The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by permadhi, 2026-06-05 09:05:27

3. Tata Tertib- Pengawasan OSN 2026

Kemendikdasmen

Keywords: tata,tertib,pengawasan,osn,2026,kemendikdasmen

1


2Daftar Isi1. Pendahuluan......................................................................................................................................3a. Latar Belakang Pengawasan OSN ..............................................................................................3b. Tujuan Pengawasan .....................................................................................................................4c. Prinsip Dasar Pengawasan OSN .................................................................................................52. Kriteria Pengawas .............................................................................................................................63. Ruang Lingkup Pengawasan..........................................................................................................6a. Sebelum Pelaksanaan ..................................................................................................................6b. Saat Pelaksanaan..........................................................................................................................7c. Setelah Pelaksanaan.....................................................................................................................74. Tata Tertib Tim Pengawas................................................................................................................74. Kode Etik Pengawas..........................................................................................................................9a. Menjunjung Tinggi Integritas..................................................................................................9b. Bersikap Objektif dan Netral ...................................................................................................9c. Menjaga Profesionalitas dalam Bertugas ..............................................................................9d. Menjaga Kerahasiaan...............................................................................................................9e. Tegas dalam menegakan.........................................................................................................9f. Humanis dan Santun..............................................................................................................10g. Tidak menyalahgunakan Wewenang...................................................................................10h. Menjadi Teladan dalam Menjaga Integritas........................................................................106. Mekanisme Pengawasan ................................................................................................................107. Sanksi Pengawas ...........................................................................................................................11Inforgrafis verifikasi tindak lanjut tugas dan peran pengawas OSN............................................13Penutup.................................................................................................................................................14


31. Pendahuluan a. Latar Belakang Pengawasan OSN Olimpiade Sains Nasional (OSN) merupakan ajang talenta di bidang sains yang diselenggarakan secara berjenjang untuk menjaring peserta didik terbaik dari seluruh Indonesia. Sebagai kompetisi akademik nasional yang melibatkan banyak peserta, satuan pendidikan, serta berbagai pemangku kepentingan, pelaksanaan OSN memerlukan sistem pengawasan yang terstruktur, objektif, dan berintegritas guna menjamin proses seleksi berjalan secara adil, transparan, dan akuntabel. Pengawasan menjadi bagian penting dalam menjaga kredibilitas hasil kompetisi sekaligus memastikan seluruh peserta memperoleh kesempatan yang setara sesuai dengan kemampuan yang dimiliki.Perkembangan pelaksanaan OSN yang semakin memanfaatkan sistem digital dan teknologi daring juga membawa tantangan baru dalam aspek pengawasan. Penggunaan platform berbasis komputer, pelaksanaan ujian secara daring, serta keterlibatan peserta dari berbagai wilayah memerlukan mekanisme pengendalian dan pemantauan yang lebih adaptif. Oleh karena itu, pengawasan tidak lagi hanya berfokus pada pengawasan ruang ujian secara langsung, tetapi juga mencakup pengawasan sistem, perilaku peserta, keamanan pelaksanaan, serta pengendalian potensi pelanggaran secara real time.Pengawas adalah guru atau tenaga pendidik yang ditugaskan untuk memastikan seluruh rangkaian pelaksanaan kompetisi berjalan secara tertib, objektif, dan berintegritas. Dalam pelaksanaan OSN, pengawas umumnya berasal dari sekolah yang berbeda dengan sekolah asal peserta yang diawasi. Sistem pengawasan silang ini diterapkan untuk menjaga netralitas serta meminimalkan potensi konflik kepentingan selama kompetisi berlangsung.Pentingnya pengawasan ini tidak hanya untuk mengurangi kecurangan, tetapi juga untuk memastikan bahwa setiap peserta dapat mengikuti ujian dengan adil dan tanpa hambatan. Pengawas tidak hanya bertugas untuk memantau jalannya ujian, tetapi juga harus siap untuk melakukan verifikasi identitas peserta secara langsung melalui kartu ujian dan foto peserta yang dibawa oleh peserta saat tes, sebuah metode yang lebih fleksibel dalam melakukan verifikasi dan validasi.


4Pengawas diharapkan untuk responsif dan cepat dalam mengakomodasi permintaan dari peserta, panitia daerah, satuan pendidikan dan panitia pusat, seperti melakukan pemeriksaan lebih mendalam terhadap peserta yang dicurigai melakukan pelanggaran.Meskipun pengawasan ini memerlukan koordinasi yang cermat, yang tidak hanya terbatas pada pengawas ruang, tetapi juga melibatkan pihak penyelenggara di tingkat pusat dan kab kota, proses ini diharapkan akan memperkuat kredibilitas OSN sebagai kompetisi yang objektif.Oleh karena itu, penting bagi setiap sekolah untuk mempersiapkan perangkat yang memadai, agar pelaksanaan OSN berjalan dengan lancar tanpa gangguan teknis. Sekolah-sekolah dengan anggaran terbatas pun tetap dapat berpartisipasi karna hanya menggunakan smartphone sebagai proctoring/rekam ruangan tes, asal tetap memastikan koneksi internet yang stabil dan akun youtube yang sudah diaktifkan sejak panduan dirilis.Melalui pengawasan yang terencana dan sistematis, OSN diharapkan tidak hanya menjadi ajang kompetisi untuk mengukur kemampuan akademik peserta didik, tetapi juga menjadi sarana pembentukan karakter yang menjunjung tinggi kejujuran, disiplin, tanggung jawab, dan sportivitas. Oleh karena itu, penyusunan Buku Saku Pengawasan OSN menjadi penting sebagai pedoman praktis bagi seluruh unsur pengawas dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya secara profesional, konsisten, dan sesuai dengan standar pelaksanaan yang telah ditetapkan.b. Tujuan Pengawasan 1. Memastikan pelaksanaan OSN berjalan secara jujur, adil, tertib, dan transparan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. 2. Menjaga integritas dan kredibilitas OSN sebagai ajang seleksi talenta nasional di bidang sains.3. Memastikan pelaksanaan OSN berjalan sesuai ketentuan dan tata tertibyang telah ditetapkan oleh panitia penyelenggara. 4. Melakukan verifikasi data dan identitas peserta sebelum pelaksanaan tes guna memastikan keabsahan peserta serta mencegah terjadinya penyalahgunaan atau ketidaksesuaian data.


55. Menjaga integritas dan objektivitas pelaksanaan seleksi agar hasil yang diperoleh benar-benar mencerminkan kemampuan peserta secara adil dan profesional. 6. Melakukan pemantauan dan pencegahan terhadap potensi pelanggaran atau kecurangan selama pelaksanaan OSN, baik secara luring maupun daring. 7. Menciptakan suasana pelaksanaan yang tertib, aman, dan kondusifserta memberikan laporan hasil pengawasan sebagai bahan evaluasi untuk peningkatan kualitas pelaksanaan OSN pada tahap maupun tahun berikutnya.c. Prinsip Dasar Pengawasan OSN 1. IntegritasPengawas menjalankan tugas dengan jujur, bertanggung jawab, dan menjunjung tinggi nilai keadilan serta sportivitas selama pelaksanaan OSN. 2. ObjektivitasPengawas bersikap netral dan tidak memihak kepada peserta, sekolah, maupun pihak tertentu dalam menjalankan tugas pengawasan. 3. ProfesionalitasPengawas melaksanakan tugas sesuai prosedur, tata tertib, dan pedoman yang telah ditetapkan dengan penuh kedisiplinan dan tanggung jawab. 4. Ketelitian dan KewaspadaanPengawas memastikan setiap tahapan pelaksanaan berjalan sesuai aturan, termasuk dalam verifikasi data peserta, pengawasan aktivitas peserta, dan penanganan potensi pelanggaran. 5. KerahasiaanPengawas menjaga kerahasiaan informasi, dokumen, dan seluruh proses pelaksanaan OSN yang bersifat terbatas dan tidak menyebarkannya kepada pihak yang tidak berkepentingan.


66. Humanis dan TegasPengawas bersikap sopan dan komunikatif kepada peserta, namun tetap tegas dalam menegakkan aturan dan menjaga ketertiban pelaksanaan OSN.2. Kriteria Pengawas a. Merupakan guru aktif di satuan pendidikan;b. memiliki sikap dan perilaku disiplin, jujur, bertanggung jawab, teliti, dan memegang teguh kerahasiaan;c. dalam keadaan sehat jasmani dan rohani serta sanggup mengawasi dengan baik;d. bersedia mengisi dan menandatangani pakta integritas;e. tidak pernah mendapatkan rekomendasi sanksi pembebasan tugas sebagai pengawas;f. berasal dari satuan pendidikan lain;g. bersedia mengikuti pengarahan mengenai petunjuk teknis pelaksanaan pengawasan dari panitia daerah provinsi dan/atau panitia daerah kab kota.h. membaca dan memahami panduan OSN tahun 2026i. siap mengikuti kegiatan sosialisasi, bimbingan teknis, dan technical meeting OSNK tahun 2026j. mengikuti saluran informasi OSN baik di sosial media puspresnas maupun di kanal Whatsapp yang disediakan oleh panitia pusat 3. Ruang Lingkup Pengawasan a. Sebelum Pelaksanaan • Menerima penugasan dari masing-masing satuan pendidikan• Menerima lokasi penugasan setelah penyilangan oleh panitia daerah• Menerima informasi tentang peran dan tugas sebagai pengawas melalui panduan, sosialisasi, technical meeting dan bimbingan teknis dari panitia pusat dan panitia daerah• Memeriksa ruang tes, memastikan kesiapan perangkat tes dan proctoring• Checklist Persiapan Pengawasan


7b. Saat Pelaksanaan • Memeriksa meja kerja peserta untuk memastikan tidak ada barang ataupun alat yang tidak diperbolehkan berada di dalam ruangan tes.• Memastikan Tim Teknis telah mempersiapkan perangkat live streaming dan memastikan live streaming berjalan dengan lancar saat pelaksanaan• Verifikasi identitas peserta secara ketat• Memeriksa peralatan peserta yang dibawa peserta hanya alat tulis dan kartu identitas• Memimpin doa sebelum ujian dimulai.• Mengawasi jalannya ujian secara aktif, tidak mengobrol, dan tidak membaca.• memastikan peserta mengisi jawaban sendiri tanpa bantuan• melarang penggunaan alat komunikasi untuk keperluan apapun• memberikan teguran lisan kepada peserta yang melanggar tata tertib ringan, dan melaporkan dugaan kecurangan untuk sanksi lebih lanjut• membuat catatan pelanggaran/dugaan pelanggaran yang dilakukan oleh peserta• Menandatangani Berita Acara pelaksanaan dan membantu mengisi Daftar Hadir serta kelengkapan administrasi lainnya setelah tes selesai.• Melaporkan kepada proktor setiap kejadian (contoh: ada gangguan jaringan atau perangkat, peserta sakit, dll).c. Setelah Pelaksanaan • Memastikan peserta berhenti mengerjakan saat waktu habis dengan tertib• Mengumpulkan dan memeriksa kelengkapan daftar hadir.• Menyusun dan mengisi berita acara pelaksanaan pengawasan sebagai bentuk dokumentasi resmi kegiatan.• Melaporkan kejadian khusus atau pelanggaran yang ditemukan selama pelaksanaan kepada panitia sesuai mekanisme yang berlaku.• Menyerahkan dokumen ujian ke panitia di satuan pendidikan yang diawasi• Menjaga kerahasiaan informasi pelaksanaan dan tidak menyebarluaskan dokumen, soal, maupun hasil pengawasan kepada pihak yang tidak berkepentingan.4. Tata Tertib Tim Pengawas


81. menerima penjelasan dan pengarahan dari kepala satuan pendidikan pelaksana;2. wajib hadir di lokasi pelaksanaan tes (empat puluh lima) menit sebelum tes dimulai;3. wajib masuk ke dalam ruangan 30 (tiga puluh) menit sebelum waktu pelaksanaan tes;4. wajib berpakaian rapi dan sopan;5. memastikan antara foto pada kartu login peserta, foto pada kartu peserta, dengan wajah peserta sudah sesuai;6. mempersilakan peserta untuk memasuki ruangan secara bergilir dan meletakkan tas di tempat yang telah ditentukan, serta menempati tempat duduk yang telah ditentukan;7. mengumpulkan perangkat komunikasi elektronik, alat atau piranti komunikasi dan optik, kamera, kalkulator, dan sejenisnya milik peserta di tempat yang disediakan;8. dilarang meninggalkan ruang tes tanpa pemberitahuan;9. wajib menjaga etika komunikasi selama pelaksanaan tes;10. dilarang menyebarluaskan gambar atau video dari ruangan tes yang memperlihatkan layar komputer atau yang dapat menjadi celah kebocoran soal;11. menjaga ketertiban dan ketenangan suasana sekitar ruang tes OSNK seperti:a. tidak merokok di ruang tes OSN;b. tidak membawa dan/atau menggunakan alat atau piranti komunikasi dan/atau kamera, selain alat atau piranti yang digunakan untuk kepentingan melaksanakan tugas sebagai pengawas ruang;c. tidak mengobrol; dan/ataud. tidak membawa bahan bacaan lain ke dalam ruang tes OSN;e. tidak mengizinkan orang yang tidak berwenang memasuki ruang OSN selain peserta;f. tidak memberi isyarat, petunjuk, dan/atau bantuan apapun kepada peserta berkaitan dengan jawaban;g. menjaga kerahasiaan; danh. tidak merekam dan/atau memfoto serta menyebarkan soal ujian;12. mengedarkan daftar hadir kepada peserta OSN;13. memberi peringatan kepada peserta sesuai dengan jenis pelanggaran tata tertib di dalam ruang tes selama pelaksanaan tes berlangsung;


914. memberikan sanksi bagi peserta yang melakukan pelanggaran tata tertib; dan15. wajib menjalankan tugas sebagai pengawas ruang sampai seluruh sesi tes selesai.5. Kode Etik Pengawas a. Menjunjung Tinggi Integritas Pengawas wajib melaksanakan tugas dengan jujur, bertanggung jawab, dan konsisten terhadap aturan yang berlaku. Dalam menjalankan pengawasan, pengawas harus mengutamakan keadilan serta menjaga kepercayaan publik terhadap pelaksanaan OSN. Integritas menjadi landasan utama agar hasil seleksi benar-benar mencerminkan kemampuan peserta secara objektif.b. Bersikap Objektif dan Netral Pengawas tidak diperkenankan memihak kepada peserta, sekolah, daerah, maupun pihak tertentu dalam bentuk apa pun. Seluruh peserta harus diperlakukan secara setara tanpa adanya perlakuan khusus, toleransi berlebihan, maupun intervensi yang dapat memengaruhi jalannya seleksi.c. Menjaga Profesionalitas dalam Bertugas Pengawas wajib memahami dan menjalankan seluruh prosedur pengawasan sesuai pedoman yang telah ditetapkan. Pengawas harus hadir tepat waktu, berpakaian sopan, berkomunikasi dengan baik, serta mampu menjalankan tugas secara disiplin dan bertanggung jawab selama pelaksanaan kegiatan berlangsung.d. Menjaga Kerahasiaan Pengawas wajib menjaga kerahasiaan seluruh informasi yang berkaitan dengan pelaksanaan OSN, termasuk dokumen, soal, sistem pelaksanaan, serta hasil pengawasan. Informasi yang bersifat terbatas tidak diperkenankan untuk disebarluaskan kepada pihak yang tidak berkepentingan.e. Tegas dalam menegakan Pengawas harus berani mengambil tindakan sesuai ketentuan apabila ditemukan pelanggaran atau indikasi kecurangan selama pelaksanaan OSN. Ketegasan dilakukan secara profesional, tidak emosional, dan tetap mengedepankan etika serta prosedur yang berlaku.


10f. Humanis dan Santun Dalam menjalankan tugas, pengawas diharapkan tetap bersikap sopan, komunikatif, dan menghormati peserta maupun pihak lain yang terlibat. Pengawasan dilakukan bukan untuk menciptakan tekanan, melainkan untuk memastikan pelaksanaan berjalan tertib dan nyaman bagi seluruh peserta.g. Tidak menyalahgunakan Wewenang Pengawas dilarang memanfaatkan posisi atau kewenangannya untuk kepentingan pribadi maupun pihak tertentu. Segala bentuk tindakan yang dapat menimbulkan konflik kepentingan harus dihindari demi menjaga profesionalitas dan kredibilitas pelaksanaan OSN.h. Menjadi Teladan dalam Menjaga Integritas Pengawas tidak hanya bertugas mengawasi, tetapi juga menjadi contoh dalam menerapkan nilai kejujuran, disiplin, dan tanggung jawab. Sikap dan perilaku pengawas selama pelaksanaan akan mencerminkan kualitas penyelenggaraan OSN secara keseluruhan.6. Mekanisme Pengawasan a. Sebelum Pelaksanaan • memahami pedoman dan tata tertib pelaksanaan OSN• mengikuti briefing atau technical meeting, • memastikan perangkat dan aplikasi pengawasan berfungsi dengan baik, • memastikan jadwal, sesi, dan daftar peserta sesuai ketentuan. • pengecekan ruangan, jaringan internet, perangkat komputer, perangkat live streaming youtube• memastikan lingkungan pelaksanaan kondusif dan aman• memeriksa identitas peserta• mencocokan data peserta dengan daftar hadir• memastikan peserta sesuai jadwal yang ditentukan puspresnas• memastikan peserta tidak membawa alat yang dilarang.b. Saat Pelaksanaan


11• memberikan arahan singkat kepada peserta, • menyampaikan tata tertib, • memastikan peserta memahami prosedur ujian, • memastikan peserta sudah login di akun tes masing-masing • memantau aktivitas peserta secara terus-menerus, • memastikan peserta mengerjakan secara mandiri, • mengawasi penggunaan perangkat, • memastikan tidak ada komunikasi antar peserta, • mencatat kejadian khusus selama pelaksanaan.• pengawas harus mendeteksi indikasi kecurangan• pengawas harus menegur peserta apabila ditemukan pelanggaran ringan• pengawas harus melaporkan pelanggaran berat dan kendala teknis berat kepada panitia• menjaga suasana ujian tetap tertib dan kondusifc. Setelah pelaksanaan • pengawas memastikan seluruh peserta telah menyelesaikan ujian• pengawas memastikan peserta logout dari sistem• pengawas memastikan tidak ada peserta yang masih mengakses soal• pengawas mengisi berita acara pelaksanaan• pengawas mencatat kejadian khusus yang terjadi• pengawas memberikan rekomendasi untuk pelaksanaan lebih baik7. Sanksi Pengawas Dalam rangka menjaga integritas, profesionalitas, dan kredibilitas pelaksanaan Olimpiade Sains Nasional (OSN), pengawas juga wajib mematuhi seluruh ketentuan, kode etik, dan tata tertib yang telah ditetapkan. Pengawasan yang berkualitas tidak hanya ditentukan oleh kepatuhan peserta, tetapi juga oleh kedisiplinan dan tanggung jawab pengawas dalam menjalankan tugasnya. Oleh karena itu, apabila pengawas melakukan pelanggaran, maka dapat dikenakan sanksi sesuai dengan tingkat pelanggaran yang dilakukan.Beberapa bentuk pelanggaran yang dapat dilakukan oleh pengawas antara lain:


12a. Tidak menjalankan tugas pengawasan sesuai prosedur dan pedoman yang berlaku. b. Tidak melakukan verifikasi identitas peserta dengan benar. c. Membiarkan atau tidak menindaklanjuti indikasi kecurangan peserta. d. Memberikan bantuan, petunjuk, atau perlakuan khusus kepada peserta tertentu. e. Tidak menjaga kerahasiaan dokumen, soal, atau informasi pelaksanaan OSN.f. Meninggalkan tugas pengawasan tanpa izin atau alasan yang jelas. g. Bersikap tidak profesional, tidak netral, atau melakukan tindakan yang mengganggu ketertiban pelaksanaan. Terhadap pengawas yang terbukti melakukan pelanggaran, dapat diberikan sanksi berupa:a. Teguran lisan apabila pelanggaran bersifat ringan dan tidak berdampak langsung terhadap pelaksanaan. b. Teguran tertulis apabila pengawas tidak menjalankan tugas sesuai ketentuan atau mengulangi pelanggaran. c. Pemberhentian dari tugas pengawasan apabila pelanggaran berdampak terhadap integritas dan kualitas pelaksanaan OSN. d. Tidak dilibatkan kembali dalam kegiatan OSN atau ajang talenta lainnya pada periode berikutnya. e. Pelaporan kepada instansi atau lembaga asal apabila pelanggaran dianggap serius dan memerlukan tindak lanjut lebih lanjut sesuai ketentuan yang berlaku.


13Inforgrafis verifikasi tindak lanjut tugas dan peran pengawas OSN


14Penutup Buku Saku Pengawas OSN Tahun 2026 ini diterbitkan oleh Tim Kerja Sains, Riset, dan Olahraga Pusat Prestasi Nasional, Sekretariat Jenderal Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah sebagai pedoman dan acuan bagi seluruh pengawas dalam melaksanakan tugas pengawasan secara baik, tertib, dan sesuai ketentuan yang berlaku. Buku saku ini disusun untuk memberikan pemahaman yang seragam mengenai mekanisme pengawasan, kode etik, tugas, serta tanggung jawab pengawas dalam menjaga integritas pelaksanaan OSN. Dengan adanya pedoman ini, diharapkan seluruh pengawas dapat menjalankan perannya secara profesional, objektif, dan bertanggung jawab sehingga pelaksanaan OSN Tahun 2026 dapat berlangsung secara jujur, adil, transparan, dan berkualitas.Informasi lebih lanjut mengenai pelaksanaan Olimpiade Sains Nasional (OSN) dan berbagai informasi terkait pembinaan talenta dapat diperoleh melalui media sosial Instagram resmi Pusat Prestasi Nasional pada Instagram @puspresnas serta lamanresmi Pusat Prestasi Nasional. Seluruh informasi resmi, pengumuman, jadwal, dan pembaruan pelaksanaan OSN akan disampaikan secara berkala melalui kanal tersebut, sehingga peserta, pengawas, satuan pendidikan, dan masyarakat diharapkan dapat memantau informasi secara aktif untuk memperoleh informasi yang akurat dan terpercaya.Terima kasih.“Pegawas bukan hanya sekedar mengawasi, tetapi menjaga marwah kompetisi”


15


Click to View FlipBook Version