The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

Menceritakan hubungan yang yang banyak masalah

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by Wenshia Valencia, 2024-03-14 00:26:50

Kau Rumahku

Menceritakan hubungan yang yang banyak masalah

Kau Rumahku. Jakarta, 1 Januari 2020 hari dimana Ammara (Mara) dan Kalandra (Andra) baru saja menjalin hubungan berpacaran . Tepat di jam 1 malam mereka berpacaran, ini adalah hari yang sangat indah bagi Mara dan Andra, dimana orang-orang sedang merayakan tahun baru dan mereka berdua baru saja menjalin hubungan. Mereka menjalin hubungan dengan perbedaan yang sangat tinggi yaitu beda agama, bagi mereka pacaran perbedaan agama ini tidak menjadi halangan untuk mereka berpacaran, padahal menurut orang-orang hubungan beda agama itu sangat berat karena, banyak orang yang menjalin hubungan beda agama berakhir putus sia-sia, tetapi mereka berdua tidak memikirkan hal tersebut. Bagaimana hubungan mereka kedepannya mereka hanya bisa menjalankan dan pasrah dengan keputusan Tuhan yang akan di berikan. Jika hubungan mereka akan berakhir sia-sia mereka hanya menerima nya dengan baik. Bahagia atau tidaknya hubungan mereka, mereka hanya bisa menjalankan dan mengikuti alurnya saja. Sudah 1 minggu hubungan mereka dan hubungan mereka masih berjalan dengan baik. Di hari minggu Andra mengajak Mara untuk ikut sunmori atau bisa disebut sunday morning. “Besok pagi ikut aku sunmori yuk, sama temanteman aku” ajak Andra pada Mara. “Minggu pagi?” tanya Mara. “Iya ikut ya, masa aku bonceng angin” ajak Andra. “iya deh aku ikut, tapi kamu harus bangunin aku ya, kamu harus telpon aku” kata Mara. “Tenang baru aku telpon belum aku gedor rumah kamu” kata Andra. “yehh ga di gedor juga kali” kata Mara sambil tertawa. Keesokan harinya di hari minggu Mara terbangun tanpa telpon dari Andra melaikan dari Alarm nya yang dia pasang tadi malam, Mara kira dia akan di bangunkan oleh kekasihnya itu, tetapi tidak malah Mara yang membangunkannya Andra. “ini orang bilangnya mau ngebangunin malah dia yang belum bangun” kata Mara sambil menelepon Andra. “Halo aku baru bangun” kata Andra dengan suara khas bangun tidur. “Kamu bilangnya mau bangunin aku, tapi malah aku yang bangunin kamu gimana sih” kesal Mara. “maaf ya aku lupa, ngantuk banget aku. Udah ya aku mau mandi dulu bentar lagi aku jemput kamu” kata Andra. “


Setelah 30 menit akhirnya yang di tunggu Mara datang juga. “Lama banget kaya cewe” kata Mara. “hehehe biasa luluran dulu” canda Andra. “Ga jelas, yaudah ayu jalan” kata Mara. Selama perjalanan Mara dan Andra tidak banyak berbicara, mungkin karena jalanan di minggu pagi ini ramai jadi mereka berdua malas berbicara. Setelah 15 menit perjalanan akhirnya Andra dan Mara sampai di basecamp tempat biasa Andra nongkrong. Mara bingung kenapa tujuannya kesini padahal Andra bilang mau sunmori. “Kenapa kita ke sini, katanya mau sunmori?.” tanya mara pada Andra. “Kita ngumpul dulu disini, nanti jam 7.30 baru kita jalan, sambil tunggu yang lainnya, ayo masuk” jawab Andra. Saat masuk ke tempat Andra nongkrong teman-teman Andra melihat Mara dengan tatapan bingung. “Wadau siapa ini, banyak banget Ndra cewe lu” Kata salah satu teman Andra yang bernama Ryan. “Mata lu banyak, baru pertama kali gua bawa cewe ke tongkrongan” kata Andra. “Baru pacaran dia kemarin pas waktu tahun baru” kata Angga. Teman-teman Andra yang lain hanya tertawa. “Udah jam setengah 8 ini, ayo lah jalan takutnya di tinggal sama anak-anak yang lain” kata Angga. “Gass” jawab Andra dan teman-temannya dengan berbarenga. Mara hanya mengikuti Andra dari belakang karena dia bingung dan baru mengenal teman-temannya Andra Selama perjalanan mereka berdua tidak banyak berbicara karena percuma mau berbicara pun tidak akan terdengar, karena suasana jalanan sangat ramai di penuhi oleh anak motor yang mengikuti sunmori pagi ini. Tetapi Andra sempat berbicara pada Mara. “Nanti Kalau cape bilang ya, ini kayanya bakal lama” Kata andra dengan suara sedikit berteriak. Mara tidak menjawab tetapi Mara mengerti apa yang dibicarakan Andra. Jam sudah menunjakan pukul 11.30 dimana waktu sudah menunjukkan siang hari, tetapi sunmori ini belum juga selesai. Mara yang sudah pegal seharian duduk diatas motor rasanya ingin cepat-cepat pulang. “Andra ini masih lama ya? Aku cape” tanya Mara pada Andra. “Ini udah mau selesai ko, aku lagi cari tempat makan dulu, kamu belum makan kan?” jawab Andra. Mara tidak menjawab hanya mangangguk kan kepala.


Setelah perjalanan yang lumayan lama karena sunmori akhirnya sampai juga disalah satu tempat makan masakan Padang. “Sampe juga akhirnya, pegel banget pinggang aku” kata Mara. “Hehehe maaf ya sudah bikin kamu cape” kata Andra sambil berjalan masuk ke dalam tempat makan. “Cape si tapi seru” kata Mara sambil mengikuti Andra berjalan Masuk. Mara dan Andra sudah selesai makan, tetapi mereka tidak langsung pulang ke rumah melainkan pergi ke salah satu coffe shop. Sebenarnya Mara ingin mengajak Andra pulang karena, Mara sudah sangat cape. Tetapi Mara tidak enak mengajaknya jadi Mara mengurungkan niatnya dan ikut Andra ke coffe shop. 30 menit sudah Mara menemani Andra nongkrong bersama teman-teman nya dan jam sudah menunjukkan pukul14.30 akhirnya Andra mengajak Mara pulang. Karena Andra melihat Mara sudah sangat kelelahan seharian ini mengikuti Andra dari sunmori hingga nongkrong. Saat Andra ingin pamit pulang teman-teman nya menahan Andra untuk pulang. “Gua balik duluan ya” pamit Andra pada teman-temannya. “Buseh balik buru-buru amat lu, nanti saja sini dulu saja lah” larangan Ryan pada Andra. “Kasian cewe gua noh sudah cape banget, udh mau sore juga lagian. Ga enak gua sama orang tua nya” kata Andra sambil menunjuk Mara. Mara hanya bisa tersenyum paham. “Yaudah lah, hati-hati Ndra” Kata Ryan dan teman-teman yang lainnya. Tak butuh waktu lama akhirnya mereka sampai juga di rumah Mara. “Sampe juga akhirnya” ucap Andra. “Ini aku cuma duduk di motor aja pekel, kamu ga pegel apa?” tanya Mara pada Andra. “Biasa saja si aku mah, kan aku kuat” ucap Andra sambil tertawa. “Heleh kuat-kuat apaan bentar lagi juga sakit pinggang itu" Ledek Mara. “Atuh jangan dong. Sudah sana masuk ditungguin mama itu" ucap Andra lagi. “Iya ini aku mau masuk, kamu hati-hati pulangnya. Kalau sudah sampai rumah kabarin aku” pamit Mara pada Andra. “Aku pulang ya, kamu langsung mandi terus istirahat ya, makasih sudah mau nemenin aku sunmori seharian ini.” ucap Andra. “Iya, bye-bye" ucap Mara


Setelah berpamitan dengan Andra. Mara langsung masuk kedalam rumah dan langsung bergegas mandi, karena badan Mara saat ini sangat lengket. Selesai mandi dan bersih-bersih Mara langsung mengecek handphone nya karena ada chat WhatsApp dari kekasihnya itu. Kalandra Andra: Hallo aku sudah sampe rumah Mara: Hallow. Aku baru selesai mandi. Mara: Kamu sudah mandi belum? Andra: Belum, aku males mandi udh ngantuk banget tapi aku sudah bersih-bersih. Mara: Ihh mandi dulu baru abis itu tidur Biar nanti ga usah bangun buat mandi lagi. Andra: Iya deh aku mandi. Tapi nanti telpon ya. Mara: Iyaaa, cepet sana mandi. Setelah selesai mandi Andra langsung menelphone sang kekasih nya Mara. “Hallo“ sapa Andra kepada Mara. “Hallow, kamu sudah selesai mandi?” tanya Mara pada Andra. “Udah dong, udah wangi banget ini" ucap Andra. “Wangi dari mana, aku ga cium wangi apa-apa” ucap Mara. “yaa ga akan kecium dong, kita sedang telpon tidak bertemu sayang” ucap Andra. “hahahaha, iyaiya aku bercanda loh” ucap Mara sambil tertawa. “Ini kamu ga mau tidur apa?” tanya Mara kepada Andra. “Iya aku mau tidur, tapi telpon nya jangan di matiin ya” Jawab Andra. “Iya ga aku matiin, aku juga mau tidur udah ngantuk banget ini. Tidur ya kamu ga boleh ngomong lagi.” ucap Mara.


Saat sedang tidur Mara terbangun karena suara ketukan mama nya yang memanggilnya. “Mara, makan dulu udh jam berapa ini” ucap mamanya. Mara terbangun dari tidurnya dan langsung membuka kan pintu kamarnya. “Aku ga mau makan mah, tadi sudah makan sama Andra masih kenyang” ucap Mara dengan lemas karena baru bangun tidur. “Yaudah kalau laper makan, mama sudah masak tinggal kamu panasin saja” ucap mamanya. Mara mengangguk Paham. Saat Mara ingin melanjutkan tidurnya, Mara mengecek handphonnya terlebih dahulu apakah telpon dia dan Andra masih tersambung, tetapi ternyata tidak. Mara bingung apakah telpon nya di matikan oleh Andra atau memang mati sendiri karna jaringan. Tetapi Mara tidak ingin ambil pusing akhirnya Mara melanjutkan tidurnya lagi. Mara tertidur sangat lelap sampai tidak sadar jam sudah menunjukkan pukul 05.30 yang artinya Mara harus bersiap-siap untuk bersekolah. “Astagfirullah, gua tidur lama banget” ucap Mara pada dirinya sendiri. Sebelum Mara mandi, Mara mengecek handphone nya dulu apakah ada pesan dari Andra. Ternyata Andra mengirim pesan WhatsApp ke Mara sangat banyak, tetapi Mara tidak sempat untuk membalasnya, mungkin karena hari minggu Mara kelelahan. Mara tidak langsung membalas pesan Andra itu karena Mara takut terlambat untuk ke sekolah. Mara sudah siap untuk berangkat ke sekolah, tetapi sebelum itu Mara menyempatkan untuk membalas pesan Andra yang belum Mara balas. Kalandra Andra: Hallo aku sudah bangun Andra: Kamu sudah bangun belum? Andra: Kamu masih tidur ya? Andra: Kamu yang matiin telpon nya ya? Andra: Selamat pagiii Mara: Halloww Mara: Semalam aku ga bangun Mara: Aku baru bangun tadi pagi. Mara: Aku ga matiin telpon nya loh.


Mara: Aku mau berangkat sekolah, see u. Sesampainya di sekolah Mara bertemu dengan Andra yang sudah menunggu didepan kelas Mara. “Tumben banget pagi-pagi udah ke kelas aku, ada apa?” tanya Mara pada Andra. “Ya aku mau ketemu sama pacar aku memang ga boleh?” tanya balik Andra pada Mara. “Ya bukan ga boleh, kamu tumben aja pagi-pagi sudah kekelas aku” Jawab Mara. “Aku mau tanya tadi malam kamu yang matiin telponnya ya?” Tanya Andra pada Mara. “Kamu kali yang matiin aku ga bangun sama sekali. Aku sempet bangun tapi karena dipanggil mama bukan karena mau matiin telpon nya” ucap Mara sedikit kesal. “terus siapa dong yang matiin?” tanya Andra lagi. “Ya aku ga tahu. Sudah deh dari pada ngomongin telpon mulu mending kamu balik ke kelas kamu sudah mau bel ini” ucap Mara. “Kamu ngusir aku?” Tanya Andra. “Astagfirullah bukan ngusir tapi ini sudah mau bel” ucap Mara dengan menahan kesal. “iya iya aku balik kekelas, bye” pamit Andra pada Mara. Mara tidak menjawabnya lagi, Mara hanya mengangguk mengiyakan. Mara dan Andra beda kelas karena, Andra adalah kakak kelas Mara. Sekarang Andra sedang duduk di bangku kelas 12 SMA. Sedang kan Mara duduk di bangku kelas 11. Mereka hanya beda 1 tahun, walaupun beda angkatan jurusan mereka tetap sama yaitu IPS. Jam sudah menunjukkan pukul 3 sore dan bel pulang sekolah juga sudah berbunyi yang artinya semua murid sudah di perbolehkan pulang. Mara sudah berjanji kepada Andra untuk pulang sekolah bersama, dan yang pasti Andra sudah menunggu di depan gerbang sekolah. “Baru keluar kelas?” tanya Andra pada Mara. “Iya tadi aku piket dulu sebentar, nyapu doang si” ucap Mara. “Ohh yaudah ayo naik, ini kamu mau makan dulu apa mau pulang?” tanya Andra pada Mara. “Pulang saja deh kayanya, tugas aku banyak banget” jawab Mara. “Okee siap tuan putri kita berangkat ke istana ya, pegangan yang kenceng mau ngebut kaya Rossi ini" ucap Andra sebelum menjalankan motornya. Mara hanya tersenyum gemas melihat tingkah konyol pacarnya itu. Selama perjalanan Andra dan Mara bertukar cerita seperti hari ini ada yang buat kesal atau tidak, ada yang membuat senang atau tidak. Seperti itu lah kira-kira saat mereka bercerita. Terlalu asik bercerita mereka sampai tidak sadar kalau sudah sampai di depan rumah Mara.


Mara turun dari motor dan menawarkan Andra apakah mau masuk terlebih dahulu atau mau langsung pulang. “Kamu mau masuk ga?” tanya Mara pada Andra. “Ada siapa memang di rumah?” tanya balik Andra pada Mara. “Kayanya ada mama doang sih” ucap Mara. “Nanti saja aku mampirnya, sekarang aku mau langsung pulang saja” ucap Andra. “Yaudah hati-hati pulangnya, kabarin kalau sudah sampe” ucap Mara. “Iyaa byee aku duluan ya” Pamit Andra pada Mara. Mara hanya tersenyum dan mengangguk. Sebenarnya rumah Andra dan Mara bisa di bilang berdekatan hanya beda blok dan nomor saja. Dan juga sekolah mereka pun tak jauh dari rumah jalan kaki pun mungkin bisa. Tetapi ya namanya remaja malas jalan kaki jadi mereka lebih memilih di antar atau membawa kendaraan sendiri. Setelah sampai di rumah, Andra langsung mengganti baju dan tidak lupa mengabari Mara bahwa dia sudah sampai di rumah. Ammaraaa. Andra: Mara aku sudah sampe di rumahh Mara: Makan dulu, nanti abis makan tidur Andra: Iya aku mau makan, kamu juga makan ya Mara: Ini aku lagi makan sambil ngerjain tugas Andra: Okee aku makan dulu ya, semangat nugasnya Mara: Siapp, semangat makan nya hahahaha. Mara mengerjakan tugas sampai langit terbenam. Hari ini Mara sudah sangat cape sekali badan nya seperti di pukul berkali – kali, tetapi mau tidak mau dia harus segera menyelesaikan tugas nya yang sebentar lagi deadine pengumpulan. Setelah berjam – jam Mara mengerjakan tugas nya, akhirnya tugas Mara sudah selesai semua. Mara langsung bergegas untuk bersih – bersih untuk segera tidur karena badan Mara sudah sangat lelah seharian ini full tanpa ada istirahat dan tidak lupa sebelum tidur Mara mangabari Andra, Karena kalau tidak di kabarin Andra akan ngambek kepada Mara.


Kalandra. Mara: Hallo aku baru selesai ngerjain tugas nya. Andra: Sebanyak itu kah tugas nya sampe semalem ini? Mara: Lumayan banyak sih, tapi ga banyak banget. Andra: Yaudah tidur pasti cape kan? Besok juga sekolah. Mara: Iya cape banget, aku tidur duluan ya. Mara: Kamu tidurnya jangan kemalem an. Andra: Iyaa, jangan lupa do’a ya. Andra: Selamat Beristirahat. Bekitulah kira – kira percakapan mereka sebelum tidur. Hubungan mereka jarang sekali terkena masalah, pernah hubungan mereka terkena masalah tetapi masalah tersebut bukan masalah yang berat jadi mereka masih bisa selesaikan dengan cara baik – baik, walaupun ada debatnya sedikit tetapi tidak terlalu besar dan mereka masih bisa mengatasinya. Sudah berjalan 2 bulan hubungan mereka berjalan dan banyak sekali moment – moment yang telah mereka lewati bersama. Tetapi di bulan menuju ke 3 mereka berpacaran, hubungan mereka sudah mulai banyak masalah dari yang Andra tiba – tiba cuek tanpa sebab. Mara yang suka moodyan ga jelas. Mungkin hubungan mereka banyak masalah seperti ini karena mereka jarang ketemu. Dan sudah 1 minggu mereka tidak bertemu dan sudah 1 minggu ini juga mereka jarang chatan, jarang kabar – kabaran. Mungkin mereka seperti ini karena mereka saling sibuk dengan dunia mereka masing – masing. Andra juga juga sudah sangat berubayang tadinya sering ngabarin, sering telpon, selalu perhatian pada Mara. Tetapi akhir – akhir ini sudah tidak. Mara selalu memaklumi sifat andra yang berubah secara tiba – tiba.


Mara tidak ingin menanyakan hal – hal yang membuat Andra berubah, karena Mara tahu kalau dia menanyakan hal tersebut mereka akan berantem. Mara hanya bisa menyimpan pertanya an – pertanya an yang banyak sekali, yang ingin di tanyakan ke Andra. Tetapi Mara tidak ingin mencari keributan jadi dia mengurungkan diri untuk bertanya. Kebesokan harinya masih sama seperti hari kemarin, Andra yang masih cuek tanpa sebab, jarang memberi kabar kepada Mara. Bahkan chat dari Mara pun tidak di balas oleh Andra. Mara sangat kangen sekali sama sifat Andra yang manja, bawel kalau Mara susah di bilangin, dan yang selalu memberi perhatian kepada Mara. Pada akhirnya Mara memberani kan diri menanya kepada Andra kenapa akhir – akhir ini Andra banyak berubah, walaupun Mara hanya mempunyai keberanian untuk menanyakan nya di chat saja, untuk menanyakan langsung Mara tidak mempunyai keberanian sebesar itu. Kalandra. Mara: Andra Andra: Ya kenapa? Mara: Aku mau tanya Andra: Tanya apa? Mara: Kamu lagi ada masalah? Andra: Ga ada, emangnya kenapa? Mara: Kamu akhir – akhir ini beda Andra: Beda gimana? Biasa saja perasaan Andra: Perasaan kamu saja kali Mara: Iya kayanya perasaan aku saja.


Mara sudah tidak ingin bertanya – tanya kepada Andra lagi, karena percuma Andra tidak akan ingin berbicara hal yang sebenarnya. Jika Mara menanya kan lagi balasan nya akan tetap sama oleh jawaban yang seperti kemarin, hal itu membuat Mara malas untuk menanyakan hal yang sama, jadi Mara hanya mengikuti alurnya sampai kapan Andra seperti ini. 1 Minggu telah berlalu dan 2 hari lagi Mara akan melaksanakan Ulangan Tengah Semester yang akan di lakukan pada hari Senin tanggal 1 Maret. Mara sudah mempelajari kisi – kisi yang telah guru berikan dari jauh – jauh hari, karena Mara tahu kalau tidak di pelajari dari jauh – jauh hari Mara tidak akan sempat belajar. Andra pun sama dia akan melaksanakan ulangan tengah semester tetapi tidak sekarang, dia akan melaksanakan ulangan tersebut seminggu setelah Mara melaksanakan ulangan nya. Dan hubungan Andra dan Mara masih tetap sama Andra masih bersifat cuek kepada Mara. Mara sebenarnya sangat bingung mengapa Andra tiba – tiba cuek seperti ini tanpa sebab. Sebenarnya Mara sangat takut Mara pernah melakukan kesalahan yang membuat Andra cuek seperti ini. Mara sangat bingung sekali dan sekaligus cape dengan sifat Andra yang sekarang seperti ini. Mara hanya bisa berdoa semoga hubungan Mara dan Andra akan baik – baik saja dan Mara hanya bisa mengikuti alurnya kemana hubungan ini akan berjalan. Hari senin pun telah tiba dan ulangan akan di mulai sebentar lagi, tetapi sebelum ulangan di mulai Mara pergi ke toilet terlebih dahulu, agar saat ulangan berjalan dia tidak bulang – balik pergi ke toilet. Pada saat ingin pergi ke toilet Mara bertemu dengan Andra, dan sama seperti hari – hari kemarin, Andra masih cuek dan tidak menegur Mara sama sekali. Jujur pada saat di posisi itu Mara sangat ingin sekali menegur Andra tetapi percuma Andra tidak akan menegur Mara balik, jadi Mara mengurungkan niatnya itu dan lebih memilih diam. Mara dan Andra seperti orang yang tidak mengenal satu sama lain padahal mereka berdua masih memiliki hubungan pacaran tetapi di situ mereka seperti orang yang sudah tidak memiliki hubungan apapun lagi.


Saat Mara sedang mengerjakan ulangan, Mara sangat tidak fokus sekali, karena banyak sekali pertanyaan – pertanyaan di kepala Mara yang ingin Mara keluarkan, dan Mara masih saja memikirkan mengapa Andra berubah. Sebenarnya Mara tidak ingin membawa masalah percintaan Mara ke dalam pelajaran tetapi tidak bisa. Mara selalu saja memikirkan hal – hal yang membuat ia tidak fokus mengerjakan ulangannya. Ulangan hari pertama ini akhirnya sudah selesai dan Mara mengerjakan nya sudah sangat baik, walaupun di awal – awal saat mengerjakan ulangan nya Mara sempat tidak fokus, tetapi Mara bisa melewati hal itu dengan baik dan mengerjakan ulangannya dengan lacar. Setelah pulang sekolah Mara langsung bersih – bersih dan siap – siap untuk belajar. Tetapi sebelum belajar Mara mengecek handphonenya terlebih dahulu takut nya ada pesan dari Andra, ternyata tidak ada pesan dari Andra. Bahkan pesan Mara tadi pagi pun tidak di balas oleh Andra. Tetapi Mara berpikir positif mungkin Andra belum membuka hanphonenya Mara selalu berpikir positif. Ulangan hari ke 2 sudah sudah tiba dan seperti biasa Mara selalu bertemu dengan Andra di sekolah, tetapi walaupun bertemu mereka berdua tidak saling menyapa, entah ada masalah apa. Mereka sudah seperti orang asyik yang tidak mempunyai hubungan apa – apa. Jujur saja sebenarnya di posisi seperti ini Mara sangat cape untuk menjalankan hubungan ini, tetapi Mara tidak bisa melepas Andra karena Mara sangat tulus menyayangi Andra. Tetapi Mara tidak tahu Andra tulus atau tidak menyayangi Mara. Mara tidak memikirkan itu, yang Mara pikir kan adalah bagaimana caranya sifat Andra balik lagi seperti awal mereka berpacaran. Hari – hari lalu sudah Mara lewati dengan baik, walaupun hubungan mereka tetap tidak ada perbaikan. Walaupun hubungan mereka tetap tidak ada perubahan seperti ini, rasa sayang Mara tidak akan berubah, Mara tetap menyayangi Andra dengan tulus, walaupun mungkin Andra tidak lagi menyayangi Mara. Hari ini adalah hari kamis dimana Mara melaksanakan Ulangan hari ke 4. Di pagi hari Mara terbangun dengan suasana yang berbeda aga sedikit bersemangat karena sebentar lagi ulangan selesai walaupun Mapel hari ini bisa di bilang lumayan sulit tetapi Mara tetap bersemangat.


Sebelum mandi seperti biasa Mara mengecek handphone nya terlebih dahulu, karena siapa ada pesan dari Andra. Ternyata benar ada pesan dari Andra. Tetapi pesan ini sedikit berbeda, pesan ini membuat Mara menangis dan tidak semangat untuk menjalankan aktifitasnya hari ini. Pesan nya adalah Andra memilih untuk tidak melanjutkan hubungannya dengan Mara. Kalandra. Andra: Mara, Maaf banget kayanya kita harus udahan dulu deh Andra: Makasih ya buat semuanya Maaf juga sudah ga bisa nemenin lagi Andra: Bahagia terus ya, semoga bisa dapet yang lebih baik Jujur saja saat Mara membaca pesan itu badan Mara melemas seketika, Mara kaget, tidak terima dengan semua ini. Mara menangis tidak terima tapi Mara tidak bisa menahan Andra jadi Mara hanya bisa mengiyakan omongan Andra. Padahal Mara tidak rela Andra pergi tapi Mara takut kalau Andra terus – terusan sama Mara membuat Andra tidak bahagia jadi mau tidak mau Mara harus menerima keputusan Andra ini. Pada tanggal 4 Maret ini semua moment – moment indah bersama Andra hanya bisa Mara kenang tanpa bisa Mara ulang. Mara belum bisa menerima semuanya, Mara masih menyayangi Andra, Mara masih menganggap Andra rumah Mara, Mara masih ingin bersama Andra. Tetapi Mara tidak bisa memaksa Andra untuk terus bersama Mara. Saat ulangan hari ini sangat kacau, Mara selalu menahan nangis selama ulangan ini berjalan, pada akhirnya Mara tetap menangis, Mara berusaha tegar di depan teman – temannya tetapi tidak bisa, dan teman – temannya juga selalu ada di sisi Mara untuk selalu menguat kan Mara. Ulangan sudah selesai dan semua murid sudah diperbolehkan pulang. Tetapi Mara tidak langsung pulang melainkan dia memilih untuk berada di sekolah, karena kalau Mara pulang mungkin dia akan menangis tanpa henti, jadi dia lebih memilih main terlebih dahulu bersama teman – temannya.


Setelah pulang sekolah Mara dan teman – teman nya menongkrong di salah satu coffe shop di dekat sekolahnya itu. Mara menghabiskan waktu cukup lama untuk menongkrong. Sampai akhirnya saat sedang menongkrong Mara bertemu dengan Andra yang baru saja datang di caffe itu. Setelah melihat Andra Mara tidak kuat, Mara sangat ingin menangis dan ingin memohon kepada Andra untuk balik lagi bersamanya. Mara yang sudah tidak kuat berada di tempat yang sama bersama Mantan nya Mara memilih untuk pulang. “ Kaya nya gua harus pulang deh, sudah sore banget soalnya ” ucap Mara pada teman – temannya. “ lah cepet banget sih Mar, 30 menit lagi deh nanti pulang bareng ” ucap Anya salah satu teman Mara. “ Sudah biarin saja Mara pulang, kita juga pulang yuk sudah mau gelap juga ini awan nya “ Ajak Ninda. Sebenarnya Ninda tidak ingin bener – bener pulang tetapi ninda paham mengapa Mara ingin segera pulang, Karena di situ ada Andra. Mara dan teman – teman nya lebih memilih melanjutkan nongkrongnya di rumah Mara, kebetulan rumah Mara juga lagi sepi karena cuma Ada Mama nya dan Papanya belum pulang. Kebetulan juga besok libur jadi tidak masalah kalau teman – teman Mara pulang malam, Tetapi sebelum itu teman - teman nya sudah ijin kepada orang tua masing – masing Mara sangat senang sekali memiliki teman yang sangat care kepada Mara, dia sangat beruntuk mempunyai teman yang benar – benar tulus ingin berteman dengan Mara. Biasanya ketika SMP Mara mempunyai teman, teman nya tidak tulus berteman dengan Mara, teman Mara saat SMP hanya memanfaat kan kepintaran Mara. Tetapi beda hal ketika SMA, di SMA Mara banyak sekali bertemu dengan orang – orang baru dan SMA juga Mara bertemu dengan Andra. Walaupun pertemuan Mereka tidak berjalan baik – baik, tetapi pertemuan itu sangat bermakna untuk. Seburuk – buruk nya Andra, Mara masih tulus menyayangi nya, Mara tidak bisa membohongi dirinya dia masih sangat menyayangi Andra. 1 Minggu telah berlalu dan tepat 1 minggu juga hubungan Mara dan Andra telah berakhir. Mara sudah mulai menerima semuanya walaupun Mara masih sering menangis jika mengingat kenangan Manis bersama mantannya itu. Walaupun hubungan mereka hanya 2 bulan tetapi sudah banyak sekali moment – moment indah yang telah Mara lewati bersamanya.


Hari minggu ini Mara pergi bersama teman – teman nya nonton bioskop karena hari ini pas sekali film yang sudah Mara tunggu – tunggu tayang. Sebenarnya akhir – akhir ini Mara lebih sering menghabisakan waktunya di luar rumah dan lebih memilih bermain bersama teman – teman nya. Kebetulan juga Mara sedang libur sekolah setelah Ulangan Tengah Semester. Mara lebih memilih menghabiskan waktu liburnya bersama teman – teman nya karena jika Mara di rumah Mara bisa menghabiskan waktu berjam – jam untuk menangis karena mengingat Andra. Jujur saja akhir – akhir ini Mara sangat sekali merindukan Andra, merindukan perhatian Andra, merindukan sifat manja Andra. Semua itu sudah tidak bisa lagi Mara dapatkan nya lagi. Mara dan teman – teman sudah selesai menonton bioskop dan sebelum pulang mereka milih untuk pergi makan terlebih dahulu, padahal sebelum memasuki bioskop mereka sudah makan. Tetapi setelah keluar perut mereka sudah lapar sekali. Mara dan teman – teman nya memilih tempat makan di salah satu restaurans Jepang. Restaurans sudah lumayan terkenal enak dan restaurans ini juga sangat ramai pengunjung yang datang. Menu di sini sangat ber variasi. Ada sushi , ramen dan Masih banyak lagi. Tetapi Mara lebih memilih Ramen karena Ramen adalah salah satu makanan kesukanan Andra. Tempat ini juga tempat yang sering mereka kunjungi saat mereka sedang bermain bersama. Saat Mara sedang makan, wajah Andra selalu terbayang – bayang di kepala Mara. Tempat ini menjadi tempat favorite mereka berdua tetapi hubungan mereka sudah tidak menjadi hubungan favorite lagi. Setelah makan Mara dan teman – teman nya langsung menuju pulang ke rumah masing – masing. Sebenarnya Mara masing ingin bermain bersama teman – teman nya tetapi jam sudah menunjukkan pukul 20.30 dan Mara harus pulang karena sudah malam. Saat Mara sudah mau sampai dirumah Mara tidak sengaja bertemu dengan Andra yang ingin keluar kompek perumahan nya. Mara ingin sekali berlari dan memeluk Andra karena Mara sangat kangen sekali dengan Mantan kekasihnya itu. Tetapi Mara tidak ingin melakukan hal gila.


Mara sudah sampai di rumah dan Mara langsung bergagas untuk bersih – bersih dan ganti baju. Mara masih memikir kan Andra. Mara penasaran kemana Andra mau pergi. Apakah Andra ingin pergi untuk nongkrong bersama teman – teman nya atau mungkin Andra pergi untuk menemui pacar barunya. Mara sangat takut jika Andra sudah meiliki pacar baru di saat Mara masih berproses untuk melupakan nya. Mara belum siap melihat Andra bahagia bersama orang lain selain dirinya. Mara masih menggap Andra rumahnya walaupun bagaimana pun mereka pernah bahagia bersama. Mara ingin sekali mengirim pesan kangen kepada Andra tetapi Mara takut respon Andra membuat dia sakit hati. Jadi Mara mengurungkan niat nya tersebut dan lebih memilih menyimpan kerinduan nya ini sendiri. Walaupun pada akhirnya Mara akan menangis lagi. Sudah 3 bulan berlalu dan sudah 3 bulan juga hubungan Mara dan Andra kandas. Tetapi hal tersebut tidak akan membuat rasa sayang dan kangen Mara kepada Andra berkurang. Mara masih terus merindukan sosok Andra, walaupun sudah 3 bulan mereka putus hal itu tidak membuat rasa sayang Mara berkurang. Hari ini hari dimana Mara memberanikan dirinya untuk mengirim pesan WhatsApp kepada Andra. Sebenarnya Mara sangat takut dan gengsi tetapi mau tidak mau Mara harus melakukan hal itu karena Mara sudah tidak kuat menyimpan rasa kangen ini sendirian. Kalandra. Mara: Hallo Andra. Mara: Maaf banget ganggu kamu. Mara: Aku ngechat kamu cuma mau sampein rasa kangen aku ke kamu Mara: Kalau kamu ga mau bales pesan ini ga papa Mara: Aku cuma mau menyampaikan hal yang sudah lama ingin aku sampaikan Mara: Maaf sudah ganggu waktunya.


Andra: Hallo Mara Andra: Makasih ya sudah mau ngungkapin rasa kangen kamu ke aku. Andra: Jujur aku juga kangen sama kamu, tapi aku gengsi mau sampeinnya. Andra: Maaf untuk 3 bulan yang lalu, telah mengambil keputusan secara tiba – tiba dan tanpa sebab Andra: Aku mau ngejelasin ke kamu kenapa aku memilih untuk memutuskan hubungan kita secara tiba – tiba. Sebenarnya aku masih ingin sekali melanjutkan hubungan kita, tetapi di saat itu aku lagi banyak sekali masalah dan aku ga mau nyeret kamu kemasalah yang aku punya. Andra: Maaf aku ga pernah cerita apa – apa ke kamu, aku takut kalau aku cerita masalah aku ke kamu malah jadi beban di kamunya nanti. Mara: Andra aku di sini aku selalu siap dengerin cerita kamu aku selalu siap menampung masalah kamu Mara: aku mau jadi pacar kamu bukan hanya karena status, aku mau nemenin kamu di setiap proses kamu Mara: Aku ga merasa terganggu kalau kamu cerita masalah kamu ke aku, malah aku senang kamu mau menggap aku sebagai rumah kamu. Mara: Kalau kamu sekarang masih butuh aku, aku masih di sini Andra. Aku selalu tunggu kamu. Andra: Memang kamu mau kalau aku ajak buat balik lagi dan memperbaiki semuanya? Mara: Aku selalu mau memperbaiki semua kesalahan yang ada di hubungan kita. Andra: Kalau sekarang aku ajak kamu buat balik lagi dan memulai semuanya dari nol kamu mau? Mara: Of course. Andra: Kalau begitu ayo kita balikan dan memulai semuanya dari nol dan memper baiki semua kesalahan yang ada di hubungan kita yang kemarin.


Tepat di tanggal 15 Juni mereka balikan dan memulai semuanya dari awal lagi. Mungkin jika orang lain menjadi Mara mereka tidak ingin balikan bersama mantannya karena kalau balikan bersama mantan sama saja seperti membaca buku yang sama yang sudah di baca berulang – ulang. Dan sekarang mereka telah hidup berbahagia bersama – sama. Mau kemana pun mereka bedua pergi mereka akan kembali ketampat yang sama. Karena tempat itu adalah rumah bagi mereka.


Click to View FlipBook Version