The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by permadhi, 2020-12-10 15:43:46

Melukis dengan Pensil 2

Melukis dengan Pensil 2

Keywords: melukis,dengan,pensil,2

VII. Contoh Latihan

l Beragam Jenis Bunga

Baik anak perempuan maupun anak lelaki bisa menggambar bunga,
maka berikan juga latihan menggambar bunga kepada anak lelaki.
Seperti halnya dengan ikan, banyak sekali jenis bunga yang indah
serta memiliki fungsi yang menakjubkan di alam. Bentuknya yang ter-
atur diciptakan sesuai fungsi masing-masing untuk menjaga keseim-
bangan ekosistem. Selain mengajarkan menggambar, kita juga bisa
menanamkan pengertian kepada anak-anak tentang keteraturan dan
keindahan yang dirancang Allah. Bahkan untuk anak-anak yang telah
remaja pun kita dapat memberi pengertian bahwa keteraturan dan
keakuratan yang tinggi adalah kebesaran Allah.

45

Berdasarkan bentuk-bentuk teratur inilah kita mulai berlatih meng-
gambar. Anak-anak sudah mengetahui pola teratur serupa dalam
pelajaran matematika, maka seharusnya lebih mudah untuk meng-
gambarnya. Usahakan selalu menggambar tanpa alat bantu jangka
maupun penggaris, termasuk saat membagi sudut. Teruslah berlatih
menggunakan sensitivitas indra perasa dalam menggambar.

Sesuaikan bahan pelatihan dalam buku ini dengan karakter anak-
anak. Banyak anak yang sangat gemar menggambar dengan pola
yang teratur. Pola jumlah helai mahkota bunga ada yang tampak do-
minan satu buah, dua helai atau kelipatannya, tiga helai atau kelipa-
tannya, lima helai mahkota bunga, dan dengan banyak helai.

Sebagai latihan awal, gambarlah bunga yang sederhana dulu, yang
tampak seperti sehelai daun saja. Pertama tentukan arah ujung helai
bunga dengan sebuah garis, lalu bentuk helaian seperti baji runcing,
buatlah daerah yang gelap dengan arsir. Perhatikan ketebalan arsir
dan arahnya, sesuaikan dengan bentuk lipatan helai bunga. Cukup
mudah, bukan? Setelah itu buatlah bunga yang masih menguncup
untuk melatih bentuk spiral dan bayang-bayangnya.

46

Lanjutkan berlatih menggambar dengan jumlah helai mahkota bu-
nga yang lebih banyak. Gunakan teknik mengarsir untuk pola gelom-
bang pada setiap helaian. Saat ini tidak perlu menghaluskan arsiran,
cukup sampai helaian bunga terlihat melengkung tidak kaku.

47

Menggambar bunga dengan jumlah helai mahkota bunga yang
sedikit, selain mudah, juga mempercepat latihan membentuk he-
lainan bunga yang wajar. Selanjutnya supaya semakin terampil, laku-
kan lagi dengan helaian bunga yang semakin banyak. Mulailah de-
ngan menggambar bunga yang mempunyai delapan helai mahkota.
Buatlah bentuk bidang persegi sebagai bangun dasar lingkaran, ke-
mudian hubungkan titik-titik sudut menjadi dua buah diagonal. Bagi
lagi persegi tadi dengan dua buah garis saling tegak lurus melalui per-
potongan diagonal tersebut. Terbentuklah delapan jari-jari sebagai
dasar untuk membentuk delapan helaian mahkota bunga.

Kemudian bunga yang mempunyai enam helai. Bagilah sebuah
lingkaran menjadi empat juring sama besar dengan dua buah garis
tegak lurus sesamanya. Dari sebuah juring yang terbentuk, bagi lagi
menjadi tiga bagian bersudut sekitar 30 derajat. Berdasarkan dua
buah juring kecil inilah, kira-kira 60 derajat, dapat dihasilkan enam
bagian sama besar. Keenam juring inilah yang akan digunakan sebagai
acuan jumlah keenam helaian mahkota bunga. Sedangkan bentuk he-
laian mahkota bunga disesuaikan dengan bunga yang sebenarnya.
Sambil memberi arsir bayang-bayang sehingga helaian tampak tidak

48

kaku dan memberi kesan kedalaman. Selanjutnya dapat diperhalus
apabila bentuk dasarnya sudah terasa benar.

Membagi lingkaran menjadi lima juring sama besar cukup sulit
dilakukan tanpa alat bantu jangka atau penggaris busur sudut. Oleh
karena itu lakukanlah berulang kali dan tidak usah merasa kesal kalau
hasilnya kurang baik. Lagi pula tidak perlu membagi sudut tepat sa-
ma besar. Gunakan gambar-gambar berikut sebagai panduan cara
menggambar dengan pola dasar lima helai mahkota bunga dengan
beberapa variasi bentuk helaian mahkota bunga.

49

Anak-anak pasti senang mencari dan membawa contoh bunga
sebagai alat peraga dalam praktik menggambar. Manfaatkan semua
bentuk bunga sebagai bahan latihan. Bunga asli akan memberikan
pemahaman yang baik akan bentuk dan dimensi sesunguhnya.

Berlatih menggambar bunga asli sangat mengasyikkan. Bunga de-
ngan lima helai mahkota banyak terdapat di lingkungan kita. Taruh
tangkai bunga ke dalam wadah berisi air, dan buatlah sketsa sesegera
mungkin. Pilih sudut pandang terbaik, sehingga bentuk bunga dan
pencahayaannya menghasilkan komposisi yang indah.

50

Latihan selanjutnya menggunakan bunga asli dengan beberapa ta-
hap perkembangannya, dari yang masih kuncup hingga yang sudah
mekar penuh. Gambarlah semua bentuk bunga tadi dari berbagai
arah atau sudut pandang.

Selalu perhatikan bentuk utama dan keseluruhan bunga yang
akan digambar. Amati garis-garis utama pangkal bunga dan garis
pembentuk helaian mahkota bunga. Tidak perlu terlalu memperhati-
kan hal yang kecil-kecil.

Proses menggambar bunga dapat disederhanakan berturut-turut
sebagai berikut:

1. Gambarlah secara garis besar dan jangan mendetail. Buatlah
bentuk bunga bagian luar secara keseluruhan. Perhatikan pro-
porsi lebar dan tinggi bunga. Bila bentuk dasar kurang tepat,
maka gambar keseluruhan akan tampak janggal.

2. Tandai bagian dasar dan tepi pembentuk kelopak dan mahkota
bunga sebagai garis-garis bantu utama.

3. Lengkapi bagian-bagian yang lebih kecil berdasarkan garis-ga-
ris utama tadi sambil memperhatikan proporsinya secara kese-
luruhan.

4. Tempatkan arsir bayang-bayang secara menyeluruh kemudian
secara bertahap semakin gelap mengikuti jatuhnya bayang-ba-
yang yang wajar. Umumnya cahaya datang dari atas dan meng-
hasilkan bayang-bayang pada bagian bawah. Tidak harus ter-
paku pada bunga yang sedang kita amati, seakan harus persis
benar dengan bunga yang sedang digambar.

5. Perhalus arsir sehingga membentuk gradasi yang lembut untuk
setiap lengkungan.

51

Perhatikan langkah pertama: langkah untuk membentuk bunga ba-
gian luar secara keseluruhan dengan memperhatikan proporsinya.

52

Perhatikan langkah kedua: penetapan bagian dasar dan tepi pem-
bentuk kelopak dan mahkota bunga, sebagai garis-garis bantu utama,
tanpa perlu terlalu memperhatikan hal yang kecil-kecil.

53

Perhatikan langkah ketiga: Dengan mengacu pada garis-garis ban-
tu utama, lengkapi secara bertahap bagian-bagian yang lebih kecil
sambil memperhatikan proporsinya secara keseluruhan. Ketepatan
letak garis bantu utama akan memperkecil peluang kesalahan dari
perincian lebih lanjut. Sampai tahap ini pun abaikan hal-hal yang ber-
sifat mendetail.

54

Perhatikan langkah keempat: Tempatkan arsir bayang-bayang se-
cara menyeluruh sambil memperhatikan model bunga. Bayang-ba-
yang akan memberikan efek perbedaan jarak dan kesan timbul dari
setiap helaian mahkota bunga. Penempatan bayang-bayang dengan
benar akan memperlihatkan kejanggalan bila ada kesalahan dalam
menggambar detail helaian. Perbaiki kesalahan yang ada sebelum
memperhalus gradasi bayang-bayang.

Perhatikan langkah kelima: Dalam usaha memperhalus arsir ba-
yang-bayang menjadi gradasi yang lembut untuk menghasilkan kesan

55

lengkungan, tidak perlu sempurna seperti gambar yang dihasilkan
kamera foto. Cukup bila lukisan sudah terlihat wajar.

Perhatikan: Gradasi arsir hitam grafit pensil tidak perlu halus se-
kali untuk memperlihatkan efek lengkungan yang baik. Amati juga
arah tarikan garis yang sesuai dengan arah tulang helaian mahkota
bunga.

56

Perhatikan efek kedalaman, tonjolan, dan lipatan dari setiap bagian
bunga dihasilkan dari pengaturan bayang-bayang yang tepat.

57

58

l Beragam Buah

Untuk lebih menarik perhatian terutama bagi anak-anak kecil, maka
sebelum atau sambil menggambar lakukan diskusi mengenai apa
yang akan atau sedang digambar. Ajukan pertanyaan sekitar sebe-
rapa banyak jenis buah yang sudah dikenal, baik yang boleh mau-
pun yang tidak boleh dimakan. Mengobrollah dengan anak yang se-
dang menggambar mengenai beragam rasa buah, manfaatnya bagi
kesehatan, vitamin dan mineral yang terkandung di dalamnya. Apa-
kah mereka sudah pernah melihat atau bahkan memakannya. Hal-
hal seperti ini akan merangsang rasa ingin tahu mereka dan kegiatan
menggambar menjadi lebih menyenangkan.

Latihlah keterampilan dengan menggambar bentuk yang seder-
hana dulu. Bentuk dasar buah-buahan sangat cocok untuk ini. Ben-
tuk dasar buah yang beragam, dari bentuk bulat, bulat memanjang,
hingga panjang melengkung, atau bahkan berkelok-kelok. Begitu
juga struktur kulitnya yang licin mengilap, berpori-pori halus, ber-
bulu, berambut, berduri, dan bersisik, sangat menantang sebagai ba-
han latihan.

Dari sini kita juga dapat mengajarkan bentuk dasar geometri, dari
garis lengkung membentuk kurva teratur, seperti lingkaran penuh,
bulat telur, lonjong, elips, dan lain-lain. Dengan memberi penjelasan
tentang sumber dan arah datang cahaya terhadap objek gambar, ten-
tukan bidang terang dan gelap yang terjadi. Buatlah gradasi terang-
gelap pada bentuk yang telah dibuat sehingga berkesan timbul.
Untuk permukaan buah yang licin, maka efek kilauan cahaya dapat
dibuat dengan bantuan karet penghapus. Menyenangkan sekali bila
gambar yang dihasilkan tampak serupa seperti benda yang ada di
hadapan kita.

Bandingkan cara Anda menggambar buah dengan cara yang diper-
lihatkan dalam buku ini. Berikan cara yang termudah kepada anak-
anak. Bila panduan dalam buku ini cukup baik, maka pedoman selan-
jutnya dapat digunakan sebagai panduan dasar menggambar buah.
Cobalah berlatih dengan bentuk lingkaran kecil sebagai bentuk dasar.
Gambarlah buah ceri dan lenca, atau bentuk bulat lonjong seperti
pada buah jamblang, belinjo, atau anggur. Ingat dan ikuti tahapan
awal seperti pada saat membuat sketsa. Ulangi bentuk dasar hingga
lancar.

59

Buatlah beberapa buah lingkaran kecil yang baik tanpa bantuan
jangka maupun penghapus, ulangi berkali-kali hingga cukup mahir.
Jangan menekan pensil terlalu keras, lakukan dengan ringan.Tandai ba-
gian yang gelap dengan mengarsir menggunakan pensil juga dengan
tekanan ringan. Bila ingin lebih gelap, maka lakukan pengulangan
arsir pada bagian itu. Bila arsir dianggap sudah cukup, lalu gunakan
ujung kertas gulung untuk menyebar dan membuat gradasi warna
hitam. Hapus garis bantu atau garis yang tidak dibutuhkan lagi,
pertegas garis yang dibutuhkan.

Berikutnya cobalah untuk menggambar bentuk bulat telur dan
buah dengan bentuk dasar bulat telur atau lonjong. Untuk membantu
menentukan kemiringan buah, gunakan garis bantu yang disesuaikan
dengan kemiringan buah contoh. Latihlah mengatur tekanan pensil
untuk menghasilkan efek timbul pada gambar. Warna lebih gelap
diberikan pada daerah lengkung ke dalam seperti pada buah jeruk,
atau untuk memberi kesan jarak pada contoh gambar buah lemon.
Usahakan jangan menggunakan karet penghapus untuk bagian yang
terang. Aturlah gradasi warna hitam untuk menghasilkan permukaan
lengkung, manfaatkan tekstur kertas gambar untuk menghasilkan
efek tidak mengilap.

60

Lanjutkan dengan jenis buah lain dengan tingkat kesulitan yang le-
bih besar lagi. Cobalah menggambar beberapa jenis buah dengan per-
mukaan kulit yang licin mengilat. Gradasi warna hitam yang lembut
akan memberi kesan tidak mengilat, seperti tampak pada gambar
buah mangga, lemon, dan jeruk manis. Sedangkan efek mengilat da-
pat diperoleh dengan menghapus daerah yang sudah berwarna ge-
lap. Gunakan karet penghapus untuk memberikan kesan mengilap
pada kulit buah. Sebelum menggunakannya, karet penghapus ha-
rus dibersihkan dulu dari sisa-sisa grafit pensil yang menempel. Per-
hatikan arah gerak karet penghapus, sesuaikan dengan bentuk ki-
lauan pada buah contoh. Perhatikan bentuk lengkungan garis tepi
buah supaya efek kilauan tampak wajar.

61

Berlatihlah terus menggambar berbagai bentuk buah dengan
menggunakan contoh buah yang ada di lingkungan sekitar kita. Ha-
silkan beragam gradasi warna hitam untuk meniru jenis struktur kulit
buah, serta membentuk lipatan, kerut, maupun gelembung. Usahakan
menggambar semirip mungkin dengan bentuk dan struktur buah se-
benarnya.

62

Kulit buah mempunyai tekstur yang beragam. Ambilah beberapa je-
nis yang mewakili jenis kulit tertentu untuk digunakan sebagai contoh
latihan menggambar. Buah-buahan seperti buah srikaya, salak, pace,
nona, nanas, rambutan, durian, nangka, dan buah sejenisnya sangat
menantang untuk digambar. Kembangkanlah kreativitas dengan ber-
bagai jenis buah di daerahmu. Selain bisa lebih mengerti cara meng-
asah keterampilan seni lukis, juga bisa menambah pengetahuan ten-
tang keragaman jenis buah-buahan.

Biasakan untuk tidak sering menggunakan karet penghapus keti-
ka menggambar dengan pensil. Saat membuat sketsa, tekanan pensil
ringan saja, sehingga bila terjadi kesalahan tidak perlu menghapus-
nya. Lanjutkan saja dengan menimpa gambar yang salah dengan
yang baru. Apabila kesalahan terjadi pada saat gambar sudah terlalu
hitam, tidak perlu dihapus. Sebaiknya pindahlah ke bagian kertas
yang masih kosong untuk menggambar ulang. Gambar-gambar yang
salah dapat dijadikan sebagai catatan dan contoh untuk tidak meng-
ulanginya lagi. Kumpulan sketsa yang salah tadi juga bermanfaat
sebagai rekaman pengalaman terdahulu. Dengan membandingkan
hasil awal dan hasil terakhir, maka akan nyata kemajuan atau per-
kembangan yang terjadi.

63

64

Pola tekstur kulit buah memiliki keseragaman. Meskipun tidak
perlu menggambar pola yang ada secara sangat detail satu per satu,
tetapi ada baik mengenal pola-pola ini dari dekat. Dengan mengerti
pola unit-unit kecil itu, maka saat membentuknya secara massal akan
lebih mudah.

Perhatikan pola kulit buah srikaya yang dominan persegi meng-
gembung, tentu tidak sulit untuk menggambar polanya. Begitu juga
dengan kulit nanas yang tampak rumit, ternyata polanya teratur de-
ngan bentuk dasar segi empat juga. Sedangkan kulit salak memiliki
pola dasar bangun datar belah ketupat, dengan warna semakin gelap
ke ujung atasnya. Buah mengkudu atau pace dengan campuran
pola segi lima dan segi enam dengan bagian tengah memiliki pola
segi lima bekas melekat bunga-bunganya. Kulit buah nona, yang
satu keluarga dengan buah sirsak, memiliki pola yang unik. Dengan
mengenal pola-pola yang teratur dari setiap jenis buah, maka meng-
gambarnya menjadi lebih mudah.

Untuk menggambar buah-buah lain yang kulitnya terlihat ru-
mit, yang perlu dilakukan adalah mempelajari terlebih dahulu ben-
tuk dasar kulit tersebut. Perhatikan bentuk keseragaman atau pola
teraturnya, lalu sederhanakan untuk menirunya dengan baik. Terap-
kan pola tersebut ke dalam sketsa yang telah kita buat dan lengkapi

65

dengan arsir bayang-bayang keseluruhan. Setelah tampak benar
maka selesaikan lukisan buah dengan mengatur gradasi warna hi-
tam. Pada gambar buah stroberi, pola letak biji-bijinya teratur dan
membentuk cekungan pada permukaan kulit buah. Oleh karena itu
bayang-bayang diberikan pada bagian atas setiap cekungan, keba-
likan dari letak bayang-bayang buah di bagian bawah, karena bentuk
buah yang cembung.

Sama halnya ketika menggambar nanas. Selain permukaan
kulitnya terlihat rumit, juga terdapat dedaunan di bagian atas buah.
Untuk itu sebelum menggambarnya kita perlu memperhatikan dan
mempelajari keteraturan pola baik dari permukaan kulit maupun
pola dedaunan di atasnya. Setelah itu tetapkan pola dasar kulit buah,
yaitu dua kelompok garis sejajar saling menyilang dan melengkung
mengikuti lengkungan buah. Kemudian isilah setiap segi empat
yang terbentuk dengan pola seperti pada gambar buah sebelumnya,
sambil memberikan tekanan yang lebih pada bagian yang gelap.
Pertimbangkan bayang-bayang buah secara keseluruhan yang meng-
hasilkan efek cembung pada setiap buah nanas.

66

Dedaunan dibentuk dengan pola segi tiga runcing agak meleng-
kung, pendek di bagian tengah dan semakin panjang pada bagian
keliling. Isilah bagian bayang-bayang pada bagian pangkal dan di
antara dedaunan sehingga memberi kesan jarak terhadap sesamanya.

Beberapa jenis buah memiliki bagian dalam yang indah dilihat. Co-
balah untuk mencari dan menggambarnya dari sudut pandang yang
baik. Dengan meletakkan posisi secara tepat, maka bagian dalam
buah terlihat lebih timbul dan indah dilihat.

Pertegas batas antara kulit dan isi buah dengan membuat gradasi
bayang-bayang terang-gelap yang cukup kontras. Berikan aksen pu-
tih untuk pantulan cahaya pada bagian buah yang basah.

Selanjutnya dapat dilakukan latihan mengikuti tahapan yang re-
latif sederhana untuk menghasilkan gambar atau lukisan yang baik.
Gunakan berbagai jenis buah yang mudah diperoleh di daerah
sekeliling kita.

67

68

69

70

71

72

73

74

75

76

Untuk lebih terampil menggambar buah-buahan, sebaiknya coba-
lah menggambar buah yang masih berada pada tangkai pohon. Hal
ini sangat mengasyikkan karena butuh pemilihan waktu yang tepat
untuk memperoleh ukuran buah dan dedaunan yang cocok serta ca-
haya yang menyinarinya. Selanjutnya kita dapat mengikuti beberapa
ilustrasi yang menggambarkan beberapa jenis buah yang masih ber-
gantung pada tangkai pohon.

Langkah pertama, yang terpenting perhatikan garis-garis utama
pembentuk rangkaian ranting, buah, dan dedaunan. Ikuti bentuk-ben-
tuk yang lebih kecil dengan mengacu pada garis utama tadi sampai
terbentuk sketsa keseluruhan. Langkah kedua, tempatkan arsir ba-
yang-bayang sehingga terlihat kesan timbul. Amati dan perbaiki bila
gambar terlihat ganjil baik dari segi bentuk maupun proporsi. Lang-
kah ketiga, isi bagian yang berwarna terang dengan arsir tipis serta
arsir tebal untuk daerah warna gelap dan bayang-bayang. Langkah
keempat, perhalus arsir sehingga kesan kedalaman semakin jelas,
dan mempertajam batas antarbagian di beberapa tempat untuk me-
ningkatkan kontras.

77

Perlu diperhatikan bahwa untuk memberi kesan buah dan de-
daunan memiliki warna, maka pemberian arsir hitam menyeluruh
boleh diberikan dengan merata dan tipis saja. Tingkat gradasi warna
hitam harus cukup lebar untuk memberi efek kedalaman yang baik.

Perhatikan bahwa pada saat menggambar buah jeruk jangan sampai
efek mengilap membuat jeruk terlihat licin secara keseluruhan.

Buah kluwih satu keluarga dengan sukun, nangka, dan cempedak.
Pola kulit buah-buah ini memiliki kemiripan, karena bentuk polanya
sangat kecil sehingga tampak seperti lingkaran-lingkaran halus de-
ngan titik di tengahnya. Untuk itu tidak perlu menggambarnya se-
cara detail, cukup menggambar sedikit pola yang jelas di bagian
yang paling terang. Sedangkan pada permukaan yang lainnya cukup
dengan garis-garis pendek halus di bagian agak gelap, dan dengan
tekanan yang lebih di bagian bayang-bayang supaya garis lebih
nyata.

78

Cabai, yang memiliki kerutan atau permukaan bergelombang
menyerupai permukaan dedaunannya, bisa membuat kesulitan saat
membedakan antara gambar daun dan buah. Untuk mencegah hal
ini, maka harus diberikan penegasan bentuk dan memberikan gra-
dasi yang lebih halus. Meskipun teknik pengarsiran bayang-bayang
pada tahap ketiga terlihat sama pada keduanya, tetapi pada tahap
akhir bagian buah dilakukan penghalusan gradasi lebih halus dengan
gulungan kertas berbentuk pensil. Untuk memberikan efek mengilap
pada bagian terang, perlu menggunakan ujung karet penghapus
yang lancip.

Pengalaman menggambar buah-buahan per jenis secara individu,
juga detail kulit buah yang teratur bahkan unik, secara bertahap telah
sangat menolong mengingat buah itu secara lebih baik. Sekarang
atur dan susunlah beberapa jenis buah sehingga membentuk kom-
posisi yang baik untuk digambar. Untuk sementara abaikan dahulu
pengetahuan mengenai komposisi. Yang penting, tatalah buah-buah-

79

an yang ada sehingga telihat baik dan enak dipandang diri sendiri.
Saat ini jangan perhatikan pendapat orang lain mengenai komposisi,
percayakan pada diri sendiri dulu. Lukislah berbagai komposisi dari
beragam jenis buah. Perhatikan dan tempatkan bayang-bayang pada
bagian bawah setiap buah untuk membentuk alasnya, sehingga
buah-buahan tidak tampak seperti melayang di udara. Nikmatilah pe-
kerjaan melukis ini dan nilailah hasil kerja keras Anda, tanpa harus
merobek hasilnya bila kurang memuaskan. Simpanlah sebagai bahan
perbandingan nanti.

80

81

l Tumbuhan

Perhatikan bahwa tumbuhan atau pohon mempunyai bentuk tiga di-
mensi, dengan struktur yang tidak datar atau rata. Pohon terdiri atas
banyak cabang yang mengelilingi tangkainya dan menyebar ke segala
arah. Bila disederhanakan, bentuk dasarnya dapat disamakan dengan
bentuk permen yang bulat atau kerucut dengan pegangannya, seba-
gaimana pohon yang dipangkas sebagai tanaman hias. Bentuk tiga
dimensi demikian akan memudahkan untuk melihat bayang-bayang,
bagian terang di sisi atas dan bagian bayang-bayang di sisi bawah,
dan agak ke kiri atau ke kanan bergantung letak sumber cahaya. De-
mikian pula dengan bayang-bayang pada bagian tangkainya. Jadi pa-
da waktu menggambar pohon atau tumbuhan lainnya, sebaiknya ba-
yangkan bentuk sederhananya dahulu, sehingga memudahkan saat
menetapkan bayang-bayangnya.

Mengumpulkan banyak foto tumbuhan akan memberikan banyak
informasi yang dapat dipelajari mengenai bentuk dan tekstur tum-
buhan. Amati dan pelajari bentuk umum beberapa kelompok atau
jenis tumbuhan yang khas. Perhatikan juga bayang-bayang yang ter-
bentuk dari suatu kelompok tumbuhan tertentu. Mulailah dari tum-
buhan dengan bentuk yang mudah digambar dan indah atau enak
dipandang. Bentuk pohon yang umumnya tidak simetris bisa menyu-
litkan saat digambar, tetapi anggaplah ini sebagai tantangan tersen-
diri untuk menghasilkan gambar yang indah dilihat.

Menggambar tumbuhan yang berada di alam bebas, berarti
menggambarnya dengan ukuran yang relatif kecil. Sebagaimana ke-
tika melukis pemandangan, maka tumbuhan tidak perlu digambar
secara mendetail. Jadi sebaiknya perhatian utama ditujukan pada
bentuk batang dan cabang-cabangnya yang dapat memperlihatkan
ciri dari suatu kelompok tumbuhan tertentu, serta pola dedaunan
secara keseluruhan. Tetapi bila ingin memperjelas suatu jenis pohon

82

tertentu, maka perlu menambahkan beberapa detail khas tumbuhan
bersangkutan.

Guna mempermudah menggambar tumbuhan, maka sebaiknya
kelompokkan dahulu berdasarkan kesamaan bentuknya. Pertama pe-
lajari bentuk umum tumbuhan tersebut dan perhatikan perbedaan
utamanya dengan kelompok jenis tumbuhan yang lain. Walaupun
yang terlihat umumnya adalah dedaunan pada bagian terluar, tetapi
pertimbangkan juga pola dan struktur batang, dahan, dan ranting
yang membentuk tumbuhan tersebut. Tidak semua tumbuhan memi-
liki dedaunan yang rapat dan rimbun, banyak jenis tumbuhan yang
dedaunannya renggang, jarang, atau mengelompok pada daerah ter-
tentu. Dengan demikian membentuk celah atau bagian yang kosong,
sehingga dahan dan rantingnya terlihat.

Menggambar tumbuhan tidak terlalu sulit. Buatlah sketsa tum-
buhan secara menyeluruh sambil memperhatikan bentuk keseluruhan
yang khas, bentuk batang maupun ranting dan percabangannya, ser-
ta bentuk kerimbunan dedaunannya.

1. Mulailah dengan menggambar bentuk keseluruhan tumbuhan
dengan terlebih dahulu membatasi bagian terluarnya

2. Tentukan batang utama pembentuk pohon, lalu ikuti bentuk
percabangannya bila ada yang memperlihatkan ciri khas tum-
buhan tersebut

3. Berikan bayang-bayang pada semua bagian dedaunan, dan be-
rikan bayang-bayang yang lebih gelap dan lebih terang pada ba-
gian tertentu sehingga tampak kesan timbul. Berikan tekanan
pada daerah gelap batang sehingga batang dan ranting tidak
terkesan rata.

4. Untuk memperlihatkan pola daun yang lebih kecil, cukup de-
ngan memberikan bentuk pola daun di beberapa bagian terang
dedaunan. Sebagai sentuhan akhir, gunakan pensil yang lebih

83

runcing untuk memberikan garis-garis pendek dengan tekanan
berbeda pada dedaunannya.

84

85

Perhatikan bentuk tumbuhan secara keseluruhan, lalu tirulah apa
adanya, dengan demikian otak kita akan menilainya tampak wajar. Un-
tuk memberikan kesan kosong pada kerimbunan dedaunan, warna
pada bagian celah atau kosong tadi harus sama dengan warna latar
belakang. Sedangkan pada bagian dedaunan diberikan perbedaan
terang-gelap sesuai dimensi keseluruhan tumbuhan. Dedaunan yang
terletak agak ke dalam atau di bagian belakang diberi warna lebih
gelap lagi sehingga memberi kesan ada perbedaan jarak.

86

Pada tahap akhir, berilah aksen tekstur guna mempertegas pola
dedaunan pada beberapa bagian terutama di bagian yang terang.
Jangan membuatnya sebagai kumpulan dedaunan yang tidak teratur
atau acak. Periksa dan analisis gambar yang dihasilkan sambil mem-
perbaiki bagian-bagian yang tampak kurang wajar.

Tumbuhan yang berada lebih dekat atau yang biasanya berada
dalam suatu ruangan akan terlihat lebih besar dan lebih terlihat ciri-
ciri khususnya. Berarti bisa terlihat perbedaannya dari jenis-jenis tum-
buhan lainnya. Menggambar dari jarak dekat berarti melihat lebih
jelas, sehingga perlu usaha untuk mengenal ciri-ciri tumbuhan lebih
banyak. Meskipun demikian tidak perlu seperti seorang ahli botani.

Perhatikan dan amati ukuran relatif daun terhadap tumbuhan ke-
seluruhan. Beberapa jenis tumbuhan tertentu memiliki bentuk daun
dan tangkai yang sangat khas. Begitu juga dengan tata letak dan ke-
rimbunan daun pada tumbuhan. Semua hal ini akan memperjelas
gambaran tumbuhan yang dimaksud, sehingga yang melihatnya
akan mengerti dan memahami maksud si pelukis.

87

Perhatikan: bentuk dan tulang daun yang digambar dengan ciri
khas, akan membedakannya dengan pohon kelapa.

88

Perhatikan: bentuk daun menjari dan tangkai daun yang panjang
memperlihatkan ciri khas pohon pepaya. Setiap daunnya tidak perlu
digambar dengan tepat. Daun yang tampak bagian bawahnya diberi

89

bayang-bayang sehingga memperlihatkan efek jarak atau kedalaman.
Secara keseluruhan kelompok daun terlihat membulat.

Bila hanya melihat gambarnya, perbedaan tumbuhan atau pohon
yang ditanam di alam bebas dan yang ditanam sebagai bonsai sangat
sedikit. Kadang terlihat jelas, tetapi lebih sering sulit membedakan
pohon alami dan bonsai, terutama dalam bentuk gambar pensil. Un-
tuk melukiskan tanaman bonsai sehingga terlihat berbeda dengan
tumbuhan besar di alam bebas, perlu memperhatikan seni dan gaya
tanaman bonsai itu sendiri. Selain itu cobalah untuk ikut menggam-
barkan wadahnya pada bagian bawah tanaman, sehingga memperje-
las kecilnya tumbuhan yang dimaksud gambar tersebut.

90

91

Tumbuhan kaktus yang memiliki ciri khas berdaun tebal dan be-
berapa di antaranya memiliki duri-duri yang keras dan tajam, juga
sangat menantang untuk digambar dengan baik. Ingatlah untuk
tidak selalu menggambar dengan terlalu tepat sampai-sampai bisa
menghilangkan kesenangan dan keindahan melukis. Lukisan tidak
perlu sama benar dengan contoh tumbuhan yang dipakai, yang lebih
penting adalah kewajaran dan alamiah.

92

Bentuk daun yang berbeda-beda akan terlihat seperti banyak jenis
tumbuhan meskipun sebenarnya hanya satu jenis tumbuhan palem.

Asahlah keterampilan menggambar dengan menggunakan tum-
buhan hias dengan bentuk daun yang bervariasi.

93

Tumbuhan yang tidak memiliki hijau daun ini memiliki bentuk-
bentuk yang indah dan bagus untuk dipakai sebagai contoh latihan
menggambar. Menggambar bentuk jamur yang unik dan khas dapat
melatih mempertajam imajinasi akan bentuk dan ruang.

94


Click to View FlipBook Version