Desi Tri Susilowati, S.Pd. Edisi Pertama - 2016
2. Budaya Lokal Yang Berkembang Pada Masyarakat Pedalaman Kalimantan Timur.
Berikut berupa tradisi yang berkembang pada mayarakat pedalaman Kalimantan Timur.
a. Tradisi Telinga Panjang
Tradisi ini maish terus dilakukan oleh orang-orang Dayak Kenyah, Bahau, dan Kayan.
Dikalangan orang Dayak Kenyah, baik laki-laki maupun perempuan memiliki daun telinga yang
sengaja dipanjangkan, akan tetapi panjangnya berbeda-beda antara laki-laki dan perempuan.
Kaum laki-laki tidak boleh memanjangkan telingany sampai melebihi bahunya, sedangkan kaum
perempuan boleh memanjangkanya hingga sebatas dada.
Proses pewarisa tradisi ini dimulai sejak masa kanak-kanak, yaitu sejak anak berusia satu
tahu, kemudian setiap tahunya mereka menambahkan satu buah anting atau subang perak. Anting
atau suban perak yang dipakai berbeda beda. Gaya anting yang berbeda-beda ini menunjukan
perbedaan status dan jenis kelamin, misalnya kaum bangsawan memiliki gaya anting sendiri yang
tidak boleh dipakai oleh orang-orang biasa.
b. Upacara Kematian Suku Dayak
Masyarakat suku Dayak menggambarkan kemuliaan dunia baru yang akan dituju oleh roh orang
yang meniggal (negeri arwah atau tumpuk audiau) merupakan sebuah negeri kaya raya berpasir
emas, berbukit intan berkerikil manik-manik, penuh dengan kesenangan, serta kesempurnaan
yang berarti tidak ada lagi kesusahan dan tangisan.
Pada masyarakat suku Dayak terdapat bentuk-bentuk upacara kematian, seperti berikut.
1) Ejambe adalah upacara kematian yang pada intinya pembakaran tulang si mati. Pelaksanaan
upacaranya sepuluh hari sepuluh malam
2) Ngadatun adalah uapacara kematian yang dikhususkan bagi mereka yang meninggal dan
terbunuh (tidak wajar) dalam peperangan atau bagi para pemimpin rakyat yang terkemuka.
Pelaksanaannya Selma lima hari lima malam
3) Ngatang adalah upacara mam-batur yang setingkat dibawah upacara mia, karena
pelaksanaannya hanya satu hari satu malam . kuburan si mati hanya dibuat batur satu tingkat
saja.
4) Siwah adalah kelanjutan dari upacara mia yang dilaksanakan setelah empat puluh hari
sesudah upacara mia. Pelaksanaan upacara siwah ini hanya satu hari satu malam. Inti dari
upacar siwah adalah pengukuhan kembali roh si mati setelah dipanggil dalam upacara mia
untuk pengantu keworakan (sahabat pelindung sanak saudara)
c. Upacara tiwah
Upacara tiwah merupakan upacara adat suku Dayak. Tiwah merupakan upacara yang
dilaksanakan untuk pengantaran tulang orang yang sudah meninggal kesandung yang sudah
dibuat . Sandung adalah tempat semacam rumah kecil yang memang dibuat khusus untuk mereka
yang sudah meninggal dunia. Upacara tiwah bagi suku Dayak sangatlah sacral. Upacara ini
sebelum tulang-tulang orang yang sudah mati tersebut diantar dan diletakan
ketempatnya(sanding), banyak seklai acara ritual, tarian, suara gong, maupun hiburan lain.
Sampai akhirnya tulang-tulang tersebut diletakkan di tempatnya(sandung).
d. Upacara lom Plai
Upacara Lom Plai merupakan sebuah pesta adat paska panen untuk bersyukur atas panen
mereka yang melimpah dalam satu tahun. Dengan upacara adat ini, diharapkan seluruh warga
51 | S o c i a l S c i e n c e ( S S C ) / 2 b SMK N JAWA TENGAH
Desi Tri Susilowati, S.Pd. Edisi Pertama - 2016
suku Dayak Wehea akan memperoleh keselamatan sepanjang satu tahun kedepan dan juga hasil
panen tahun depan akan berlimpah seperti sebelumnya. Pesta adat juga diyakini dapat
menghindarkan tanaman warga dari serangan berbagai macam hama tanaman.
3. Budaya Lokal Yang Berkembang Pada Masyarakat Sumatra barat
Berikut beberapa tradisi yang berkembang pada masyarakat Sumatra Barat.
a. Tradisi Tabuik
Tabuik merupakan sebuah tradisi masyarakat pantai Barat Sumatra Barat, yang dilaksanakan
secara turun-temurun. Upacara ini degelar di hari Sura yang jatuh pada tanggal sepuluh
Muharram, dalam kalender islam. Pada hari yang telah ditentukan, sejak pukul 06.00 seluruh
peserta dan kelengkapan upacara bersiap dialun-alun kota. Para pejabat pemerintahpun turut
hadir dalam pelaksanaan tabuik.
Satu tabuik diangkat oleh para pemikul yang jumlahnya mencapai empat puluh orang.
Dibelakang tabuik, rombongan orang berbusana tradisional membawa perkusi berupa gendang.
Saat matahari terbenam arak-arakanpun berakhir. Kedua tabuik dibawa kepantai dan selanjutnya
dilarung kelaut. Hal ini dilakukan karena ada kepercayaan bahwa dibuangnya Tabuik kelaut dapat
membuang sial. Disamping itu moment ini juga dipercaya sebagai waktunya burak terbang
kelangit dengan membawa segala jenis arakannya.
b. Tradisi Balimau
Tradisi Balimau dilakukan oleh masyarakat Padang, Sumatra Barat. Biasanya tradisi ini dilakukan
dari mulai terbit matahari hingga terbenam beberapa hari sebelum bulan ramadhan. Makna tradisi
ini adalah melakukan pembersihan diri secara lahir dan batin agar seseorang siap menjalankan
ibadah puasa.
4. Budaya Lokal yang Berkembang Pada Masyarakat Jawa
Berikut beberapa tradisi yang ada pada masyarakat Jawa.
a. Brokohan adalah upacara kelahiran bayi. Sesaji yang disediakan adalah dawet, gula jawa, kelapa,
kembang setaman.
b. Selapanan adalah upacara pemberian nama bayi yang baru lahir. Upacara ini dilaksanakan pada
hari ketiga puluh lima kelahiran.
c. Tetesan adalah upacara khitan untuk putri raja yang telah berusian delapan tahun. Upacara ini
diadakan di bangsal pengapit sebelah Dalem Prabayiksa. Upacara ini dihadiri oleh seluruh
anggota keluarga kerajaan seperti garwa dalem, putra dalem, wayah, buyut, dan canggah. Selain
itu, dihadiri pula oleh abdi dalem bedoyo, emban, amping, dan abdi dalem keparak.
d. Supitan adalah upacara khitanan untuk putra bangsawan yang berusia 14 tahun. Stelah menjalani
upacara supitan, putra bangsawan itu tinggal di ksatrian yang terpisah dari ibu dan saudara
perempuan.
e. Tarapan adalah upacara inisiasi haid pertama bagi anak perempuan. Upacara diadakan di bangsal
Sekar Kedaton sebelah selatan Kedaton Kulon. Upacara ini merupakan upacara intern kaum
wanita sehingga laki-laki termasuk Sultan tidak boleh hadir dalam upacara tersebut.
f. Garebeg Suro (Surkarta), disebut juga dengan kirap pusaka. Kirap pusaka adalah upacara adat
yang dilaksanakan oleh Keraton Kasanan Surakarta, yang merupakan cabang budaya berupa tata
cara keraton. Upacara Garebeg Suro tidak hanya sebagai sarana memanjatkan doa dan mencari
berkah saja, tetapi juga sebagai bentuk penyampaian nilai moral kepada masyarakat sekitarnya.
52 | S o c i a l S c i e n c e ( S S C ) / 2 b SMK N JAWA TENGAH
Desi Tri Susilowati, S.Pd. Edisi Pertama - 2016
g. Kenduren atau kenduri atau selamatan adalah tradisi yang sudah turun-temurun dari zaman
dahulu, yaitu doa bersama yang dihadiri para tetangga dan dipimpin pemuka adat atau yang
dituakan disetiap lingkungan. Yang disajikan berupa tumpeng beserta lauk pauknya. Tumpeng dan
lauk pauk yang nantinya akan dibagikan kepada yang hadir disebut carikan atau berkat.
h. Sekaten, merupakan sebuah upacara kerajaan yang dilaksanakan selama 7 hari. Konon asal-usul
upacara ini sejak kerajaan Demak. Upacara ini sebenarnya merupakan sebuah perayaan hari
kelahiran Nabi Muhammad SAW. Menurut cerita rakyat kata sekaten berasal dari istilah credo
dalam agama islam Syahadatain. Sekaten dimulai dengan keluarnya dua perangkat gamelan
sekati, kiai gunturmadu dan guntursari dari keraton untuk ditempatkan di masjid Agung Surakarta.
Selama enam hari, mulai hari keenam sampai kesebelas bulan Mulud dalam kalender Jawa,
kedua perangkat gamelan tersebut dimainkan menandai perayaan sekaten. Akhirnya pada hari
ketujuh upacara ditutup dengan keluarnya gunungan Maulud.
Lakukan Kegiatan Individu
Judul kegiatan : Contoh Budaya Lokal
Nilai karakter : Mandiri, berpikir logis, dan kritis
Sebagai negara yang multicultural, Indonesia memiliki banyak budaya lokal yang berkembang di
setiap daerah, sebagai mana telah kita bahas asebelumnya. Tugas Anda sekarang carilah budaya
lokal yang berkembang di Indonesia selain di daerah yang telah dicantumkan pada pembahasan
sebelumnya (misalnya masyarakat Bali dan masyarakat Sulawesi Selatan)! Catat dan tulislah dalam
bentuk uraian singkat, kemudian presentasiikan hasilnya di depan kelas!
UJI SUB KOMPETENSI 4
Jawablah soal-soal berikut dengan singkat dan tepat!
1. Jelaskan tentang tradisi Madeueng pada masyarakat Aceh!
Jawab:………………………………………………………………………………………………………..
…………………………………………………………………………………………………………………
2. Menggambarkan apa gaya anting yang berbeda-beda dalam tradisi panjang telinga di Pedalaman
Kalimantan Timur?
Jawab:………………………………………………………………………………………………………..
…………………………………………………………………………………………………………………
3. Sebutkan empat upacara kematian pada masyarakat suku Dayak!
Jawab:………………………………………………………………………………………………………..
…………………………………………………………………………………………………………………
4. Apa yang dimaksud dengan tradisi balimau pada masyarakat Sumatra barat?
Jawab:………………………………………………………………………………………………………..
…………………………………………………………………………………………………………………
5. Bagaimana asal mula tradisi skeaten ?
Jawab:………………………………………………………………………………………………………..
…………………………………………………………………………………………………………………
53 | S o c i a l S c i e n c e ( S S C ) / 2 b SMK N JAWA TENGAH
Desi Tri Susilowati, S.Pd. Edisi Pertama - 2016
PAHAMI !!!
F. Masalah Dan Alternatif Penyelesaian Masalah Akibat Adanya Keberagaman Budaya Serta Intgrasi
Nasional
Keberagaman budaya itu merupakan tantangan sekligus peluang bagi masyarakat Indonesia. Dikatakan
sebagai tantangan karena apabila tidak dikelola dan ditangani dengan baik, keberagaman budaya akan
dapat mendorong timbulnya persaingan dan pertentanagan sosial. Sebagai peluang, keragaman budaya
itu jika dibina dan diarahkan secara tepat, akan menjadi suatu kekuatan atau potensi dalam melaksanakan
pembangunan bagsa dna negara Indonesia. Untuk lebih jelasnya, berikut akan diuraikan masalah-masalah
yang muncul sebagai akibat dari keberagaman budaya.
1. Masalah akibat keberagaman budaya
Berikut beberapa macam masalah yang muncul akibat keberagaman budaya.
a. Munculnya konflik sosial.
Kita harus menyadari bahwa kehidupan masyarakat Indonesia sangat majemuk dalam
suku bangsa dan budaya. Keberagaman suku bangsa dan budaya itu akan berdampak negatif
berupa timbulnya pertentangan antar budaya, jika tidak benar-benar ditangani secara tepat,
kehidupan bangsa Indonesia yang beragam suku bangsa dan budaya kadang-kadang diwarnai
oleh konflik antarbudaya.
Sesuai dengan sifatnya yang multietnik dalam masyarakat Indonesia terdapat berbagai
macam kepentingan karena banyak aspirasi yang berbeda. Perbedaan aspirasi suatu suku
bangsa dalam masyarakat adalah suatu hal yang wajar. Namun, menjadi berbeda apabila
masing-masing pihak memaksakan kehendak dan menginginkan aspirasinya diutamakan terlebih
dahulu. Jika msing-masing pihak tidak bisa kompromi akan terjadi konflik, pertikaian, bahkan
perpecahan diantara mereka.
Konflik dan pertikaian yang terjadi diantara suku bangsa Indonesia dapat melemahkan kondisi
keamanan dan terhanan pada masyarakat yang bersangkutan. Jika hal ini terjadi, kekuasaan
asing akan masuk dengan mudah kedalam wilayah negara yang bersangkuatn, baik secara
militer maupun sosial ekonomi.
Keberagaman budaya yang ada dalam masyarakat dapat menjadi bencana awal dari konflik dan
perpecahan. Hal senada juga mewarnai perjalanan sejarah bangsa Indonesia yang juga penuh
dengan konflik, apabila kita perhatikan sejarah republic Indonesia sejak tahun 1945 hingga
sekarang. banyak konflik yang terjadi akibat dari pertentangan antara suku bangsa dan
perbedaan ideologi antara lain sebagai berikut.
1) Pemberontakan republik Maluku selatan (RMS)
2) Peristiwa Kapten Andi Abdul Azis bekas kapten KNIL di Sulawesi Selatan
3) Pemeberontakan Darul Islam di Jawa Barat
4) Pemeberontakan Darul Islam di Sulawesi Selatan
5) Pemeberontakan Darul Islam di Kalimantan Selatan
6) Pemeberontakan Darul Islam di Aceh
7) Pemeberontakan PRRI di Sumatra Barat
54 | S o c i a l S c i e n c e ( S S C ) / 2 b SMK N JAWA TENGAH
Desi Tri Susilowati, S.Pd. Edisi Pertama - 2016
8) Pemeberontakan Permesta di Sulawesi Selatan
9) Pemeberontakan GAM di Aceh
10) Pemeberontakan yang dilakukan GPK di papua
11) Pertikaian antara suku bangsa Madura dan suku bangsa dayak
12) Kerusuhan di Poso dan Ambon
13) Perang suku yang masih sering terjadi di wilayah papua dan sekitarnya
Kesimpulannya, keberagaman budaya yang ada dimasyarakat Indonesia tidak hanya menjadi
potensi kekayaan bangsa, tetapi juga merupakan potensi konflik diantara suku bangsa diwilayah
kesatuan RI. Oleh karena itu pengembangan sikap saling menghargai, saling menghormati,
tenggang rasa, dan toleransi menjadi mutlak harus dilaksanakan oleh semua pihak yang
menginginkan negara Indonesia aman dan tentram. Berikut dampak negatif akibat keragaman
sosial budaya pada era reformasi sekarang ini.
1) Menimbulkan konflik antar elite dan golongan politik sehingga menghambat jalannya roda
pemerintahan dan pelaksanaan pembangunan.
2) Menimbulkan konflik antar suku bangsa, antar golongan, atau antar kelas sosial sehingga
menyebabkan timbulnya perilaku anarkisme, terorisme,sekularisme, primordialisme,
separatisme, dan sebagainya.
3) Menimbulkan perubahan sosial dan budaya yang terlalu cepat sehingga menjadi perubahan
nilai dan norma sosial, perubahan pranata dan lembaga sosial, perubahan pandangan hidup,
perubahan sistem struktur pemerintahan, dan sebagainya.
Oleh karena itu, diperlukan beberapa upaya atau metode-metode untuk mengatasi konflik
sosial. Nasikun mengidentifikasi pengendalian konflik melalui tiga cara, yaitu dengan konsiliasi(
conciliation), mediasi( mediation), perwasitan(arbitration).
1) Konsiliasi
Konsiliasi adalah suatu usaha untuk mempertemukan keinginan-keinginan dari pihak-pihak
yang berselisih demi tercapainya suatu persetujuan bersama. Conciliation bersifat lebih lunak
daripada coercion dan membuka kesempatan bagi pihak-pihak yang bersangukan untuk
mengadakan asimilasi. Suatu contoh dari conciliation adalah adanya panitia-panitia tetap di
Indonesia yang khusus bertugas untuk menyelesaikan persoalan-persoalan perburuhan,
mereka duduk sebagai wakil-wakil perusahaan, wakil-wakil buruh, wakil-wakil Departemen
Tenaga Kerja yang seharusnya khusus bertugas menyelesaikan persoalan-persoalan jam
kerja, upah, hari-hari libur, dan sebagainya.
2) Mediasi
Pada mediasi diundanglah pihak ketiga yang netral dalam soal peselisihan yang ada. Pihak
ketiga tersebut mengusahakan suatu penyelesaian secara damai. Kedudukan pihak ketiga
hanya sebagai penasehat belaka, dia tidak berhak untuk member keputusan-keputusan
penyelesain perselisihan tersebut.
3) Perwasitan
Pengendalian konflik dengan cara perwasitan dimaksudkan bahwa pihak-pihak yang
berkonflik bersepakat untuk menerima pihak ketiga yang akan berperan untuk memberikan
keputusan-keputusan dalam rangka penyelesain konflik yang ada. Berbeda dengan mediasi,
55 | S o c i a l S c i e n c e ( S S C ) / 2 b SMK N JAWA TENGAH
Desi Tri Susilowati, S.Pd. Edisi Pertama - 2016
cara perwasitan mengharuskan pihka-pihak yang berkonflik utnuk menerima keputusan yang
diambil oleh wasit.
b. Primordialisme
Primordialisme adalah sebuah pandangan atau paham yang memegang teguh hal-hal yang
dibawa sejak kecil, baik mengenai tradisi, adat istiadat, kepercayaan, maupun segala sesuatu
yang ada dilingkungan pertamanya. Primordialisme juga merupakan sebuh istilah unutk menunjuk
pada sikap kerukunan yang berlbihan . terlalu membanggakan suku atau rasnya sehingga sering
terkesan meremehkan suku atau ras lainnya.
Primordialisme berasal dari bahasa latin yaitu primus yang artinya pertama dan ordiri yang
artinya tenunan atu ikatan. Ikatan seseorang pada kelompok yang pertama dengan segala nilai
yang diperolehnya melalui sosialisasi akan berperan dalam membentuk sikap primordial.
Disatu sisi, sikap primordial memiliki fungsi untuk melestarikan budaya kelompoknya.
Namun, disisi lain sikap ini dapat membuat individu atau kelompok memiliki sikap etnosentrisme,
yaitu suatu sikap yang cenderung bersifat subjektif dalam memandang budaya orang lain. Mereka
akan selalu memandang budaya orang lain dari kacamata budayanya. Hal ini terjadi karena nilai-
nilai yang telah tersosialisasi sejak kecil sudah menjadi nilai yang mendarah daging( internalized
value) dan sangatlah susah untuk berubah dan cenderung dipertahankan nilai-nilai itu sngat
menguntungkan bagi dirinya.
Suatu kenyataan bahwa dalam suatu kelompok tertentu akan memiliki ikatan yang kuat
terhadap kelompoknya, misalnya orang sunda memiliki ikatan kuat terhadap daerah dan
kebudayaanya. Orang islam akan memiliki ikatan yang kuat terhadap keislamannya, demikian
juga denganagama atau suku bangsa lainnya akan memiliki ikata-ikatan seperti itu. Namun,
apabila rasa ikatan itu berlebihan dan sempit misalnya memandang bahwa suku bangsanya
paling baik, paling dihargai, paling dihormati, paling berhak, atau agama tertentu saja yang
merasa paling benar dan yang lain tidak, atau menganggap rendah terhadap suku bangsa lain,
inilah yang disebut primordialisme.
Primordial adalah ikatan kekerabatan( darah dan keluarga) dan kesamaan suku bangsa,
daerah, bahasa, dan adat istiadat. Sifat ikatan primordial ditandai dengan sentiment kedaerahan,
kesukuan, keagamaan, dan hal-hal lain yang bersifat inklusif. Sifat primordialisme yang sempit
dan berlebihan emrupakan sifat yang menghambat terhadap proses integrasi bangsa dalam
mewujudkan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Rasa ikatan kesukuan kedaerahan ini emang harus dipelihara dalam rangka pengembangan
budaya dan suku bangsa. Akan tetapi, bukan untuk merasa lebih kuat mendominasi yang lain,
maupun meniadakan atau menolak yang lain. Oleh karena itu, sifat kedaerahan dan kesukuan itu
harus dikembangakan sejalan dengan proses integrasi nasional dan melahirkan kebudayaan
nasional sebagai ciri khas bangsa Indonesia
Sejarah ketatanegaraan Indonesia telah menjelaskan bahwa keragaman masyarakat
Inodensia telah melahirkan berbagai politik aliran yang bermacam-macam yang mencerminkan
suku bangsa, kedaerahan, keagamaan, dan aliran-aliran kepentingan.
c. Stereotip Etnik (Suku Bangsa)
Stereotip merupakan pandangan-pandangan subjektif dari suatu etnik atau suku bangsa
tertentu terhadap etnik atau suku bangsa lainya atau tentang etniknya sendiri. Stereotip lebih
merupakan suatu penilaian daru satu suku bangsa terhadap suku bangsa lainya, baik
56 | S o c i a l S c i e n c e ( S S C ) / 2 b SMK N JAWA TENGAH
Desi Tri Susilowati, S.Pd. Edisi Pertama - 2016
berdasarkan pengetahuan- pengetahuan terdahulu (penilaian generasi sebelumnya) maupun
berdasarkan pengalaman-pengalaman sendiri atau orang lain.
Menurut Baron dan Paulus, ada dua faktor yang menyebabkan adanya stereotip yaitu
sebagai berikut :
1) Kecenderungan manusia untuk membagi dunia dengan dua kategori yaitu kita dan mereka.
Orang-orang yang kita anggap di luar kelompok kita kan kita pandang lebih mirip satu sama
lain, karena kita kekurangan informasi mengenai mereka, kita cenderung menyamaratakan
dan menganggapnya homogeny.
2) Kecenderugan kita untuk melakukan kerja kognitif sedikit mungkin dalam berfikir mengenai
orang lain. Dengan kata lain, stereotip menyebabkan presepsi selektif tentang orag-orang dan
segala sesuatu di sekitar kita. Dengan memasukan orang kedalam kelompok, kita berasumsi
bahwa kita tahu banyak tentang mereka (sifat-sifat utama kecenderungan perilaku mereka),
dan kita menghemat tugas kita untuk memahami mereka sebagai individu.
Melalui stereotip kita bertindak menurut apa yang sekiranya sesuai terhadap kelompok lain.
Sebagai contoh, suku Jawa memiliki stereotip lemah lembut dan kurang suka berterus terang,
maka kita akan bertindak berdasarkan stereotip itu dengan sifat selembut-lembutnya dan
berusaha untuk tidak mempercayai begitu saja apa yang diucapkan seorang suku Jawa kepada
kita. Sebagai sebuah generalisasi kesan, stereotip kadang-kadang tepat dan kadang-kadang tida,
misalnya stereotip suku Jawa tidak suka berterus terang memiliki kebenaran cukup tinggi karena
umumnya suku jawa memang kurang berterus terang. Namun, tentu saja terdapat pengecualian-
pengecualian karena banyak juga suku Jawa yang suka berterus terang.
Faktor yang mempengaruhi penyebutan strotip suatu ertnik adalah sebagai berikut.
1) Adanya pengetahuan umum maupun pengalaman antara in-group dan out-group sebagai
dasar penilaian
2) Adanya kesamaa antarsatu etnis dengan etnis lainya
3) Lingkungan sosial dan pergaulan di antara etnis-etnis tersebut.
2. Alternatif Penyelesaian Masalah Akibat Adanya Keberagaman Budaya
Bangsa Indonesia merupakan salah satu contoh mesyarakat multikultural dari sekian banyak
masyarakat multicultural di dunia. Pada masuyarakat multicultural terdapat struktur budaya dan tata
nilai yang berbeda-beda yang mengakar pada budaya kesukuan. Kondisi ini menimbulkan disharmoni
seperti terjadinya dominasi dan tekanan-tekanan dari kelompok kuat kepada kelompok lemah, serta
memunculkan konflik yang bernuansa sara. Berikut beberapa alternatif pemecahan masalah akibat
keberagaman.
a. Mengintegrasikan Unsur-Unsur Sosial (Ras, Suku, dan Agama)
Perbedaan ras, suku, dan agama memang benar-benar bisa menjadi penyebab terjadinya
perbedaan pendapat dan dapat mengarah pada terjadinya konflik. Oleh sebab itu, sedapat
mungkin keadaan ras, suku, dan agama yang berbeda-beda dapat diintegrasikan untuk
mengarah pada kepentingan nasional, walaupun nilai-nilainya tidak bisa dipadukan. Apabila
dapat dilakukan, konflik akan dapat ditekan dan dikurangi untuk masa-masa yang akan datang.
b. Membangun Forum Komunikasi Lintas Ras, Suku, Agama
Forum komunikasi lintas ras, suku dan agama merupakan wadah musyawarah dan tenggang
rasa antarumat beragama, serta berusaha mencari solusi yang terbaik, apabila terjadi konflik-
57 | S o c i a l S c i e n c e ( S S C ) / 2 b SMK N JAWA TENGAH
Desi Tri Susilowati, S.Pd. Edisi Pertama - 2016
konflikyang bernuansa agama, ras, maupun kesukuan. Pada dasarnya konflik antarras, suku, dan
agama dapat terjadi karena masing-masing tidak mengetahui karakteristik dari kelompok lain. Hal
ini dapat diatasi dengan membuka sarana komunikasi secara nasional yang melibatkan suku-
suku, kelompok ras, dan kelompok agama dengan membentuk wadah yang bersifat umum yang
disebut forum kemunikasi bangsa.
c. Mengembangkan Budaya Nasional yang Bersumber dari Budaya Daerah
Proses terbentuknya negara dan bangsa Indonesia terlah didahului dengan adanya budaya-
budaya yang merupakan consensus bersama seperti bahasa Indonesia sebagai bagasa
persatuan, bendera merah putih sebagai bendera kebangsaan, tanah air satu yaitu tanah air
Indonesia, Indonesia Raya sebagai lagi kebangsaan, serta Pancasila sebagai lambang dan dasar
falsafah negara. Proses asimilasi budaya yang telah terbentuk tesebut terus berkembang dan
patut untuk dikembangkan sehingga tercipta suatu tatanan kehidupan bersama yang mengakar
dari budaya-budaya daerah sebagi unsur pembentuk bangsa. Budaya-budaya yang merupakan
hasil asimilasi ini antara lain pakaian nasional dan kesenian nasional yang sesungguhnya
merupakan puncak-puncak budaya daerah yang dibakukan dan diangakt sebagai budaya
nasional. Budaya nasional diangkat dari kebudayaan daerah yang dianggap baik dan dapat
diterima oleh seluruh unsur masyarakat yang lain.
d. Mengembangkan Wawasan Nusantara
Secara psikologis, bangsa Indonesia juga dipersatukan dalam suatu pola pemikiran yang salam
untuk memandang ke dalam dan ke luar yang kita kenal dengan Wawasan Nusantara, Wawasan
Nusantara sebagai salah satu upaya untuk menegakkan keutuhan bangsa merupakan suatu
kesepakatan bagaimana bangsa Indonesia memberikan presepsi terhadap diri dan lingkungan.
Dalam Wawasan Nusantara bangsa Indonesia memandang bahwa bangsa Indonesia merupakan
satu kesatuan geografis, satu kesatuan huku, dan satu kesatuan sosial yang tidak dapat
dipisahkan satu dengan yang lainya.
e. Meletakan Landasan HAM
Jika setiap orang dapat memahami hak-hak asasi manusia, akan lahir toleransi antara individu
satu dengan individu lain. Hal ini berarti mereka dapat melakukan tenggang rasa terhadap pihak-
pihak lawan walaupun masing-masing berada dalam keadaan yang berbeda-beda. Melalui
pengembangan hak-hak asasi masnusia,setiap warga masyarakat akan menyadari bahwa orang
lain di luar dirinya memiliki hak asasi yang sama dnegan dirinya dan hak tersebut tidak boleh
diganggu gugat. Selain itu, melalui mengetahuan tentang HAM akan memunculkan solidaritas
sosial terhadap warga masyarakat lain yang mengacu pada kesetaraan hak dan kwajiban
sehingga dapat hidup berdampingan dalam mewujudkan kebersamaan dan beragaman.
f. Mengembangkan Sikap Tenggang Rasa Antarunsur Sosial
Sikap tenggang rasa dibutuhkan untuk mewujudakn sikap saling menghargai perbedaan dan
bersedia bekerja sama atas dasar perbedaan-perbedaan menuju jeutuhan dan persatuan
bangsa. Sikap tenggang rasa akan meredam terjadinya konflik antarindiividu dalam masyarakat
yang memiliki keberagaman budaya. Sikap tenggang rasa dapat dibangun melalui wawasan yang
luas tentang karakteristik suku bangsa dan kelompok agama yang ada. Dengan demikian, akan
muncul sikap toleransi yang dapat membangun kebersamaan. Hal ini karena di dalam sikap
toleransi terkandung unsur-unsur yang dapat memberikan pengakuan sekaligus perlakuan yang
sama kepada setiap orang tanpa melihat latar belakang ekonomi, sosialm budaya termasuk
ras,suku, agama, dan asal daerah. Dengan sikap toleransi masing-masing komponen dapat
58 | S o c i a l S c i e n c e ( S S C ) / 2 b SMK N JAWA TENGAH
Desi Tri Susilowati, S.Pd. Edisi Pertama - 2016
,menerima keberadaan komponen lain dan dapat hidup berdampingan secara wajar di tengah
keberagaman budaya sehingga keutuhan bangsa dapat terjaga.
3. Integrasi Nasional
Negara Indoesia terdiri dari banyak suku bangsa. Tidak mudah mengatur negara seperti Indonesia
karena tidak teletak pada satu pulau, tetapi terdiri dari bayak pulau. Pertahanan keamaan negara
pada setiap sudut negara sulit untuk selalu diawasi. Hal ini disebabkan oleh begitu luasnya wilayah
negara Indonesia. Dengan keadaan yang demikan perlu adanya integrasi nasional yang kuat.
Tahukan,Anda, yang dimaksud dengan Integrasi nasional Indonesia
1. Pengertian Integrasi Nasional
Integrasi nasional berasal dari dua kata yaitu integrasi dan nasional. Kata integrasi berasal
dari bahasa Inggris, yaitu integrate yang berarti menyatupadukan, menggabungkan, dan
mempersatukan. Sementara kata nasional berasal dari bahasa Inggris nation. Yang berarti
bangsa.
Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, integrasi nasional mempunyai arti politis dan
antropologis. Secara politis, integrasi berarti penyatuan berbagai kelompok budaya dan sosial
dalam kesatuan wilyah nasional yang membentuk suatu identitas nasional, sedangkan secara
antropologis integrasi berarti proses penyesuaian di antara unsur-unsur kebudayaan yang
berbeda segingga mencapai suatu keselarasan fungsi dalam kehidupan masyarakat. Brikut
pengertian integrasi menurut beberapa ahli :
1) Howard Wringgins
Menurut Wringgins, integrasi bangsa berarti penyatuan bagian yang berbeda-beda dari suatu
masyarakat menjadi satu keseluruhan yang lebih utuh atau memadukan masyarakat-
masyarakat kecil yang jumlahnya banyak menjadi satu kesatuan bangsa.
2) Myron Welner
Welner menyatakan bahwa integrasi menrujuk pada proses penyatuan berbagai kelompok
budaya dan sosial ke dalam satu kesatuan wilayah, dalam rangka pembentukan suatu
identitas nasional. Integrasi biasanya mengandalkan adanya satu masyarakat yang secara
etnik majemuk dan setiap kelompok masyarakat memiliki bahasa dan sifat-sifat kebudayaan
yang berbeda.
Berdasarkan pengertian-pengertian tersebut, dapat disimpulkan bahwa integrasi nasional
bangsa Indonesia merupakan hasrat dan kesadaran untuk bersatu sebagai suatu bangsa,
menjadi satu kesatuan bangsa secara resmi dan direalisasikan dalam satu kesepakatan atau
konsensus atau konsensus nasional melalui Sumpah Pemuda tanggal 28 Oktober 1928
2. Faktor Pendorong, pendukung dan Penghambat Integrasi Nasional
1) Faktor- Faktor Pendorong Integrasi Nasional
a) Adanya rasa senasip dan seperjuangan yang diakibatkan oleh faktor sejarah
b) Adanya ideologi nasional yang tercermin dalam symbol kenegaraan, seperti Garuda
Pancasila dan semboyan Bhinneka Tunggal Ika.
c) Adanya tekad serta keinginan untuk bersatu di kalangan bangsa Indonesia seperti
dinyatakan dalam Sumpah Pemuda
59 | S o c i a l S c i e n c e ( S S C ) / 2 b SMK N JAWA TENGAH
Desi Tri Susilowati, S.Pd. Edisi Pertama - 2016
d) Adanya ancaman dari luar yang menyebabkan muncul semangat nasionalisme di
kalangan bangsa Indonesia yang dibuktikan dalam perjuangan mempertahankan
kemerdekaan Indonesia.
2) Faktor-faktor pendukung Integrasi Nasional
a) Penggunaan bahasa Indonesia. Bahasa Indonesia telah menjadi bahasa pemersatu yang
dipelajari, digunakan dan bahkan dijadikan sebagai symbol kebanggaan warga negara
Indonesia.
b) Adanya semangat persatuan dan kesatuan dalam satu bangsa, satu bahasa, dan satu
tanah air Indonesia sehingga diharapkan tidak ada satu suku bangsa pun yang ingin
memisahkan diri dari wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia
c) Adanya kepribadian dan pandangan hidup berkebangsaan yang sama, yaitu Pancasila,
yang sekaligus berfungsi sebagai ideologi sosial politik bersama bangsa
d) Adanya jiwa dan semangat gotong royong yang kuat serta rasa solidaritas dan toleransi
keagamaan yang itnggi, sehingga mudah untuk mewujudkan kerukunan nasional dan
kerukunan umat beragama
e) Adanya rasa senasip sepenanggungan akibat penjajahan yang diderita cukup lama oleh
seluruh suku bangsa di Indonesia. Hal ini melahirkan perasaan senasip untuk merdeka
serta bebas membangun dan mewujudkan jati diri bangsa Indonesia.
3) Faktor-faktor penghambat Integrasi Nasional
a) Kurangnya penghargaan terhadap kemajemukan masyarakat Indonesia yang bersifat
heterogen baik ras, suku, agama maupun golongan.
b) Kurangnya toleransi antargolongan yang akan emicu timbulnya konflik
c) Kurangnya kesadaran dari masyarakat Indonesia terhadap bebagai ancaman gangguan
dari luar yang mencdorog kuruhan, kesatuan, dan persatuan bangsa
d) Adanya ketidakpuasan terhadap ketimpangan dan ketidakpuasan hasil-hasil
pembangunan sehingga menimbulkan dampak terhadap munculnya masalah sara ( suku,
agama, ras, dan antargolongan) dan gerakan separatisme di daerah-daerah. masuknya
budaya asing yang tidak sesuai dengan kepribadian bangsa akibat kemajuan teknologi
akan membawa pengaruh terhadap lemahya nilai0nilai budaya bangsa.
3. Perwujudan Integrasi Nasional
Integrasi nasional dapat diwujudkan melalui pakaian, bahasa, lambang dan identitas kebangsaan,
landasan ideologi, perilaku kehidupan sosial, serta lembaga-lembaga.
1) Pakaian
Pakaian merupakan hasil kebudayaan yang dimiliki semua suku bangsa. Setiap suku memiliki
kekhasan masing-masing. Oleh karena itu, pakaian tersebut dinamakan pakaian adat. Berikut
beberapa fungsi pakaian secara luas :
a) Sebagai penutup aurat (bagian-bagian tubuh) yang perlu ditutupi
b) Sebagai alat untuk menahan pengaruh alam dari dingin dan panas
c) Pakaian yang menjadi khas bangsa Indonesia antara lain batik dan peci.
60 | S o c i a l S c i e n c e ( S S C ) / 2 b SMK N JAWA TENGAH
Desi Tri Susilowati, S.Pd. Edisi Pertama - 2016
2) Bahasa
Bahasa merupakan alat komunikasi dan proses interaksi antarmanusia. Bahasa dapat
diwujudkan melalui tulisan, lisan, maupun gerak tubuh sengan maksud agar pesan atau
maksud dapat dimengerti atau dipahami oleh lawan bicara. Adapun fungsi bahasa adalah
sebagai berikut :
a) Sebagai alat pemersatu berbagai masyarakat yang berbeda latar belakang budaya antar
daerah
b) Sebagai pengantar resmi di lembaga-lembaga pendidikan
c) Sebagai kunci dalam mempelajari ilmu pengetahuan dan teknologi
d) Sebagai identitas dan kebanggaan nasional
3) Lambang dan identitas kebangsaan
Lambang dan identitas kebangsaan Indonesia antara lain bendera Merah Putih, Lagu
Indonesia Raya, dan lambang Garuda Pancasila. Melalui lambang dan identitas kebangsaan
integrasi nasional dapat terbentuk.
4) Landasa Ideologi
Ideologi digunakan sebagai landasan hidup dan pandangan hidup bangsa. Dengan ideologi
hidup yang sama, suatu bangsa cenderung bertahan dan bersatu. Landasan untuk
berideologi , berbudaya, bermoral dan berbangsa dalam bernegara hanya satu, yaitu
Pancasila. Sebenarnya benih dan akar bancasila digali dari kebudayaan suku-suku bangsa
sejak dulu. Namun, bentuk dan penampilannya merupakan hal yang baru. Kesatuan yang
dibentuk atas kemajemukan bangsa dirumuskan dengan semboyan Bhinneka Tunggal Ika.
5) Perilaku Kehidupan Sosial
Berikut beberapa ciri khas perilaku kehidupan sosial masyarakat Indonesia yang mampu
mendorong terbentuknya integrasi nasional
a) Gotong royong yang merupakan kehidupan sosial berasakan kekeluargaan
b) Musyawarah untuk mencapai mufakat
c) Bersikap ramah dan sopan
d) Toleransi dan saling menghormati.
6) Lembaga-lembaga
Berikut lembaga-lembaga yang berperan dalam terbentuknya integrasi nasional.
a) Lembaga Pendidikan, seperti universitas, sekolah, pesantren dan kursus
b) Lembaga Perekonomian, seperti perusahaan dan koperasi
c) Lembaga Politik dan Pemerintahan, seperti MPR, lembaga tinggi negara, departemen-
departemen, partai politik
d) Lembaga kemayarakatan, seperti desa, karang taruna, serta organisasi keolahragaan
dan kesenian
e) Lembaga yang bersifat temporer, seperti seminar, lokakarya, dan festival.
61 | S o c i a l S c i e n c e ( S S C ) / 2 b SMK N JAWA TENGAH
Desi Tri Susilowati, S.Pd. Edisi Pertama - 2016
4. Peran Pemerintah dan Masyarakat dalam Meningkatkan Keselarasan Budaya
Dalam mengahadapi berbagai masalah yang ,mungkin ditimbulkan oleh keanekaragaman dan
perubahan budaya serta dalam upaya menjaga keselarasan antarbudaya, perlu dipikirkan beberapa
alternatif pemecahan yang dapat dilakukan oleh seluruh anggotan masyarakat tanpa terkecuali.
Pemerintahan pun ikut andil dalam peran tersebut. Hal ini karena tumbuh dan berkembanganya suatu
kebudayaan dipengaruhi oleh kondisi sosial politik bangsa tersebut. Di Indonesia pembangunan
kebudayaan kea rah keselarasan ikut dapat perhatian. Hal ini dapat dilihat pada UUD 1955 pasal 32
berbunyi “ Pemerintahan memajukan kebudayaan nasional Indonesia….” Itulah sebabnya
kebudayaan menjadi satu program pembangunan nasioal yang
diarahkan sebagai berikut.
a. Meningkatkan usaha pembinaan dan pemeliharaan
kebudayaan nasional untuk memperkuat kepribadian bangsa,
kebangsaan nasional dan kesatuan nasional, termasuk
menggali dan memupuk kebudayaan daerah sebagai unsur-
unsur budaya penting yang memperkaya dan meberi corak
pada kebudayaan nasional
b. Membina dan memelihara tradisi-tradisi serta peninggalan-
peninggalan sejarah yang mempunyai nilai-nilai perjuangan
dan kebangsaan untuk mewariskan kepada generasi muda
c. Membina kebudayaan nasional harus sesuai dengan norma- Gb. 23 Festival Jamu, merupakan slaah
norma Pancasila. Di samping itu,ditunjukan untuk mencegah satu cara pemeliharaan kebudayaan
tumbuhnya nilai-nilai sosial budaya yang bersifat feodal, juga lokal untuk meningkatkan kepribadian
menagnggulangi pengaruh kebudayaan asing yang negatif bangsa
serla di lain pihak memberikan kemampuan masyarakat untuk
menyerap nilai-nilai dari luar yang positif dan yang memang
diperlukan bagi pembaruan dalam proses pembangunan
selama tidak bertentangan dengan kepribadian bangsa.
Berikut sasaran pembinaan kebudayaan dalam Ketetapan
MPR RI nomor IV / MPR/1978 tentang GBHN bidang kebudayaan .
a. Nilai-nilai budaya Indonesia terus dibina dan dikembangkan guna memperkuat kepribadian
bangsa, mempertebal rasa harga diri, dan kebangsaan nasional serta memperoleh jiwa kesatuan
nasional
b. Kebudayaan nasional terus dibina atas dasar norma-norma pancasila dan diarahkan pada
menerapan nilai-nilai tetap mencerminkan kepribadian bangsa dan meningkatkan nilai-nilai yang
luhur. Oleh karena itu, perlu ditiadakan dan dicegah nilai-nilai sosial budaya bersifat feodal dan
kedaerahan yang sempit.
c. Dengan tumbuhnya kebudayaan nasional yang berkepribadian, sekaligus dapat ditanggulangi
pengaruh kebudayaan asing yang negatif. Di lain pihak, ditumbuhkan kemampuan masyarakat
untuk menyaring dan meyerap nilai-nilai budaya dari luar yang positif, yang memang diperlukan
bagi pembauran dalam proses pembangunan.
d. Disiplin nasional dibina dan dikembangkan secara lebih nyata dalam usaha untuk meoerkukuh
kesetiakawanan nasional, lebih menanamkan sikap mental, tenggang rasa, hemat dan
bersahaja, bekerja keras, cermat, tertib, penuh rasa pengabdian, jujur, dan kewiraan.
62 | S o c i a l S c i e n c e ( S S C ) / 2 b SMK N JAWA TENGAH
Desi Tri Susilowati, S.Pd. Edisi Pertama - 2016
e. Usaha-usaha pembaruan bangsa perlu lebih ditingkatkan di segala bidang kehidupan dalam
rangka usaha memperkukuh kesatuan dan persatuan bangsa.
f. Pembinaan dan pengembangan bahasa Indonesia dilaksanakan dengan mewajibkan
penggunaanya secara baik dan benar.
g. Pembinaan bahasa daerah dilaksanakan dalam pengembangan bahasa Indonesia dan untuk
memperkaya perbendaharaan bahasa Indonesia sebagai salah satu sarana identitas nasional.
h. Di dalam rangka pembinaan kesenian perlu dikembangkan kebijaksanaan yang menopang
tumbuhnya kreatifitas seniman sehat
i. Pembinaan kesenian daerah ditingkatkan dalam rangka mengembangkan kesenian-kesenian
nasional agar dapat lebih memperkaya kesenian Indonesia yang beraneka raga,
j. Tradisi dan peninggalan sejarah yang mempunyai nilai perjuangan kebangsaan, serta
kemanfaatan nasional tetap dipelihara dan dibina untuk memperkaya dan member corak pada
kebudayaan nasional.
Lalu bagaimana peran pemerintah dalam menjaga agar keselarasan antarbudaya tetap terjaga?
Pada dasarnya, banyak upaya yang sudah dilakukan pemerintah mulai dari mengeluarkan kebijakan,
pembenahan dalam bidang pendidikan, bahkan melakukan perubahan dalam sistem pemerintahan
daerah. Semua itu dilakukan agar perbedaan antarbudaya yang ada di Indonesia tetap berjalan
selaras tanpa adanya ketimpangan yang mampu menimbulkan konflik. Berikut upaya-upaya yang
diakukan pemerintah dalam menjaga keselarasan antarbudaya tetap terjaga.
a. Selalu memperbarui kebijakan pemerintah dalam rangka pembangunanantara lain pemerataan
pembangunan segala bidang di seluruh penjuru tanah air. Lebih-lebih kebanyakan permasalahan
yang timbul disebabkan oleh perbedaan pandangan dapat digolongkan masalah bersifat politis.
b. Penanaman serta mempertebal sikap toleransi dan empati seosial dari setiap individu yang
berbeda budaya melalui berbagai institusi yang ada khususnya melalui jalur pendidikan. Perlu
disadari bahwa keragaman budaya dan kuatnya rasa kebersamaan sebagai suatu bangsa akan
menciptakan bangsa Indonesia sebagai sumber daya manusia yang kuat dan kukuh serta
diberbagai bangsa yang diperhitungnkan oleh bangsa lain.
c. Perlunya pemahaman dan kesadaran bahwa terjadinya perpecahan dalam masyarakat
Indonesia merupakan ancaman bagi kita . Perpecahan yang terjadi akan melemahkan kekuatan
bangsa di Berbagai bidang sehingga memicu campur tangan bangsa lain untuk memanfaatkan
situasi dan kondisi Indonesia
d. Melakukan pemindahan penduduk secara terprogram melalui transmigrasi khususnya dari pulau
Jawa, Bali, Madura ke berbagai pulau di Indonesia yang dipandang masih jarang penduduknya
dan memiliki potensi ekonomi yang besar. selain pemerataan penduduk secara demografis dan
mengurangi beban pada pulau-pulau yang padat, secara tidak langsung melalui transmigrasi
penduduk lokal yang telah ada di wilayah baru dengan para transmigran akan terjadi interaksi
sosial yang pada akhirnya akan saling menyesuaikan diri dan menciptakan kesatuan sosial
budaya saling menguntungkan.
e. Membuka daerah-daerah yang terisolasi melalui pembangunan sarana tansportasi. Dan
komunikasi di darat, laut, udara. Suatu masyarakat yang terisolasi tidak hanya akan terhambat
pembangunan fisiknya, tetapi juga akan menimbulkan perasaan curiga dan tidak puas karena
merasa kurang diperhatikan oleh pemerintah. Akhirnya mereka merasa berbeda dari kelompok
masyarakat lain dan akan mengurangi partisipasinya dalam pembangunan sosial, termasuk
dalam rangka menciptakan integrasi nasional.
63 | S o c i a l S c i e n c e ( S S C ) / 2 b SMK N JAWA TENGAH
Desi Tri Susilowati, S.Pd. Edisi Pertama - 2016
f. Meskipun terlihat bahwa otonomi daerah lebih menonjolkan sifat-sifat kedaerahanya. Namun
tidak dapat dipungkiri bahwa otonomi daerah merupakan langkah cerdas dalam memberikan
kesempatan kepada daerah-daerah yang memang memiliki perbedaan-perbedaan dalam banyak
hal untuk megembangkan diri dalam membangun masyarakatnya masing-masing.
g. Pemerataan pendidikan merupakan langkah yang stategis, sebab melalui pendidikan akan
ditanamkan sikap-sikap positif seperti bertoleransi, kerjasama, demokrasi, dan nilai-nilai
keagamaan yang juga menegaskan bahwa manusia diciptakan beraneka ragam, semata-mata
untuk saling mengisi dan menolong satu sama lainnya
h. Pemerataan pembangunan, diantaranya dengan membangun zona-zona ekonomi yang
diharapkan masing-masing zona ekonomi tersebut akan berkembang sesuai potensi dan
kemampuan masing-masing.
i. Mendirikan sarana-sarana kesehatan di berbagai daerah juga merupakan suatu langkah untuk
mengurangi rasa tidak terlayani dan tidak diperhatikan yang akan menimbulkan bibit-bibit konflik
dan kekerasan.
Selain pemerintah diperlukan juga peran serta masyarakat guna menjaga keselarasan tersebut. Jika
pemerintah berkerjasama sendiri ibarat roda berjalan sebelah. Akan timpang dan sulit mencapai
tujuan. Oleh karena itu, diperlukan kerja sama antara pemerintahan dan masyarakat dalam upaya
menjaga keselarasan antarbudaya. Berikut peran masyarakat dalam menjaga keselarasan
antarbudaya.
a. Memelihara kebudayaan nasional, dengan cara sebagai berikut :
1) Mengelola, menggali, dan memperbaiki bidaya tradisional yang tersebar di seluruh tanah air
Indonesia
2) Meneliti, mendokumentasi, dan melestarikan perbendaharaan budaya Nasional.
3) Meningkatkan perlindungan cagar alam.
b. Menghidupkan budaya nasional, dengan cara sebagai berikut:
1) Membangun sarana, lembaga dan pusat-pusat penelitian, pengkajian, penyajian,
deertapendidikan kebudayaan
2) Membangkitkan dan mengembangkan perbendaharaan kebudayaan nasional
3) Menghasilkan tenaga terdidik melalui jalur pendidikan formal maupun nonformal, yang akan
mempunyai profesi dibidang kebudayaan antara lain sebagai seniman, pelaku , pencipya,
dan pamong pengembang kebudayaan nasional.
4) Mendorong pendidikan seni budaya melalui jalur nonformal yang diselenggarakan dalam
bentuk kegiatan-kegiatan pendidikan kebudayaan di lingkungan keluarga
c. Memperkaya budaya nasional, dengan cara sebagai berikut:
1) Mengolah bentuk, corak, atau langgam budaya lokal dan tradisional untuk diselaraskan
dengan tingkat perkebangan kehidupan bangsa Indonesia serta perkembangan manusiawi di
masa depan
2) Membina bahasa dan sasta Indonesia serta bahasa dan sastra daerah
3) Membangkitkan dan memupuk terus menerus sumber-sumber oenciptaan melalui
pengembangan gagasan-gagasan dan karya-karya baru.
64 | S o c i a l S c i e n c e ( S S C ) / 2 b SMK N JAWA TENGAH
Desi Tri Susilowati, S.Pd. Edisi Pertama - 2016
4) Mendorong penciptaan kotemporer terhadap karya kesenian dan karya akal budi
5) Menyediakan bantuan keuangan dan/atau peralatan oleh pemerintah bagi usaha
nonpemerintah di bidang pengembangan kebudayaan dalam batas kesanggupan keuangan
negara dan sesuai dengan prioritas pembangunan,
d. Membina ketahan kebudayaan nasional, dengan cara sebagai berikut :
1) Mengamati dan meneliti semua unsur dan kegiatan kebudayaan asing yang dapat merugikan
tata nilai kehidupan kepribadian bangsa Indonesia
2) Meningkatkan kemampuan masyarakat dalam hal daya penangkapan, pemilihan,
penyerapan, dan penyesuaian unsur0unsur kebudayaan asing terhadap perkembangan
peradaban bangsa sehingga merupakan pengolahan budaya yang fungsional
3) Mengatur, mengamati, serta mengarahkan penggunaan sarana dan lembaga kebudayaan.
4) Meningkatkan penulisan sejarah nasional dan pengembangan kesadaran sejarah, baik masa
lampau, masa kini maupun masa depan
5) Menggiatkan pengenalan dan perlindungan tradisi serta peninggalan sejarah yang
mempunyai nilai-nilai perjuangan dari kebangsaan Indonesia.
e. Menyebarluaskan dan memanfaatkan kebudayaan nasional,dengan cara sebagai berikut:
1) Memperluas kemungkinan dan kemampuan anggota masyarakat untuk ikut turut
menghayati, menikmati, membina, memperkaya, memiliki dan menyebarluaskan hasil karya
kebudayaan nasional.
2) Memperluas pandangan hidup, perhatian, dan keterampilan anggota masyarakat bagi
kepentingan perkembangan peradaban
3) Membudayakan hubungan kerja dan kesanggupan, perkembangann pusat-pusat
pemukiman, dan penggunaan peralatan audiovisual serta media komunikasi lainya.
Lakukan Kegiatan Kelompok
Judul kegiatan : Masalah dan alternatif penyelesaian masalah akibat adanya keberagaman
budaya
Nilai karakter : Rasa ingin tahu, kreatif, dan berfikir logis
1. Bersama kelompok anda diskusikan permasalahan berikut !
a. Bagaimana anda dengan adanya sikap fanatic terhadap kebudayaan sendiri yang
berlebihan?
b. Mengapa keanekaragaman budaya dapay menyebabkan terjadinya konflik didalam
masyarakat ?
c. Brikan contoh-contoh konflik di masyarakat sebagai akibat adanya keberagaman budaya
dan cara mengatasi permasalahan tersebut!
2. Presentasikan hasil diskusi kelompok dalam diskusi kelas untuk dimintakan tanggapan dari
kelompok lain
65 | S o c i a l S c i e n c e ( S S C ) / 2 b SMK N JAWA TENGAH
Desi Tri Susilowati, S.Pd. Edisi Pertama - 2016
UJI SUB KOMPETENSI 5
Jawablah soal-soal berikut dengan singkat dan tepat
1. Jelaskan bahwa keberagaman budaya dapat menjadi sebuah tantangan bagi suatu masyarakat!
Jawab:………………………………………………………………………………………………………..
…………………………………………………………………………………………………………………
2. Sebutkan dampak negatif keberagaman budaya pada era reformasi sekarang!
Jawab:………………………………………………………………………………………………………..
…………………………………………………………………………………………………………………
3. Berikan contoh sikap primordialisme dalam kehidupan masyarakat sekarang ini !
Jawab:………………………………………………………………………………………………………..
…………………………………………………………………………………………………………………
4. Sebutkan faktor pendorong terjadinya integrasi nasional !
Jawab:………………………………………………………………………………………………………..
…………………………………………………………………………………………………………………
5. Bagaimana [eran masyarakat dalam menjaga keselarasan budaya?
Jawab:………………………………………………………………………………………………………..
…………………………………………………………………………………………………………………
PAHAMI !!!
G. Menunjukan Sikap Toleransi dan Empati Sosial terhadap Keberagaman Budaya Serta Menjaga
Budaya Lokal.
Keberagaman membuat bangsa kita menjadi sebuah bangsa yang kaya dan besar, juga arif dalam
bertindak. Keberagaman yang ada di Indonesia justru bisa menjadi kekuatan besar teruatama jika
dilandasi dengan nilai-nilai persatuan dan kesatuan NKRI. Salah satu perilaku yang tepat dalam
meghadapai perbedaan ini adalah dengan saling menghormati perbedaan tersebut, sikap tersebut adalah
satu wujud sikap toleransi dan empati terhadap keberagaman itu sendiri.
1. Sikap Toleransi terhadap Keberagaman Budaya
Kondisi keragaman budaya masyarakat Indonesia merupakan kenyataan dan kekayaan yang luar
biasa, sehingga harus dilihat sebagai sebuah potensi yang besar. Sebagai bangsa Indonesia kita harus
mengedepankan persamaan-persamaan dan bukan mempertajam perbedaan-perbedaan yang ada.
Kita harus menggali persamaan-persamaan yang ada pada setiap suku bangsa. Hal ini karena pada
kenyataannya bangsa Indonesia lebih banyak memiliki persamaan dari pada perbedaan-perbedaan.
Kita harus mau menerima perbedaan-perbedaan itu. Semua sikap dan perilaku kita tidak boleh
diskriminatif, yaitu suatu sikap yang membeda-bedakan karena adanya perbedaan suku bangsa.
Semua suku bangsa yang ada harus dipandang sama sebagai warga negara Indonesia. Sebagai
warga negara Indonesia mereka memiliki hak dan kewajiban yang sama. Sikap membeda-bedakan
akan menyebakan kita menjadi sempit dan picik. Di sinilah diperlukan sikap toleransi. Oleh karena itu ,
sikap toleransi juga harus dikembangkan dalam masyarakat yang multietnik
66 | S o c i a l S c i e n c e ( S S C ) / 2 b SMK N JAWA TENGAH
Desi Tri Susilowati, S.Pd. Edisi Pertama - 2016
Toleransi dapat diartikan sebagai sikap menahan diri, berhati lapang dan selalu memberi orang
lain kesempatan untuk berpendapat. Sejatinya, sikap hormati adalah dasar dari perilaku toleransi.
a. Toleransi pada perbedaan agama
Adanya perbedaan keyakinan dalam kehidupan masyarakat tentu bukanlah penghalang dalam
membangun persatuan dan kesatuan bangsa. Apalagi tidak ada agama yang mengajarkan
umatnya untuk memaksa orang lain untuk memiliki keyakinan atau agama yang sama, karena
setiap manusia memiliki hak untuk memilih dan mengamalkan agamanya. Berikut beberapa
perilaku yang perlu diwujudkan dalam keberagaman agama
1) Menghormati serta menghargai agama yang dianut orang lain
2) Tidak memaksa orang lain untuk berpindah keyakinan
3) Mengamalkan ajaran agama masing-masing dengan sebaik-baiknya
4) Mewujudkan sikap toleransi dan tidak mengganggu ibadah orang-orang yang berbeda agama
5) Tidak mencela serta merendahkan agama orang lain
Sikap tersebut sangat perlu untuk dilaksanakan, baik dalam lingkungan keluarga, sekolah, maupun
dalam kehidupan bermasyarakat.
b. Toleransi pada perbedaan suku dan ras.
Indonesia adalah negara yang
sangat kaya akan berbagai suku dan
ras. Perbedaan ini tentu bukanlah
kendala dalam mewujudkan semangat
persatuan dan kesatuan bangsa
Indonesia. Dalam kehidupan,
hendaknya kita menghormati harkat dan
martabat orang lain. Menghindari sikap
egois dan lebih membuka diri terhadap
pendapat dan pandangan ornag lain.
Dengan menjunjung tinggi nilai-nilai
kemanusiaan, kita dapat bersama-sama
meningkatkan semangat persatuan
Gb. 24 Toleransi pada perbedaan ras dan suku harus dipupuk guna menjadikan Indonesia sebagai
semenjak kecil bangsa yang lebih baik di mata dunia.
Sebuah perbedaan tidak selalu
berarti bahwa yang satu lebih baik daripada yang lainya. Suatu penilaian atau pandangan tidaklah
seharusnya disebabkan oleh perbedaan warna, rupa, serta bentuk tetapi lebih kepada bagaimana
seseorang bersikap dalam suatu masyarakat. Jadi, penting untuk kita semua agar bersikap adil
tanpa saling membeda-bedakan satu sama lain.
c. Toleransi dalam Keberagaman Sosial Budaya
Beragamnya kebudayaan bangsa Indonesia tentu menjadi satu kelebihan yang mungkin tidak
dimiliki oleh negara-negara lain. Ini bisa menjadi acuan untuk meningkatkan raa semangat guna
menjaga kekayaan budaya tersebut, apa lagi di tangan generasi mudalah keragaman ini dapat
terjaga dan terpelihara. Untuk menjaga keberagaman ini, terdapat beberapa perilaku yang perlu
diwujudkan, yaitu sebagai berikut :
67 | S o c i a l S c i e n c e ( S S C ) / 2 b SMK N JAWA TENGAH
Desi Tri Susilowati, S.Pd. Edisi Pertama - 2016
1) Mencari tahu dan memahami keberagaman budaya yang ada di Indonesia
2) Berusaha untuk belajar, bahkan jika perlu menguasai beberapa seni budaya yang terdapat di
tanah air
3) Selalu bangga terhadap kekayaan budaya Indonesia
4) Memilah budaya asing yang pantang dan sesuai dengan nilai-nilai kebangsaan Indonesia.
2. Sikap Empati terhadap Keberagaman Budaya
Pengertian empati dapat dianggap kelanjutan dari toleransi. Empati dapat dimaknai sebagai
kemampuan untuk merasakan apa yang dirasakan orang lain oleh seorang individu atau suatu
kelompok masyarakat. Budaya orang lain menjadi landasan bersikap dalam setiap interaksi yang
terjalin. Empati berpotensi untuk mengubah perbedaan menjadi saling memahami dan mengerti secara
mendalam. Oleh karena itu, kita dapat memperlakukan budaya lain selayaknya budaya kita sendiri .
sikap ini perlu ditumbuhkembangkan di tengah masyarakat yang memiliki keberagaman budaya guna
mencegah munculnya konflik. Jika empati dibangun atas dasar realitas majemuk dan keberbedaan,
prasangka sosial tidak akan pernah terjadi. Sikap prasangka inilah yang akan membentuk sikap
etnosentrisme. Dikap prasangka didefinisikan sebagai pertimbangan tentang kelompok sosio-budaya
lain tanpa tahu lebih dahulu tentang fakta mengenai kelompok tersebut. Oleh karena itu, sikap
prasangka memunculkan sikap etnosentrisme, contohnya seseorang bertindak terhadap orang lain
yang berbeda kultur berdasarkan sudut pandang kulturnya sendiri dan cenderung memandang
kulturnya sendiri sebagai yang terbaik.
Sikap etnosentrisme dapat dikurangi dengan penanaman sikap empati sosial pada masyarakat
multicultural. Masyarakat akan menempatkan budaya lain seperti budayanya sendiri. Sikap ini
mendorong masyarakat untuk bersikap menghargai dan toleransi terhadap budaya lain. Sikap
etnosentrisme dapat pula dicegah dengan adanya pembelajaran yang memeberi kesempatan kepada
masyarakat untuk mendiskusikan proses terbentuknya stereotip, memberi kontribusi positif dari
berbagai kelompok budaya dan mempertimbangkan keberagaman perilaku yang ditunjukan oleh
berbagai budaya.
3. Menjaga dan Melestarikan Budaya Lokal
Ratusan budaya lokal yang dimiliki bangsa Indonesia merupakan kekayaan bangsa yang tidak ternilai
harganya. Bagaimana sikap kita terhadap budaya lokal? Kita harus menjaga dan melestarikan
kekayaan tersebut. Dengan sikap yang bagaimana? Semua itu akan diungkap pada pembahasan
berikut.
a. Program kesejarahan, kepurbakalaan, dan Permuseuman
Program kesejarahan bertujuan meningkatkan kesadaran sejarah pada masyarakat
Indonesia. Dengan mempelajari sejarah bangsanya, setiap anggota masyarakat diharapkan
mendapat pelajaran dan pengalaman untuk diterapkan pada masa yang akan datang. Adanya
program kesejarahan diharapkan generasi muda dapat menjadi pemimpin yang mampu rasa
pratiotisme yang tinggi pada masyarakat.
Program kepurbakalaan meliputi penyelamaran serta perlindungan cagar budaya peninggalan
sejarah dan kepurbakalaan. Hal ini bertujuan untuk memberi gambaran kepada generasi muda
mengenai kemampuan nenek moyang kita dalam mengembangkan budaya atas dasar nilai dan
gagasan yang dapat dilihat pada peninggalan-peninggalan masa lampau (benda-benda purbakala).
68 | S o c i a l S c i e n c e ( S S C ) / 2 b SMK N JAWA TENGAH
Desi Tri Susilowati, S.Pd. Edisi Pertama - 2016
Program permuseuman meliputi penyebarluasan informasi kebudayaan terutama melalui
peragaan benda-benda budaya di berbagai museum yang tersebar di seluruh Indonesia. Museum
juga dapat dijadikan sebagi asset pariwisata di berbagai daerah.
b. Program pengembangan kesenian
Pengembangan kesenian bertujuan untuk meningkatkan prestasi dan merangsang gagasan kearah
pengembangan kesenian nasional yang meliputi seni rupa ( seni lukis, seni ukir, seni patung), seni
gerak (seni tari, seni drama, pantomime), serta seni suara (olah vocal, dan seni music). Untuk
mencapai tujuan ini diselanggarakan berbagai aktivitas melalui pemerintah dan swasta serta
organisasi sosial, misalnya penyelenggaraan lomba kesenian, pameran hasil karya seni, penulisan
dan kritik seni, seminar, serta lokakarya tentang apresisasi di bidang kesenian.
c. Program kebahasaan dan Kesusastraan, Perbukuan, serta Perpusatakaan
1) Program Kebahasaan dan kesusastraan
Program kebahasaan berkaitan dengan usaha dan tujuan mencerdaskan bangsa.
Program ini bertujuan mengembangkan bahasa nasional dan bahasa daerah. Bahasa
Indonesia mempunyai fungsi sebagai lambang identitas nasional, alat pemersatu bebagai suku
bangsa, alat komunikasi, anatardaerah dan antarbudaya, serta sebagai lambang kebanggaan
nasional. Dengan bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional, interaksi antarwarga negara
disemua lingkungan dan tingkatan akan dapat terjalin dengan efektif. Adapun bahasa daerah
diharapkan tetap berkembang dan memberi masukan berharga bagi pengembangan budaya
nasional.
Program kesusastraan sangat erat hubunganya dengan program kebahasaan karena
kesusastraan merupakan perwujudan penggunaan bahasa secara tepat, baik, tertib, dan indah.
Berbagai aktivitas untuk mengembangkan kesusastraan baik di daerah maupun nasional dapat
diselenggarakan dengan sayembara menulis, membaca puisi, drama, membuat karya sastra
lainya.
2) Program Perbukuan
Program perbukuan antara lain untuk menambah sarana bacaan, baik buku-buku maupun
majalah untuk menunjang program pemerintah yang bertujuan mencerdaskan bangsa . Selain
itu juga diselenggarakan sayembara penulisan buku, baik yang bersifat ilmiah, semiilmiah,
pendidikan, maupun bacaan fiksi. Kegiatan tersebut diharapkan dapat memberikan motivasi
penulisan guna menambah bahan bacaan
3) Program perpustakaan
Program perpustakaan bertujuan utnuk menambah sarana dan prasarana perpustakaan, serta
menangani pembinaan dan pengembanganya. Selain itu, program perpustakaan siharapkan
dapat meningkatkan minat baca. Dalam rangka meningkatkan minat baca sampai ke pelosok
daerah, pemerintahan perlu menyediakan perpustakaan keliling.Adanya program perpustakaan
juga dalam rangka meningkatkan kualitas-kualitas pustakawan di Indonesia.
69 | S o c i a l S c i e n c e ( S S C ) / 2 b SMK N JAWA TENGAH
Desi Tri Susilowati, S.Pd. Edisi Pertama - 2016
Lakukan Kegiatan Diskusi
Judul kegiatan : Sikap toleransi dan empati terhadap keberagama budaya
Nilai karakter : Rasa ingin tahu, kratif, dan berfikir logis.
Indoensia merupakan negara yang memiliki keanekaragaman budaya. Kerukunan antarbangsa
dengan budaya yang berbeda-beda sangatlah penting sekali. Kemukakan idea tau gagasan
menegnai cara-cara untuk meningkatkan solidaritas antar budaya di Indonesia! Berikan pula contoh
kongkret sikap toleransi dan empati ditengah keberagaman budaya di masa kini! Kumpulkan
ide/gagasan Anda kepada bapak. Ibu guru untuk dibahas dalam diskusi kelas.
UJI SUB KOMPETENSI 6
1. Jelaskan yang dimaksud sikap toleransi terhadap keberagaman budaya!
Jawab:………………………………………………………………………………………………………..
…………………………………………………………………………………………………………………
2. Berikan contoh sikap toleransi pada keberagaman sosial budaya!
Jawab:………………………………………………………………………………………………………..
…………………………………………………………………………………………………………………
3. Bagaimana cara mengurangi sikap etnosentrisme dalam masyarakat ?
Jawab:………………………………………………………………………………………………………..
…………………………………………………………………………………………………………………
4. Mengapa sikap empat perlui dikembangakan ?
Jawab:………………………………………………………………………………………………………..
…………………………………………………………………………………………………………………
5. Apa tujuan program kepurbakalaan dalam rangka menjaga dan melestarikan budaya lokal?
Jawab:………………………………………………………………………………………………………..
…………………………………………………………………………………………………………………
70 | S o c i a l S c i e n c e ( S S C ) / 2 b SMK N JAWA TENGAH
Desi Tri Susilowati, S.Pd. Edisi Pertama - 2016
b. Masyarakat yang mengakui beragam budaya,
Evaluasi Kompetensi 2 tetapi mendominasi kelompok lain
c. Masyarakat yang memiki subkebudayaan yang
A.Pilihlah satu jawaban yang paling tepat ! berbeda.
d. Masyarakat yang mengakui keberagaman
1. Kebudayaan yang dimiliki suatu masyarakat disuatu kelompok lain, tetapi sering mengalami konflik
tempat berbeda dengan kebudayaan yang dimiliki e. Masyarakat yang berintegrasi dalam satu
oleh masyarakat di tempat lain. Hal ini pemerintahan yang otoriter
menyebabakan timbulnya …
8. Manfaat masyarakat multikulturalisme adalah.. .
a. Perbedaan kebudayaan a. Kebenaran menjado monopoli orang yang
b. Keunikan kebudayaan berkuasa
c. Kebudayaan universal b. Munculnya rasa tidak menghargai orang lain
d. Mata pencaharian c. Sebagai benteng pertahanan terhadap ancama
e. Lingkungan yang timbul dari budaya capital
2. Keanekaragaman kebudayaan dan suku bangsa di d. Menjadi alat untuk mengembangkan adat dan
Indonesia tercermin dalam sebonyan.. . tradisi
a. Tutwuri Handayani e. Dapat berfungsi sebagai alat mengevaluasi
b. Bhinneka Tunggal Ika kinerja masyarakat.
c. Kebudayaan nasional kebudayaan bangsa 9. Dibawah ini yang bukan merupakan dampak positif
d. Pantang mundur dari pluralitas kebudayaan adalah.. .
e. Maju jaya bangsaku a. Bahasa lokal dapat memberikan tambahan
3. Keragaman budaya bangsa Indonesia istilah bagi bahasa Indonesia
merupakan…
b. Kearifan budaya dapat memperkaya stategi
a. Kebudayaan suku-suku yang berkuasa pembangunan sesui lokal
b. Hasil karya mayarakat setempat c. Teknologi dapat menjadi alternatif bagi
c. Perwujudan kebudayaan daerah pengembangan teknologi
d. Hasil karya para cendikiawan d. Sistem nilai dan orientasi yag berbeda dapat
e. Kebudayaan dari pengaruh budaya asing menimbulkan konflik
4. Masyarakat Indonesia adalah masyarakat yang e. Memperkaya keanekaragaman budaya yang
majemuk. Kemajemukan masyarakat bangsa kita miliki
Indonesia ditandai dengan.. . 10.Suatu kelompok orang yang berbeda dengan orang
a. Besarnya jumlah penduduk Indonesia lain dalam segi ciri-ciri fisik bawaan disebut.. .
b. Stategisnya letak wilayah Indonesia a. Etnik d. golongan
c. Luasnya wilayah Indonesia b. Suku bangsa e. kelas sosial
d. Tingginya angka kelahiran dan kematian c. Ras
e. Banyaknya suku, agama dan budaya 11.Keberagaman budaya yang dimiliki oleh suku-suku
5. Kemajemukan masyarakat Indonesia berdasarkan bangsa merupakan.. .
suku bangsa dan kebudayaan merupakan akibat a. Potensi konflik antar suku
dari perbedaan.. . b. Sumber dan kekayaan budaya
a. Kondisi geografis Indonesia c. Penghambat proses integrasi
b. Pengaruh budaya asing d. Kekuatan terpendam yang tidak ternilai
c. Latar belakang historis e. Penghambat kebudayaan antar bangsa
d. Potensi sumber daya alam 12.Setiap daerah memiliki lagu daerah dan tarian
e. Ideologi yang dianut daerah atau tarian tradisional seperti tarian Bedaya
6. Sekelompok orang yang berasal dari suku bangsa dan Srimpi yang berasal dari daerah.. .
yang sama, daerah yang sama, tetapi mereka a. Jakarta d. DIY
memeluk agama yang berbeda-beda, menunjukan b. Jawa Barat e. Jawa Timur
suatu.. . c. Jawa Tengah
a. Kerukunan beragama 13.Berbagai rumah adat di daerah-daerah Indonsia
b. Perbedaan persepsi juga beragam bentuknya seperti rumah adat lamin
c. Lintas budaya dari daerah.. .
d. Integrai nasional a. Kalimantan d.Kalimantan Timur
e. Kekerabatan keluarga b. Kalimantan Barat e.Kalimantan Selatan
7. Masyarakat multikulural adalah.. . c. Kalimantan Tengah
a. Masyarakat yang mengakui beragam keunikan 14.Jawa Tengah memiliki ragam budaya kesenian
budaya, tetapi tidak mengekang kelompok lain tradisional seperti tari Gambyong berasal dari
daerah.. .
a. Semarang d. Boyolali
71 | S o c i a l S c i e n c e ( S S C ) / 2 b SMK N JAWA TENGAH
Desi Tri Susilowati, S.Pd. Edisi Pertama - 2016
b. Surakarta e. Klaten 21. Sikap sterotip yang ditunjukan oelh masyarakat
majemuk dapat menghambat proses integrai. Sikap
c. Magelang ini dilator belakangi oelh adanya perbedaan dalam..
a. Profesi/Pekerjaan
15.Ras Melayu Mongoloid meyebar di Indonesia b. Wilayah
c. Kepercayaan/ agama
bagian.. . d. Keturunan
e. Kebudayaan
a. Tengah d. Utara
22.Integrasi sosial dapat diwujudkan dalam kehidupan
b. Barat e. Selatan majemuk apabila.. .
a. Pola dan gaya hidup seragam
c. Timur b. Cara berfikir anggota relatif sama
c. Keseimbangan dalam masyarakat dipelihara
16.Masyarakat Indonesia yang multikultural memiliki d. Masyarakat mempunyai hak dan kwajiban yang
sama
struktur sosial yang beragam, memiliki perbedaan- e. Para pemimin dapat menyalurkan aspirasi
masyarakat
perbedaan dalam hal selera, nilai,dan norma sangat
23.Fungsi Pacasila dalam proses integrasi bangsa
berpotesi menimbulkan.. . Indonesia adalah.. .
a. Dasar negara
a. Konflik b. Jiwa bangsa yang mengandung nilai-nilai 1945
c. Mempersatukan budaya, agama, dan bahasa
b. Perubahan sosial serta suku bangsa
d. Falsafah bangsa
c. Perubahan kebudayaan e. Cermin perilaku bangsa Indonesia
d. Keguncangan budaya 24.Unsur yang paling penting dalam integrasi nasional
adalah.. .
e. Kerjasama a. Kesadaran dan kemauan bersama
b. Persatuan dan kesatuan
17.Alternatif pemecahan masalah konflik tingkat c. Fanatisme dan patriotism
d. Kemauan bersama dan fanatisme
ideologi masing-masing suku, kelas sosial, dan ras e. Kesadaran bersama dan etnosentrisme
hendaknya mampu mengembngakan.. . 25.Secara historis, integrasi nasional bangsa Indonesia
dapat terjadi sebagai akibat dari.. .
a. Akses membangun kehidupan demokratis a. Kesamaan genealogis dan territorial
b. Perasaan senasip dan seperjuangan sebagai
b. Partisispasi dari kelompok minoritas wilayah yang pernah dijajah oleh bangsa-
bangsa kolonial
c. Perasaan saling menghargai c. Kesamaan bahasa dan budaya
d. Persamaan visi dan misi
d. Sifat etnosesntrisme masing-masing suku e. Persamaan konsep dan agama
e. Prinsip keadilan dan kejujuran 26.Salah satu faktor penunjang integrasi nasional
Indonesia adalah .. .
18.Salah satu penyebab konflik antarsuku bangsa a. Adanya faktor sejarah yang menimbulkan rasa
senasip seperjuangan
adalah sikap etnosentrisme yang kuat. Defisnisi b. Adanya pengendalian sosial yang berfungsi
baik dalam masyarakat
etnosentrisme adalah.. . c. Terjadinya proses-proses sosial dalam interaksi
sosial yang bersifat disosiatif
a. Sikap yang menggunakan pandangan dan cara d. Adanya perasaan primordialisme yangs angat
kuat
hidup dari sudut pandanya sebagai tolok ukue e. Dibukanya akses seluas-luasnya untuk
mengembangkan kehidupan demokrasi.
untuk menilai kelompok lain
27.Unsur yang paling penting dalam integrasi nasional
b. Adanya perbedaan ciri-ciri fisik yang menjadi adalah.. .
a. Menghargai perbedaan
bawaah sejak lahir b. Memahami keragaman budaya
c. Sikap toleransi dan empati
c. Pandangan yang berdasarkan pada prasangka
SMK N JAWA TENGAH
etnik
d. Penilaian terhadap bagian-bagian kebudayaan
lain dibandingkan dengan kebudayaan asing
e. Peleburan kebudayaan menjadi satu
kebudayaan.
19.Banyak organisasi yang dibentuk bersasarkan
daerah asal, misalnya orang Bamdung yang ada di
Kalimantan membentuk kelompok adatnya (suku
Sunda), demikian pula suku lain. Hal tersebut akan
menimbulkan .. .
20.Berikut beberapa perilaku dalam mayarakat
1) Menghargai solidaritas antara kelompok suku
bangsa
2) Melestarikan budaya yang diwarisi dari leluhur
3) Menghambat proses pembangunan modern
4) Memilih pemimpin yang berasal dari putra
daerah.
Sikap primordialisme dalam masyarakat majemuk
ditunjukan nomor .. .
a. 1) dan 2) d. 2) dan 4)
b. 1) dan 3) e. 3) dan 4)
c. 2) dan 3)
72 | S o c i a l S c i e n c e ( S S C ) / 2 b
Desi Tri Susilowati, S.Pd. Edisi Pertama - 2016
d. Kesadaran dan kemauan berate integrasi dalam masyarakat multicultural yang
e. Adanya rasa cinta tanah air disebut.. .
28.Salah satu faktor pengahambat integrasi nasional di a. Toleransi d. Sugesti
Indonesia adalah.. . b. Simpati e. Sokongan
a. Adanya paham etnosesntrisme c. Empati
b. Adanya keinginan untuk bersatu 35.Rosni, seorang gadis Reo Manggarai mengunjungi
c. Adanya kesepakatan nasional sanak keluarganya di Bajawa. Karena dibesarkan di
d. Adanya pola-pola hugungan sosial Manggarai, Rosni merasa asing dengan logat keras
e. Kelebihan dan kekurangan yang dimiliki suku- khas Bajawa. Namun sebagai siswi yang baik Rosni
suku bangsa menghargai perbedaan tersebut. Secara
29.Upaya pemerintah dalam menciptakan integrasi antropologis, sikap yang ditunjukan Rosno disebut..
adalah.. . a. Toleransi d. Empati
a. Membuka daerah terisolasi melalui b. Imitasi e. Identifikasi
pembangunan sarana transportasi dan c. Sugesti
komunikasi 36.Sikap berikut yang memperlihatkan empati sosial
b. Menambah frekuensi perkawinan campuran adalah.. .
antar suku a. Menghargai penganut agama lain dalam
c. Menciptakan kreasi baru bentuk kebudayaan menjalankan ibadahnya
d. Mengembangkan konsesnus nasional b. Mengobarkan perang suku
mengenai nilai-nilai kemayarakatan c. Menghargai perbedaan prespsi yang berbeda-
e. Mengembangkan peran struktur mesyarakat beda dengan orang yang brasal dari
saling menyilang kebudayaan yang berbeda
30.Salah satu alternatif pemecahan masalah akibat d. Meremehkan nilai budaya lain
keberagaman budaya adalah penanaman sikap e. Mengadakan malam kesenian budaya
toleransi dan empati sosial khususnya melakui 37.Pemerintah suatu kabupaten mengadakan
lemabaga.. . sayembara menulis puisi dan drama di kalangan
a. Pemerintahan d. Kemasyarakatan siswa-siswi SMK . Pernyataan tersebut adalah
b. Perkawinan e. pendidikan contoh program pengembanga kebudayaan dalam
c. Keagamaan bidang
31.Primordialisme muncul disebabkan oleh…
a. Kebahasaan d. permuseuman
a. Sikap keragamanya b. Sejarah e. kesusastraan
b. Sikap toleransi c. Kesenian
c. Suku bangsa paling dihargai 38. Salah satu peran masyarakat dalam menjaga
d. Sikap ingin mempertahankan keutuhan keselarasan antar budaya adalah.. .
kelompok atau komunitasnya dari ancaman dari a. Melestarikan pusat kebudayaan bangsa yang
luar berkembang di daerah-daerah
e. Adanya falsafah kehidupan b. Memupuk kesadaran bersejarah dalam aspirasi
32.Paham yang mengukur tinggi rendahnya terhadap warisan budaya
kebudayaan orang lain dengan tolok ukur c. Penyebarluasan informasi kebudayaan kewat
kebudayaanya sendiri dan cenderung merendahkan peragaan benda-benda budaya
kebudayaan orang lain dinamakan.. . d. Megenal lebih dekat tentang peristiwa serta
a. Etnosesntrisme d. Merkantilisme pelaku sejarah bangsanya
b. Pluralism e. rasisme e. Membaca dari berbagai sumber tentang sejarah
c. Chauvinisme budaya banga
33.Sebagai bangsa yang memiliki keanekaragaman 39.Penyebar luasan informasi kebudayaan terutama
budaya, peranan pendidikan multicultural sangat lewat pameran dan pragaan benda-benda budaya
penting bagi masyarakat Indonesia untuk digedung-gedung meseum merupakan program.. .
mengembangkan.. . a. Kesejarahan d. Kesenian
a. Kepribadian banga berdasarkan budaya baru b. Kepurbahalaan e. perpustakaan
b. Sikap toleransi terhadap perbedaan dalam c. Permuseuman
masyarakat 40. Program yang bertujuan memperkenalkan nilai-nilai
c. Perbedaan-perbedaan kebudayaan yang budaya bangsa di masa lampau maupun masa
sekarang adalah program…
berkembang
d. Budaya lokal yang ada agar tidak memudar a. Pengemangan kesenian
e. Masyarakat yang adil dan makmur serta merata b. Kerjasama lintas sektoral
34.Ikut menyumbang terhadap warga suku lain yang c. Inventarisasi kebudayaan
dilanda musibah adalah sikap yang mendukung d. Pembinaan penghayatan kepercayaan
e. Perbukuan dan perpustakaan.
73 | S o c i a l S c i e n c e ( S S C ) / 2 b SMK N JAWA TENGAH
Desi Tri Susilowati, S.Pd. Edisi Pertama - 2016
B. Jawablah soal-soal berikut dengan singkat dan tepat !!
1. Jelaskan pengertian masyarakat majemuk menurut Furnival !
Jawab:………………………………………………………………………………………………………..
…………………………………………………………………………………………………………………
2. Jelaskan pengertian konsiliasi sebagai salah satu cara mengatasi konflik
Jawab:………………………………………………………………………………………………………..
…………………………………………………………………………………………………………………
3. Bagaimana keberagaman budaya dapat sebagai ikon pariwisata?
Jawab:………………………………………………………………………………………………………..
…………………………………………………………………………………………………………………
4. Mengapa kehidupan masyarakat yang memiliki keberagaman rawan konflik sosial ?
Jawab:………………………………………………………………………………………………………..
…………………………………………………………………………………………………………………
5. Sebutkan tradisi lokal yang berkembang pada masyarakat Aceh!
Jawab:………………………………………………………………………………………………………..
…………………………………………………………………………………………………………………
6. Sebutkan beberapa masalah akibat adanya keberagaman sosial !
Jawab:………………………………………………………………………………………………………..
…………………………………………………………………………………………………………………
7. Mengapa sikap primordialisme dan stereotip etnik dapat mengancam kehidupa masyarakat multicultural?
Jawab:………………………………………………………………………………………………………..
…………………………………………………………………………………………………………………
8. Sebutkan faktor penghambat integrasi ansional !
Jawab:………………………………………………………………………………………………………..
…………………………………………………………………………………………………………………
9. Sebutkan alternatif pengelesaian masalah akibat adanya keberagaman sosial !
Jawab:………………………………………………………………………………………………………..
…………………………………………………………………………………………………………………
10.Bagaimanakah sikap toleransi diterapkan dalam kehidupan masyarakat multicultural?
Jawab:………………………………………………………………………………………………………..
………………………………………………………………………………………………………………
74 | S o c i a l S c i e n c e ( S S C ) / 2 b SMK N JAWA TENGAH
Desi Tri Susilowati, S.Pd. Edisi Pertama - 2016
LATIHAN ULANGAN d. Intragenerasi vertical turun
KENAIKAN KELAS
e. Intragenerasi vertical naik
8. Abdan berhasil memperoleh beasiswa kuliah keluar
negeri. Status Abdan merupakan .. .
a. Syimbol status d. assigned status
A. Pilihlah satu jawaban yang paling tepat ! b. Achieved status e. ascribed status
c. Conflict status
1. Penempatan seseorang dalam suatu kelompok 9. Konflik bersifat negatif karean dapat merusak
tertentu dalam masyarakat secara horizontal solidaritas kelompok. Pernyataan tersebut
disebut... merupakan pandangan dari kelompok.. .
a. Peran sosial d. Deferensiasi sosial a. Modern d. tradisional
b. Status sosial e. Stratifikasi sosial b. Neomodern e. konservatif
c. Tindakan sosial c. Netral
2. Pak Karim memiliki tanah yang luas, hewan terak 10.Konflik merupakan ciri khas dari tingkah laku
yang banyak, sereta tempat itnggal yang mewah di manusia yang hidup. Pernyataan tersebut
daerahnya. Selain itu, Pak karim juga sangat mrupakan pandangan dari kelompok.. .
disegani. Dalam stratifikasi sosial, posisi pak Karim a. Modern d. neomodern
dapat didasarkan pada ukuran.. . b. Netral e. konservatif
a. Kekuasaan d. Kepintaran c. Tradisional
b. Kekayaan e. keturunan 11.Konflik antar kelompok dinamakan konflik.. .
c. Kehormatan a. Intragenerasi d. Intrergroup
3. Stratifikasi sosial adalah.. . b. Intrapersonal e. Intragroup
a. Perpindahan status sosial c. Interpersonal
b. Pembedaan anggota masyarakat secara 12.Masyarakat majemuk yang terdiri dari sejumlah
horizontal kelompok etnik yang salah satunya merupakan
c. Usaha-usaha yang dilakukan agar warga kelompok mayoritas yang memiliki kekutan lebih
masyarakat menaati norma yang berlaku besar daripada kelompok lainnya termasuk dalam
d. Pembedaan anggota masyarakat secara masyarakat majemuk.. .
vertical a. Fragmentasi
e. Perilaku yang tidak sesuai dengan norma yang b. Segmentasi
berlaku c. Dengan kompetisi seimbang
4. Anak seorang raja adalah seorang bangsawan. d. Degan mayoritas dominan
Status tersebut merupakan.. . e. Dengan minorita dominan
a. Achieved status d. Ascribed status 13.Mengatasi konflik secara tegas dengan cara yang
b. Assigned status e. symbol status baik, serta berusaha membina hubungan yang baik
c. Conflicr status dengan pihak lain ditandai dengan adanya
5. Diferensiasi sosial adalah.. . kemampuan baik untuk saling mengertin dan
a. Usaha0usaha untuk meredakan konflik memahami, bertimbangan, serta kepntingan pihak
b. Pembedaan anggota masyarakat secara lain dinamakan.. .
vertical a. Force d. blame
c. Upaya memperbaiki perilaku masyarakat b. Silencers e. assertive
d. Pembedaan anggota masyarakat secara c. Adjusting
horizontal 14.Mengatasi konflik dengan cara kedua belah pihak
e. Hubungan tmbal balik antar individu sama-sama ingin menang dinamakan.. .
6. Mobilitas sosial vertical adalah.. . a. Win-win solution d. lose solution
a. Perpindahan status sosial dalam satu generasi b. Lose-lose solution e. win solution
b. Perpindahan status sosial yang tidak sederajat c. Win-lose solution
c. Perpindahan status sosial yang sederajat 15.Konflik fugnsional adalah.. .
d. Perpindahan status sosial pada suatu a. Tidak mendukung tercapainya tujuan organisasi
masyrakat b. Direncanakan dengan sistematis
e. Perpindahan status sosial pada dua generasi c. Mendung tercapainya tujuan organisasi
7. Mansur yang sebelumnya berjualan es, sekarang d. Diketahui semua orang
menjadi direkur lembaga pendidikan. Kasus Mansur e. Dapat dikendalikan
merupakan mobilitas.. . 16.Perhatikan ciri-ciri fisik berikut!
a. Vertical naik 1) Mata sipit
b. Vertical turun 2) Kulit putih
c. Intragenerasi horizontal 3) Rambut pirang
75 | S o c i a l S c i e n c e ( S S C ) / 2 b SMK N JAWA TENGAH
Desi Tri Susilowati, S.Pd. Edisi Pertama - 2016
4) Bibir tebal e. Mata pecaharian, sistem ekonomi, cultural
5) Hidung mancung universal, cultural activity, trait complex, dan
Ciri-ciri ras Kaukasoid ditunjukan pada nomer.. . trait
a. 1),2), dan 3) d. 1), 3), dan 5) 22. Wujud kebudayaan yang bersifat abstrak yaitu.. .
b. 2),3), dan 4) e. 2), 3), dan 5) a. Perilaku, gagsan, dan nilai
c. 3),4), dan 5) b. Bahasa, materi, dan nilai
17. Dalam masyarakat majemuk sering dijumpai c. Gagasan, cit-cita, dan norma sosial
keanggotaan rangkap dalam berbagai kelompok d. Tari, ide, dan materi
sosial. Perbedaan agama disatukan oleh e. Nilai sosial, cita-cita dan bahasa
kesamaan asal daerah dan seterusnya. Fakta ini 23. Perhatikan wujud-wujud kebudayaan berikut !
dapat mempermudah terjadinya.. . 1) Gerak tari dan adat istiadat.
a. Koordinasi d. rekonsisliasi 2) Aturan bahasa dan lembaga pertanian
b. Akomodasi e. konsolidasi 3) Pawai budaya dan kampanye politik
c. Integrasi 4) Adat perkawinan dan pertunjukan seni
18. Bangsa Indonesia merupakan masyarakat 5) Cari prambanan dan candi Borobudur
multicultural yang terdiri dari sekitar 656 suku Kebudayaan perilaku (activities) manusia atau
bangsa, 360 bahasa lokal serta berbagai wujud masyarakat ditunjukan pada nomor.. .
budaya lainnya. Faktor utama yang menjadi a. 1) dan 2) d. 3) dan 4)
sumber terjadinya kemajemukan masyarak b. 1) dan 5) e. 4) dan 5)
Indonesia tersebut adalah.. . c. 2) dan 3)
a. Nenek moyang bangsa Indonesia berasal dari 24. Pada bagian sistem kekerabatan, perempuan
berbagai daerah disimbolkan dengan.. .
b. Bangsa Indonesia dibangun dari berbagai a.segi empat d. segi lima
macam ras b. lingkaran e.segi enam
c. Letak negara sangat strategis c. segitiga
d. Masuknya pengaruh budaya asing 25. Bentuk penolakan terhadap unsur kebudayaan
e. Keadaan geografi Indonesia yang berbeda asing yang masuk karena dipandang dapat
19. Dalam masyarakat multicultural terdapat menimbulkan dampak yang negatif disebut.. .
kelompok suku bangsa Sunda, Jawa, Batak, dan a. Originasi d. adisi
sebagainya. Penggolangan masyarakat tersebut b. Rejeksi e. dekulturasi
didasarkan.. . c. Subtitusi
a. Wilayah d. kekuasaan 26. Negara Indonesia memiliki semboyan Bhinneka
b. Kebudayaan e. kekayaan Tunggal Ika. Semboyan tersebut mengandung
c. Kelas sosial pengertian.. .
20. Indonesia terdiri dari berbagai suku antara lain a. Bangsa Indonesia terdiri dari bebrapa suku
Batak, Minang, Asmat, Ambon, Bugis dan Dayak. bangsa, tetapi wilyahnya tetap satu
Tiap-tiap suku memiliki ciri khas dalam aspek.. . b. Bangsa Indonesia terdiri dari beberapa suku
a. Bahasa, kesenian, dan tradisi bangsa, tetapi satu rumpun
b. Keturunan, budaya, dan ideologi c. Bangsa Indonesia terdiri dari beberapa suku
c. Budaya, kebangsaan dan, citra fisik bangsa, tetapi merupakan satu kesatuan
d. Warna kulit, tradisi, dan mata pencaharian d. Bangsa Indonesia terdiri dari bebrapa suku
e. Tradisi, keturunan, dan teknologi produksi bangsa, tetapi kebudayaanya satu
21. Unsur-unsur kebudayaan yang diungkap oleh e. Bangsa Indonesia terdiri dari beberapa suku
Clyde Kluckhohn, yaitu.. . bangsa, tetapi adat istiadatnya sama
a. Peralatan, mata pencaharian, sistem 27. Berikut yang termasuk jenis kesenian tradisional
kekerabatan, organisasi sosial, kesenian, dari Jawa Barat dan Bali adalah .. .
sistem pengetahuan, dan sistem kepercayaan a. Reog dan Ludruk
b. Mata pencaharian dan sistem ekonomi, sistem b. Debus dan wayang orang
kemasyarakatan, bahasa, kesenian, sistem c. Tari Jaipong dan tari Pendet
pengetahuan, dan sistem kepercayaan d. Tari kecak dan Barongsai
c. Peralatan dan perlengkapan hidup, mata e. Ketoprak dan calu
pencaharian dan sistem-sistem ekonomi, 28. Dampak negatif primordialisme adalah.. .
sistem kemasyarakatn bahasa,kesenian, a. Meneguhkan cinta tanah air
sistem penegtahuan dan sistem kepercayaan b. Menghambat proses asimilasi dan integrasi
d. Cultural universal, cultural activity, trait c. Mempertinggi kesetiaan terhadap bangsa
complex, traits d. Menambah semangat patrotisme
e. Menjaga keutuhan budaya
76 | S o c i a l S c i e n c e ( S S C ) / 2 b SMK N JAWA TENGAH
Desi Tri Susilowati, S.Pd. Edisi Pertama - 2016
29. Sikap menilai kebudayaan lain menggunakan menurut Selo Soemardjan termasuk dalam
kebudayaan sendiri merupakan pengertian dari.. . bagian.. .
a. Konsolidasi d. Integrasi a. Karya d. karsa
b. Interaksi e. etnosentrisme b. Rasa e. cipta
c. Primordialisme c. Jiwa
30. Dampak negatif etnosentrisme, yaitu.. . 38. Salah satu karakteristik kebudayaan adalah
a. Meneguhka cinta tanah air bahwa kebudayaan dtu didasarkan pada symbol.
b. Kesetiaan terhadap bangsa Masud dari symbol itu adalah.. .
c. Menjaga keutuhan budaya a. Sesuatu yang nilai dan maknanya ditentukan
d. Menambah semangat patriotism oleh yang menggunakan
e. Menghambat proses asimilasi kelompok yang b. Sesuatu yang nilai dan maknanya ditentukan
berbeda secara intrinsic
31. Salah satu faktor internal pendorong integrasi c. Sesuatu yang memiliki makna yang sama
sosial adalah.. . dengan tanda
a. Kesadaran diri sebgaai mahkluk sosial d. Sesuatu yang nilai dan maknanya ditentukan
b. Persamaan kebudayaan secara indrawi
c. Sikap mengahrgai dan toleransi e. Sesuatu yang nilai dan maknanya ditentukan
d. Adanya consensus nilai-nilai secara bentuk fisiknya
e. Adanya tantangan dari luar 39. Suku bangsa Jawa biasanya menggunakan
32. Kebudayaan adalah keseluruhan yang kompleks sistem kekerabatan.. .
termasuk di dalamnya ilmu a. Parental d. patrilineal
pengetahuan,kepercayaan, kesenian, mora;, b. Bilineal e. unilateral
huku, adat istiadat, dan kemampuan lainya, serta c. Matrilineal
kebiasaan yang didapatkan manusia sebagai 40. Perhatikan contoh wujud budaya lokal berikut!
anggota masyarakat. Pengertian tersebut adalah 1) Upacara tiang pancang adat
pengertian kebudayaan menurut.. . 2) Upacara perkawinan tokoh adat orang Baduy
a. Selo Sumardjan 3) Pementasan kesenian tradisional masyarakat
b. Koentjaraningrat Sunda
c. E.B. Tylor 4) Panen raya masyarakat petani tradisional
d. Raplh Linton
e. Kluckhon dan Kelly Dari contoh tersebut, yang termasuk wujud
budaya aktivitas yang dapat mendatangkan
33. Sistem kepercayaan timbul dari adanya wisatawan ditunjukan pada nomor.. .
keterbatasan manusia untuk memahami.. .
a. Agama d. kejadian alam a. 1) dan 2) d. 2) dan 4)
b. Perkawinan e. kebiasaan b. 1) dan 3) e. 3) dan 4)
c. Kebudayaan c. 2) dan 3)
34. Menurut pengalaman, unsur-unsur kebudayaan 41. Dampak adanya hubungan antarbudaya yang
yang paling sulit berubah adalah.. . terdapat dalam masyarakat yaitu.. .
a. Sistem pengetahuan a. Alat control yang efektif melalui budaya
b. Sistem mata pencaharian tradisional
c. Sistem organisasi kemasyarakatan b. Budaya pendatang memengaruhi budaya
d. Sistem teknologi dan peralatan lokal
e. Sistem kepercayaan dan religi c. Budaya baru selalu harminis dengan budaya
35. Contoh karya manusia yang menghasilkan lama
kebudayaan secara nyata adalah.. . d. Masuknya budaya baru tanpa diperhitungkan
a. Ide d. gagasan budaya lama
b. Nilai e. kebendaan e. Munculnya budaya baru yang menguntungkan
c. Norma masyarakat
36. Cultural universal adalah.. . 42. Simpati merupakan salah satu faktor pendorong
a. Unsur kebudayaan yang menyeluruh terjadi dinamika budaya karena.. .
b. Gabungan berbagai kompleks budaya a. Adanya perbedaan kepentingan yang didasari
c. Unsur budaya yang paling keci pendidikan
d. Gabungan dari item-item b. Adanya keinginan untuk memahami pihak lain
e. Gabungan dari traits c. Adanya kesesuaian nilai yang dianut oleh
37. Kebudayaan kebendaan berupa alat-alat dan kedua belah pihak
teknologi yang diperlukan oleh masyarakat untuk d. Kesamaan presepsi dan sifat-sifat manusia
menguasai alam dalam definisi kebudayaan e. Mudah ditiru nilai-nilai budaya yang tradisional
77 | S o c i a l S c i e n c e ( S S C ) / 2 b SMK N JAWA TENGAH
Desi Tri Susilowati, S.Pd. Edisi Pertama - 2016
43. Perhatikan pernyataan-pernyataan berikut ini! b. Takut keseimbangan sistem masyarakatnya
1) Masyarakat harus bersikap toleran terhadap
perbedaan goyah
2) Tetapkan struktur mengelola adat secara
formal c. Fanatisme yang berlebihan dan meremehkan
3) Jalin silahturahmi dan komunikasi
antarbudaya budaya asing
4) Masyarakat dan kebudayaan bersifat dinamis.
d. Kesetiaan terhadap sesuatu yang dimiliki
sejak lahir
e. Sikap tertutup terhadap budaya asing karena
curiga
48. Suatu bentukpenambahan unsur kebudayaan
Salah satu cara yang harus dilakukan dalam yang baru, tetapi masih menggunakan unsur
menghadapi keberagaman budaya ditunjukan kebudayaan yang lama kaerna dipandang masih
nomor.. . memiliki nilai disebut.. .
a. 1) dan 2) d. 2) dan 4) a. Adisi d. Sinkretisme
b. 1) dan 3) e. 3) dan 4) b. Rejeksi e. Substitusi
c. 2) dan 3) c. Originasi
44. Salah satu contoh penyelesaian masalah (solusi) 49. Berikut adalah program pemerintah dalam
dalam mengahdapi keragaman budaya yaitu.. . menjaga keselarasan antar budaya yang paling
a. Menggelar pertemuan masal budaya-budaya efisien adalah.. .
tradisional a. Pendidikan
b. Member bantuan kepada budaya lokal secara b. Transmigrasi
terus meneru c. Otonomi daerah
c. Membuat balai pertemuan yang digunakan d. Penyelenggaraan festival budaya
lintas budaya e. Pembentukan lembaga lintas budaya
d. Mendirikan forum urun rembuk lintas budaya 50. Mengembangakan rasa nasionalisme dengan
e. Memperkenalkan keberagaman budaya di penghayatan wawasan berbangsa dan bernegara
media masa merupakan peran mayarakat dalam... .
45. Contoh positif adanya keberagaman budaya yang a. Menjaga keselarasan antarbudaya
terdapat dalam masyarakat terhadap b. Menyebarluaskan budaya nasional
perkembangan budaya nasional yaitu.. . c. Memperkaya kebudayaan nasional
a. Masyarakat harus toleransi terhadap d. Menghidupkan kebudayaan nasional
perbedaan keberagaman kebudayaan e. Menciptakan kebudayaan nasional
b. Keberagaman kebudayaan menjadi dasar
untuk modal sosial pembangunan budaya
nasional
c. Perbedaan kebudayaan yang beragam dapat
memperkaya budaya nasional
d. Keberanekaragaman kebudayaan daerah
menghambat terwujudnya perkembangan
budaya nasional
e. Budaya nasional dapat tumbuh dan
berkembang kalau kebudayaan saling
bermusuhan
46. Salah satu faktor penghambat integrasi nasional
adalah.. .
a. Putra daerah yang berkompeten enggan
kembali membangun daerah
b. Budaya derah lebih maju dibandingkan
budaya kota
c. Peningkatan jumlah penduduk yang sulit
dikendalikan
d. Ketidaksanggupan daerah dalam mengelola
sumber daya alam
e. Ketidakpuasan masyarakat terhadap
pemerintah pusat
47. Faktor penyebab adanya primordialisme adalah.. .
a. Letak yang terisolasi sehingga tidak
terpengaruh budaya asing
78 | S o c i a l S c i e n c e ( S S C ) / 2 b SMK N JAWA TENGAH
Desi Tri Susilowati, S.Pd. Edisi Pertama - 2016
B. jawablah soal-soal berikut dengan singkat dan tepat!
1. Sebutkan tiga macam status sosial jika dilihat dari cara perolehannya!
Jawab:………………………………………………………………………………………………………..
…………………………………………………………………………………………………………………
2. Sebutkan dasar-dasar yang menjadi ukuran dalam stratifikasi sosial di masyarakat!
Jawab:………………………………………………………………………………………………………..
…………………………………………………………………………………………………………………
3. Identifikasi dampak terjadinya konflik sosial!
Jawab:………………………………………………………………………………………………………..
…………………………………………………………………………………………………………………
4. Sebutkan dampak terjadinya mobilitas sosial!
Jawab:………………………………………………………………………………………………………..
…………………………………………………………………………………………………………………
5. Sebutkan ciri -ciri masyarakat tradisional!
Jawab:………………………………………………………………………………………………………..
…………………………………………………………………………………………………………………
6. Jelaskan empat unsur budaya yang terdapat dalam religi atau agama!
Jawab:………………………………………………………………………………………………………..
…………………………………………………………………………………………………………………
7. Bagaimana sistem masyarakat yang berkembang pada masyarakat Minangkabau?
Jawab:………………………………………………………………………………………………………..
…………………………………………………………………………………………………………………
8. Jelaskan perbedaan antara asimilasi dan akulturasi !
Jawab:………………………………………………………………………………………………………..
…………………………………………………………………………………………………………………
9. Apa yang dimaksud dengan masyarakat majemuk?
Jawab:………………………………………………………………………………………………………..
…………………………………………………………………………………………………………………
10. Sebutkan faktor yang mempengaruhi/menyebabkan adanya stereotip etnik!
Jawab:………………………………………………………………………………………………………..
…………………………………………………………………………………………………………………
79 | S o c i a l S c i e n c e ( S S C ) / 2 b SMK N JAWA TENGAH
Desi Tri Susilowati, S.Pd. Edisi Pertama - 2016
DAFTAR USTAKA
Absulsayni,1992. Sosiologi Skematika Teori dan Terapan. Jakarta : Bumi Aksara
Anis dan Rato. 1998. Sosiologi Antropologi. Yogyakarta : Mitra Gama Widya
Departemen Pendidikan Nasional. 2006. Standar isi 2006. Mata pelajaran Ilmu Pengtahuan Sosial SMK/MAK. Jakarta
Pusat : Kurikulum
Dwi Laning, Vina. 2008 . Hidup Bhineka Tunggal Ika. Klaten : Cempaka Putih.
. 2009. Sosiologi Untuk SMA/ MA Kalas XI BSE. Jakarta : Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan
Nasional.
Hendropuspito. 1999. Sosiologi Sistematis. Yogyakarta: Kanisius
Horton, Paul B dan Chester L. Hunt. 1996. Sosiologi Jilid I. Jakarta : Erlangga.
Kementrian Pendidikan Nasional . 2010. Pengembangan Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa. Jakarta: Bahan
Pelatihan Penguatan Metodologi Pembelajara Berdasarkan Nilai-Nilai Budaya untuk Membentuk Daya Saing dan
Karakter Bangsa
Koentjaraningrat. 1985. Pengantar Ilmu Antropologi. Jakarta : Aksara Baru
Lawang, Robert M.Z. 1984. Pengantar Sosiologi. Jakarta : Universitas Terbuka
Munawaroh, Siti. 2009. Sosiologi 2 untuk SMA/ MA Kelas XI BSE. Jakarta : Pusat perbukuan Departemen Pendidikan
Nasional
Ritzer, George. 2003. Sosiologi Ilmu Pengetahuan Berparadigma Ganda. Jakarta: Rajawali Press
Soekanto, Soerjono. 1987. Sosiologi Suatu Pengantar Ringkas. Jakarta : Ichtiar Baru
Suhardi, Sri Sunarti. 2009. Sosiologi 2 untuk SMA/ MA Kelas XI Program IPS BSE. Jakarta: Pusat perbukuan
Departemen Pendidikan Nasional
Tim Balai Bahasa Jarta. 2011. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta : Gramedia
Wahyu Rochmadi, Mur. 2009. Ilmu Pengetahuan Sosial Jilid 2 bs. Jakarta: Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah
Kejuruan Direktorat Jendral Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah, Departemen Pendidikan Nasioanl
80 | S o c i a l S c i e n c e ( S S C ) / 2 b SMK N JAWA TENGAH
Desi Tri Susilowati, S.Pd. Edisi Pertama - 2016
Limited
Edition
81 | S o c i a l S c i e n c e ( S S C ) / 2 b SMK N JAWA TENGAH