SAAT TEDUH
VOTUM
“Ibadah kudus pada hari ini , kita mulai dalam nama Allah Bapa, Allah
Anak, dan Allah Roh Kudus. Kiranya Allah yang Tritunggal dan Allah
Yang Berkuasa itu memberkati setiap kita – AMIN”
PUJIAN BERSAMA :
KUSEMBAH KAU ALLAH MAHA (CH 146) KUASA MEDLEY
AJAIB TUHAN (PPR 370)
VERSE
Ku Sembah Kau Allah Kuasa, Tiada s’perti Kau
Ku Sembah Kau Raja damai, itu yang ku rindukan
Ku Puji Kau Engkau kebenaranku
Ku Sembah Kau Allah kuasa, tiada sperti Kau
VERSE 1
Ya Tuhanku, bilaku ingat akan segenap alam yang Kau ciptakan
Lihat bintang dan dengar bunyi guruh kuasa-Mu nyata disegnap alam
VERSE 2
Tuhan tidak menolak siksa salib yang tersedia bagi yang berdosa
Dengan rela menanggung hukumanku, tumpahkan darah hapus
dosaku
VERSE 3
Tuhan datang dengan suara sorak sambut ku pulang amat giranglah
Ku bersujud dan menyembah pada-Mu, keagungan-Mu nyata bagiku
CHORUS
Maka jiwaku pun memuji-Mu
Sungguh besar Kau Allahku
Ku bersorak memuji nama-Mu
Ajaib Tuhan Ajaib Tuhan
INTROITUS – Roma 11 : 33, 36
“O, alangkah dalamnya kekayaan, hikmat dan pengetahuan Allah!
Sungguh tak terselidiki keputusan-keputusanNya dan sungguh tak
terselami jalan-jalanNya. Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan
oleh Dia, dan kepada Dia: Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-
lamanya”
(Roma 11:33,36)
PUJIAN BERSAMA :
PENGHORMATANKU (KPPK 314)VERSE
Bagaimanakah kuucap syukur pada-Mu
aku tak layak, namun Kau mengasihi daku
Pujian ribuan malaikat tak cukup nyatakan syukurku
aku jadi s'bagaimana diriku, s'mua itu karya-Mu
Mulia bagi Allah, mulia bagi Allah
mulia bagi Allah, untuk s'mua karya-Mu
Darah-Mu s'lamatkanku, kuasa-Mu bangkitkanku
Mulia bagi Allah, untuk s'mua karya-Mu
Biar hidupku, s'lalu menyenangkan-Mu, Tuhanku
s'gala puji, bagi karya yang g'nap di Kalvari
Darah-Mu s'lamatkanku, kuasa-Mu bangkitkanku
Mulia bagi Allah, untuk s'mua karya-Mu
DOA PENGAKUAN DOSA
BERITA ANUGERAH – 1 Yohanes 1 : 8 - 9 diri asendiri
“Jika berkata bahwa kita tidak berdosa , maka kita menipu
dan kebenaran tidak ada di dalam kita. Jika kita mengaku dosa kita,
maka IA adalah setia dan adil, sehingga IA akan mengampuni segal
dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan”
(1 Yohanes 1:8-9)
PETUNJUK HIDUP BARU – 1 Korintus 6 : 20
“Sebab kamu telah dibeli dan harganya telah lunas dibayar:
karena itu muliakanlah Allah dengan tubuhmu”
(1 Korintus 6:20)
PENGAKUAN IMAN RASULI
Aku percaya kepada Allah, Bapa yang Mahakuasa, Khalik langit dan
bumi.
Dan kepada Yesus Kristus, Anak-Nya yang Tunggal, Tuhan kita.
Yang dikandung dari Roh Kudus, lahir dari anak dara Maria.
Yang menderita sengsara di bawah pemerintahan Pontius Pilatus,
disalibkan, mati dan dikuburkan, turun ke dalam kerajaan maut.
Pada hari yang ketiga bangkit pula dari antara orang mati.
Naik ke surga, duduk di sebelah kanan Allah Bapa yang Mahakuasa.
Dan dari sana Ia akan datang untuk menghakimi
orang yang hidup dan yang mati.
Aku percaya kepada Roh Kudus, Gereja yang kudus dan am,
persekutuan orang kudus, pengampunan dosa,
kebangkitan tubuh, dan hidup yang kekal. Amin
KHOTBAH oleh Pdt. Andrew Koesno Habil
Mazmur 150
1 Haleluya!
Pujilah Allah dalam tempat kudus-Nya!
Pujilah Dia dalam cakrawala-Nya yang kuat!
2 Pujilah Dia karena segala keperkasaan-Nya,
pujilah Dia sesuai dengan kebesaran-Nya yang hebat!
3 Pujilah Dia dengan tiupan sangkakala,
pujilah Dia dengan gambus dan kecapi!
4 Pujilah Dia dengan rebana dan tari-tarian,
pujilah Dia dengan permainan kecapi dan seruling!
5 Pujilah Dia dengan ceracap yang berdenting,
pujilah Dia dengan ceracap yang berdentang!
6 Biarlah segala yang bernafas memuji TUHAN! Haleluya!
Pujian – pernyataan memuji! “Memuji” berarti:
1. melahirkan kekaguman dan penghargaan kepada sesuatu (yang
dianggap baik, indah, gagah berani, dsb)
2. memuliakan (nama Tuhan dsb)
Mengapa seseorang memuji sesuatu atau orang lain? Apa alasannya?
1. Alasan memuji seseorang atau sesuatu:
2. Kagum – atas kehebatan, kemampuan, dll
3. Berterima kasih – atas pertolongan, pemberian, dll
4. Ada maksud/tujuan pribadi
5. Memang harus karena layak dan patut
Dan, mengapa kita memuji Tuhan? Apa alasan kita?
Dalam Mazmur 150 ini kita belajar beberapa hal tentang memuji Tuhan:
1. DIA adalah Allah (ay. 1-2)
Ini adalah alasan utama – mengapa Allah harus dipuji! Karena DIA
adalah Allah! Di sinilah manusia gagal menjalankan hal ini – karena
sudah jatuh dalam dosa dan kehilangan kemuliaan Allah! (Rom
3:23). Pemazmur melukiskan kondisi yang menyertai atau
mengelilingi Allah – tempat kudus – kekudusan-Nya, cakrawala –
yang menopang air di langit, keperkasaan – perbuatan-Nya yang
perkasa, kebesaran – keindahan-Nya dalam jumlah yang begitu
besar!
Dengan kata lain, siapa yang seperti DIA? Terlalu agung dan mulia
dalam semua di serta perkasa dalam diri-Nya! Manusia berdosa
tidak akan pernah dapat menyelami-Nya! Terlalu hina kalau kita
menggantikan DIA dengan apapun ciptaan di dunia ini – ini alasan
untuk Perintah ke-2 dari 10 Hukum! Jangan kita mengganti posisi-
Nya dengan apapun yang lain dalam hidup kita. DIA harus menjadi
yang paling utama dalam hidup kita! Kita diciptakan menurut
gambar dan rupa-Nya supaya kita dapat datang menyembah dan
memuliakan-Nya! Itulah yang menyenangkan hati-Nya! Dan betapa
terhormatnya kita kalau kita diijinkan datang menyembah dan
hidup dekat dengan-Nya! Dan bahkan kita diizinkan melakukan
sesuatu bagi-Nya, yaitu memuji dan memuliakan DIA!
Di belahan dunia Amerika Latin atau Afrika banyak ditemukan
mafia narkoba dalam skala yang sangat besar. Kalau seseorang
mau bertemu dengan bos besar mereka, beberapa tahapan harus
dilalui, dan biasanya sangat menakutkan. Mereka hanya ingin
memastikan bahwa tamu yang datang tidak membahayakan bos
besar mereka, tidak memiliki motivasi jahat/mencelakakan,
membawa keuntungan bagi mereka, dll. Ketika bertemu dengan
bos besar itu, semua mata pengawalnya akan tertuju pada sang
tamu, apa yang dia lakukan! Awas, jangan sampai salah bicara atau
gerak, karena akan langsung dihabisi di tempat. Para tamu harus
tahu diri, siapa mereka dan siapa bos besar mereka!
Reformator John Calvin berkata, “Mengenal siapa diri kita dimulai
dari mengenal siapa Allah sesungguhnya! Kebijaksanaan sejati
mengandung 2 hal: pengetahuan akan Allah dan pengetahuan
akan diri sendiri.” Dalam perspektif kebenaran Firman Tuhan – Allah
yang begitu agung dan kudus tinggal di tahta-Nya di sorga, tak
terjangkau oleh manusia berdosa, yaitu kita yang di dunia ini! Tetapi
DIA mau datang kepada kita yang sangat membutuhkan-Nya
supaya kita dapat hidup kembali dan dimampukan untuk melayani
DIA! Mari kita renungkan kembali dan menyadari, siapa diri kita di
hadapan Allah yang begitu mulia itu! Kita ini bukan siapa-siapa di
hadapan-Nya! Tetapi kita dilayakkan untuk menerima anugerah
keselamatan dari-Nya di dalam Yesus Kristus! Renungkan itu
kembali dan sadarilah akan kasih-Nya yang begitu besar atas kita!
Kalau masih ada ganjalan dosa dalam hidup kita, datanglah
kepada-Nya dan mohonlah pengampunan dari-Nya! Pulihkan
hubunganmu dengan-Nya!
Lalu, bagaimana atau dengan apa kita dapat memuji-Nya?
2. Dengan apa/bagaimana kita memuji Nama-Nya (ay. 3-5)
Di ayat 3-5 disebutkan berbagai alat musik yang lazim pada zaman
itu, ditambah dengan tarian! Semua hal itu ada di dalam hidup
sehari-hari umat Israel waktu itu. Saya yakin sekali, ketika mereka
melakukan hal itu, mereka melakukannya dengan segenap hati dan
penuh sukacita! Dalam PL, kita membaca kisah raja Daud yang
begitu bergairah dalam memuji Tuhan, ketika memimpin
pemindahan Tabut Perjanjian (2 Samuel 6) dan dalam berbagai
mazmurnya, yang mengajak seluruh umat Tuhan untuk bersorak-
sorai memuji Tuhan dengan segenap hati karena karya dan
kebaikan-Nya! Seolah raja Daud mengundang kita terlibat dalam
memuji Tuhan dengan apa yang ada dalam hidup kita – seluruh
hidup dan keberadaan kita!
Kalau kita melihat saudara seiman kita di China, kalau mereka
diizinkan untuk buka suara, wouw, akan sangat kelihatan
bagaimana mereka dengan penuh ucapan syukur dan sukacita
memuji Tuhan! Sangat berbeda kalau hanya sekedar betul nadanya
tapi tanpa hati!
Memuji Tuhan bukan hanya masalah suara saja, tetapi khususnya
dari hati! Ketika hati kita penuh sukacita dan syukur, seperti
otomatis kita akan menyanyi, entah serak, fales, betul, indah, dll!
Tapi Tuhan melihat hati kita yang terdalam! Jangan terjebak
dengan suara yang indah saja, tetapi harus dari hati yang tulus dan
berkenan kepada-Nya! Pujian dari hati – itulah yang Tuhan inginkan
dari kita, umat-Nya!
Kalau begitu, siapa yang seharusnya memuji-Nya?
3. Siapa yang diundang memuji-Nya (ay. 6)
Ayat 6 dengan jelas menyebut “segala yang bernafas” – ada yang
menafsirkan seluruh ciptaan yang hidup, yang bernafas! Ada juga
yang menyebut manusia karena manusialah yang diciptakan untuk
dapat mengenal dan menyembah Allah. Tetapi yang ditekankan di
sini adalah siapapun harus menyembah Allah yang perkasa itu
karena DIA-lah Allah yang patut disembah dan DIA-lah Allah yang
memelihara hidup seluruh ciptaan-Nya! Pada DIA-lah bergantung
seluruh kehidupan di dunia ini. Terutama bagi manusia, yang
diciptakan khusus oleh Allah untuk dapat memiliki hubungan
dengan-Nya. Manusia dapat memahami akan karya Allah,
meskipun sebagian, yang begitu besar dan mulia – khususnya karya
keselamatan di dalam Yesus Kristus!
Saya teringat akan kesempatan di tahun 2005 (sebelum balik ke
Indonesia) untuk bertemu beberapa pemain bulutangkis dunia di
Basel, baik dari Indonesia maupun dari negara lain. Senang bisa
bincang-bincang dan mengenal lebih dalam, tapi terutama melihat
mereka bermain langsung di lapangan dan juga mendapat tanda
tangan mereka! Saya kagum dengan mereka!
Allah bukanlah Tuhan yang buta dan tidak tahu siapa yang
menyembah-Nya! DIA tahu segala sesuatu, bahkan sampai yang ada
dalam hati kita yang terdalam! Kesalahan bangsa Israel dalam PL
adalah meremehkan ke-Mahatahu-an Allah dan mengira bahwa
mereka bisa mengelabui Allah (Kitab Malekahi). DIA sangat tahu, apa
motivasi kita mendekat pada-Nya, atau ketika kita melayani DIA,
memuji DIA dalam ibadah, dll. Mari kita berikan pujian tertinggi kepada
Allah yang begitu baik kepada kita dengan segenap hati dan hidup
kita.
Segala pujian hanya bagi-Nya! Segala kemuliaan, kehormatan dan
pujian sangat layak untuk diberikan kepada Raja di atas segala raja!
(1Timotius 1:17) Mari kita lakukan dan persembahkanlah pujian kepada
Allah dengan segenap hati, pikiran dan tindakan serta perkataan kita!
Dan, nikmatilah sukacita dan kebebasan dalam memuji DIA karena
berada bersama-Nya kita menikmati kemerdekaan sejati!
Persembahkan seluruh hidupmu kepada-Nya dan kamu akan
menikmati hidup lebih dari sebelumnya! Soli Deo Gloria! Amin!
PUJIAN BERSAMA (PERSEMBAHAN) :
KESUKAAN YANG CERIA (PPR 30)
VERSE 1
Kesuukaan yang ceria hanya ada pada-Mu
Khalik alam yang setia pohon suka yang teguh
Trang-Mu menembuskan hati mengenyahkan awan glap
Yang mencari mendapati dalam Dikau trang tetap
VERSE 3
Trang dan warna beribuan mengilaukan indah-Mu
Yang menghibur sekalain yang kuatir mengeluh
Atas sayap kesukaan kami pun Kau naikkanlah
Jauh dianats kedukaan keterang-Mu yang cerah
DOA SYAFAAT
1. Jemaat GKT 3: imannya tetap bertumbuh dan setia membaca
Firman Tuhan
2. Jemaat yang sakit dan dalam kesulitan
3. Bangsa dan Negara
DOXOLOGY – 100th
Puji Allah Bapa, Putr’a
Puji Allah Rohul Kudus
Ketiga-Nya yang Esa
Pohon s’lamat sumber berkat
Amin
DOA BERKAT – Bilangan 6 : 24 - 26
TUHAN memberkati engkau dan melindungi engkau;
TUHAN menyinari engkau dengan wajah-Nya
dan memberi engkau kasih karunia;
TUHAN menghadapkan wajah-Nya kepadamu
dan memberi engkau damai sejahtera.
SAAT TEDUH