The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

AKSI NYATA MODUL 3.3 - Pengelolaan Program yang Berdampak Positif pada Murid

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by endahindriyana, 2023-11-10 22:56:30

AKSI NYATA MODUL 3.3 - Pengelolaan Program yang Berdampak Positif pada Murid

AKSI NYATA MODUL 3.3 - Pengelolaan Program yang Berdampak Positif pada Murid

Keywords: AKSI NYATA MODUL 3.3 - Pengelolaan Program yang Berdampak Positif pada Murid

AKSI NYATA MODUL 3.3 Pengelolaan Program yang Berdampak Positif pada Murid ENDAH INDRIYANA SMAN Darussholah Singojuruh CGP Angkatan 8, Kab. Banyuwangi


TUJUAN PEMBELAJARAN KHUSUS: CGP dapat menjalankan tahapan B (Buat Pertanyaan) & A (Ambil Pelajaran) berdasarkan model prakarsa perubahan B-A-G-J-A yang telah dibuat sebelumnya pada tahapan Demonstrasi Kontekstual dalam sebuah aksi nyata. CGP membuat dokumentasi pelaksanaan tahapan yang telah dijalankan tersebut.


PRAKARSA 01 PERUBAHAN


PRAKARSA PERUBAHAN MENUMBUHKAN SIKAP SALING MENGHARGAI PERBEDAAN DAN MENGHORMATI KEBERAGAMAN SUKU, RAS, AGAMA DAN BUDAYA MELALUI PROGRAM PELAJAR ANTI RASISME (PELARIS)


LATAR BELAKANG PROGRAM 02 “PELARIS”


Rasisme adalah suatu system kepercayaan atau doktrin yang menyatakan bahwa perbedaan biologis yang melekat pada manusia menentukan pencapaian budaya atau individu bahwa suatu ras tertentu lebih superior dan memiliki hak untuk mengatur ras yang lain. Rasisme perlu diminimalisir atau bahkan perlu dihilangkan, karena rasisme akan menimbulkan rasa superioritas ras tertentu yang akan berujung pada penindasan dan pembatasan atau bahkan pembulian. Padahal sebenarnya setiap ras memiliki ciri khas. Keunikan, kelebihan dan kekurangan masing-masing, sebagaimana banyak disebutkan dalam ajaran agama, kepercayaan dan kesepakatan Hak Asasi Manusia yang berlaku universal bahwa sesungguhnya setiap manusia adalah sama dan tidak seharusnya ada pembedaan atau batasan bagi ras atau golongan tertentu dan bahwa setiap manusia memiliki harkat, martabat dan derajat yang sama. LATAR BELAKANG PROGRAM “PELARIS” Isu rasisme adalah isu yang sudah sangat berakar dan dan dapat ditemui di hampir setiap negara. Kebersamaan adalah salah satu solusi untuk menangkal pengaruh dan isu rasisme dalam kehidupan kita sebagai makhluk sosial. Karena dengan meningkatkan semangat kebersamaan akan terjadi pembaruan tanpa memandang perbedaan yang akan berujung pada persatuan dan kesatuan. Oleh karena itu, melalui program “PELARIS” (Pelajar Anti Rasisme) ini, diharapkan generasi muda akan lebih sadar tentang arti pentingnya sikap saling menghargai dan menghormati perbedaan serta mampu meminimalisir pengaruh rasisme dan mengurangi tindakan pembatasan / penindasan dan pembulian dikalangan pelajar. Selain itu dengan adanya program “PELARIS” diharapkan murid mampu berempati kepada orang lain serta mampu mengidentifikasi, mengklarifikasi dan mengolah suatu informasi dan gagasan dengan baik. 1 2


TUJUAN PROGRAM “PELARIS” 03


PELAJAR ANTI RASISME Melalui program “PELARIS” (Pelajar Anti Rasisme) ini, murid diharapkan mampu menumbuhkan sikap saling menghargai perbedaan dan menghormati keberagaman suku, ras, agama dan budaya serta mampu mengembangkan secara spesifik enam dimensi profil pelajar Pancasila, yakni beriman, bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berakhlak mulia, berkebhinekaan global, bernalar kritis, bergotong royong, mandiri dan kreatif.


APA ITU 04 “PELARIS”?


PELARIS Program “PELARIS” (Pelajar Anti Rasisme) adalah program Kokurikuler Sekolah yang melibatkan beberapa mata pelajaran seperti Pendidikan Agama dan Budi Pekerti, Pendidikan Pancasila, Sejarah dan Seni Budaya dengan tujuan untuk menumbuhkan sikap saling menghargai perbedaan dan menghormati keberagaman suku, agama dan budaya. Yang menjadi sasaran pada program ini adalah seluruh murid kelas X, karena pada saat ini murid kelas X telah melaksanakan Kurikulum Merdeka. Program ini juga melibatkan kepemimpinan murid mulai dari perencanaan, pelaksanaan hingga pada evaluasi program. PELARIS


GAMBARAN UMUM PROGRAM 05 “PELARIS”


TAHAPAN PROGRAM “PELARIS” TAHAP TEMUKAN TAHAP BAYANGKAN TAHAP LAKUKAN TAHAP BAGIKAN 1 2 3 4


TAHAPAN PROGRAM “PELARIS” TAHAP TEMUKAN Murid diajak mengenali dan menggali lebih dalam tentang keberagaman suku di Indonesia, murid juga diajak mengenali dan membangun kesadaran terhadap isu rasisme. Murid diajak menggali permasalahan terkait topik pembahasan isu rasisme. Selama program ini berjalan, murid tidak hanya membentuk pengetahuan, namun juga membangun kesadaran dan melakukan penyelidikan secara kritis sehingga mampu menemukan faktor-faktor penyebab terjadinya rasisme dan pada akhirnya dapat merencanakan solusi aksi dari situasi yang telah mereka ketahui dan pahami. TAHAP BAYANGKAN 1 2


TAHAPAN PROGRAM “PELARIS” TAHAP LAKUKAN Tahap ini bertujuan untuk mewujudkan pelajaran yang telah diperoleh murid dalam bentuk aksi nyata yaitu murid akan saling menyampaikan temuan yang mereka peroleh dalam kelompok kecil dan mereka akan berdiskusi menemukan solusi dari permasalahan isu rasisme. Selanjutnya murid akan mempresentasikan hasil diskusi mereka kepada kelompok yang lain. Murid akan menuangkan aksi nyata mereka dengan membuat karya yang bertemakan anti rasisme (bisa berupa poster, tulisan, kerajinan dsb), kemudian mengkampanyekan pada komunitas sekolah maupun komunitas diluar sekolah serta kampanye melalui media sosial dengan cara mempresentasikan hasil karya mereka dan menguploadnya pada akun sosial media masingmasing dengan menyertakan hastag #pelajar anti rasisme. TAHAP BAGIKAN 3 4


PERUMUSAN STRATEGI PELAKSANAAN PROGRAM “PELARIS” 06


PERUMUSAN STRATEGI PELAKSANAAN PROGRAM “PELARIS” BUAT PERTANYAAN UTAMA GALI MIMPI AMBIL PELAJARAN JABARKAN RENCANA ATUR EKSEKUSI B A G J A


--> BUAT PERTANYAAN UTAMA


DOKUMENTASI --> BUAT PERTANYAAN UTAMA Berdiskusi dengan kepala sekolah dan rekan sejawat terkait program yang akan dilaksanakan


--> AMBIL PELAJARAN


DOKUMENTASI --> AMBIL PELAJARAN Melakukan curah pendapat dengan guru dan murid terkait program yang akan dilaksanakan


--> GALI MIMPI


DOKUMENTASI --> GALI MIMPI Melakukan sesi berbagi bersama kepala sekolah, rekan guru dan murid untuk melengkapi daftar harapan dan evaluasi terkait program yang akan dilaksanakan


--> JABARKAN RENCANA


DOKUMENTASI --> JABARKAN RENCANA Mendiskusikan rencana program dengan kepala sekolah, guru dan murid serta membentuk tim untuk kelancaran pelaksanaan program


--> ATUR EKSEKUSI


DOKUMENTASI PELAKSANAAN 07 PROGRAM “PELARIS”


Proses pembuatan karya yang bertemakan “PELARIS” (Pelajar Anti Rasisme)


Hasil karya peserta didik yang bertemakan “PELARIS” (Pelajar Anti Rasisme)


Presentasi hasil karya dengan tujuan mengkampanyekan pelajar anti rasisme pada komunitas sekolah maupun luar sekolah


Presentasi hasil karya dengan tujuan mengkampanyekan pelajar anti rasisme pada komunitas sekolah maupun luar sekolah


Presentasi hasil karya dengan tujuan mengkampanyekan pelajar anti rasisme pada komunitas sekolah maupun luar sekolah


Presentasi hasil karya dengan tujuan mengkampanyekan pelajar anti rasisme pada komunitas sekolah maupun luar sekolah


Presentasi hasil karya dengan tujuan mengkampanyekan pelajar anti rasisme pada komunitas sekolah maupun luar sekolah


08 REFLEKSI


PERISTIWA 1 Dalam program “PELARIS” , murid diajak untuk mengenali dan menggali lebih dalam tentang keberagaman suku di Indonesia. Murid diajak menggali permasalahan terkait topik pembahasan isu rasisme. Selama program ini berjalan, murid tidak hanya membentuk pengetahuan, namun juga membangun kesadaran dan melakukan penyelidikan secara kritis sehingga mampu menemukan faktor-faktor penyebab terjadinya rasisme dan pada akhirnya dapat merencanakan solusi aksi dari situasi yang telah mereka ketahui dan pahami. 2 Selanjutnya, murid diminta untuk mewujudkan pembelajaran yang telah diperoleh dalam bentuk aksi nyata yaitu murid akan saling menyampaikan temuan yang mereka peroleh dalam kelompok kecil dan mereka akan berdiskusi menemukan solusi dari permasalahan isu rasisme. Kemudian murid akan mempresentasikan hasil diskusi mereka kepada kelompok yang lain. Selanjutnya, murid menuangkan aksi nyata mereka dengan membuat karya yang bertemakan anti rasisme (bisa berupa poster, tulisan, kerajinan dsb), kemudian mengkampanyekan pada komunitas sekolah maupun komunitas diluar sekolah serta kampanye melalui media sosial dengan cara mempresentasikan hasil karya mereka dan menguploadnya pada akun sosial media masing-masing dengan menyertakan hastag #pelajar anti rasisme


PERASAAN Perasaan saya pada saat mengaplikasikan aksi nyata ini, tentunya saya merasa sangat senang, bersyukur dan bersemangat. Saya merasa senang karena saya memiliki kesempatan untuk dapat belajar bersama, berkolaborasi dan berbagi praktik baik di sekolah dalam menjalankan program yang berdampak positif pada murid. Saya merasa bersyukur karena dalam kegiatan ini saya banyak sekali mendapatkan pengalaman dan praktik baik dalam menyusun program sekolah yang berdampak positif pada murid. Saya merasa bersemangat karena saya mendapatkan kesempatan untuk dapat mengembangkan program dengan memberikan ruang kepada murid untuk dapat menyuarakan ide dan pendapatnya terkait program ini dan memberikan pilihan kepada murid untuk membuat sebuah karya sesuai dengan minat maupun bakatnya sehingga mereka dapat merasa memiliki dan bertanggung jawab atas pilihan yang telah mereka buat. Dengan memberikan kesempatan kepada murid untuk mengembangkan aspek suara, pilihan dan kepemilikan murid, maka hal ini pun dapat menjadi stimulus terwujudnya kepemimpinan murid.


PEMBELAJARAN Pada kegiatan aksi nyata ini, saya banyak sekali mendapatkan ilmu dan pengalaman baru yaitu tentang peran guru dalam menyusun program sekolah yang berdampak positif pada murid untuk mewujudkan kepemimpinan murid. Ketika murid menjadi pemimpin dalam pembelajaran mereka sendiri atau yang biasa disebut dengan Student Agency, mereka dapat menyampaikan suara, mengusulkan pilihan, dan akan merasa memiliki tanggung jawab terhadap program yang akan dilaksanakan (kepemilikan dalam pembelajaran mereka). Tugas guru bukan hanya sekedar mengajar atau memberikan perintah kepada murid, namun peran guru disini adalah sebagai fasilitator untuk dapat membimbing dan mengajak murid agar ikut terlibat aktif dalam program atau kegiatan yang telah disusun bersama.


PENERAPAN Dengan berkoordinasi dan berkolaborasi dengan seluruh warga sekolah, diharapkan program “PELARIS” ini dapat terlaksana lebih baik lagi dengan memanfaatkan kekuatan aset yang ada di sekolah maupun lingkungan sekitar sekolah serta mencari strategi dan mengevaluasi program ini agar dapat berjalan dengan maksimal dan berkelanjutan. Adapun rencana kegiatan yang akan diterapkan untuk kedepannya agar program yang dilaksanakan dapat menjadikan murid sebagai pemimpin dalam pembelajarannya sendiri, maka sekolah perlu memberikan ruang atau kesempatan kepada murid untuk mengembangkan kemampuannya dalam mengelola pembelajaran mereka sendiri yaitu dengan mengurangi kendali kita terhadap murid dan memberikan kesempatan kepada murid untuk menyampaikan ide dan pendapatnya terkait program yang akan dilaksanakan, memberikan pilihan kepada murid terkait karya yang menarik sesuai dengan minat dan bakatnya serta menumbuhkan kesadaran murid untuk bertanggung jawab atas pilihannya.


TERIMA KASIH SALAM GURU PENGGERAK


Click to View FlipBook Version