The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by purinugroho77, 2022-03-15 01:55:23

Dongeng Putri Tikus

Dongeng Putri Tikus

Dongeng Putri Tikus

Pada zaman dahulu, di sebuah kerajaan hiduplah seorang Raja dengan ketiga
putranya. Ketiga putranya sudah tumbuh menjadi dewasa dan raja sangat berharap
mereka segera menikah.

Suatu hari, Raja menyuruh ketiga Pangeran untuk pergi mengembara. Dengan
begitu mereka dapat mencari seorang istri. Akhirnya, Pangeran sulung, meminta
restu sang Raja. Namun, di tengah perjalanan. Pangeran Sulung melihat seekor
Tikus. Tikus berlari kesana kemari, Tikus itu terlihat berbeda dari Tikus lainnya.
akhirnya, Tikus berlari menghampiri kaki Kuda yang di naiki Pangeran Sulung,
Pangeran Sulung berusaha supaya Kudanya tidak menginjak si Tikus, namun, Tikus
tidak mau pergi.

” Hei, Tikus. Pergilah! Jangan sampai kau, di injak oleh Kudaku.” teriak Pangeran
Sulung.

“Jangan injak aku Pangeran tampan. Ajaklah aku ke Istana, dan jadikan aku
tunanganmu.” Kata si Tikus.

“Hahaa. Apa yang kau katakan? Aku harus membawamu dan menjadikanmu
sebagai tunanganku? Itu tidak mungkin.!” Jawab Pangeran Sulung, ia langsung
pergi dan mempercepat kudanya.

Tidak lama kemudian, Pangeran Sulung memberikan kabar ke pada Raja, ia sudah
bertemu dengan Putri cantik dari kerajaan tetangga. Setelah mendapat kabar baik,
Pangeran Kedua langsung pergi mengembara. Sama persis seperti Pangeran

Sulung, ia bertemu seekor Tikus. Tikus memohon untuk di jadikan tunangannya.
Pangeran Kedua tidak meghiraukan dan langsung pergi dengan cepat. Pangeran
Kedua pun berhasil bertemu dengan Putri dari kerajaan lain.

Akhirnya, Pangeran Bungsu meminta restu Raja untuk segera pergi mengembara
dan membawa Putri cantik. Namun, di tengah perjalanan ia pun bertemu dengan
seekor Tikus sama seperti kedua kakaknya. Si Tikus pun memohon dengan sangat
sedih. Agar Pangeran Bungsu membawanya ke istana dan menjadikannya sebagai
tunangan. Pangeran Bungsu merasa sangat kasihan melihat si Tikus memohon. Ia
bersedia menerima si Tikus.

Tikus, langsung mengajak Pangeran untuk melihat tempat tinggal yang dihuninya.
Tikus berlari mendahului Pangeran Bungsu untuk menunjukkan jalan. Hatinya
sangat gembira. Pangeran Bungsu menaiki Kuda dan mengikuti dari belakang dan
sampailah di sebuah batu yang sangat besar.

“Pangeran, di sinilah tempat tinggalku. Tunggulah sebentar.” kata Tikus masuk
kedalam liang kecil.

Pangeran Bungsu sangat penasaran. Ia langsung turun dari Kudanya dan
menghampiri liang Tikus terebut. Tiba-tiba terpancarlah sinar kearah Pangeran
Bungsu. Setelah ia menunggu cukup lama. Akhirnya, keluarlah si Tikus dan
menyerahkan cincinnya kepada Pangeran Bungsu. Cincin itu sangat indah,
Pangeran pun sangat terkejut melihat cincin yang indah dan belum pernah di
lihatnya.

Pangeran Bungsu segera kembali ke Istananya. Ia pun menunjukan cincin dari
Tikus. Namun, ia sama sekali tidak mau menceritakan dari mana asal Putri yang
menjadi pilihannya. Semua orang dalam istana terkejut melihat keindahan cincin
yang ia kenakan. Cincin kedua kakaknya tidak seindah cincin yang di miliki
Pangeran Bungsu. Setelah beberapa saat. Raja memanggil ketiga Putranya.

” Anak-anakku, aku ingin ingin sekali memakan roti buatan calon-calon menantuku.
Pergilah dan Tolong sampaikan pesanku ini kepada calon istri kaIlan!” kata Raja.

Pangeran Bungsu sangat kebingungan. Ia berpikir bagaimana cara Tikus
tunangannya membuatkan roti untuk Raja. Akhirnya, ia memutuskan untuk
menceritakan apa permintaan ayah. Pangeran Bungsu langsung pergi menemui si
Tikus dan memanggilnya. Ia menanyakan apakah Tikus sanggup membuatkan roti.

” Pangeran, apakah hanya itu permintaan Raja? Tidak usah khawatir Pangeran,
besok pagi roti yang di inginkan Raja akan aku siapkan.”

Pangeran segera kembali ke istana dan sangat berharap Tikus tunangannya benar-
benar dapat membuatkan roti. Keesokan harinya, Pangeran Bungsu segera kembali
ke rumah Tikus. Ia melihat Tikus sudah menunggunya dan roti pesanan Raja.
Pangeran Bungsu segera membawa roti tersebut ke istana.

Raja pun langsung mencicipi roti buatan calon-calon menantunya. Kedua kakaknya
membawa roti yang rasanya biasa. Namun, Roti yang paling lezat, adalah roti
buatan Tikus calon istri dari Pangeran Bungsu.

“Aku sudah memcicipi roti buatan calon istri kalian. Sekarang, aku ingin tahu,
apakan mereka dapat membuatkan minuman yang enak untukku.” Kata Raja

Ketiga Pangeran langsung pergi menemui calon istrinya masing-masing untuk
memberitahukan permintaan Raja yang kedua. Si tikus pun menyuruh Pangeran
Bungsu untuk kembali keesokan harinya. Keesokan harinya Pangeran Bungsu
kembali, dan ia melihat sebuat pot emas dan di hiasi batu-batu mulia, sudah siap.
Ketika tutup pot di buka, terciumlah bau yang sangat wangi dan segar.

Raja pun langsung mencicipi minuman itu. Namun, Raja tidak pernah minum
minuman sesegar dan seenak buatan si Tikus. Raja sangat bahagia.” Kalian bertiga,
sudah berhasil mendapatkan calon istri yang baik. Namun, Putra Bungsu
tunanganmu lah yang terbaik. Roti dan minuman buatannya sangat enak.” Kata
sang Raja.

Akhirnya, Raja meminta ketiga Putranya untuk membawa calon istrinya ke istana.
Raja ingin sekali melihat wajah calon menantunya.

Pangeran Bungsu pun mulai kebingungan. ” sekarang, apa yang harus aku lakukan?
Bagaimana mungkin aku membawa Tikus ke istana.” Pangeran Bungsu langsung
pergi menemui Tikus dan mengabarkan untuk membawanya ke istana.

“Tikus, sejujurnya aku sangat khawatir, bagaimana caranya aku membawamu ke
istana.” Kata Pangera Bungsu.

” Jangan khawatir Pangeran. Semuanya akan berakhir dengan baik. Namun,
Pangeran harus menu ruti semua yang aku katakana. Siapkan satu kulit telur, enam
ekor kumbang, dan dua ekor lalat.”Jawab si Tikus.

“Ikatkan keenam ekor kumbang pada kulit telur tersebut, kemudian pasangkan ke
dua ekor lalat dalam kulit telur, satu di depan dan di belakangku. Aku akan berada
paling belakang, dan saat aku tiba di istana nanti, tirukan apa yang kedua kakak
Pangeran lakukan kepada calon istrinya. Semuanya akan berakhir dengan baik.”
Sambungnya.

Pangeran Bungsu menuruti apa yang dikatakan si Tikus. Hatinya pun sedikit ragu
dan khawatir apa yang akan terjadi. Tidak lama kemudian, Tikus duduk di dalam
kulit telur dan berangkatlah mereka keistana. Pengeran Bungsu melihat kedua
kakaknya menggendong dan mencium calon istrinya. Pangeran Bungsu pun
melakukan peris seperti kakaknya.

Tanpa di duga, tiba-tiba, seorang Putri cantik berada dalam gendongan Pangeran
Bungsu dan kendaraan yang di naiki Tikus berubah menjadi sebuah kereta indah.
lengkap dengan pengawalnya. Mereka pun masuk ke dalam istana. Semua orang
yang berada dalam istana sangat terpesona melihat kecantikan Putri Tikus. Setelah
mengenalkan calon istri dari ketiga Pangeran. Putri-putri tersebut kembali ke istana
masing-masing.

Pangeran Bungsu mengantarkan Putri Tikus kembali rumahnya. Batu tempat
tinggalnya berubah menjadi istana yang indah dan megah. Ternyata Putri terkena
kutukan penyihir jahat, sehingga istananya berubah menjadi batu dan ia berubah
menjadi Tikus.

Akhirnya, Putri dan Pangeran Bungsu menikah, dan hidup sangat bahagia

Pesan Moral dari Dongeng Putri Tikus adalah jangan melihat orang lain dari
penampilan luarnya saja. Setiap orang memilki kelebihan yang mungkin kita tidak
tahu.


Click to View FlipBook Version