JURNAL REFLEKSI DWI MINGGUAN PENDIDIKAN CALON GURU PENGGERAK ANGKATAN 9 MODUL 2.1 PEMBELAJARAN BERDIFERENSISI
Jurnal refleksi dwimingguan saya di modul 2.1 mengenai Pembelajaran Berdiferensiasi. Dalam refleksi dwimingguan ini, saya menggunakan 4F yaitu Facts, Feelings, Findings, Future, dan Fact. FACT ( FAKTA ) Pembelajaran modul 2.1 ini dimulai pada tanggal 20 Oktober 2023 dengan kegiatan pretest paket Modul 2 . Pada awal modul 2.1 di bagian mulai dari diri saya membuat refleksi diri kondisi kelas yang saya ajar saat ini, saya diminta menjelaskan tantangan-tantangan yang dihadapi dalam proses pembelajaran di kelas serta tindakan-tindakan yang dilakukan untuk mengatasi tantangan tersebut. Saya mengaplikasikan dalam bentuk video dengan link sbagai berikut https://youtu.be/LI-Zr9he7No Pada tahap eksplorasi konsep tanggal 23 Oktober 2023 , saya membuat diagram frayer mengenai apa yang saya pahami tentang pembelajaran berdiferensiasi. Diagram tersebut saya muat di goggle drive saya dengan link sebagai berikut https://drive.google.com/file/d/1ek2lT6Uh0Z6vlcJOCkEOwwlbYfafECey/view?usp=sharing Dalam ruang kolaborasi yang dilaksanakan tanggal 25 – 26 Oktober 2023 dan dipandu oleh Ibu Nurhasanah Ratna Juwita selaku fasilitator, Bapak Tofan Dwi Tjahyono selaku PP kelas 181 B, saya bersama 4 orang rekan CGP yakni Anita Indah Tri Astuti, Khoriyanto, Agus Sri Wahyuni dan Novi Halifatus Saddyah menganalisis kasus 3 siswa SMP, masalah melaksanakan pembelajaran berdiferensiasi dengan tema iklan dengan tujuan pembelajaran agar murid-murid dapat menangkap makna secara kontekstual tentang fungsi social, struktur teks, dan unsur kebahasaan dari iklan tentang produk dan jasa. Hail kerja kelompok kami tuangkan pada link https://drive.google.com/file/d/1k_lD60lvpCfYqr9PH3Kk9OLWHKS_-Oo9/view?usp=sharing Dalam Demonstrasi kontekstual tanggal 27 Oktober 2023, saya membuat RPP pembelajaran berdiferensiasi. Sebagai wali kelas 2 yang saya ampu, saya mengambil pelajaran Proyek Bahasa Indonesia dengan Tema Keluargaku Unik. Dengan lampiran tugas RPP Berdiferensi pada laman : https://drive.google.com/file/d/1nylKDnGk4swqmND2F_DQR6nEZZS1kz9E/view?usp=sharing
Dalam sesi Elaborasi Pemahaman tanggal 31 Oktober 2023, saya sangat bersyukur karena dipertemukan oleh instruktur Bapak ARYANTHI JAUHARTINA karena Beliau sangat jelas menggambarkan bagaimana menggambarkan pembelajaran berdiferensiasi di kelas. Dalam menyusun koneksi antar materi tanggal 1 Nopember 2023, saya menemukan semua materi yang telah dipelajari dari modul 1.1 sampai 2.1 sangat berkaitan dengan keberpihakan proses pendidikan kepada murid. Kegiatan penyusunan koneksi antar materi modul 2.1 kami lampirkan pada laman https://drive.google.com/file/d/1Gqo_1Y9MMSHIqLcx6tYTEYCwyhhHdORi/view?usp=sharing Aksi nyata yang sudah saya lakukan adalah pembelajaran berdiferensiasi kelas II dalam pelajaran Bahasa Indonesia dengan Tema keluargaku Unik. Feelings (Perasaan) Saya bersyukur mendapat ilmu baru yang sangat luar biasa berpengaruh terhadap eksistensi saya menjalani profesi sebagai guru. Modul 2.1 memang memberikan saya banyak ilmu mengenai Pembelajaran Berdiferensiasi. Banyak hal yang belum saya ketahui dalam dunai pembelajaran. Di modul ini, saya mendapatkan hal yang luar biasa terkait ilmu-ilmu baru yang memacu saya lebih bersemangat dalam mengimplementasikan semua yang saya dapatkan. Forum diskusi selama sesi ruang kolaborasi dan elaborasi membuat saya semakin paham mengenai implementasi pembelajaran berdiferensiasi. Saya harap dengan mempelajari ini, saya konsisten menjalankan pembelajaran yang berpihak pada murid. Findings (Pembelajaran) Pembelajaran berdiferensiasi merupakan adalah usaha guru untuk menyesuaikan proses pembelajaran di kelas untuk memenuhi kebutuhan belajar individu murid. Menurut Tomlinson (1999:14) dalam kelas yang mengimplementasikan pembelajaran berdiferensiasi, seorang guru melakukan upaya yang konsisten untuk merespon kebutuhan belajar murid. Dalam mewujudkan pembelajaran berdiferensiasi, maka guru harus memiliki pertimbangan yang masuk akal, seperti tujuan pembelajaran yang didefinisikan secara jelas, bagaimana guru menanggapi atau merespon kebutuhan belajar muridnya, lingkungan belajar yang "mengundang” murid untuk belajar, manajemen kelas yang efektif serta penilaian berkelanjutan.
Ada 3 aspek yang mengkategorikan kebutuhan murid, yakni 1. kesiapan belajar 2. minat 3. profil belajar. Kesiapan belajar adalah adalah kapasitas untuk mempelajari materi, konsep, atau keterampilan baru. Minat adalah suatu keadaan mental yang menghasilkan respons terarah kepada suatu situasi atau objek tertentu yang menyenangkan dan memberikan kepuasan diri. Profil Belajar mengacu pada cara-cara bagaimana kita sebagai individu paling baik belajar. Strategi diferensiasi ada 3, yakni 1. diferensiasi konten 2. diferensiasi proses 3. diferensiasi produk. Diferensiasi konten saya mengacu pada pemetaan kebutuhan murid. Guru menyajikan beragam media pembelajaran sesuai dengan kebutuhan murid Diferensiasi proses mengacu pada bagaimana jalannya sebuah pembelajaran berdasarkan gaya belajar. Diferensiasi produk mengacu pada produk yang dihasilkan sebagai unjuk kerja sesuai dengan kemampuan murid. Future (Penerapan) Setelah mempelajari modul ini, saya akan melakukan tes diagnostik baik dengan kuisioner, membaca data yang sudah ada atau wawancara dalam memetakan kebutuhan murid saya di kelas. Saya juga akan merencanakan dan mengimplementasikan pembelajaran berdiferensiasi. Saya akan sering berkolaborasi dengan rekan sejawat yang sudah berpengalaman dalam melaksanakan pembelajaran berdiferensiasi. Saya akans berkolaborasi dengan rekan sejawat terkait pemahaman pembelajaran berdiferensiasi yang sangat diperlukan sehingga kerjasama antar guru dapat terlaksana dengan baik. Selanjutnya saya ingin mengimbaskan praktik baik saya agar keberpihakan pada murid terlaksana di sekolah saya. Demikian pemaparan saya tentang Jurnal Refleksi Dwi Mingguan Modul 2.1 Pendidikan Calon Guru Penggerak.