1
HALAMAN FRANCIS
LETAK GEPGRAFIS
JEPARA
Nama Kelompok 2 :
1. Muhammad Alfin Nu’ma (201933185)
2. Sri Wati (201933216)
3. A Falikul Misbah (201933218)
4. Dewi Aisah (201933222)
ii
PRAKATA
Dengan mengucapkan puji syukur atas kehadirat Allah SWT yang telah memberikan
rahmat serta karunia-Nya kepada kami sehingga kami dapat menyelesaikan pembuatan modul
pembelajaran ini. Modul pembelajaran ini dibuat sebagai bahan ajar guna untuk menunjang
pembelajaran siswa pada materi “KARAKTERISTIK GEOGRAFIS KOTA JEPARA”.
Modul pembelajaran ini disesuaikan dengan perkembangan dan kemajuan ilmu
pengetahuan, serta mengacu pada kurikulum yang berlaku, yang terdiri atas peta konsep, materi
pembelajaran, penerapan konsep, dan soal kompetensi. Dengan mengambil Kompetensi Dasar
mata pelajaran IPS kelas 5 SD te, kemudian mengembangkannya agar sesuai dengan
lingkungan tempat tinggal siswa di Kota Jepara. Semoga modul pembelajaran ini menjadi
sarana belajar dan wawasan pengetahuan peserta didik.
Akhir kata semoga modul ini berguna dan bermanfaat bagi para pendidik, calon
pendidik dan peserta didik. Demikian modul ini saya buat, semoga buku ini dapat
menginspirasi bagi semua kalangan.
Kudus, 24 November 2020
Kelompok 2
iii
DAFTAR ISI
Contents
HALAMAN FRANCIS......................................................................................................................... ii
LETAK GEPGRAFIS JEPARA ......................................................................................................... ii
PRAKATA............................................................................................................................................ iii
DAFTAR ISI.......................................................................................................................................... iv
PETA KEDUDUKAN MODUL ............................................................................................................ v
PETA KONSEP ...................................................................................................................................... v
GLOSARIUM........................................................................................................................................ vi
BAB I ...................................................................................................................................................... 1
PENDAHULUAN .................................................................................................................................. 1
A. Diskripsi...................................................................................................................................... 1
B. Prasyarat...................................................................................................................................... 1
C. Petunjuk Penggunaan Modul ...................................................................................................... 1
D. Tujuan Akhir............................................................................................................................... 2
E. Kompetensi ................................................................................................................................. 2
F. Cek Kemampuan......................................................................................................................... 3
BAB II..................................................................................................................................................... 4
PEMBELAJARAN ................................................................................................................................. 4
A. Rencana Pembelajaran ................................................................................................................ 4
B. Kegiatan Belajar.............................................................................................................................. 4
I. Kegiatan Belajar 1 .................................................................................................................... 4
II. Kegiatan Belajar 2 ................................................................................................................ 9
III. Kegiatan Pembelajaran 3 ...................................................................................................15
IV. Kegiatan pembelajaran 4 ...................................................................................................18
BAB III.................................................................................................................................................22
EVALUASI .......................................................................................................................................... 22
A. Kognitif skil .............................................................................................................................22
B. Psikomotor skil........................................................................................................................22
DAFTAR PUSTAKA..........................................................................................................................24
iv
PETA KEDUDUKAN MODUL
PETA KONSEP
LETAK GEOGRAFIS WILAYAH JEPARA
LETAK GEOGRAFIS JEPARA AGRARIS
➢ BATAS-BATAS WILAYAH
JEPARA
KETAMPAKAN ALAM JEPARA MARITIM
➢ Ketampakan Alam daratan ➢ Nelayan
➢ Ketampakan Alam Perairan ➢ Petani Garam
➢ Kerajianan Kerang
v
GLOSARIUM
Cagar Alam : wilayah yang didalamnya ada tumbuhan, hewan atau ekosistem yang khas
Geografis : Letak suatu daerah atau wilayah dilihat dari kenyataan di permukaan bumi
Gugusan : Rangkaian, kumpulan dan kelompok
Hutan : sebuah Kawasan yang ditumbuhi dengan lebat oleh pepohonan dan tumbuhan
laianya
Laut : sekumpulan air yang sangat luas di permukaan bumi, memisahkan dan
menghubungkan pulau dengan benua atau pulau yang lainnya
Pulau : tanah atau dataran yang dikelilingi air dengan luas lebih kecil dari benua dan
lebih besar dari karang yang dikelilingi air
vi
BAB I
PENDAHULUAN
A. Diskripsi
Mata pelajaran IPS merupakan mata pelajaran yang memfokuskan pada pengetahuan
social dan kewarganegaraan. Pada modul ini yang berjudul “Kondisi Geografis Wilayah
Jepara” merupakan modul pembelajaran yang disusun sedemikian rupa dan diharapkan
akan memberikan penguatan bagi anak-anak dalam kegiatan pembelajaran IPS. Kegiatan
pembelajaran pada modul ini diantaranya yaitu:
1. Mengetahui letak geografis di wilayah jepara
2. Ketampakan alam di wilayah jepara
3. Karakteristik maritim di wilayah jepara
4. Karakteristik agraris di wilayah jepara
Manfaat setelah mepelajari modul ini diharapkan dapat mrmbantu siswa dalam
memahami letak geografis di wilayah jepara. modul ini juga diharapkan dapat membantu
siswa mengetahui tentang ketampakan alam, maritim, dan agraris di wilayah jepara.
B. Prasyarat
Modul ini digunakan untuk membantu proses pembelajaran peserta didik kelas V untuk
mata pelajaran IPS. Sebelum mempelajari buku ini, peserta didik diharapkan sudah
mempelajari dan memahami kondisi geografis di daerah tempat tinggal mereka sehingga
siswa dapat mempelajari modul dengan baik. Selanjutnya pelajari modul ini dengan
mempelajari materi samapai paham dan dapat mempraktikan langsung dalam kegiatan
siswa sehingga terjadi kegiatan yang interaktif.
C. Petunjuk Penggunaan Modul
1. Penjelasan Bagi Peserta Didik
1) Bacalah dan pahami materi yang ada pada setiap kegiatan belajar. Bila ada
materi yang belum jelas, siswa dapat bertanya pada bapak/ibu guru yang
mengajar.
2) Kerjakan setiap tugas atau latihan soal yang ada di modul ini
3) Jika belum menguasai materi yang diharapkan, ulang lagi pada kegiatan belajar
sebelumnya atau bertanyalah kepada guru.
2. Penjelasan Bagi Guru
1) Menjelaskan isi pembelajaran pada modul dengan tatap muka atau tatap maya
1
2) Membantu siswa dalam merencanakan tahap belajar.
3) Membantu siswa dalam memahami konsep pada setiap pembelajaran.
4) Membimbing siswa dalam memahami konsep, analisa, dan menjawab
pertanyaan siswa mengenai proses belajar
5) Menjawab pertanyaan siswa jika ada siswa yang belum memahami materi
6) Mengorganisasikan kegiatan belajar kelompok.
D. Tujuan Akhir
Setelah mempelajari secara keseluruhan materi pembelajaran dalam modul ini diharapkan
siswa dapat :
1. Mampu mengetahaui letak geografis wilayah Jepara
2. Mampu menyebutkan ketampakan alam wilayah jepara
3. Mengetahui karakteristik maritime yang ada wilayah Jepara
4. Mengetahui karakteristik agraris yang ada wilayah Jepara
E. Kompetensi
Kompetensi Inti Kompetensi Dasar
1. Memahami pengetahuan faktual dan 3.1 Mengidentifikasi karakteristik
konseptual dengan cara mengamati, geografis Indonesia sebagai negara
menanya, dan mencoba berdasarkan kepulauan/maritim dan agraris serta
rasa ingin tahu tentang dirinya, pengaruhnya terhadap kehidupan
makhluk ciptaan Tuhan dan ekonomi, sosial, budaya, komunikasi,
kegiatannya, dan benda-benda yang serta transportasi.
dijumpainya di rumah, di sekolah dan
di tempat bermain. 4.1 Menyajikan hasil identifikasi
karakteristik geografis Indonesia
2. Menyajikan pengetahuan faktual dan sebagai negara kepulauan/maritim
konseptual dalam bahasa yang jelas, dan agraris serta pengaruhnya
sistematis, logis, dan kritis, dalam terhadap kehidupan ekonomi, sosial,
karya yang estetis, dalam gerakan budaya, komunikasi, serta
yang mencerminkan anak sehat, dan transportasi.
dalam tindakan yang mencerminkan
perilaku anak beriman dan berakhlak
mulia.
2
F. Cek Kemampuan
Untuk melihat sejauh mana penguasaan yang telah diperoleh setelah mempelajari dan
mengimplementasikan modul ini dalam proses pembelajaran , berikut diberikan daftar
pertanyaan yang akan dapat digunakan untuk mengukur kemampuan siswa terhadap
kompetensi yang diharapkan, yaitu :
1. Bagaimanakah pendapat anda mengenai letak geografis di wilayah Jepara?
2. Sudahkan anda menguasai isi modul pembelajaran dengan baik ?
3
BAB II
PEMBELAJARAN
A. Rencana Pembelajaran
Rencana belajar yang akan diisi oleh peserta didik dan disetujui oleh guru. Rencana belajar
sebagai berikut :
Nama siswa :
Tanggal Jenis Kegiatan Waktu Tempat Belajar Tanda Tangan
Guru
B. Kegiatan Belajar
I. Kegiatan Belajar 1
a. Tujuan Kegiatan Pembelajaran
1. Dengan membaca teks “Letak Geografis Wilayah Jepara” , siswa dapat
menyebutkan karakteristik gerografis Kabupaten Jepara
2. Siswa mampu menyebutkan batas-batas wilayah di kabupaten jepara
b. Uraaian materi
Letak Geografis Wilayah Jepara
4
Posisi geografis Kab. Jepara terletak di bagian Utara provinsi Jawa Tengah, yang
bagian barat dan utaranya di batasi oleh laut. Bagian Timur wilayah kabupaten Jepara
merupakan wilayah pegunungan. Wilayah kabupaten Jepara meliputi kepulauan Karimunjawa
yakni gugusan pulau-pulau di laut jawa. Dua pulau terbesar di kabupaten Jepara adalah pulau
Karimunjawa dan pulau Kemujan. Sebagian besar wilayah Karimunjawa dilindungi oleh cagar
alam.
Kabupaten Jepara dapat di bagi menjadi 4 wilayah yaitu wilayah pantai di bagian pesisir
barat dan utara, wilayah dataran rendah di bagian tengah dan selatan, wilayah pegunungan di
bagian timur yang merupakan lereng barat gunung muria dan wilayah perairan atau kepulauan
di bagian utara merupakan serangkaian kepulauan Karimunjawa.
Wilayah pantai di bagian pesisir barat dan utara yaitu laut jawa. Karimunjawa terletak dilaut jawa,
utara Jepara. Karimunjawa terdiri dari gugusan 27 pulau kecil yang cantik dengan hamparan pasir
putih. Dari 27 pulau tersebut hanya ada 5 pulau saaja yang berpenghuni yaitu pulau karimunjawa,
pulau kemujan, pulau parang, pulau nyamuk dan pulau genting. Disamping keindahan bentang
alamnya karimunjawa juga memiliki 242 jenis ikan hias 133 genera fauna akuatik.
5
BATAS TIMUR KABUPATEN JEPARA
Bagian timur Kabupaten Jepara merupakan wilayah dataran tinggi yang berada di wilayah
kecamatan keling tepatnya di desa Damarwulan yang berbatasan langsung dengan lereng gunung
Muria terdapat banyak pepohonan yang rimbun dan memiliki tinggalan cagar Budaya dan cagar
alam. Dari dampak geoBgAraTfiAsS pSeErLbaAtaTsAanN KdAatBarUaPnATtinEgNgiJEtPeArsRebAut dengan memanfaatkan
pemandangan dan kekayaan alam didesa tersebut dibuat objek wisata yang bernama puncak
distarata yang berada di area perhutani hutan pinus.
Perbatasan kabupaten Jepara dengan Kabupaten Kudus terletak di kecamatan Nalumsari
yang berbatasan dengan kota kudus tepatnya di kecamatan kaliwungu. Daerah ini merupakan
dataran rendah, karena terletak di dataran rendah daerah tersebut terdapat banyak persawahan dan
juga Industri.
6
BATAS SELATAN KABUPATEN JEPARA
Welahan adalah desa sekaligus kecamatan di Kabupaten Jepara yang berbatasan
lansung dengan kabupaten Demak. Kecamatan Welahan berada di dataran rendah sehingga
menjadi wilayah yang rawan banjir. Dikecamatan welahan
belimbing jingga sudah menjadi tanaman buah turun
temurun di desa Welahan. Letak kecamatan welahan yang
berbatasan langsung dengan Kabupaten Demak
menjadikan pasar belimbing di Welahan berada di Demak
sehingga dikenal dengan “Belimbing Demak”
c. Rangkuman
❖ Kabupaten Jepara terletak di bagian Utara propinsi Jawa Tengah. Posisi geografis
Kabupaten Jepara bagian barat dan utaranya di batasi oleh laut. Bagian Timur
wilayah kabupaten Jepara merupakan wilayah pegunungan dan bagian selatan
berbatasan dengan Kabupaten Demak
❖ Wilayah Kabupaten Jepara memiliki relief yang beraneka ragam, terdiri dari dataran
tinggi (di sekitar Gunung Muria dan Gunung Clering), dataran rendah, dan daerah
pantai.
Tugas
Setelah mempelajari letak geografis jepara siswa dapat menceritakan letak geografis
diwilayah mereka
d. Tes formatif
A. Berilah tanda silang (x) pada huruf a, b, c, atau d apabila jawaban benar !
1. Laut Karimunjawa terletak di laut jawa bagian…………..Jepara.
a. Barat
b. Timur
c. Selatan
d. Utara
7
2. Dari ke 27 pulau di Karimunjawa ada berapakah pulau yang berpenghuni……
a. 2
b. 3
c. 4
d. 5
3. Perbatasan jepara mana yang merupakan dataran tinggi…..
a. Timur
b. Selatan
c. Barat
d. Utara
4. Sebutkan daerah yang berada di jepara bagian selatan….
a. Mayong
b. Welahan
c. Tahunan
d. Keling
5. Apa pekerjaan Sebagian orang di wilayah jepara dataran rendah…..
a. Petani
b. Nelayan
c. Tukang bakso
d. Penjual sembako
8
II. Kegiatan Belajar 2
b. Tujuan Kegiatan Pembelajaran
1. Siswa mampu menjelaskan ketampakan alam di kota jepara
2. Siswa manyebutkan akiabt pengaruh geografis dari ketampakan alam di kota Jepara
3. Siswa mampu memberikan contoh dari ketampakan alam di
c. Uraian Materi
Akibat pengaruh dari geografis ( Ketampakan alam wilayah Jepara )
Ketampakan alam adalah segala sesuatu yang tampak di permukaan bumi dan
terbentuk secara alami, ketampakan alam terjadi secara alamiah. Ketampakan alam dibentuk
oleh peristiwa alam. Ketampakan alam dapat di lihat pada permukaan bumi yang meliputi
wilayah daratan dan wilayah perairan. Ketampakan alam suatu wilayah dipengaruhi oleh
perbedaan letak ketinggian dari permukaan bumi.
Wilayah Jepara terdiri atas pulau-pulau yang kecil maupun besar yang tersebar. Seperti
pulau Karimun Jawa, Pulau Panjang, dan Pulau Mandalika. Kenampakan alam yang ada di
Jepara dibagi menjadi dua, yakni kenampakan alam daratan dan kenampakan alam perairan.
1. Kenampakan Alam Daratan
Kenampakan alam daratan adalah bagian dari permukaan bumi yang tidak digenangi
air dan berbentuk padat. Wilayah daratan di Indonesia mempunyai tanah yang subur sehingga
mengakibatkan curah hujan yang tertata dan banyaknya gunung berapi sampai-sampai
dimanfaatkan sebagai lokasi berpijak dan sumber kehidupan manusia.
9
1) Dataran tinggi
Dataran tinggi adalah wilayah dataran yang luas, relative datar dan terletak pada elevaasi 300-
600 meter diatas permukaan laut. Di samping itu, dataran tinggi tidak sedikit dimanfaatkan
sebagai lahan perkebunan laksana teh, kopi, bunga, sayuran, dan sebagainya serta sebagai
lokasi pariwisata dan lokasi peristirahatan
MARI MEMBACA
SUMBER DAYA ALAM YANG MELIMPAH, MENJADIKAN JEPARA
KOTA UKIR
Kabupaten Jepara terkenal akan julukan Kota Ukir diranah nasional maupun kancah
Internasional. Hal ini tak lain karena Kabupaten memiliki potensi alam berupa hutan jati
dibagian dataran tingginya. Selain hutan jati, ternyata Kabupatan Jepara juga memiliki
kekayaan alam lain berupa hutan pinus, hutan karet, dan Coklat. Bahkan Kabupaten Jepara
juga dikenal sebagai salah satu penghasil kapuk randu, kelapa, dan coklat terbesar di Indonesia.
Daerah penghasilnya tersebar di 16 kecamatan di Kabupaten Jeara. Hasil kebun tersebut telah
dipasarkan hingga luar negeri.
Hutan Jati 1 Hutan Karet 1 Hutan Pinus 1
Dengan didukung banyaknya hasil pepohonan dengan kualitas bagus, masyarakat
jepara memanfaatkannya dengan membuat perabotan mebel. Di kota Jepara, kegiatan
mengukir dan memahat untuk menghasilkan mebel dan karya seni ukiran telah menjadi bagian
dari budaya, seni, ekonomi, sosial dan politik yang telah lama terbentuk dan sukar untuk
dipisahkan dari akar sejarahnya.
Mebel dan ukir Jepara memiliki sejarah yang cukup panjang karena kemampuan
bertukang dan mengukir diturunkan dari generasi ke generasi selanjutnya. Kebiasaan ini pun
seakan terasah dan berkembang mengikuti perkembangangan zaman yang semakin
10
maju,namun jiwa seni dan ketrampilan yang dimiliki oleh para pengrajin ini seakan tertanam
dengan kuatnya.
Ukiran Jepara berupa mebel dan senir ukir lainnya sudah tidak diragukan lagi
kualitasnya baik di dalam maupun di luar negeri. Selain menggunakan material bermutu tinggi
seperti kayu jati dan jenis kayu-kayu lain yang sudah terbukti kualitasnya.
Mebel Jepara 1 Mebel Jepara 2
Ukiran Jepara berbahan kayu jati, bisa bertahan dengan baik hingga lebih dari 20 tahun
lamanya. Selain itu, kayu jati mempunyai tekstur yang halus, serat yang lebih tajam, serta
warna yang lebih seragam dibanding jenis kayu-kayu lainnya. Meskipun harga mebel Jepara
relatif lebih mahal tapi dengan kualitas yang tinggi dan berkelas, maka harganya pun sebanding
dengan nilai seninya yang tinggi.
Tantangan terbesar dari produk ukiran berbahan kayu adalah tingkat ketahanannya
terhadap air dan serangan rayap atau ngengat. Satu hal yang menjadikan kualitas ukiran Jepara
menjadi salah satu yang terbaik adalah kandungan minyak alami yang membuat produk ukiran
Jepara seperti mebel atau furniture tahan air dan serangan rayap
2) Dataran rendah
Dataran rendah adalah wilayah dataran yang relative datar, luas dan memiliki elevasi kurang
dari 200 meter diatas permukaan laut. Penduduk kota yang menetep di dataraan rendah
memanfaatkan daerahnyya sebagai lokasi tinggal. Dataran rendah dimanfaatkan daerahnya
sebagai lokasi perkebunan tebu, kelapa, lahan pertanian, industry, permukiman.
11
2. Kenampakan Alam Perairan
Kenampakan alam perairan adalah : bagian dari permukaan bumi yang digenangi air.
1. Sungai
Sungai adalah dari permukaan bumi yang rendah dan aliran air yang mengalir
dari dataran tinggi mengarah ke dataran rendah dan bermuara di laut. Sungai
dimanfaatkan oleh masyarakat sebgai tempat merawat ikan dan dipakai untuk
irigasi membasahi sawah.
2. Laut
Laut adalah bagian permukaan bumi yang luas, digenangi air yang dalam dan
sangat rendah. Manfaat laut untuk kehidupan insan sangat tidak sedikit yaitu
dimanfaatkan guna objek wisata, olahraga air, jalur transportasi. Laut
mengasilkan minyak bumi yang da di tengah laut lepas.
12
3. Pantai
Pantai adalah wilayah perbatasan antara laut dan daratan. pantai ini ada yang
landai dan ada yang terjal. pantai banyak dimanfaatkan sebagai tempat wisata.
contohnya pantai Teluk Awur, Pantai Kartini, dan Pantai Bondo.
d. Rangkuman
❖ Kenampakan Alam Daratan
1) Dataran tinggi
2) Dataran rendah
❖ Kenampakan Alam Peraira
1) Sungai
2) Laut
3) Pantai
e. Tugas
Berdasarkan bacaantentang kenampakan alam daratan dan perairan, amatilah keadaan
alam didaerah tempat tinggalmu, kemudian buatlah kesimpulan tentang potensi alam
yang ada di daerah tempat tinggalmu!
f. Tes formatif
A. Berilah tanda silang (x) pada huruf a, b, c, atau d apabila jawaban benar
1. Ketampakan alam daratan Jepara terdiri dari beberapa dataran, kecuali….
a. Dataran laut
b. Dataran tinggi
c. Dataran rendah
d. Dataran menengah
13
2. Contoh manfaat dataran rendah di kabupaten jepara digunkan sebagai, kecuali….
a. Perkebunan teh
b. Perkebunan
c. Permukiman
d. Pertanian
3. Kenampakan alam peraiaran di wilayah Jepara adalah
a.Perkebunana
b.Perswahan
c.Pantai
d.Permukiman
4. Sungai merupakan salah satu kenampakan alam…
b. Perairan
c. Daratan
d. Pegunungan
e. Pariwisata
5. Contoh kenampakan perairan pantai yang ada di wilayah jepara kecuali
f. Pantai kartini
g. Pantai Bandengan
h. Panatai Parang Tritis
i. Pantai Teluk Awur
f. Kunci jawaban
1. A
2. A
3. C
4. A
5. C
14
III. Kegiatan Pembelajaran 3
a. Tujuan Pembelajaran
1. Siswa mampu menjelaskan karakteristik maritime di wilayah Jepara
2. Siswa mampu menyebutkan contoh maritime yang ada di Jepara
b. Uraian Materi
MARITIM
Dalam KBBI kata maritim mempunyai arti berkenaan dengan laut, berhubungan
dengan pelayaran dan perdagangan di laut. Wilayah Jepara memiliki banyak kenampakan
alam perairan berupa laut. Laut menyimpan kekayaan alam yang beraneka macam.
Kekayaan alam itu diantaranya ikan-ikan yang beraneka ragam, terumbu karang yang
indah, rumput laut, dan air laut yang dapat dibuat menjadi garam.
Banyak warga Jepara yang menyambung hidup dari hasil laut. karena kekayaan
laut yang sangat membantu warga Jepara untuk menyambung hidup. Ada yang bekerja
sebagai penangkap ikan di laut yaitu nelayan, ada juga yang memilih untung menerima
hasil tangkaan dan menjualnya kekonsumen. Ada juga yang membuat kerajinan dari
karang-karang laut. Selain itu, warga yang hidup di daerah pesisir pantai juga berprofesi
sebagai petani garam. Mereka memanfaatkan air laut yang ada untuk dibuat sebagai
garam. Bahkan ada juga yang membuat tambak ikan dan membudidayakan ikan di daerah
pesisir pantai. Potensi alam berupa lautan yang diberikan oleh Allah merupakan sebuah
kenikmatan yang tak ternilai harganya. Oleh karena itu, wajib bagi kita untuk
mensyukurinya.
15
MARI MEMBACA
Kota Jepara merupakan daerah salah satu penghasil garam di Jawa Tengah. Industri
garam di Japara berada di kecamatan Kedung. Air laut merupakan salah satu potensi alam yang
dapat dimanfaatkan sebagai pembuatan garam. Pembuatan garam dari air laut dilakukan
dengan cara menjemur air laut. Sebelum dijemur air akan diambil menggunakan pompa
kepetak petak kecil. Air laut yang ada disatu petak akan dialirkan lagi ke petak berikutnya. Air
laut mengandung banyak zat salah satunya adalah garam. Supaya proses pengendapan berjalan
cepat, petani garam di Jepara biasanya membuat banyak petak. Dipetak paling akhir air laut
sudah mengental dan hanya berisikan garam, setelah mengental air laut akan dikristalkan dan
lama kelamaan air laut akan menguap setelah itu kandungan garam didalamnya akan akan
mengkristal berubah menjadi butiran-butiran garamdan siap untuk dipanen
c. Rangkuman
❖ Wilayah Jepara memiliki banyak kenampakan alam perairan berupa laut.
❖ Sebagian pesisir pantai bekerja sebagai penangkap ikan di laut yaitu
nelayan, petani garam.
d. Tugas
Setelah kamu mengetahui kenampakan alam perairan laut di Jepara. Mengapa kita harus
mensyukuri dan menjaga potensi laut di Jepara? Hal apakah yang bisa kamu lakukan untuk
menjaga dan melestarikan perairan laut di Jepara?
16
e. Tes formatif
3. Sebagai wilayah maritime, secara ekonomi keuntungan di wilayah jepara
adalah…..
a. Perikanan
b. Perkebunan
c. Peternakan
d. Industri
4. Lingkungan masyarakat disekitar pantai berprofesi sebagai
a. Nelayan
b. Buruh pabrik
c. Peternak ayam
d. Petani
5. Contoh kekayaan laut kecuali…
a. Ikan
b. Terumbu karang
c. Rumput laut
d. Kapal
4. Industri garam di Jepara berada di kecamatan
a. Mayong
b. Tahunan
c. Kedung
d. Nalumsari
5. Air laut merupakan potensi alam yang dapat dimanfaatkan sebagai pembuatan…..
a. Garam
b. Ikan
c. Pasir
d. Kerrang
f. Kunci jawaban
1. A
2. A
3. D
4. C
5. A
17
IV. Kegiatan pembelajaran 4
a. Tujuan Pembelajaran
1. Siswa mampu menjelaskan karakteristik agraris di wilayah Jepara
2. Siswa mampu menyebutkan contoh agraris yang ada di Jepara
b. Uraian Materi
AGRARIS
Dalam KBBI kata agraris menyempunyai beberapa arti, antara lain 1 mengenai pertanian atau
tanah pertanian; 2 mengenai pertanian atau cara hidup petani; 3 bersifat pertanian. Negara agraris adalah
negara yang sebagian besar penduduknya berprofesi sebagai petani.contoh dari negara agraris adalah
negara Indonesia,karena mayoritas penduduknya bekerja dibidang pertanian.
Wilayah Jepara memiliki sumber daya alam yang beraneka ragam dan memiliki wilayah yang
cukup luas. Sebagian penduduk Jepara berprofesi sebagai petani. Pertanian memiliki peranan yang
penting baik di sektor perekonomian ataupun pemenuhan kebutuhan pokok atau pangan,dengan
semakin bertambahnya penduduk maka konsumsi pangan juga akan meningkat sehingga dapat
meningkatkan perekonomian bagi petani.
18
PERTANIAN DAN PERKEBUNAN DI WILAYAH JEPARA
1. Pertanian dan Perkebunan (tanaman padi dan palawija di Jepara )
Pekembangan ekonomi dibidang pertanian wilayah jepara sangatlah bermanfaat
bagi wilayah Jepara untuk kelangsungan hidupnya. Karena tanah yang didapati d
daerah Jepara bagus untuk pertanian maupun perkebunan. Oleh sebab itu banyak
masyarakat Jepara berpotensi sebagai petani atau bercocok tanam karena dapat
menghasilkan sumber pangan, maupun kebutuhan primer lainnya sehingga dapet
sebagai sumber kehidupan masyarakat Jepara.
Kabupaten jepara turut menyumbang pasokan beras ada di Jepara Jawa Tengah.
Potensi wilayah yang merupakan factor pendukung pembangunan pertanian di
kabupaten Jepara adalah lahan sawah, palawija. Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan
pertanian (DKPP) Kabupaten Jepara Achid Setiawan menyampaikan, saat kemarau
seperti ini memamng hanya sebagian lahan yang tetap bias produktif karena
keterbatasan pasokan air irigasi. Total lahan yang bias ditanami sebanyak 3 kali luasnya
3.353 hektar.
Sektor pertanian di wilayah Jepara dibagi menjadi beberapa bagian sektor yaitu
sektor tanam dan bahan makanan, tanaman perkebunan, pertanian, kehutanan dan
perikanan. Di daerah Jepara biasanya memproduksi berbagai tanaman seperti halnya
padi, palawija ,dan lain-lain. Situasi yang sama juga dialami petani juga mengaku jika
sawahnya hanya bias ditanami padi hanya du akali dalam setahun.
1) Padi
Tanaman padi merupakan tanaman yang termasuk genus, padi salah satu
tanaman pangan yang sangat penting dalam pengadaannya harus tercukupi karena padi
diwilayah Jepara banyak lahan sawahnya dijadikan tanaman padi untuk kebutuhan
hidupnya.Tanah di wilayah Jepara merupakan salah satu factor penting yang harus
diperhatikan dalam suatu usaha budidaya. Masalah yang dihadapi masyarakat jepara
adalh curah hujan yang sekarang sangat pesat.
Masyarakat di wilayah Jepara biasanya pemberian pupuk urea sekitar 9 ton dan
dapat meningkatakan tinggi tanaman untuk kesuburan tanaman ydan memiliki hasil
yang bagus untuk dipanen. Saat kelompok kami observasi dan sedikit bertanya
mengenai tanaman padi kepada Bapak Rukman dan berkata ,” Dengan cuaca saat ini
menjadi factor utama dalam peningkatan kesuburan tanam yang menjadikan tanaman
tenggelam dan tidak dapat bertumbuh dengan baik”.
Pemupukan tanaman padi yang tepat tergantung pada musim tanam, kesuburan
tanah, potensi hasil dari varietas tertentu, waktu serta cara penerapannya. Tanpa
19
pemupukan yang berimbang maka akan terjadi pengurusan tanah secara sistematik.
Umur bibit pada tanaman padi sawah sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan
maupun hasil padi sawah, sehingga umur bibit yang optimum dalam budi daya padi di
sawah Jepara sampai saat ini masih belum diketahui dengan tepat. Di wilayah jepara
umur bibit yang baik dalam budi dya tanaman padi secara keseluruhan adalah berumur
10-21 hari dan 25 hari setelah bibit disebar di persemaian.
2) Palawija
Kebun benih palawija di wilayah Jepara terletak di desa welahan, Kecamatan Jepara
Kabupaten Jepara, Jawa Tengah. Potensi utama dari pertanian palawija di wilayah
Jepara ditanami berbagai macam jenis tanaman. Ditengah pandemi Covid-19 , petani
didesa welahan Jepara Kabupaten jepara tetap semangat bernagkat ke sawah untuk
merawat tanamannya. Tanaman Palawija jenis tanaman semusim atau beberapa kali
musim selain tanaman pangan untuk kebutuhan masyarakat di wilayah Jepara.
Terkadang petani menggunakan system rotasi tanam untuk budidaya tanaman palawija.
Hasil panen memang cukup bagus jika perawatan dilakukan secara benar. Contoh
tanaman di wilayah jepara seperti kacang tanah, kacang kedelai, jagung, kacang
panjang, kacang tunggak, singkong, ubi jalar, wortel, dan lain-lain sebagainya.
Di wilayah Jepara bercocok tanam masih menjadi salah satu sumber
perekonomian yang didapatkan oleh sebagai besar masyarakat Indonesia. Dalam hal
ini, petani-petani Indonesia terus berupaya untuk memproduksi sumber pangan dengan
kualitas baik dan jumlah yang mencukupi kebutuhan pangan masyarakat Jepara.
Dengan begitu para petani di wilayah Jepara harus melihat peluang dan memanfaatkan
berbagai metode demi produktivitas pangan.
Salah satu cara yang dilakikan petani di wilayah jepara adalah menanam
tanaman palawija. Palawija suatu upaya untuk melakukan peningkatan produksi pangan
dengan menciptakan tanaman palawija digunakan sebagai tanaman selingan setelah
petani selesai memproduksi satu jenis sumber makanan. Tanaman perkebunan yang ada
di wilayah jepara yaitu kacang, jagung, singkong.
1. Kacang
Tanaman kacang adalah tanaman yang di budidayakan masyarakat Jepara sebutan
untuk biji yang relative berukuran lebih besar merupakan bahan pangan yng memiliki
protein dan karbohidrat tinggi. Biasanya para masyarakat jepara bercocok tanam
dimulai, tanaman kacang yang dapat di budidaya untuk dijadikan tempe maupun
sebagainya. Masyarakat jepara tanaman ini menempati posisi terpenting setelah kedelai
dan kacang tanah, tanaman ini sering diolah sebagai bubur ataupu es kacang hijau dan
juga sebagai isian masakan tradisional lainnya.
2. Ketela pohon
Ketela pohon sangat rendah leamk dan banyak berbagai protein. Sebagaian besar
masyarakat jepara berpendapat bahwa ketela atau singkong merupakan makanan
pengganjal perut orang desa. Ketala pohon memiliki kalori hamper dua kali lipat dari
pada kentang dan mungkin salah satu makanan berkalori dengan nilai tinggi. Beberapa
teknik budidaya masyarakat jepara diterapkan untuk mendapatkan hasil yang
20
memuaskan dapat dilakukan dengan berbagai macam seperti pemberian pupuk dengan
kondisi cuaca, dan perawatan yang baik untuk dilakukan.
3. Jagung
Jagung memiliki banyak manfaat bagi tubuh, wilayah jepara menanam jagung
dimanfaatkan sebagai mencegah penyakit jantung dan lainnya. Jagung adalah salah satu
tanaman penting selain sebagai tanaman bahan pangan pokok pengganti beras dalam
upaya diversifikasi pangan, jagung merupakan pakan ternak untuk masyarakat jepara.
21
BAB III
EVALUASI
A. Kognitif skil
1. Posisi geografis Kab. Jepara terletak di bagian ….. provinsi Jawa Tengah
a. Utara
b. Selatan
c. Barat
d. Timur
2. Wilayah bagian barat dan utara Kabupaten Jepara di batasi oleh ….
a. Sungai
b. Laut
c. Sawah
d. Pegunungan
3. Pantai adalah pebatasan anatara laut dan….
a. Daratan
b. Pegunungan
c. Lembah
d. Sawah
4. Wilayah dataran yang relative datar, luas dan memiliki elevasi kurang dari 200
meter diatas permukaan laut disebut dataran…
a. Tinggi
b. Menengah
c. Rendah
d. Menurun
5. Permukaan bumi yang rendah dan aliran air yang mengalir dari dataran tinggi
mengarah ke dataran rendah dan bermuara di laut disebut……
a. Sungai
b. Laut
c. Pantai
d. Pulau
B. Psikomotor skil
Kunjungilah salah satu pantai di Jepara, amati kehidupan di sekitar pantai, kemudian
buatlah cerita tentang pengalaman berkunjung ke pantai terkait tentang mata
pencarian penduduk sekitar pantai.
22
C. Attitude skil
Kamu sudah belajar tentang karakteristik geografis di wilayah Jepara, amatilah
disekitar anda apakah ada sikap yang masih menjaga kelestarian di wiliyah Jepara
baik di daerah Perairan maupun daratan dan sudahkah kalian melakukannya
berilah tanda centang jika sudah dan tanda silang jika belum !
No Kegiatan Sudah belum
1 Melestarikan yang ada di Jepara
2. Menjaga Sumber daya alam yang
ada di wilayah Jepara perairan
maupun daratan
23
DAFTAR PUSTAKA
“Arti Kata Agraris”. Kbbi.web.id. Diakses Pada 24 November 2020.
https://kbbi.web.id/agraris
“Arti Kata Maritim”. Kbbi.web.id. Diakses Pada 24 November 2020.
https://kbbi.web.id/maritim
“Geografis Wilayah Jepara”. studioproses4.wordpress.com. Diakses Pada 24 November
2020. https://studioproses4.wordpress.com/jepara/gambaran-umum/fisik/geografis/
“Hasil Pertanian Terbaik dipamerkan”. Jepara.go.id. Diakses Pada 24 November 2020.
https://jepara.go.id/2019/11/21/hasil-pertanian-terbaik-dipamerkan/
“Indonesia sebagai Negara Maritim, Apa Maksudnya?”. Kompas.com. Ditulis Oleh Serafica
Gischa Pada 10 Desember 2019. Diakses Pada 24 November 2020.
https://www.kompas.com/skola/read/2019/12/10/162412069/indonesia-sebagai-negara-
maritim-apa-maksudnya?page=all
“Karimunjawa, Surga Tersembunyi di Ujung Jepara”. Indomaritim.id. Ditulis Oleh Mulyono
Sri Hutomo Pada 3 Agustus 2019. Diakses Pada 24 November 2020.
https://indomaritim.id/karimunjawa-surga-tersembunyi-di-ujung-jepara/
“Kondisi Geografis Jepara”. Jepara.go.id. Diakses Pada 24 November 2020.
https://jepara.go.id/profil/kondisi-geografis/
Maryanto dkk. 2017. Ekosistem Buku Tematik Terpadu Kurikulum 2013 Tema 2 Buku Guru
Kelas 5. Jakarta: Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan
Maryanto dkk. 2017. Ekosistem Buku Tematik Terpadu Kurikulum 2013 Tema 2 Buku Siswa
Kelas 5. Jakarta: Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan
Maryanto dkk. 2017. Organ Gerak Hewan dan Manusia Buku Tematik Terpadu Kurikulum
2013 Tema 1 Buku Guru Kelas 5. Jakarta: Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan
Maryanto dkk. 2017. Organ Gerak Hewan dan Manusia Buku Tematik Terpadu Kurikulum
2013 Tema 1 Buku Siswa Kelas 5. Jakarta: Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan
“Peta Jepara Lengkap”. www.sejarah-negara.com. Ditulis Oleh Supriyadi Pro Pada 15
Agustus 2017. Diakses Pada 24 November 2020. https://www.sejarah-negara.com/1130/peta-
jepara/
“Potensi Maritim Indonesia, dari Perikanan hingga Pelayaran”. Indomaritim.id. Ditulis Oleh
Mulyono Sri Hutomo Pada 3 Oktober 2020. Diakses Pada 24 November 2020.
https://indomaritim.id/potensi-maritim-indonesia-dari-perikanan-hingga-pelayaran/
“Potensi SDA”. studioproses4.wordpress.com. Diakses Pada 24 November 2020.
https://studioproses4.wordpress.com/jepara/gambaran-umum/fisik/potensi-sda/
“Potensi Unggulan Jepara yang Beragam”. Jepara.go.id. Diakses Pada 2 Desember 2020.
https://jepara.go.id/2020/09/24/potensi-unggulan-jepara-yang-beragam/
24
“Profil Kondisi Geografis Kabupaten Jepara”. si.disperakim.jatengprov.go.id. Diakses Pada 2
Desember 2020. http://si.disperakim.jatengprov.go.id/umum/detail_kondisi_geo/10
“Tabel/Table I.4 Letak Geografis Kabupaten Jepara”. jeparakab.bps.go.id. Diakses Pada 2
Desember 2020. https://jeparakab.bps.go.id/statictable/2016/10/06/306/tabel-i-4-letak-
geografis-kabupaten-jepara.html
“Wisata Air Jepara”. Jepara.go.id. Diakses Pada 2 Desember 2020.
https://jepara.go.id/pariwisata/wisata-air/
“Wisata Pantai Jepara”. Jepara.go.id. Diakses Pada 2 Desember 2020.
https://jepara.go.id/pariwisata/wisata-pantai/
“Wisata Pedesaan Jepara”. Jepara.go.id. Diakses Pada 2 Desember 2020.
https://jepara.go.id/pariwisata/wisata-pedesaan/
“Petani Garam Jepara”.Diakses Pada 2 Desember 2020
https://ejournal2.undip.ac.id/index.php/info/article/view/1111
“Desa Penghasil Kopi”. Diakses Pada 2 Desember 2020
http://jurnal.unmer.ac.id/index.php/jpkm/article/view/2247
25