siapa pun ke suasana kebatinan awang-uwung itu mendadak Ramadan Sinta kehausan. Rama memohon adiknya mencari air.Lesmana pergi. Tetapi, lho, kok ndak balik-balik. Sinta malahmendengar adik ipar kesayangannya itu berteriak kesakitan darikejauhan. Segera ia gamit suaminya tergopoh-gopoh menyusulLesmana yang menderita.Padahal, jan-jane, yang berteriak itu raksasa. Namanya Raktani. Iabengak-bengok bukan lantaran Belanda mengganyang Spanyol 5-1 diPiala Dunia. Ia terpanah Lesmana! Bangkai Raktani menjelma burungJambawati, tetapi akhirnya tetap kembali tewas. Aih, rintangan telahmati. Lesmana melanjutkan perjalanan hingga menjumpai dua telagayang berdekatan.Putra Raja Ayodya dan Dewi Sumitra ini tanggap. Ia mengingatpesan dukun yang tak terpakai dalam Pilpres 2014 itu. “Bila bertemudua telaga kembar berdekatan, ambillah yang airnya keruh dengantiga ruas bambu,” kata tokoh spiritual itu.Sementara itu, putra Raja Ayodya dan Dewi Sukasalya, RamaWijaya, kepergok telaga yang airnya bening. Saking hausnya sepertikehausan Van Persie akan gol dalam Piala Dunia, Rama dan Sintasegera meminumnya. Lesmana kebetulan lewat situ. Ia akan pulang.Malang, ia telat melarang kedua kakaknya minum air telaga yang satuini. Air bening sudah kadung mereka teguk dan sak kal79 badankeduanya jadi munyuk.Telaga yang airnya jernih itu disebut telaga Sumala, sama dengannama umumnya di pedalangan. Telaga yang airnya keruh disebut TanMala, yang dalam pedalangan umumnya disebut Nirmala.~243~
Akhir-akhir ini, makin banyak gerakan menolak lupa80. Semogamereka juga tak pernah lupa bahwa sebetulnya parpol-parpol takpernah mengikat janji. Jangan lupa, di dunia ini yang pernah mengikatjanji cuma Galih dan Ratna dalam Gita Cinta dari SMA. Andai adapun pengikat janji yang lain, tetap saja itu bukan parpol. Itu Rama danSinta dalam Ramayana.Karena sudah mengikat janji, Rama dan Sinta tetap berkasihkasihan walau sudah dalam wujud monyet. Bahkan, karena sudahbermental munyuk, keduanya tak mau repot-repot sembunyi kalau mausenggama. Mereka melakukannya di depan Lesmana, seperti Messimain bola di depan siapa pun. Spontan Lesmana menjerat keduanyadan menyirami mereka dengan air keruh dari bumbung bambunya. Eh,Rama dan Sinta balik ke wujud semula. Happy? Belum.Air mata bisa dihapus, tetapi rekam jejak susah dihapus. Sejarahpersetubuhan mereka ketika dalam wujud kera masih tertoreh. Sintamelahirkan sebutir manikam. Batu manik itu dibungkus daun kemumuoleh Rama. Rama, titisan Wisnu, memasrahkannya kepada dewaangin, Batara Bayu. Di tangan Bayu, cucu Prabu Dasarata dariAyodya itu menjelma kera putih yang kelak kondang bernamaHanuman.“Saktian Hanuman apa aku?” Tiba-tiba Julio Cesar bertanya kepadaPragota. Pragota kaget, kok, sang penguasa Romawi ini tiba-tibabertanya kepada dirinya, diri yang dikenal sebagai Dursasana-nyaKerajaan Mandura? Mereka lalu ngobrol lama. Mungkin, pikirPragota, karena kekasih gelap Cleopatra ini suka pada gayanyayang selalu riang, selalu cekakakan persis Dursasana.~244~
“Saktian mana, aku apa Hanuman?” penguasa tangguh dunia itukembali bertanya.Pragota, hulu balang Prabu Baladewa, seperti biasa cumamenjawab pertanyaan Romawi I dengan cekakakan.“Hahaha, aduh, hahaha, Cak Julio. Sampeyan ini, aduh, kekuasaansampeyan sudah mencakup Samudra Atlantis. Hahaha. Britania sudahampun-ampunan. Hahaha. Apa masih ada yang cicir belum dikuasai?Hahaha. Kok, masih takut kalah sakti dari Hanuman? Hahaha.”“Aku takut kalah sakti dari Hanuman? Hah? Aku penguasa dunia?”“Hahaha. Betul. Malah soal perwaktuan dunia, kamu jugagenggam. Karena kamulah, sejak 1 Januari 1945 Sebelum Masehikita pakai kalender matahari. Setiap empat tahun ada tahun kabisat,ada 366 hari.”“Hah? Tapi, Hanuman lebih digdaya. Dia bukan saja menetapkankalender. Dia pernah menghapus kalender dengan menelan matahari.Waktu itu dia sedang mumet mencari siapa ayah kandungnya. ApakahRama, Guru, atau Bayu. Karena semesta jadi gelap, matahari itudi-lepeh-nya81 kembali. Kalau Hanuman ndak me-lepeh matahari.Dunia akan tamat. Aku jangankan bikin kalender, jadi kiper Brasilsaja mungkin tidak.”“Hahaha. Jangan merendah. Kamu cuma kiper. Bukan. Kamukekasih gelap Cleopatra. Iya. kan?”“Bukan. Kenapa kamu ngebet banget bahwa aku haruslah JuliusCaesar. Pragota, kamu pengin ketemu Julius Caesar?”“Iya. Karena Mas Budiono, ilustrator Wayang Durangpo Jawa Pos~245~
meraih penghargaan ilustrasi se-Asia Pasifik. Hadiahnya jalan-jalanke Roma. Sekarang dianya juga sedang di sana. Aku pengin nyusul,pengin ketemu Julius Caesar.”“Aku bukan Julius Caesar! Aku Julio Cesar, kiper Brasil!”(*)79 Seketika.—peny.80 Gerakan ini memberikan perhatian pada kasus-kasus pelanggaran HAM pada masa lalu yang tidakboleh diabaikan.—peny.81 Dimuntahkan.—peny.~246~
~247~
SModeratorSyahwatipanyol sudah minggir dari Piala Dunia alias Pildun. Garagaranya? Ya, Belanda dan Chili itu. Spanyol kalah. Bangsayang pernah bikin keok suku Aztec dan suku Maya itusekarang tinggal menjadi penonton Pildun. Tak ubahnyaponokawan Limbuk.Nduk Pilpres kali ini Limbuk sudah terpelanting dari Grup D alias“Grup Neraka” yang para pesaingnya sekuat tim Uruguay dan Italia.Ia akhirnya harus puas sekadar jadi tukang sorak-sorak di pinggirlapangan.Akan tetapi, walau cuma nyoraki orang-orang akil balig bercelanapendek nggodak-nggodak82 bola, Limbuk juga tetap kritis. Apa sajadia komentari. Capres yang satu disebutnya mirip tim Jejere Kaumanalias Jerman, negara yang pernah dirundung kasus HAM saat Hitlerberkuasa. Capres satunya dinilainya mirip tim Parto Tegal aliasPortugal, negara yang banyak masalah termasuk masalah pajakScolari.Ada lagi. “Debat capres ini, kok, cuma gonta-ganti moderatornya.Capresnya itu lagi, itu lagi. Duh!” protesnya kepada Cangik.Tak ternyana-nyana, unek-unek Limbuk yang disebarkan olehemaknya itu sampai juga kepada KPO, Komisi Pemilihan OraUmum. Selain moderatornya gonta-ganti, capres juga gonta-gontidalam debat capres Negeri Astina. Tontonan jadi segar seperti dawet~248~
ayu.KPO juga menampung aspirasi agar istilah “presiden” diganti“senapati” sehingga capres jadi capati. Pun KPO menampungaspirasi agar moderator ndak cuma wong lanaaaaaang terus. Kaliini moderatornya seorang psikolog yang gaya, dandanan dan tuturkatanya mirip-mirip artis Syahrini. Namanya Syahwati.Pengantar ngalor-ngidul sudah diberikan. Giliran sang psikolog,Dr. Syahwati, bertanya, “Aaaaaah. Jadi, menurut Annnda. Bagaimanaagar Negeri Astina ini. Mmm ... menjadi cetar membahana badai ....Ulala .... Ulala?”Capati Prabu Sosrowindu menjawab bahwa untuk mencapaiimpian Negeri Astina yang ‘ulala ... ulala ...’ tak ada jalan lainkecuali bahwa dia sendirilah yang mesti jadi senapati pihak Kurawadi Astina, menghadapi Pandawa.“Ulalaaa. Jaddddddiii, mmm, Anda yakin sekali kalau Andaterpilih sebagai senapati, maka Anda akan bilang kepada Pandawausir cantik husss husss sanaaa.”“Ya, saya ndak akan bilang persis gaya Syahrini, tapi Pandawaakan bertekuk lutut,” tandas Capati Prabu Sosrowindu. “Tapi, adasyaratnya. Dan, syarat itu cuma satu.”“Apppaaakaaah itttuuuuuu. Aaaaaakh?”“Syarat itu adalah Prabu Duryudana selaku pemimpin Astina harusmengizinkan saya menyingkirkan lebih dahulu Prabu Baladewa, RajaMandura!”“Ooooooh. Aaaaaakh,” desah moderator Syahwati membuat~249~
penonton televisi se-Astina mumet. Ia langsung melempar pertanyaanke Capati Sengkuni, “Lallluuu, mmm. Bagaimmmannna denganpendapat Anda, Bapaaak?”“Saya tidak setuju!”“Alllaaasaaannyaaa?” Kini Syawati sembari mengelus-elus dadaSengkuni.Sengkuni merem-melek. Tokoh yang menurut Anas Urbaningrumbanyak bertebaran di Nusantara itu menjawab, “Alasan saya, PrabuBaladewa walau tampak netral, tampak ke Pandawa oke ke Kurawaoke, sejatinya lebih condong kepada Kurawa. Ingat, Prabu Baladewadan Prabu Duryudana itu sama-sama beristri putri Prabu Salya.Hitung-hitungannya masih kakak beradik. Bahkan, Adipati Karnayang juga beristri putri raja Mandaraka itu pun berada di pihakKurawa.”“Ulala. To the point, kesimpulannya ….” Syahwati sudah makinmenggelayut ke pundak capres Sengkuni.“Kesimpulannya, ya itu: Saya tidak setuju kalau pendatang sepertiPrabu Sosrowindu dipilih rakyat untuk menjadi Senapati Kurawa!”Terjadi perkembangan baru. Masyarakat kesengsem gaya Dr.Syahwati yang berdagu belah dan berambut terurai panjang menjadimoderator. Mereka tak mau moderator debat capres di-gonta-ganti.Mereka maunya Syahwati moderator seumur hidup. Dalam debatdebat berikutnya, yang perlu di-gonta-ganti cukup capres ataucapatinya saja.“Ulala. Ini ada capati baru lagi. Mmm. bagaimana menurut Anda~250~
wahai Pandita tua-tua keladi yang juga mahaguru KampusSokalima?”Sudah tentu capati yang dimaksud moderator adalah PanditaDurna. Jawabnya, “Saya harus jujur, walau di sini saya jugamencalonkan diri sebagai senapati, saya mendukung program-progamPrabu Sosrowindu. Pertama, Sosrowindu ini murid saya sendiri.Kedua, Prabu Baladewa yang netral, tetapi kata banyak orang lebihberpihak Kurawa, sebenarnya hatinya ada di Pandawa.”“Woooooow. Ulala. Iyakah?”Tanpa ditanya oleh moderator, Capati Adipati Karna lantangmenukas, “Saya pun sebagai sesama capati mendukung programprogram Sosrowindu! Tapi, dengan satu syarat, kalau nanti setelahbertatapan langsung dengan Prabu Baladewa ternyata Sosrowindumiris, kita mesti gempur si Sosrowindu ini sampai berkalang tanah!”Dari mimbar Capati Pandita Durna, bagai harimau lapar,moderator Syahwati pelan berjalan menuju mimbar Capati AdipatiKarna. Matanya terus tak lepas dari adipati di Awangga itu.“Hai, Tampaaan,” desah Syahwati setelah hidungnya tepatberhadap-hadapan dengan hidung Adipati Karna. “Anda ini mmmambigu yaaakh. Jadi, sebetulnya Anda ini mmm menginginkan PrabuSosrowindu naik jadi senapati atau menginginkannya mati. Matikalau tidak di tangan senjata Alugara dan Nenggala Prabu Baladewa,ya di tangan senjata Anda sendiri, senjata Kunta, iyakah?”Berhasil sudah Prabu Sosrowindu yang ayahnya, Kangsa Dewa, duluditaklukkan Baladewa. Kakak Kresna itu tersingkir dan ditahan.~251~
Rakyat memilih Sosrowindu yang bersenjata sakti KemlandinganPutih sebagai Senapati Astina. Programnya sebelum menaklukkanPandawa adalah menaklukkan penasihatnya, Kresna. Sayang, Kresnayang diburunya itu sedang bertapa. Sukma Kresna sudah melanglangkahyangan. Yang tinggal di gunung itu cuma raganya, pakaiannya dansenjata Cakra.Sosrowindu mengambil pakaian Raja Dwarawati itu dan Cakranya lalu menyamar sebagai Kresna. Pandawa dapat dibujuk olehnyauntuk takluk kepada Kurawa. Raga Kresna asli di pertapaan taktinggal diam. Raga itu berubah menjadi macan merah-putih danmembuntuti Pandawa yang akan sungkem kepada Kurawa.Syahdan seturun dari kahyangan, sukma Kresna bingung mencariraganya. Atas bantuan suku Aztec dan Maya, serta Gathak danGathuk, Kresna disulap bertubuh pandita. Namanya Sukma Lelana.Tergopoh-gopohlah ia bersama prajurit Dwarawati menyusulPandawa ke Astina. Di alun-alun, Pandita Sukma Lelana dihadangPandita Durna.Rohaniwan berhadapan dengan rohaniwan. Prajurit berhadapandengan prajurit. Itulah situasi pasca-terpilihnya Sosrowindu sebagaisenapati. Kedua pihak, termasuk sang macan, saling menghardik,“Usir cantik ... husss husss sanaaa ....”(*)82 Mengejar-ngejar.—peny.~252~
~253~
WTragediBuah Apelalau Komisi Penyiaran Indonesia tak menghendakilagi acara-acara hipnotis kecuali untuk programkesehatan, kegiatan sejenis gendam itu masih terusberjaya. “Kalau bukan acara televisi, kan, tidak apaapa,” kilah juru hipnotis yang baru saja menghipnotis seorang lelakitua. Potongan yang baru dihipnotisnya mirip gelandangan rindukekasih.Lelaki gelandangan yang baru dihipnotis di ujung trotoar ituberkomat-kamit. Ia menujum adanya peperangan. Celometnya, perangKorea Selatan dan Korea Utara tak lama lagi bakal pecah. Negeriginseng akan dipanglimai oleh Song Hye Kyo. Ini sesuai idamanwong lanang se-Nusantara.Bintang yang dilejitkan oleh film Full House itu, yang rahangnyagabungan antara Agnes Monica dan Gong Li, dianggap cocok.Karakternya pas untuk menghadang Korea Utara, negeri pimpinananak muda yang tegas dan agak-agak ngawur, Kim Jong-un.“Pas, sih, pas. Rahangnya cantik walaupun keras menunjukkanketeguhan jiwa. Tapi, bagaimana kalau anjing-anjing Korea Utara itutak gentar pada keras rahangnya? Bagaimana kalau Song Hye Kyodicabik-cabik, diprail-prail oleh anjing-anjing seperti waktu KimJong-un melepas 120 anjing buas dan kelaparan untuk mengeksekusimati pamannya sendiri?” Gathuk penasaran kepada kakak kembarnya,Gathak.~254~
Gathak tenang. “Hmmm. Begini, Thuk,” ujarnya pelan. “Pertama,kabar tentang eksekusi mati Jang Song Thaek belum tentu benar. Biladesas-desus itu benar pun, jangan khawatir, Korea Selatan akanberoleh uluran tangan dari negara Ragastina,” jawab Gathak.Kebetulan, menurut Gathak, raja Ragastina, Prabu Garjendramuka,sedang kesengsem pada Betari Reguwati, putri Sang Hyang Siwa diKahyangan Sela Gumilang. Siwa menampik mentah-mentah sehinggamembuat Sang Garjendramuka ... “Lebih murka daripada ngamuknyapendukung capres kalau capres-nya di-ilikithik ...?” potong Gathuk.“Betul, Thuk. Tapi, itu kalau wayang pakem. Maklumlah, PrabuGarjendramuka yang berkepala gajah saktinya memang luar biasa.Cocok seperti yang dibilang lembaga-lembaga survei. Ia bersamapasukannya yang didedengkoti Patih Watu Gajah dan panglima Liman(Gajah) Benawi sukses merebut Betari Reguwati. Itu kalau wayangpakem. Tapi, ini bukan wayang pakem, Thuk. Ini wayang Dur ...?”“Angpow!”“Betul, Thuk. Ini wayang ‘Durangpow’. Jalan ceritanya bergantungpada yang ngasih angpow. Heuheuheu.” Menurut Gathak yang telahdiangpowi oleh ponokawan Bagong, Prabu Garjendramuka yangmempunyai mata ketiga seperti Siwa itu akhirnya melampiaskanhasratnya untuk Betari Reguwati, kepada Song Hye Kyo. Kebetulankecantikannya serupa.“Jadi, Korea Selatan akan dibantu siang-malam oleh KerajaanRagastina, kerajaan yang akrab kita panggil Negeri Paman Ragas,kerajaan adikuasa yang memiliki senjata nuklir dan film-filmnya telahlama membanjiri Nusantara,” jelas Gathak.~255~
Sejatinya ini bukan “Wayang Durangpow” yang lakonnya bergantungpada pemberi angpow, melainkan “Wayang Durangpo”, singkatandari wayang nglin-DUR bAreNG POnokawan.Dalam “Wayang Durangpo”, boleh saja ketika perang KoreaSelatan-Korea Utara tak lama lagi nanti Negeri Paman Ragas dansekutunya akan membantu Korea Selatan. Rakyat dunia pun mungkinakan mendukung Korea Selatan. Ingat, selama dua dasawarsa terakhirorang-orang sejagad sudah direkayasa untuk terhipnotis wajah SongHye Kyo yang kecantikannya konon mengalahkan Scarlett Johansson,Megan Fox, dan Jessica Alba.Akan tetapi, menurut gelandangan rindu kekasih di ujung trotoaritu, Korea Utara juga tak bakal sendirian. Pyongyang akan dibantuoleh Negeri Tirai Bambu alias Kerajaan Kistina dan Negeri BeruangMerah alias Kerajaan Gilingwesi. Raja Kistina, Prabu Drata, danRaja Gilingwesi, Prabu Kala Pracona, tak akan berpangku tanganmenyaksikan Korea Utara digempur oleh Korea Selatan denganbantuan Paman Ragas dan sekutunya.“Itulah Perang Asia Timur sebentar lagi. Panasnya sampai keNusantara,” tandas gelandangan rindu kekasih berulang-ulang diujung trotoar.Dalam Perang Asia Timur yang imbasnya nanti ke Perang Laut CinaSelatan, ketika Kerajaan Kistina pimpinan Prabu Drata akanmengklaim pulau-pulau Natuna, sebaiknya Nusantara harus memihaksiapa?Dari rembukannya dengan Gathak dan Gathuk, Bagong~256~
menyimpulkan bahwa Nusantara harus berpihak kepada dirinyasendiri. Dan, salah satu cara untuk itu adalah mengangkat PrabuAnom Pringgandani alias Raden Gatutkaca sebagai panglima.Masalahnya, siapa yang harus didapuk menjadi putra kebanggaanBima itu?Gathuk usul, yang paling pas buat menjadi Raden Gatutkaca adalahLuis Alberto Suarez, pemain Uruguay yang pernah dicap kanibal dariAjax Amsterdam. Hah? Bagong dan Gathak kaget. “Kenapa?”Bagong dan Gathak kompak.“Kenapa Suarez?” kata Gathuk mencoba sabar. “Karena, menurutPak Semar, kalau kita mengagumi seseorang, kita juga harus legawamemaklumi kelemahan-kelemahannya. Kelemahan Raden Gatutkacaitu suka menggigit orang. Ingat, Ditya Kala Sekipu utusan Prabu KalaPracona ketika mau mengobrak-abrik kahyangan gara-gara cintanyaditampik oleh Dewi Gagar Mayang dan Dewi Supraba? Hajingan inidigigit oleh Raden Gatutkaca! Nah, untuk didapuk jadi RadenGatutkaca alias Jabang Tutuka ini adakah kita punya pilihan selainSuarez?”Bagong dan Gathak langsung membayangkan betapa serunyaPerang Asia Timur sebentar lagi bila negeri Paman Ragas mengirimMike Tyson yang juga gemar menggigit. Song Hye Kyo yang akandigigit oleh 120 anjing buas dari Pyongyang, akan dibantu oleh gigigigi Mike Tyson. Dan, bila kecamuk perang akan sampai keNusantara, semua akan berhadapan dengan Raden Gatutkaca yangdiperankan bintang dunia dengan gigitan terkenalnya pada GiorgioChiellini, Otman Bakkal, dan Branislav Ivanovic.83Lewatlah pada hari pertama puasa itu arwah Steve Jobs, pendiri~257~
Apple. Suaranya menggema, “Sudahlah, jangan kalian meledek orangyang sudah mendapat hukuman. Hukuman FIFA kepada Suarez sudahberat. Hukumanku sendiri kepada Suarez juga sudah sangat berat.Dulu sekali, waktu mendirikan Apple, aku sudah meramalkan bakalada makhluk bernama Suarez yang suka menggigit. Maka, logo buahapel dari Kota Batu pun sudah aku bikin krowak.”(*)83 Ini adalah nama-nama pemain sepak bola yang pernah digigit oleh Luis Alberto Suarez ketikapertandingan tengah dimainkan.—peny.~258~
~259~
AKresna LanjutRamabdi kembar Gathak-Gathuk sudah setahunan menjadiguru Matematika sekolah dasar. Penampilan mereka jadiagak matematis. Lengan bajunya panjang. Rambutnyabelah pinggir dikasih minyak. Tetapi, itu blas ndakmengurangi adat mereka yang biasa celelekan.Menjelang Pilpres 9 Juli yang cuma diikuti dua capres ini,pertanyaan murid-muridnya semakin aneh-aneh. Biasanya merekabertanya, angka 1 dan angka 2 besaran mana. Gathak akan menjawab,“O, itu bergantung yang menulis, Le. Kalau yang menulis angka 1hatinya lagi senang, tempatnya juga jembar, ukurannya bisa setinggiTugu Pahlawan.”“Kalau yang melukis angka 2 hatinya juga gembira, Pak Guruku?Melukisnya juga di Bandara Juanda, Pak Guruku?”“Nah, bagus, Le. Kalau begitu angka 2 bisa lebih besar daripadaangka 1, malah bisa sepanjang landasan yang jauuuuuuh lebih besardaripada kepalamu,” banyol Gathuk.Seluruh murid cekikikan sambil bernyanyi riang. PelajaranMatematika berlangsung sangat membahagiakan.Sekitar itulah kaprahnya pertanyaan murid-murid dalam pelajaranyang biasanya lebih bikin merinding daripada sundel bolong ini. Adakalanya murid berperkara, “Kenapa dalam skuad Prancis HugoLloris nomor punggungnya 1, Pak Guruku?”~260~
“Hmmm .... Karena kiper dari Tottenham Hotspur itu tipe suamiyang setia. Istrinya cuma 1. Bapakmu istrinya berapa, Le?” Gathakbalik berperkara.“Hah? Istri itu apa, Pak Guruku?”“Hmmm. Istri itu perempuan dewasa yang ada di rumah, Le.”“O, gitu, Pak Guruku. Berarti bapak saya tidak setia, Pak Guruku.Istrinya dua, ibu saya dan pembantu saya, horeee.”“Eh, Pak Gurunya, Pak Gurunya!” Murid yang lain nyambar,“Berarti orang Bayern Munchen84 yang bek Jerman, Jerome Boateng,itu pembantunya 19, nomor punggungnya 20, ya, Pak Gurunya?”Gathuk pura-pura ndak dengar. “Anak-anak,” tukasnya, “yangpenting, dalam permainan bola ini kalian semua harus punyapunggung. Maka, sundel bolong nggak pernah ikut Piala Dunia.”“Sebetulnya bisa, Pak Guru Kami,” timpal murid perempuan yangberkacamata Elvis Presley. “Asal sundel bolong itu memang jagoanmain bola. Kalau IPK bolanya 4, tapi nggak boleh turun lapangancuma gara-gara punggungnya bolong, itu melanggar HAM, Pak GuruKami.”“Lha, tapi, nomor punggungnya ditaruh di mana, Nduk?” Gathakpenasaran.“Ya, punggungnya ndak usah dikasih nomor, Pak Guru Kami. Kan,sudah bolong. Nomornya ya 0 itu, bolong seperti kue bolu. Haaa. PakGuru Kami ini, kok, bodoh, sih, hehehe.”Gathak dan Gathuk garuk-garuk kepala. Lebih mumet lagi pasmenjelang Pilpres 9 Juli ada yang bertanya, “Pak Guru Kita Semua, 1~261~
dan 2 baikan mana? Indahan mana?”Lebih besar atau lebih kecil punya ukuran. Jelas. Lha nek lebihbaik atau lebih buruk ukurannya mulai ndak jelas. Apalagi, kalausudah soal indah dan tidak. Waduh. Anga’ hooo ....“Anak-anak, sekarang bubar. Kalian pulang semua. Besok janganlupa, semua bawa buku gambar, krayon, dan lain-lain. Salam untukbapak-ibumu kalau masih ada.” Pak Guru Kita Semua mengakhirikelas.Esoknya pelajaran Matematika berubah. Meja murid-murid menjadiserakan kertas warna-warni karena dikeliri gambar-gambar wayang.Sambil menguping Pak Guru Kita Semua mendalang, masing-masingbebas menggambar tokoh-tokoh yang diceritakan. Gambarnya punmerdeka, bergantung imajinasi masing-masing, tak harus persiswayang kulit.Alkisah, Pak Guru Kita Semua melanjutkan sastra tuturnya, keraSugriwa sebagai utusan Prabu Rama mendatangi Pandawa. Perlunemelamar Dewi Drupadi. Pernikahan Drupadi dengan Rama diyakinibisa menyembuhkan istri Rama, Dewi Sinta, yang sedang sakit. Diluar dugaan, pemimpin Pandawa, Yudistira, yang terkenal nyah nyohdan ikhlas karena berdarah putih itu oke. Istrinya, Dewi Drupadi,dimasukkan kendaga. Sugriwa pun pamit.Akan tetapi, Bima mengejar Raja Gua Kiskenda itu. Mereka jotosjotosan. Gebuk dan tendang. Tak ada yang juara. Cuma, anak Bima,Raden Gatutkaca, sukses merebut kendaga. Cepat-cepat ia haturkankoper klasik itu kepada Pakde Kresna. Kresna bersiasat. Ditukarnyaisi koper klasik. Dewi Drupadi out. Gatutkaca in. Kresna~262~
memasrahkan koper baheula itu pada Sadewa, salah satu bungsukembar Pandawa. “Pak Guruku, Sadewa boleh aku lukis sepertiHugo Lloris, kiper Prancis?” celetuk seorang murid. “Kalau sudahkebacut, ya sak karepmu. Aku rapopo,” jawab Gathak.Cerita Gathak dilanjutkan Gathuk. Sadewa keok. Prabu Sugriwayang terkenal tendangan mautnya berhasil menyangking kembalikendaga itu dan menyerahkannya kepada Rama. Rama tanggapsasmita. Adiknya, Raden Lesmana, dimintanya membuka “bagasi”mencurigakan itu dengan panah Mertijiwo. Wessssss. Thuiing!!!Panah mental, tetapi mental pula isinya terpelanting sampai kemarkas Pandawa di Amarta: Gatutkaca.Wah, tak terima Prabu Anom Pringgondani dilontar-martilkanbegitu Pandawa sa’ Kresna dan batalionnya melabrak Rama yangsedang bermukim di Keraton Pancawati. Tak usah digambarkanpertempuran Bima, Arjuna melawan Sugriwa, Hanuman, dan lainlain. Murid-murid di kelas sudah menggambarnya di kertasnyamasing-masing, malah lebih seru dibanding dar-der-dor dalam filmTransformers: Age of Extinction.To the point saja pada duel sesama bos. Rama menggempurKresna. Kresna yang baru saja berguru kepada Begawan Padmanabadi Gunung Giripura tak bisa diremeh-temehkan. Apalagi, BegawanPadmanaba telah manunggal kepada Kresna dan menganugerahinyapusaka pamungkas Cakrabaskara. Cakrabaskara sama bandel danturbonya dengan pusaka andalan Rama, Guawijaya.Wah, tak ada yang unggul dari pertandingan Grup Neraka itu. Ndakado yang lebih besar. Ndak onok yang lebih baik. Keduanya so so sosaja. “Lha kalau so so, terus, piye, dong, Pak Guru Kita Semua, masa~263~
perang, kok, Podhojoyonyo. Tidak ada yang Mogobothongo?”“Ya, sudah. Ending-nya bikin sendiri di kertas gambar kalianmasing-masing,” jelas Pak Guru Kita Semua. Pak guru itu, Gathakdan Gathuk, mengintip ada murid yang merampungkan cerita denganmelukis manunggalnya Rama ke dalam Kresna. Wah, ini sesuaipakem wayang dalam lakon Rama Nitis, lakon yang menandaiberakhirnya era kekuasaan Ramayana masuk ke era baru kekuasaanMahabharata. Wisnu dalam Rama menitis pada Kresna. Itugambaran Bagong, murid yang tadi nyerocos soal PodhojoyonyoMogobothongo ....(*)84 Klub sepak bola Liga Jerman.—peny.~264~
~265~
NDewi Margin Errorwatigabuburit hitungannya menit atau maksimal jam. Tetapi,menunggu hasil pengumuman resmi KPU soal pilpresyang sampai 22 Juli 2014 itu hitungannya hari, lho.Berhari-hari. Masih 9 hari lagi dari sekarang.Menantikan detik-detik buka puasa paling banyak tak lebih dari 2jam. Kita bisa move on dari rasa lapar dengan macam-macamkesibukan. Usia, minat, dan adat-istiadat menentukan keragaman itu.Kalau Situ sudah masuk usia pensiunan, tetapi mengisi ngabuburitdengan main-main kelereng apalagi sampai pakai gegeran, pastimasyarakat terheran-heran. Mereka akan lebih heran dibanding saatmenyaksikan kelakuan lembaga-lembaga survei pembuat quick count.Lain lembaga survei, lain kelakuan Durganetri. Ia menuntut paradewa mengabulkan permintaannya, yaitu taman yang eloknya tanpaumpama. Namanya Swargo Tundho Songo. Wah, diadakanlah sidangmaraton para dewa di Kahyangan Jonggiringsaloka. Batara Gurulangsung memimpinnya sendiri. Penuntut dipersilakan bersabar danmenunggunya di depan Swarga Pangrantunan.Durganetri pun sabar dan tak cuma sabar. Sambil menunggu, iaiseng sendiri membuat taman-tamanan yang kelak dinamai TamanMaerokoco.Duh, sampeyan kabeh para pendukung Mas Prabowo dan MasJokowi mbok kayak Durganetri gitu. Sambil menunggu keputusanKPU soal suara pilpres termunjung, iseng-isenglah bikin taman dimana-mana. Pasti bukan cuma Bu Risma Walkot Surabaya yang~266~
riang-gembira bagaikan soda. Lha, siapa tak suka taman, hayo? Didunia ini ada orang yang tak suka Mas Prabowo. Ada orang yang taksuka Mas Jokowi. Tetapi, tak ada orang yang tak suka taman, kan?“Lho, jangan menyalahkan para pendukung capres, Thak!” kataGathuk ke kakak kembarannya, Gathak. “Masyarakat malah sudahmengambil suri teladan dari kelakuan Durganetri.”“Kok bisa?”“Bisa! Durganetri menuntut taman. Sambil menunggu taman, iabikin taman. Nah, pendukung capres menuntut dukungannya jadipresiden. Sambil menunggu dukungannya jadi presiden, merekabikinlah presiden versi mereka nafsi-nafsi to.”Hmmm. Sidang para dewa itu, kok, lama banget, ya? Tetapi, tenang,ada kabar gembira! Taman Swargo Tundho Songo sekarang adaekstraknya, lho, yaitu Taman Maerokoco. Saking lamanya menunggusidang para dewa, Dewi Durganetri sampai merampungkan tuntasiseng-isengnya membuat taman itu.Duh, ke mana pun mata menyapu tampak kembang kana, anyelir,anggrek hitam, dan seluruh jenis bunga di Nusantara. Ada pulaberingin kembar putih dan jati malela, jati dengan daun-daunnya yangmemutih. Sebelah selatan taman meriah dengan bebungaan warnawarni kesumba. Kalau gerimis datang, seluruh warna bunga mblobor,tetapi makin menambah keindahan. Begitu pula warna-warni angsa,kadang mblobor di telinga. Duh, tampak dari langit, taman berubahbak kertas lukisan cat air.Kupu-kupu di seluas taman berkumpul seakan mengikuti warna-~267~
warni koalisi partai di Nusantara. Kohesinya kuat dan kompak. Takada yang tertukar satu sama lain baik saat berhimpun terbang maupunsaat menclok memain-mainkan putik sari. O, Taman Maerokoco ....O, Dewi Durganetri ....Sambil masih menunggu sidang para dewa tentang dikabulkan atautidak tuntutannya, Durganetri berlarian di padang rumput. Ia berlaridengan gaun putihnya di sela-sela gazebo. Tiba-tiba ia teringatMadonna yang menjadi Evita Peron, Ibu Negara Argentina, dalamfilm tentang negara Lionel Messi itu. Durganetri pun menembang dipadang rumput. Ia tirukan gaya Madonna yang menyanyi di atasbalkon, tetapi syairnya dia pelesetkan setelah Tim Oranje kalah dariTim Tango.“Don’t cry for me. O, Walondoooooo ... the truuuth is I neeeverleeeft youuuuuu ....”Pada saat yang sama, nun di kejauhan palu sidang Jonggringsalokasudah diketuk. Swargo Tundho Songo tidak diizinkan oleh SangMahadewa, ya Batara Guru itu, untuk dimiliki Durganetri. Keputusanitu didasarkan pada usul para dewa yang sudah mempunyai lembagalembaga survei sendiri, seperti LSN (Lingkar Survei Narada), Isurca(Indra Survei Terpercaya), Brahmancuk (Brahma Nerawang Cumauntuk Kita).LSN dengan margin error 60 persen, artinya kesalahan bisamencapai 60 persen, mengatakan bahwa 160 persen rakyatKahyangan Suduk Pangudal-udal tak setuju Swargo Tundho Songodiserahkan kepada Durganetri. Hampir sama, bahkan lebih, Isurcadengan margin error 100 persen, tandas menyebut bahwa rakyatIndraloka 1000 persen tak setuju. Begitu pula Brahmancuk. Lembaga~268~
survei yang style-nya “69” ini, maksudnya margin error-nya 69persen, tegas mencatat bahwa 690 persen rakyat Daksinageni taksetuju taman surga ditukar-guling dengan Taman Maerokoco.Alasan sebagian besar rakyat kahyangan, asal usul Durganetri initak jelas. Ia bisa saja malihan dari Batari Durga, istri Batara Gurusendiri. Kalau itu terjadi gawat. Batari Durga adalah sifat buruk dariBatari Uma, sang istri Batara Guru. Rakyat kahyangan juga khawatirDurganetri tak lain adalah sukma Dewi Amba dari Negeri Kasi yangpunya dendam kesumat terhadap leluhur Astina, Resi Bisma. BaikBatari Durga maupun Amba yang mendapat dukungan dari panditasakti Rama Parasu, dua-duanya sama-sama mengerikan.Bumi gonjang-ganjing.Amuk!!! Amuk!!!Dewi Durganetri tak menyelesaikan lagu “Don’t Cry for Me”Argentina karangan Andrew Lloyd Webber. Ia mengamuk. Dewadewa tak ada yang mampu menandinginya. Sang Mahadewa punyasiasat. Ia perintahkan dewa keindahan Batara Indra membantingTaman Maerokoco ke muka bumi. Taman pun jatuh ke bumi. Kok,ndilalah tepat di negeri Cempala. Dewi Durganetri mengejarkesayangannya itu. Tetapi, eiiit, ada masalah. Sebagai bidadari yangmesti hidup di marcapada alias kahyangan, ia tak bisa masuk kearcapada, dunianya manusia.Lha, kok, kebetulan di negeri Cempala alias Pancala itu ada yangakan babaran. Permaisuri Prabu Drupada, Dewi Gandarini, sedangakan bersalin. Jadilah bayi itu avatar Durganetri, yang kelak bernamaSrikandi.~269~
Demikianlah, kisah Dewi Srikandi, satu-satunya calon penantangyang berani menghadapi legenda kesaktian Resi Bisma saatBharatayuda kelak. Demikianlah, kisah tentang Durganetri yangmenjadi avatar gara-gara Dewi Margin Erorwati survei kahyangan.Gathak dan Gathuk berpandangan. Mata keduanya seolah sedangjanjian bahwa besok mereka akan melanjutkan perjalanan .... Entahke mana ....(*)~270~
BukugrafiSujiwo TejoKelakar Madura buat Gus Dur (2001)Dalang Edan (2002)The Sax (2003)Ngawur Karena Benar (2012)Jiwo J#ncuk (2012)Lupa Endonesa (Bentang Pustaka, 2012)Republik #Jancukers (2012)Dalang Galau Ngetwit (2013)Kang Mbok (2013)Lupa Endonesa Deui (Bentang Pustaka, 2013)Rahvayana: Aku Lala Padamu (Bentang Pustaka, 2014)Rahvayana: Ada yang Tiada (Bentang Pustaka, 2015)Serat Tripama: Gugur Cinta di Maespati (Bentang Pustaka, 2016)~271~
~272~