The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by permadhi, 2023-07-18 17:11:13

Pedoman Penyelenggaraan PEMBATIK 2023

BLPT

Keywords: pedoman,penyelengaraan,pembatik,2023,blpt

ii DAFTAR ISI DAFTAR ISI..................................................................................II TIM PENYUSUN .......................................................................... III KATA PENGANTAR....................................................................... IV DAFTAR ISTILAH......................................................................... VI DAFTAR GAMBAR ..................................................................... VIII BAB 1 - PENDAHULUAN A. Latar Belakang........................................................................... 9 B. Dasar hukum ........................................................................... 12 C. Tujuan .................................................................................... 13 D. Sasaran .................................................................................. 14 E. Hasil yang Diharapkan .............................................................. 14 BAB 2 – PERENCANAAN A. Konsep Pembelajaran Berbasis TIK (PembaTIK)............................ 15 B. Perancangan............................................................................ 19 C. Kurikulum PembaTIK ................................................................ 21 BAB 3 – PELAKSANAAN PEMBATIK A. Jadwal Pelaksanaan .................................................................. 23 B. Persyaratan Peserta.................................................................. 25 C. Aktivitas Pembelajaran Tiap Level............................................... 26 D. Penganggaran.......................................................................... 32 BAB 4 – PEMANTAUAN, EVALUASI, DAN TINDAK LANJUT A. Pemantauan dan Evaluasi .......................................................... 33 B. Tindak Lanjut........................................................................... 35 DAFTAR PUSTAKA .......................................................................36 LAMPIRAN: KERANGKA KURIKULUM 4 LEVEL PEMBATIK................................ 37


iii TIM PENYUSUN Pengarah: Dr. M. Hasan Chabibie, S.T., M.Si. – Kepala Pusat Data dan Teknologi Informasi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Penanggung jawab Program: Wibowo Mukti - Kepala Balai Layanan Platform Teknologi Penyusun: Nur Malik Maulana Aiz Faizanti Widiatmoko Feriza Saputra Tim PembaTIK 2023 Penyelaras: Tuti Alawiyah - Ketua Kelompok Kerja BLPT 02 BLPT KEMENDIKBUDRISTEK Jl. RE Martadinata KM 15.5, Ciputat, Cipayung, Tangerang Selatan 15411 E-mail: [email protected]


iv KATA PENGANTAR Kebijakan Merdeka Belajar yang diluncurkan oleh Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi terinspirasi dari Ki Hajar Dewantara, bahwa tujuan dari Belajar adalah mencapai kemerdekaan dan kemandirian. Kebijakan Merdeka Belajar ini mendorong terciptanya suasana belajar yang bahagia tanpa dibebani dengan pencapaian nilai-nilai tertentu, sehingga mampu memerdekakan cara siswa dan guru dalam berpikir dan berkreasi. Salah satu langkah yang dilaksanakan adalah pembelajaran yang memanfaatkan teknologi. Pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran diperlukan untuk mengembangkan kemampuan berpikir tingkat tinggi, mengembangkan keterampilan dalam bidang TIK (ICT acquisition), serta untuk meningkatkan efektivitas, efisiensi dan kemenarikan proses pembelajaran. Oleh karena itu, guru dituntut memiliki kompetensi memanfaatkan TIK yang memadai sebagaimana dinyatakan pada Permendiknas Nomor 16 Tahun 2007 tentang Standar Kualifikasi Akademik dan Kompetensi Guru yang diaktualisasikan terutama untuk kepentingan pembelajaran (kompetensi pedagogik) dan untuk berkomunikasi dan mengembangkan diri (kompetensi profesional). Sejalan dengan hal itu, sejak tahun 2017 Pusdatin Kemendikbudristek mengembangkan program bimbingan teknis untuk peningkatan kompetensi TIK guru yang bertajuk PembaTIK (Pembelajaran berbasis TIK). Penyelenggaraan PembaTIK mengacu pada standar kompetensi TIK Guru dari UNESCO yang diselenggarakan berjenjang dalam 4 (empat) level, yaitu level 1: literasi, level 2: implementasi, level 3: kreasi, serta level 4: berbagi dan berkolaborasi. Pengembangan program PembaTIK dilakukan dinamis dan adaptif terhadap arah kebijakan prioritas Kemendikbudristek serta perkembangan teknologi untuk pembelajaran. Di tahun 2023, PembaTIK kembali diselenggarakan dengan tema “Menguatkan Ekosistem Digital Pendidikan dengan Berkarya dan Berbagi untuk Wujudkan Merdeka Belajar”. Melalui tema ini diharapkan peserta


v mampu meningkatkan kompetensi TIK dan berkontribusi melalui berbagai platform teknologi Kemendikbudristek, serta berkompetisi dalam menghasilkan karya terbaik sebagai penyelesaian tugas di setiap levelnya. Pada level 4: berbagi dan berkolaborasi, akan terpilih Sahabat Teknologi di setiap provinsi yang memiliki kesempatan mengikuti Seleksi Calon Duta Teknologi Tahun 2023. Selanjutnya, Sahabat Teknologi dan Duta Teknologi terpilih berperan sebagai mitra Kemendikbudristek dalam praktik baik pemanfaatan platform teknologi untuk keterlaksanaan Merdeka Belajar. Pedoman Penyelenggaraan PembaTIK 2023 ini disusun sebagai acuan pelaksanaan PembaTIK bagi semua pihak yang berkepentingan, sehingga dapat terlaksana dengan lebih optimal dan mencapai target yang telah ditetapkan. Mari kita bersama menjadi Jangkar Teknologi Pendidikan Indonesia. Selamat berpartisipasi dalam PembaTIK 2023. Jakarta, 10 April 2023 Kepala, Dr. M. Hasan Chabibie, S.T., M.Si NIP 198009132006041001


vi DAFTAR ISTILAH PembaTIK merupakan akronim dari Pembelajaran Berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi. PembaTIK merupakan ajang peningkatan kompetensi TIK yang disusun secara berjenjang mulai dari level 1 (literasi), level 2 (implementasi), level 3 (kreasi), dan level 4 (berbagi dan berkolaborasi) yang diselenggarakan melalui LMS. Merdeka Belajar adalah filosofi yang mendasari proses sekaligus tujuan jangka panjang pendidikan Indonesia, bukan semata-mata kebebasan tetapi juga kemampuan, keberdayaan, untuk mencapai kebahagiaan. Kurikulum Merdeka adalah kerangka kurikulum yang lebih fleksibel, sekaligus berfokus pada materi esensial dan pengembangan karakter dan kompetensi peserta didik. Karakteristik Kurikulum Merdeka ialah 1) pembelajaran berbasis projek untuk pengembangan soft skills dan karakter sesuai profil pelajar Pancasila, 2) fokus pada materi esensial untuk mencapai kompetensi dasar seperti literasi dan numerasi, dan 3) fleksibel bagi guru untuk melakukan pembelajaran terdiferensiasi sesuai dengan kemampuan peserta didik dan melakukan penyesuaian dengan konteks dan muatan lokal. Platform Merdeka Mengajar adalah platform untuk guru yang dikembangkan menjadi suatu platform yang bukan hanya materi dan konten kementerian, tapi benar-benar dimiliki guru, dari guru, untuk guru. Platform Merdeka Mengajar bertujuan untuk membantu para guru mengajar sesuai dengan kemampuan murid, menyediakan latihan untuk meningkatkan kompetensi, serta berkarya dan menginspirasi rekan sejawat. Rumah Belajar adalah portal pembelajaran resmi Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi yang diselenggarakan oleh Pusat Data dan Teknologi Informasi (Pusdatin) dh Pustekkom.


vii LMS adalah Learning Management System atau perangkat lunak yang dirancang untuk membuat, mendistribusikan, dan mengatur penyampaian materi pembelajaran. Duta Teknologi adalah guru yang berhasil menyelesaikan PembaTIK sampai dengan level 4, dan terpilih menjadi peserta terbaik di setiap Provinsi. Duta Teknologi bertugas mengimplementasikan praktik baik pemanfaatan platform teknologi dan menjadi inspirator praktik baik bagi pendidik lain serta melakukan upaya penyebaran dan peningkatan pemanfaatan platform teknologi untuk mendukung implementasi Kurikulum Merdeka di provinsi masing-masing. Duta Teknologi juga dapat menjadi mitra Dinas Pendidikan Provinsi masing-masing dalam rangka mendorong peningkatan pendayagunaan TIK untuk pembelajaran. Sahabat Teknologi adalah seluruh peserta PembaTIK yang berhasil menyelesaikan peningkatan kompetensi sampai dengan level 4, dan mengikuti ajang pemilihan Duta Teknologi. Sahabat Teknologi bersama dengan Duta Teknologi dapat menjadi mitra Dinas Pendidikan Provinsi masing-masing dalam rangka mendorong peningkatan pendayagunaan TIK untuk pembelajaran.


viii DAFTAR GAMBAR Gambar 1 Konsep Kompetensi Leveling dalam PembaTIK ................. 18 Gambar 2 Unsur Persiapan PembaTIK............................................ 19 Gambar 3 Unsur Terkait dan Peran Serta ....................................... 20 Gambar 4 Kompetensi dan Modul Level 1....................................... 21 Gambar 5 Kompetensi dan Modul Level 2....................................... 21 Gambar 6 Kompetensi dan Modul Level 3....................................... 22 Gambar 7 Kompetensi dan Modul Level 4....................................... 22 Gambar 8 Jadwal Proses Pelaksanaan PembaTIK 2023..................... 23 Gambar 9 Linimasa Pelaksanaan Empat Level PembaTIK.................. 25 Gambar 10 Alur Pendaftaran PembaTIK 2023 ................................... 26 Gambar 11 Aktivitas Pembelajaran Level 1....................................... 27 Gambar 12 Aktivitas Pembelajaran Level 2....................................... 28 Gambar 13 Aktivitas Pembelajaran Level 3....................................... 30 Gambar 14 Aktivitas Pembelajaran Level 4....................................... 32 Gambar 15 Indikator Keberhasilan PembaTIK 2023 .......................... 34


9 BAB 1 - PENDAHULUAN A.LATAR BELAKANG Kondisi pendidikan di Indonesia mengalami krisis yang telah berlangsung lama. Salah satu hasil studi internasional, yakni Programme for International Student Assessment (PISA), menunjukkan bahwa banyak siswa di Indonesia yang tidak mampu memahami bacaan sederhana atau menerapkan konsep matematika dasar. Kita semua sudah tahu bahwa Indonesia mengalami krisis pembelajaran. Ini sudah kita alami dalam 20 tahun terakhir, dalam angka tes PISA, yaitu tes internasional yang mengetes literasi, numerasi dan Sains, tidak ada peningkatan yang signifikan dalam 10-15 tahun terakhir dan 70% siswa usia 15 tahun kita ada dibawah kompetensi minimum untuk membaca dan untuk matematika. Ini makanya kita harus menyebut ini suatu krisis. Dan suatu krisis membutuhkan solusi-solusi yang luar biasa untuk bisa mengejar ketertinggalan kita" (Nadiem Anwar Makarim, Mendikbudristek) Pada masa pandemi COVID-19, kondisi krisis tersebut diperparah dengan terjadinya ketertinggalan pembelajaran (learning loss) dan meningkatnya kesenjangan pembelajaran. Untuk mengatasi kondisi tersebut, pemerintah Indonesia menyediakan dukungan antara lain dalam bentuk penyesuaian kurikulum pembelajaran serta peningkatan adaptasi teknologi, khususnya di bidang pendidikan, dimana teknologi memegang peranan penting dalam pelaksanaan kegiatan belajar mengajar secara daring di masa pandemi. Dalam hal penyesuaian kurikulum, pemerintah melakukan penyederhanaan kurikulum untuk memitigasi learning loss yang terjadi akibat pandemi. Satuan Pendidikan diberi kebebasan untuk memilih kurikulum sesuai dengan kemampuan Satuan Pendidikan. Penyesuaian kurikulum diawali dengan penyederhanaan Kurikulum 2013 yang disebut sebagai Kurikulum Darurat, kemudian dilanjutkan dengan pengembangan Kurikulum Merdeka. Kurikulum Merdeka dikembangkan sebagai kerangka kurikulum yang lebih


10 fleksibel, sekaligus berfokus pada materi esensial dan pengembangan karakter dan kompetensi peserta didik. Satuan pendidikan dapat mengimplementasikan Kurikulum Merdeka secara bertahap sesuai kesiapan masing-masing. Salah satu dukungan bagi Satuan Pendidikan dalam menerapkan Kurikulum Merdeka adalah melalui pemanfaatan platform teknologi yang diterbitkan oleh Kemendikbudristek. Pemanfaatan platform teknologi ini sejalan dengan arahan Presiden Jokowi untuk memanfaatkan teknologi yang dapat memecahkan keterbatasan akses, kualitas dan pemerataan pendidikan. Sehingga, kompetensi dalam memanfaatkan TIK ini menjadi syarat utama untuk dimiliki oleh guru. Berdasarkan Permendiknas Nomor 16 Tahun 2007 tentang Standar Kualifikasi dan Kompetensi Guru juga mengamanatkan kompetensi inti yang harus dimiliki guru antara lain memanfaatkan TIK untuk kepentingan penyelenggaraan kegiatan pengembangan yang mendidik serta memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi untuk berkomunikasi dan mengembangkan diri. Guru dituntut untuk memiliki kompetensi yang memadai untuk memanfaatkan teknologi, dalam hal ini khususnya pemanfaatan platform teknologi dalam bidang pendidikan, sehingga optimal dalam memfasilitasi pembelajaran di sekolah. Kemampuan pemanfaatan TIK diharapkan menjadi kesatuan dalam pembelajaran sehingga tercipta peserta didik yang lebih aktif dan mandiri. Salah satu indikator kualitas penyelenggaraan pendidikan dapat ditinjau dari kualitas SDM-nya, sehingga kompetensi TIK pendidik harus terus ditingkatkan. Berdasarkan Kerangka Kerja Kompetensi TIK untuk guru dalam dokumen ICT Competency Framework for Teachers (ICT CFT) versi 3.0 UNESCO, kompetensi TIK guru terbagi dalam tiga tingkat kemampuan, yaitu akuisisi pengetahuan/literasi, pendalaman pengetahuan, dan kreasi pengetahuan. Ketiga level tersebut dipetakan dalam enam aspek, yaitu: 1. Aspek Pemahaman TIK dalam Pendidikan; 2. Aspek Kurikulum dan Penilaian; 3.


11 Aspek Pedagogi; 4. Aspek Pemanfaatan Kompetensi Digital/TIK; 5. Aspek Organisasi dan Administrasi; dan 6. Aspek Pembelajaran Profesional Pendidik. Dalam upaya mendorong guru berinovasi dalam pemanfaatan teknologi untuk pembelajaran, Balai Layanan Platform Teknologi (BLPT) sebagai Unit Pelaksana Teknis (UPT) dari Pusat Data dan Teknologi Informasi (Pusdatin) Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) yang berperan dalam layanan pemanfaatan platform teknologi untuk pendidikan, menyelenggarakan program Pembelajaran Berbasis TIK (PembaTIK). Program PembaTIK diselenggarakan dalam bentuk pembimbingan teknis (Bimtek) dengan memanfaatkan platform teknologi. Tahapan pelaksanaan PembaTIK terbagi dalam empat level, yaitu level 1. Literasi; level 2. Implementasi; level 3. Kreasi TIK; dan level 4. Berbagi dan Berkolaborasi. Tahapan tersebut merupakan adaptasi kerangka kerja kompetensi TIK dari UNESCO sebagai standar peningkatan kompetensi TIK pendidik secara nasional, dengan menambah satu level lanjutan, yaitu kompetensi berbagi sebagai tindak lanjut dari hasil kreasi pengetahuan. Dengan adanya kompetensi berbagi, guru diharapkan tidak hanya mampu menerapkan pemanfaatan teknologi dalam kegiatan belajar dan mengajar, tetapi juga dalam berbagi karya inovasi dalam pembelajaran. Pada level 1, peserta PembaTIK belajar mandiri secara daring, lalu pada level 2 hingga level 4 peseta belajar mandiri dan mengikuti pembimbingan dari tutor/fasilitator, serta berbagi praktik baik pemanfaatan platform teknologi dalam pembelajaran. Setiap tahap diberlakukan seleksi dalam bentuk pengerjaan ujian untuk menentukan peserta yang lolos ke level selanjutnya. Peserta yang berhasil mengikuti PembaTIK sampai level 4 diharapkan dapat menjadi mitra Dinas Pendidikan di daerah masing-masing, dalam menggerakkan pemanfaatan platform teknologi untuk pembelajaran dan menjadi inspirator praktik baik. Selanjutnya, guru yang telah lolos level 4 dapat mengikuti ajang seleksi Duta Teknologi. Pada akhir program PembaTIK akan terpilih Duta Teknologi sebagai Jangkar Teknologi Pendidikan Indonesia yang mewakili provinsi masing-masing.


12 B. DASAR HUKUM 1. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional 2. Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 Tentang Guru dan Dosen 3. Peraturan Pemerintah Nomor 57 Tahun 2021 tentang Standar Nasional Pendidikan 4. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2017 tentang Perubahan atas Peraturan Pemerintah Nomor 74 Tahun 2008 tentang Guru 5. Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 16 Tahun 2009 tentang Jabatan Fungsional Guru 6. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 16 tahun 2007 tentang Standar Kualifikasi Akademik dan Kompetensi Guru 7. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 24 tahun 2012 tentang Pendidikan Jarak Jauh 8. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 21 tahun 2016 tentang Standar Isi Pendidikan Dasar Menengah 9. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan 22 Tahun 2016 tentang Standar Proses Pendidikan Dasar Menengah 10. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 23 Tahun 2016 tentang Standar Penilaian Pendidikan Dasar Menengah 11. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 22 Tahun 2020 tentang Rencana Strategis Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Tahun 2020 s.d 2024 12. Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia Nomor 28 Tahun 2021 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. 13. Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nomor 8 tahun 2022 tentang Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi; 14. Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia Nomor 49 Tahun 2022 Tentang Organisasi dan Tata Kerja Balai Layanan Platform Teknologi;


13 15. Keputusan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia Nomor 50/O/2022 tentang Rincian Tugas Unit Kerja Sekretariat Jenderal dan Pusat; 16. Keputusan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nomor 262/M/2022 tentang Perubahan atas Keputusan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nomor 56/M/2022 tentang Pedoman Penerapan Kurikulum dalam Rangka Pemulihan Pembelajaran; 17. Keputusan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia Nomor 456/O/2022 tentang Rincian Tugas Balai Layanan Platform Teknologi; 18. Keputusan Sekretaris Jenderal Kemendikbudristek nomor 10/M/2022 tentang Peta Jalan Pengelolaan Platform Digital di Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi; 19. DIPA Anggaran Pusat Data dan Teknologi Informasi (Pusdatin) Tahun 2023. C. TUJUAN Pedoman penyelenggaraan PembaTIK dimaksudkan sebagai acuan pelaksanaan bimbingan teknis (PembaTIK) tahun 2023 meliputi konsep, perancangan, pelaksanaan, pengendalian, hingga evaluasi dan tindak lanjut. Pedoman ini menjadi panduan bagi guru, tenaga kependidikan, pengelola pendidikan, dan penyelenggara PembaTIK dalam melaksanakan program peningkatan kompetensi guru dalam format PembaTIK dan pembelajaran berjenjang secara berkelanjutan, berkelanjutan, dan optimal. Tujuan khusus: 1. menjelaskan konsep Pembelajaran Berbasis TIK (PembaTIK) kepada guru, tenaga kependidikan, pengelola pendidikan dan penyelenggara PembaTIK; 2. mendeskripsikan proses perancangan PembaTIK kepada guru, tenaga kependidikan, pengelola pendidikan dan penyelenggara PembaTIK; 3. menjelaskan proses pelaksanaan PembaTIK kepada guru, tenaga kependidikan, pengelola pendidikan dan penyelenggara PembaTIK;


14 4. memberikan panduan pelaksanaan pengendalian dan evaluasi PembaTIK kepada guru, tenaga kependidikan, pengelola pendidikan dan penyelenggara PembaTIK. D.SASARAN Sasaran penyusunan pedoman penyelenggaraan PembaTIK 2023 adalah: 1. Guru 2. Tenaga Kependidikan 3. Pemangku kepentingan Pendidikan 4. Peserta PembaTIK 5. Penyelenggara PembaTIK E. HASIL YANG DIHARAPKAN Setelah membaca pedoman penyelenggaraan PembaTIK 2023, baik guru, tenaga kependidikan, pengelola pendidikan maupun penyelenggara PembaTIK diharapkan: 1. mendapatkan penjelasan konsep Pembelajaran Berbasis TIK (PembaTIK); 2. memperoleh deskripsi proses perancangan PembaTIK; 3. mendapatkan penjelasan mengenai proses pelaksanaan PembaTIK; 4. memperoleh panduan dalam pelaksanaan pengendalian dan evaluasi PembaTIK.


15 BAB 2 – PERENCANAAN A.KONSEP PEMBELAJARAN BERBASIS TIK (PEMBATIK) PembaTIK merupakan akronim dari Pembelajaran Berbasis TIK, sebuah program peningkatan kompetensi TIK bagi pendidik dan tenaga kependidikan yang diselenggarakan oleh Pusdatin (dahulu Pustekkom) Kemendikbudristek sejak tahun 2017. Metode peningkatan kompetensi yang digunakan adalah pembimbingan teknis (Bimtek) yang dilakukan oleh tim tutor/fasilitator kepada peserta PembaTIK. Untuk mengakomodir pembelajaran pada PembaTIK, penyelenggara memanfaatkan learning management system. Informasi mengenai PembaTIK dapat diakses melalui laman PembaTIK 2023 pada tautan: https://simpatik.belajar.kemdikbud.go.id/pembatik Aktivitas pembelajaran dalam PembaTIK tidak hanya secara asinkronus melalui modul yang tersedia di LMS PembaTIK, melainkan dipadukan dengan pembelajaran secara sinkronus dengan memanfaatkan aplikasi konferensi video maupun teknologi pendukung lainnya. Standar kompetensi yang diacu dalam PembaTIK adalah ICT-CFT (Competency Framework for Teachers) UNESCO yang terdiri dari kompetensi akuisisi pengetahuan TIK, pendalaman pengetahuan TIK, dan kreasi pengetahuan TIK. Dengan mengadaptasi kerangka kompetensi tersebut, PembaTIK dikembangkan menjadi empat level kompetensi, yakni: 1) Literasi, 2) Implementasi, 3) Kreasi, serta 4) Berbagi dan Berkolaborasi. Dunia pendidikan terus berupaya melakukan pemulihan dari dampak pandemi Covid 19. Upaya-upaya yang dilakukan seperti transformasi kurikulum, semangat merdeka belajar dan pendayagunaan teknologi digital ditujukan bagi pembelajaran bermakna dan peningkatan kompetensi guru. Untuk meningkatkan upaya tersebut, memasuki tahun 2023 PembaTIK mengambil tema “Menguatkan Ekosistem Digital Pendidikan dengan Berkarya dan Berbagi untuk Wujudkan Merdeka Belajar”


16 Proses belajar yang menyenangkan dan merdeka dapat diwujudkan melalui upaya berkelanjutan dan bergotong-royong. Artinya, diperlukan peran serta dari semua unsur pendidikan untuk mewujudkannya. Program peningkatan kompetensi TIK dan digital guru melalui PembaTIK adalah salah satu langkah awal menumbuhkan digitalisasi pendidikan melalui para guru sebagai implementator kurikulum. Konsep Level kompetensi PembaTIK 2023 yang menjadi target capaian peserta adalah:


17


18 Gambar 1 Konsep Kompetensi Leveling dalam PembaTIK Pada level keempat, penyelenggara PembaTIK mempertajam tujuan program. Tidak hanya melakukan peningkatan kompetensi TIK guru, pada tahap ini diberlakukan standar dan kriteria tertentu untuk memilih peserta level 4 terbaik dan berprestasi sebagai Duta Teknologi mewakili provinsinya. Pembelajaran dalam PembaTIK dilaksanakan secara daring dengan moda campuran/kombinasi (blended) secara sinkronus dan atau asinkronus. Tujuan penyelenggaraan PembaTIK adalah: 1. meningkatkan kompetensi literasi TIK; 2. meningkatkan kompetensi implementasi TIK; 3. meningkatkan kompetensi kreasi TIK; 4. meningkatkan kompetensi berbagi dan berkolaborasi.


19 B. PERANCANGAN Ada beragam hal yang perlu dipersiapkan sebagai langkah pra-PembaTIK. Semakin matang persiapan dilakukan tentu semakin tinggi kemungkinan keberhasilan pembelajaran. Beberapa unsur yang perlu dirancang sebelum menyelenggarakan PembaTIK 2023 antara lain: Gambar 2 Unsur Persiapan PembaTIK Balai Layanan Platform Teknologi Pusdatin Kemendikbudristek melibatkan beberapa unsur lain dalam menyelenggarakan program peningkatan kompetensi TIK guru PembaTIK . Pekerjaan dan peranan dilakukan secara kolaboratif sesuai tanggung jawab masing-masing. Berikut unsur dan peranan yang terlibat adalah:


20 Gambar 3 Unsur Terkait dan Peran Serta


21 C. KURIKULUM PEMBATIK Gambar 4 Kompetensi dan Modul Level 1 Gambar 5 Kompetensi dan Modul Level 2


22 Gambar 6 Kompetensi dan Modul Level 3 Gambar 7 Kompetensi dan Modul Level 4


23 BAB 3 – PELAKSANAAN PEMBATIK A. JADWAL PELAKSANAAN Penyelenggaraan PembaTIK 2023 terdiri dari beberapa tahapan proses seperti gambar di bawah ini: Gambar 8 Jadwal Proses Pelaksanaan PembaTIK 2023 Detail masing-masing tahapan proses dijelaskan sebagai berikut: 1. Pra-Pelaksanaan PembaTIK Tahapan pra-pelaksanaan PembaTIK dilakukan untuk mempersiapkan sarana dan prasarana yang dibutuhkan dalam kegiatan PembaTIK. Tahapan pra-pelaksanaan PembaTIK dimulai dari bulan April s.d Juli 2023 yang meliputi kegiatan: ● analisis kebutuhan PembaTIK 2023 berdasarkan hasil evaluasi PembaTIK 2022; ● penyusunan pedoman dan rancangan PembaTIK 2023;


24 ● penyiapan materi PembaTIK yang meliputi kurikulum, modul, kelas pada LMS, jadwal dan sumber daya yang dibutuhkan dalam pelaksanaan PembaTIK 2023; ● sosialisasi pelaksanaan PembaTIK 2023. 2. Pelaksanaan PembaTIK Setelah dilakukan tahapan pra-pelaksanan PembaTIK, tahapan berikutnya adalah pelaksanaan PembaTIK 2023. Seperti tahun-tahun sebelumnya, pelaksanaan PembaTIK 2023 terdiri dari 4 level dimulai dari Level 1, 2, 3, dan 4. ● Pelaksanaan PembaTIK Level 1 direncanakan dimulai pada bulan Juli 2023 dengan target peserta yang mengikuti sebanyak 50.000 peserta. ● Pelaksanaan PembaTIK Level 2 direncanakan dimulai bulan Agustus 2023. Peserta yang mengikuti PembaTIK Level 2 adalah peserta PembaTIK yang telah lulus di level 1. ● Pelaksanaan PembaTIK Level 3 direncanakan pada bulan September 2023. Sama seperti level 2, peserta PembaTIK Level 3 adalah peserta yang telah lulus di level 2. ● Pelaksanaan PembaTIK Level 4 yang direncanakan dimulai bulan Oktober 2023. Sama seperti level 3, peserta PembaTIK Level 4 adalah peserta yang telah lulus di level 3. ● Pemilihan Duta Teknologi yang direncanakan pada bulan November 2023 diikuti oleh 5 peserta terbaik yang lulus PembaTIK Level 4 di masing-masing provinsi. 3. Pasca Pelaksanaan PembaTIK Pada tahapan pasca pelaksanaan PembaTIK akan dilakukan kegiatan evaluasi penyelenggaraan program PembaTIK 2023 atau evaluasi sumatif, yang direncanakan paling cepat pada bulan Desember 2023. Kegiatan evaluasi penyelenggaraan PembaTIK bertujuan untuk mengukur efektivitas penyelenggaraan PembaTIK yang sudah dilakukan selama tahun 2023 dan mendapatkan rekomendasi perbaikan kegiatan PembaTIK untuk tahun berikutnya.


25 Gambar 9 Linimasa Pelaksanaan Empat Level PembaTIK B. PERSYARATAN PESERTA Persyaratan peserta yang ingin berpartisipasi dalam PembaTIK 2023 adalah Guru dan Tenaga Kependidikan di satuan pendidikan di bawah naungan Kemendikbudristek dengan rincian sebagai berikut : 1. Memiliki dan telah mengaktivasi akun belajar.id 2. Merupakan Guru Aparatur Sipil Negara (ASN) baik PNS, CPNS, maupun PPPK yang dibuktikan dengan SK yang bersangkutan. 3. Merupakan Guru Tetap Yayasan yang dibuktikan dengan SK Pengangkatan dari Yayasan. 4. Merupakan Guru Honorer di Instansi Pendidikan Pemerintah/Swasta dari semua jenjang yang dibuktikan dengan keputusan dari pimpinan lembaga yang bersangkutan. 5. Merupakan Tenaga Kependidikan di Instansi Pendidikan Pemerintah/Swasta, dibuktikan dengan keputusan dari pimpinan lembaga yang bersangkutan.


26 *Tenaga Kependidikan dapat mengikuti PembaTIK, namun tidak dapat mengikuti seleksi Duta Teknologi. Pendaftaran PembaTIK 2023 dibuka pada 8 Juni s.d 18 Juli 2023. Pendaftaran dapat dilakukan melalui tautan: https://simpatik.belajar.kemdikbud.go.id/pembatik. Berikut untuk alur pendaftaran peserta PembaTIK 2023. Gambar 10 Alur Pendaftaran PembaTIK 2023 C. AKTIVITAS PEMBELAJARAN TIAP LEVEL Pelaksanaan PembaTIK 2023 mengalami beberapa perubahan proses sebagai wujud peningkatan dan keberlanjutan layanan (enhancement and continuity). Seluruh level dalam PembaTIK 2023 dilakukan secara jarak jauh dan memanfaatkan teknologi, modul untuk pembelajaran mandiri (self-directed learning) juga telah disempurnakan dengan perkembangan TIK untuk pembelajaran dan dilengkapi dengan berbagai kebijakan pendidikan. Berikut ini uraian proses pembelajaran setiap level kompetensi PembaTIK 2023:


27 ● Level 1 (Level Literasi) Peserta yang mengikuti PembaTIK 2023 dimulai dari Level 1. Aktivitas pembelajaran yang dilakukan peserta pada Level 1 seperti gambar berikut: Gambar 11 Aktivitas Pembelajaran Level 1 Penjelasan rinci aktivitas pembelajaran PembaTIK 2023 Level 1 adalah sebagai berikut: 1. PembaTIK Level 1 diikuti oleh peserta yang memenuhi persyaratan. 2. Peserta menerima email atau dapat memeriksa laman PembaTIK 2023 untuk mengetahui informasi akses materi dan ujian PembaTIK Level 1. 3. Peserta mengakses laman yang berisi modul PembaTIK Level 1. 4. Level 1 dilaksanakan sesuai waktu yang ditentukan. 5. Pembelajaran Level 1 dilakukan secara jarak jauh dan mandiri dengan cara mengunduh dan mempelajari modul yang disediakan di laman.


28 6. Di akhir pelaksanaan Level 1, peserta mengerjakan Tugas Akhir dan Ujian Akhir. 7. Peserta dapat mengakses soal ujian Level 1 setelah mempelajari modul. 8. Peserta diberikan 1 kali kesempatan untuk mengikuti Ujian Akhir Level 1, maka pastikan akses dan koneksi internet kondisinya baik dan stabil. 9. Kelulusan Level 1 ditentukan oleh nilai hasil ujian Level 1. 10. Peserta yang telah dinyatakan lulus Level 1 berhak melanjutkan ke Level 2. 11. Peserta yang lulus Level 1 akan menerima sertifikat kelulusan. ● Level 2 (Level Implementasi) Peserta yang dinyatakan lulus Level 1 berhak mengikuti Level 2. Aktivitas pembelajaran yang dilakukan peserta pada Level 2 seperti gambar berikut: Gambar 12 Aktivitas Pembelajaran Level 2


29 Penjelasan rinci aktivitas pembelajaran PembaTIK 2023 Level 2 adalah sebagai berikut: 1. Dilaksanakan setelah proses Level 1 selesai. 2. Peserta Level 2 terdiri atas peserta yang lulus PembaTIK 2023 Level 1. 3. Peserta menerima email atau dapat memeriksa laman PembaTIK 2023 untuk mengetahui informasi akses masuk kelas PembaTIK Level 2. 4. Level 2 dilaksanakan pada LMS sesuai waktu yang ditentukan. 5. Pembelajaran Level 2 dilakukan secara jarak jauh dan mandiri dengan cara mengunduh dan mempelajari modul yang disediakan di LMS. 6. Proses pembimbingan Level 2 dilakukan oleh tim tutor/fasilitator dari Pusdatin, BLPT dan Duta Teknologi. 7. Pembimbingan secara sinkronus dilaksanakan dengan moda daring dan jarak jauh menggunakan teknologi komunikasi (konferensi video). 8. Pembimbingan asinkronus dilaksanakan melalui LMS. 9. Proses belajar dan portofolio hasil belajar Level 2 dikelola di LMS. 10. Peserta dan fasilitator dapat memantau rekam jejak pembelajaran di LMS. 11. Setelah melaksanakan aktivitas belajar dan mengerjakan Tugas Akhir Level 2, peserta mengikuti Ujian Akhir Level 2. 12. Peserta diberikan 1 kali kesempatan untuk mengikuti Ujian Akhir Level 2, maka pastikan akses dan koneksi internet kondisinya baik dan stabil. 13. Kelulusan Level 2 ditentukan berdasarkan nilai komposit (hasil ujian akhir Level 2, penilaian tugas, dan nilai keaktifan pada forum diskusi/pembimbingan/pendalaman materi). Penilaian aktivitas belajar Level 2 dilakukan oleh tim tutor. 14. Peserta yang telah dinyatakan lulus Level 2 berhak melanjutkan ke Level 3. 15. Peserta yang lulus Level 2 akan menerima sertifikat kelulusan. ● Level 3 (Level Kreasi) Peserta yang dinyatakan lulus Level 2 berhak mengikuti Level 3. Aktivitas pembelajaran yang dilakukan peserta pada Level 3 seperti gambar berikut:


30 Gambar 13 Aktivitas Pembelajaran Level 3 Penjelasan rinci aktivitas pembelajaran PembaTIK Level 3 adalah sebagai berikut: 1. Dilaksanakan setelah proses Level 2 selesai. 2. Peserta Level 3 merupakan peserta yang lulus PembaTIK 2023 Level 2. 3. Peserta menerima email atau dapat memeriksa laman PembaTIK 2023 untuk mengetahui informasi akses kelas PembaTIK Level 3. 4. Level 3 dilaksanakan pada LMS sesuai waktu yang ditentukan. 5. Pembelajaran Level 3 dilakukan secara jarak jauh dan mandiri dengan cara mengunduh dan mempelajari modul yang disediakan di LMS. 6. Proses pembimbingan Level 3 dilakukan oleh tim fasilitator dari Pusdatin, BLPT dan Duta Teknologi. 7. Pembimbingan secara sinkronus dilaksanakan dengan moda daring dan jarak jauh menggunakan teknologi komunikasi (konferensi video). 8. Pembimbingan asinkronus dilaksanakan melalui LMS. 9. Proses belajar dan portofolio hasil belajar Level 3 dikelola di LMS. Peserta dan fasilitator dapat memantau rekam jejak pembelajaran di LMS. 10. Setelah melaksanakan aktivitas belajar dan mengerjakan Tugas Akhir Level 3, peserta mengikuti ujian daring yang dapat diakses di LMS, dan dapat dikerjakan sebanyak 1 kali saja.


31 11. Di akhir pelaksanaan Level 3, peserta mengerjakan Ujian Akhir. 12. Kelulusan Level 3 ditentukan berdasarkan nilai komposit (hasil Ujian Akhir Level 3, penilaian tugas, dan nilai keaktifan pada forum diskusi/pembimbingan/pendalaman materi). Penilaian aktivitas belajar Level 3 dilakukan oleh tim tutor. 13. Peserta yang telah dinyatakan Lulus level 3 berhak melanjutkan ke Level 4. 14. Peserta yang lulus Level 3 akan menerima sertifikat kelulusan ● Level 4 (Berbagi dan Berkolaborasi) Pada Level 4 ini, tidak semua peserta yang dinyatakan lulus Level 3 berhak mengikuti PembaTIK Level 4. Dalam hal ini, penyelenggara akan mengundang 30 peserta terbaik di masing-masing Provinsi untuk mengikuti Level 4. Dengan demikian terdapat 1.020 peserta PembaTIK PembaTIK Level 4. Aktivitas pembelajaran yang dilakukan peserta pada Level 4 seperti gambar di bawah ini:


32 Gambar 14 Aktivitas Pembelajaran Level 4 Penjelasan rinci aktivitas pembelajaran PembaTIK Level 4 adalah sebagai berikut: 1. Peserta Level 4 akan dipilih maksimal sebanyak 30 orang peserta terbaik yang lulus Level 3 dari setiap provinsi (nama kelas sudah spesifik sesuai provinsi). 2. Peserta menerima email atau dapat memeriksa laman PembaTIK 2023 untuk mengetahui informasi akses materi dan ujian PembaTIK Level 4. 3. Pembelajaran Level 4 dilakukan secara jarak jauh dan mandiri dengan cara mengunduh dan mempelajari modul yang disediakan di LMS. 4. Proses pembimbingan Level 4 dilakukan oleh tim fasilitator dari Pusdatin, BLPT dan Duta Teknologi. 5. Pembimbingan secara sinkronus dilaksanakan dengan moda daring dan jarak jauh menggunakan teknologi komunikasi (konferensi video). 6. Pembimbingan asinkronus dilaksanakan melalui LMS. 7. Tugas Akhir peserta Level 4 berupa produk berbagi dan kolaborasi (seperti sosialisasi dan praktik baik) pembelajaran berbasis Kurikulum Merdeka dengan memanfaatkan platform teknologi, serta dapat ditambahkan sumber belajar lainnya, yang dikemas dalam vlog dan blog. 8. Level 4 dilaksanakan secara bersamaan untuk semua Provinsi, dalam bentuk kelaskelas daring pada LMS 9. Di akhir pelaksanaan Level 4, peserta mengerjakan Tugas Akhir. 10. Penilaian akhir Level 4 ditentukan berdasarkan nilai Tugas Akhir. 11. Peserta yang lulus Level 4 akan menerima sertifikat kelulusan. 12. 5 (lima) peserta terbaik di masing-masing provinsi akan diusulkan untuk menjadi kandidat Duta Teknologi (hanya peserta yang merupakan Guru) D.PENGANGGARAN Anggaran pelaksanaan pembimbingan teknis PembaTIK 2023 bersumber dari DIPA Pusdatin Kemendikbudristek Tahun 2023.


33 BAB 4 – PEMANTAUAN, EVALUASI, DAN TINDAK LANJUT A.PEMANTAUAN DAN EVALUASI Pengendalian model e-pembelajaran pada program PembaTIK 2023 merupakan kegiatan untuk memastikan apakah rancangan model epembelajaran PembaTIK dapat diimplementasikan sesuai dengan yang direncanakan. Pengendalian sistem ini dilakukan terkoordinasi selama berlangsungnya PembaTIK 2023 melalui pemantauan, observasi, dan atau supervisi oleh Tim Pengelola yaitu unsur pimpinan, tim teknis aplikasi (sistem analis, pemrogram komputer, PTP), tim tutor/fasilitator, tim admin kelas daring, dan tim layanan bantuan (help desk) sesuai tugas dan tanggung jawabnya. Data atau informasi yang diperoleh dari pemantauan dan atau observasi penerapan model e-pembelajaran adalah untuk memastikan apakah proses PembaTIK 2023 berjalan sesuai dengan capaian yang telah direncanakan sehingga permasalahan yang terjadi dapat diatasi dengan cepat. Pemantauan dapat dilakukan melalui berbagai kanal antara lain melalui aplikasi grup peserta (telegram, WhatsApp, forum diskusi), grup fasilitator, dan atau survey respon peserta terkait proses pembelajaran tertentu. Sedangkan evaluasi dilaksanakan pada akhir kegiatan/program untuk mengetahui efektivitas penyelenggaraan PembaTIK dan dampaknya terhadap penerima manfaat hasil PembaTIK . Tahap evaluasi akan dilakukan dengan pendekatan evaluasi formatif dan sumatif. Setidaknya ada empat komponen utama yang harus hadir dalam pembelajaran berbasis TIK yaitu infrastruktur (perangkat keras, perangkat lunak, aplikasi dan LMS), konten digital, sumber daya manusia (SDM), dan kebijakan. Keempat komponen ini hadir terintegrasi dalam penyelenggaraan PembaTIK baik untuk tujuan peningkatan kompetensi TIK guru maupun dalam pemilihan Duta Teknologi sehingga fungsi


34 pemantauan menjadi penting sebagai bagian dari proses dalam mengevaluasi program PembaTIK. Evaluasi dilakukan untuk mengetahui seberapa efektif dan efisien PembaTIK yang telah diselenggarakan, kelebihan dan kekurangan, serta tindak lanjut hasil evaluasi berupa saran/rekomendasi untuk perbaikan. Tahapan evaluasi dilakukan melalui: 1. pengumpulan data, pengolahan dan analisis data hasil evaluasi penyelenggaraan PembaTIK di setiap level (evaluasi formatif) sehingga akan diperoleh efektivitas penyelenggaraan program PembaTIK 2023; 2. pengumpulan data, pengolahan dan analisis data hasil evaluasi paska penyelenggaraan PembaTIK (evaluasi sumatif) sehingga akan diperoleh informasi dampak program PembaTIK 2023; dan 3. perumusan rekomendasi hasil evaluasi sebagai bahan masukan perbaikan dan keberlangsungan kegiatan/program selanjutnya. Evaluasi pelaksanaan PembaTIK ditinjau dari capaian pembelajaran PembaTIK, efektivitas program, dan aspek lainnya. Evaluasi diperlukan untuk menentukan ketercapaian tujuan, keberhasilan program sebagaimana indikator keberhasilan di bawah ini, serta menjadi salah satu bahan pertimbangan untuk pengambilan keputusan selanjutnya. Gambar 15 Indikator Keberhasilan PembaTIK 2023


35 B.TINDAK LANJUT Peningkatan kompetensi TIK Guru dalam program PembaTIK ini diharapkan mampu meningkatkan kompetensi TIK guru dalam memanfaatkan platform teknologi dan mengelola pembelajaran yang menyenangkan siswa dan memotivasi guru dalam menerapkan model-model pembelajaran inovatif berbasis TIK yang sesuai dengan kurikulum Merdeka. Transformasi digital inilah yang harus dibagikan kepada guru-guru lainnya. Dalam hal ini, guru sebagai penggerak dalam mendiseminasikan pemanfaatan platform teknologi Kemendikbudristek, bahkan mampu menginspirasi dirinya sebagai konten kreator dalam mengembangkan bahan belajar berbasis TIK dengan memanfaatkan berbagai sumber belajar digital/Open Educational Resources (OER) pada berbagai platform teknologi yang dikembangkan oleh Kemendikbudristek. Peserta terbaik yang telah menuntaskan seluruh tahapan pembelajaran program PembaTIK dan memenuhi persyaratan berkesempatan mengikuti seleksi dan menjadi Duta Teknologi tingkat provinsi. Sosok Duta Teknologi bersama Sahabat Teknologi (alumni PembaTIK Level 4) inilah yang akan menjadi jangkar teknologi pendidikan Indonesia dan akan menguatkan jejaring kolaborasi pada berbagai komunitas belajar di sekolah, antar sekolah, dengan sesama rekan sejawat, kelompok profesi (KKG, MGMP, KKKS, dan sebagainya), dan dengan unsur pengelola pendidikan di instansi daerah dan di pusat. Melalui komunitas belajar, mereka saling berbagi pengalaman praktik baik dan juga mengembangkan dirinya sebagai guru profesional di tengah keberagaman dalam NKRI. Difusi TIK ini akan semakin memperkaya khasanah inovasi pembelajaran sehingga siswa memiliki akses belajar yang fleksibel, lebih terbuka dan personal dengan tersedianya ragam model pembelajaran berdiferensiasi yang sesuai dengan dirinya termasuk memberikan pengalaman belajar dengan muatan keberagaman baik dalam konteks regional maupun global. Dengan demikian, proses tersebut diyakini akan memperkuat ekosistem merdeka belajar untuk mewujudkan profil pelajar Pancasila.


36 DAFTAR PUSTAKA Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan. (2022). Kajian Akademik Kurikulum untuk Pemulihan Pembelajaran. Jakarta: BSKAP Kemendikbudristek. Merdeka Belajar Episode Kelima Belas. (2022). Kurikulum Merdeka dan Platform Merdeka Mengajar. Kemendikbudristek. Pusat Informasi Platform Merdeka Mengajar. (2023). Kebijakan Pemerintah Terkait Kurikulum Merdeka. Diakses pada 6 April 2023, dari https://pusatinformasi.guru.kemdikbud.go.id/hc/enus/articles/6824815789465-Kebijakan-Pemerintah-TerkaitKurikulum-Merdeka Pusat Informasi Platform Merdeka Mengajar. (2023). Latar Belakang Kurikulum Merdeka. Diakses pada 6 April 2023, dari https://pusatinformasi.guru.kemdikbud.go.id/hc/enus/articles/6824331505561-Latar-Belakang-Kurikulum-Merdeka Pustekkom, Kemendikbud. (2012). Kerangka Kerja Kompetensi TIK Untuk Guru. Jakarta: Pustekkom Kemendikbud. UNESCO. (2018). ICT Competency Framework for Teachers. Paris: United Nation for Educational, Scientific, and Cultural. Widiatmoko, Hendriawan. (2012). Modul Pengembangan peningkatan kompetensi TIK Pola Multilevel. Jakarta: Pustekkom Kemendikbud.


37 LAMPIRAN: KERANGKA KURIKULUM 4 LEVEL PEMBATIK Aspek Standar Kompetensi Kompetensi Dasar Tujuan Pembelajaran Materi Pokok LITERASI PENGETAHUAN TIK (ACQUISITION) Pemahaman Kebijakan TIK Pendidikan Mengenali keterkaitan antara kebijakan dan pembelajaran di kelas Menganalisis kebijakan TIK pendidikan tingkat institusi dan nasional Mengidentifikasi kebijakan yang dapat diterapkan di ruang kelas Kebijakan TIK Pendidikan Ruang Kelas Ideal Regulasi pemanfaatan TIK Pedoman Pemanfaatan TIK Standar kurikulum Identifikasi aplikasi/perangkat lunak yang sesuai Standar kurikulum Strategi penilaian Identifikasi solusi Perencanaan Pembelajaran (RPP Terintegrasi TIK) Rancangan Pembelajaran Media Komunikasi dan Presentasi Perangkat Lunak Komunikasi dan Presentasi Pedoman Pemanfaatan Internet Pedoman Pemanfaatan Mesin Pencari Materi Ajar di Internet Menganalisis pembelajaran di kelas sesuai dengan kebijakan yang berlaku Mengidentifikasi prinsip pemanfaatan TIK pendidikan yang aman dan efektif Kurikulum dan Penilaian Memiliki pengetahuan dasar tentang manfaat, sumber daya, dan perangkat TIK untuk pembelajaran dan penilaian Menganalisis standar kurikulum yang berlaku untuk diintegrasikan dengan TIK Mencocokkan standar kurikulum tertentu dengan penggunaan teknologi (perangkat lunak, aplikasi) yang sesuai Menganalisis pemanfaatan TIK yang sesuai untuk mencapai standar, tujuan pembelajaran, dan penilaian Mencari dan mengidentifikasi sumber belajar terbuka (OER) yang sesuai dengan standar kurikulum Memilih TIK yang sesuai dengan strategi penilaian Pedagogi Mengintegrasikan TIK, perangkat dan konten digital dalam pembelajaran Menentukan pilihan jenis TIK yang sesuai dengan kondisi dan metodologi pembelajaran Memilih solusi TIK yang sesuai dengan kebutuhan peserta didik dalam memperoleh pengetahuan Merancang rencana pembelajaran dengan aktivitas belajar terintegrasi TIK Menggunakan perangkat lunak dan sumber daya


38 Aspek Standar Kompetensi Kompetensi Dasar Tujuan Pembelajaran Materi Pokok LITERASI PENGETAHUAN TIK (ACQUISITION) digital untuk mendukung pembelajaran Akun Pembelajaran Identifikasi Perangkat Lunak untuk Pembelajaran Standarisasi perangkat lunak untuk pembelajaran TIK untuk kolaborasi Jejaring Sosial untuk Pembelajaran TIK sebagai salah satu solusi pembelajaran Aplikasi grafis sederhana Standar Kompetensi Guru Model dan prinsip kewarganegaraan digital Sumber pembelajaran digital Dasar keamanan siber dan media, serta literasi informasi Aplikasi penyimpanan portofolio hasil belajar Internet sehat dan aman Penerapan Keterampilan Digital Menggunakan perangkat keras, perangkat lunak, dan jaringan untuk belajar, mengajar, dan manajemen, secara aman dan sehat Mengidentifikasi fungsi perangkat keras dan perangkat lunak untuk meningkatkan produktivitas pembelajaran Membuat media presentasi sederhana Memanfaatkan perangkat keras dan perangkat lunak yang sesuai dengan tujuan pembelajaran Membuat media grafis sederhana Menggunakan navigasi internet Mengenal prinsip dasar keamanan siber dan media, serta literasi informasi Menggunakan mesin pencari untuk menemukan sumber-sumber belajar dan kurikulum Membuat akun surat elektronik dan menggunakannya untuk aktivitas belajar dan pekerjaan Mengidentifikasi dan menggunakan perangkat lunak dril dan praktek yang menunjang pembelajaran Mengidentifikasi dan mengevaluasi aplikasi dan web pembelajaran yang cocok dengan standar kurikulum dan


39 Aspek Standar Kompetensi Kompetensi Dasar Tujuan Pembelajaran Materi Pokok LITERASI PENGETAHUAN TIK (ACQUISITION) kebutuhan peserta didik Pembuatan dan Pemanfaatan Akun Surat Elektronik Analisis Perbedaan Karakteristik dan Kondisi Pembelajaran Peningkatan Profesionalisme Guru Menggunakan aplikasi penyimpanan portofolio hasil belajar Menggunakan teknologi komunikasi kolaboratif, termasuk teknologi mobile Menggunakan jejaring sosial untuk komunitas belajar yang lebih besar Mengatasi masalah teknis TIK untuk meminimalisir disrupsi pembelajaran Organisasi dan Administrasi Mengintegrasikan TIK dalam proses belajar untuk mewujudkan lingkungan belajar inklusif Mengorganisir lingkungan fisik pembelajaran yang didukung teknologi, metodologi, dan inklusif Mengorganisir peserta didik dan teknologi dalam lingkungan belajar yang kondusif Mengakomodir pembelajaran dengan teknologi yang mendukung individu, kelompok kecil, perbedaan kemampuan, dan karakteristik lainnya Mengidentifikasi teknologi yang tepat untuk menyelesaikan permasalahan sesuai kondisi Mengendalikan dan memproteksi perangkat keras dan perangkat lunak di lingkungan sekolah Pembelajaran Guru Profesional Mengembangkan literasi digital dan penggunaan TIK untuk peningkatan profesional Menggunakan TIK untuk mendukung pengembangan profesional Meningkatkan produktivitas profesional dengan memanfaatkan TIK yang tepat Meningkatkan kemampuan mengelola strategi dan sumber belajar menggunakan TIK


40 Aspek Standar Kompetensi Kompetensi Dasar Tujuan Pembelajaran Materi Pokok LITERASI PENGETAHUAN TIK (ACQUISITION) Memanfaatkan internet dengan sehat dan aman Menganalisis model dan prinsip kewarganegaraan digital Menganalisis dan mengevaluasi sumber pembelajaran digital Aspek Standar Kompetensi Kompetensi Dasar Tujuan Pembelajaran Materi Pokok IMPLEMENTASI PENGETAHUAN TIK (KNOWLEDGE DEEPENING) Pemahaman Kebijakan TIK Pendidikan Merancang praktek kelas yang menerapkan kebijakan TIK nasional Mengimplementa sikan rancangan pembelajaran yang selaras dengan kebijakan institusi maupun nasional Menerapkan prinsipprinsip pemanfaatan TIK dalam pembelajaran Sintaks Projectbased Learning Standar Kurikulum TIK Strategi Penilaian Berbasis TIK Pemanfaatan Sumber Belajar Terbuka (OER) Fungsi TIK dalam pembelajaran berbasis proyek Identifikasi kebutuhan dan permasalahan pembelajaran berbasis proyek Aplikasi komunikasi digital untuk menciptakan kolaborasi antar siswa dan lintas ruang kelas Perangkat digital untuk membangun jejaring antar Kurikulum dan Penilaian Memanfaatkan TIK untuk menerapkan kurikulum, penilaian, menyelesaikan masalah nyata, dan sesuai kondisi sosial Mengintegrasikan TIK secara interdisipliner, sesuai dengan dengan kondisi lingkungan belajar untuk mencapai standar kurikulum dan penilaian Menggunakan TIK yang tepat untuk mencapai standar kurikulum Menerapkan rubrik penilaian berbasis pengetahuan dan kinerja untuk mengukur capaian kompetensi Memanfaatkan TIK untuk menentukan ragam strategi penilaian (termasuk portofolio, reviu, refleksi, penilaian sebaya) Mengadaptasi sumber belajar terbuka yang sesuai standar kurikulum dan kontekstual (lokal)


41 Aspek Standar Kompetensi Kompetensi Dasar Tujuan Pembelajaran Materi Pokok IMPLEMENTASI PENGETAHUAN TIK (KNOWLEDGE DEEPENING) Pedagogi Menguasai kemampuan penyelesaian masalah kompleks dan kolaboratif (project-based learning untuk menjawab pertanyaan, isu, dan masalah kompleks) Mengimplementa sikan aktivitas pembelajaran berbasis proyek yang didukung pemanfaatan TIK Mendeskripsikan fungsi TIK dalam pembelajaran berbasis proyek guru dan siswa, berbagi dan berkolaborasi Rancangan kolaborasi dalam aktivitas belajar Aplikasi penulisan untuk merancang materi pembelajaran Pedoman Pemanfaatan aplikasi manajemen sekolah Aplikasi komunikasi digital untuk kolaborasi dalam pembelajaran Pedoman evaluasi dan pemanfaatan sumber belajar berbasis proyek Rancangan strategi integrasi TIK untuk lingkup institusi Pemanfaatan jejaring TIK untuk mengakses komunitas belajar dan ahli untuk mencapai tujuan pengembangan profesional Pemanfaatan Teknologi Pembelajaran Berbasis Web Learning Management System Mengidentifikasi permasalahan nyata yang sesuai dengan pembelajaran berbasis proyek Mengidentifikasi dan mengevaluasi sumber belajar yang sesuai dengan pembelajaran berbasis proyek Merancang aktivitas belajar yang melibatkan peserta didik untuk bertanya, berkolaborasi, dan menyelesaikan masalah nyata Penerapan Keterampilan Digital Menginfusi pembelajaran open-ended dengan teknologi Mengintegrasikan beragam perangkat sumber belajar digital dalam lingkungan belajar untuk menciptakan kemampuan berpikir tingkat tinggi dan keterampilan penyelesaian masalah Mengoperasikan aplikasi yang sesuai dengan bidang pelajaran untuk meningkatkan kemampuan berpikir tingkat tinggi Mengevaluasi tingkat akurasi dan kebermanfaatan sumber belajar web dan aplikasi berbasis web yang sesuai


42 Aspek Standar Kompetensi Kompetensi Dasar Tujuan Pembelajaran Materi Pokok IMPLEMENTASI PENGETAHUAN TIK (KNOWLEDGE DEEPENING) Menggunakan aplikasi penulisan untuk merancang materi pembelajaran Aplikasi Manajemen Sekolah Komunikasi Digital dan Kolaboratif di Ruang Kelas Teknologi untuk Pendidikan Inklusif dan Kesetaraan Teknologi Digital untuk Interaksi Sosial Peningkatan Keprofesian dengan Mendayagunakan Teknologi Menggunakan aplikasi manajemen sekolah Menggunakan aplikasi komunikasi digital untuk menciptakan kolaborasi antar siswa dan lintas ruang kelas Menggunakan perangkat digital untuk membangun jejaring antar guru dan siswa, berbagi dan berkolaborasi dalam aktivitas belajar Mengevaluasi perangkat digital untuk mendukung kesetaraan pendidikan Organisasi dan Administrasi Mengembangkan kelas yang kolaboratif dan dinamis dengan memanfaatkan sumber belajar digital Menggunakan perangkat digital secara fleksibel untuk memfasilitasi pembelajaran kolaboratif, mengelola siswa dan kelas Mendiseminasikan sumber belajar digital untuk aktivitas pembelajaran berbasis siswa dan interaksi sosial Mengelola aktivitas pembelajaran berbasis proyek dengan dukungan lingkungan TIK Mendiseminasikan sumber belajar digital untuk mendukung pendidikan disabilitas Merancang strategi integrasi TIK untuk lingkup institusi Menyiapkan mekanisme


43 Aspek Standar Kompetensi Kompetensi Dasar Tujuan Pembelajaran Materi Pokok IMPLEMENTASI PENGETAHUAN TIK (KNOWLEDGE DEEPENING) komunikasi digital untuk komunitas sekolah Pembelajaran Guru Profesional Menggunakan TIK untuk mengakses sumber daya dan mengembangkan jejaring profesional Menggunakan teknologi untuk berinteraksi dengan jejaring pengembangan profesional Menggunakan jejaring TIK untuk mengakses sumber belajar yang sesuai untuk mencapai tujuan pengembangan profesional Menggunakan jejaring TIK untuk mengakses komunitas belajar dan ahli untuk mencapai tujuan pengembangan profesional Menggunakan jejaring profesional untuk menganalisis kesempatan pembelajaran profesional Aspek Standar Kompetensi Kompetensi Dasar Tujuan Pembelajaran Materi Pokok KREASI PENGETAHUAN TIK (CREATION) Pemahaman Kebijakan TIK Pendidikan Mengembangkan inovasi untuk mereformasi kebijakan pendidikan Mengkritisi kebijakan institusi atau nasional Memodifikasi program perubahan pendidikan level sekolah Inovasi Teknologi Pendidikan Reformasi Kebijakan Pendidikan Pembelajaran Kolaboratif Interdisipliner Analisis standar kurikulum untuk peningkatan kemampuan Siswa Pengembangan kemampuan komunikatif dan kolaboratif Merefleksikan implikasi dan potensi dari perubahan kebijakan Memberikan saran peningkatan untuk perubahan kebijakan Kurikulum dan Penilaian Mengembangkan kurikulum dan penilaian berbasis pengetahuan dan keterampilan kemasyarakatan, kolaboratif, dan multidisipliner Mendeterminasi cara untuk menginkorporasi pembelajaran berpusat pada siswa, kolaboratif, dan multidisipliner Menganalisis standar kurikulum untuk menemukan cara agar siswa dapat menguasai kemampuan kompleks


44 Aspek Standar Kompetensi Kompetensi Dasar Tujuan Pembelajaran Materi Pokok KREASI PENGETAHUAN TIK (CREATION) Membimbing siswa memanfaatkan TIK secara terampil untuk pembelajaran dan peningkatan kemampuan Pedoman pengembangan materi dan aktivitas belajar yang melibatkan kolaborasi Siswa Pedoman penggunaan perangkat digital untuk kolaborasi daring komunitas pembelajaran Pengetahuan digital untuk optimalisasi pembelajaran Strategi implementasi sekolah berbasis teknologi Inovasi pembelajaran Self-reliant Learning Refleksi Pembelajaran Lingkungan Pembelajaran Berbasis TIK yang kondusif Aplikasi Evaluasi Pembelajaran Sekolah Berwawasan Teknologi Peningkatan Keprofesian Berbasis Teknologi dan Komunitas Membimbing siswa memanfaatkan TIK secara tepat untuk mencapai standar kurikulum Membimbing siswa memanfaatkan TIK untuk pengembangan kemampuan komunikatif dan kolaboratif Membantu siswa mengembangkan kemampuan refleksi dan penilaian Pedagogi Memiliki kemampuan manajemen diri dalam pembelajaran komunitas Mengembangkan parameter pembelajaran manajemen diri dengan pembelajaran berpusat pada siswa dan kolaboratif Mengembangkan pembelajaran inkuiri, pemecahan masalah, dan kreasi pengetahuan Mengembangkan materi dan aktivitas belajar yang melibatkan kolaborasi siswa dan kajian pemecahan masalah Membantu siswa merencanakan aktivitas proyek pemecahan masalah, kolaborasi, mengaji, dan berkreasi Membantu siswa mengembangkan bahan belajar digital yang


45 Aspek Standar Kompetensi Kompetensi Dasar Tujuan Pembelajaran Materi Pokok KREASI PENGETAHUAN TIK (CREATION) membantu siswa berinteraksi Membantu siswa merefleksikan proses dan hasil belajar Penerapan Keterampilan Digital Mentransformasi pembelajaran dengan menggunakan berbagai perangkat, sumber daya, dan aktivasi lingkungan agar tercipta pengetahuan dan pembelajaran kolaboratif Merancang komunitas pembelajaran menggunakan perangkat digital Menciptakan lingkungan belajar daring yang kondusif dan efektif Menggunakan perangkat digital untuk kolaborasi daring komunitas pembelajaran Menggunakan perangkat digital untuk mengukur dan mengevaluasi kontribusi belajar siswa Membimbing siswa mengembangkan perangkat digital pendukung pembelajaran Organisasi dan Administrasi Mengembangkan sekolah sebagai organisasi pembelajaran Mengembangkan strategi kepemimpinan berbasis teknologi di sekolah sebagai organisasi pembelajaran Membangun lingkungan pengetahuan digital untuk optimalisasi pembelajaran Merencanakan penggunaan perangkat digital dalam organisasi dan administrasi sekolah Mengembangkan strategi implementasi sekolah berbasis teknologi


46 Aspek Standar Kompetensi Kompetensi Dasar Tujuan Pembelajaran Materi Pokok KREASI PENGETAHUAN TIK (CREATION) Memperkuat hubungan timbal balik antar seluruh pemangku kepentingan melalui saluran komunikasi sekolah Pembelajaran Guru Profesional Menjadi guru inovatif Mengembangkan kemampuan diri secara berkelanjutan, termasuk dengan memanfaatkan teknologi Merealisasikan visi sekolah yang mengimplementasi kan TIK dalam kurikulum dan praktek kelas Memperkuat inovasi dengan pembiasaan pembelajaran berkelanjutan sesama guru Mengevaluasi dan merefleksikan secara rutin praktek peningkatan profesional Aspek Standar Kompetensi Kompetensi Dasar Tujuan Pembelajaran Materi Pokok BERBAGI DAN BERKOLABORASI (SHARING AND COLLABORATION) Pemahaman Kebijakan TIK Pendidikan Membagikan wawasan kebijakan TIK dan perkembangannya dalam bentuk karya tulis ilmiah Mempublikasikan karya tulis ilmiah mengenai penerapan kebijakan TIK pendidikan Mengkomunikasikan wawasan kebijakan TIK dalam format karya tulis ilmiah Penulisan Karya Tulis Ilmiah Pengelolaan Pendidikan Jarak Jauh Kurikulum E-Pembelajaran Aplikasi Pembelajaran Digital (LMS, konferensi video, podcast, streaming teknologi, dll) Komunikasi Efektif Strategi Berbagi Kurikulum dan Penilaian Mengembangkan kurikulum dan penilaian e-pembelajaran tingkat satuan pendidikan Mengembangkan aspek-aspek pendukung implementasi kurikulum e-pembelajaran tingkat satuan pendidikan Mengkolaborasikan implementasi penerapan e-pembelajaran tingkat satuan pendidikan Pedagogi Mendayagunakan teknologi digital untuk menerapkan model pembelajaran berbasis inkuiri, discovery, dan pemecahan masalah Merefleksikan hasil pembelajaran dengan model pembelajaran inovatif Menerapkan secara komprehensif model pembelajaran inovatif yang bersifat kolaboratif sekaligus selfreliant learning


47 Aspek Standar Kompetensi Kompetensi Dasar Tujuan Pembelajaran Materi Pokok BERBAGI DAN BERKOLABORASI (SHARING AND COLLABORATION) Penerapan Keterampilan Digital Menerapkan pembelajaran jarak jauh dengan pendayagunaan TIK Mengelola pembelajaran jarak jauh dengan pendayagunaan TIK Mengimbaskan keterampilan digital pengelolaan pembelajaran jarak jauh Kolaborasi dan Diplomasi Learning Organization Galeri Ide dan Produk Organisasi dan Administrasi Mengkolaborasikan pemanfaatan TIK pendidikan dan pembelajaran dengan stakeholders lain Menerapkan strategi komunikasi, berbagi, kolaborasi, dan diplomasi dengan stakeholders pendidikan lainnya Menindaklanjuti pendayagunaan TIK pendidikan untuk tingkat organisasi dan administrasi Pembelajaran Guru Profesional Mengembangkan peningkatan keprofesian berkelanjutan untuk komunitas Membagikan dan mengkolaborasikan kemampuan pendayagunaan TIK pendidikan untuk peningkatan keprofesian berkelanjutan Membagikan pengalaman praktik baik dalam komunitas profesional Membagikan sumber belajar terbuka hasil kreasi sendiri


Click to View FlipBook Version