The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by permadhi, 2021-08-21 02:45:57

Antologi Sketsa Pelaksanaan Kelas Jarak Jauh

Machung Press

Keywords: antologi,sketsa,jarak,jauh,kelas,press,machung,pembelajaran

Kesimpulan
Pepatah China mengatakan 活到老,学到老 (huó dào lǎo ,

xué dào lǎo) yang memiliki arti hidup sampai tua, belajar sampai tua.
Jangan pernah menyerah terhadap keadaan, teruslah belajar dan
teruslah berinovasi!

42 | Sketsa Pelaksanaan Kelas Jarak Jauh dan Bisnis Teknologi Pendidikan ….

7

Daniel Ginting
[email protected]
Program Studi Sastra Inggris, Universitas Ma Chung

Pendahuluan
Semua pendidik tidak pernah menduga transisi dari kelas

tatap muka ke kelas jarak jauh terjadi begitu cepat. Proses transisi
pedagogik dari kelas tatap muka kepada kelas jarak jauh terjadi
secara massive dan cepat semenjak WHO mengumumkan kondisi
pandemic Covid 19 di awal tahun 2020 (Çifçi & Demir, 2020). Kelas
jarak jauh masa pandemic adalah kelas jarak jauh darurat.
Sementara siswa diajar di luar kelas tatap muka, kelas jarak jauh ini
dilakukan demi mengantisipasi bahaya tertularnya Covid 19.
Singkat kata, kelas jarak jauh yang dilaksanakan akibat situasi yang
darurat atau kondisi yang mengancam keselamatan pihak yang
belajar (seperti perang, bencana alam, pandemic, dst.) disebut kelas
jarak jauh darurat atau emergency remote teaching (Aras & Sharma,
2020) .

Saya memperhatikan bahwa kondisi pandemik mengajar
para guru untuk merubah mindset mereka. Terbiasa dengan zona
nyaman dengan pendekatan pedagogik tradisional, para guru
dipaksa untuk belajar hal baru. Mengajar daring membuat para guru

Sketsa Pelaksanaan Kelas Jarak Jauh dan Bisnis Teknologi Pendidikan …. | 43

ini harus menyesuaikan ritme dan lingkungan baru yang
berhubungan dengan teknologi digital. Mereka belajar bagaimana
mengelola materi, mendesain instruksi, berkomunikasi dengan
siswa dan orang tua, penugasan, penilaian dan seterusnya. Ibarat,
penumpang yang sedang menumpang di kapal, berlayar sambil
belajar perangkat-perangkat navigasi kapal yang baru. Yang penting
kapalnya jalan sementara bagaimana, di mana dan kapan sampai
pada tujuan adalah perkara lain.

Tidak heran banyak pendidik yang menyatakan tidak siap
dengan kebijakan perpindahan drastis ke kelas daring. Studi oleh
Trust dan Whalen (2020) menemukan bahwa bahkan para guru di
Amerika pun kewalahan (lihat Table 1).

Tabel 1. Daftar Tantangan yang dihadapi guru di Amerika (Trust &
Whallen, 2020)

Keterangan Total Percent

Kewalahan dengan hal baru untuk dipelajari 198 61%

Masalah koneksi internet (siswa) 173 53%

Kurang paham strategi mengajar darig 168 52%

Keperluan keluarga 162 50%

Kurang faham dengan aplikasi untuk kelas daring 143 44%

Kurang faham cara untuk komunikasi yang tepat 140 43%

Prioritas Kesehatan 124 38%

Kurang konukasi dengan siswa dan orang tua 117 36%

Kurangnya dukungan info tentang kebijakan 95 29%
pemerintah

Tidak dapat memilih alat komunikasi 86 26%

Kurangnya dukungan dari sekolah 53 16%

Masalah dengan internet (guru) 32 10%

44 | Sketsa Pelaksanaan Kelas Jarak Jauh dan Bisnis Teknologi Pendidikan ….

Saya bisa memahami daftar keresahan bapak ibu guru
Amerika itu. Mengubah kebiasaan itu tidak mudah. Tidak sedikit
yang baru tahu (khususnya guru yang senior) apa itu Google Drive,
system penyimpanan data cloud, membuka dan membagi tautan, QR,
dan seterusnya. Namun demikian, saya melihat kecenderungan
dasar manusia untuk beradaptasi saat terdesak mulai muncul pada
sikap para guru. Dari pengamatan saya melalui wawancara maupun
pengalaman memberi webinar, mereka ternyata punya usaha kuat
untuk melatih diri menjadi pembelajar mandiri. Misalnya, mereka
mencari informasi dari internet, artikel, jurnal, teman, dan pakar dari
seminar. Bahkan, para guru ini juga semakin kooperatif dan inklusif.
Mereka membuka diri dengan guru lain dengan membangun
komunitas untuk berbagi pengalaman tentang kelas jarak jauh
mereka mereka. Tidak sedikit dari guru-guru mengambil inisiatif
untuk membuat webinar-webinar secara mandiri.

Teori Beban Kognitif Pembelajaran Multimedia

Tulisan ini memaparkan teori beban kognitif pembelajaran
media untuk menyambung dengan kegiatan-kegiatan kelas jarak
jauh (Mayer, 2001). Hampir Sebagian besar guru menggunakan
multimedia (power point, grafik, teks, suara, dan video) saat
mengajar daring.

Teori ini pembelajaran ini multimedia mendasarkan basis
teorinya pada teori beban kognitif (cognitive load) yang
dikembangkan John Sweller sekitar tahun delapan puluhan. Sweller
(1994) mengatakan bahwa tindakan belajar adalah sebuah konstruksi
mental dalam pikiran di mana siswa memproses, mengelola
informasi baru dalam ingatan jangka pendek (memory) dan
mengintegrasikannya dengan pengetahuan awal (prior knowledge).
Proses inilah merupakan cara siswa merekonstruksi pengetahuan
baru. Setelah melalui proses Latihan, pengetahuan itu disimpan pada
ingatan jangka panjangnya (skema). Sewaktu-waktu pengetahuan
itu dibutuhkan untuk menyelesaikan masalah, siswa mengambil
(encoding) pengetahuan tadi. Belajar adalah kegiatan untuk melatih
dan mengarahkan pada akuisisi skema (schema acquisition) (Federico,

Sketsa Pelaksanaan Kelas Jarak Jauh dan Bisnis Teknologi Pendidikan …. | 45

1980). Saat pengetahuan itu telah diakuisisi oleh skema atau
dikuasai, maka siswa secara otomatis mengambil pengetahuan itu
(skema) untuk menyelesaikan masalah tanpa memberi beban kerja
yang banyak pada ingatan jangka pendek.

Teori beban kognitif ini berpusat pada gejala psikologi atau
fenomena perilaku (siswa) yang diakibatkan oleh instruksi dari guru
(Sweller, 1988). Mayer dan Moreno (2010) menyebut tiga macam
beban kognitif: beban ekstrinsik (extraneous load), beban intrinsik
(intraneous load), dan beban generatif (generative load/germane load).
Berikut adalah penjelasannya.

Pertama, disebut beban luar atau beban ekstrinsik. Ini adalah
semacam beban kognitif yang mengalihkan perhatian peserta didik
dari pembelajaran karena elemen yang tidak perlu dalam presentasi
pengajaran. Bisa dalam bentuk musik latar, animasi dekorasi yang
tidak relevan, pidato berbunga-bunga, dll. Hal-hal ini memecah
perhatian peserta didik sehingga menghabiskan kapasitas memori
kerja mereka yang terbatas untuk memproses informasi.

Kedua disebut beban intrinsik. Secara intrinsik, tugas yang
disajikan kepada peserta didik secara implisit sulit untuk dipahami.
Misalnya, pelajar bahasa Inggris pemula mungkin mengeluh tentang
penyelesaian struktur dan item pertanyaan tertulis di TOEFL karena
mereka menemukan jumlah struktur kalimat yang tidak dikenal.
Mereka harus berinteraksi dengan banyak elemen sekaligus
(persetujuan subjek dan kata kerja, present/past participle; adverb of time
dan clause connectors) membalikkan subjek dan kata kerja dalam
ekspresi negatif, dll. Sebuah elemen mengacu pada “apapun yang
perlu atau telah terjadi dipelajari seperti konsep atau prosedur".

Yang ketiga disebut beban generative (generative load) atau
kadang disebut germane load. Beban germane adalah beban yang
merangsang pembelajar untuk belajar. Peserta didik dapat
menghubungkan tugas / elemen dengan skema mereka, memilih
skema yang relevan dan memecahkan masalah. Saat mereka
melakukannya, mereka tidak lagi membuat sumber daya memori
kerja melebihi kapasitas. Otomatisasi skema membuat mereka dapat
menyelesaikan tugas. Jadi disimpulkan, penggunaan multimedia

46 | Sketsa Pelaksanaan Kelas Jarak Jauh dan Bisnis Teknologi Pendidikan ….

yang efektif tergantung pada seberapa banyak guru mampu
mengelola instruksi mereka dalam kaitannya dengan manajemen
berbagai jenis beban kognitif di atas. CLT (Cognitive Load Theory)
berpusat pada karakteristik tugas (task) yang mendorong siswa
berpikir (cognitive load) dalam rangka memecahkan masalah atau
menguasai pengetahuan yang baru.

Elaborasi teori beban kognitif pembelajaran multimedia
Belajar dengan multimedia berarti belajar dari kata (teks tulis

atau teks verbal) dan gambar (grafis statis seperti gambar atau grafis
gerak video animasi) Terkait dengan mengajar dengan multimedia,
Mayer (2001) mengingatkan pentingnya memperhatikan bagaimana
cara siswa memproses informasi melalui multimedia. Setidaknya
ada tiga asumsi teoritis (triarchic theory of cognitive load) yang perlu
diperhatikan: saluran ganda, kapasitas terbatas dan pemrosesan
yang aktif.

Saluran ganda (dual channel) adalah property terpisah yang
dimiliki manusia saat menerima materi visual (gambar) dan materi
verbal melalui multimedia (Mayer & Moreno, 2010). Kapasitas
terbatas (limited capacity) artinya manusia memiliki keterbatasan
dalam memproses jumlah materi informasi di setiap saluran pada
satu waktu. Pemrosesan aktif (active processing) adalah keadaan di
mana pembelajar menggunakan kognitif aktif untuk memilih
informasi yang relevan untuk diproses lebih lanjut, mengatur materi
yang dipilih ke dalam representasi mental yang koheren, dan
mengintegrasikan dengan skema pengetahuan (prior knowledge).

Visualisasi dari pola pemrosesan informasi dari multimedia
dapat diterangkan melalui gambar berikut.

Sketsa Pelaksanaan Kelas Jarak Jauh dan Bisnis Teknologi Pendidikan …. | 47

Gambar 1. Teori Beban Kognitif Pembelajaran Multimedia

Multimedia memberikan dua jenis materi (verbal dan visual).
Materi verbal adalah penjelasan guru dan ditangkap oleh sensor
kognitif yaitu telinga. Sementara itu, materi visual yang berupa
gambar ditangkap indera mata. Ketika pelajar menerima dan
memperhatikan dua jenis materi informasi ini, mereka akan
memprosesnya dengan cara memilih (seleksi). Memilih berarti
mengambil sebagian dan mengabaikan yang lain. Beberapa materi
verbal dan visual yang dipilih kemudian dipindahkan ke memori
kerja peserta didik.

Peserta didik mengolah materi itu dengan menyusun kata-
kata yang dipilih ke dalam mode verbal. Sementara itu di pihak lain,
memori jangka pendek menyusun gambar yang dipilih itu ke dalam
mode visual. Kemudian, mereka mengintegrasikan materi verbal
dan visual tersebut dengan pengetahuan sebelumnya (skemata)
yang relevan. Mereka melakukan integrasi untuk memahami
informasi yang datang atau sekadar menyelesaikan masalah.
Representasi mental yang menggambarkan bagaimana otak kita
bekerja memproses informasi karena tugas yang diberikan kepada
siswa itu disebut beban kognitif (cognitive load).

48 | Sketsa Pelaksanaan Kelas Jarak Jauh dan Bisnis Teknologi Pendidikan ….

Macam-Macam Beban Kognitif: Ekstrinsik, Intrinsik dan
Generatif.

Multimedia memang alat yang ampuh untuk digunakan
pendidik untuk mengembangkan pelajaran dan materi (Gates, 1993).
Mayer dan Moreno (2003) mengatakan ada tiga jenis beban kognitif
yang ditimbulkan oleh materi dari multimedia yang disiapkan guru.

Pertama, disebut beban luar (extrinsic/extraneous load). Ini
adalah semacam beban kognitif yang justru menguras energi
berpikir siswa pada hal-hal yang tidak penting akibat materi
pelajaran yang diberikan guru. Jenis kedua adalah beban intrinsik
(intrinsic load/intraneous load). Disebut intrinsic, oleh karena beban
kognitif yang dikerahkan siswa berasal dari sulitnya tugas atau
materi yang diberikan oleh guru. Banyaknya elemen baru atau hal
yang dipelajari pada materi itu (instruksi) membuat kapasitas
memori siswa menjadi kelebihan beban (overload). Yang ketiga
disebut beban generative (germane load). Beban generative adalah
beban yang merangsang pembelajar untuk bernalar, berpikir kritis
dan aktivitas inilah tujuan dari belajar. Peserta didik dilatih untuk
mengerti informasi baru itu dengan cara menghubungkannya
dengan pengetahuan yang mereka pelajari sebelumnya. Proses
interaksi ini kadang mengakibatkan perubahan pada struktur
pengetahuannya atau sebaliknya menambah pengetahuan yang
sebelumnya dia miliki (skema atau background knowledge). Proses
kognitif untuk mengadopsi skema baru ini disebut schema acquisition.
(Federico, 1980)

Teori beban kognitif pembelajaran multimedia percaya
bahwa mengurangi beban kognitif pada memori jangka pendek
membuat pembelajaran menjadi efektif. Mengurangi berarti bukan
membuat pelajaran menjadi mudah. Bukan. Sebaliknya,
pengurangan dilakukan karena nature dari kapasitas berpikir
manusia (working memory) itu terbatas. Berikut ini adalah teknik-
teknik bagaimana membuat pembelajaran dengan multimedia
efektif.

Sketsa Pelaksanaan Kelas Jarak Jauh dan Bisnis Teknologi Pendidikan …. | 49

Mengelola Beban Ekstrinsik

Mengurangi beban ekstrinsik penting dilakukan untuk
menjamin proses belajar yang efektif. Ada beberapa elemen di luar
instruksi yang bisa mengganggu proses belajar seperti suara (music)
latar, animasi dekorasi power point yang tidak relevan, kalimat
penyampaian yang berbunga-bunga, dll. Hal-hal ini memecah
perhatian peserta didik sehingga menghabiskan kapasitas memori
kerja mereka (working memory) yang terbatas untuk memproses
informasi yang tidak penting itu (Mayer & Moreno, 2010).

Suara latar (backsound) merupakan elemen beban ekstrinsic
sering mengganggu siswa untuk memusatkan perhatiannya pada
penjelasan dosen. Kadang suara luar itu tak terhindarkan. Misalnya,
saat telekonferensi kebetulan lewat penjual roti dengan suara sirine
untuk menarik perhatian, penjual es atau penjual bakso yang
memainkan suara “tok tok tok” dapat mempengaruhi konsentrasi
para peserta didik. Kebanyakan mereka pasti akan terfiksasi dengan
suara itu. Saat perhatian mereka terbagi dengan suara ekstrinsik
maka energi kognitifnya pun terbagi. Oleh karena penting bagi guru
atau bahkan peserta didik untuk mengantisipasi gangguan suara-
suara itu agar suasana konsentrasi dan pemahaman terhadap isi
materi kuliah atau penjelasan dosen dapat terjamin.

Bentuk gangguan ekstrinsik lain sering kita atau siswa kita
alami saat ingin mendapatkan informasi di website yang dipenuhi
dengan tampilan iklan dan animasinya. Kehadiran iklan dan animasi
gambar itu sangat mengganggu proses pemahaman teks pada web.
Penjelasan materi yang bertele-tele dan dengan penggunaan istilah-
istilah yang terlalu teknis juga menjadi bagian dari pencetus
ekstrinsic load. Siswa yang sudah memahami maksud atau
penjelasan dosen menjadi tidak sabar untuk sampai pada inti
pemaparan. Penjelasan berputar-putar tak tentu arah ini sangat
menguras energi berpikirnya. Teknik weeding atau menghilangkan
bagian-bagian tidak penting adalah salah satu cara yang baik untuk
membuat instruksi efektif. Dengan cara ini maka instruksi yang
singkat tapi padat isi hanya berisi hal-hal penting saja yang terkait
topik (Mayer R., Heiser, & Lonn, 2001; Mayer & Moreno, 1998)

50 | Sketsa Pelaksanaan Kelas Jarak Jauh dan Bisnis Teknologi Pendidikan ….

Cara lain adalah signaling (Mautone & Mayer, 2001).
Signaling artinya mengarahkan perhatian siswa pada hal-hal yang
penting dengan memberi penekanan-penekanan terhadap isi
instruksi. Misalnya guru menambah volume suaranya lebih lantang
atau lebih pelan saat menerangkan konsep penting. Di kesempatan
lain, saat menyajikan teks bacaan, guru memberi tanda tertentu pada
teks (garis bawah, memberi warna pada teks, memberi tanda panah,
dst).

Mengurangi potensi beban intrinsik

Kedua disebut beban intrinsik. Instruksi baik dalam
penjelasan atau materi bacaan, tugas yang sulit dipahami oleh siswa
atau siswa harus berpikir keras sampai putus asa untuk
memahaminya, ini menandakan tugas itu memiliki beban intrinsik
yang tinggi. Misalnya, pelajar bahasa Inggris pemula mungkin
mengeluh tentang penyelesaian struktur dan item pertanyaan
tertulis di TOEFL karena mereka menemukan jumlah struktur
kalimat yang tidak dikenal. Mereka harus berinteraksi dengan
banyak elemen sekaligus (persetujuan subjek dan kata kerja, present
/ past participle; adverb of time and clause connectors). Elemen
artinya "apapun yang perlu dipelajari, seperti konsep atau
prosedur.”

Sebenarnya energi berpikir itu penting bagi siswa untuk
kerahkan saat mempelajari sesuatu yang baru. Tidak ada ilmu
manapun yang bisa dikuasai tanpa usaha berpikir tanpa harus
khawatir adanya cognitive overload. Hanya, guru perlu membagi
elemen-elemen yang sulit itu menjadi terasa “tidak sulit” dengan
membaginya menjadi bagian-bagian yang lebih kecil. Ini disebut
teknik segmenting (Mayer & Chandler, 2001) atau kadang disebut
teknik chunking. Hal sederhana mungkin bisa kita uji betapa teknik
segmenting ini sangat mujarab. Misalnya, saya mendiktekan lima
belas nomer berikut ini kepada anda: 702560670407002 dan setelah
itu saya minta anda mengulanginya. Sangat mustahil bukan? Namun
keadaan akan berbalik menjadi mudah, bila kemudian anda
berusaha untuk mengingat nomer yang Panjang itu menjadi

Sketsa Pelaksanaan Kelas Jarak Jauh dan Bisnis Teknologi Pendidikan …. | 51

beberapa bagian. Misalnya di satu kesempatan anda hanya
mengingat 7025. Kemudian di kesempatan lain anda mempelajari
6067. Demikian seterusnya, sehingga bila dipilah-pilah akan menjadi
7025/6067/0407/002.

Teknik lain yang tak kalah penting adalah pretraining (Mayer,
2001)). Pre-training artinya adalah memberi pelatihan atau
pengenalan tentang nama-nama tertentu dari konsep baru yang akan
dipelajari sebelum materi inti disampaikan oleh guru. Ini sangat
masuk akal bukan? Coba anda perhatikan gambar berikut ini.

Gambar 2. Mikroskop sebagai analogi media pembelajaran

Ya semua orang tahu ini mikroskop. Tetapi Ketika saya ubah
instruksi mengajar saya dengan mengatakan berikut ini kepada
siswa yang sama sekali baru mengenal alat ini, instruksi saya
berubah menjadi sesuatu yang tidak masuk akal.

1. Click nosepiece to the lowest (shortest) setting
2. Look into the eyepiece
3. Use the coarse focus
4. Once the slide is focused, rotate the nosepiece to the low power.
5. Refocus using the coarse (large) knob.

Pasti siswa yang tidak memiliki pengetahuan awal
(background knowledge) akan kebingungan untuk melakukan perintah
ini. Dengan menerapkan prinsip pre-training, guru mengenalkan

52 | Sketsa Pelaksanaan Kelas Jarak Jauh dan Bisnis Teknologi Pendidikan ….

beberapa kata-kata kunci seperti nocepiece, eyepiece, knob, dan
seterusnya. Dengan berbekal informasi ini, siswa akan lebih jauh
mudah mengukti dan memahami pelajaran. Dengan kata lain
intrinsic load yang ditimbulkan oleh elemn baru pada instruksi itu
bisa direduksi.

Perkuat Load Generatif

Yang ketiga disebut germane load atau beban generatif.
Beban generative adalah beban yang ditimbulkan dari instruksi yang
diberikan oleh guru setelah mengoptimalisasikan materi
pelajarannya (mereduksi beban ekstrinsik dan intrinsic) sehingga
membuat siswa untuk belajar. Peserta didik dapat menghubungkan
tugas/ elemen dengan skema mereka, memilih skema yang relevan
dan memecahkan masalah. Saat mereka melakukannya, mereka
tidak lagi membuat sumber daya memori kerja melebihi kapasitas.
Otomatisasi skema membuat mereka dapat menyelesaikan tugas.

Load generatif merepresentasikan optimalisasi energi
berpikir siswa terhadap materi pelajaran di mana mereka mampu
membangun hubungan antara elemen pengetahuan dan
mengkonstruksikan representasi mental yang koheren pada daya
kognitifnya (Kalyugas, 2009). Singkat kata, bila beban ekstrisik dan
intrinsik dikendalikan sehingga tidak melebihi kapasitas daya
kognitif (working memory), maka proses belajar terlaksana. Ini
memang hal yang tidak selalu mudah karena “gangguan” itu bersifat
additive atau hal tambahan yang melekat pada multimedia yang
sering tidak disadari oleh guru.

Kadang siswa masih mengalami kesulitan belajar yang pada
akhirnya menciptakan kelebihan beban kognitif sekalipun
gangguan-gangguan itu telah direduksi. Misalnya guru
menggunakan teknik segmententing atau membagi kompleksitas
elemen pengajarannya menjadi lebih kecil. Pada kenyataannya,
memang teknik ini membantu bagi siswa pemula sekalipun kadang
mereka masih kesulitan. Tetapi teknik segmenting ini akan
memancing mereka untuk berpikir jauh lebih baik dalam memahami
materi dari pada sebelumnya. Hanya yang menjadi persoalannya

Sketsa Pelaksanaan Kelas Jarak Jauh dan Bisnis Teknologi Pendidikan …. | 53

adalah bahwa Tindakan segmenting ini atau penyederhanaan
kompleksitas elemen dari pengetahuan baru itu menjadi counter
produktif bagi siswa yang pandai (Mayer & Moreno, 2010). Mereka
yang pandai justru seolah merasa “tidak mendapatkan” sesuatu dari
penyederhanaan ini. Bahkan ada anggapan cara mengajar guru
seperti itu dianggap redundant atau memuat hal yang tidak penting.
Sebaliknya bagi pemula, bila materi pelajaran tidak disederhanakan
dalam penyampaian segmen-segmen pelajaran yang lebih kecil
maka materi yang komplek itu akan menimbulkan beban ekstrinsik
(extraneous load). Beberapa ahli (Mayer & Moreno, 2010; Moray, 1979;
Sweller, 1994) menyebutnya ini sebagai efek terbalik atau reversal
effect. Singkat kata, guru perlu mempertimbangkan keragaman
tingkat penguasaan atau kemampuan siswa ini dalam menyiapkan
materi. Bagaimana caranya? Mungkin tidak semua akan saya bahas.
Saya hanya menyampaikan beberapa hal saja.

Buat penyampaian materi itu secara runtut atau berjenjang
kepada yang mengarah pada penguasaan materi yang kompleks.
Materi pelajaran yang kompleks artinya materi itu akan merangsang
banyak interaksi (interactivity) berbagai elemen pengetahuan. Ini
disebut teknik sequencing. Ada dua pendekatan dalam teknik
sequencing yaitu part-whole dan whole-part approaches.

Pendekatan part-whole adalah pendekatan di mana guru
mengajar materi dengan menyederhanakan materi yang sulit. Baru
setelah itu, guru menambah lagi elemen-elemen baru yang lebih sulit
untuk pertemuan selanjutnya. Bila disederhanakan kurang lebih
seperti ini: ajarkan sesuatu yang sifatnya lebih mendasar terlebih
dahulu dengan cara sederhana sebelum mengajar hal lain yang lebih
sulit namun dengan penyampaian yang sederhana pula. Lambat lain
maka siswa akan terarah kepada penguasaan materi yang lebih
kompleks.

Pada pendekatan a whole-part, cara mengajar guru jauh
berbeda meskipun tujuannya sama. Guru langsung menyampaikan
suatu elemen materi secara keseluruhan dengan segala
kompleksitasnya. Selanjutnya, siswa akan diarahkan untuk
mempelajari dan memperdalam elemen tertentu. Tujuannya adalah

54 | Sketsa Pelaksanaan Kelas Jarak Jauh dan Bisnis Teknologi Pendidikan ….

membawa kesadaran siswa bahwa sekalipun salah satu elemen itu
akan menjadi satu fokus pembelajaran, mereka harus paham bahwa
elemen itu pun sebenarnya tidak terpisahkan keberadaanya dengan
elemen yang lain. Oleh karena itu, mereka seolah “dipaksa”
bertindak seperti ahli untuk berinteraksi dengan elemen-elemen lain
sehingga kompleksitas belajar terjadi. Beberapa contoh penugasan
yang biasa dilakukan dengan pendekatan whole-part ini adalah
completion task atau worked examples. Completion task adalah
semacam penugasan di mana siswa diminta untuk secara kreatif
mengisi bagian yang sengaja dikosongi. Tentunya tugas ini sesuai
dengan apa yang mereka pelajari. Pada worked examples, Siswa diberi
contoh, dan selanjutnya dari contoh itu mereka mengembangkan
jawabannya.

Kesimpulan

Mendiskusikan geliat perkembangan teori beban kognitif
pembelajaran multimedia adalah suatu yang menarik. Hal itu tidak
akan pernah cukup dalam satu pemaparan singkat seperti tulisan ini
karena perkembangan penelitian dalam sub bidang psikologi itu
begitu dinamis. Pada akhir tulisan ini, saya menekankan beberapa
poin sebagai praktis sehubungan dengan penggunaan multimedia
untuk pembelajaran sebagai berikut.
a. Buatlah desain instruksional sesuai dengan cara kerja berpikir

manusia. Semakin adaptif terhadap kemampuan dan cara
manusia memproses informasi, maka semakin efektif desain
instruksi itu.
b. Jangan takut untuk berkreasi dengan mencoba menggunakan
fitur-fitur canggih multimedia tetapi juga jangan terlalu percaya
diri. Gunakan multimoda hanya untuk pembelajaran yang efektif
dan bukan untuk bergaya atau menimbulkan kesan mewah.
Tetapi cara itu sesungguhnya merusak proses pembelajaran.
c. Mengajar yang efektif berarti mengefektifkan materi ajar untuk
mendayagunakan alokasi energi berpikir siswa yang terbatas
tetapi demi pencapaian atau penguasaan pengetahuan yang
semakin kompleks dari waktu ke waktu.

Sketsa Pelaksanaan Kelas Jarak Jauh dan Bisnis Teknologi Pendidikan …. | 55

d. Jangan menyiksa siswa dengan memberikan materi atau unsur
tambahan dari materi pokok itu dengan hal tak berguna atau yang
tidak ada hubungannya dengan esensi pelajaran. Hindari grafik
yang tidak relevan, cerita yang bertele-tele, suara atau musik yang
tidak relevan, kata-kata yang tidak penting dan teks yang
Panjang, dst.

e. Bermurah hatilah kepada siswa dengan memberikan narasi
(verbal) penjelasan kepada esensi pelajaran. Jangan bagikan teks
(power point, gambar, teks yang panjang), tanpa sedikitpun
penjelasan tentang itu.

Daftar Pustaka

Aras, B., & Sharma, R. (2020). Emergency remote teaching in a time
of global crisis due to Corona Virus pandemic. Asian Journal of
Distance Education, 15(1), 1-6.

Çifçi, F., & Demir, A. (2020). The effect of home-based exercise on
anxiety and mental well-being levels of teachers and pre-
service teachers in COVID-19 Pandemic. African Educational
Research Journal, 8(2), 20-28.

Federico, P.-A. (1980). Adaptive instruction: trends and issues. In R.
Snow, P.-A. Federico, & W. Montague, Aptitude, learning, and
instruction : Cognitive process analyses of aptitude . Hillsdale, NJ:
Erlbaum.

Gates, W. (1993). Multimedia and learning: the partnership is here
and here to stay. Campus-Wide Information Systems, 10(5), 20-22.

Kalyugas, S. (2009). Managing cognitive load in adaptive multimedia
learning. New York: Information Science Reference.

Kantowitz, B. H. (1987). Mental workload. Human factors
psychology . In P. A. Hancock. Amsterdam: North-Holland.

Mautone, P. D., & Mayer, R. E. (2001). Signaling as a cognitive guide
in multimedia learning. Journal of Educational Psychology, 93(1),
377-389.

Mayer R., E., Heiser, J., & Lonn, S. (2001). Cognitive constraints on
multimedia learning: When presenting more material results

56 | Sketsa Pelaksanaan Kelas Jarak Jauh dan Bisnis Teknologi Pendidikan ….

in less understanding. Journal of Educational Psychology, 93(1),
187-198.
Mayer, R. E. ((2001)). Multimedia learning. . New York: Cambridge
University.
Mayer, R. E., & Chandler, P. (2001). When learning is just a click
away: Does simple user interaction foster deeper
understanding of multimedia messages? Journal of educational
Psychology, 93(1), 390-397.
Mayer, R. E., & Moreno, R. (2010). Techniques that reduce extraneous
cognitive load and manage intrinsic cognitive load during
multimedia learning. In J. Plass, R. Moreno, & R. Brunken,
Cognitive Load Theory. New York: Cambridge University Press.
Mayer, R., & Moreno, R. (1998). A split attention effect in multimedia
learning: Evidence for dual processing systems in working
memory. Journal of Educational Psychology, 90(2), 312–320.
Moray, N. .. (1979). Mental workload: Its theory and measurement. . New
York: Plenum.
Sweller, J. (1988). Cognitive load during problem solving: Effects on
learning. Cognitive Science, 12(1), 257–285.
Sweller, J. (1994). Cognitive load theory, learning difficulty and
instructional design. Learning and Instruction, 4(1), 295–312.
Trust, T., & Whalen, J. (2020). Should teachers be trained in
emergency remote teaching? Lessons Learned from the
COVID-19 Pandemic. Journal of Technology and Teacher
Education, 28(2), 189-199.

Sketsa Pelaksanaan Kelas Jarak Jauh dan Bisnis Teknologi Pendidikan …. | 57

58 | Sketsa Pelaksanaan Kelas Jarak Jauh dan Bisnis Teknologi Pendidikan ….

8

Romy Budhi
[email protected]
Program Studi Informatika, Universitas Ma Chung, Malang

Pendahuluan
Pada Juni 2021, pembelajaran online akibat pandemi COVID-

19, sudah genap satu tahun. Di awal masa pandemi 2020, tepatnya
18 Mei 2020, terdapat pengumuman dari WHO yang resmi
menyatakan bahwa COVID-19 adalah pandemi. Kata “pandemi”
sendiri, jarang terdengar saat itu, sehingga untuk meyakinkan
artinya, penulis membuka KBBI online. Satu hari setelah
pengumuman WHO tersebut, penulis ingat masuk di kelas
Arsitektur, Sistem dan Organisasi Komputer untuk mahasiswa
Informatika Universitas Ma Chung angkatan 2019. Di kelas tersebut
penulis ingat semua mahasiswa tidak ada yang menggunakan
masker, dalam sesi itu penulis umumkan ke mahasiswa bahwa WHO
telah menyatakan COVID-19 sebagai pandemi. Respon mahasiswa
tidak ada yang berekspresi khusus, sama halnya saat penulis
mendengar kabar itu pertama kali tanpa merenungkan lebih dalam.
Selang beberapa hari resmi kampus ditutup melalui memo rektor,
dan pembelajaran beralih ke online hingga saat ini, Juni 2021.

Sketsa Pelaksanaan Kelas Jarak Jauh dan Bisnis Teknologi Pendidikan …. | 59

Pembelajaran beralih ke platform online seperti MSTeams,
saat itu penggunaannya darurat, artinya sebatas bisa menggantikan
tatap muka di kelas terlebih dahulu. Materi yang digunakan selalu
power point presentation dan ebook, dalam 4-5 kali pertemuan
sebelum ujian akhir semester. Akhirnya semester genap 2019/2020
berakhir. Masa liburan semester, tidak ada istilah libur lagi.
Membayangkan cara menyampaikan materi semester berikutnya,
akhirnya masa liburan semester diisi membuat konten video
pembelajaran, perubahan rencana pembelajaran, dan bayangan-
bayangan lain yang “menghantui”; utamanya kelas laboratorium
mau diapakan semester depan menjadi misteri yang dicari
jawabannya saat itu.

Proses pembelajaran berjalan atas dasar “saling memahami
kondisi” antara penulis dan mahasiswa, dan sebaliknya. Ada pesan
mas Menteri Pendidikan dan Kebudayaan saat itu, Bapak Nadiem
Makarim. Menurut penulis, beliau adalah tokoh yang memahami
keadaan dengan sifatnya yang asah, asih, dan asuh. Dalam pesannya,
di masa pandemi ketuntasan materi bukanlah prioritas. Penulis
mengartikannya sebagai kepercayaan yang diberikan kepada dosen
untuk mengolah sarana dan prasarana, waktu, kendala teknis, materi
kuliah; sedemikian untuk mencapai tujuan utama suatu mata kuliah.
Integrasi materi kuliah dilakukan oleh penulis waktu itu, video
pembelajaran juga dibuat untuk cadangan bagi siswa yang belum
paham dan siswa yang tidak masuk kuliah akibat jaringan terganggu
maupun kendala lain. Semua usaha dilakukan untuk menjelaskan
hal-hal yang pokok untuk mencapai tujuan utama pembelajaran.

Ada tiga sisi yang akan penulis tinjau dalam mengamati
pembelajaran online masa pandemi, pertama adalah sisi dosen, kedua
sisi mahasiswa, dan ketiga adalah sisi orang tua mahasiswa. Di sisi
dosen, beberapa hal yang penulis sukai karena efisien adalah
tahapan tatap muka menjadi sangat praktis, dimana pun dan kapan
pun bisa dilakukan. Namun persiapan perkuliahan membutuhkan
waktu dua kali lebih lama daripada kelas offline. Waktu terbesar
persiapan adalah membuat video pembelajaran, persiapan materi
praktik menjadi versi daring. Biasanya penulis memiliki cadangan

60 | Sketsa Pelaksanaan Kelas Jarak Jauh dan Bisnis Teknologi Pendidikan ….

materi 2 sampai 3 minggu kedepan, sambil mempersiapkan
pertemuan minggu depan dengan membaca materi. Kemudian arsip
digital meliputi bahan ajar, presensi, pesan tertulis, dan evaluasi;
terekam dengan baik sesuai timeline. Evaluasi yang dilakukan tidak
menuntut mahasiswa menghafal namun lebih kepada pencarian
informasi baru dan pengintegrasian materi yang pernah diperoleh,
untuk menyelesaikan soal yang diberikan. Saat evaluasi, kejujuran
adalah hal personal yang tidak dapat lagi penulis periksa, oleh sebab
itu soal yang dibuat lebih kepada keinginan penulis supaya
mahasiswa beraktivitas dan hasilnya dari pemikiran mahasiswa
tersebut.

Di sisi mahasiswa, penulis yakin bahwa tugas mereka
semakin berat, dalam arti konsentrasi dan waktu yang diperlukan
memahami suatu materi. Ambil contoh, suatu mata pelajaran 2 sks
membutuhkan tatap muka online 100 menit. Waktu yang dibutuhkan
untuk 2 sks tersebut adalah 100 menit tatap muka, mengulang materi
karena kendala teknis sehingga harus memutar ulang rekaman
kuliah, kemudian memahami materi secara mandiri, mengerjakan
online assignment, pengembangan materi dan sebagainya. Namun
fleksibilitas pembelajaran semakin besar pada masa pandemi ini.

Di sisi orang tua mahasiswa, sebersit pikiran penulis adalah
biaya kuliah yang tinggi dibandingkan dengan penurunan omset
atau pendapatan sebagian besar orang tua di masa pandemi. Orang
tua secara kasat mata melihat anaknya rebahan di kasur, keluar-
masuk kamar tidak lagi teratur waktunya, jam makan bergeser sebab
si anak melihat gadget terus menerus. Pertanyaan bisa muncul,
seperti misalnya: “apa yang dikerjakan anak saya, apakah benar-
benar sekolah padahal biaya berjalan terus secara normal, bisakah
mutu pendidikan anak dijaga meski dilakukan online?” dan tentunya
beragam pertanyaan dari orang tua. Tentunya hal ini perlu event
silaturahmi antara three parties yaitu kampus (prodi/dosen) – orang
tua – mahasiswa, yang bertujuan untuk tanya-jawab dan diskusi-
menghilangkan segala praduga.

Menurut penulis, tulisan ini akan lebih bermanfaat jika lebih
dari deskriptif dan pandangan pribadi. Berikutnya beberapa

Sketsa Pelaksanaan Kelas Jarak Jauh dan Bisnis Teknologi Pendidikan …. | 61

referensi berkaitan dengan pembelajaran masa pandemi, semoga
berkenan dan bermanfaat.

Pandangan dari Teori Pembelajaran

Beberapa artikel memberikan wejangan dan landasan
berpikir mengatasi kendala tatap muka dalam masa pandemi ini.
Beberapa istilah metode yang dipakai dalam teori pembelajaran
akhir-akhir ini adalah sebagai berikut:

- Tatap muka (traditional face-to face /f2f), metode ini sangat
konservatif dimana komitmen pelajar dikategorikan sangat
rendah.

- Hybrid dan Blended Learning (BL), metode ini memiliki ciri
adanya sesi virtual dan aktifivitas yang bisa diakses oleh pelajar.
Lebih jauh adanya keterlibatan pengajaran individu maupun
kelompok secara synchronous maupun asynchronous. Disini
dibutuhkan komitmen yang tinggi dari pelajar dan peran
sebagai mentor oleh guru/dosen. Adapun pengertian
synchronous adalah proses belajar yang ditempuh dengan online
(dalam jaringan/daring) atau offline (luar jaringan/luring)
dimana mentor juga hadir saat itu. Sedangkan asynchronous,
mentor dan pelajar tidak bersama dalam satu kerangka waktu.

- Flipped classroom (FC), FC termasuk bagian dari BL. Pada
metode ini sebagian besar materi ajar dan konten teknis sudah
disediakan di suatu repositori, Learning Management Systems
(LMS), atau dapat pula diletakkan di cloud. Pertemuan di kelas
hanya digunakan untuk brainstorming, diskusi pemecahan
masalah, dan dengan kehadiran mentor/guru/dosen dapat
membuat kelas aktif.

Pembelajaran dengan metode blended learning (BL) sangat
sering digunakan pada masa pandemi ini, seperti juga dipakai pada
(Ożadowicz, 2020) dengan beberapa modifikasi pada BL. Penulis
tersebut menerapkan modifikasi BL pada pembelajaran Building
Automation. Namun porsi pembelajaran dengan f2f di dalam BL
diyakini masih memegang peran yang sangat penting dan efisien di

62 | Sketsa Pelaksanaan Kelas Jarak Jauh dan Bisnis Teknologi Pendidikan ….

pembelajaran ilmu rekayasa. Pandemi akibat COVID-19 membuat
metode BL yang memuat f2f perlu modifikasi sehingga sedapat
mungkin mematuhi protokol kesehatan yang meniadakan sesi f2f.
Modifikasi BL yang menggantikan f2f dijumpai pada artikel
(Ożadowicz, 2020) adalah sebagai berikut:

- Modifikasi dilakukan dengan menambah peralatan dan
aktivitas baru yang mendukung hubungan interpersonal
menggantikan f2f. Penggunaan LMS seperti platform Moodle
masih digunakan. Pertemuan synchronous secara online adalah
bentuk yang digunakan untuk berdiskusi.

- Untuk memverifikasi pemahaman pelajar terhadap self-learning
yang dilakukan saat asynchronous adalah memberikan kuis kecil
di akhir setiap pelajaran. Penggunaan cara ini meningkatkan
komunikasi interpersonal di forum maupun jumlah pertanyaan
yang ditujukan ke mentor/dosen.

- Sesi laboratorium dibuatkan video demonstrasi untuk
menjelaskan peralatan dan percobaan. Disusul dengan
workshop yang didasari dari demonstrasi dan integrasi dari
materi yang diterima. Selain video; koleksi foto, grafik, dan
screenshot software ditambah jumlahnya untuk mendetailkan
penjelasan.

- Sesi laboratorium juga perlu dibuatkan kuis untuk menguji self-
learning pelajar. Hasilnya dalam dua minggu materi praktikum
dapat ditelaah dengan baik.

- Sesi akhir laboratorium, pelajar membuat laporan tertulis, dan
perlu ditambahkan presentasi dalam bentuk mind map (MM).
Mind map dibuat bersama kelompok yang terdiri atas 3-4
pelajar.

Artikel kedua dari (Qadir & Al-Fuqaha, 2020) banyak berbagi
wejangan dan kiat-kiat bertahannya pembelajaran ilmu rekayasa
selama dan setelah pandemi COVID-19. Pembelajaran ilmu rekayasa
meliputi listrik, elektronik, dan teknik komputer; seperti yang
diamanatkan dalam Washington Accord seharusnya merupakan
pembelajaran berbasis outcome (OBE-outcome-based education).

Sketsa Pelaksanaan Kelas Jarak Jauh dan Bisnis Teknologi Pendidikan …. | 63

Sehingga nasihat-nasihat dalam artikel ini masih signifikan bagi
jurusan/program studi yang mendasarkan kurikulumnya pada
OBE. Outcome-based education menurut sosiolog William Spady, siapa
pun yang mendefinisikan outcome sebagai puncak demonstrasi dari
proses pembelajaran, dimana kata demonstrasi berarti pelajar yang
mampu mengerjakan sesuatu yang tangible, terlihat, dan terobservasi
dengan konsep kurikuler. Kondisi pandemi digolongkan ke dalam
keadaan yang volatile (mudah berubah, bergantung pada keadaan),
uncertain (ketidakpastian), complex (komplek), dan ambiguous (penuh
pilihan yang tidak pasti), disingkat VUCA. Penulis menyarankan
tujuh langkah konkrit bagi pelajar supaya dapat bertahan dalam
belajar di masa VUCA ini. Ketujuh langkah tersebut adalah
1. Begin with the end in mind; memulai dari akhir berarti mengawali

sesuatu dengan pemahaman terhadap tujuan yang jelas.
Memahami posisi saat ini dan dapat merencanakan arah yang
jelas. Implikasi dari langkah ini bagi pelajar adalah mengetahui
tujuan dan learning outcome dari pelajaran, mengarahkan usaha
supaya selaras dengan learning outcome, memotivasi diri sendiri,
dan belajar menentukan prioritas.
2. Upgrade your metacognitive skills; salah satu aspek penting kognitif
adalah metakognitif, yaitu proses refleksi dan mengarahkan
pikiran seseorang. Taksonomi belajar oleh Anderson dan
Krathwohl dalam (Adams, 2015), metakognitif merupakan jenis
pengetahuan (knowledge) yang tinggi sebab didalamnya termasuk
self-awareness. Ketiga tingkatan pengetahuan yang lain adalah
pengetahuan fakta, pengetahuan konseptual, dan pengetahuan
prosedural. Untuk meningkatkan kemampuan metakognitif,
pelajar harus menghindari kesalahan-kesalahan yang sering
dilakukan, misalnya menganggap belajar adalah aktivitas sosial,
kesalahan mengatur waktu, tidak belajar untuk mempelajari
bagaimana belajar itu (not learning how to learn), kesalahan dengan
menjadi learning monogamist (sebaiknya pelajar belajar dari
berbagai sumber).
3. Aim for holistic learning; holistik disini mengarahkan pelajar ke
kawasan yang lebih luas dari hal-hal teknis yang dipelajari.
Beberapa stimulus perlu diberikan supaya pelajar mampu

64 | Sketsa Pelaksanaan Kelas Jarak Jauh dan Bisnis Teknologi Pendidikan ….

menjadi pemikir tingkat sistem. Hal lain adalah pelajar sebaiknya
memiliki kemampuan untuk belajar tingkat multi disipliner,
memperlakukan ilmu yang dipelajari dalam kaitannya dengan
multi disiplin.
4. Become coachable; pelajar diminta rendah hati dan siap menerima
mentoring. Belajar bukan hanya dari yang berhasil namun dari
yang gagal juga. Penilaian proses belajar hendaknya
menggunakan A4L (assessment for learning) dan sedapat mungkin
menghindari summative assessment (assessment of learning). Pelajar
juga sebaiknya berpikir seperti layaknya asesor, instrumen
penilaian perlu diketahui oleh pelajar supaya apa yang
direncanakan terarah.
5. Take ownership of learning; pelajar diminta aktif di dalam proses
belajar, sudah menjadi “jatah” bagai pelajar untuk minta support
dan bantuan dari staf/dosen fakultas, ahli, senior, dan
entrepreneur. Ketidakmauan meminta bantuan dan support
menurut (Qadir & Al-Fuqaha, 2020) adalah salah satu penyebab
jurang pemisah antara pelajar yang sukses dan kurang sukses.
Pelajar diminta berkolaborasi dan mampu bekerja dalam tim di
masa ini.
6. Focus on developing authentic skills; pelajar diminta fokus pada apa
yang dipelajari. Keterampilan khusus tersebut perlu diletakkan
dalam konteks yang luas supaya bernilai ekonomis. Pelajaran
yang tidak mungkin dihafal sebaiknya ditransformasi menjadi
demonstrasi dan praktik langsung di dunia nyata.
7. Become a lifelong learner; prinsip ini sebaiknya selalu diingat
pelajar. Konsep lifelong learner digunakan bukan hanya di ilmu
rekayasa melainkan jurusan hukum, farmasi, dan sebagainya.

Selanjutnya dalam (Qadir & Al-Fuqaha, 2020) disebutkan
arahan untuk kelas laboratorium dan praktik di masa VUCA.
Penggunaan laboratorium virtual dan simulasi, meski tidak dapat
menggantikan seutuhnya sesi praktik yang sebenarnya, namun
masih dapat memberikan tujuan akhir pedagogi yang baik untuk
masa disrupsi ini. Beberapa contoh laboratorium virtual yang
disediakan oleh vendor terkenal misalnya MATLAB dan National
Instruments (NI) adalah web-based cloud service
(https://www.mathworks.com/solutions/cloud.html) dan NI

Sketsa Pelaksanaan Kelas Jarak Jauh dan Bisnis Teknologi Pendidikan …. | 65

LabVIEW Web VI (https://www.webvi.io/). Peneliti memberikan
tiga nasihat bagi guru/dosen/mentor di masa VUCA ini, yaitu
sebagai berikut: 1) the equity imperative, guru diminta memperhatikan
kesetaraan bagi semua pelajar; 2) the inclusion imperative, guru
diminta membuat semua pelajar aktif; 3) the effectiveness imperative,
kualitas dan jangkauan pembelajaran dipastikan tidak terganggu.
Pada poin ketiga ini tentunya keterlibatan pemerintah dan pihak
manajemen sangat dibutuhkan untuk kecukupan sarana dan
prasarana pendidikan.

Kesimpulan

Masa ketidakpastian pandemi COVID-19 telah membuat
proses pembelajaran beralih ke pembelajaran jarak jauh. Tulisan
diatas mengungkap pengalaman pribadi sebagai dosen di
Informatika Universitas Ma Chung Malang selama satu tahun proses
pembelajaran online. Di samping itu saran dari teori pembelajaran
khusus pembelajaran yang memiliki kurikulum outcome-based
education, telah disarikan dari referensi. Penulis berharap proses
pembelajaran semakin baik dan menemukan bentuknya dalam
mewujudkan outcome yang diharapkan.

Daftar Pustaka

Adams, N. E. (2015). Bloom’s taxonomy of cognitive learning

objectives. J Med Lib Assoc, 103(3), 152–153.

Ożadowicz, A. (2020). Modified blended learning in engineering

higher education during the COVID-19 lockdown-building

automation courses case study. Education Sciences, 10(10), 1–20.

https://doi.org/10.3390/educsci10100292

Qadir, J., & Al-Fuqaha, A. (2020). A student primer on how to thrive

in engineering education during and beyond COVID-19.

Education Sciences, 10(9), 1–22.

https://doi.org/10.3390/educsci10090236

66 | Sketsa Pelaksanaan Kelas Jarak Jauh dan Bisnis Teknologi Pendidikan ….

9

Windra Swastika
[email protected]
Program Studi Informatika, Universitas Ma Chung, Malang

Artikel ini menyajikan panduan praktis untuk menjadi seorang educational
content creator (pembuat content untuk tujuan pendidikan atau
pengajaran) melalui platform Youtube.

Pendahuluan
Di awal masa pandemi bulan April 2020 lalu, ketika

pemerintah mulai melakukan pembatasan sosial berskala besar
(PSBB), ada sebuah joke yang menarik. Kala itu, hampir semua
kegiatan perkantoran dihentikan, gedung sekolah ditutup, sarana
transportasi dibatasi, kerumunan dilarang, tempat ibadah dan mall
ditutup. Lalu joke ini muncul di sebuah akun Twitter @buckeyenut82
(gambar 1).

Gambar 1. Cuitan joke di awal masa pandemi 2020

Sketsa Pelaksanaan Kelas Jarak Jauh dan Bisnis Teknologi Pendidikan …. | 67

Twit tersebut dicuitkan di awal pandemi, yaitu bulan April
2020. Akun tersebut mencuit, bahwa COVID-19 adalah suatu hal
yang sangat serius, gereja dan casino harus ditutup bersamaan, dan
ketika surga dan neraka setuju terhadap suatu hal yang sama, berarti
itu sesuatu yang serius.

Tentu saja ini hanya joke. Namun di balik itu, kita tahu persis
bahwa COVID-19 sudah mengubah gaya hidup kita sebagai
akademisi. Tentunya tak pernah terbayang bahwa seluruh dunia
akan serentak mengubah tata cara penyelenggaraan pendidikan
tinggi seperti sekarang, di mana dosen tidak lagi bertatap muka dan
berinteraksi langsung dengan mahasiswanya.

Sejak universitas didirikan pertama kali abad ke-9 oleh
Fatimah Al-Fihri di kota Fez, Maroko, sejatinya universitas
merupakan suatu tempat untuk mengenyam pendidikan, di mana
transfer knowledge terjadi secara langsung, melalui interaksi yang
dinamis antara pendidik dan peserta didik. Selain transfer
knowledge, pendidikan tinggi juga mengenal adanya assesment dari
pendidik untuk menilai sejauh mana peserta didik memahami,
mengerti, serta memiliki keterampilan yang diharapkan. Hingga
1100 tahun berikutnya, sejak universitas pertama berdiri, model
pendidikan di universitas seperti ini tidak banyak berubah. Hingga
tibalah di tahun 2020.

Era Baru Konten Pendidikan

Surat edaran itu terbit di bulan Maret 2020. Diawali dengan
pembatalan UN tahun 2020, yang kemudian dilanjutkan dengan
pembelajaran daring yang dilakukan dari rumah. Berlaku mulai saat
itu, untuk semua secara nasional. Lalu dimulailah era baru belajar
daring. Pendidik tidak lagi dapat bertatap muka secara langsung
dengan peserta didik. Berbagai platform daring mulai digunakan.
Tiba-tiba kata “Zoom” menjadi kata yang sarat makna. Kata kerja:
“Yuk, kita Zoom”. Kata benda: “Ketemuan di Zoom aja ya”. Kata
yang bernilai ekonomis: “Saham Zoom naiknya gila-gilaan ya.”, ups.

Bahan-bahan pengajaran, yang sebelumnya disampaikan
secara langsung di depan kelas, mulai di-deliver melalui berbagai

68 | Sketsa Pelaksanaan Kelas Jarak Jauh dan Bisnis Teknologi Pendidikan ….

media. Dari yang sederhana: slide PowerPoint dikirim melalui pesan
ke WA grup peserta didik. Lalu meningkat dengan menambahkan
pesan suara. Lalu bertemu secara synchronous melalui berbagai
platform (salah satunya Zoom). Share screen yang berfungsi sebagai
papan tulis ke peserta didik yang nun-jauh di sana (yang entah
mendengarkan atau mengerjakan hal lain saat pendidik
mengajarkan materi) menjadi suatu ke-normal-an baru. Tak
ketinggalan platform gratis untuk berbagi video menjadi salah satu
alternatif untuk men-deliver konten pembelajaran. Youtube!

Youtube
Platform Youtube tidak pernah didesain secara khusus

sebagai platform untuk tujuan pendidikan. Platform ini merupakan
platform komersial dari Google yang tujuannya utamanya adalah
berbagi video. Tidak harus video pendidikan, apapun boleh. Alhasil
Youtube menjadi platform yang berisikan konten video terbanyak di
jagat maya, mulai dari konten hiburan, musik, komedi, traveling,
tutorial, film pendek, tips dan trik, bahkan konten prank. Content
creator dari video di Youtube (atau disebut sebagai Youtuber) juga
dari berbagai profesi – atau mungkin juga bisa dibilang profesi
apapun ada di Youtube sebagai Youtuber. Bahkan ada seorang
Youtuber yang bisa membeli Youtube (Gambar 2).

Gambar 2. Seorang Youtuber yang bisa membeli Youtube.
Sketsa Pelaksanaan Kelas Jarak Jauh dan Bisnis Teknologi Pendidikan …. | 69

Dengan model pembelajaran daring, pendidik dapat menjadi
seorang educational content creator (aka. Youtuber) untuk membuat
konten yang berbasis pendidikan untuk mengajar peserta didiknya.

Model Pembelajaran E-Learning Secara Synchronous
Model pembelajaran E-Learning secara synchronous

merupakan model pembelajaran yang diterapkan dengan konsep
Virtual Classroom (VC) dengan ceramah atau interaksi antara
pendidik dan peserta dilakukan secara real-time.

Youtube mendukung model pembelajaran E-Learning secara
synchronous ini melalui fitur live-streaming. Untuk melakukan live-
streaming di channel Youtube, perangkat mobile atau laptop dapat
digunakan. Ada beberapa syarat yang perlu dipenuhi sebelum fitur
live-streaming di channel Youtube dapat digunakan, antara lain:
channel telah diverifikasi, fitur live-streaming telah diaktifkan, dan
untuk perangkat mobile, menggunakan Android 5.0 ke atas.

Yang paling mudah dalam melakukan live-streaming adalah
menggunakan perangkat smartphone Android yang telah terinstall
Youtube (Gambar 3). Dimulai dengan menjalankan aplikasi Youtube,
tap icon + yang ada di bawah layar, pilih Go live dan lanjutkan dengan
mengisikan Title, location dan setelan lain-lain seperti pengaturan
apakah live-stream ini akan dibuat public atau unlisted (hanya mereka
yang memiliki link yang bisa mendapatkan akses), lalu apakah chat
diizinkan atau tidak. Setelah Klik Next, ada waktu 3 detik untuk
tersenyum di depan kamera yang nantinya gambar tersebut akan
dijadikan thumbnail setelah Live Streaming selesai.

70 | Sketsa Pelaksanaan Kelas Jarak Jauh dan Bisnis Teknologi Pendidikan ….

Gambar 3. Tahapan Live-stream di Youtube

Interaksi dengan peserta didik, dapat dilakukan melalui
kolom Chat. Namun demikian, penggunaan smart phone untuk
membuat educational content memiliki kekurangan seperti tidak
dapat men-share-kan layar, menampilkan slide atau dokumen, dan
hanya sebatas menampilkan apa yang ditangkap kamera smart
phone. Penggunaan PC atau Laptop memungkinkan fitur yang lebih
baik daripada live-stream melalui smart-phone.

Menggunakan Laptop untuk live-stream di Youtube
memungkinkan untuk berbagi bermacam-macam media dengan
viewer yang ada. Karena memungkinkan untuk share-screen, maka
apa yang dapat ditampilkan di layar juga dapat dilihat oleh viewer.
Webcam yang menangkap wajah (atau suasana sekeliling) dapat
digabungkan dan ditampilkan bersamaan dengan apa yang ada di
layar monitor. Software opensource OBS dapat dimanfaatkan untuk
mengelola tampilan layar dan menyalurkan tampilan ke live-stream
Youtube.
Langkah-langkah untuk live-stream Youtube pada Laptop:

- Mengunduh dan menginstall OBS. OBS dapat diunduh di
https://obsproject.com/.

Sketsa Pelaksanaan Kelas Jarak Jauh dan Bisnis Teknologi Pendidikan …. | 71

- Setelah OBS dijalankan, langkah pertama adalah membuat scene
dari OBS (Gambar 4). Scene di sini nantinya akan berfungsi
sebagai layar/tampilan yang disalurkan ke live-stream
Youtube. Ada beberapa pilihan scene yang bisa dibuat, misal
scene yang berasal dari webcam, scene yang berasal dari suatu
aplikasi (PowerPoint, misalnya) atau scene yang berasal dari
tampilan monitor saat itu.

Gambar 4. Penambahan scene pada OBS
- Berikutnya adalah menambahkan audio input yang berupa

microphone. Microphone bisa dari internal laptop atau
microphone external. Ada pilihan di OBS yang bisa dipilih
apakah suara yang disalurkan nantinya didapatkan dari
microphone internal atau microphone external.
- Setting lainnya di OBS berhubungan dengan kualitas streaming
yaitu resolusi layar, frame per second dan bitrate. Semakin
tinggi resolusi, fps dan bitrate, maka kecepatan koneksi internet

72 | Sketsa Pelaksanaan Kelas Jarak Jauh dan Bisnis Teknologi Pendidikan ….

juga diperlukan semakin besar. Viewer bisa melihat secara
langsung live-streaming dengan kualitas yang lebih baik.
- Setelah semuanya siap, maka live-stream bisa dijalankan
melalui OBS dengan memilih button Start Streaming (gambar 5).

Gambar 5. Start Streaming melalui software opensource OBS.
Pada bagian ini, perlu diisi terlebih dulu kunci streaming atau

stream key yang bertujuan untuk menghubungkan OBS dengan server
Youtube guna proses live-stream. Stream key bisa didapatkan melalui
laman di channel Youtube pada menu live stream (Gambar 6).

Gambar 6. Kunci stream yang bisa diperoleh pada channel Youtube.
Sketsa Pelaksanaan Kelas Jarak Jauh dan Bisnis Teknologi Pendidikan …. | 73

Penutup
Kiranya apa yang disampaikan pada artikel pendek ini dapat

memotivasi kita semua sebagai pendidik untuk adaptif terhadap
situasi saat ini. Kreativitas penggunaan berbagai media dalam bahan
pengajaran diperlukan untuk setidaknya bisa sedikit menggantikan
interaksi yang tidak bisa didapatkan dalam model pembelajaran
daring.

74 | Sketsa Pelaksanaan Kelas Jarak Jauh dan Bisnis Teknologi Pendidikan ….

10

Rollando
[email protected]

Eva Monica
[email protected]
Program Studi Farmasi, Universitas Ma Chung

Pendahuluan
Tidak terasa pandemi covid-19 sudah satu tahun lebih telah

berlalu dan sedang berlangsung hingga saat ini. Semua aspek
kehidupan terganggu dan serasa tidak menjalani hidup secara
normal. Aspek ekonomi tidak berjalan dengan baik, banyak negara
yang tidak siap menopang hidup rakyatnya. Aspek kesehatan
menjadi hal yang sangat penting dan menjadi fokus pembicaraan
hingga saat ini. Kemudian, aspek pendidikan pun menjadi perhatian
yang tidak kalah penting karena pendidikan merupakan “penentu”
masa depan suatu bangsa. Terkait dengan aspek pendidikan, banyak
pola-pola pendidikan yang tercipta yang pada dasarnya pola
tersebut bisa berdampak baik dan bisa juga berdampak kurang baik
akibat perubahan dalam proses transfer ilmu yang terjadi.

Dalam proses transfer ilmu, terdapat tiga variabel yang
menjadi kekuatan agar ilmu dapat dimaknai menjadi teori yang
penting dalam sebuah subjek. Tiga variabel tersebut yaitu sang
pemberi ilmu, proses transfer ilmu, dan sang penerima ilmu.

Sketsa Pelaksanaan Kelas Jarak Jauh dan Bisnis Teknologi Pendidikan …. | 75

Variabel tersebut harus dalam keadaan siap dan bukan menjadi
sebuah konstanta agar ketiga variabel tersebut dapat menciptakan
sebuah konklusi yang selaras seperti apa yang telah dicita-citakan
dalam pendidikan. Kata “SIAP” yang saya tuliskan mengandung arti
bahwa variabel tersebut harus memiliki subjek dan objek yang jelas
dan aplikatif ketika dijalankan. Pada awal pandemi COVID-19 kata
“SIAP” belum dapat ditemukan secara jelas dalam proses transfer
ilmu pada kelas jarak jauh, hal ini disebabkan karena perubahan
yang sangat cepat dari pola yang lama ke pola yang baru.

Saya mencoba merefleksikan kelas jarak jauh dari yang saya
alami sebagai seorang pengajar dan seorang murid, dan dari yang
saya amati dari teman-teman yang memiliki tugas yang sama dengan
saya. Setelah itu saya mencoba “memandang” kelas jarak jauh dari
sudut pandang aksiologi. Pada dasarnya transfer ilmu pada kelas
jarak jauh bukan hal yang benar-benar baru, karena model
pendidikan ini sudah sering diaplikasikan pada instansi pendidikan.
Yang menjadi pertanyaan apakah semua instansi pendidikan sudah
siap untuk menjalani pola pendidikan tersebut? Saya rasa banyak
yang belum siap, karena pola tersebut kurang populer atau bisa jadi
karena “tidak mau repot” karena banyak hal yang harus disiapkan
untuk menyelenggarakan kelas jarak jauh. Dari materi yang harus
diberikan secara efektif dan efisien, metode pemberian materi, dan
media menarik yang digunakan dalam memberikan materi.

Transfer ilmu melalui kelas jarak jauh menjadi sebuah
tantangan tersendiri, dimana pada proses ini, Sang pemberi ilmu
diminta untuk dapat memberikan materi secara efektif dan efisien.
Untuk memberikan materi yang efektif dan efisien itu tidak mudah,
karena harus dapat membaca informasi secara lengkap dari berbagai
sumber pustaka yang digunakan dan mengekstraknya menjadi
beberapa kalimat dengan bahasa yang mudah dimengerti. Pola
seperti itu menjadi kesulitan tersendiri pada individu yang biasanya
memberikan materi dengan cara bercerita dan merangkai satu inti
pembicaraan dengan inti pembicaraan yang lain, apalagi kebiasaan
itu sudah terjadi bertahun-tahun dan menjadi model yang
digunakan. Kemudian “Proses” transfer ilmu juga menjadi kendala

76 | Sketsa Pelaksanaan Kelas Jarak Jauh dan Bisnis Teknologi Pendidikan ….

tersendiri bagi Sang pemberi ilmu dan Sang penerima ilmu. Kendala
ini terkait dengan kebiasaan yang sudah bertahun-tahun dilakukan,
dimana pada awalnya transfer ilmu dilakukan di kelas atau di
laboratorium dengan cara bertatap muka secara langsung, tapi
karena pandemi covid-19 harus dilakukan tidak langsung dengan
cara bertatap muka melalui komputer, laptop, ataupun handphone.
Ketika tidak bertemu secara langsung, serasa ada yang “hilang”
dalam proses transfer ilmu tersebut, namun sampai sekarang ini kata
“hilang” tersebut masih bias untuk dapat dirasakan secara pasti.
Setelah itu, aspek kesiapan Sang penerima ilmu dalam proses
transfer ilmu, terlihat sekali bahwa Sang penerima ilmu pun belum
siap dengan model yang disajikan, banyak keluhan-keluhan yang
disampaikan. Mulai dari kuota internet yang jebol, instrumen belajar
yang tidak mumpuni, dan kesiapan “mental” dalam proses tersebut
yang belum ada. Hal tersebut menyebabkan tingkat penyerapan
ilmu yang tidak maksimal.

Pandangan Aksiologi Kelas Jarak Jauh

Beberapa pertanyaan yang terkait dengan paradigma
aksiologis antara lain: Untuk apa kelas jarak jauh dilaksanakan?
Bagaimana kaitan antara cara penggunaan pengetahuan dan ilmu
tersebut dengan kaidah-kaidah moral? Bagaimanakah kaitan kelas
jarak jauh berdasarkan pilihan-pilihan moral? Bagaimana kaitan
antara operasionalisasi metode ilmiah dalam upaya melahirkan dan
menemukan teori-teori dan aplikasi kelas jarak jauh dengan norma-
norma moral dan profesional?

Berbicara tentang landasan aksiologi, maka permasalahan
utama yang dihadapi adalah nilai. Nilai yang dimaksud disini
adalah sesuatu yang dimiliki manusia untuk melakukan
pertimbangan tentang apa yang dinilai. Sang pemberi ilmu yang
berdaya intelektual dan berdaya moral haruslah menjunjung tinggi
nilai-nilai keadilan dan nilai kejujuran dalam menjalankan
profesinya. Setiap keputusan yang diambil, pilihan yang ditentukan,
penilaian yang dibuat hendaknya selalu mengandung dimensi etika.
Etika menilai perbuatan manusia, maka lebih tepat apabila dikatakan

Sketsa Pelaksanaan Kelas Jarak Jauh dan Bisnis Teknologi Pendidikan …. | 77

bahwa objek formal etika adalah norma-norma kesusilaan manusia,
dan dapat pula dikatakan bahwa etika mempelajari tingkah laku
manusia ditinjau dari segi baik dan tidak baik di dalam suatu kondisi
yang normatif, yaitu suatu kondisi yang melibatkan norma-norma.

Selain itu, etika dan kejujuran juga sebaiknya di junjung oleh
Sang penerima ilmu, misalnya dalam mengerjakan tugas yang
diberikan atau mengerjakan ujian yang diberikan. Sudah ada
instruksi bahwa tugas atau ujian itu dikerjakan secara mandiri.
Namun, ketika tugas dan ujiannya dikoreksi, banyak jawaban yang
sama persis bahkan sampai titik dan koma dalam sebuah kalimat
juga sama. Etika keilmuan merupakan etika normatif yang
merumuskan prinsip-prinsip etis yang dapat
dipertanggungjawabkan secara rasional dan dapat diterapkan
dalam ilmu pengetahuan. Tujuan dari etika keilmuan adalah agar
individu dapat menerapkan prinsip-prinsip moral, yakni
menerapkan yang baik dan menghindari hal yang buruk ke dalam
perilaku keilmuannya. Etika normatif menetapkan kaidah-kaidah
yang mendasari pemberian penilaian terhadap perbuatan-perbuatan
apa yang seharusnya dikerjakan dan apa yang seharusnya terjadi
serta menetapkan apa yang bertentangan dengan yang seharusnya
terjadi.

Kesimpulan
Kelas jarak jauh pada dasarkan dapat dilaksanakan dengan

baik bila semua variabel yang digunakan itu sudah siap.

Daftar Pustaka
Bakhtiar, A., (2004). Filsafat ilmu. Jakarta: Raja Grafindo Persada.
Reese, W. L., (1996). Dictionary of philosophy and religion. New York,

NY: Humanity Books.

78 | Sketsa Pelaksanaan Kelas Jarak Jauh dan Bisnis Teknologi Pendidikan ….

11

Felik Sad Windu Wisnu Broto
[email protected]

Program Studi Manajemen, Universitas Ma Chung

Pendahuluan
Universitas Ma Chung sejak berdiri pada tahun 2007 sudah

mengedepankan pendidikan karakter dalam proses pembelajaran
untuk mahasiswa. Bahkan pemerintah melalui kemenristek dikti
pada tahun 2013 mengapresiasinya dengan memberikan dana hibah
untuk pengembangan program ini. Universitas Ma Chung menjadi
salah satu dari sepuluh universitas di Indonesia yang mendapatkan
dana hibah untuk pengembangan program pendidikan karakter.
Pada tahun 2018 melalui hibah general Education, program
pendidikan karakter di universitas Ma Chung semakin
dikembangkan.

Penguatan pendidikan karakter menjadi salah satu program
prioritas pemerintah presiden Joko Widodo. Dalam nawacita
disebutkan bahwa pemerintah akan melakukan banyak terobosan
untuk revolusi karakter bangsa. Kementerian pendidikan dan
kebudayaan mengimplementasikan program ini melalui gerakan
Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) yang digulirkan sejak tahun
2016. Bahakan, sesuai dengan arahan presiden Joko Widodo,

Sketsa Pelaksanaan Kelas Jarak Jauh dan Bisnis Teknologi Pendidikan …. | 79

pendidikan karakter pada jenjang pendidikan dasar mendapatkan
porsi yang lebih besar dibandingkan pendidikan yang mengajarkan
pengetahuan.

Dalam upaya penguatan pendidikan karakter, ada lima nilai
karakter utama yang bersumber dari Pancsila yang akan menjadi
prioritas pengembangan gerakan PPK. Kelima nilai itu adalah
religius, nasionalisme, integritas, kemandirian dan
kegotongroyongan. Nilai karakter religius mencerminkan
keberimanan terhadap Tuhan yang Maha Esa yang diwujudkan
dalam perilaku melaksanakan ajaran agama dan kepercayaan yang
dianut, menghargai perbedaaan agama, menjunjung tinggi sikap
toleran. Nilai karakter nasionalis merupakan cara berpikir, bersikap
dan berbuat yang menunjukkan kesetiaan, kepedulian dan
penghargaan yang tinggi terhadap bahasa, lingkungan, fisik, sosial,
budaya, ekonomi dan politik bangsa. Nilai karakter integritas
merupakan nilai yang mendasari perilaku yang didasarkan pada
upaya menjadikan dirinya sebagai orang yang selalu dapat
dipercaya dalam perkataan, tindakan dan pekerjaan, memiliki
komitmen dan kesetiaan pada nilai-nilai kemanusiaan dan moral.
Nilai karakter mandiri merupakan sikap dan perilaku tidak
tergantung pada orang lain dan mempergunakan segala tenaga,
pikiran dan waktu untuk merealisasikan mimpi dan cita-cita.
Sedangkan nilai karakter gotong royong mencerminkan tindakan
menghargai semangat kerja sama dan bahu membahu
menyelesaikan persoalan bersama.

Kementerian pendidikan dan kebudayaan direktorat
jenderal pendidikan tinggi sendiri, pada tahun 2013 telah
menerbitkan naskah akademik pendidikan karakter di perguruan
tinggi. Dalam naskah akademik ini diuraikan secara jelas kemana
arah tujuan pendidikan nasional kita saat ini dan mengapa perlu
penguatan program pendidikan karakter. Persoalan-persoalan besar
bangsa menjadi salah satu stimulus utama penguatan program
pendidikan karakter. Dalam buku ini juga dijelaskan kerangka dasar
pendidikan karakter di perguruan tinggi, pendekatan yang dipakai

80 | Sketsa Pelaksanaan Kelas Jarak Jauh dan Bisnis Teknologi Pendidikan ….

dan strategi implementasinya. Bersyukur, universitas Ma Chung
sudah mendahului langkah ini sejak tahun 2007.

Pendidikan Karakter di Universitas Ma Chung

Sejak berdiri pada tahun 2007, universitas Ma Chung sudah
memiliki blueprint model pendidikan karakter untuk mahasiswa.
Modul-modul kegiatan dan pembelajaran sudah dibuat dan
dijalankan dalam rangka implementasi pendidikan karakter. Sejak
tahun 2007 sampai dengan sekarang, sudah banyak perubahan yang
dilakukan sehubungan dengan peningkatan jumlah mahasiswa,
tuntutan eksternal dan internal, adanya keilmuan baru, sumber daya
manusia baru, hasil evaluasi dan lain sebagainya. Semakin hari
bentuk dan model pendidikan karakter yang dijalankan semakin
membaik. Ada banyak lembaga pendidikan tinggi yang melakukan
studi banding ke universitas Ma Chung untuk melihat hal ini.

Secara umum implementasi pendidikan karakter yang
dilakukan di Universitas Ma Chung melalui dua strategi, yang
pertama adalah terintegrasi dengan perkuliahan dan yang kedua
adalah terintegrasi dengan kegiatan kemahasiswaan. Strategi
pertama, idealnya dilakukan oleh semua dosen Universitas Ma
Chung pada saat mereka melakukan proses belajar dan mengajar
bersama mahasiswa. Para dosen diberikan kebebasan untuk
mengimplementasikan pendidikan karakter dalam mata kuliah yang
diampu. Pusat Pendidikan Karakter universitas hanya memberikan
pedoman umum untuk implementasinya. Dan secara khusus, Pusat
Pendidikan Karakter mengelola mata kuliah umum Agama,
Pancasila, Kewarganegaraan dan Kepemimpinan untuk memastikan
pendidikan karakter terimplementasi dengan baik.

Strategi kedua adalah terintegrasi dengan kegiatan
kemahasiswaan. Nama kegiatan kemahasiswaan yang secara khusus
didesain untuk implementasi pendidikan karakter dinamakan
kegiatan OBOR (Orientation Based On Reflection). Ada empat
kegiatan masing-masing disebut OBOR 1, OBOR 2, OBOR 3 dan
OBOR 4. Masing-masing kegiatan memiliki tema, tujuan, metode
dan waktu tersendiri untuk pelaksanaannya. OBOR 1 memiliki tema

Sketsa Pelaksanaan Kelas Jarak Jauh dan Bisnis Teknologi Pendidikan …. | 81

umum kepemimpinan. Mahasiswa akan diajak untuk merefleksikan
pentingnya kepemimpinan untuk hidup mereka. Pentingnya
menemukan dan menghidupi nilai-nilai luhur untuk sebuah
kepemimpinan. Melalui metode camping (outdoor) mahasiswa akan
ditantang untuk survive menghadapi berbagai tantangan yang ada.
Nilai karakter integritas dan kemandirian menjadi tujuan dari
kegiatan ini.

OBOR 2 dan OBOR 3 memiliki metode yang sama, yaitu live
in dengan tujuan dan bentuk yang berbeda. OBOR 2 memiliki tema
live in lintas iman. Mahasiswa akan tinggal bersama dengan
komunitas lintas iman, artinya mereka akan tinggal dengan
komunitas atau rumah yang berbeda agama dan iman dengan
mereka. Misalnya mahasiswa yang beragama Katolik akan tinggal di
pondok pesantren, dan mahasiswa yang muslim akan tinggal di
seminari, asrama calon pastor. Tujuan dari kegiatan ini adalah
supaya mahasiswa memiliki karakter nilai religius seperti yang
diamanatkan oleh pemerintah. Sedangkan OBOR 3 adalah live in
kemasyarakatan. Mahasiswa akan tinggal bersama masyarakat
untuk membantu masyarakat sesuai dengan keilmuan yang dimiliki.
Implementasi karakter nilai nasionalisme dan kegotongroyongan
yang menjadi tujuan dari kegiatan ini.

Sedangkan OBOR 4 memiliki tema berpikir kritis. Mahasiswa
akan mendapatkan materi-materi seputar filsafat, baik itu sejarah
filsafat barat dan filsafat timur maupun implementasi, bagaimana
mahasiswa harus bisa berfilsafat. Mahasiswa akan diajak untuk
berproses menjadi pribadi yang kritis dan independent. Inilah
gambaran umum mengenai implementasi pendidikan karakter di
universitas Ma Chung yang dari tahun ke tahun selalu mendapatkan
apresiasi dari lembaga pendidikan tinggi yang datang untuk studi
banding.

Pendidikan Karakter dalam Mata Kuliah Kepemimpinan

Mata Kuliah Umum kepemimpinan adalah salah satu mata
kuliah umum yang wajib diikuti oleh semua mahasiswa Ma Chung.
Mata kuliah umum kepemimpinan adalah mata kuliah khusus yang

82 | Sketsa Pelaksanaan Kelas Jarak Jauh dan Bisnis Teknologi Pendidikan ….

diminta oleh pendiri Ma Chung. Para pendiri berpendapat, lulusan
Ma Chung harus siap untuk menjadi pemimpin selepas bangku
kuliah. Kepemimpinan harus mulai diperkenalkan, dilahirkan dan
ditumbuhkan di bangku kuliah. Oleh karena itu mata kuliah umum
kepemimpinan menjadi salah satu mata kuliah yang secara khusus
terintegrasi dengan pendidikan karakter.

Melalui mata kuliah umum kepemimpinan, mahasiswa akan
diperkenalkan konsep dasar kepemimpinan. Pemimpin dan
kepemimpinan itu berbeda. Setiap pemimpin belum tentu memiliki
kepemimpinan. Kepemimpinan pada dasarnya adalah sebuah relasi.
Kepemimpinan adalah irisan relasi antar pemimpin dengan
pengikut, pemimpin dengan situasi dan pengikut dengan situasi
(Fiedler, 1967). Karena hakikat kepemimpinan adalah sebuah relasi,
maka mau tidak mau setiap pemimpin yang ingin memiliki
kepemimpinan, ia harus memiliki cukup “modal”. Salah satu modal
yang sangat penting dalam kepemimpinan adalah karakter.

Pendidikan karakter yang terintegrasi dalam mata kuliah
umum kepemimpinan adalah pendidikan mengenai nilai-nilai luhur
yang dibutuhkan bagi seorang pemimpin yang ideal. Oleh karena itu
dalam mata kuliah ini, mahasiswa akan diajak untuk memahami
hakikat nilai, menemukan nilai diri pribadi, menemukan nilai-nilai
luhur di luar diri dan pada akhirnya mengimplementasikannya
dalam kehidupan sehari-hari. Hal terakhir inilah yang cukup
membutuhkan banyak waktu dan tidak cukup hanya dalam satu
semester perkuliahan.

Nilai lahir karena pergumulan hidup yang dimaknai. Nilai
dalam bahasa Inggris disebut value dan dalam bahasa Latin disebut
valorem. Kata value dan valorem memiliki makna harafiah yang sama,
yaitu harga! Maka nilai selalu memiliki makna dengan sesuatu yang
sangat berharga. Menurut Koesoema, nilai sebenarnya berasal dari
dunia ekonomi. Nilai merupakan perwujudan harga yang harus
dibayarkan untuk suatu penggunaan atas barang atau jasa.

Dalam perkembangannya, ada banyak definisi mengenai
nilai. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, nilai didefinisikan
sebagai sifat-sifat yang penting atau berguna bagi manusia. Nilai

Sketsa Pelaksanaan Kelas Jarak Jauh dan Bisnis Teknologi Pendidikan …. | 83

menjadi hal yang sangat berharga dan penting bagi manusia.
Sudjono (2001) mendefinisikan nilai sebagai sesuatu yang dapat
diukur sesuai dengan standar yang dibuat pijakan untuk dipakai dan
sifatnya kualitatif. Kusuma (2012) mendefinisikan nilai sebagai
sesuatu yang memberi makna dalam hidup, yang memberikan titik
tolak, isi dan tujuan dalam hidup.

Melalui mata kuliah ini mahasiswa diajak untuk menemukan
nilai diri yang selama ini “tersembunyi”. Kesadaran akan nilai diri
membantu mahasiswa untuk bisa memetakan nilai yang sudah
dimiliki dan nilai yang harus dimiliki. Materi analisis kepemimpinan
dari tokoh-tokoh yang dipelajari akan memberikan inspirasi bagi
mahasiswa mengenai nilai-nilai ideal yang harus dimiliki oleh
seorang pemimpin. Melalui sejarah hidup dari tokoh yang dianalisis
akan memberikan gambaran bagi mahasiswa, karakter apa yang
pantas untuk dihidupi bagi seorang pemimpin yang ideal.
Mahasiswa akan disuguhi pengalaman-pengalaman para tokoh
pemimpin yang sedang dianalisis. Dari pengalaman-pengalaman
inilah mahasiswa diajak untuk memaknai dan mengambil nilai-nilai
yang terkandung.

Tantangan dan Peluang Implementasi

Selama pandemi Covid-19 semua pembelajaran dilakukan
secara daring. Ada banyak hal yang tidak ideal dalam pembelajaran
jarak jauh ini, terlebih untuk mata kuliah yang memerlukan metode
interaksi langsung. Pertama, mata kuliah kepemimpinan adalah
salah satu mata kuliah yang terintegrasi dengan muatan pendidikan
karakter. Ada dinamika khusus yang harus dilakukan dalam rangka
pendidikan karakter dan itu sangat tidak ideal jika dilakukan secara
daring. Contohnya adalah mengenai materi penggalian nilai.
Biasanya, pada saat luring mahasiswa akan dikelompokan dalam
kelompok kecil kemudian berdiskusi bersama mengenai suatu
peristiwa. Melalui peristiwa itu mahasiswa diajak untuk memaknai
peristiwa itu lantas menentukan sebuah nilai dari makna itu. Pada
saat daring, mahasiswa secara teknis kesulitan untuk menjalankan
metode ini. Dalam diskusi kelompok, mahasiswa cenderung pasif.

84 | Sketsa Pelaksanaan Kelas Jarak Jauh dan Bisnis Teknologi Pendidikan ….

Sulit untuk menyampaikan ide dan gagasan. Jikalaupun muncul
sebuah analisa, analisa itu sangat dangkal dan terkesan asal-asalan!

Kedua, dalam mata kuliah kepemimpinan, biasanya
mahasiswa secara langsung akan bertemu dengan dosen,
berinteraksi langsung dalam tatap muka. Dalam interaksi tatap
muka, dosen akan tahu perilaku sehari-hari dalam perkuliahan. Baik
itu penampilan, tindak tanduk maupun tutur kata. Pendidikan
karakter menyangkut penampilan, tindak tanduk maupun tutur
kata. Jika proses tatap muka secara langsung ini tidak ada, maka ada
sebuah proses yang hilang, terutama dalam kaitannya dengan
analisis penampilan, tindak tanduk dan tutur kata.

Pembelajaran jarak jauh memang sangat tidak ideal untuk
sebuah proses pengembangan pendidikan karakter. Akan tetapi,
pepatah latin mengatakan, “minus malum!”….. terbaik dari terburuk!
Masih ada harapan mencari yang baik dari proses yang tidak ideal
ini. Salah satu hal baik yang ditemukan dari proses ini adalah
mengenai literasi digital. Jika sebelumnya pada saat pembelajaran
luring sebelum pandemi melanda, mahasiswa terlalu minim literasi
pada saat proses analisis kepemimpinan tokoh, maka pada saat ini,
mahasiswa lebih kaya dalam literasi digital. Mahasiswa mampu
mencari banyak literasi untuk proses analisis. Referensi-referensi
digital mampu mereka kumpulkan dengan lebih komplit! Referensi
bukan hanya dari buku-buku dan jurnal, tetapi juga dari video-video
dokumenter yang tersebar luas di jagat maya.

Solusi dan Harapan

Berangkat dari pengalaman proses pembelajaran jarak jauh
yang sudah berjalan setahun ini, maka untuk proses pembelajaran
mata kuliah umum kepemimpinan, yang terintegrasi dengan
pendidikan karakter, perlu mengupayakan pemaksimalan literasi
digital. Artinya, dinamika proses penemuan makna dan nilai yang
selama perkuliahan luring dilakukan secara langsung dalam diskusi
kelompok, melalui tanya jawab dan pendalaman yang intens,
harapannya melalui kuliah daring dapat dimaksimalkan dengan
memanfaatkan literasi digital. Banyak sekali video-video bermakna,

Sketsa Pelaksanaan Kelas Jarak Jauh dan Bisnis Teknologi Pendidikan …. | 85

yang secara tidak langsung bisa mempermudah atau menginspirasi
mahasiswa untuk bisa menentukan nilai-nilai dibalik sebuah
peristiwa.

Literasi digital juga mampu melengkapi literasi yang selama
ini sudah digunakan oleh mahasiswa. Analisis kepemimpinan para
tokoh yang selama ini kerap hanya bersumber dari buku-buku dan
jurnal, maka dengan pemaksimalan literasi digital, mahasiswa bisa
melengkapinya dari video-video yang selama ini sudah tersebar luas
di jagat maya. Contoh kongkrit: pada saat mahasiswa menganalisis
kepemimpinan tokoh Adolf Hitler, mahasiswa tidak hanya
mengandalkan buku-buku atau jurnal tentang Adolf Hitler, tetapi
mahasiswa secara lengkap bisa melihatnya dari video-video tentang
Adolf Hitler. Ketegasan! Keberanian! Kecerdikan! Kepintaran dan
kerja keras Hitler sangat nyata jelas dalam tampilan video-video
mengenai Hitler. Pun, ketika Hitler dikatakan pemimpin yang kejam!
Gambaran kekejaman itu sangat nyata dalam video, bukan dalam
tulisan!

Penutup

Seorang Stephen Hawking mengatakan, “Intelligence is the
ability to adapt to change!” artinya, kecerdasan adalah kemampuan
untuk beradaptasi dengan perubahan. Kita semua manusia adalah
makhluk yang paling mulia karena akal budi kita. Melalui akal budi
kita, kita semua akan mampu beradaptasi menghadapi pandemi ini.
Terlebih beradaptasi untuk mampu tetap memberikan yang terbaik
untuk pendidikan anak didik kita. Tetap semangat, tetap berjuang
untuk memberikan yang sempurna dari ketidaksempurnaan yang
ada!

Daftar Pustaka

Aisyah, A.R. (2011). Implementasi pendidikan karakter melalui model
kooperatif, investigatif, partisipatif di Universitas Sriwijaya,
Jakarta: DIKTI.

86 | Sketsa Pelaksanaan Kelas Jarak Jauh dan Bisnis Teknologi Pendidikan ….

Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (2013). Naskah akademik
pendidikan karakter di perguruan tinggi, Jakarta: Kemendikbud.

Fiedler, F.E. (1967). A theory of leadership effectiveness. New York:
McGraw-Hill

Hughes, Ginnett & Curphy (2012). Leadership: Memperkaya pelajaran
dari pengalaman, Jakarta: Salemba Humanika

Hollander, E.P. (1978). Leadership dynamics: A practical guide to effective
relationships. New York, NY: Free Press.

Koesoema, D. (2007). Pendidikan karakter strategi mendidik anak secara
global, Jakarta: Grasindo

Koesoema, D. (2012). Pendidikan karakter utuh dan menyeluruh,
Yogyakarta: Kanisius.

Sudjono, A. (2001). Pengantar evaluasi pendidikan, Jakarta: Rajawali
Pers.

Sketsa Pelaksanaan Kelas Jarak Jauh dan Bisnis Teknologi Pendidikan …. | 87

88 | Sketsa Pelaksanaan Kelas Jarak Jauh dan Bisnis Teknologi Pendidikan ….

12

Kestrilia Rega P
[email protected]
Program Studi Informatika, Universitas Ma Chung, Malang

Pendahuluan
Sejak pandemi melanda dunia, proses belajar mengajar

dipaksa untuk berubah dari yang semula 100% luring menjadi 100%
daring. Tanpa persiapan, tanpa pelatihan dan tanpa pembekalan
yang cukup dari ahlinya, dosen dan mahasiswa dipaksa untuk
mampu melaksanakan kuliah daring. Secara umum, mahasiswa
sama sekali tidak mengalami kendala terkait penguasaan teknik
daring. Mereka adalah generasi yang sangat adaptif dalam
penguasaan perangkat teknologi. Sayangnya kecepatan belajar
terkait teknologi tersebut tidak sejalan dengan kecepatan belajar
terkait kecerdasan emosi dan kecerdasan sosial. Ditambah fakta
bahwa kebanyakan dosen juga belum menemukan atau belum
terpikir metode yang tepat untuk menyelipkan pendidikan karakter
dalam proses belajar mengajar daring. Kedua faktor tersebut menjadi
dalang dari beragam masalah komunikasi antara dosen dan
mahasiswa yang berujung pada tidak maksimalnya serapan materi
kuliah oleh mahasiswa. Oleh karena itu, tulisan ini hadir untuk dapat
membagikan pengalaman kepada pembaca mengenai strategi-
strategi yang dapat diterapkan oleh dosen dalam memberikan
pendidikan karakter pada proses belajar mengajar yang 100%

Sketsa Pelaksanaan Kelas Jarak Jauh dan Bisnis Teknologi Pendidikan …. | 89

dilakukan secara daring. Tulisan ini dibuat berdasarkan pengalaman
seorang dosen yang belum pernah mengajar daring dan secara tiba-
tiba menjalankan perkuliahan daring 100% selama satu setengah
tahun belakangan ini.

Mari kita mulai dengan terlebih dahulu menengok apa yang
dikatakan KBBI terkait dengan pendidikan. Kata dasar dari
pendidikan adalah didik. Didik adalah memelihara dan memberi
latihan (ajaran, tuntunan, pimpinan) mengenai akhlak dan
kecerdasan pikiran. Sedangkan pendidikan adalah proses
pengubahan sikap dan tata laku seseorang atau kelompok orang
dalam usaha mendewasakan manusia melalui upaya pengajaran dan
pelatihan. Sangat jelas dinyatakan bahwa dalam memberikan ilmu
hendaknya dibarengi pula dengan tuntunan terkait akhlak. Mengapa
akhlak penting? Akhlak seseorang adalah penentu bagaimana
seseorang dapat menerima ilmu pengetahuan yang ada di
sekitarnya. Akhlak adalah penentu bagaimana nantinya seseorang
akan menggunakan ilmu yang telah diperolehnya. Ilmu yang sama
dapat bermanfaat namun sekaligus merusak jika diamalkan oleh
akhlak yang berbeda. Oleh karena itu, jika seorang dosen tidak
mempersiapkan akhlak mahasiswanya terlebih dahulu dengan
alasan mereka telah dewasa, maka proses belajar mengajar yang
terjadi di kelas belum dapat dikatakan sebagai aktivitas mendidik.
Atas alasan yang sama pula kini banyak aktivis pendidikan yang
mempertanyakan apakah model kuliah tanpa adanya interaksi
langsung antara mahasiswa dengan dosen masih dapat dapat
dikatakan sebagai Pendidikan Tinggi?

Pada tulisan ini disajikan empat strategi terkait bimbingan
akhlak atau yang lebih umum disebut dengan pendidikan karakter
yang paling berpengaruh dalam keberhasilan proses belajar
mengajar. Adapun karakter yang menjadi sasaran terkait dengan
cara berkomunikasi, disiplin, tanggung jawab, dan orisinalitas.
Keempatnya saling terkait dalam menentukan keberhasilan
mahasiswa dalam menjalani seluruh aktivitas yang ada pada setiap
mata kuliah. Bagaimana caranya seorang dosen yang tidak bertemu
luring dengan mahasiswanya dapat memberikan pembiasaan yang

90 | Sketsa Pelaksanaan Kelas Jarak Jauh dan Bisnis Teknologi Pendidikan ….

baik secara terus menerus terkait keempat hal tersebut? Mari kita
bahas satu demi satu.

Cara Berkomunikasi

Bertemu secara daring telah mereduksi salah satu komponen
penting dalam keberhasilan komunikasi, yaitu emosi. Pesan dapat
tersampaikan dengan benar jika kata-kata yang disampaikan
dilengkapi dengan emosi dan gestur penuturnya (Lopez et.al, 2017).
Emosi yang menyertai pesan akan membuat penerima pesan
memberikan perhatian penuh, artinya secara psikologis sang
penerima pesan siap untuk mencerna dengan benar pesan yang
sampai kepadanya. Sebaliknya, pesan yang sampai tanpa emosi akan
membuat sang penerima kurang siap untuk mencerna pesan yang
disampaikan. Oleh karena itu, ajarkan kepada mahasiswa untuk
dapat memberikan dan menangkap emosi dalam pesan dengan
benar. Salah satu strateginya adalah dengan membiasakan bertatap
muka terlebih dahulu di setiap awal pertemuan melalui fasilitas
media komunikasi online yang dilengkapi kamera sehingga
mahasiswa dapat langsung menerima energi positif dari emosi sang
dosen. Dengan bertatap muka, dosen sekaligus dapat memberikan
teladan dalam cara berbicara, memilih dan menyusun kalimat
dengan baik. Hindari memberikan kuliah tanpa pernah sekalipun
bertatap muka dengan mahasiswa karena hal tersebut dapat
mengurangi muatan pendidikan dalam proses belajar mengajar
terkait cara berkomunikasi. Strategi lain adalah dengan memberikan
penugasan presentasi, cara ini memberikan kesempatan kepada
mahasiswa untuk dapat berlatih menyampaikan pesan. Upayakan
presentasi dilihat dan diberikan feedback langsung oleh dosen secara
real-time. Kamera dosen dan mahasiswa hendaknya aktif selama
presentasi berlangsung. Hindari terlalu sering meminta mahasiswa
hanya mengumpulkan video presentasinya. Emosi yang dirasakan
mahasiswa saat disaksikan langsung oleh dosen tentu akan sangat
berbeda dengan emosi yang dirasakannya saat hanya membuat
rekaman satu arah.

Sketsa Pelaksanaan Kelas Jarak Jauh dan Bisnis Teknologi Pendidikan …. | 91


Click to View FlipBook Version