The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by MunifBadar Kusuma, 2022-05-11 15:30:19

KATALOGISASI KOLEKSI 2022 - FLIP BOOK

KATALOGISASI KOLEKSI 2022 - FLIP BOOK

“Real Museums
are place
where Time is

Transfored
into Space”

Orhan Pamuk

SEKILAS
MUSEUM
PENERANGAN

Mangkok merah merupakan sebuah alat komunikasi
tradisional masyarakat Dayak yang penuh simbolis,
prestisius, dan mistis. Mangkok merah digunakan oleh Suku
Dayak di Kalimantan Barat sebagai sarana penyampaian
pesan agar masyarakat waspada terhadap gangguan
dari suku lain yang akan menghancurkan dan merusak
persatuan dan kesatuan mereka. Disebut mangkok
merah karena mangkok tersebut berisi darah merah,
yang mengandung arti agar masyarakat membela dan
mempertahankan suku sampai titik penghabisan darah.

Mangkok ini juga diisi dengan bulu burung yang berarti agar
beritanya dapat dibawa ke seluruh anggota suku secepat
burung terbang dan tidak perlu khawatir panas atau hujan
karena telah dilengkapi dengan daun lontar yang akan
melindungi pembawanya. Kelengkapan mangkok merah
adalah dua helai bulu burung, selembar daun lontar.

Mangkok ini juga diisi dengan bulu burung yang berarti agar
beritanya dapat dibawa ke seluruh anggota suku secepat
burung terbang dan tidak perlu khawatir panas atau hujan
karena telah dilengkapi dengan daun lontar yang akan
melindungi pembawanya. Kelengkapan mangkok merah
adalah dua helai bulu burung, selembar daun lontar.

Mangkok ini juga diisi dengan bulu burung yang berarti agar
beritanya dapat dibawa ke seluruh anggota suku secepat
burung terbang dan tidak perlu khawatir panas atau hujan
karena telah dilengkapi dengan daun lontar yang akan
melindungi pembawanya. Kelengkapan mangkok merah
adalah dua helai bulu burung, selembar daun lontar.

KEPALA

MUSEUM
PENERANGAN

Abdullah

“kata-kata Mangkok merah merupakan sebuah
alat komunikasi tradisional masyarakat
penting yang Dayak yang penuh simbolis, prestisius,
di highliht” dan mistis. Mangkok merah digunakan
oleh Suku Dayak di Kalimantan Barat
sebagai sarana penyampaian pesan agar
masyarakat waspada terhadap gangguan
dari suku lain yang akan menghancurkan
dan merusak persatuan dan kesatuan
mereka. Disebut mangkok merah karena
mangkok tersebut berisi darah merah, yang
mengandung arti agar masyarakat membela
dan mempertahankan suku sampai titik
penghabisan darah.

Mangkok ini juga diisi dengan bulu
burung yang berarti agar beritanya dapat
dibawa ke seluruh anggota suku secepat
burung terbang dan tidak perlu khawatir
panas atau hujan karena telah dilengkapi
dengan daun lontar yang akan melindungi
pembawanya. Kelengkapan mangkok merah
adalah dua helai bulu burung, selembar
daun lontar.

KURATOR

MUSEUM
PENERANGAN

Yuri Arief Waspodo

Mangkok merah merupakan sebuah “kata-kata
alat komunikasi tradisional masyarakat
Dayak yang penuh simbolis, prestisius, penting yang
dan mistis. Mangkok merah digunakan di highliht”
oleh Suku Dayak di Kalimantan Barat
sebagai sarana penyampaian pesan agar
masyarakat waspada terhadap gangguan
dari suku lain yang akan menghancurkan
dan merusak persatuan dan kesatuan
mereka. Disebut mangkok merah karena
mangkok tersebut berisi darah merah, yang
mengandung arti agar masyarakat membela
dan mempertahankan suku sampai titik
penghabisan darah.

Mangkok ini juga diisi dengan bulu
burung yang berarti agar beritanya dapat
dibawa ke seluruh anggota suku secepat
burung terbang dan tidak perlu khawatir
panas atau hujan karena telah dilengkapi
dengan daun lontar yang akan melindungi
pembawanya. Kelengkapan mangkok merah
adalah dua helai bulu burung, selembar
daun lontar.

DAFTAR ISI

1 Sejarah Departemen Penerangan
& Komunikasi Traadisional

12 Sejarah Radio
20 Sejarah Film
27 Sejarah Jurnali

& Foto Jurnalis

33 Sejarah Teknologi Cetak
38 Sejarah Televisi

Nama Koleksi 0
Nama Koleksi 0
Nama Koleksi 0
Nama Koleksi 0
Nama Koleksi 0
Nama Koleksi 0
Nama Koleksi 0
Nama Koleksi 0
Nama Koleksi 0
Nama Koleksi 0
Nama Koleksi 0
Nama Koleksi 0
Nama Koleksi 0
Nama Koleksi 0
Nama Koleksi 0
Nama Koleksi 0
Nama Koleksi 0
Nama Koleksi 0
Nama Koleksi 0
Nama Koleksi 0
Nama Koleksi 0
Nama Koleksi 0
Nama Koleksi 0
Nama Koleksi 0
Nama Koleksi 0
Nama Koleksi 0

SEJARAH
DEPARTEMEN
PENERANGAN
& KOMUNIKASI
TRADISIONAL

1
1

Sejarah Departemen Penerangan dan Komunikasi Tradisional

2 Katalog Koleksi Museum Penerangan

Sejarah Departemen Penerangan dan Komunikasi Tradisional

Mangkok Merah

Mangkok merah merupakan sebuah alat komunikasi
tradisional masyarakat Dayak yang penuh simbolis,
prestisius, dan mistis. Mangkok merah digunakan oleh Suku
Dayak di Kalimantan Barat sebagai sarana penyampaian
pesan agar masyarakat waspada terhadap gangguan
dari suku lain yang akan menghancurkan dan merusak
persatuan dan kesatuan mereka. Disebut mangkok
merah karena mangkok tersebut berisi darah merah,
yang mengandung arti agar masyarakat membela dan
mempertahankan suku sampai titik penghabisan darah.

Mangkok ini juga diisi dengan bulu burung yang berarti agar
beritanya dapat dibawa ke seluruh anggota suku secepat
burung terbang dan tidak perlu khawatir panas atau hujan
karena telah dilengkapi dengan daun lontar yang akan
melindungi pembawanya. Kelengkapan mangkok merah
adalah dua helai bulu burung, selembar daun lontar.

Nomor Registrasi : 2.46

Tahun Registrasi : 1993

Nomor Iventaris : MP.PC/PEU0001

Ukuran : d: 15 cm, t: 7cm

Katalog Koleksi Museum Penerangan 3

Sejarah Departemen Penerangan dan Komunikasi Tradisional

Terompet
Tois

Pada zaman dahulu terompet kulit kerang
ini digunakan di Nusa Tenggara Timur untuk
mengumpulkan masyarakat yang akan
diberi penerangan. 

Kode bunyi yang digunakan sebagai berikut
bunyi panjang tiga kali berarti penerangan
dari pemerintah, bunyi panjang dua kali
berarti keperluan rohani, bunyi pendek-
pendek berarti keperluan yang sangat
segera dan cepat, misalya ketika terjadi
bencana alam atau kebakaran. Terompet
ini didalam bahasa Rote disebut To’is dan
bahasa Sabu disebut Watabe.

Nomor Registrasi : 2.47 | 2.48

Tahun Registrasi : 1993

Nomor Iventaris : MP.PC/PEU0323a | MP.PC/PEU0323b

Bahan : Kulit Kerang

Ukuran : p: 32cm, l: 18cm, t:16,5cm

4 Katalog Koleksi Museum Penerangan

Sejarah Departemen Penerangan dan Komunikasi Tradisional

Katalog Koleksi Museum Penerangan 5

Sejarah Departemen Penerangan dan Komunikasi Tradisional

6 Katalog Koleksi Museum Penerangan

Sejarah Departemen Penerangan dan Komunikasi Tradisional

Kentongan Ukiran

Pekan Penerangan Nasional Tingkat III tahun 1990 di Wonogiri

Kentongan merupakan sebuah alat pertolongan dengan cepat. Kentongan yang
komunikasi tradisional yang hingga saat ini dipamerkan ini dibuat khusus, diukir dengan
masih dipakai di pedesaan Indonesia. Alat cantik dan menjadi simbol pembuka dalam
ini dipukul dan panjang pendek dari pukulan acara penting pada tahun 1990, yaitu Pekan
tersebut menandakan sebuah pesan bahwa penerangan Pedesaan Tingkat Nasional
situasi di desa tersebut aman, ada pencuri, III, yang digelar di Kabupaten Wonogiri,
terjadi kebakaran, bencana alam, atau Jawa Tengah. Kentongan ini berbentuk
pesan lainnya. Sebelum banyaknya suara seperti tabung, dan terbuat dari kayu yang
dari perangkat elektronik seperti sekarang, dilapisi cat berwarna cokelat. Di bagian
bunyi kentongan bisa terdengar sampai jauh tengah terdapat lubang yang memanjang.
hingga ke desa lainnya. Kentongan biasanya Kentongan ini penuh dengan ukiran seperti:
ada di pos Siskamling (Sistem Keamanan ukiran berbentuk wajah di bagian tengah
Lingkungan) dimana ketika sebuah desa atas dan ukiran yang menyerupai motif baik
membutuhkan pertolongan, desa lain di tengah sampai ke bawah.
bisa mendengarnya dan memberikan

Nomor Registrasi : 2.43

Tahun Registrasi : 1993

Nomor Iventaris : MP.PC/PEU0020

Bahan : Kayu

Ukuran : d: 38cm, t: 180cm

Katalog Koleksi Museum Penerangan 7

Sejarah Departemen Penerangan dan Komunikasi Tradisional

Kentongan Hijau

Pekan Penerangan Tingkat I Pertama

Pekan Penerangan Nasional bahwa situasi di desa
Tingkat I tahun 1988 di tersebut aman, ada pencuri,
Kulon Progo Yogyakarta terjadi kebakaran, bencana
dimulai dengan dipukulnya alam, atau pesan lainnya.
Kentongan Hijau ini. Sebelum banyaknya suara
Kentongan ini dibuat oleh dari perangkat elektronik
mahasiswa Universitas seperti sekarang, bunyi
Gajah Mada yang sedang kentongan bisa terdengar
melakukan kuliah kerja nyata sampai jauh hingga ke desa
didaerah Wates, daerah lainnya. Kentongan biasanya
istimewa Yogyakarta. ada di pos Siskamling
Kentongan merupakan (Sistem Keamanan
sebuah alat komunikasi Lingkungan) dimana ketika
tradisional yang hingga sebuah desa membutuhkan
saat ini masih dipakai di pertolongan, desa lain
pedesaan Indonesia. Alat ini bisa mendengarnya dan
dipukul dan panjang pendek memberikan pertolongan
dari pukulan tersebut dengan cepat.
menandakan sebuah pesan

Nomor Registrasi : 2.45

Tahun Registrasi : 1993

Nomor Iventaris : MP.PC/PEU0022

Bahan : Kayu

Ukuran : d: 30cm, t: ??cm

8 Katalog Koleksi Museum Penerangan

Sejarah Departemen Penerangan dan Komunikasi Tradisional

Katalog Koleksi Museum Penerangan 9

Sejarah Departemen Penerangan dan Komunikasi Tradisional

10 Katalog Koleksi Museum Penerangan

Sejarah Departemen Penerangan dan Komunikasi Tradisional

Kentongan Gagarancah

Nusa Tenggara Barat Tahun 1981

Kentongan Gagarancah ini pernah digunakan pada tahun 1981 di Nusa Tenggara Barat,
untuk mengumpulkan masa pada saat dicanangkan gerakan Gagarancah (Istilah sistem
pertanian bercocok tanam dengan biji padi yang langsung ditebarkan di ladang yang paling
tepat bagi sawah tadah hujan atau tegal) oleh Presiden Soeharto dalam rangka pemenuhan
kebutuhan pangan.Kentongan merupakan sebuah alat komunikasi tradisional yang hingga
saat ini masih dipakai di pedesaan Indonesia.
Alat ini dipukul dan panjang pendek dari pukulan tersebut menandakan sebuah pesan
bahwa situasi di desa tersebut aman, ada pencuri, terjadi kebakaran, bencana alam, atau
pesan lainnya. Sebelum banyaknya suara dari perangkat elektronik seperti sekarang, bunyi
kentongan bisa terdengar sampai jauh ke desa lainnya.

Nomor Registrasi : 2.45

Tahun Registrasi : 1993

Nomor Iventaris : MP.PC/PEU0022

Bahan : Kayu

Ukuran : d: 30cm, t: ??cm

Katalog Koleksi Museum Penerangan 11

12

SEJARAH
RADIO

13

Sejarah Radio

14 Mikrofon MAVRO

Mataramsche Vereeniging Voor Radio Omroep

Semasa perang kemerdekaan, mikrofon mavro ini dipakai
untuk kepentingan para gerilyawan di Gunung Kidul,
Yogyakarta. Pada awalnya mikrofon ini digunakan oleh
Mataramsche Vereeniging voor Radio Omroep (MAVRO) di
Yogyakarta untuk menyiarkan acara yang menggugah rasa
cinta budaya bangsa Indonesia, sebagai reaksi terhadap
Nederlandsche Indische Radio Omroep (NIROM) yang
menjadi corong pemerintah kolonial.

Mikrofon ini keluaran merk RCA, memiliki ciri berbentuk
segi empat yang terbuat dari logam campuran yang di
bagian tengahnya terdapat anyaman yang berfungsi
untuk mengeluarkan suara. Pada bagian samping
terdapat gagang yang terbuat dari logam campuran yang
melengkung untuk dikaitkan dengan kabel-kabel transparan
pada mikrofon. Mikrofon ini juga memiliki alas berbentuk
persegi yang terbuat dari kayu.

Katalog Koleksi Museum Penerangan

Sejarah Radio

Nomor Registrasi : 4.16

Tahun Registrasi : 1993

Nomor Iventaris : MP.PC/RAD0005

Merek : RCA

Bahan : Kayu

Ukuran : p: 29cm, l: 14cm, t:20cm

Katalog Koleksi Museum Penerangan 15

Sejarah Radio

Radio Oemoem

Pada masa pendudukan Jepang (1942-1945), semua radio
milik penduduk disegel. Rakyat hanya diizinkan mendengar
radio “Oemoem” yang dipasang di tempat-tempat
strategis, sehingga rakyat hanya dapat mendengarkan
siaran langsung pemerintah Jepang. Namun akhirnya
“Radio Oemoem” mengumandangkan berita Proklamasi
Kemerdekaan Republik Indonesia tahun 1945.

Nomor Registrasi : 4.13

Tahun Registrasi : 1993

Nomor Iventaris : MP.PC/RAD0010

Merek : Philips

Bahan : Kayu, Plastik dan Kain

Ukuran : p: 41cm, l: 28cm, t:50cm

16 Katalog Koleksi Museum Penerangan

Sejarah Radio

Katalog Koleksi Museum Penerangan 17

Sejarah Radio

18 Tape Recorder

Engkol

Untuk pengoperasiannya dalam perekaman suara,
tidak menggunakan daya listrik maupun baterai, namun
menggunakan tenaga manusia. Ya, sumber tenaganya
berasal dari per yang diengkol secara manual dengan
tangan. Perlu kemahiran tersendiri dari operatornya agar
bisa menghasilkan putaran pita dengan stabil sehingga
suara bisa terekam dengan baik. Tape recorder merk Sony
ini mulai digunakan RRI tahun 1961 sampai tahun 1967
untuk meliput kegiatan-kegiatan dari lokasi yang tidak
ada aliran listriknya. Salah satu peristiwa bersejarah yang
direkam dengan tape recorder engkol ini, adalah ketika
ditemukannya jenazah tujuh pahlawan revolusi korban
keganasan G-30S/PKI di Lubang Buaya. Suara Mayjen
Soeharto selaku Panglima Kostrad direkam dengan tape
recorder ini pada hari Senin, 04 Oktober 1965.

Katalog Koleksi Museum Penerangan

Sejarah Radio

Nomor Registrasi : 4.12

Tahun Registrasi : 1993

Nomor Iventaris : MP.PC/RAD0015

Bahan : Logam, Plastik dan Karet

Ukuran : p: 40cm, l: 16,5cm, t:20cm

Katalog Koleksi Museum Penerangan 19

20

20

SEJARAH
FILM

21

Sejarah Film

Kamera “Darah d an Doa”

Kamera yang Digunakan untuk Merekam Scene Pertama Film Indonesia
Pertama (Darah dan Doa)

Kamera film ini digunakan dalam pembuatan Pada hari itu, pengambilan gambar pertama
film “Darah dan Doa”, yang merupakan kali untuk film nasional pertama ini pun
film nasional pertama. Film ini merupakan dimulai. Itulah mengapa tanggal tersebut
film legendaris Indonesia. Karena film kemudian dijadikan peringatan Hari Film
inilah yang pertama kali sepenuhnya Nasional. Dan, pengambilan gambar
diproduksi oleh orang Indonesia. Film karya pertama tersebut menggunakan kamera ini.
usmar ismail ini menjadi tonggak utama Selain untuk perekaman gambar film “Darah
munculnya film Indonesia dan kemudian dan Doa”, kamera ini juga digunakan di
diikuti oleh film-film nasional yang lainnya. lapangan ataupun studio oleh Perusahaan
30 Maret 1950, merupakan momentum Film Negara dalam memproduksi film-film
penting bagi dunia perfilman bangsa ini. lainnya sejak tahun 1950 hingga tahun 1960.

Nomor Registrasi : 3.37

Tahun Registrasi : 1993

Nomor Iventaris : MP.PC/FIL0012

Bahan : Logam, dan Kaca

Ukuran : p: 44cm, l: 25,5cm, t: 35cm

22 Katalog Koleksi Museum Penerangan

Sejarah Film

Katalog Koleksi Museum Penerangan 23

Sejarah Film

24 Katalog Koleksi Museum Penerangan

Sejarah Film

Replika

Trofi Piala

Sjaiful Bachri

Piala ini diberikan sebagai penghargaan
untuk film musikal terbaik sejak tahun 1983.
Nama piala ini diambil dari nama seorang
tokoh musik Indonesia yang terkenal pada
tahun 1960-an, Sjaiful Bachri. Ia dilahirkan
di Payakumbuh, Sumatera Barat, 19
September 1924, dan meninggal dunia di
Tokyo, Jepang, pada 5 Desember 1976.

Nomor Registrasi : 3.34

Tahun Registrasi : 1993

Nomor Iventaris : MP.PC/FIL0122

Bahan : Logam Kuningan dan Kayu

Ukuran : p: 35,5 cm, l: 15,5cm, t: 46cm

Katalog Koleksi Museum Penerangan 25

SEJARAH
JURNALIS &
FOTO JURNALIS

26

27
27

Sejarah Jurnalis dan Foto Jurnalis

28 Katalog Koleksi Museum Penerangan

Sejarah Jurnalis dan Foto Jurnalis

Kamera

Peristiwa Serangan

PGRS PARAKU

Kamera Lipat AGC Pronto dengan Lensa Schneider Kreuznach
Radionar Yang Digunakan Dalam Pemberitaan Peristiwa
Seputar Serangan Atas PGRS PARAKU

Kamera ini digunakan oleh Juru Foto dari Kantor Penerangan Kalimantan
Barat untuk meliiput operasi penumpasan gerombolan komunis PGRS/
PARAKU (Pasukan Gerilyawan Revolusioner Serawak/Pasukan Rakyat
Kalimantan Utara) dan gerakan PKI gelap didaerah tersebut pada tahun
1967. Hasil liputan ini digunakan untuk memberi penerangan kepada
Masyarakat Kalimantan Barat bahwa setiap ideologi yang tidak sesuai
dengan pancasila pasti akan hancur.

Nomor Registrasi : 2.26

Tahun Registrasi : 1993

Nomor Iventaris : MP.PC/PEU0090

Merek : AGC (Alfred Gauthier Calmbach)

Bahan : Logam Campuran, Kayu dan Kulit

Ukuran : p: 12 cm, l: 12cm, t: 9cm

Katalog Koleksi Museum Penerangan 29

Sejarah Jurnalis dan Foto Jurnalis

Kamera
Departemen
Penerangan RI

Tustel Nikon N8235496 merupakan
sarana operasional Direktorat Penerangan
Rakyat Ditjen. Penum Deppen RI. Sarana
penerangan yang pernah digunakan untuk
meliput peristiwa penting yang telah dicatat
dalam sejarah perjalanan bangsa Indonesia,
antara lain ;1. Liputan demo mahasiswa
menuntut reformasi di bidang supremasi
hukum, pemberantasan KKN, mengadili
Soeharto dan kroninya, mempersembahkan
otda seluas - luasnya, amandemen
konstitusi, pencabutan dwifungsi TNI -
Polritahun 1998;2. Liputan pelanggaran dan
senjata GAM kepada Tim Monitoring Aceh
(AMM) di Aceh tahun 2005.

Nomor Registrasi : 3.34
Nomor Iventaris : MP.PC/PEU0099

Merek : Nikon N8235496
Bahan : Besi, Kain dan Kaca
Ukuran : p: 15 cm, l: 10 cm, t: 9cm

30 Katalog Koleksi Museum Penerangan

Sejarah Jurnalis dan Foto Jurnalis

Katalog Koleksi Museum Penerangan 31

SEJARAH
TEKNOLOGI
CETAK

32

33
33

Sejarah Teknologi Cetak

Mesin Cetak Rotary Offset Lithographic Katalog Koleksi Museum Penerangan

Victoria-Front

Mesin cetak tinggi berbahan logam,
dengan merk victoria front. Digunakan
pada masa perjuangan, dan mempunyai
andil besar dalam mencetak lembaran
RI, poster-poster penggalang persatuan,
Teks proklamasi kemerdekaan Republik
Indonesia, dan bicara-pidato presiden RI
yang disebarluaskan ke masyarakat. Mesin
ini memiliki kemampuan mencetak 1.500
eksemplar per jam, mulai digunakan
percetakan Negara RI tahun 1945.

34

Sejarah Teknologi Cetak

Nomor Regristasi : 1.14

Tahun Registrasi : 1993

Nomor Iventaris : MP.PC/PER0170

Merek : Victoria Veb

Bahan : Besi, Baja, Serat Kain dan Karet

Ukuran : p: 370 cm, l: 185 cm, t: 160 cm

Katalog Koleksi Museum Penerangan 35

Sejarah Teknologi Cetak

36 Katalog Koleksi Museum Penerangan

Sejarah Telivisi

Mesin Ketik

Huruf Jawa

dari Keraton Surakatra

Mesin ini mulai dipakai sejak tahun 1917 oleh keraton
Surakarta, digunakan terutama untuk mengetik surat-
menyurat, keputusan (kekancingan dalem), pengumuman
resmi mengenai “Titah Ingkah Sinuhun“ untuk masyarakat
luas dan berbagai laporan proses pengadilan. Sedangkan
pada masa kemerdekaan digunakan untuk mengetik
pengumuman-pengumuman Pemerintah dengan huruf jawa
disebarluaskan untuk daerah Jawa Tengah dan Jawa Timur
sampai tahun 1960.

Nomor Regristasi : -

Tahun Registrasi : -

Nomor Iventaris : -

Merek :-

Bahan :-

Ukuran : p: - cm, l: - cm, t: - cm

Katalog Koleksi Museum Penerangan 37

38

38

SEJARAH
TELEVISI

39

Sejarah Televisi

40 Katalog Koleksi Museum Penerangan

Sejarah Telivisi

Pesawat Penerima

Televisi Pertama

Pesawat penerima televisi pertama di Indonesia
ini digunakan untuk menerima siaran televisi yang
dipancarluaskan oleh TVRI pada tahun 1962. Pesawat
Merk Ralin yang merupakan sumbangan dari Bapak Imam
Rahardjo ini adalah satu di antara 10.000 pesawat televisi
yang disampaikan pemerintah kepada masyarakat dalam
rangka menyukseskan Asian Games IV tahun 1962 di
Jakarta.

Nomor Regristasi : 5.2

Tahun Registrasi : 1993

Nomor Iventaris : MP.PC/TV0067

Merek : Nippon Electric Corporation, Ltd.

Bahan : Kayu, Logam dan Kaca

Ukuran : p: 46 cm, l: 44 cm, t: 85 cm

Katalog Koleksi Museum Penerangan 41

Sejarah Televisi

Kamera Studio Broadcasting
TVRI Bali

Kamera video berwarna ini pernah kamera ini perlu disamakan tingkat cahaya
dioperasikan di studio TVRI Stasiun Bali dan warna. Proses ini memakan waktu
sejak tahun 1991 hingga tahun 2009 dua jam setiap harinya. Untuk operasional
yang memiliki resolusi tinggi. Kamera ini peliputan di lapangan, digunakan pula
merekam gambar di studio, yang kemudian kamera dengan model yang sama, bedanya
gambarnya disimpan melalui alat VTR, adalah bentuk tripodnya. Saat acara besar
untuk digabungkan dengan suaranya. Hasil seperti PON dan SEA GAMES, kamera-
rekaman berupa Kaset Betacam. Dalam kamera dari Bali ini ikut mendukung
satu studio, diperlukan tiga buah kamera peliputan TVRI pusat di Jakarta.
seperti ini. Sebelum bisa dioperasikan, tiga

Nomor Regristasi : 5.75

Nomor Iventaris : MP.PC/TV0079

Merek : Toshiba

Bahan : Besi, Baja, Kaca, Karet dan Plastik

Ukuran : p: 112 cm, l: 95 cm, t: 195 cm

42 Katalog Koleksi Museum Penerangan


Click to View FlipBook Version