PEMERIKSAAN
LAJU ENDAP
DARAH
NURFAIKA RAMDANI
PO714203211026
Laju endap darah (LED) adalah pemeriksaan laboratorium
yang mengukur kecepatan pengendapan sel darah merah
(eritrosit) dalam sampel darah (whole blood) menggunakan
antikoagulan natrium sitrat dengan memakai alat tertentu
yang hasilnya dinyatakan dalam satuan mm/jam .”
Beberapa istilah LED antara lain blood bezenking sneilhed
(BBS), blood sedimentation rate (BSR), erythrocyte
sedimentation rate (ESR), dan dalam Bahasa Indonesia adalah
kecepatan pengendapan darah (KPD).
Tujuan Pemeriksaan LED
Menentukan seberapa Untuk mendeteksi dan
cepat eritrosit mengendap memantau adanya kerusakan
selama satu jam akibat jaringan, inflamasi dan
adanya perubahan skrining berbagai macam
komponen dalam darah penyakit infeksi, autoimun dan
akibat masalah klinis keganasan
Prinsip Pemeriksaan LED
Laju endap darah terjadi melalui 3 fase yaitu fase
penggumpalan selama 15 menit, fase pengendapan selama 30
menit dan fase pemadatan selama 15 menit.”
Fase Fase Pengendapan Eritrosit pada LED
1.Fase Penggumpalan: 1.Fase 1.Fase Pemadatan:
Tahap ketiga
Tahap pertama Pengendapan: adalah tahap
pemadatan,
pembentukan rouleaux, Tahap kedua eritrosit yang
mengendap akan
sel-sel eritrosit proses sedimentasi, mengisi celah-
celah atau ruang
mengalami agregasi dan eritrosit akan kosong pada
tumpukan eritrosit
membentuk tumpukan mengalami
dengan kecepatan pengendapan lebih
pengendapan darah cepat dan konstan
lambat yang berlangsung yang berlangsung
dalam waktu 15 menit selama 30 menit
Metode Pemeriksaan LED
Pemeriksaan LED dapat dilakukan dengan berbagai metode,
yaitu Wintrobe, Westergreen, dan Otomatis. International
Committee For Standardization in Hematology (ICSH)
merekomendasikan untuk menggunakan Westergreen”
1.Metode Wintrobe
Metode Wintrobe adalah satu dari metode pengukuran
LED menggunakan tabung Wintrobe. Pada metode
Wintrobe darah dan antikoagulan yang tidak diencerkan,
dibiarkan menetap selama satu jam dalam sebuah tabung
Wintrobe yang diletakkan tegak lurus.Tabung Wintrobe
memiliki tinggi 100 mm dan garis tengahnya 2,8 mm.
2.Metode Westergreen
Metode Westergreen adalah satu dari metode pengukuran
LED manual yang dianjurkan oleh International
Committee For Standardization in Hematology (ICSH) .
Pada pengukuran LED, metode Westergreen
menggunakan tabung Panjang yang memudahkan
pembacaan dan memungkinkan pembaca untuk
menghitung skala dengan rentang yang lebih lebar
sehingga mengurangi kesalahan dalam pembacaan dan
interpretasi nilai LED
3.Metode Otomatis
Metode otomatis analyzer LED adalah variasi dari Teknik
Westergreen sebagai metode standar untuk menentukan
laju pengendapan eritrosit. Kesamaan dengan metode
Westergreen adalah antikoagulan dan perbandingannya
dengan darah. Sedangkan perbedaannya terletak pada cara
pembacaannya.
Prosedur Kerja Pemeriksaan LED
1.Metode Wintrobe 2.Metode Westergreen
• Alat • Alat
Tabung Wintrobe Pipet Westergreen
Rak Tabung Wintrobe Rak Tabung Westergreen
Pipet Bulb (karet penghisap)
Kawat • Bahan
Kapas Darah vena (Na Sitrat
• Bahan 3,8%) dengan
Darah EDTA perbandingan 4 bagian darah
dan 1
Darah EDTA dalam bagian Na.Sitrat 3,8%
tabung Wintrobe yang Darah EDTA yang
didiamkan tegak lurus ditambahkan NaCl
dalam waktu tertentu, 0,85% dengan perbandingan
maka sel-sel darah akan 4 bagian darah dan 1 bagian
mengendap karena NaCl 0,85%
perbedaan berat jenis.
Jumlah milimeter darah 1.Pipet spesimen darah Na-
merah yang mengendap Sitrat 3,8% atau darah EDTA
selama 1 jam dinyatakan dengan NaCl 0,85%
sebagai nilai LED dalam menggunakan pipet
satuan mm/jam Westergreen sampai tanda batas
0
1. Masukkan darah 2.Letakkan tabung pada rak
kedalam tabung Wintrobe tabung atau penyangga pipet
sampai tanda batas 0 atau Westergreen dengan posisi
10 tegak lurus pada tempat rata
2. Letakkan tabung dan jauh dari getaran dalam
Wintrobe dengan posisi suhu ruangan
tegak lurus pada rak 3.Biarkan selama 1 jam
tabung 4.Ukur tinggi plasma dalam
3. Setelah 1 jam, ukur mm, dari tanda batas 0 sampai
tinggi plasma dalam mm. tanda batas eritrosit
catat dan laporkan sebagai mengendap. Catat dan laporkan
nilai LED dalam satuan sebagai nilai LED dalam satuan
mm/jam mm/jam
Prosedur Kerja Pemeriksaan LED
3.Metode Otomatis 1. Darah dimasukkan ke dalam
• Alat tabung vakum LED dengan
Analyzer LED menggunakan vacutainer
Tabung Vakum LED 2.Masukkan tabung ke dalam
• Bahan Analyzer LED dan tunggu
Darah vena (Na Sitrat selama 30 menit
3,8%) dengan 3.Hasil LED akan muncul pada
perbandingan 4 bagian layar Analyzer LED atau dapat
darah dan 1 bagian juga di print pada thermal paper
Na.Sitrat 3,8%
Prinsip pemeriksaan LED metode otomatis adalah sampel
darah di homogenkan dan dimasukkan kedalam tabung.
Kemudian tabung tersebut dimasukkan ke alat otomatis dan
didiamkan selama 30 menit. Selanjutnya LED dibaca melalui
sensor alat tersebut, yang dapat menganalisis eritrosit yang
mengendap. Hasil pembacaan nilai LED divisualisasikan ke
layer monitor
Faktor yang mempengaruhi hasil pemeriksaan
Faktor Eritrosit
Jumlah eritrosit/μl darah yang kurang dari
normal, rasio eritrosit dengan plasma yang
meningkat, ukuran eritrosit yang lebih besar
dari normal, eritrosit yang mudah beraglutinasi
akan menyebabkan peningkatan kecepatan
pengendapan eritrosit sehingga LED akan
meningkat
Faktor Plasma
Peningkatan komposisi protein plasma akan
memengaruhi viskositas plasma, selain itu kadar
fibrinogen yang tinggi juga akan memicu
terbentuknya rouleaux dan meningkatkan
kecepatan pengendapan eritrosit. Rouleaux
adalah gumpalan sel-sel eritrosit yang terjadi
karena gaya tarik permukaan dan bukan oleh
antibodi atau ikatan kovalen