Materi Seni Rupa Kelas 5 - Semester 2 Bab 1: Prinsip Keseimbangan dalam Karya SeniNama : Samsul Komarudin, S.PD.SDUnit Kerja : UPT SD Negeri Bululawang 01Kelas /Fase : V / CMuatan : Seni Rupa1. Tujuan Pembelajaran (TP):● Siswa mampu memahami dan mengidentifikasi tiga jenis keseimbangan dalam karya seni rupa.● Siswa mampu menerapkan prinsip keseimbangan dalam membuat karya seni rupa (gambar atau kolase).● Siswa dapat menjelaskan kesan yang ditimbulkan dari masing-masing jenis keseimbangan.2. Dimensi Profil Pelajar Pancasila:● Kreatif: Menghasilkan gagasan dan karya orisinal saat mempraktikkan jenis keseimbangan.● Bernalar Kritis: Menganalisis keseimbangan pada objek di sekitar atau karya seni.Materi Utama: 3 Jenis KeseimbanganDalam seni rupa, keseimbangan bukan berarti beratnya sama, tapi kesan visualnya yang terasa seimbang. Ada tiga jenisnya:1. Keseimbangan Simetris (Symmetrical Balance):○ Penjelasan: Sisi kiri dan kanan (atau atas dan bawah) terlihat sama persis atau serupa seperti cermin.○ Kesan: Formal, kokoh, tenang, dan disiplin.○ Contoh: Gambar kupu-kupu, candi, atau wajah manusia.2. Keseimbangan Asimetris (Asymmetrical Balance):○ Penjelasan: Sisi kiri dan kanan tidak sama bentuknya, tetapi beban visualnya terasa seimbang (misal: satu objek besar di kiri diimbangi beberapa objek kecil di kanan).○ Kesan: Dinamis, modern, tidak kaku, dan lebih kreatif.○ Contoh: Lukisan pemandangan di mana ada satu pohon besar di satu sisi dan gunung di sisi lainnya.3. Keseimbangan Radial (Radial Balance):○ Penjelasan: Keseimbangan yang memancar dari titik pusat ke arah luar secara melingkar.○ Kesan: Berpusat, bergerak, dan harmonis.○ Contoh: Roda sepeda, kelopak bunga matahari, atau motif mandala/batik tertentu.Setelah anak-anak paham keseimbangan, materi berikutnya (Bab/Sub-bab selanjutnya) ● Prinsip Kesatuan (Unity) dan Irama (Rhythm): Bagaimana unsur-unsur seni rupa (garis, warna, bentuk) disusun berulang-ulang sehingga menciptakan gerakan visual yang indah.● Membuat Ragam Hias Dekoratif: Praktik langsung menggambar motif yang menerapkan prinsip keseimbangan simetris atau radial (biasanya dikaitkan dengan motif batik atau dekorasi dinding).