Aksi Nyata Modul 2.1 dan 2.2 Pembelajaran Berdiferensiasi dan Pembelajaran Sosial Emosional(PSE) Desi Trisnawati, S.Sos.I., M.Pd. SMAS Unggul Ar-Rahman CGP Angkatan 8
Pembelajaran berdiferensiasi adalah teknik instruksional atau pembelajaran di mana guru menggunakan berbagai metode pengajaran untuk memenuhi kebutuhan individual setiap siswa sesuai dengan kebutuhan mereka. Kebutuhan tersebut dapat berupa pengetahuan yang ada, gaya belajar, minat, dan pemahaman terhadap mata pelajaran. Pembelajaran Berdiferensiasi dan Pembelajaran Sosial Emosional (PSE) Pembelajaran Sosial Emosional adalah proses belajar yang berkaitan dengan pemahaman diri, empati terhadap orang lain, serta kemampuan berinteraksi dan berkomunikasi secara efektif. Ini mencakup aspek-aspek seperti keterampilan sosial, regulasi emosi, pemecahan masalah, dan pengambilan keputusan
Watch the Process https://www.youtube.com/watch?v=3mK8mxoQDoc PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI DAN PSE
Diferensiasi Konten Teacher: Desi Trisnawati, S.Sos.I.,M.Pd. Lesson: Religion Class: 12 MIPA-2
Diferensiasi Proses dan Diferensiasi Proses Teacher: Desi Trisnawati, S.Sos.I.,M.Pd. Lesson: Religion Class: 12 MIPA-2
Diferensiasi Produk Teacher: Desi Trisnawati, S.Sos.I.,M.Pd. Lesson: Religion Class: 12 MIPA-2 Diferensiasi Produk Setiap siswa membuat studi kasus pembagian waris di keluarga masing-masing
PSE Kesadaran Diri Teacher: Desi Trisnawati, S.Sos.I.,M.Pd. Lesson: Religion Class: 12 MIPA-2 Pembelajaran Sosial Emosional PSE Keterampilan Berelasi PSE Kesadaran Sosial
PSE Manajemen Diri Teacher: Desi Trisnawati, S.Sos.I.,M.Pd. Lesson: Religion Class: 12 MIPA-2 Pembelajaran Sosial Emosional PSE Pengambilan Keputusan yang Bertanggung Jawab
REFLEKSI PSE
Fact (Peristiwa) Saya sudah mempraktikkan pembelajaran sosial emosional di dalam pembelajaran di kelas. dari hal tersebut, saya belajar bagaimana menciptakan pengalaman dan lingkungan belajar yang memperhatikan kebutuhan sosial dan emosional murid. Saya belajar bagaimana mengelola emosi dalam memiliki kesadaran diri, memanajemen diri dengan strategi STOP dan bagaimana saya membuat keputusan dengan POOCH
Feeling (Perasaan) setelah mempelajari materi dan mempraktikkan pembelajaran soasial emosional ini saya merasa senang, semangat, termotivasi, dan percaya bahwa saya akan mampu menerapkan Pembelajaran Sosial dan Emosional dengan mengintegrasikan 5 Kompetensi Sosial Emosional di dalam pembelajaran yang saya lakukan. Tanpa disadari, selama ini saya juga sudah menanamkan PSE ini dalam kegiatan pembelajaran di kelas.
Finding (Pembelajaran) PSE adalah pembelajaran yang dilakukan secara kolaboratif oleh seluruh komunitas sekolah. Pembelajaran Sosial dan Emosional berupaya menciptakan lingkungan dan pengalaman belajar yang menumbuhkan 5 kompetensi sosial dan emosional yaitu kesadaran diri, manajemen diri, kesadaran sosial, keterampilan berelasi dan pengambilan keputusan yang bertanggung jawab. Pembelajaran 5 KSE tersebut akan dapat menghasilkan murid-murid yang berkarakter, disiplin, santun, jujur, peduli, responsif, proaktif, mendorong anak untuk memiliki rasa ingin tahu tentang ilmu pengetahuan, sosial, budaya, dan humaniora. Semua ini selaras dengan Standar Kompetensi Lulusan dan Standar Isi dalam Standar Nasional Pendidikan. Penting sekali pembelajaran yang dapat menumbuhkan kompetensi sosial dan emosional murid. Saya memahami serta menyadari pentingnya perkembangan murid secara holistik, bukan hanya intelektual, tetapi juga fisik, emosional, sosial, dan karakter. Lemahnya perkembangan sosial emosional para murid terlihat dengan meningkatnya perilaku negatif siswa, kinerja akademik murid menurun, terjadi kasus perundungan, tawuran, perlindungan obat-obatan terlarang, murid dengan gangguan emosional seperti stres, kecemasan, depresi, bahkan kasus bunuh diri pada usia remaja.
Future (Penerapan) Setelah mencoba menerapkan pembelajaran sosial dan emosinal saya bertekad untuk menciptakan lingkungan belajar yang aman dan nyaman agar seluruh individu di sekolah dapat meningkatkan kompetensi akademik dan kesejahteraan psikologis (well-being) secara optimal. Saya akan berusaha menerapkan konsep pembelajaran sosial dan emosional berdasarkan kerangka kerja CASEL (Collaborative for Academic, Social and Emotional Learning) yang bertujuan untuk mengembangkan 5 (lima) kompetensi sosial dan emosional (KSE), yaitu: kesadaran diri, manajemen diri, kesadaran sosial, keterampilan berhubungan, dan pengambilan keputusan yang bertanggung jawab. Saya akan membayangkan konsep kesadaran penuh (mindfulness) sebagai dasar pengembangan 5 (lima) kompetensi sosial dan emosional (KSE) Dan saya akan berusaha mengimplementasikan Pembelajaranimplementasi Sosial dan Emosional berbasis kesadaran penuh (mindfulness) melalui pengajaran eksplisit, integrasi dalam praktik mengajar dan kurikulum akademik, penciptaan iklim kelas dan budaya sekolah, dan penguatan kompetensi sosial dan emosional pendidik dan tenaga kependidikan (PTK) di sekolah
Terima Kasih Terima Kasih Salam dan Bahagia Salam dan Bahagia