat mengatur seberapa
luas wilayah pelayanannya..Hal lain yang membedakan sistem ini dengan sistem lainnya adalah
adanya mekanisme pengelolaan sampah dengan menabung. Menabung di Bank Sampah dengan
menyetor Sampah merupakan salah satu upaya merubah Pola pikir . mindset Masyarakat tentang
Sampah, Sampah menjadi mempunyai nilai ekonomis.

8.3 Konsep Bank Sampah
Konsep yang diterapkan di bank sampah adalah :

46

1. Mengurangi sampah
Mengurangi jumlah sampah dapat dilakukan dengan cara meminimalkan penggunaan tas
plastik, ketika berbelanja membiasakan membawa tas belanja dari rumah, menggunakan
sapu tangan / lap kain.

2. Memilah sampah
Memilah sampah yang terdiri dari sampah organik (sisa makanan, dedaunan), anorganik
(kertas, plastik, botol atau kaleng), sampah plastik kemasan, dan sampah yang tidak laku
dijual.

3. Memanfaatkan sampah
Memanfaatkan sampah dapat dilakukan dengan cara memanfaatkan halaman balik kertas
yang masih kosong, memanfaatkan kertas bekas untuk amplop, memanfaatkan kaleng bekas
untuk pot bunga, memanfaatkan sisa makanan atau sayuran untuk makanan ternak.

4. Mendaur ulang sampah
Sampah kemasan / bungkus bekas dapat menjadi aneka kerajinan, mengolah sampah kertas
menjadi kertas daur ulang atau kerajinan, mengolah sampah organik menjadi kompos,
mengolah kotoran ternak menjadi pupuk, mengolah daun kering dan ranting tanaman
menjadi briket bioarang.

5. Menabung sampah
Sampah dipilah dari sumbernya, kemudian disetorkan ke bank sampah. Penabung sampah
baik warga secara individual maupun kelompok yang menjadi anggota penabung sampah
dibuktikan dengan adanya kepemilikan nomor rekening, dan buku tabungan sampah, serta
berhak atas hasil tabungan sampahnya.

8.4 Mekanisme Bank Sampah
Mekanisme dalam menabung sampah di bank sampah ada dua, yaitu menabung sampah

secara individual dan menabung sampah secara komunal. Mekanisme menabung sampah secara
individual, warga memilah sampah kertas, plastik, kaleng/botol, dari rumah dan secara berkala
ditabung ke bank sampah, sedangkan mekanisme menabung sampah secara komunal, warga
memilah sampah kertas, plastik, kaleng/botol, dari rumah dan secara berkala ditabung di TPS
(Tempat Penampungan Sementara) yang ada di tiap RT atau kelompok masyarakat (POKMAS),
kemudian petugas bank sampah mengambil sampah di tiap TPS.

47

Gambar mekanisme bank sampah
8.5 Manfaat Bank Sampah

Menabung di Bank Sampah Tak hanya itu, dampak bagi kesehatan dan dampak terhadap sosial
ekonomi dapat kita rasakan terlebih lagi manfaat terhadap pendidikan. Dari sini dapat dilihat
bahwa sistem pengelolaan sampah dengan menabung di bank sampah memiliki manfaat yang lebih
banyak dibandingkan sistem pengelolaan sampah yang konvensional.

1. Manfaat Bank Sampah terhadap lingkungan masyarakat
Manfaat Bank Sampah adalah mengurangi jumlah sampah di lingkungan masyarakat,
menambah penghasilan bagi masyarakat, menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat dan
memupuk kesadaran diri masyarakat akan pentingnya menjaga dan menghargai lingkungan
hidup. Masyarakat juga bisa membuka lowongan pekerjaan dengan adanya bank sampah.
Sampah bisa di daur ulang menjadi pernak pernik yang cantik dan berguna, seperti tas, kotak
tissue, dompet, sandal dan lain-lain. Gambar dibawah ini merupakan hasil dari sampah
anorganik yang berubah menjadi tas cantik.

48

Gambar tas kreasi dari daur ulang sampah

2. Manfaatn Bank Sampah di Sekolah
Bank sampah juga bermanfaat bagi siswa yang kurang beruntung dalam hal finansial,
beberapa sekolah telah menerapkan pembayaran uang sekolah menggunakan sampah. Siswa
lebih mencintai lingkungan, halaman sekolah akan terlihat rapih, bersih dan sehat, karena
siswa tidak membuang sampah sembarangan, melainkan mereka tabung untuk mendapatkan
beberapa uang jajan, sehingga tidak sering meminta uang kepada orangtua. tau uangnya tetap
ditabung.

8.6 Bank Sampah di Indonesia
UU No 18 tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah beserta Peraturan Pemerintah Nomor 81

Tahun 2012 mengamanatkan perlunya perubahan paradigma yang mendasar dalam pengelolaan
sampah yaitu dari paradigma kumpul – angkut – buang menjadi pengolahan yang bertumpu pada
pengurangan sampah dan penanganan sampah. Kegiatan pengurangan sampah bermakna agar
seluruh lapisan masyarakat, baik pemerintah, dunia usaha maupun masyarakat luas melaksanakan
kegiatan pembatasan timbulan sampah, pendauran ulang dan pemanfaatan kembali sampah atau
yang lebih dikenal dengan sebutan Reduce, Reuse dan Recycle (3R) melalui upaya-upaya cerdas,
efisien dan terprogram.

Namun kegiatan 3R ini masih menghadapi kendala utama, yaitu rendahnya kesadaran
masyarakat untuk memilah sampah. Salah satu solusi untuk mengatasi masalah tersebut yaitu

49

melalui pengembangan Bank Sampah yang merupakan kegiatan bersifat social engineering yang
mengajarkan masyarakat untuk memilah sampah serta menumbuhkan kesadaran masyarakat
dalam pengolahan sampah secara bijak dan pada gilirannya akan mengurangi sampah yang
diangkut ke TPA. Pembangunan bank sampah ini harus menjadi momentum awal membina
kesadaran kolektif masyarakat untuk memulai memilah, mendaur-ulang, dan memanfaatkan
sampah,karena sampah mempunyai nilai jual yang cukup baik, sehingga pengelolaan sampah yang
berwawasan lingkungan menjadi budaya baru Indonesia.

Disamping itu peran Bank Sampah menjadi penting dengan terbitnya Peraturan Pemerintah
Nomor 81 tahun 2012 tentang Pengelolaan Sampah Rumah Tangga dan Sampah Sejenis Sampah
Rumah Tangga yang mewajibkan produsen melakukan kegiatan 3R dengan cara menghasilkan
produk dengan menggunakan kemasan yang mudah diurai oleh proses alam dan yang
menimbulkan sampah sesedikit mungkin, menggunakan bahan baku produksi yang dapat didaur
ulang dan diguna ulang dan/atau menarik kembali sampah dari produk dan kemasan produk untuk
didaur ulang dan diguna ulang.

Bank Sampah dapat berperan sebagai dropping point bagi produsen untuk produk dan kemasan
produk yang masa pakainya telah usai. Sehingga sebagian tanggung jawab pemerintah dalam
pengelolaan sampah juga menjadi tanggungjawab pelaku usaha. Dengan menerapkan pola ini
diharapkan volume sampah yang dibuang ke TPA berkurang. Penerapan prinsip 3R sedekat
mungkin dengan sumber sampah juga diharapkan dapat menyelesaikan masalah sampah secara
terintegrasi dan menyeluruh sehinga tujuan akhir kebijakan Pengelolaan Sampah Indonesia dapat
dilaksanakan dengan baik.

Statistik perkembangan pembangunan Bank Sampah di Indonesia pada bulan Februari 2012
adalah 471 buah jumlah Bank Sampah yang sudah berjalan dengan jumlah penabung sebanyak
47.125 orang dan jumlah sampah yang terkelola adalah 755.600 kg/bulan dengan nilai perputaran
uang sebesar Rp. 1.648.320.000 perbulan. Angka statistik ini meningkat menjadi 886 buah Bank
Sampah berjalan sesuai data bulan Mei 2012, dengan jumlah penabung sebanyak 84.623 orang
dan jumlah sampah yang terkelola sebesar 2.001.788 kg/bulan serta menghasilkan uang sebesar
Rp. 3.182.281.000 perbulan.

50

KESIMPULAN

1. Rekayasa Lingkungan adalah ilmu teknik sipil yang mempelajari tentang rekayasa dan
perencanaan konstruksi teknik sipil yang dapat mencegah terjadinya pencemaran
lingkungan dan kerusakan alam. Contohnya, membangun instalasi pengolah limbah,
membangun cerobong asap suatu pabrik pada ketinggian tertentu.

2. Siklus hidrologi merupakan siklus atau sirkulasi air yang berasal dari bumi dengan bantuan
matahari kemudian menuju ke atmosfer dan kembali lagi ke bumi yang berlangsung secara
terus menerus.

3. Sistem tata kelola air merupakan suatu proses yang mendorong keterpaduan antara
pembangunan, distribusi, dan pengelolaan air, tanah, dan sumberdaya lainnya, dengan
tujuan untuk memaksimalkan kesejahteraan sosial ekonomi dan memperhatikan
keberlanjutan ekosistem.

4. Air bersih adalah salah satu jenis sumber daya alam yang bisa dimanfaatkan oleh manusia
untuk dikonsumsi atau dalam melakukan aktivitas mereka sehari-hari dan memenuhi
persyaratan untuk pengairan sawah, untuk treatment air minum dan untuk treatmen air
sanitasi.

5. Air limbah merupakan air bekas dan air kotor yang sudah tidak terpakai lagi sebagai hasil
dari adanya berbagai kegiatan manusia sehari-hari. Air limbah tersebut terlebih dahulu
dilakukan pengolahan agar tidak menjadi limbah yang berbahaya bagi alam.

6. Drainase berasal dari bahasa Inggris drainage yang mempunyai arti mengalirkan,
menguras, membuang, atau mengalihkan air. Secara umum, sistem drainase dapat
didefinisikan sebagai serangkaian bangunan air yang berfungsi untuk mengurangi dan/atau
membuang kelebihan air dari suatu kawasan atau lahan, sehingga lahan dapat difungsikan
secara optimal.

7. Plumbing adalah sistem penyediaan air bersih dan sistem pembuangan air kotor yang saling
berkaitan serta merupakan komponen yang memenuhi syarat yang berupa peraturan dan
perundangan, pedoman pelaksanaan, standar peralatan dan standar instalasinya.

8. Bank sampah adalah suatu system pengolahan sampah yang dirancang seperti mekanisme
kerja seperti perbankan dimana masyarakat dapat menabung sampah yang dibuktikan
adanya nomor rekening dan buku rekening tabungan sampah. Bank sampah memiliki arti
hampir sama dengan bank-bank pada umumnya

51

DAFTAR PUSTAKA

Dari Jurnal :

I Nyoman Nurjaya. “Dinamika Hukum Lingkungan Hidup dan Sumber Daya Alam Dalam Rangka
Pengelolaan Sumber Daya Alama”. Jurnal Hukum Vol. 4 No. 2, (Juni 2015) : 25

Reba Anindyajati Pratama dan Iif Miftahul Ihsan. “Peluang Penguatan Bank Sampah Untuk
Mengurangi Timbulan Sampah Perkotaan, Studi Kasus: Bank Sampah

Dari Buku :

Dr. Ir. Anita firmanti. Modul Pengolahan Bank Sampah. Kementerian Pekerjaan Umum Badan
Penelitian dan Pengembangan. Bandung: 2010

Hasmar. 2002. Drainase Perkotaan. Edisi Pertama. Yogyakarta: Penerbit UI

Suratmo, Gunawan F. 1992. Analisis Mengenai Dampak Lingkungan. Yogyakarta : Gajah
Mada University Press.

Chay Asdak. 2007. Hidrologi dan Pengelolaan Daerah Aliran Sungai. Yogyakarta: Gadjah Mada
University Press.

Suyono Sosrodarsono. 1977. Hidrologi Untuk Pengairan. Jakarta: Pradnya Paramita.

Statistik Lingkungan Hidup Indonesia. Pengelolaan Sampah di Indonesia. Environment
Statistics of Indonesia: 2018.

Dari Internet :

https://precast.co.id/konstruksi/jenis-dan-definisi-drainase/#Berdasarkan_Sejarah_
Pembentukannya Waktu Akses (10-04-2021)

https://perpusteknik.com/pengertian-rekayasa-lingkungan-dalam-teknik-sipil/ Waktu
Akses (22-03-2021)

https://darmadi18.wordpress.com/author/darmadi18/page/9/ Waktu Akses (14-03-
2021)

https://environment-indonesia.com/articles/aspek-dan-prinsip-pengelolaan-sumberdaya-
air/ Waktu Akses (22-03-2021)

52

https://www.elmusipil.com/2018/12/04/materi-kuliah-rekayasa-lingkungan/ Waktu
Akses (28-04-2021)

53


Click to View FlipBook Version