PROTISTA
A. Pengertian Protista
Gambar 1 protista
Protista berasal dari teori asal-usul makhluk hidup yang di kemukakan oleh Aris
Toteles “Makhluk hidup berasal dari benda mati”. Istilah Protista diambil dari bahasa Yunani,
yaitu protos yang berarti pertama/mula-mula, dan kritos berarti membuat/menyusun. Mereka
mulai hidup di dunia ini sekitar 1-2 miliar tahun yang lalu, makhluk ini membuat para
ilmuwan ragu-ragu karena mirip dengan hewan, tumbuhan, atau jamur. Untuk itulah dibuat
golongan tersendiri, yaitu kingdom Protista.
Filum pada Protista terdiri atas empat
yaitu:
(1) Rhizopoda/Sarcodina,
(2) Cylliata/Cyilliophora,
(3) Flagellata/Mastidhopora dan,
(4) Sporozoa
Protista merupakan organisme penyusun plankton, yaitu organisme mikroskopis yang
mengapung secara pasif atau berenang secara lemah dipermukaan air. Plankton yang bersifat
1
fotoautotrof disebut fitoplankton, sedangkan plankton yang bersifat heterotroph disebut
zooplankton. Berdasarkan kemiripan ciri-ciri dengan organisme lain dan cara memperoleh
makanan sebagai sumber energy, Protista dikelompokkan menjadi 3 golongan, yaitu Protista
mirip hewan, Protista mirip tumbuhan, dan Protista mirip jamur.
1. Protista mirip hewan (Protozoa)
Protozoa meliputi kelompok mastigospora (Protista berbulu cambuk), sarcodina
(Protista berkaki semu), ciliophora (Protista bersilia), dan sporozoa (Protista berspora)
2. Protista mirip tumbuhan (Algae atau ganggang)
Algae meliputi kelompok euglenophyta (Euglena) , Chrysophyta (alga keemasan),
Pyrrophyta (alga api) , Chlorophyta (alga hijau) , phaeophyta (alga coklat) ,
rhodophyta (alga merah)
3. Protista mirip jamur (Jamur protista)
Protista mirip jamur meliputi kelompok jamur lender dan jamur air (Oomycota).
Jamur lender terbagi ,emjadi jamur lender plasmodoal (myxomycota) dan jamur
lender seluler (Acrasiomycota)
B. Karakteristik Protista Secara Umum
Protozoa hampir semuanya protista bersel satu, mampu bergerak yang makan dengan
cara fagositosis, walaupun ada beberapa pengecualian. Mereka biasanya berukuran 0,01-
0,5mm sehingga secara umum terlalu kecil untuk dapat dilihat tanpa bantuan mikroskop.
Organisme eukariotik sederhana;
Protista dibagi menjadi tiga kelompok, yaitu protista mirip hewan, protista mirip
tumbuhan dan protista mirip jamur;
Sebagian besar organisme uniseluler, beberapa kolonial dan beberapa multiseluler
seperti ganggang;
Sebagian besar protista hidup di air, beberapa di tanah lembab atau bahkan tubuh
manusia dan tanaman;
Organisme ini eukariotik, karena mereka memiliki membran inti terikat dan
endomembran sistem;
Mereka memiliki mitokondria untuk respirasi sel dan beberapa memiliki kloroplas
untuk fotosintesis;
2
Reproduksi – beberapa spesies memiliki siklus hidup kompleks yang melibatkan
beberapa organisme. Contoh: Plasmodium. Beberapa bereproduksi secara seksual dan
aseksual lain;
Berkembang biak dengan mitosis dan beberapa mampu meiosis untuk reproduksi
seksual;
Beberapa protista adalah patogen dari hewan dan tumbuhan.
Contoh: Plasmodium menyebabkan malaria pada manusia;
Protista adalah komponen utama plankton.
Gambar 2 macam protista
C. Klasifikasi Protista
1. Berdasarkan Morfologinya
a) Protista Mirip Tumbuhan (Alga)
Alga merupakan protista mirip tumbuhan. Kelompok ini berdasarkan adanya
pigmen fotosintesis. Alga yang bersel satu sering disebut dengan fitoplankton.
Adapun protista mirip tumbuhan yang multiseluler sering disebut sebagai alga.
Protista mirip tumbuhan dapat melakukan fotosintesis, sehingga fitoplankton
dan Alga memiliki peranan penting dalam memberikan pasokan oksigen ke
udara. Ciri ciri umum :
ada yang uniseluler dan multiseluler
dinding sel tersusun atas selulosa
sel sudah memiliki membran inti
struktur tubuh seperti tumbuhan talus
memiliki pigmen warna
dapat melakukan fotosintesis
habitat di wilayah perairan dan di tempat yang lembab
3
reproduksi secara aseksual dengan membelah diri
Gambar 3 protista mirip tumbuhan
Protista mirip tumbuhan dapat disebut sebagai fitoplankton (uniseluler) atau
alga/ganggang (multiseluler). Ukuran ganggang berkisar antara 25µm
(Navicula) sampai 50m (Macrocytis). Ganggang memiliki beberapa bagian
khusus pada struktur selnya, yaitu terdapat:
a. Dinding sel yang terbuat dari selulosa yang sangat tipis.
b. Membran sel dilengkapi lapisan pelikel yang lentur dibawahnya.
c. Kloroplas, organel yang mengandung pigmen fotosintesik untuk
fotosintesis.
d. Granula penyimpanan, tersebar di dalam kloroplas yang digunakan untuk
menyimpan karbohidrat/pati.
e. Pirenoid, tempat penyimpanan karbohidrat utama yang terletak di dalam
kloroplas.
f. Bintik mata (reseptor cahaya), mengatur cahaya masuk ke detektor cahaya.
Detektor cahaya akan menerima cahaya yang diatur bintik mata, kemudian
sel bergerak mengikuti arah cahaya.
g. Vakuola kontraktil, sebagai alat untuk osmoregulasi.
h. Vakuola makanan, sebagai alat pencerna makanan yang masuk melalui
sitostoma.
4
i. Flagella, dimiliki spesies yang motil atau dapat bergerak bebas. Selain itu,
ganggang tergolong tumbuhan yang memiliki tubuh bertalus.
Reproduksi ganggang dilakukan secara aseksual dan seksual.
a. Secara aseksual dilakukan dengan pembelahan biner, fragmentasi dan
pembentukan zoospora.
b. Secara seksual dilakukan dengan pembentukan zigot secara:
Secara isogami, gamet jantan dan betina ukurannya sama besar.
Secara anisogami, gamet jantan dan betina ukurannya berbeda.
Secara oogami, gamet berupa sel sperma dan sel telur.
KLASIFIKASI GANGGANG:
I. Euglenophyta
Merupakan ganggang dengan bentuk peralihan dari hewan dan tumbuhan.
Euglenophyta hidup secara autotrof ketika mendapat cahaya cukup dan
secara heterotrof ketika cahaya kurang. Ciri Euglenophyta:
1. Memiliki pigmen utama klorofil a dan b (hijau).
2. Cadangan makanan disimpan dalam bentuk paramilum.
3. Uniseluler.
4. Dinding sel berupa selulosa yang dilengkapi pelikel.
5. Bergerak bebas dengan satu atau dua flagella di ujung anterior.
6. Memiliki bintik mata yang tersusun atas pigmen fikobilin (merah-biru).
7. Reproduksi secara aseksual dengan pembelahan biner.
5
Contoh: Euglena viridis (parameter pencemaran).
II. Chlorophyta (ganggang hijau)
Merupakan ganggang yang menjadi nenek moyang tumbuhan utama.
Chlorophyta hidup sebagai epifit atau fitoplankton di dalam air. Ciri
Chlorophyta:
1. Memiliki pigmen utama klorofil a dan b (hijau).
2. Cadangan makanan disimpan dalam bentuk amilum dan minyak.
3. Uniseluler atau multiseluler koloni.
4. Dinding sel berupa selulosa.
5. Reproduksi aseksual dengan pembelahan biner, fragmentasi, dan
pembentukan zoospora.
6. Reproduksi seksual dengan cara isogami, anisogami dan oogami.
Bentuk-bentuk Chlorophyta:
a. Uniseluler sesil (bulat mangkuk). Contoh: Chlorella, Chlorococcum.
b. Uniseluler motil (bulat telur). Contoh: Chlamydomonas.
c. Multiseluler koloni sesil (koloni jala). Contoh: Hydrodictyon.
d. Multiseluler koloni motil (koloni bulat). Contoh: Volvox.
e. Filamen. Contoh: Spirogyra (spiral), Oedogonium, Ulothrix (jala)
f. Talus. Contoh: Ulva atau selada laut.
III. Rhodophyta (ganggang merah)
6
Ciri Rhodophyta:
1. Memiliki pigmen utama fikoeritrin (merah).
2. Cadangan makanan disimpan dalam bentuk tepung fluorid.
3. Multiseluler bertalus (makroskopis).
4. Dinding sel berupa selulosa dengan lapisan lendir di luar dan miofibril
di dalam.
5. Reproduksi aseksual dengan karpospora yang terbentuk dari tetraspora.
6. Reproduksi seksual dengan pembentukan zigot dari gamet jantan yang
dihasilkan spermatangium dan gamet betina yang dihasilkan
karpogonium.
Contoh: Eucheuma (rumput laut), Palmaria, Gelidium, Gracilaria,
Gigartina.
IV. Pyrrophyta/Dinoflagellata (ganggang api)
Ciri Pyrrophyta:
1. Memiliki pigmen utama karoten (jingga) dan xantofil (kuning) yang
peka terhadap cahaya.
7
2. Cadangan makanan disimpan dalam bentuk amilum/pati.
3. Uniseluler.
4. Dinding sel berupa selulosa.
5. Tubuhnya mengandung fosfor yang bersifat fluorosens yang dapat
memendarkan cahaya hijau-biru di malam hari.
6. Reproduksi secara aseksual dengan pembelahan biner.
V. Phaeophyta (ganggang coklat)
Phaeophyta hidup menempel pada substrat dan bagian lainnya mengapung
di atas air. Ciri Phaeophyta:
1. Memiliki pigmen utama xantofil (kuning) dan fukosantin (coklat).
2. Cadangan makanan disimpan dalam bentuk laminarin.
3. Multiseluler bertalus (makroskopis).
4. Dinding sel berupa selulosa dengan lapisan gumi dan asam alginat di
luar.
5. Dilengkapi gelembung udara untuk penyimpanan nitrogen dan
mengapung.
6. Reproduksi aseksual dengan fragmentasi dan pembentukan zoospora.
7. Reproduksi seksual dengan cara isogami dan oogami.
Contoh: Sargassum vulgare (gulma laut), Turbinaria decurrens,
Macrocystis, Fucus serratus, Laminaria.
VI. Chrysophyta (alga keemasan/pirang)
8
Chrysophyta hidup sebagai fitoplankton di perairan tawar.
Ciri Chrysophyta:
1. Memiliki pigmen utama fukosantin (coklat), karoten (jingga) dan
xantofil (kuning).
2. Cadangan makanan disimpan dalam bentuk leukosin dan laminarin.
3. Uniseluler atau multiseluler koloni atau filamen.
4. Dinding sel berupa hemiselulosa dengan pektin atau silika.
5. Bergerak bebas dengan dua flagella di ujung anterior.
6. Reproduksi aseksual dengan cara pembelahan biner dan fragmentasi.
7. Reproduksi seksual dengan pem-bentukan auksospora.
Contoh: Mischococcus, Synura, Dinobryon.
VII. Bacilliriophyta/Diatom
Diatom adalah ganggang yang memiliki struktur yang tersusun atas bagian
tutup (epiteka) dan bagian wadah (hipoteka).
Struktur Diatom:
Diatom merupakan bioluminosens di perairan laut yang dapat
memendarkan cahaya di malam hari. Ciri Diatom:
1. Memiliki pigmen utama karoten (jingga) dan xantofil (kuning).
2. Cadangan makanan disimpan dalam bentuk leukosin.
9
3. Uniseluler atau multiseluler koloni.
4. Dinding sel berupa selulosa dan di antara hipoteka dan epiteka terdapat
rafe (celah) yang mengandung silika (kersik).
5. Mensekresikan tanah Diatom.
6. Reproduksi aseksual dengan cara pembelahan hipoteka dan epiteka.
7. Reproduksi seksual dengan pembentukan auksospora.
Bentuk-bentuk Diatom:
Pennalean, tubuh simetris bilateral.
Contoh: Rhaponeis sp, Trinaria regina, Navicula sp, Pinnularia sp.
Centralean, tubuh simetris radial.
Contoh: Triceratium pentacrinus, Arachnoidiscus ehrenbergi.
b) Protista Mirip Hewan (Protozoa)
Protozoa adalah kelompok protista mirip hewan. Pengelompokan ini
berdasarkan ada tidaknya alat gerak. Protozoa merupakan makhluk hidup
eukariotik uniseluler yang dapat berkembang biak dan bergerak. Protozoa
merupakan organisme kosmopolit yang hidup dan dapat ditemukan di berbagai
tempat seperti air dan tanah. Ciri – ciri umum :
Tidak memiliki kloroplas
Bersifat heterotrof, beberapa ada yang saprofit
Berukuran mikroskopis, antara 3-1.000 mikron
Sel umumnya terdiri dari membran sel, sitoplasma, vakuola makanan,
vakuola kontraktil,dan inti sel
Tidak memiliki dinding sel
Umumnya memiliki alat gerak khusus, seperti kaki semu,bulu cambuk, dan
bulu getar
Reproduksi seksual dengan konjugasi dan aseksual dengan pembelahan
biner
Habitat di tempat basah yang kaya organik, baik di laut maupun air tawar.
10
Gambar 4 protista mirip hewan
KLASIFIKASI PROTOZOA:
I. Rhizopoda
Rhizopoda atau Sarcodina adalah protozoa yang bergerak menggunakan
pseudopodia (kaki semu) yang disebut gerak amoeboid.
Ciri Rhizopoda:
Uniseluler.
Heterotrof.
Bergerak dengan pseudopodia secara amoeboid.
11
Mencari makan dengan memangsa alga lain dengan menangkapnya
menggunakan pseudopodia. Makanan yang ditangkap lalu ditelan
melalui sitostoma secara endositosis, lalu menuju vakuola makanan
untuk dicerna.
Reproduksi secara aseksual dengan pembelahan biner.
Klasifikasi Rhizopoda berdasarkan habitat:
1. Ektoamoeba/Gymnoamoeba Hidup bebas di daerah lembab dan
merupakan detritivor.
Contoh: Amoeba proteus, Chaos carolinense
2. Entamoeba Hidup sebagai parasit.
Contoh: Entamoeba coli (diare), E. ginggivalis (radang gusi), E.
histolytica dan E. dysentriae (disentri).
3. Cercozoa Hidup di dalam tanah. Cercozoa memiliki cangkang yang
terbuat dari silika/kapur.
Contoh: Ebridea dan Proteomyxidea.
4. Foraminifera dan Radiolaria Hidup di perairan laut. Foraminifera dan
Radiolaria memiliki cangkang berongga yang terbuat dari silika/kapur.
Setelah mati, cangkang Foraminifera akan membentuk tanah
globigerina, dan cangkang Radiolaria akan membentuk lumpur
radiolaria.
Contoh Foraminifera: Globigerina (pendeteksi hidrokarbon di perut
bumi).
Contoh Radiolaria: Collosphaera (alat penggosok), Acanthometron.
II. Flagellata
12
Flagellata atau Mastigophora adalah protozoa yang bergerak menggunakan
flagel (bulu cambuk) yang berfungsi sebagai alat renang. Ciri Flagellata:
Uniseluler.
Autotrof atau heterotrof.
Umumnya parasit.
Bergerak dengan flagel dengan berenang.
Reproduksi secara aseksual dengan pembelahan biner.
Klasifikasi Flagellata berdasarkan klorofil:
a. Fitoflagellata, yaitu flagellata berklorofil atau tumbuhan (biasanya
diklasifikasikan sebagai alga). Contoh: Euglena, Volvox, Noctiluca.
b. Zooflagellata, yaitu flagellata tidak berklorofil atau hewan. Contoh:
Trypanosoma gambiense, T. rhodesiense, T. evansi, Trichomonas
vaginalis, Trichonympha, Leishmania, Giardia lambia.
III. Ciliata
Cilliata atau Ciliaphora atau Infusoria merupakan protozoa yang bergerak
menggunakan silia/bulu getar yang berfungsi sebagai alat renang.
Struktur sel Ciliata:
Silia
Celah mulut (oral groove)
Sitostoma
Vakuola makanan
Vakuola kontraktil
Mikronukleus, yaitu inti yang memiliki fungsi generatif (konjugasi).
13
Makronukleus, yaitu inti yang memiliki fungsi vegetatif (pertumbuhan
dan perkembangbiakan).
Trikokis, terletak di bawah membran sel yang berfungsi untuk
pertahanan diri dari musuh.
Ciri Ciliata:
1. Uniseluler.
2. Heterotrof.
3. Bergerak dengan silia.
4. Mencari makan dengan menangkapnya menggunakan silia dan
memasukkan makanan ke dalam sitostoma. Makanan yang ditangkap
lalu ditelan melalui sitostoma secara endositosis, lalu menuju vakuola
makanan untuk dicerna.
5. Reproduksi secara aseksual dengan pembelahan biner secara
membujur.
6. Reproduksi secara seksual dengan konjugasi.
Klasifikasi Ciliata berdasarkan motilitas:
a. Ciliata motil, yaitu dapat bergerak bebas.
Contoh: Paramecium, Didinium (pemangsa Paramecium), Balantidium
coli.
b. Ciliata sesil, yaitu hanya hidup menetap, biasanya hidup permukaan
dasar laut.
Contoh: Vorticella, Stentor.
IV. Sporozoa
Sporozoa atau Apicomplexa adalah protozoa yang tidak memiliki alat gerak
dan memiliki siklus hidup kompleks.
14
Ciri Sporozoa:
Uniseluler.
Heterotrof.
Umumnya parasit.
Bergerak dengan mengubah kedudukan tubuhnya atau mengikuti
pergerakan yang terjadi di lingkungannya.
Melekat dengan sel inang menggunakan kompleks apikal yang terdiri
dari kait dan penghisap.
Reproduksi secara aseksual dengan skizogoni (membelah diri pada
tubuh inang tetap) dan sporogoni (menghasilkan spora pada tubuh
inang perantara).
Reproduksi seksual dengan peleburan mikrogamet (betina) dan
makrogamet (jantan).
c) Protista Mirip Jamur
Kelompok protista dikatakan mirip jamur karena memiliki ciri-ciri memiliki
hifa dan struktur tubuh mirip dengan jamur. Perbedaannya jamur sejati tersusun
atas zat kitin sedangkan protista mirip jamur tersusun selulosa. Perbedaan
lainnya adalah Jamur sejati hidup sebagai saprofit sedangkan protista mirip
jamur hidup berkoloni dan umumnya parasit. Pada jamur sejati memiliki zigot
yang tidak dapat bergerak (imotil), sedangkan protista mirip jamur memiliki
zigot yang dapat bergerak (motil). Ciri – ciri umum :
Berperan sebagai decomposer
Habitat ditempat yang lembab
Struktur tubuh berbentuk filament atau benang
Bersifat heterotrof dan absorptive
Gambar 5 protista mirip jamur
Protista mirip jamur terbagi menjadi dua, yaitu Myxomycota dan Oomycota.
15
I. Myxomycota (slime molds)
Myxomycota atau jamur lendir adalah jamur protista yang memiliki ciri:
Heterotrof.
Aseluler.
Berpigmen kuning, jingga atau warna terang lain.
Alat gerak berupa pseudopodia atau flagellum.
Myxomycota hidup pada dua fase, yaitu fase ameboid (bebas) dan fase
dewasa (reproduksi). Myxomycota hidup sebagai agregat dengan
sitoplasma berinti sel banyak yang disebut plasmodium. Plasmodium
mendapat makanan dengan menelan organisme lain secara fagositosis
Pada fase dewasa, jamur lendir bereproduksi secara aseksual atau seksual.
a. Reproduksi aseksual dilakukan dengan cara membelah diri,
fragmentasi, atau pembentukan spora berflagel (myxoflagel) yang akan
menjadi myxamoeba.
b. Reproduksi seksual dilakukan dengan cara peleburan dua myxamoeba
menjadi amebozigot.
Contoh: Dictystelium discoideum, Physarium sp.
II. Oomycota (water molds)
Oomycota atau jamur air adalah jamur protista yang memiliki ciri:
Heterotrof.
16
Umumnya uniseluler.
Tersusun atas hifa senositik.
Dinding sel tersusun atas selulosa, namun tidak berkloroplas.
Jamur air bereproduksi secara aseksual atau seksual.
a. Reproduksi aseksual dilakukan dengan menghasilkan zoospora yang
memiliki dua flagel.
b. Reproduksi seksual dilakukan dengan menghasilkan zigot dari
pertemuan gamet jantan yang dihasilkan anteridium dan gamet betina
yang dihasilkan oogonium.
Contoh: Saprolegnia (parasit ikan), Plasmopora viticola (jamur anggur),
Phytophtora infestans (jamur kentang dan tomat).
2. Berdasarkan Cara Memperoleh Makanan
Berdasarkan cara memperoleh makanan, protista diklasifikasi menjadi 3 golongan,
yaitu :
a) Protista Autotrof
Protista Autrotof adalah protista yang memiliki klorofil sehingga mampu
melakukan fotosintesis, fotosintesis adalah proses senyawa organik dari
senyawa anorganik menggunakan energi cahaya yaitu mengubah zat anorganik
menjadi zat organik dengan bantuan energi matahari. Golongan ini disebut
sebagai protista mirip tumbuhan salah satu contohnya yaitu alga.
b) Protista Heterotrof
Protista Heterotrof yaitu protista yang tidak dapat membuat makanan sendiri
sehingga memerlukan makanan organik dari lingkungannya atau bisa disebut
yang “menelan “ makanan (zat organik) dengan cara memasukkan makanan
melalui membrane sel (fagositosis) atau memasukkan makanan melalui mulut
sel, kemudian makanan dicerna di dalam sel. Golongan ini disebut sebagai
protista mirip salah satu contohnya yaitu protozoa
c) Protista Saprofit dan Parasit
Protista Saprofit adalah protista yang mencerna makanan organik di luar sel dari
sisa-sisa makhluk hidup yang telah mati dan protista parasit adalah protista yang
menyerap sari-sari makanan dari makhluk hidup inang nya. Salah satu
contohnya yaitu jamur.
17
D. Habitat Organisme Protista
Protista adalah organisme eukariot sederhana yang memiliki membran inti sel yang
bukan masuk dalam keluarga jamur, tumbuhan, maupun hewan. Protozoa hidup soliter atau
berkoloni pada habitat yang beragam. Sebagian besar protista adalah organisme akuatik.
Mereka membutuhkan lingkungan yang lembab untuk bertahan hidup. Mereka ditemukan
terutama di tanah basah, rawa-rawa, genangan air, danau, dan laut. Protista yang menyerupai
hewan (protozoa) memiliki habitat di air tawar atau laut. Dan ada juga yang hidup di tanah
dan tubuh manusia maupun hewan.
a) Protista menyerupai tumbuhan (algae) memiliki habitat di air tawar atau laut, ada
juga algae yang tumbuh di tempat-tempat lembab.
b) Protista menyerupai jamur memiliki habitat di air, di tumbuhan yang sudah mati atau
bangkai, dan di tanah.
E. Cara Perkembangbiakan Organisme Protista
Perkembangbiakan Protista terjadi dengan dua cara yaitu secara aseksual dan seksual.
Perkembangan aseksual (vegetatif) berlangsung ketika terjadi pembelahan biner ataupun
denagn tahap mitosis pada kromosom yang ada pada nukleus. Selain perkembangan secara
vegetatif, kelompok organisme ini juga dapat berkembang secara generatif yaitu melalui
meiosis.
Gambar 6 reproduksi organisme protista
Dari jenis gamet yang bersatu pada proses fertilisasi (syngamy), ada 3 jenis bentuk
reproduksi generatif, yaitu:
1. Isogami
18
Gambar 7 reproduksi bentuk isogami
Isogami merupakan bentuk dari reproduksi seksual yang melibatkan gamet dengan
morfologi (bentuk & ukuran) yang sama. Hal Ini adalah proses perkembangbiakan secara
generatif pada Protista yang ditandai dengan meleburnya 2 gamet yang mempunyai bentuk
dan ukuran yang sama.
Penggabungan gamet yang mirip secara morfologis tapi secara fisiologis berbeda dua
disebut isogami. Tidak ada perbedaan antara gamet betina dan gamet laki-laki pada isogami.
Mereka disebut sebagai tipe kawin positif (+) dan negatif (-). Kedua gamet tersebut benar-
benar identik secara ukuran, bentuk, dan penampilan. Mereka bisa berupa sel bulat atau
berbentuk pir. Gamet memiliki flagela untuk bergerak menuju tujuan mereka. Begitu mereka
menyatu, zigot diproduksi, menghasilkan organisme baru. Jenis syngamy ini ditunjukkan
oleh organisme uniseluler seperti protozoa, tumbuhan yang lebih sederhana seperti alga dan
beberapa jamur.
2. Anisogami
Anisogami atau biasa disebut heterogami merupakan bentuk dari reproduksi seksual yang
melibatkan gamet dengan morfologi yang berbeda. Hal ini adalah proses perkembangbiakan
19
secara generatif pada Protista yang ditandai dengan meleburnya dua gamet yang berbeda
ukuran dan bentuknya.
Pada anisogami, gamet jantan dan betina dapat dibedakan sebagai sperma dan telur.
Kedua gamet tersebut bersifat motil pada beberapa spesies sementara hanya gamet jantan
yang motil pada beberapa organisme. Gamet betina berukuran lebih besar dari pada gamet
jantan. Pada organisme tertentu, gamet betina tidak memiliki flagela untuk bergerak. Oleh
karena itu, gamet jantan bergerak menuju gamet wanita untuk melakukan syngamy.
Anisogami ditunjukkan oleh tumbuhan lebih sederhana seperti alga hijau tertentu dan alga
merah.
3. Oogami
Oogami merupakan bentuk heterogami yang lebih maju, satu gamet kecil & motil
(sperma), dan yang satunya besar dan non-motil (telur).
Gamet jantan dan betina sebagian besar berbeda dalam ukuran, bentuk, penampilan
dan motilitas. Gamet jantan memiliki flagel; Oleh karena itu, sangat gesit. Sel telur terdiri
dari banyak nutrisi untuk penggunaan masa depan selama perkembangan keturunan. Oogami
ditunjukkan oleh semua tanaman dan hewan yang tingkatnya lebih tinggi.
F. Peranan Protista Bagi Kehidupan
1. Peranan pada Protista mirip tumbuhan
Eucheuma spinosum, merupakan alga merah yang dimanfaatkan sebagai bahan
makanan dan kosmetik.
2. Peranan pada Protista mirip hewan
Radiolaria, merupakan sarcodina yang kerangkanya dari silikon dapat
digunakan sebagai bahan penggosok.
3. Peranan pada Protista mirip jamur
Pythium sp., menyebabkan penyakit rebah semai pada tanaman karena
menyerang bagian pangkal batang bibit tanaman.
20