The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by ummidjamilah58, 2022-12-30 03:03:08

Laporan ALPER LUAS LINGKARAN

Laporan ALPER LUAS LINGKARAN

LAPORAN PEMBUATAN ALAT PERAGA

“LUAS LINGKARAN”

DiBUAT Oleh :

Nama : IKA SRIHARINi

NIP : 19811126 200902 2 004

SMP SATU ATAP MESOYI TALUN

Jl. Mesoyi – Talun, Desa Mesoyi, Kec. Talun, Kab. Pekalongan

PEMERINTAH KABUPATEN PEKALONGAN
DINAS PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN

SMP SATU ATAP MESOYI

KECAMATAN TALUN

Jalan Raya Mesoyi - Talun, DesaMesoyi,KecamatanTalun ,KabupatenPekalongan 51192
Email: [email protected]

LEMBAR PENGESAHAN

Alat peraga menemukan luas Lingkaran dengan pendekatan Luas segiempat untuk
kelas VIII semester II Tahun Pelajaran 2016/2017

Telah diterima dan disahkan oleh :

Kepala SMP SATU ATAP MESOYI Penyusun

Ibrohim, S.Pd Ika Sriharini, S. Pd
NIP. 19650905 198702 1 004 NIP. 19811126 200902 2 004

PEMERINTAH KABUPATEN PEKALONGAN
DINAS PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN

SMP SATU ATAP MESOYI

KECAMATAN TALUN

Jalan Raya Mesoyi - Talun, DesaMesoyi,KecamatanTalun ,KabupatenPekalongan 51192
Email: [email protected]

SURAT KETERANGAN

MEMBUAT ALAT PERAGA

Yang bertandatangan di bawah ini Kepala SMP Satu Atap Mesoyi Kabupaten
Pekalongan :

Nama : Ibrohim, S.Pd

NIP : 19650905 198702 1 002

Menerangkan dengan sesungguhnya bahwa :

Nama : Ika Sriharini, S. Pd

NIP : 19811126 200902 2 004

Pangkat / Gol.Ruang : PenataMuda Tk. I / III b

BidangTugas : Mengajar Mata PelajaranMatematika

Telah membuat alat peraga Menemukan rumus Luas Lingkaran dengan pendekatan
Luas Segiempat untuk Kelas VIII Semester GenapTahun Pelajaran 2016 / 2017.

Demikian surat keterangan ini dibuat dengan sebenar – benarnya untuk dapat
dipergunakan sebagaimana mestinya.

Mesoyi, Desember 2016

Ibrohim, S.Pd
NIP. 19650905 198702 1 002

KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan ke hadirat Allah SWT, karena dengan rahmat dan
perkenan – Nya kami dapat menyelesaikan pembuatan alat peraga matematika ini untuk
menemukan rumus luas lingkaran materi kelas VIII.

Alat peraga ini dimaksudkan untuk mempermudah guru dan siswa dalam proses
pembelajaran matematika kelas VIII dengan materi lingkaran.

Dengan segala kerendahan hati, penulis menyadari berbagai keterbatasan, oleh
karena itu,penulis sangant mengharapkan kritik dan saran yang membangun dari para
pembaca demi perbaikan dan penyempurnaan alat peraga yang lain.

Mesoyi, Desember 2016

Penulis

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Hakekat Matematika dan aplikasinya menjadi salah satu tujuan
pendidikan matematika. Pemahaman konsep dalam pembelajaran matematika
sangat diperlukan, karena konsep merupakan bagian dasar ilmu pengetahuan.
Konsep dalam matematika adalah ide atau gagasan yang memungkinkan kita
untuk mengelompokkan benda (obyek) ke dalam contoh. Untuk menanamkan
satu konsep agar pemahaman konsep dapat tercapai dengan memberikan
contoh-contoh yang berhubungan dengan suatu konsep. Sebagai
implikasinya, maka dalam penyampaian materi pembelajaran matematika
haruslah menarik perhatian siswa, agar dapat meningkatkan rasa antusias
siswa serta memberikan motivasi pada siswa.

Matematika sering dianggap sulit oleh sebagian besar dikalangan siswa,
karena matematika membutuhkan pemahaman konsep yang lebih mendalam
dibandingkan dengan ilmu pengetahuan yang lain. Selain itu pemahaman
rumus juga dianggap merupakan hal yang tersulit ketika dihadapkan pada
persoalan matematika.

Tugas utama seorang guru adalah mengajar, yaitu menyampaikan atau
menularkan pengetahuan dan pandangan (Rooijakkers, 1982 :1). Lebih lanjut
dijelaskan bahwa mengajar adalah suatu kegiatan mengorganisasikan
(mengatur) lingkungan sebaik-baiknya dan menghubungkannya dengan anak
sehingga terjadi proses belajar. Banyak cara yang dapat dilakukan guru dalam
upaya meningkatkan mutu pengajaran disekolah sehingga tujuan pengajaran
dapat tercapai dengan baik. Salah satu diantaranya adalah mengajar dengan
menggunakan alat peraga/media.

Alat peraga merupakan media pembelajaran yang mengandung atau
membawakan ciri-ciri dari konsep yang dipelajari (Sudjana, 2005:90). Alat

peraga dalam proses pembelajaran memegang peranan yang penting sebagai
alat bantu untuk menciptakan proses pembelajaran yang efektif. Alat bantu
pembelajaran adalah perlengkapan yang menyajikan satuan-satuan
pengetahuan melalui stimulasi pendengaran, penglihatan atau keduanya untuk
membantu pembelajaran (Kochhar, 2008:214). Russefendi (1994:132)
memberikan definisi alat peraga, yaitu alat untuk menerangkan/ mewujudkan
konsep pembelajaran. Alat peraga adalah suatu alat yang dapat diserap oleh
mata dan telinga dengan tujuan membantu guru agar proses belajar mengajar
siswa lebih efektif dan efisien (Sudjana, 2002:59). Menurut Anderson, alat
peraga sebagai media atau perlengkapan yang digunakan untuk membantu
para pengajar. Ahli lain mengemukakan bahwa alat peraga yaitu alat bantu
atau pelengkap yang digunakan guru atau siswa dalam belajar mengajar
(Engkoswara, 1979:52).

Piaget (dalam Suherman, 2003: 40) berpendapat bahwa siswa yang
tahap berfikirnya masih pada tahap konkret mengalami kesulitan untuk
memahami operasi logis dan konsep pembelajaran tanpa alat bantu dengan
alat peraga. Menurut Brunner (Suherman, 2003:43) dalam proses belajar anak
sebaiknya diberi kesempatan untuk memanipulasi benda-benda (alat peraga).
Penggunaan alat peraga dalam pembelajaran oleh Brunner dijelaskan bahwa
dalam proses belajar mengajar, siswa diberi kesempatan untuk memanipulasi
benda-benda konkret/alat peraga, sehingga siswa langsung dapat berfikir
bagaimana, serta pola apa yang terdapat dalam benda-benda yang sedang
diperhatikannya.

Fungsi utama dari alat peraga adalah untuk menurunkan keabstrakan
dari konsep, agar siswa mampu menangkap arti sebenarnya konsep tersebut.
Penyampaian informasi yang hanya melalui bahasa verbal memungkinkan
terjadinya verbalisme, artinya siswa hanya mengetahui tentang kata tanpa
memahami dan mengerti makna yang terkandung dalam kata tersebut. Selain
menimbulkan verbalisme dan kesalahan persepsi, penyampaian dengan
bahasa verbal menyebabkan semangat siswa untuk menangkap pesan akan
semakin kurang, karena siswa kurang diajak berfikir dan menghayati pesan

yang disampaikan, padahal untuk memahami sesuatu perlu keterlibatan siswa
baik fisik maupun psikis (Sanjaya, 2007:169). Dengan melihat, meraba, dan
memanipulasi objek atau alat peraga maka siswa mempunyai
pengalamanpengalaman dalam kehidupan sehari-hari tentang arti dari suatu
konsep.

Menurut Hamalik (1982:23), ’Media pendidikan adalah alat, metode,
dan teknik yang digunakan dalam rangka lebih mengefektifkan komunikasi
dan interaksi antara guru dan siswa dalam proses pendidikan dan pengajaran
di sekolah’. Sedangkan menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (1990:560)
’Media pengajaran adalah sarana/alat bantu pembelajaran, agar siswa mudah
memahami apa yang sedang diajarkan oleh guru’.

Dalam proses pembelajaran matematika kreativitas siswa untuk
melakukan percobaan dengan alat peraga yang disediakan oleh guru sangat
diperlukan. Sehingga kreativitas tidak hanya dari guru saja tetapi siswa harus
ikut dalam proses pembelajaran. Siswa yang kreatif berarti paham tentang
materi yang sedang dipelajari dan mendukung peningkatan pemahaman
konsep matematika siswa.

Alat peraga matematika mempunyai peranan yang sangat penting dalam
memahami konsep matematika, bahkan dalam hal-hal tertentu akan
menentukan keberhasilan proses belajar itu sendiri, karena dalam hal ini
siswa belajar melalui hal-hal yang bersifat untuk memahami konsep yang
abstrak sebagai perantara atau visualisasi.

Alat peraga matematika diperlukan bagi seorang pengajar dalam
menyampaikan pelajaran matematika. Hal ini dapat dikatakan bahwa alat
peraga merupakan media transfer pengetahuan dari pendidik kepada peserta
didik. Disamping itu alat peraga dapat digunakan untuk menarik perhatian
siswa dalam mempelajari matematika. Siswa dapat dengan cara melihat dan
memperagakan secara langsung maka pembelajaran akan lebih membekas
pada diri peserta didik sehingga hasil belajar yang diharapkan dapat tercapai
untuk mendapatkan hasil yang sempurna.

Dari hasil observasi di SMP Satu Atap Mesoyi, diperoleh informasi
bahwa materi yang sulit dipahami siswa dan memerlukan alat peraga adalah
materi Lingkaran. Materi Lingkaran membutuhkan imajinasi-imajinasi yang
begitu tinggi sehingga para guru merasa kesulitan ketika mengajarkan materi
Lingkaran. Begitu pula para siswa juga tak dapat memahami sepenuhnya apa
yang dimaksudkan oleh guru disaat mengajarkan tentang Lingkaran
dikarenakan mereka tidak melihat bendanya secara nyata.
B. Tujuan Pembuatan Alat Peraga
Alat peraga ini bertujuan untuk :
1. Membuktikan rumus Luas Lingkaran dengan pendekatan Luas

Segiempat
2. Membantu siswa mengingat rumus luas lingkaran

C. Manfaat Alat
Manfaat yang diharapkan dari pembuatan alat peraga “Luas lingkaran”
adalah:
1. Manfaat Praktis
a. Bagi Siswa
Menarik perhatian siswa dalam memahami pelajaran bangun ruang,
khususnya materi yang terkait dengan luas lingkaran. Selain itu juga
dapat memberikan pengertian yang lebih mendalam, tak sekedar
mendengarkan pengajaran dari guru namun siswa mengalami sendiri
sehingga lebih berkesan dan materi yang berkaitan tidak akan mudah
terlupakan oleh siswa.
b. Bagi Guru
Dapat membantu guru dalam menarik perhatian siswa disaat guru
sedang menerangkan, sehingga siswa dapat fokus pada penjelasan
guru. Selain itu memudahkan guru dalam menjelaskan materi irisan
kerucut yang pada dasarnya sulit untuk diimajinasikan.
c. Bagi Sekolah
Membantu melengkapi alat peraga pada laboratorium sekolah terkait
sehingga ketika para siswa sulit mengerti pada materi dapat
menggunakan alat peraga tersebut.

2. Manfaat Teoritis
Alat peraga ini dapat membantu siswa menggambarkan secara nyata
rumus luas lingkaran dengan pendekatan luas segiempat.

BAB II
PEMBUATAN & PENGGUNAAN ALAT PERAGA
A. Nama & Bentuk alat Peraga
Nama alat peraga ini adalah “ Luas Lingkaran “
Alat peraga yang dibuat berupa lingkaran yang berdiameter 22 cm.

Foto 1. Lingkaran
B. Alat dan Bahan

Dalam pembuatan alat peraga lingkaran dibutuhkan alat dan bahan sebagai
berikut:

a. Alat

1. Gunting
2. Cutter
3. Lem tembak
4. Penggaris/meteran
5. Pensil
6. Jangka
7. Busur derajat
8. Jarum Pentul

b. Bahan

a. Kertas Bufalo
b. Stereoform ukuran 100 cm x 50 cm

c. Kain flanel dengan 4 warna yaitu
 Hijau untuk alas
 Orange untuk bingkai
 Hijau muda untuk warna setengah lingkaran
 Merah muda untuk warna setengah lingkaran lainnya
 Biru untuk menutup keliling lingkaran

d. Lem lilin
e. Doubletipe

Foto 2. Alat dan Bahan

C. Cara Pembuatan
Adapun cara pembuatan alat peraga luas lingkaran adalah sebagai berikut :

1. Persiapkan bahan dan alat – alat seperti pada gambar diatas

2. Membuat lingkaran pada kertas bufalo
3. Memotong stereoform sesuai bentuk lingkaran yang sebelumnya

dibuat
4. Bagilah lingkaran tersebut dengan menggunakan busur derajat

menjadi 8 juring,kemudian potonglah juring – juring tersebut
5. Kemudian tutuplah 4 juring lingkaran tersebut dengan kain flanel

yang berwarna hijau muda, dan tutuplah 4 juring lainnya dengan kain
flanel yang berwarna merah muda
6. Tutuplah setiap pinggir juring dengan kain flanel warna biru

7. Susunlah jaring – jaring tersebut, menjadi bentuk persegi panjang,
belah ketupat, trapesium, jajar genjang.

Foto 3. Menggambar Foto 4. Memotong stereoform
lingkaran pd stereoform

D. Cara penggunaan alat peraga
Cara menggunakan alat peraga "Luas Lingkaran" yaitu, lepaskan

juring – juring yang masih menjadi satu membentuk lingkaran. Kemudian
susunlah juring – juring tersebut menjadi bangun segiempat.
1. Jajar genjang

Ambil dan susunlah juring-juring tersebut satu per satu sehingga
membentuk bangun jajar genjang seperti berikut.

Foto 5. Bangun jajar genjang

Setelah juring – juring tersebut tersusun, kemudian tentukan panjang
alas dan tinggi jajar genjang tersebut. Alas jajar genjang tersebut terdiri

dari 2 busur lingkaran. Setiap busur lingkaran panjangnya sama dengan
seperdelapan keliling lingkaran. Tinggi jajargenjang tersebut sama
dengan 2 kali tinggi juring. Tinggi juring sama dengan jari – jari
lingkaran.
Karena jajar genjang tersebut terbentuk dari juring – juring lingkaran,
maka luas lingkaran sama dengan luas jajar genjang.
Luas Lingkaran = Luas Jajar genjang

= alas x tinggi
=
=
=
Jadi dengan pendekatan luas jajar genjang, terbukti bahwa rumus :
Luas lingkaran =

2. Belah ketupat
Ambil dan susunlah juring – juring tersebut sehingga terbentuk bangun
belah ketupat seperti gambar berikut :

Foto 6. Belah ketupat
Setelah juring-juring tersusun membentuk belah ketupat, kemudian
tentukan panjang diagonal 1 dan panjang diagonal 2 dari belahketupat
tersebut. Panjang diagonal 1 sama dengan panjang 2 busur lingkaran,

panjang diagonal 2 sama dengan 4 kali tinggi juring. Sedangkan tinggi
setiap juring sama dengan panjang jari – jari lingkaran tersebut.
Karena belah ketupat tersebut terbentuk dari juring-juring lingkaran,
maka luas lingkaran dapat dibuktikan dengan menggunakan pendekatan
luas belah ketupat.

Luas Lingkaran = luas belah ketupat
=

=

=

=

Dengan menggunakan pendekatan luas belah ketupat, dapat
dibuktikan bahwa :

Luas lingkaran =

3. Trapesium
Ambil dan susunlah juring-juring tersebut membentuk bangun
trapesium seperti berikut.

Foto 7. Trapesium
Setelah tersusun seperti gambar tersebut, kemudian tentukan panjang
sisi sejajar dan tinggi trapesium. Panjang sisi atas 1 busur lingkaran dan
panjang sisi yang bawah 3 busur lingkaran, sehingga jumlah sisi sejajar

sama dengan 4 busur lingkaran. Tinggi trapesium sama dengan 2 kali
tinggi juring. Tinggi juring sama dengan jari-jari lingkaran.
Karena trapesium tersebut terbentuk dari juring-juring lingkaran, maka
luas lingkaran dapat dibuktikan dengan menggunakan pendekatan luas
trapesium.
Luas lingkaran = Luas Trapesium

=
= ()
=
=
Dengan menggunakan pendekatan luas belah ketupat, dapat
dibuktikan bahwa :

Luas lingkaran =

4. Persegi panjang
Ambil dan susunlah 8 juring-juring tersebut ,ternyata setelah disusun
membentuk bangun jajar genjang. Ambillah satu juring kemudian
bagilah menjadi 2 bagian, letakkan juring-juring kecil tersebut didepan
dan belakang bangun tersebut, sehingga terbentuklah bangun persegi
panjang seperti berikut :

Foto 8. Persegi Panjang

Setelah juring-juring tersebut membentuk persegi panjang, kemudian
tentukan panjang dan lebar bangun tersebut. Panjang bangun tersebut
terdiri dari 4 busur lingkaran. Panjang setiap busur lingkaran sama
dengan seperdelapan keliling lingkaran. Lebar bangun tersebut sama
dengan tinggi juring, tinggi juring sama dengan panjang jari-jari
lingkaran.
Karena persegi panjang tersebut disusun oleh juring-juring lingkaran,
maka luas lingkaran dapat dibuktikan dengan menggunakan pendekatan
luas persegi panjang.
Luas lingkaran = luas persegi panjang

= panjang x lebar
=

=

=

Dengan menggunakan pendekatan luas persegi panjang, dapat
dibuktikan bahwa :

Luas lingkaran =

E. Penggunaan Alat Peraga di kelas

Foto 9 . Siswa praktek Foto10 . Guru membimbing
menggunakan Alat peraga penggunaan alat peraga

Foto 11 . Siswa presentasi Foto 12 . Bangun yang disusun siswa

BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan
Berdasarkan penjelasan yang telah diuraikan dalam bab-bab

sebelumnya maka kesimpulan yang didapat adalah
a. Alat peraga “Luas Lingkaran” merupakan sebuah alat bantu yang dibuat

sedemikian rupa sehingga menarik perhatian siswa.
b. Alat peraga ini merupakan variasi dalam proses belajar mengajar

sehingga tidak membosankan.
c. Alat peraga ini dapat membantu guru dalam menyampaikan materi

Lingkaran.

B. Saran
Dari kesimpulan yang telah didapt, maka kami mengajukan saran :
a. Guru dapat membuat sebuah alat peraga sederhana ang akan
mempermudah siswa dalam pemahaman materi, sehingga guru tidak
akan memerlukan waktu yang banyak untuk menjelaskan materi secara
mendetail
b. Siswa diberikan kesempatan dalam penggunaan alat peraga “Luas
Lingkaran” agar siswa mengetahui materi yang bersangkutan


Click to View FlipBook Version