The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by putriwidyanti13, 2022-03-08 23:05:40

HUKUM HENRY DAN TERMODINAMIKA DALAM LARUTAN IDEAL

KELOMPOK 2 KIMIA LARUTAN

Keywords: KIMIA LARUTAN

HUKUM HENRY DAN ASPEK-
ASPEK TERMODINAMIKA
LARUTAN IDEAL

KELOMPOK 2

CHRISTINE PETRICIA LEDY PRATIWI MELVY BR. PERANGIN- MUHAMMAD PUTRI WIDYANTI
MARPAUNG (4192431004) ANGIN FARHANSYAH (4193131047)
(4191131029)
(4193331023) (4193131054)

KELAS : PSPK B 2019
MATA KULIAH : KIMIA LARUTAN
DOSEN PENGAMPU : RICKY ANDI SYAHPUTRA

HUKUM HENRY DAN ASPEK-ASPEK
TERMODINAMIKA LARUTAN IDEAL

01 Hukum Henry 06 Kapasitas Kalor Gas

02 Penyimpangan positif 07 Efisien Termal
03 Penyimpangan Negatif 08 Hukum II Termodinamika
04 Keterbatasan Hukum Henry 09 Aplikasi Hukum

05 Termodinamika II Termodinamika

Hukum Henry

Bunyi hukum henry : “ pada suhu konstan jumlah gas yang diberikan yang larut
dalam suatu jenis dan volume cairan tertentu berbanding lurus dengan tekanan
parsial gas yang dalam kesetimbangan dengan cairan itu.“

" tekanan uap parsial suatu zat terlarut di dalam larutan encer sebanding secara
proporsional dengan fraksi molnya “

Grafik Henry

Rumus Hukum
Henry

Konstanta Henry, dinyatakan sebagai :

H = Cì
ì


Dimana :

Hì : merupakan "konstanta" yang tergantung pada sifat dari gas dari suhu dan cair
Cì : merupakan konsentrasi maksimum (disebut "kejenuhan") dari senyawa i
Pì : merupakan tekanan parsial dari gas

Penyimpangan
positif

• Terjadi pada larutan yang tekanan uapnya > yang
dinyatakan hukum roult

• Gaya tarik antar molekul pelarut dan terlarut dalam
larutan < daripada gaya tarik menarik antar molekul
aslinya

• Tekanan uap totalnya > daripada yang diharapkan
(berdasar hukum roult)

Penyimpangan
Negatif

• Terjadi pada larutan yang tekanan uapnya < yang
dinyatakan hukum roult

• Gaya tarik antar molekul pelarut dan terlarut
dalam larutan > daripada gaya tarik menarik
antar molekul aslinya
• Tekanan uap totalnya < daripada yang
diharapkan (berdasar hukum roult)

Keterbatasan Hukum
Henry

● Hanya berlaku untuk Larutan Encer
● Tidak terjadinya reaksi Kimia antara zat pelarut

dengan zat terlarut, dikarenakan jika terjadi reaksi
kimia maka kelarutannya akan sangat besar
(sehingga terjadi penyimpangan)

TERMODINAMIKA

Pedahuluan

Termodinamika meupakan cabang fisikia
yang mempelajari tentang perubahan
energi dari satu bentuk kebentuk lain,
terutama perubahan dari energi panas
kedlam bentuk energi lain.

Istilah Penting Dalam Termodinamika

01 Sistem 02 Lingkungan
Benda atau keadaan yang Benda atau keadaan yang
menjadi factor perhatian kita berada diluar sistem.

03 Sistem Terbuka 04 Sistem Tertutup

Sistem dimana materi seperti Sistem dimana materi seperti
panas dan usaha dari luar panas dan usaha dari luat tidak
dapat masuk kedalam sistem. masuk kedalam sistem.

Usaha/Kerja Gas

Ketika gas tersebut dipanaskan, piston
akan berpindah sejauh Δs karena gas di

dalam tabung memuai dari volume
awal V1 menjadi volume akhir V2. Gaya
yang bekerja pada piston adalah F = pA.

Jika luas penampang piston (A) dan
tekanan gas dalam tabung (P) berada
dalam keadaan konstan, usaha yang
dilakukan oleh gas dinyatakan dengan

persamaan

W = pA Δs

Proses Termodinamika

Proses Proses
Isotermal Isokhorik

Proses perubahan Perubahan keadaan gas
keadaan gas pada suhu pada volume tetap.

tetap.

Proses Termodinamika

Proses Proses
Isobaric Adibatik

Perubahan keadaan gas proses perubahan
pada tekanan tetap. keadaan gas dimana
tidak ada kalor yang
masuk atau keluar dari

sitem.

Hukum I Termodinamika

Hukum pertama termodinamika
menjelaskan tentang kekelan energi. Jadi
dalam termodinamika nggak ada energi
yang diciptakan atau dihancurkan, energi
cuman berubah bentuk sehingga energi
yang berada di dalam sistem nggak akan
bertambah atau berkurang. Energi dalam

sistem adalah penjumlahan kalor dan
usaha yang terjadi pada sistem.

Q = ΔU + W

Aplikasi Hukum Termodinamika I

1. Proses penyerrapan kalor dari sumber
panas yang sering disebut sebagai
reservoir panas.

2. Usaha yang dilakukan oleh mesin
3. Proses pembuangan kalor pada tempat

yang bersuhu rendah, tempat ini sering
disebut tandon dingin.

KAPASITAS
KALOR GAS

Pengertian

Kapasitas gas kalor adalah kalor yang diberikan kepada gas untuk
menaikan suhunya dapat dilakukan pada tekanan tetap (proses
isobarik) atau volume tetap (proses isokhorik). Kapasitas kalor C
suatu zat menyatakan "banyaknya kalor Q yang diperlukan untuk
menaikkan suhu zat sebesar 1 kelvin". Pernyataan ini dapat dituliskan
secara matematis sebagai :

C = atau Q = C . ∆T

∆T

Dengan :
C = kapasitas kalor (JK-1)
Q = banyaknya kalor (J)
∆T = kenaikan suhu mutlak gas (K)

Kapasitas kalor gas dibedakan
menjadi 2, yaitu

1) Kapasitas kalor gas pada tekanan tetap (Cp) 2) Kapasitas kalor gas pada volume tetap (Cv)

Kapasitas kalor gas adalah kalor yang diperlukan Kapasitas kalor pada volume tetap artinya
untuk menaikan suhu suatu zat satu Kelvin pada kalor yang diperlukan untuk menaikan suhu
tekanan tetap, tekanan sistem dijaga selalu suatu zat satu kelvin pada volume tetap.
konstan. Karena yang konstan adalah tekanan, Artinya kalor yang diberikan dijaga selalu
maka perubahan energi dalam, kalor, dan kerja konstan. Karena volume sistem selalu konstan,
pada proses ini tidak ada yang bernilai nol. Maka maka sistem tidak bisa melakukan kerja pada
secara sistematis : lingkungan. Demikian juga sebaliknya, maka
secara sistematis :
. ∆T
Cp = ∆T atau Qp = Cp
∆T
Cv = atau Qv = Cv . ∆T

EFISIEN
TERMAL

Efisiensi termal yaitu ukuran tanpa dimensi yang
menunjukkan performa peralatan termal seperti
mesin pembakaran dalam dan sebagainya. Panas
yang masuk yaitu energi yang didapatkan dari
sumber energi. Output yang dimohon bisa berupa
panas atau kerja, atau mungkin keduanya. Jadi,
termal efisiensi bisa dirumuskan dengan.

ηth =


Berdasarkan hukum termodinamika I, output tak
bisa melebihi input sehingga :

0 ≤ ηth ≤ 1

HUKUM II
TERMODINAMIKA

Hukum II Termodinamika memberikan batasan-batasan terhadap perubahan energi
yang mungkin terjadi dengan beberapa perumusan.

1. Tidak mungkin membuat mesin yang bekerja dalam satu siklus, menerima kalor
dari sebuah reservoir dan mengubah seluruhnya menjadi energi atau usaha luas
(Kelvin Planck).

2. Tidak mungkin membuat mesin yang bekerja dalam suatu siklus mengambil kalor
dari sebuah reservoir rendah dan memberikan pada reservoir bersuhu tinggi tanpa
memerlukan usaha dari luar (Clausius).

3. Pada proses reversibel, total entropi semesta tidak berubah dan akan bertambah
ketika terjadi proses irreversibel (Clausius).

Untuk menjelaskan tidak adanya reversibilitas para

ilmuwan merumuskan prinsip baru, yaitu Hukum II
Termodinamika, dengan pernyataan : “kalor mengalir

secara alami dari benda yang panas ke benda yang

dingin, kalor tidak akan mengalir secara spontan dari
benda dingin ke benda panas”.

Termodinamika menyatakan bahwa proses alami cenderung
bergerak menuju ke keadaan ketidakteraturan yang lebih
besar. Ukuran ketidakteraturan ini dikenal dengan sistem
entropi. Entropi merupakan besaran termodinamika yang
menyerupai perubahan setiap keadaan, dari keadaan awal
hingga keadaan akhir sistem.

Apabila sejumlah kalor Q diberikan pada suatu sistem dengan
proses reversibel pada suhu konstan, maka besarnya perubahan
entropi sistem adalah :

∆S =


Dengan :

ΔS = perubahan entropi ( J/K)
Q = kalor ( J)
T = suhu (K)

APLIKASI HUKUM II
TERMODINAMIKA

MESIN CARNOT

Mesin carnot adalah sebuah mesin kalor (panas) yang
bekerja dengan cara mentransfer energi dari daerah
yang panas ke daerah yang dingin. Dalam proses ini
Mesin Carnot akan mengubah sebaian energi menjadi
usaha mekanis. Dengan kata lain, mesin carnot bisa
mengubah energi panas menjadi kerja atau energi
mekanik. Mesin ini merupakan rancangan Nicolas
Léonard Sadi Carnot, seorang insinyur militer Perancis
pada tahun 1824 silam.

PROSES MESIN CARNOT

PROSES MESIN CARNOT

Berdasarkan gambar tersebut dapat dijelaskan siklus Carnot sebagai berikut.

1. Proses AB adalah pemuaian isotermal pada suhu T1. Pada proses ini sistem menyerap
kalor Q1 dari reservoir bersuhu tinggi T1 dan melakukan usaha WAB.

2. Proses BC adalah pemuaian adiabatik. Selama proses ini berlangsung suhu sistem turun
dari T1 menjadi T2 sambil melakukan usaha WBC.

3. Proses CD adalah pemampatan isoternal pada suhu T2. Pada proses ini sistem
menerima usaha WCD dan melepas kalor Q2 ke reservoir bersuhu rendah T2.

4. Proses DA adalah pemampatan adiabatik. Selama proses ini suhu sistem naik dari
T2 menjadi T1 akibat menerima usaha WDA.

Dalam menilai kinerja suatu mesin, efisiensi merupakan suatu faktor yang penting. Untuk
mesin kalor, efisiensi mesin (η) ditentukan dari perbandingan usaha yang dilakukan terhadap

kalor masukan yang diberikan. Secara matematis dapat dituliskan sebagai berikut.

Untuk siklus Carnot berlaku hubungan sehingga efisiensi mesin Carnot dapat dinyatakan
sebagai berikut.
Keterangan :
η = efisiensi mesin Carnot
T1 = suhu reservoir bersuhu tinggi (K)
T2 = suhu reservoir bersuhu rendah (K)

DAFTAR PUSTAKA

Mawarnis, Elvy R. (2021). Kimia Dasar II.
Yogyakarta : Deepublish.

Surya, Y. (2009). Suhu dan Termodinamika.
Tangerang : PT. Kandel

Tim Guru Eduka. (2014). Mega Bank Soal
Matematika & Fisika SMA Kelas 1, 2, & 3.
Jakarta: Cmedia.

SEKIAN DAN
TERIMA KASIH 


Click to View FlipBook Version