T U G A S R UA N G K O L A B O R A S I M O D U L 1 . 1 Desi Trisnawati
P R E S E N TA S I H A S I L D I S KU S I K E LO M P O K 2 Desi Trisnawati Budi Hermawan Erlan Suherlan Yana Ujang Jalaludin
Pertanyaan yang didiskusikan : Apa Konteks kekuatan Sosiokultural di daerah Anda yang sejalan dengan pemikiran KHD ? Bagaimana pemikiran KHD dapat dikontekstualkan sesuai dengan nilai nilai luhur kearifan budaya daerah asal yang relevan menjadi penguatan karakter murid sebagai individu sekaligus sebagai anggota masyarakat pada konteks lokal sosial budaya di daerah anda? Sepakati satu kekuatan pemikiran KHD yang menebalkan laku murid di kelas atau di sekolah anda sesuai dengan konteks lokal sosial Budaya di daerah Anda yang dapat diterapkan? 1 2 3
1. Kekuatan Sosiokultural di daerah kami yang sejalan dengan pemikiran KHD Keadaan Daerah Kekuatan Sosiokultural •Senyum, Sapa, Salam pada guru sebelum masuk kelas •Gotong royong •Shalat Dhuha, wajib jamaah •Tahfidz Al-Quran •perayaan hari besar keagamaan •Bahasa •Religius •Pesantren •Pertanian •Pabrik
2. Bagaimana pemikiran KHD dapat dikontekstualkan sesuai dengan nilai nilai luhur kearifan budaya daerah asal yang relevan menjadi penguatan karakter murid sebagai individu sekaligus sebagai anggota masyarakat pada konteks lokal sosial budaya di daerah anda? • Dengan mengintegrasikan aspek Sikap, Pengetahuan dan Keterampilan dengan materi/ tujuan yang ingin dicapai yang sesuai dengan kedaan sosial budaya daerah masing-masing. • Mengapa mengintegrasikan ketiga aspek tersebut? Karena pada dasarnya Tujuan Pembelajaran (TP) tercapai apabila tergambarnya pencapaian tiga aspek kompetensi (pengetahuan, keterampilan, sikap) murid yang dibangun melalui satu atau lebih kegiatan pembelajaran yang disesuaikan dengan kearifan budaya daerah asal sehingga menghasilkan karakter relijius yang utuh dari murid.
Kodrat Alam Penguatan Karakter Sikap 1. Bersyukur kepada Allah atas semua nikmat yang telah diberikan sehingga diberi kesempatan untuk belajar/menuntut ilmu Pengetahuan 1. Mempelajari tahsin, tajwid, makna ayat al-Quran 2. Mempelajari tata bahasa Bahasa Sunda, Inggris, Arab, dll Keterampilan 1. Membaca dan menghapal al-Quran 2. Mampu menggunakan Bahasa Sunda (kearifan lokal daerah), Inggris dan Arab dalam kegiatan sehari-hari Kodrat Zaman Penguatan Karakter Menggunakan berbagai teknologi dan metode untuk memudahkan bacaan dan hapalan al-Quran (seperti; Metode Iqro, Metode Mutqin, MP4 murottal, gadget, dll) Menguasai Bahasa Asing (Bahasa Sunda, Inggris, Arab, dll) Pemikiran KHD dapat dikontekstualkan sesuai dengan nilai nilai luhur kearifan budaya daerah asal
Kontekstualisasi pemikiran KHD sesuai dengan nilai nilai luhur kearifan budaya daerah asal
3. Satu kekuatan pemikiran KHD yang menebalkan laku murid di sekolah anda sesuai dengan konteks lokal sosial Budaya yang dapat diterapkan di daerah Anda Pemikiran KHD Tentang “Perubahan” Kodrat Keadaan Kodrat Zaman Kodrat Alam Prinsip Perubahan Budi Pekerti Azas TriKon Kontinuitas Konvergensi Konsentris Budi Pekerti Cipta Rasa Karsa Kekuatan
3. Satu kekuatan pemikiran KHD yang menebalkan laku murid di sekolah anda sesuai dengan konteks lokal sosial Budaya yang dapat diterapkan di daerah Anda Pemikiran KHD Tentang “Perubahan” Menghasilkan karakter Religius Proses pembelajaran dilaksanakan sesuai kodrat keadaan, prinsip perubahan, dan budi pekerti murid melalui kegiatan yang disesuaikan dengan konteks sosial budaya daerah
Wassalammualaikum Wr. wb. TERIMAKASIH