The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by cindynursasmitaramlii, 2022-10-07 07:38:55

Pemeriksaan Hematokrit

Pemeriksaan Hematokrit

Pemeriksaan
Hematokrit

Oleh : Cindy Nursasmita Ramli (PO714203211010)
Dosen Pembimbing : Zulfikar Ali Hasan, S. ST., M. Kes

Definisi

“Hematokrit (Ht atau HCT) didefinisikan sebagai perbandingan jumlah
sel eritrosit dengan volume darah keseluruhan yang ditetapkan dalam
satuan %"

Metode Pemeriksaan Hematokrit

Makro-Hematokrit

Spesimen darah yang digunakan berasal dari darah vena yang
dimasukkan ke dalam tabung wintrobe dan diputar pada kecepatan
tertentu sehingga eritrosit terpisah dari plasmanya secara sempurna

Mikro-Hematokrit

Spesimen darah berasal dari vena atau kapiler yang dimasukkan ke
dalam pipa kapiler atau tabung mikrohematokrit dan diputar pada
kecepatan tingi dalam waktu tertentu hingga eritrosit terpisah dari
plasmanya.

Arti Klinis Nilai Hematokrit

Nilai hematokrit dipengaruhi oleh bentuk,jumlah eritrosit dan volume
plasma.

Nilai hematokrit diatas normal menunjukkan adanya peningkatan
jumlah eritrosit yang beredar ataupun adanya penurunan volume
plasma

Nilai hematokrit dibawah nilai normal menunjukkan adanya penurunan
jumlah eritrosit ataupun peningkatan volume plasma.

Tujuan Nilai Normal

Memantau volume sel darah Pria : 40 – 48%
merah dalam darah Wanita : 37– 43%

Prosedur Pemeriksaan Hematokrit

Metode Makro-Hematokrit

Prinsip Pemeriksaan

Darah dengan antikoagulan dimasukkan ke dalam tabung wintrobe hingga skala10/100.
kemudian darah di sentrifuge dalam waktu dan kecepatan tertentu. NilaiHt dibaca dari
skala lapisan atas endapansel eritrosit terhadap skala volumekeseluruhan darah, dan
dilaporkan dengan persentase

Alat dan Bahan

Tabung Wintrobe Pipet Wintrobe
Dengan skala 10/100 di bagian Sejenis pipet tetes dengan
atas dan angka 0 dibagian ujung lebih panjang dan kecil
bawah dibandingkan pipet tetes biasa

Sentrifuge Darah EDTA
Untuk memisahkan antara sel
eritrosit dan plasma Mempunyai stabilitas 6 jam
setelah pengambilan darah,
dan dibutuhkan 2-4 ml darah

Prosedur Kerja

1.Isi tabung wintrobe dengan darahEDTA menggunakan pipet
wintrobe sampai skala teratas(10/100)

2.Tabung wintrobe dimasukkan ke dalam sentrifuge, pastikan
posisitabung seimbang dan tidak bergoyang

3.Tabung wintrobe di sentrifuge pada kecepatan 3.000 rpmselama
30 menit

4.Angkat tabung wintrobe setelah sentrifuge berhenti berputar.
Hasilyang didapat dihitung berdasarkan skala yang tertera pada
tabung.

Metode Mikro-Hematokrit
Prinsip Pemeriksaan

Darah dimasukkan ke dalam pipa kapilermikro-Ht hingga ¾ volume
pipa kapiler. Kemudian darah di sentrifuge dalam waktu dankecepatan
tertentu. Nilai Ht/Packed Cell Volume (PCV) dibaca dari skala lapisan
atasendapan sel eritrosit terhadap skala volume keseluruhan darah
menggunakan mikro-Htreader, dan dilaporkan dengan persentase (%)

Alat dan Bahan Sentrifuge Mikro-Hematokrit

Tabung Mikro-Hematokrit Untuk memisahkan antara sel
eritrosit dan plasma khusus
Terdiri atas 2, yaitu tanpa tabung mikrohematokrit
antikoagulan (garis biru) dan
dengan antikoagulan (garis merah)

Clay / Micro Burner Mikro-Ht Reader
Alat pembacaan hematokrit
Untuk menutup salah satu ujung
mikrohematokrit

Prosedur Kerja

1.Masukkan darah kedalam 2 tabung mikrohematokrit sampai ¾
bagian tabung

2.Tutup salah satu bagian tabung menggunakan clay atau
microburner

3.Letakkan 2 tabung mikrohematokrit pada sentrifuge secara
berseberangan, dengan penutup menjauhi bagian sentrifuge

4.Sentrifuge selama 5 menit padakecepatan 10.000 rpm
5.Angkat tabung mikrohematokrit setelah sentrifuge berhenti

berputar
6.Hasil yang didapat dihitungmenggunakan mikro-Ht reader.

Hasilyang didapat dari kedua hematokrit harus memiliki selisih ±2%.
Jika tidak, lakukan pemeriksaan ulang.

Faktor Yang Mempengaruhi Hasil

Hematokrit

1.Proses homogenisasi sampel yang kurang baik
2.Proporsi darah dan antikoagulan yang kurang sesuai
3.Penutupan ujung pipa kapiler dengan clay tidak benar, sehingga

darah keluar saat sentrifugasi
4.Kecepatan dan waktu sentrifuge yang tidak sesuai sehingga

darah tidak mengendap sempurna
5.Pembacaan skala nilai Ht tidak sesuai, buffy coat terhitung atau

salah melihat dan membaca skala
6.Saat selesai sentrifuge tabung wintrobe atau pipakapiler tidak

langsung diangkat yg menyebabkan eritrosit bercampur
kembali dengan plasma
7.Ukuran eritrosit memengaruhi viskositas darah, jika viskositas
darah tinggi, nilai Ht juga tinggi

8. Bentuk eritrosit. Apabila terjadi kelainan bentuk (mis.poikilositosis),
dapat terjadi trapped plasma (plasma yang terperangkap) sehingga
nilai Ht akan meningkat
9. Jumlah eritrosit juga memengaruhi nilai Ht. Apabila jumlah eritrosit
mengalami peningkatan (mis. Pada polisitemia), nilai hematokrit akan
meningkat. Jika jumlah eritrosit berkurang (mis. Pada keadaan anemia),
nilai hematokrit akan menuru
10. Pada penetapan nilai HCT menggunakan metode otomatisasi, dapat
diperoleh hasil tinggi palsu, jika nilai MCV juga tinggi palsu. Hal tersebut
dapat disebabkan oleh proses penyimpanan / penggunaan sampel
tunda yang dapat memengaruhi morfologi eritrosit. Selain itu,
penggunaan sampel lisis dapat memengaruhi hitung eritrosit, yang
berakibat nilai HCT yang tidak valid


Click to View FlipBook Version