Peran Pemuda dalam Usaha Membangun
Ketahanan Ekonomi Indonesia
Setelah Adaptasi Kebiasan Baru
Oleh: Agus Herta Sumarto
Ekonom Universitas Mercu Buana
Ekonom INDEF
Ketahanan Ekonomi
Ketahanan Ekonomi adalah kondisi dinamik kehidupan
perekonomian bangsa yang berisi keuletan dan ketangguhan
yang mengandung kemampuan dalam mengembangkan
kekuatan nasional dalam menghadapi serta mengatasi
segala ancaman, rintangan, gangguan, hambatan serta
tantangan yang berasal dari luar negeri dan dari dalam
negeri secara langsung maupun tidak langsung untuk
menjamin kelangsungan hidup perekonomian bangsa dan
negara Republik Indonesia yang berdasarkan kepada
Pancasila dan UUD 1945 (Marlinah, 2017)
Ketahanan Ekonomi
Daya Saing Sisi Ketahanan Sisi Daya Beli
Penawaran Ekonomi Permintaan Persepsi
Selera
Perilaku
Ketahanan Ekonomi harus dari dua sisi, supply side (sisi penawaran),
dan demand side (sisi permintaan)
Potret Ekonomi Indonesia
Saat Ini
Pertumbuhan Ekonomi Indonesia
• Ada potensi Indonesia terjebak pada kondisi middle income trap dg pertumbuhan ekonomi
rendah
• Indonesia mengalami penurunan pertumbuhan ekonomi dari sisi kuantitas dan kualitas
Struktur Ekonomi Indonesia
Pertumbuhan ekonomi Indonesia masih didominasi oleh sektor konsumsi RT
Struktur Ekonomi Indonesia
Struktur ekonomi Indonesia dari sisi penawaran masih didominasi oleh sektor industry pengolahan,
pertanian, perdagangan, dan konstruktir
Perdagangan Indonesia
Gambar Defisit Neraca Perdagangan Indonesia Tahun 1945 – 2019
Defisit neraca perdagangan dapat menunjukkan daya saing industri rendah yg mengakibatkan
ekspor produk industry tidak meningkat atau impor barang konsumsi yang semakin marak
Ketahanan Energi
Neraca Minyak Bumi Neraca Gas Bumi
Sumber: Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi, 2019
Ketahanan Nilai Tukar
Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS memiliki tren yang melemah (terdepresiasi). Nilai
tukar rupiah terus terdepresiasi, pergerakan yang volatile dengan nilai standar deviasi 8%
Tren Deindustrialisasi Terus Berlanjut
Kontribusi sector industri pengolahan terus mengalami penurunan. Hal ini berpotensi
menurunkan tingkat kualitas pertumbuhan ekonomi Indonesia
Perubahan Indeks Daya Saing 5 Negara Asean
Negara SING MLY THAI IND PHIL VIET • Indeks daya saing
Rangking 1 27 40 50 64 67 Indonesia mengalami
1 -2 -2 -5 -8 10 penurunan 5 peringkat
Pilar Daya saing dibandingkan tahun 2018-
1 Kelembagaan 1 -1 -7 -3 14 5 2019. Daya saing Indonesia
diantara negara- negara
2 Infrastruktur Tetap -3 -11 -1 -4 -2 Asean masih tetap berada
3 Kesiapan Teknologi -1 -1 2 -22 -21 54 di posisi 4 setelah
4 Makro Ekonomi 4 -34 5 1 -12 Tetap Singapura (1), Malaysia
(27) dan Thailand (40)
5 Kesehatan dan pendidikan dasar Tetap -4 4 -1 -1 -3 tetapi masih lebih baik
dibandingkan Philipina (64)
6 Pelatihan dan pendidikan tinggi 1 -6 -7 -3 Tetap 4 dan Vietnam (67).
7 Efisiensi Pasar Barang -1 4 8 2 8 23
8 Pasar tenaga kerja 2 Tetap -2 -3 -3 7 • Hampir semua pilar daya
9 Sistem Keuangan 3 Tetap -2 -6 -4 -1 saing Indonesia mengalami
10 Ukuran Pasar Tetap -1 Tetap 1 1 3 penurunan. Hanya pilar
11 Kecanggihan bisnis 2 1 2 1 -5 12 makro ekonomi, efisiensi
12 Inovasi 1 Tetap 1 -6 -5 6 pasar barang,ukuran pasar,
dan kecinggihan bisnis
Sumber : WEF 2018-2019 dan WEF 2019-2020 yang mengalami perbaikan
Peringkat EODB Negara ASEAN
No Negara Peringkat 2019 Peringkat 2020 Perubahan
1 Singapura Tetap
2 Malaysia 2 2 3
3 Thailand 15 12 6
4 27 21 -11
5 Brunei 55 66 -1
6 Vetnam 69 70 Tetap
7 Indonesia 73 73 29
8 Filipina 124 95 -6
9 Kamboja 138 144 Tetap
10 154 154 6
11 Laos 171 165 -3
Myanmar 178 181
Timor Leste
Isu EODB Indonesia
Kondisi Ketenagakerjaan Indonesia Saat Ini
Angkatan Kerja: Bekerja :
137,91 juta 131,03 juta
Jumlah Penduduk: Bukan Angkatan Kerja: Penganggur :
268,57 juta 133,56 juta 6,88 juta (4,99%)
Catatan: Pengangguran Terselubung:
1. Data Februari 2020 33,59%
2. Sumber: BPS
Kualitas Tenaga Kerja Indonesia Saat Ini
Bekerja = 131,03 juta (95,01%) • Mayoritas (39,66%) dari tenaga kerja Indonesia adalah lulusan SD ke
bawah sehingga sulit mendapat tenaga kerja dengan kualifikasi
≤ SD = 50,95 jt (38,89%) ketrampilan dan keahlian yang cukup.
SMA = 24,03 jt (18,34%)
SMP = 23,49 jt (17,93%) • Kondisi kualitas sumber daya manusia dan ketenagakerjaan yang
SMK = 15,49 jt (11,82%) kurang berkualitas ini tercermin juga dari peringkat Human
Diploma = 3,66 jt (2,79%) Development Index yang dikeluarkan oleh UNDP. Di antara negara-
Universitas = 13,40 jt (10,23%) negara ASEAN peringkat Indonesia ini masih kalah dibandingkan
Singapura, Brunei Darussalam, Malaysia, Thailand, bahkan Filipina.
Angkatan Penganggur = 6,88 juta (4,99%) No Negara Skor IPM Peringkat Kelompok
Kerja 1 Singapura 0,935 9 Very High
≤ SD = 2,64% 2 Brunei Darussalam 0,845
137,91 juta SMP = 5,02% 3 Malaysia 0,804 43 Very High
SMA = 6,77% 4 Thailand 0,765 61 Very High
Sumber: BPS, 2020 SMK = 8,49% 5 Filipina 0,712 77 High
Diploma = 6,76% 6 Indonesia 0,707 106 High
Universitas = 5,73% 7 Vietnam 0,693 111 High
8 Timor Leste 0,626 118 Medium
9 Laos 0,604 131 Medium
10 Myanmar 0,581 140 Medium
11 Kamboja 0,584 146 Medium
145 Medium
Sumber: UNDP, 2020
PELUANG &
TANTANGAN
Tantangan yang Dihadapi
Tantangan yang Dihadapi
Ekosistem ekonomi di seluruh sektor sudah berubah, mulai dari sistem
produksi, sistem pembayaran, sampai dengan sistem pemasaran
Potensi Digital Indonesia
Kondisi Persaingan Pasca Pemberlakuan MEA
Multi Nasional
Company
(MNC)
Nasional
Company
Pemberlakuan MEA akan meningkatkan persaingan dalam perekonomian Indonesia.
Perusahaan-perusahaan dari 12 sector yang telah dibuka bisa masuk ke Indonesia dan
menambah peluang penciptaan pasar tenaga kerja dalam negeri. Peluang penciptaan ini
juga akan bertambah seiring masuknya berbagai perusahaan MNC dan munculnya
perusahaan-perusahaan baru dalam negeri.
Kesimpulan
Negara Maju
2045
Iklim
Lingkungan yg Inovasi
mendukung:
Market Condition:
Regulasi, Barang, jasa,
Infrastruktur,
Ekonomi, dll Tenaga Kerja
Human Capital:
Kesehatan, Skill, dll
Perlu Perubahan Anorganik