KEMENTERIAN PENDIDIKAN KEBUDAYAAN
RISET DAN TEKNOLOGI
Pendidikan GuruScreen Shot 2020-03-01 at 3.18.51 PM
Penggerak
(Ekosistem Pembelajaran
yang Berpusat pada Murid)
Perkumpulan Sekolah SPK Indonesia, 18 Oktober 2022
Latar BelakangLatarBelakang Ki Hadjar Dewantara yang
memandang tugas guru
Kualitas pembelajaran guru di sebagai “penuntun” agar setiap
Indonesia masih perlu anak dapat berkembang sesuai
dengan “kodrat”nya,
mendapat perhatian khusus, diperlukan pengembangan
terutama terkait kepemimpinan kapasitas guru sebagai
pemimpin pembelajaran
pembelajaran di kelas (Pusat
Penilaian Pendidikan, 2019). Kebijakan Merdeka Belajar
melaksanakan program
peningkatan dan pemerataan
mutu layanan pendidikan melalui
penguatan kepemimpinan
pendidikan serta peningkatan
kompetensi pendidik dan tenaga
kependidikan
Rasional :
Anda tidak dapat mengembangkan sekolah tanpa pemimpin!
Tinjauan Utama
• Memilih seorang pemimpin sekolah adalah salah satu
keputusan yang paling penting untuk sebuah sistem Pendidikan.
• Kepala sekolah berkinerja tinggi lebih fokus pada
kepemimpinan instruksional dan perkembangan guru.
• Kepemimpinan yang berfokus pada pengajaran, pembelajaran,
dan orang-orang sangat penting untuk saat ini dan kesuksesan
sekolah di masa depan.
• Pemimpin belajar paling baik dalam konteks dan dari beragam
sumber (termasuk rekan kerja, atasan, sumber online, dan
pelatihan formal).
Tujuan :
Pendidikan Guru Penggerak bertujuan untuk menghasilkan pemimpin sekolah yang transformatif dengan
mengembangkan paradigma, perilaku dan praktik yang berpusat pada siswa
• Pembelajaran yang berpusat pada • Berkolaborasi
murid sesuai dengan filosofi Ki • Melakukan refleksi
Hajar Dewantara (Bapaka • Pengembangan komunitas praktisi
Pendidikan Indonesia)
untuk mempertahankan
• Pengembangan komunitas praktisi
berbasis asset dalam pembelajaran berkelanjutan
pembelajaran dan manajemen • Bertukar umpan balik untuk
sekolah
perbaikan
• Mendorong inklusivitas dan • Membangun hubungan yang
perkembangan sosial emosional
para siswa dan guru positif dan setara antara para guru
dan siswa
Program Pendidikan Guru Penggerak
tujuan, yakni menciptakan
pembelajaran yang berpusat pada
pemenuhan kebutuhan murid
Materi utama dalam program Rangkaian paket pelatihan yaitu
pendidikan Guru Penggerak Paradigma dan Visi Guru
diantaranya meliputi Penggerak, Praktik Pembelajaran
“Pembelajaran Berdiferensiasi”, yang Berpihak pada Murid, hingga
Budaya Positif, Coaching Pemimpin Pembelajaran dalam
(komunikasi memberdayakan), Pengembangan Sekolah.
keputusan yang bertanggung
Pendidikan Guru Penggerak adalah jawab, pemanfaatan aset,
program pendidikan Pembelajaran Sosial Emosional
kepemimpinan bagi guru untuk ,Komunitas Belajar dan student
menjadi pemimpin pembelajaran agency.
selama 6 bulan.
Tiga Phase Perubahan Belajar Pada
Pendidikan Guru Penggerak
Perubahan diri dan mindset Perubahan kelas dan rekan Perubahan sekolah
sejawat Calon Guru Penggerak Calon Guru Penggerak
Calon Guru Penggerak
● Guru membantu guru lain ● Guru memiliki visi
● Guru memiliki paradigma dalam merencanakan, pengembangan sekolah
seorang pemimpin pembelajaran menjalankan, berpusat pada murid
yang berpusat pada murid merefleksikan, dan
mengevaluasi pembelajaran ● Guru memiliki keterampilan
● Guru memiliki pemahaman dan yang berpusat kepada memetakan aset secara
mulai merencanakan, murid di sekolah kolaboratif untuk pembelajaran
menjalankan, merefleksikan dan berpusat pada murid
mengevaluasi pembelajaran ● Guru memiliki kemampuan
yang berpusat kepada murid di dan melakukan praktik ● Guru memiliki kemampuan
sekolah reflektif untuk mengembangkan program
pengembangan rekan untuk menciptakan lingkungan
● Guru memiliki kemampuan dan belajar yang berpusat pada
melakukan praktik reflektif untuk murid
Pembelajaran Berdiferensiasi sebagai Kunci Inklusivitas
Kunci terhadap optimalisasi pemenuhan kebutuhan murid yang beragam terletak pada sejauh mana guru dapat
mengelaborasi strategi “Pembelajaran Berdiferensiasi” keragaman kemampuan murid tidak dianggap
sebagai persoalan, namun sebagai kewajaran yang menjadi dasar perencanaan pengajaran.
Pembelajaran berdiferensiasi yang menjadi satu bagian dengan manajemen kelas, Pendidikan Guru Penggerak
berupaya mendorong penerapan pembelajaran berdiferensiasi untuk mendorong “INKLUSIVITAS” di setiap
ruang kelas.
Pemenuhan kebutuhan murid yang beragam menjadi perhatian guru
dalam mengelola kelasnya sehingga setiap kelas menjadi ruang inklusif
yang ramah terhadap seluruh murid.
Dampak Perubahan Pendidikan Guru Penggerak
Seluruh murid harus Tidak hanya terbatas pada Pendidikan Guru Penggerak guru di Indonesia menjadi
diakomodir kebutuhannya kemampuan intelektual, dapat melahirkan pemimpin “penuntun” agar setiap anak
namun mencakup keragaman
pendidikan yang dapat berkembang sesuai
minat, gaya belajar, memprioritaskan kepentingan dengan “kodrat”nya.
keterampilan, termasuk
keragaman pada kemampuan murid
murid disabilitas.
Proses Pendidikan
Refleksi, Kolaborasi, dan pembangunan komunitas praktisi
dikembangkan sepanjang proses Kunjungan Sekolah
Pembelajaran Online Pendamping/pengajar praktik datang ke sekolah
peserta guru penggerak, untuk mengamati dan
merefleksikan praktik perubahan yang terjadi di
kelas atau di sekolah, atau di seluruh program
yang telah diimplementasikan.
Peserta guru penggerak dan fasilitator Lokakarya Bulanan
terlibat dalam serangkaian diskusi dan
Pendamping/pengajar praktik dan peserta guru
refleksi untuk mengkonstruksi penggerak melakukan eksplorasi dan simulasi yang
pengetahuan dan merencanakan mendalam tentang bagaimana
mengamalkan/mengimplementasikan ilmu yang telah
implementasinya diperolehnya. Kepala sekolah, pengawas, dan dinas
pendidikan setempat dilibatkan.
Data Saat ini :
Perkembangan Calon/Guru Penggerak
Cerita :
Calon/Guru Penggerak
“Saya mendapatkan banyak ilmu, yang tidak
pernah diperoleh pada saat kuliah. Hati saya
terpukul dan tersayat-sayat setelah
mempelajari modul terkait filosofi Ki Hajar
Dewantara. Selama ini saya menuntut anak-
anak berkembang sesuai dengan harapan
saya. Di Program Guru Penggerak kita
diajarkan bagaimana mendidik anak-anak
sesuai kodrat alam dan kodrat zaman untuk
mencapai keselamatan dan kesejahteraan di
dunia ataupun diakherat sebagai manusia
atau sebagai masyarakat”
Asmono, Jawa Timur
Cerita :
Calon/Guru Penggerak
“Saya dulu mengira, siswa yang tidak dapat
mencapai standar tertentu adalah siswa
yang bodoh sebelum diperkenalkan saya
dengan filosofi Ki Hajar Dewantara pada
Program Guru Penggerak. Saya belajar
bahwa setiap siswa memiliki kecepatan,
kebutuhan, dan latar belakang sendiri-
sendiri. Sebagai guru sayalah yang perlu
menemukan strategi yang lebih baik untuk
setiap siswa”
Muhammad Takdir, Sulawesi Selatan
Cerita :
Calon/Guru Penggerak
“Saya tidak pernah melakukan refleksi terhadap
pembelajaran yang saya lakukan di kelas sebelum saya
mengikuti program ini. Selain itu saya mudah marah.
Pendidikan guru penggerak telah membimbing saya
untuk mengubah cara saya mengajar murid-murid saya.
Saya belajar teori disiplin positif yang mengubah
pendekatan saya kepada siswa menjadi lebih positif.
Saya tidak lagi melarang siswa saya untuk melakukan
apapun. Kemudian saya menyadari apa yang saya
lakukan tidak hanya mengubah siswa saya tetapi juga diri
saya sendiri. Refleksi membantu saya untuk
meningkatkan diri saya sendiri”
Radhiyah M Nur, Aceh
Cerita :
Calon/Guru Penggerak
“Program guru penggerak telah mengubah pola
pikir saya dalam mengajar. Sebelumnya, saya
memutuskan semua proses pembelajaran saya
tetapkan sendiri dan tidak pernah bertanya
kepada siswa tentang kebutuhan belajar
mereka. Sekarang saya melakukan survei
kepada siswa saya untuk memahami preferensi
dan kebutuhan belajar mereka sehingga saya
dapat melayani mereka dengan lebih baik.
Sekarang saya dapat menerapkan pendekatan
pembelajaran yang berpusat pada siswa”
Andi Mapawae, Sulawesi Selatan