MODUL
BERBASIS AUGMENTED REALITY
Umar Said Yanuar
UIN Walisongo Semarang
KATA PENGANTAR
Mengawali pengantar ini, penulis ingin mengucapkan rasa syukur kepada Allah
Subhanahu wa Ta’ala atas kemudahan yang diberikan dalam penyusunan modul ini.
Selanjutnya penulis ingin bersholawat dan menghaturkan salam kepada Rasulullah
Shallallahu ‘alaihi wa sallam, sosok manusia paling sempurna yang penulis rindukan.
Semoga Allah berkenan menghimpun kita di surga bersama Rasulullah, keluarga
tercinta dan hamba terbaik-Nya.
Modul ini berjudul “Modul Ikatan Kimia Berbasis Augmented Reality” sebuah
produk yang penulis rancang guna menjawab permasalahan siswa tingkat menengah
atas terkhusus Kelas X pada mata pelajaran Kimia bab Ikatan Kimia. Modul ini lahir
hasil dari proses pengembangan produk yang penulis lakukan guna keperluan ujian
akhir perkuliahan atau skripsi. Modul ini berisikan gambaran lengkap materi Ikatan
Kimia yang penulis sajikan dengan menggabungkan teknologi Augmented Reality,
yang penulis harap dapat memudahkan pemahaman siswa dengan adanya tampilan
3D secara nyata yang menggabarkan ikatan-ikatan kimia dalam bentuk molekul
ataupun atomik.
Sajian modul ini juga dapat digunakan oleh para guru kimia tingkat sekolah atas
yang dapat digunakan sebagai bahan pembelajaran kelas, sehingga penulis harap
dalam pembelajaran kelas dapat mengikuti pengkembangan teknologi yang bisa
dimaksimalkan guna menyesuaikan para siswa yang kini lekat dengan teknologi.
Penyusunan modul ini pada sajian awal penulis tampilkan peta konsep guna
membantu penggambaran dalam mempelajari konsep-konsep pokok dan proporsi
secara umum pada materi yang akan dipelajari. Modul ini juga menyajikan latihan
soal untuk melatih pemahaman siswa serta latihan soal mandiri dan penilaian diri
guna evaluasi secara keseluruhan pada bab Ikatan Kimia juga penerapan teknologi
Augmented Reality yang dapat menampilkan gambar 3D dengan mengoperasikan
melalui smartphone dalam aplikasi Assamblr EDU.
Penulis mengharapkan dengan tersusunnya dan diterapkannya modul ini dapat
meningkatkan kemampuan imajinatif, adaptif dan kreatifitas siswa dalam proses
pembelajaran kelas maupun pembelajaran mandiri.
Demikian gambaran modul ini terurai secara singkat dan padat. Penulis
mengakui sepenuhnya bahwa modul ini tentu saja jauh dari kata sempurna dan penuh
kekurangan karena itu penulis mohon kritik dan saran dari pembaca agar berkenan
menyempurnakan setiap kekurangan yang tampak, bahkan mengoreksi sesuatu yang
keliru dalam modul ini.
Modul Ikatan Kimia Berbasis Augmented Reality i
Selanjutnya, penulis ingin menyampaikan terimakasih yang mendalam pada
seluruh pihak yang membantu kelahiran modul ini terkhusus Dosen Pembimbing
Bapak Muhammad Zammi M.Pd yang sudah mengarahkan, membimbing dan
mengoreksi modul ini. Selamat membaca dan selamat belajar.
` Tegal, November 2021
Umar Said Yanuar
ii Modul Ikatan Kimia Berbasis Augmented Reality
PETUNJUK
PENGGUNAAN MODUL
INTERACTIVE 3D
bit.ly/3D-BentukMolekul
Marker Link Video/3D AR Link Web 3D Bentuk Molekul
1. Buka aplikasi web browser (diutamakan google chrome)
2. Ketik link yang sudah tertera dibawah marker
3. Scan marker tersebut untuk menampilkan Vidreo AR ataupun 3D AR
4. Tunggu beberapa saat sampai objeck AR muncul
5. Untuk mengakses Interacrive 3D langsung ketik link pada web browser
Modul Ikatan Kimia Berbasis Augmented Reality iii
KARAKTERISTIK MODUL
Peta Konsep
Gambaran Umum
Materi Ikatan Kimia
Integrasi 3D AR
Integrasi Materi Tampilan 3D Kimia
Terhadap Latihan Soal Berbasis Augmented
& Evaluasi Mandiri Reality
WEB 3D
Tampilan Web 3D
Bentuk Molekul
Video AR
Tampilan Video Kimia
Berbasis Augmented
Reality
iv Modul Ikatan Kimia Berbasis Augmented Reality
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR........................................................................................................ i
PETUNJUK PENGGUNAAN MODUL...........................................................................iii
KARAKTERISTIK MODUL............................................................................................iv
DAFTAR ISI.....................................................................................................................v
STANDAR KOMPETENSI.............................................................................................vi
A. Kompetensi Inti..................................................................................................vi
B. Kompetensi Dasar.............................................................................................vi
PENDAHULUAN...........................................................................................................vii
KESTABILAN ATOM & TEORI LEWIS.......................................................................... 1
A. Susunan Elektron Stabil.................................................................................... 1
B. Kaidah Duplet dan Oktet................................................................................... 1
IKATAN ANTAR ATOM.................................................................................................. 3
A. Ikatan Ion........................................................................................................... 3
B. Ikatan Kovalen................................................................................................... 5
C. Penyimpangan Kaidah Oktet............................................................................ 9
B. Ikatan Logam................................................................................................... 10
BENTUK MOLEKUL.................................................................................................... 13
A. Teori Domain Elektron dan VSEPR.................................................................. 14
B. Hibridisasi Orbital Atom.................................................................................. 21
INTERAKSI ANTAR MOLEKUL.................................................................................. 23
A. Gaya Tarik Dipol-Dipol..................................................................................... 23
B. Gaya Tarik Dipol Terimbas............................................................................... 23
C. Gaya Tarik Dipol Sesaat (Dispersi London)..................................................... 24
D. Ikatan Hidrogen............................................................................................... 24
SOAL EVALUASI MANDIRI........................................................................................ 26
PENILAIAN DIRI.......................................................................................................... 33
DAFTAR PUSTAKA...................................................................................................... 34
Modul Ikatan Kimia Berbasis Augmented Reality v
STANDAR KOMPETENSI
A. Kompetensi Inti
3. Memahami, menerapkan, dan menganalisis pengetahuan faktual, konseptual,
prosedural, dan metakognitif berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu
pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan
kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab
fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang
kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan
masalah
B. Kompetensi Dasar
3.5 Membandingkan ikatan ion, ikatan kovalen, ikatan kovalen koordinasi, dan
ikatan logam serta kaitannya dengan sifat za
3.6 Menentukan bentuk molekuldengan menggunakan teori tolakan pasangan
elektron kulit valensi (VSEPR) atau Teori Domain Elektron
3.7 Menentukan interaksi antar partikel
vi Modul Ikatan Kimia Berbasis Augmented Reality
PENDAHULUAN
Penah gak sih kamu memperhatikan garam dapur itu tersusun dari atom apa
aja? Yap atom Na dan Cl. Nah mungkin kamu juga penasaran kenapa kedua atom
tersebut bisa membentk garam dapur. Bagaimna proses pembentukan senyawanya?
Nah untuk menjawab pertanyaan tersebut kita bisa pelajari yang namnya Ikatan Kimia.
Nantinya ikatan kimia bisa menjelaskan kenapa suatu atom itu bisa berikatan dan
membentuk suatu senyawa. Hal itu penting kita pelajari karena ikatan kimia menjadi
salah satu fundamental dalam pembelajaran struktur. Struktur merupakan kunci
dalam ilmu kimia karena sifat-sifat suatu zat tergantung pada atom penyusunnya dan
bagaimana cara atom-atom tersebut saling terhubung.
Ikatan kimia ini terjadi antara para atom yang berusaha untuk menjadi stabil.
Nah karena pembahasannya dalam skala atomik maka perlu penggambaran 3D agar
memudahkan kita dalam memvisualisasikan atau mengimajinasikan bagaimana ikatan
kimia itu terjadi. Dalam ikatan kimia para atom akan mencari pasangan lain yang juga
saling membutuhkan.
Ada bermacam-macam jalan untuk berikatan, ada yang melalui ikatan ion, ikatan
kovalen, dan ikatan logam. Ketiga jenis ikatan tersebut akan kita bahas dalam modul
ini secara spesifik dengan bantuan teknologi Augmnted Reality yang akan membantu
menampilkan gambaran 3D secara nyata. Selain itu ikatan kimia juga menentukan
struktur suatu zat yang nanti kita akan bahas pada geometri molekul, serta
memabahas tentang interaksi antar molekul yang nantinya juga akan digambarkan
bentuk 3D dengan teknologi Augmented Reality. Semoga modul ini bisa membantu
para pembaca memahami tentang Ikatan Kimia.
Modul Ikatan Kimia Berbasis Augmented Reality vii
viii Modul Ikatan Kimia Berbasis Augmented Reality Duplet Oktet Domain VSEPR
Elektron
Penyimpangan Teori Lewis Bentuk Molekul Hibridisasi
Oktet
IKATAN KIMIA
Ikatan Antar Atom Antar Molekul Hidrogen
Ion
Ikatan
Logam
Ikatan Van Der Waals
Kovalen
Tunggal PEI Kepolaran
Koordinat
Non Polar Dispersi London
Dipol Terimbas
Rangka Dua Dipol-Dipol
Rangkap Tiga Polar
KESTABILAN ATOM
& TEORI LEWIS
A. Susunan Elektron Stabil
Diantara sekian banyak atom-atom di alam, hanya golongan gas mulia saja yang
stabil, mereka tidak mau membentuk senyawa dengan unsur-unsur yang lain. Sifat
mereka yang tidak mau bereaksi ini dianggap stabil oleh para atom yang lain. Oleh
karena itulah atom-atom lain ingin menjadi seperti gas mulia. Mengapa gas mulia
stabil? Coba amati konfigurasi elektron dari unsur-unsur gas mulia berikut!
Kulit n=1 n=2 n=3 n=4 n=5 n=6
He
Ne 2
Ar
Kr 28
Xe
Rn 288
2 8 18 8
2 8 18 18 8
2 8 18 32 18 8
Ternyata semua unsur gas mulia memiliki 8 elektron valensi, kecuali He (2 elektron
valensi). Masing-masing elektron valensinya sudah berpasangan sehingga sulit untuk
berikatan dengan unsur lain.
B. Kaidah Duplet dan Oktet
Ada syarat yang harus dipenuhi oleh para atom untuk berikatan, yakni Elektron
Valensi. Pada pembahasan Struktur Atom kita telah mempelajari elektron valensi
yang merupakan elektron terakhir dari konfigurasi elektron setiap atom. Kemudian
pada pembahasan Sistem Periodik Unsur telah diketahui bahwa elektron valensi
menunjukkan golongan dari setiap unsur, jika kita telah mengetahui golongan dari
unsur yang akan berikatan, maka kita akan tahu juga jumlah elektron valensinya.
Lewis mengajukan pendapat mengenai teori kestabilan atom-atom gas mulia. Jika
kita perhatikan konfigurasi elektron setiap atom gas mulia akan terlihat keteraturannya.
Dari konfigurasi elektron gas mulia yang ditampilkan pada tabel di atas dapat kita
simpulkan bahwa keteraturan yang dimiliki mereka terletak pada elektron valensinya
yang seluruhnya berjumlah 8 (kecual He yang berjumlah 2).
Modul Ikatan Kimia Berbasis Augmented Reality 1
Artinya unsur-unsur lain yang ingin stabil pun harus mengikuti aturan ini, Susunan
elektron yang stabil mempunyai 8 elektron pada kulit terluarnya bisa disebut dengan
Oktet dan yang dimiliki oleh atom-atom pada golongan gas mulia kecuali Helium (He)
yang memiliki 2 elektron pada kulit terluarnya disebut dengan Duplet.
Atom-atom dari unsur yang tidak stabil, cenderung untuk berikatan dengan atom
dari unsur lain sehingga diperoleh susunan elektron yang stabil seperti gas mulia.
Atom-atom bergabung untuk membentuk senyawa dengan bertukar elektron (serah
terima) atau berbagi elektron serta dengan penggunaan bersama pasangan elektron.
Bagaimana persisnya tergantung pada pilihan masing-masing atom yang terlibat.
Pembentukan senyawa ini terjadi melalui Ikatan Kimia. Ikatan Kimia yang terdapat
dalam senyawa dapat berupa ikatan ion atau ikatan kovalen serta ikatan logam. Nah
mari kita bahas masing-masing jenis ikatan tersebut.
LATIHAN SOAL
Berapa elektron yang dilepaskan atau diterima unsur-unsur berikut untuk mencapai
kestabilan? Beri penjelasannya
a. 9F
b. 13Al
c. 16S
d. 7N
e. 8O
2 Modul Ikatan Kimia Berbasis Augmented Reality
IKATAN ANTAR ATOM
A. Ikatan Ion
bit.ly/Video-IkatanIon
Ikatan ion (elektronvalen) adalah ikatan yang terjadi karena adanya gaya tarik-
menarik elektrostatik antara ion positif dan ion negatif, ini terjadi karena kedua ion
tersebut memiliki perbedaan keelektronegatifan yang besar.
Ikatan ion terbentuk antara atom yang melepaskan elektron (logam) dengan atom
yang menerima elektron (non logam). Atom yang melepas elektron berubah menjadi
ion positif (Kation), sedangkan atom yang menerima elektron menjadi ion negatif
(Anion). Antara ion-ion yang berlawanan muatan tersebut, terjadi tarik-menarik (gaya
elektrostatik) yang disebut ikatan ion. Perhatikan contoh pembentukan senyawa NaCl
beikut:
Kita mulai dulu dengan mencari tahu atom mana yang bertindak sebagai pelepas
elektron dan penangkap elektron.
Konfigurasi Elektron
Na (11) = 2 8 1
Karena elektron valensi Na adalah 1, maka unsur ini cenderung melepaskan
elektron valensinya untuk mencapai kestabilan.
Ketika melepaskan elektronnya, atom Na akan berubah menjadi ion positif
dengan besar muatan positifnya = jumlah elektron yang dilepaskan (untuk muatan +1,
biasanya angka satunya tidak ditulis). Struktur lewis dari ion natrium adalah sebagai
berikut: Tidak ada elektron yang dituliskan di sekitar ion karena elektron tersebut
sudah dilepaskan.
Modul Ikatan Kimia Berbasis Augmented Reality 3
Konfigurasi Elekton
Cl (17) = 2 8 7
Jika dilihat dari jumlah elektron valensinya, Cl cenderung untuk menangkap satu
buah elektron untuk mencapai kestabilan dengan 8 e valensi (Oktet).
Setelah menangkap satu buah elektron, atom Cl akan berubah menjadi ion
negatif, dengan muatan negatifnya = jumlah elektron yang ditangkap. Struktur Lewis
dari ion klorida adalah sebagai berikut: Elektron valensinya berjumlah 8 yang salah
satunya berasal dari atom Na.
Untuk menangkap satu buah elektron yang dilepaskan oleh Na hanya
membutuhkan satu buah atom Cl. Oleh karena itulah, senyawa ion yang terbentuk
dari kedua unsur ini memiliki rumus NaCl. Proses pembentukan NaCl dapat kamu
perhatikan pada gambar dibawah ini.
bit.ly/3D-IkatanIon
4 Modul Ikatan Kimia Berbasis Augmented Reality
LATIHAN SOAL
Tuliskan pembentukan ikatan antara:
a. 3Li dengan 9F
b. 12Mg dengan 9F
c. 19K dengan 8O
d. 20Ca dengan 16S
e. 13Al dengan 16S
B. Ikatan Kovalen
bit.ly/Video-IkatanKovalen
Ikatan kovalen adalah ikatan yang terjadi akibat pemakaian pasangan elektron
secara bersama-sama oleh dua atom. Ikatan kovalen terbentuk di antara dua atom
yang sama-sama ingin menangkap elektron (sesama atom non logam). Cara atom-
atom saling mengikat dalam suatu molekul dinyatakan oleh rumus struktur. Rumus
struktur diperoleh dari rumus Lewis dengan mengganti setiap pasangan elektron
ikatan dengan sepotong garis. Adapun jenis ikatan kovalen yaitu ikatan kovalen
tunggal, ikatan kovalen rangkap dan ikatan kovalen koordinat, berikut penjelasannya:
1. Ikatan Kovalen Tunggal
Ikatan kovalen tunggal adalah ikatan yang terbentuk dari penggunaan bersama
sepasang elektron (setiap atom memberikan satu elektron untuk digunakan bersama).
Pemakaian bersama pasangan elektron pada ikatan kovalen dapat digambarkan
melalui struktur Lewis. Perhatikan contoh berikut:
Pembentukan molekul CH4
Atom C ( 6 ) memiliki konfigurasi elektron 2 4 , sehingga elektron valensinya 4.
Adapun konfigurasi elektron atom H (1) adalah 1 sehingga elektron valensinya adalah
1. Jadi, dapat digambarkan struktur Lewis berikut:
Modul Ikatan Kimia Berbasis Augmented Reality 5
Untuk mencapai kestabilannya, atom C cenderung menerima 4 elektron,
sedangkan atom H cenderung menerima 1 elektron. Atom C dapat berikatandengan
atom H dengan cara pemakaian elektron bersama sehingga 1 atom.
bit.ly/3D-KovalenTunggal
Dan struktur ikatan kovalen tunggal yang terbentuk dapat dituliskan sebagai
berikut:
2. Ikatan Kovalen Rangkap
Dalam mencapai konfigurasi stabil seperti gas mulia, bukan hanya sepasang
elektron saja tetapi juga dapat 2 atau 3 pasang. Ikatan dengan 2 pasang elektron
bersama disebut ikatan rangkap dua (dilambangkan dengan dua garis). Ikatan dengan
3 pasang elektron bersama disebut ikatan rangkap tiga (dilambangkan dengan tiga
garis). Berikut contohnya:
Ikatan kovalen rangkap dua pada molekul O2
Atom O (6) memiliki konfigurasi elektron 2 6 sehingga elektron valensinya 6.
Untuk mencapai kestabilannya, atom O cenderung menerima 2 elektron. Jika 2 atom
O saling berikatan, setiap atom O harus menyumbangkan 2 elektron untuk digunakan
bersama sehingga elektron yang digunakan bersama jumlahnya 4.
bit.ly/3D-KovalenRangkap2
Ikatan kovalen rangkap tiga pada molekul N2
Atom N (7) memiliki konfigurasi elektron 2 5 sehingga elektron valensinya 5. Untuk
mencapai kestabilannya, atom N cenderung menerima 3 elektron. Jika 2 atom N saling
berikatan, setiap atom N harus menyumbangkan 3 elektron untuk digunakan bersama
sehingga elektron yang digunakan bersama berjumlah 6.
6 Modul Ikatan Kimia Berbasis Augmented Reality
bit.ly/3D-KovalenRangkap3
3. Ikatan Kovalen Koordinat
bit.ly/Video-KovalenKoordinat
Ikatan kovalen koordinasi adalah ikatan yang terbentuk dari pemakaian pasangan
elektron bersama yang berasal dari salah satu atom yang memiliki pasangan elektron
bebas.
Ciri dari ikatan kovalen koordinasi adalah pasangan elektron bebas dari salah
satu atom yang dipakai secara bersama-sama, seperti pada contoh senyawa HNO3
berikut ini. Tanda panah ( → ) menunjukkan pemakaian elektron dari atom N yang
digunakan secara bersama oleh atom N dan O.
bit.ly/3D-KovalenKoordinat
4. Senyawa Kovalen Polar dan Nonpolar
Prinsip dasar dari ikatan kovalen adalah pemakaian elektron bersama oleh atom-
atom yang berikatan. Jika elektron-elektron yang digunakan bersama cenderung
tertarik ke salah satu atom akan terjadi pengutuban. Kepolaran suatu senyawa kovalen
dapat ditentukan berdasarkan perbedaan keelektronegatifan atom yang membentuk
senyawa dan bentuk molekul dari senyawa tersebut.
Ikatan Kovalen Polar
Modul Ikatan Kimia Berbasis Augmented Reality 7
Senyawa kovalen dikatakan polar jika senyawa tersebut memiliki perbedaan
keelektronegatifan. Dengan demikian, pada senyawa yang berikatan kovalen terjadi
pengutuban muatan. Ikatan kovalen tersebut dinamakan ikatan kovalen polar. Pada
ikatan kovalen polar, distribusi elektron pada dua atom yang berikatan tidak merata.
Artinya, salah satu atom lebih kuat menarik elektron ke arahnya (atom yang lebih
elektronegatif), sehingga pada atom itu terkumpul elektron dan terbentuk kutub
negatif, sedangkan atom yang elektronnya tertarik membentuk kutub positif, serta
bentuk molekulnya asimetris atau tidak simetris.
Contoh: Dalam pembentukan molekul HF, kedua elektron dalam ikatan kovalen
digunakan tidak seimbang oleh inti atom H dan inti atom F sehingga terjadi pengutuban
atau polarisasi muatan.
bit.ly/3D-KovalenPolar
Ikatan Kovalen Nonpolar
Pada ikatan kovalen nonpolar, distribusi elektron pada kedua atom yang saling
berikatan merata. Artinya, tarikan elektron dari tiap–tiap atom sama besar (harga
keelektronegatifan sama), sehingga tidak membentuk polarisasi muatan serta bentuk
molekul akan menjadi simetris.
Contoh: Dalam pembentukan molekul I2, kedua elektron dalam ikatan kovalen
digunakan secara seimbang oleh kedua inti atom iodin tersebut. Oleh karena itu, tidak
akan terbentuk muatan (tidak terjadi pengutuban atau polarisasi muatan).
bit.ly/3D-KovalenNonPolar
8 Modul Ikatan Kimia Berbasis Augmented Reality
LATIHAN SOAL
Di antara senyawa-senyawa berikut, senyawa manakah yang bersifat polar dan
senyawamanakah yang bersifat nonpolar? Dan berikan penjelasannya!Cl2
a. CO2
b. PCl3
c. XeF4
d. HCN
e. HBr
C. PENYIMPANGAN KAIDAH OKTET
Ikatan kovalen terbentuk antara atom nonlogam dan atom nonlogam lainnya
dengan cara pemakaian elektron bersama sehingga setiap atom yang terlibat
memenuhi kaidah oktet/duplet. Akan tetapi, aturan itu ternyata banyak dilanggar
dan gagal dalam meramalkan rumus kimia senyawa dari unsur-unsur transisi dan
postransisi. Pengecualian aturan oktet dapat dibagi dalam tiga kelompok sebagai
berikut:
Senyawa yang tidak mencapai aturan oktet
Senyawa yang atom pusatnya mempunyai elektron valensi kurang dari 4
termasuk dalam kelompok ini. Hal ini menyebabkan setelah semua elektron valensinya
dipasangkan tetap belum mencapai oktet. Contohnya adalah BeCl2, BCl3, dan AlBr3.
Senyawa dengan jumlah elektron valensi ganjil
Contohnya adalah NO2, yang mempunyai elektron valensi (5 + 6 + 6) = 17.
Senyawa yang melampaui aturan oktet
Ini terjadi pada unsur-unsur periode 3 atau lebih yang dapat menampung lebih dari
8 elektron pada kulit terluarnya (ingat, kulit M dapat menampung hingga 18 elektron).
Beberapa contoh adalah PCl5, SF6, ClF3, IF7, dan SbCl5.
Modul Ikatan Kimia Berbasis Augmented Reality 9
LATIHAN SOAL
Pasangan unsur berikut ini yang dapat membentuk senyawa yang memiliki meny-
impang dari aturan oktet adalah …
a. Al dan Cl
b. Na dan H
c. Si dan O
d. I dan Cl
e. C dan Br
D. Ikatan Logam
bit.ly/Video-IkatanLogam
Ikatan logam adalah ikatan yang terjadi pada atom logam dimana elektron-
elektron pada logam tersebut dapat bergerak bebas seperti awan elektron sehingga
elektron valensi dapat berpindah-pindah.
Menurut teori awan elektron yang dikemukakan oleh Drude dan Lorent pada
awal abad ke-20, bahwa di dalam kristal logam, setiap atom melepaskan elektron
valensinya sehinggamembentuk awan elektron dan kation yang bermuatan positif
dan tersusun rapat dalam awan elektron tersebut. Ion logam yang bermuatan
positif tersebut terdapat pada jarak tertentu satu sama lain dalam kristalnya. Karena
elektron valensi tidak terikat pada salah satu ion logam atau pasangan ion logam,
tapi terdelokalisasi terhadap semua ion logam, maka elektron valensi tersebut bebas
bergerak ke seluruh bagian dari kristal logam, sama halnya dengan molekul-molekul
gas yang dapat bergerak dengan bebas dalam ruangan tertentu.
10 Modul Ikatan Kimia Berbasis Augmented Reality
bit.ly/3D-IkatanLogam
Jadi menurut teori ini, kristal logam terdiri dari kumpulan ion logam bermuatan
positif di dalam lautan elektron yang mudah bergerak. Ikatan logam terdapat antara
ion logam positif dan elektron yang mudah bergerak tersebut.
Teori awan elektron juga disebut teori elektron bebas, teori lautan elektron atau
fluida elektron secara kualitatif dapat menjelaskan berbagai sifat fisika dari logam,
seperti sifat mengkilap, dapat menghantarkan listrik dan panas, dapat ditempa,
dibengkokkan dan ditarik. Sifat-sifat logam, antara lain:
Berupa padatan pada suhu ruang
Atom-atom logam bergabung oleh ikatan logam yang sangat kuat membentuk
strukturkristal yang rapat. Hal ini menyebabkan atom-atom tidak memiliki kebebasan
bergerak seperti halnya pada zat cair (kecuali Hg).
Bersifat keras tetapi lentur/tidak mudah patah jika ditempa
Ikatan logam yang kuat dan struktur logam yang rapat menyebabkan logam
bersifat kuat, keras, dan rapat. Akan tetapi, adanya elektron-elektron bebas
menyebabkan logam bersifat lentur/tidak mudah patah. Hal ini dikarenakan sewaktu
logam dikenakan gaya luar, maka elektron-elektron bebas akan berpindah mengikuti
ion-ion positif yang bergeser. Kemudian, berikatan lagi dengan atom yang berada di
sampingnya. Oleh karena itu, logam dapat ditempa, dibengkokkan, atau dibentuk
sesuai keinginan.
Mempunyai titik leleh dan titik didih yang tinggi
Logam memiliki titik leleh dan titik didih yang tinggi karena atom-atom logam
terikat oleh ikatan logam yang kuat. Untuk memutuskan ikatan tersebut, diperlukan
energi dalam jumlah yang besar.
Menghantarkan listrik dengan baik
Di dalam ikatan logam, terdapat elektron-elektron bebas yang dapat membawa
muatan listrik. Jika diberi suatu tegangan, maka elektron-elektron ini akan bergerak
dari kutub negatif menjadi kutub positif.
Menghantarkan panas dengan baik
Elektron-elektron yang bergerak bebas di dalam kristal logam memiliki energi
kinetik.Jika dipanaskan, elektron-elektron akan memperoleh energi kinetik yang cukup
untuk dapat bergerak/bervibrasi dengan cepat. Dalam pergerakannya, elektron-
Modul Ikatan Kimia Berbasis Augmented Reality 11
elektron tersebut akan bertumbukkan dengan elektron-elektron lainnya. Hal ini
menyebabkan terjadinya transfer energi dari bagian bersuhu tingi ke bagian bersuhu
rendah.
Mempunyai permukaan yang mengkilap
Di dalam ikatan logam, terdapat elektron-elektron bebas. Sewaktu cahaya jatuh
pada permukaan logam, maka elektron-elektron bebas akan menyerap energi caha-
ya tersebut. Elektron-elektron akan melepas kembali energi tersebut dalam bentuk
radiasi elektromagnetik dengan frekuensi yang sama dengan frekuensi cahaya awal.
Oleh karena frekuensinya sama, maka kita melihatnyta sebagai pantulan cahaya yang
datang. Pantulan cahaya trsebut memberikan permukaan logam tampak mengkilap.
LATIHAN SOAL
Kedudukan elektron-elektron dari atom-atom logam dalam membentuk ikatan
logam adalah . . .
a. Selalu berada di antara dua atom logam yang berikatan dan digunakan secara
bersama
b. Masing-masing atom logam memberikan elektron valensinya kepada atom
logam yang lain
c. Tidak terikat pada salah satu atom tetapi dapat bergerak bebas sebagai awan
elektron
d. Masing-masing elektron valensi berada di antara inti atom logam yang saling
berdekatan satu sama lain
e. Terikat pada inti atom logam tertentu sesuai dengan jumlah proton dari atom
logam yang bersangkutan
12 Modul Ikatan Kimia Berbasis Augmented Reality
BENTUK MOLEKUL
Bantuk molekul menggambarkan kedudukan atom-atom di dalam suatu
molekul serta sudut-sudut ikatan yang terbentuk. Walaupun jumlah materi di alam
sangat banyak dan beragam, tetapi pada dasarnya materi tersebut dibangun oleh
beberapa jenis atom dengan struktur yang terbatas. Jumlah cara penyusunan atom
dalam molekul tidak banyak sebab dibatasi oleh sudut antar ikatan dan sifat partikel
penyusunnya.
Teori yang mengkaji aspek struktur molekul adalah teori ikatan valensi, teori
domain elektron (berdasarkan teori Lewis), dan teori hibridisasi. Nah kita akan pelajari
terlebih dahulu lima bentuk dasar dari geometri molekul:
Jumlah Struktur Lewis Bentuk Molekul Nama Bentuk
Domain (Contoh) Molekul
Linear
2 BeH2
bit.ly/3D-Linear
3 Segitiga Datar
BF3
bit.ly/3D-
SegitigaDatar
4 Tetrahedral
CH4
bit.ly/3D-Tetrahedral
Modul Ikatan Kimia Berbasis Augmented Reality 13
5 Segitiga Bipira-
midal
PCl5 bit.ly/3D-
SegitigaBipiramidal
6 Oktahedral
SF6
bit.ly/3D-Oktahedral
Itulah kelima bentuk molekul dasar yang seluruhnya dipenuhi oleh PEI. Kali ini
kita coba tambahkan PEB ke dalam masing-masingbentuk molekul dasar tadi (kecuali
linear ya!) berdasarkan teori Domain Elektron.
A. Teori Domain Elektron dan VSEPR
Metode yang dapat digunakan untuk meramalkan bentuk molekul adalah model
rumus titik-elektron yang diperluas menjadi teori domain elektron atau teori tolakan
pasangan elektron kulit valensi (VSEPR, Valence Shell Electron Pair Repulsion)
Sebelumnya kita sudah mempelajari struktur Lewis, dengan berbekal teori Lewis
ini kita dapat meramalkan bentuk molekul menggunakan jumlah PEI dan PEB dari
suatu molekul dengan teroi domain elektron. Domain elektron = daerah gerak electron
/ daerah gerak pasangan elektron disekitar atom pusat. Domain electron dapat berupa:
PEI : Pasangan Elektron Ikatan (Ikatan kovalen tunggal, ikatan kovalen rangkap 2 atau
rangkap 3 serta ikatan koordinasi)
PEB : Pasangan Elektron Bebas (pasangan elektron yang tidak dipakai untuk mengikat
atom lain)
Adapun urutan gaya tolak-menolak antarpasangan elektron adalah sebagai berikut.
PEB – PEB > PEB – PEI > PEI – PEI
Rumus VSEPR: AXmEn
nilai X ≥ 2
A = atom pusat
X = PEI
E = PEB
14 Modul Ikatan Kimia Berbasis Augmented Reality
m = jumlah PEI
n = jumlah PEB
m + n = jumlah pasangan electron yang mengelilingi atom pusat = jumlah domain
elektron
Segitiga Datar atau trigonal planar memiliki 3 domain, dia seperti lingkaran yang
memiliki sudut , hanya dibagi 3 karena ada 3 atom yang berpasangan, sehingga
masing-masing sudutnya menjadi , Jika salah satu PEI kita ubah menjadi PEB, akan
menjadi seperti apakah bentuknya? Berikut contohnya:
Contoh Molekul SO2
PEI = 2
Jumlah PEI dan PEB
Rumus VSEPR PEB = 1
Bentuk Dasar AX2E
bit.ly/3D-SegitigaDatar
Keberadaan PEB
Nama Bentuk Molekul Baru bit.ly/3D-BentukV
Bengkok atau Bentuk V
Tetrahendral atau kadang juga disebut tetrahedron memiliki 4 domain, dia
seperti bola, dimana keempat atom yang terikatnya harus menempatkan diri seadil
mungkin, sehingga sudut yang terbentuk pada setiap ikatan adalah 109,5°. Jika kita
ganti beberapa PEI menjadi PEB, akan menjadi seperti apakah bentuknya? Berikut
contohnya:
Modul Ikatan Kimia Berbasis Augmented Reality 15
Contoh Molekul NH3
PEI = 3
Jumlah PEI dan PEB
Rumus VSEPR PEB = 1
Bentuk Dasar AX3E
bit.ly/3D-Tetrahedral
Keberadaan PEB
Nama Bentuk Molekul Baru bit.ly/3D-SegitigaPiramida
Contoh Molekul Segitiga Piramida
Jumlah PEI dan PEB H2O
Rumus VSEPR PEI = 2
PEB = 2
AX2E2
16 Modul Ikatan Kimia Berbasis Augmented Reality
Bentuk Dasar
bit.ly/3D-Tetrahedral
Keberadaan PEB
Nama Bentuk Molekul Baru bit.ly/3D-Bengkok
Bengkok atau Bentuk V
Segitiga Bipiramidal atau kadang juga disebut trigonal bipiramida memiliki 5
domain, 3 domain sebagai bidang datar sehingga bentuknya akan seperti segitiga
sama sisi, dan 2 domain pada sumbu tegak lurusnya. Sepintas mirip limas segitiga
tapi ada dua, atas dan bawah. Jika kita ganti beberapa PEI menjadi PEB, akan menjadi
seperti apakah bentuknya? Berikut contohnya:
Contoh Molekul
Jumlah PEI dan PEB SF4
PEI = 4
Rumus VSEPR PEB = 1
Bentuk Dasar
AX4E
bit.ly/3D-SegitigaBipiramidal
Modul Ikatan Kimia Berbasis Augmented Reality 17
Keberadaan PEB
Nama Bentuk Molekul Baru bit.ly/3D-Jungkat-Jungkit
Contoh Molekul Jungkat-jungkit
Jumlah PEI dan PEB ClF3
PEI = 3
Rumus VSEPR PEB = 2
Bentuk Dasar
AX3E2
bit.ly/3D-SegitigaBipiramidal
Keberadaan PEB
Nama Bentuk Molekul Baru bit.ly/3D-BentukT
Bentuk T
18 Modul Ikatan Kimia Berbasis Augmented Reality
Contoh Molekul
Jumlah PEI dan PEB XeF2
PEI = 2
Rumus VSEPR
Bentuk Dasar PEB = 3
AX2E3
bit.ly/3D-SegitigaBipiramidal
Keberadaan PEB
Nama Bentuk Molekul Baru bit.ly/3DLinear
Linear
Oktahendral atau kadang juga disebut oktahedron memiliki 6 domain, 4 domain
sebagai bidang datar sehingga bentuknya akan seperti persegi empat, dan 2 domain
pada sumbu tegak lurusnya. Sepintas mirip limas segiempat tapi ada dua, atas dan
bawah. Jika kita ganti beberapa PEI menjadi PEB, akan menjadi seperti apakah
bentuknya? Berikut contohnya:
Modul Ikatan Kimia Berbasis Augmented Reality 19
Contoh Molekul BrF5
PEI = 5
Jumlah PEI dan PEB PEB = 1
Rumus VSEPR
Bentuk Dasar AX5E
bit.ly/3D-Oktahedral
Keberadaan PEB
Nama Bentuk Molekul Baru bit.ly/3D-SegiempatPiramida
Contoh Molekul Segiempat Piramida
Jumlah PEI dan PEB XeF4
Rumus VSEPR PEI = 4
PEB = 2
AX4E2
20 Modul Ikatan Kimia Berbasis Augmented Reality
Bentuk Dasar
bit.ly/3D-Oktahedral
Keberadaan PEB
Nama Bentuk Molekul Baru bit.ly/3D-SegiempatDatar
Segiempat Datar
B. Hibridisasi Orbital Atom
Hibridisasi merupakan proses bergabungnya orbital atom pusat dengan orbital
atom lainnya sehingga terbentuk orbital hibrida. Orbital hibrida yang terbentuk
memiliki panjang ikatan, sudut, dan tingkat energi yang berbeda dengan orbital
pembentuknya. Keberadaan orbital hibrida ini mampu menjelaskan bentuk molekul
dan ikatan atom-atom di dalamnya. Orbital hibrida terdiri dari orbital hibrida sp yang
berbentuk linear, sp2 yang berbentuk segitiga datar, sp3 yang berbentuk tetrahedral,
sp3d yang berbentuk segitiga bipiramida, dan sp3d2 yang berbentuk oktahedral.
Jenis ikatan Jumlah ikatan Bentuk geometrik
sp maksimum Linier
sp2 2 Segitiga datar
sp3 3 Tetrahedron
dsp3 4 Trigonal bipiramid
sp2d ; dsp2 5 Segiempat datar
d2sp3 ; sp3d2 4 Oktahedron
6
Adapun langkah-langkahnya adalah sebagai berikut.
Menggambarkan diagram elektron valensi atom pusat pada keadaan dasar.
Menggambarkan kembali diagram orbital namun dalam keadaan tereksitasi sehingga
bisa berpasangan dengan elektron dari atom lainnya.
Menentukan orbital hibrida (orbital baru) dengan melihat orbital-orbital yang terlibat.
Modul Ikatan Kimia Berbasis Augmented Reality 21
Penasaran bagaimana cara menentukannya? Perhatikan contoh berikut:
BeCl2
Gambar orbital di atas menunjukkan bahwa orbital yang terlibat adalah orbital s
dan p, sehingga jenis hibridisasinya adalah hibridisasi sp.
LATIHAN SOAL
Tentukan bentuk molekul yang tepat untuk senyawa-senyawa berikut:
a. CF4
b. H2O
c. BCl3
d. H2S
e. SiCl2
INTERACTIVE 3D
bit.ly/3D-BentukMolekul
22 Modul Ikatan Kimia Berbasis Augmented Reality
INTERAKSI
ANTAR MOLEKUL
Gaya antar molekul merupakan gaya tarik-menarik antar molekul yang saling
berdekatan. Gaya antar molekul berbeda dengan ikatan kimia. Dalam gaya antar
molekul terjadi gayatarik antar molekul sedangkan ikatan kimia (ikatan ion, kovalen,
dan logam) terjadi antar atom dalam membentuk molekul. Gaya antar molekul
dibedakan menjadi 4 jenis, yaitu:
A. Gaya Tarik Dipol-Dipol
Gaya ini terjadi jika molekul kovalen polar (dipol permanen) berinteraksi dengan
molekul kovalen polar lain yang memiliki dipol permanen juga. Contohnya adalah gaya
yang terjadi antar molekul HCl yang sama-sama merupakan molekul polar.
bit.ly/3D-Dipol-Dipol
B. Gaya Tarik Dipol Terimbas
Gaya ini terjadi jika molekul kovalen polar (dipol permanen) berinteraksi dengan
molekul kovalen non polar (dipol terimbas/induksian). Contohnya adalah gaya yang
terjadi antar molekul air (H2O) yang bersifat polar dengan molekul O2 yang bersifat non
polar.
bit.ly/3D-DipolTerimbas
Modul Ikatan Kimia Berbasis Augmented Reality 23
C. Gaya Dispersi London
Gaya ini terjadi jika molekul kovalen non polar (dipol sesaat) berinteraksi dengan
molekul kovalen non polar lain (dipol terimbas/induksian). Setiap molekul memiliki
awanelektron yang mengelilingi. Awan elektron tersebut tidak diam tetapi selalu
bergerak sampai pada suatu posisi yang membuat molekul tersebut membentuk
kutub karena pengaruh pergerakan tersebut. Contohnya adalah gaya yang terjadi
antar molekul N2 sehingga menjadikan N2 dapat berwujud cair.
bit.ly/3D-DispersiLondon
D. Ikatan Hidrogen
Ikatan hidrogen merupakan ikatan yang terjadi antara atom hidrogen (H) dengan
atom unsur lain yang memiliki harga keelektronegatifan tinggi (F, O, dan N). Perbedaan
keelektronegatifan yang besar ini menyebabkan atom H terikat kuat pada atom F, O
dan N. Ikatan hidrogen dapat terjadi antar molekul maupun intra (dalam) molekul.
Gaya tarik antar molekul yang terjadi memiliki kekuatan 5 sampai 10% dari ikatan
kovalen. Contohnya pada Ikatan hidrogen antara amonia (NH3) dengan air (H2O).
bit.ly/3D-IkatanHidrogen
Kekuatan gaya antar molekul secara berurutan adalah sebagai berikut:
Ikatan hidrogen > gaya tarik dipol-dipol > gaya Van Der Waals > Gaya London
24 Modul Ikatan Kimia Berbasis Augmented Reality
Semakin kuat gaya tarikan antar molekulnya maka ikatannya akan semakin
sulit diputus. Akibatnya titik didih molekul akan semakin tinggi. sedangkan senyawa
yang memiliki gaya antar molekul yang sama, kekuatan gaya antar molekulnya
ditentukan oleh ukuran molekuldan persebaran elektronnya (polarisabilitas), besarnya
polarisablitas ditentukan oleh banyaknya elektron yang dimiliki suatu atom. Semakin
banyak elektron polarisabilitas semakin tinggi. Molekul yang memiliki ukuran yang
lebih besar akan memiliki titik didih yang lebih tinggi. Demikian pula dengan molekul
yang memiliki polarisabilitas yang tinggi juga memiliki titik didih yang tinggi juga.
LATIHAN SOAL
Pernyataan berikut ini yang benar adalah ...
a. Titik didih molekul yang memiliki ikatan hidrogen lebih besar daripada
molekul yang memiliki gaya Van der Waals
b. Polarisabilitas suatu molekul dipengaruhi oleh kepolaran moleku
c. Gaya London hanya berlaku untuk molekul polar saja
d. Gaya induksi terjadi antara molekul polar dengan molekul polar
e. Urutan kekuatan gaya antarmolekul yaitu ikatan hidrogen > gaya London >
gaya tarik-menarik dipol-dipol
Modul Ikatan Kimia Berbasis Augmented Reality 25
SOAL EVALUASI MANDIRI
Jawablah soal dibawah dan cocokan jawaban kamu pada
kunci jawaban untuk menilai kamu dalam penguasaan materi Ikatan Kimia.
1. Unsur yang mengikat dua electron untuk mendapatkan konfigurasi electron yang sta-
bil adalah …
a. Na
b. Si
c. S
d. K
e. Ca
2. Kelompok senyawa yang semuanya berikatan ion adalah ….
a. NH3, CO2, dan H2O
b. CH4, NaCl, dan CaCl2
c. NaCl, HCl, dan H2O
d. KCl, NaI, dan MgBr2
e. H2, Cl2, dan NaI
3. Suatu senyawa yang terbentuk dengan cara menggunakan pasangan elektron
bersama mempunyai ikatan . . .
a. Van der Waals
b. Ion
c. Logam
d. Kovalen
e. Hidrogen
4. Di antara molekul-molekul dibawah ini, yang mempunyai ikatan kovalen rang-
kap dua adalah . . .
a. N2 (nomor atom N = 7)
b. O2 (nomor atom O = 8)
c. H2 (nomor atom H = 1)
d. H2O
e. NH3
5. Pada senyawa SO3 terdapat ikatan . . .
a. Ikatan ion
b. Ikatan hydrogen
c. Ikatan kovalen dan Ikatan kovalen koordinasi
d. Ikatan ion dan logam
e. Ikatan kovalen dan ion
26 Modul Ikatan Kimia Berbasis Augmented Reality
6. Kelompok senyawa kovalen berikut yang bersifat non polar adalah . . .
a. NH3, N2, O2
b. H2O, HCl, HF
c. PCl3, PCl5, ClO3
d. H2, Br2, CH4
e. HBr, HCl, HI
7. Jenis ikatan dalam NH4Cl adalah . . .
a. Kovalen
b. Ion dan kovalen
c. Ion dan kovalen koordinat
d. Kovalen koordinat dan kovalen
e. Kovalen, kovalen koordinat, dan ion
8. Senyawa-senyawa kovalen berikut memenuhi kaidah oktet, kecuali . . .
a. CHCl3
b. NHO3
c. H2O
d. C2H4
e. BeCl2
9. Diketahui konfigurasi electron.
Si= (Ne) 3S2 3P2
F= (Ne) 2S2 2P5
Jika kedua unsur tersebut membentuk senyawa, bentuk molekul yang
terjadi sesuai aturan octet adalah…
a. Linear
b. Segitiga datar
c. Segitiga Piramida
d. Tetrahedral
e. Oktahedaral
10. Kedudukan elektron-elektron dari atom-atom logam dalam membentuk ikatan
logam adalah …
a. Selalu berada di antara dua atom logam yang berikatan dan digunakan
secara Bersama
b. Masing-masing atom logam memberikan elektron valensinya kepada atom
logam yang lain
c. Tidak terikat pada salah satu atom tetapi dapat bergerak bebas sebagai
awan electron
d. Masing-masing elektron valensi berada di antara inti atom logam yang sal-
ing berdekatan satu sama lain
e. Terikat pada inti atom logam tertentu sesuai dengan jumlah proton dari
atom logam yang bersangkutan
Modul Ikatan Kimia Berbasis Augmented Reality 27
11. Unsur P (Z = 15) bersenyawa dengan unsur Cl (Z = 17) membentuk PCl5.
Banyaknya pasangan elektron ikatan (PEI) dan pasangan elektron bebas
(PEB) pada atom pusat dalam senyawa PCl5 berturut-turut adalah ….
a. 3 dan 2
b. 4 dan 1
c. 2 dan 3
d. 5 dan 0
e. 4 dan 2
12. Suatu molekul mempunyai 4 pasang elektron di sekitar atom pusat, 1 diantara-
nyamerupakan PEB, maka bentuk molekul yang paling mungkin adalah...
a. segitiga datar
b. segitiga piramidal
c. tetrahedron
d. bentuk T
e. bentuk V
13. Bila diketahui no atom H = 1 dan O = 16 membentuk molekul H2O den-
gan tipemolekul dan bentuk molekul secara berturut-turut....
a. AX4, tetrahedral
b. AX3E, segitiga piramid
c. AX2E2, planar bentuk V
d. AXE3, segitiga palar
e. AX3E2, segitiga bipiramidal
14. Suatu senyawa memiliki jumlah domain elektron ikatan 3 dan domain elek-
tronbebas 2, bentuk molekul dari senyawa tersebut adalah ….
a. Planar bentuk T
b. Linear
c. Tetrahedral
d. Segitiga datar
e. Bipiramida segitiga
15. Berdasarkan bentuk molekulnya, perkirakan senyawa manakah yang
samabentuknya dengan PCl3
a. CCl4
b. CO2
c. PCl5
d. CH4
e. NH3
16. Bila diketahui atom S = 16 dan nomor atom O = 8 membentuk molekul
SO2,maka jumlah PEI, PEB dan bentuk molekul secara berturut-turut
adalah....
28 Modul Ikatan Kimia Berbasis Augmented Reality
Jumlah PEI Jumlah PEB Bentuk molekul
a2 0 Linear
b2 1 Bengkok
c3 0 Segitiga planar
d3 1 Segitiga piramid
e2 2 tetrahedarl
17. Konfigurasi atom unsur P dan Q adalah sebagai
berikut.P : 1s2 2s2 2p6 3s2 3p5 Q : 1s2 2s2 2p5
Jika P dan Q membentuk senyawa PQ3, bentuk molekul senyawa terse-
but adalah…
a. Planar bentuk T
b. Tetrahedron
c. Segitiga Piramida
d. Terahedral
e. Planar Bentuk T
18. Senyawa manakah yang molekul-molekulnya dapat membentuk ikatan
hidrogen?
a. CHCl3
b. CH3OH
c. CH3F
d. CH3NH2
e. CH3OCH3
19. Ikatan yang terjadi antara atom H dengan atom yang elektronegat-
ifitasnya tinggi (F,O, N) disebut ...
a. Ikatan ion
b. Ikatan kovalen polar
c. Ikatan kovalen non polar
d. Ikatan hidrogen
e. Ikatan kovalen koordinasi
20. Gaya London atau gaya dispersi pada molekul-molekul non
polar terjadi karenaterbentuk ... dan ...
a. Dipol permanen dan dipol permanen
b. Dipol sesaat dan dipol terinduksi
c. Dipol permanen dan dipol sesaat
d. Dipol terinduksi dan dipol terinduksi
e. Ikatan hidrogen
21. Pernyataan berikut ini yang benar adalah ...
a. Titik didih molekul yang memiliki ikatan hidrogen lebih besar dari-
pada molekul yang memiliki gaya Van der Waals
b. Polarisabilitas suatu molekul dipengaruhi oleh kepolaran molekul
Modul Ikatan Kimia Berbasis Augmented Reality 29
c. Gaya London hanya berlaku untuk molekul polar saja
d. Gaya induksi terjadi antara molekul polar dengan molekul polar
e. Urutan kekuatan gaya antarmolekul yaitu ikatan hidrogen > gaya
London > gayatarik-menarik dipol-dipol
22. Diketahui pasangan-pasangan senyawa berikut.
(1) NH3 dan HF
(2) H2O dan HCl
(3) HF dan H2O
(4) NH3 dan HBr
(5) NH3 dan H2S
Kelompok senyawa yang dapat membentuk ikatan hidrogen adalah ...
a. (1) dan (3)
b. (1) dan (5)
c. (2) dan (3)
d. (3) dan (4)
e. (4) dan (5)
23. Gaya yang terjadi antara molekul HCl dengan molekul HCl lain disebut ...
a. Gaya tarik-menarik dipol-dipol
b. Gaya induksi
c. Gaya London
d. Gaya Van der Waals
e. Ikatan hidrogen
24. Perhatikan gambar ilustrasi dari trikloro metana CHCl3 :
Gaya antar dipol ditunjukkan oleh nomor ….
a. (1)
b. (2)
c. (3)
d. (4)
e. (5)
25. Perhatikan tabel berikut
30 Modul Ikatan Kimia Berbasis Augmented Reality
No J u m l a h J u m l a h Bentuk Molekul
PEI PEB
13 1 Segitiga planar
25 0 Segitiga
bipiramidal
32 2 Linear
44 0 Tetrahedral
Pernyataan yang benar hbungan antara jumlah PEI, PEB dan bentuk molekul
adalah....
a. (1) dan (2)
b. (1) dan (3)
c. (2) dan (3)
d. (2) dan (4)
e. (4) dan (5)
KUNCI JAWABAN
1. C 11. D 21. A
2. D 12. B 22. A
3. D 13. C 23. A
4. B 14. A 24. B
5. C 15. E 25. D
6. D 16. B
7. D 17. A
8. E 18. B
9. C 19. D
10. C 20. B
Modul Ikatan Kimia Berbasis Augmented Reality 31
Jawablah soal essay dibawah sesaui dengan pemahaman kamu dan cocokan
jawaban kamu pada link pembahasan untuk menilai kamu dalam penguasaan materi
Ikatan Kimia. Link Pembahasan: https://bit.ly/PembahasanEsssay
1. Unsur-unsur logam bila bersenyawa dengan unsur-unsur non-logam mempunyai
kecenderungan untuk membentuk ikatan ion. Bagaimana pendapat Anda tentang
pernyatan ini? Jelaskan.
2. Unsur 19X dan 35Y membentuk senyawa. Tentukan:
a. Jenis ikatan yang terjadi
b. Rumus senyawa yang terbentuk
3. Unsur P (Z = 15) bersenyawa dengan unsur Cl (Z = 17) membentuk PCl3.
Banyaknya pasangan elektron bebas pada atom pusat dalam senyawa PCl3
adalah….
4. Suatu molekul mempunyai 4 pasang elektron di sekitar atom pusat, 2 diantaranya
merupakan PEB, maka bentuk molekul yang paling mungkin adalah….
5. Jelaskan Penyebab adanya gaya London adalah….
32 Modul Ikatan Kimia Berbasis Augmented Reality
PENILAIAN DIRI
Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut dengan jujur dan bertanggungjawab
dengan mengisi pilihan Ya atau Tidak!
No. Pertanyaan Jawaban
Ya Tidak
1 Saya sudah mampu meramalkan struktur
Lewis pada beberapa unsur
2 Saya sudah mampu memahami penyim-
pangan kaidah Oktet
3 Saya sudah mampu membedakan ikatan
campuran ion dan kovalen
4 Saya sudah mampu memahami ikatan
logam
5 Saya sudah mampu membedakan pem-
bentukan ikatan kovalen tunggal dan rang-
kap
6. Saya telah memahami teori VSEPR dalam
menentukan bentuk molekul
7. Saya dapat menentukan bentuk molekul
suatu senyawa kovalen berdasarkan teori
VSEPR
8. saya mengetahui tentang gaya antar
molekul
9. saya dapat menentukan senyawa yang
memiliki ikatan hidrogen
10. saya dapat menentukan urutan urutan
kekuatan gaya anta molekul
Bila ada jawaban “Tidak”, maka segera lakukan review pembelajaran, terutama
pada bagian yang masih menjawab “Tidak”. Penilaian Diri bila semua jawaban “Ya”,
maka Anda dapat melanjutkan ke pembelajaran berikutnya.
Modul Ikatan Kimia Berbasis Augmented Reality 33
DAFTAR PUSTAKA
Purba, Michael dkk. 2012. Kimia untuk SMA kelas X. Jakarta: Erlangga
Sudarmo, Unggul. 2016. Kimia untuk SMA kelas X. Surakarta: Erlangga
Purba, Michael dkk. 2012. Kiia untuk SMA kelas X. Jakarta: Erlangga
Sudarmo, Unggul. 2016. Kimia untuk SMA kelas X. Surakarta: Erlangga
Hulu, Doni. 2019. Ikatan Kimia. Jakarta: Kemendikbud
34 Modul Ikatan Kimia Berbasis Augmented Reality