The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

Oleh: Dr, Suparni Setyowati dalam webinar bertema Mengubah Limbah Menjadi Energi

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by kak_hasto, 2020-09-17 00:52:15

Mengolah Air Limbah Industri Tahu Menjadi Biogas; Permasalahan Krisis Energi Nasional

Oleh: Dr, Suparni Setyowati dalam webinar bertema Mengubah Limbah Menjadi Energi

MENGOLAH AIR LIMBAH INDUSTRI TAHU MENJADI
BIOGAS

OLEH :
SUPARNI SETYOWATI RAHAYU
CP : 08122818402
EMAIL : [email protected]

PERMASALAHAN KRISIS ENERGI NASIONAL

Penyediaan energi merupakan Energi yang bersifat terbarukan
faktor yang sangat pentiing relatif benlum banyak
dimanfaatkan
dalammendorong pembangunan
di berbagai sektor, pertumbuhan

ekonomi dan pertumbuhan
penduduk

Kebijakan energi nasional yang Biogas merupakan salah satu
berprinsip pada diversifikasi energi energi terbarukan,
yang harus bersih, murah dan mudah
pemanfaatannya baru 3,25%
didapat serta tidak merusak
lingkungan

TEKNOLOGI PRODUKSI BIOGAS DARI AIR LIMBAH INDUSTRI
TAHU KURANG BERKEMBANG

Belum Belum adanya
diketahui strategi
karakteristik
air limbah pengelolaan
industri tahu lingkungan
dikawasan
insdustri tahu Belum
terukurnya

potensi
keberlanjutan

dari segi
ekonomi, sosial
dan lingkungan

BANYAKNYA AIR LIMBAH AKIBAT KEGIATAN INDUSTRI
TAHU
Kapasitas 30-100Kg bahan baku kedelaiair limbah yang
dibuang rata-rata 640 L/hari

AKAN BERDAMPAK TERHADAP PENURUNAN DAN
PENCEMARAN KUALITAS AIR

PERLU STRATEGI PENGELOLAAN LINGKUNGAN SERTA
PENGENDALIAN KUALITAS AIR DENGAN PENGOLAHAN

AIR LIMBAH

INTEGRASI PRODUKSI BERSIH DAN PENGOLAHAN AIR LIMBAH
INDUSTRI KECIL TAHU MENJADI BIOGAS SEBAGAI

ENERGI TERBARUKAN DENGAN MENGGUNAKAN REAKTOR ANAEROBIC

LATAR BELAKANG

Air limbah tahu Kebutuhan energi
mengandung zat organik akan terus meningkat
dan nutrien cukup tinggi

Belum termanfaatkan Belum berkembangnya
secara optimal teknologi pengolahan
limbah cair tahu

Penerapan TUJUAN
produksi
bersih Potensi untuk
produksi biogas
Aplikasi riset terapan
proses anaerob air
limbah terhadap

produksi biogas

Produktivitas dan
Kinerja Reaktor

Anaerobik

Keberlanjutan
dari segi

ekonomi, sosial
dan lingkungan

PROGRAM INOVASI

Inovasi penerapan produksi bersih
dan pengembangan iptek dengan
penerapan reaktor Anaerobik
skala industri kecil untuk
pengolahan air limbah tahu
menjadi biogas yang ramah
lingkungan

TAHAPAN MENGOLAH AIR LIMBAH TAHU MENJADI
BIOGAS

Penerapan produksi bersih pada kawasan industri kecil tahu
untuk melakukan strategi pengelolaan lingkungan

Studi potensi dan karakteristik air limbah industri kecil tahu untuk produksi
biogas sebagai energi terbarukan

ldentifikasi dan karakterisasi Studi potensi air limbah tahu
sumber-sumber air limbah untuk produksi biogas
tahu (COD, TSS, pH, suhu)

Penambahan Pengaruh konsentrasi Sosialisasi,pelatihan,penerapan
lumpur COD dan TSS terhadap teknologi,pendampingan,
selokan, Keberlanjutan
produksi biogas
kotoran sapi dengan HRT

Dari 334 industri kecil tahu, terdapat
yang sudah memanfaatkan Biogas
sebanyak 112 industri kecil tahu

Luas wilayah Pedukuhan
Pesalakan Desa Adiwerna
sekitar 62.151 ha :
PETA PENGRAJIN TAHU DI PEDUKUHAN PESALAKAN
DESA ADIWERNA KABUPATEN TEGAL

Studi Karakteristik dan Potensi Limbah Air Limbah Industri Kecil Tahu untuk
Produksi Biogas sebagai Energi Terbarukan

Karakteristik Air limbah Industri Kecil Tahu di Pedukuhan Pesalakan Desa Adiwerna
Kecamatan Adiwerna Kabupaten Tegal

No Parameter Satua 1 2 Nilai Baku
n 3 4 Rata-rata Mutu

1 COD mg/L 4065,3 4008,2 4010,4 3967,56 4012,89 275

235

2 TSS mg/L 1360 1340 1325 1225 1340 100

3 Temperatur °C 69 71 72 68 70 38

4 pH - 5 5,5 4,5 5 5 3-9

Nilai COD tinggi potensi sebagai bahan baku
Nilai TSS tinggi produksi biogas sebagai
energi terbarukan

PENGARUH HRT TERHADAP PENURUNAN TSS DAN COD TERHADAP
PRODUKTIVITAS BIOGAS

5000

Konsentrasi COD (mg/L) 4500 COD (mg/L)
4000 TSS (mg/L)
3500 Volume Gas Kumulatif
3000

2500

2000

1500

1000

500

0
0 2 4 6 8 10 12 14 16 18 20 22 24
HRT (hari)

Kecenderungan Penurunan Konsentrasi TSS dan Konsentrasi COD Selama Masa Running

KARAKTERISTIK AIR LIMBAH INDUSTRI TAHU SEBELUM DAN
SESUDAH PROSES DEGESTASI

Parameter Influent Efluent Perda Jateng No.5 Tahun 2012
(Sebelum) (Sesudah)
COD (mg/L) 275
TSS (mg/L) 4012,89 555,35 100
pH 1340 364 6–9
Suhu oC 5 7,5 38
70 33,90

Pengurangan COD = 87,51 %, TSS = 75,37 %,
Suhu = 51,57%, pH naik 50 %

NERACA INPUT OUTPUT AIR LIMBAH INDUSTRI KECIL TAHU MENJADI
GAS METANE SEBAGAI BIOGAS

1 kg CH4 mengandung 11,900 Kkal dengan masa jenis 0,000672 kg/l

KARAKTERISTIK BIOGAS YANG DIHASILKAN

kandungan CH4 dalam Nilai kalor biogas
biogas 78.26 % 4246,55 kal/gr
kandungan CO2
20,16%.

Jika kandungan gas
methane tinggi maka
nilai kalor biogas juga

tinggi.

KEUNGGULAN BIOGAS

Ramah
Lingkungan

Memiliki sifat
Renewable

Tidak memiliki
resiko meledak

PERBANDINGAN BIOGAS DENGAN SUMBER ENERGI
LAIN UNTUK BAHAN BAKAR

1 m3 0,46 Lt
Biogas LPG

3,5 Kg
kayu bakar

Tinjauan Ekonomi Tinjauan Tinjauan Sosial
Lingkungan

Air 18,5 % – 35,41 Keuntungan Kebersamaan
% pembelajaran

internal

Listrik 60 % – 77% Pencemaran air Kontrol
berkurang sosial

Serbuk gergaji 25 Keuntungan Efektivitas
% - 32 % finansial Efisiensi

KESIMPULAN

Karakteristik air limbah tahu mempunyai konsentrasi COD (412 mg/Lt)
dan TSS (1340mg/Lt, pH 5), Suhu 70 derajat Celcius) mempunyai

potensi untuk menjadi Biogas karena kandungan nutrien dan padatan
organik tinggi yang merupakan bahan dasar untuk produksi Biogas

Strategi pengelolaan lingkungan yang sesuai di industri tahu yaitu
penerapan produksi bersih untuk mendapatkan keuntungan baik dtinjau

dari segi ekonomi, sosial dan lingkungan.

Potensi keberlanjutan dapat berlangsung jika ada sinergi antara industri
tahu dengan masyarakat sekitar serta pemerintah sebagai pendorong
dalam pengembangan kawasan Industri tahu melalui pemanfaatan air

limbahnya menjadi biogas

TERIMAKASIH


Click to View FlipBook Version