Talking Point Sebagai Penanggap
“WEBINAR MENCEGAH SAMPAH PLASTIK:
Upaya Kota-kota di Indonesia untuk Mengurangi
Sampah Kantong Plastik Sekali Pakai”
Dida Migfar Ridha,
Direktur Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan
Pesisir dan Laut Kementerian LHK
1. Sampah Plastik: Isu Berdimensi Lokal, Nasional dan Global
Pertemuan United Nations on Resolution Protection
Environment Assembly (UNEA) ke- of the marine
4 di Kenya Maret 2019
menyepakati adopsi 3 (tiga) environment from land-
resolusi terkait sampah plastic: based activities
1
1. Protection of the marine Resolution
environment from land-based Addressing
activities single-use
plastic
2. Marine plastic litter and Resolution 2 3 products
microplastics Marine pollution
3. Addressing single-use plastic plastic litter
products pollution and
microplastics
Resolusi UNEA-4: Addressing single-use plastic products
pollution
• Mengembangkan dan mengimplementasikan tindakan nasional atau
regional, untuk mengatasi dampak lingkungan dari produk plastik sekali
pakai;
• Mengambil tindakan, untuk mempromosikan identifikasi dan
pengembangan alternatif ramah lingkungan untuk produk plastik sekali
pakai, dengan mempertimbangkan implikasi siklus hidup penuh dari
alternatif tersebut;
• Mempromosikan peningkatan pengelolaan limbah yang akan
berkontribusi untuk mengurangi pembuangan limbah plastik ke
lingkungan;
• Bekerja sama dengan industri untuk mendorong sektor swasta untuk
berinovasi dan menemukan alternatif yang terjangkau dan ramah
lingkungan untuk produk plastik sekali pakai dan untuk
mempromosikan model bisnis yang memperhitungkan dampak penuh
lingkungan dari produk;
Resolusi UNEA-4: Addressing single-use plastic products
pollution (Lanjutan)
• Mempromosikan desain, produksi, penggunaan, dan pengelolaan plastik yang
lebih efisien sumber daya di seluruh siklus hidupnya;
• Melakukan tindakan pendidikan lingkungan tentang dampak polusi plastik,
mempromosikan pola konsumsi berkelanjutan, dan pada alternatif berkelanjutan
untuk produk plastik sekali pakai;
• Mengambil tindakan komprehensif, berkenaan dengan produk plastik sekali pakai,
untuk mengatasi limbah melalui:
❖ Undang-undang dan pelaksanaan perjanjian internasional,
❖ Penyediaan infrastruktur pengelolaan limbah yang memadai,
❖ Peningkatan praktik pengelolaan limbah dan dukungan untuk minimalisasi
limbah, dan kegiatan pembersihan yang ramah lingkungan, serta
❖ Berbagi informasi dan mendukung inovasi.
• Mempromosikan dan meningkatkan kerja sama dalam penelitian ilmiah dan
pengembangan alternatif yang berwawasan lingkungan dengan produk plastik
sekali pakai jika diperlukan, seperti juga untuk mengatasi pencemaran plastik
dalam kerangka kerja sukarela dan peraturan lokal, nasional dan regional.
2. Sampah Plastik dalam Indikator Kinerja
SDG 14.1.1
• Sampah plastik yang tersimpan di pantai (beach
litter);
• Sampah plastik di kolom air (water column);
• Sampah plastik di dasar laut (seafloor/seabed);
• Plastik yang dicerna oleh biota (misalnya
burung laut).
Pendekatan Terintegrasi
Kinerja terkait Penanganan di Hulu dan Hilir
MONITORING SAMPAH LAUT SECARA
PERIODIK
Pantai Gorontalo, Labuan Bajo, NTT, ❑ Pemantauan 6 2020
November 2019 (Foto: Lelawaty) kota/kab
2019
Riset berbagai ❑ Penyusunan Draft ❑ Pemantauan 22 kota
pihak Permen SL ❑ two day training
❑ Beberapa Pelatihan
2018
2017 Terbitnya SK Kepala
BIG mengenai
❑ Inisiasi Pedoman SL walidata sampah laut
❑ Inisiasi Pemantauan 18
kota/kab
❑ Bimbingan Teknis kepada
Daerah (Pemda dan PT)
IDENTIFIKASI KARAKTERISTIK SAMPAH LAUT
Composition of Marine Density of Marine
Litter, 2019
Litter 2019
Others Others
7% 14%
Wood Plastics Wood Plastic
24% 36% 9% 35%
Cloth Glass and
4% ceramics
Cloth Paper/card 21%
7% board
3%
Paper/cardb
oard Fiber Plast3ic%FoamF3ib%er Plastic
1% 13%
Metal Glass & Foam
3% ceramics Metal 3% 8%
6%
KARAKTERISTIK SAMPAH LAUT
Category KEPULAUAN Category BANTUL, Category MANADO,
Glass & Ceramics SERIBU, Rubber YOGYAKARTA SULAWESI
JAKARTA
61.56% Plastic UTARA
32.93% 40.63%
Plastic 20.73% Plastic 27.06% Glass & Ceramics 17.35%
Rubber 19.67% Glass & Ceramics 8.48% Cloth 15.41%
Wood 16.34% Wood 2.25% Metal 11.87%
Foamed plastic 6.26% Foamed plastic 0.47% Rubber 5.91%
Others 2.33% Cloth 0.14% Others 4.67%
Cloth 1.19% Others 0.04% Foamed plastic 1.87%
Metal 0.56% Metal 0.00% Paper/cardboard 1.65%
Paper/cardboard 0.00% Paper/cardboard 0.00% Wood 0.64%
Kampung Labuan Bajo
Jarak + 30 m
Desa Goron Talo
ACAOKKNSSTIOIPHPEEPMEMANSAERASANAPGANANGNICAJMANRJINAGR SINAGMPAH
SD(TAARLMAAMSPHPAEBHNOG(OETMNRD)AADSLIIHAMNUBSAOARMOAPMSAUH) NDLGAIUATI:–
LPLeAAmBBaUUsAaAnNgNaBnABJJAaOrJinOgSampah(TrashBoom)
3. Tantangan
• Review SWM Policy and Mapping Marine • Define the action
institutional environment in Plastic Hotspots planning and investment
cities and catchment areas. strategy.
• Data review.
• Capacity assessment of • Map marine plastic hotspots in • Identify policy
cities intervention areas based
cities and catchment areas on the waste hierarchy
• Development a plastic
material waste flow in cities • Develop local action
and catchment area plans and investment
strategies
Baseline Status
City Action Plan
Tantangan
• Menyusun baseline assessment terhadap sistem regulasi dan
rantai nilai sampah plastik yang memvisualisasikan aliran
materi plastik serta identifikasi sektor publik, sektor swasta,
dan konsumen pada rantai nilai sampah plastik.
• Merancang intervensi kebijakan pengelolaan sampah plastik
berdasarkan baseline assessment, yang mempromosikan
pencegahan, pengurangan, daur ulang dan penggunaan
kembali sampah plastik.
• Mengembangkan aksi lokal dan strategi investasi dalam
mendukung implementasi Rencana Aksi Nasional untuk
mengoperasionalkan opsi-opsi kebijakan.
• Mendiseminasikan dan mengadvokasi kebijakan pengelolaan
limbah plastik yang lebih efektif
TERIMA KASIH