The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

E-Modul ini sebagai media pembelajaran IPS bagi anak SD

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by Mushokhikhul Fadlilah, 2020-12-06 23:11:42

KERAGAMAN BUDAYA KUDUS

E-Modul ini sebagai media pembelajaran IPS bagi anak SD

Keywords: e-modul,#education,#emodul

INDAHNYA KERAGAMAN BUDAYA KUDUS

KELAS 4 SD

i

MODUL IPS

KELAS IV SD/MI

INDAHNYA KERAGAMAN BUDAYA DI KUDUS
Disusun untuk memenuhi sebagian tugas Aplikasi IPS

Dosen Pengampu : Imaniar Purbasari.Pd, M.Pd

Disusun Oleh:

1. Clara Elena Indiyanti (201933187)
2. Nuzulul Layli (201933191)
3. Rosalia Francisca Mentari.M.P (201933193)
4. Mushokhikhul Fadlilah (201933215)

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS MURIA KUDUS
2020

i

HALAMAN FRANCIS

Modul Ilmu Pengetahuan Sosial
“Indahnya Keragaman Budaya Kudus”
Untuk SD kelas 4 Semester II Berdasarkan Kurikulum 2013

Disusun Oleh:

1. Clara Elena Indiyanti (201933187)
2. Nuzulul Layli (201933191)
3. Rosalia Francisca Mentari.M.P (201933193)
4. Mushokhikhul Fadlilah (201933215)

ii

KATA PENGANTAR
Dengan mengucap puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah
melimpahkan berkah, rahmat, dan karunia-Nya kepada kami. Sehingga penulis dapat
menyelesaikan E modul Pembelajaran IPS dengan tepat waktu. Adapun tujuan penulisan
makalah ini guna untuk memenuhi Tugas Mata Kuliah Aplikasi Ilmu Pendidikan Sosial
Pada kesempatan ini, kami mengucapkan terimakasih kepada semua pihak yang telah
membantu sehingga modul pembelajaran ini dapat diselesaikan tepat pada waktunya.
Kami menyadari bahwa modul pembelajaran ini masih jauh dari kata kesempurnaan. Maka
dengan kerendahan hati, kami mohon para pembaca berkenan untuk memberi saran dan kritik.
Kami berharap modul pembelajaran ini dapat bermanfaat bagi pembaca dan
mempermudah pembaca dalam memahami makalah ini, tanpa menghabiskan banyak waktu
untuk membaca makalah tersebut. Kami juga berharap agar para pembaca dapat mengambil hal
baik dalam karya ini.

Kudus, 14 Oktober 2020

Kelompok 8

iii

DAFTAR ISI

Halaman sampul..................................................................................................................... i

Halaman francis..................................................................................................................... ii

Kata Pengantar....................................................................................................................... iii

Daftar Isi..................................................................................................................................iv

Peta Kedudukan Modul.......................................................................................................... v

Glosarium............................................................................................................................... vi

BAB 1 Pendahuluan

Deskripsi...................................................................................................................................1

Prasyarat...................................................................................................................................1

Petunjuk Penggunaan Modul...................................................................................................1

a. Penjelasan Bagi Siswa......................................................................................................1

b. Penjelasan Bagi Guru.......................................................................................................1

Tujuan Akhir...........................................................................................................................2

Kompetensi..............................................................................................................................2

Cek Kemampuan.....................................................................................................................3

BAB II Pembelajaran

A. Rencana Belajar Siswa..............................................................................................4
B. Kegiatan Belajar........................................................................................................4

1. Kegiatan Belajar 1...............................................................................................4
a. Tujuan Kegiatan Pembelajaran......................................................................4
b. Uraian Materi.................................................................................................4
c. Rangkuman....................................................................................................11
d. Tugas.............................................................................................................12
e. Tes Formatif..................................................................................................13
f. Kunci Jawaban Formatif...............................................................................14
g. Lembar Kerja................................................................................................14

2. Kegiatan Belajar 2...............................................................................................15
3. Kegiatan Belajar 3...............................................................................................18
4. Kegiatan Belajar 4...............................................................................................22

BAB III Evaluasi

Kognitif Skill................................................................................................................26
Psikomotor Skill............................................................................................................26
Attitude Skill.................................................................................................................27

BAB IV Penutup

Daftar Pustaka................................................................................................................28
iv

PETA KEDUDUKAN MODUL

IPS

PENGERTIAN CERITA
KERAGAMAN LEGENDA
DIMASYARAKAT
BUDAYA
KUDUS
BENTUK-BENTUK
KERAGAMAN DI FAKTOR PENYEBAB
KERAGAMAN
KUDUS DIKUDUS

UPAYA
MELESTARIKAN
BUDAYA DI KUDUS

v

GLOSARIUM

Kearifan Lokal Bagian dari budaya suatu masyarakat yang tidak dapat dipisahkan dari
Destinasi bahasa masyarakat itu sendiri.

Arsitektur Suatu wilayah geografis yang memiliki daya tarik untuk dikunjungi dan
Keragaman ditinggali oleh individu atau kelompok secara sementara dalam suatu
perjalanan.,
Legenda
Sebuah karya seni yang dilakukan oleh setiap individu untuk
mengimajinasikan diri dan ilmu mereka dalam merancang bangunan.

suatu kondisi dalam masyarakat dimana terdapat perbedaan dalam
berbagai bidang terutama suku bangsa, ras , agama, ideologi, budaya
“masyarakat yang majemuk”

cerita prosa rakyat yang dianggap mempunyai cerita yang benar-benar
terjadi. Oleh karena itu, legenda sering kali dianggap sebagai "Sejarah"
kolektif

vi

BAB I

PENDAHULUAN

A. DESKRIPSI
Modul yang berjudul “Indahnya Keragaman Budaya Di Kudus”merupakan modul pembelajaran yang disusun

sedemikian rupa dan diharapkan akan memeberikan penguatan bagi anak-anak dalam kegiatan pembelajaran IPS
yang terselenggara. Kegiatan pembelajaran pada modul ini meliputi keanekaragaman budaya di Kudus. Modul ini
dapat dipakai khususnya pada semester di kelas 4 (empat) mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan yang
sudah sesuai dengan KI dan KD.

Manfaat setelah mempelajari modul ini diharapkan siswa akan dapat memahami dan mengembangkan materi
keragaman budaya di kudus yang sudah disampaikan dalam modul ini dan dapat menerapkan dalam kehidupan
sehari-hari.

B. PRASYARAT
Agar dapat memahami modul ini, siswa harus mempelajari dan memahami keadaan dilingkungan masyarakat,

keadaan lingkungan tempat tinggal, dan memepelajari literatur di internet, serta memahami modul sebelumnya.
Sehingga siswa dapat mempelajari modul ini dengan baik. Selanjutnya pelajari modul ini dengan memahami
materi sampai paham dan mempraktikan langsung dalam kegiatan siswa sehingga terjadi kegiatan yang interaktif.

C. PETUNJUK PENGGUNAAN MODUL
1. Petunjuk Bagi Peserta Didik
 Bacalah dan pahami materi yang ada pada setiap kegiatan belajar bila ada materi yang belum jelas, siswa
dapat bertanya kepada guru.
 Kerjakan setiap tugas diskusi terhadap materi-materi yang dibahas dalam setiap kegiatan belajar
 Jika belum menguasai materpada modul ini, siswa diharapkan untuk mengulangi lagi belajar materi pada
modul ini sampai paham materi yang dibahas pada modul ini.
2. Petunjuk Bagi Guru
 Menjelaskan isi dari modul ini
 Membantu siswa dalam merencanakan proses belajar
 Membimbing siswa dalam memahami konsep, analisa dalam isi modul ini.
 Menjawab pertanyaan siswa jika ada siswa yang belum paham
A. MPRenAgSorYgaAnRisAasTikan kegiatan belajar kelompok.
B.
1

D. TUJUAN AKHIR

1. Memperjelas dan mempermudah penyajian pesan agar tidak terlalu bersifat verbal.
2. Mengatasi keterbatasan waktu, ruang , dan daya gerak indera, baik siswa atau peserta didik juga guru dan

instruktur.
3. Dapat digunakan secara tepat dan bervariasi seperti : meningkatkan motivasi gairah belajar bagi siswa,

mengembangkan keampuan peserta didik dalam berinteraksi langsung dengan lingkungan dan sumber belajar
lainnya, memungkinkan siswa dapat belajar mandiri sesuai kemampuan dan minatnya, memungkinkan siswa
untuk dapat mengukur atau mengevaluasi sendiri hasil belajar.

E. KOKMOPEMTEPNESTI ENSI `

KOMPETENSI DASAR

KOMPETENSI INTI

1.2 Mengidentifikasi keragaman sosial,

1. Menerima, menjalankan, dan menghargai ekonomi, budaya, etnis, dan agama di

ajaran agama yang dianutnya. provinsi setempat sebagai identitas bangsa

2. Memiliki perilaku jujur, disiplin, tanggung Indonesia serta hubungannya dengan

jawab, santun, peduli, dan percaya diri dalam karakteristik ruang.

berinteraksi dengan keluarga, teman, guru, dan

tetangganya.

3. Memahami pengetahuan faktual dengan cara 4.2 Menyajikan hasil identifikasi

mengamati [mendengar, melihat, membaca] mengenai keragaman sosial, ekonomi,

dan menanya berdasarkan rasa ingin tahu budaya, etnis, dan agama di provinsi

tentang dirinya, makhluk ciptaan Tuhan dan setempat sebagai identitas bangsa Indonesia;
kegiatannya, dan benda-benda yang serta hubungannya dengan karakteristik
dijumpainya di rumah, sekolah, dan tempat ruang.
bermain.

4. Menyajikan pengetahuan faktual dalam bahasa

yang jelas, sistematis, dan logis, dalam karya

yang estetis, dalam gerakan yang

mencerminkan anak sehat, dan dalam tindakan

yang mencerminkan perilaku anak beriman dan

berakhlak mulia.

2

F. CEK KEMAMPUAN

Untuk melihat sejauh mana penguasaan yang telah diperoleh siswa setelah mempelajari dan
mengimplementasikan modul ini dalam proses pembelajaran, berikut diberikan daftar
petanyaan yang akan dapat digunakan untuk mengukur kemampuan peserta didik / siswa
terhadap kompetensi yang diharapkan.

1. Bagaimana pendapat anda setelah mempelajari modul ini
2. Sudahkah anda menguasai isi modul pembelajaran ini dengan baik
3. Bagian kompetensi yang manakah yang belum anda kuasai (mengalami kesulitan) dalam

mempelajari modul ini
4. Jelaskan dan urutkan kompetensi yang paling diperlukan hingga kurang diperlukan

berdasarkan skala prioritas setelah mempelajari modul ini.

3

BAB II
PEMBELAJARAN

A. Rencana Pembelajaran

Satuan Pendidikan : Sekolah Dasar

Kelas / Semester : IV (Empat)

Pembelajaran : 1-4

Alokasi Waktu : 60 menit

Hari/Tanggal pelaksanaan :

Tanggal Jenis Kegiatan Waktu Tempat Belajar Tanda Tangan
Guru

A. Kegiatan Belajar 1

a. Tujuan kegiatan belajar
1) Siswa mampu mengidentifikasi makna keberagaman budaya
2) Siswa mampu mengetahui keragaman Budaya di Kudus
3) Siswa mampu menyebutkan faktor penyebab keberagaman Budaya di Kudus
4) Siswa mampu menceritakan salah satu legenda dimasyarakat sekitar Kudus

b. Uraian materi
Indahnya Keragaman Budaya
A. Keragaman Budaya
Indonesia merupakan negara yang terkenal dengan keberagaman ras, suku,
agama, dan budaya. Keberagaman ini justru membuat negara kita jadi sangat spesial.
Orang yang berbeda budaya maupun ras bisa saling hidup berdampingan satu sama
lain. Bahkan, indahnya kebersamaan di tanah air ini mendapat banyak pujian dari
negara lain.
Keberagaman Indonesia juga didukung oleh pemerintah sejak dulu. Moto atau
semboyan Indonesia: “Bhinneka Tunggal Ika” menjadi bukti bahwa negara kita
memang menghargai perbedaan sejak dulu. Arti dari semboyan tersebut adalah
“Berbeda-beda tetapi tetap satu”. Terbukti, sampai saat ini kita bisa hidup
berdampingan meskipun berbeda ras, suku, budaya, maupun agama di dalam Indonesia
Pentingnya Menjaga Kebersamaan di Tengah Keberagaman. Sebagai rakyat
Indonesia, kita patut berbangga dengan keberagaman ras, suku, dan budaya yang
terdapat di negara kita. Tidak tanggung-tanggung, negara kita memiliki beragam

4

kelompok etnik alias suku bangsa. Sudah sepantasnya kita selalu menjaga kebersamaan
di tengah keberagaman ini.

Mengapa kita harus menghargai keberagaman di dalam bangsa Indonesia? Inilah
beberapa alasan mengapa sebagai warga negara Indonesia kita harus terus menjaga
persatuan meskipun “berbeda” satu sama lain.
a. Bukti Sejarah

Banyaknya ras, suku, budaya, dan agama di Indonesia merupakan salah satu
bagian dari bukti sejarah terbentuknya negara kita. Jika Anda pernah mempelajari
sejarah Indonesia, sejumlah kerajaan Hindu, Buddha, dan Islam pernah berdiri di
sini. Masuknya kerajaan-kerajaan tersebut turut andil dalam menyebarkan budaya
maupun agama di Indonesia.
b. Ciri Khas Negara Indonesia

Sudah menjadi rahasia umum jika dunia pun mengakui bahwa indahnya
keberagaman di Indonesia sangat jarang dijumpai di negara-negara lain. Oleh
karena itu, sudah sepatutnya kita turut membantu menjaga ciri khas negara
Indonesia ini, yakni meskipun masyarakatnya hidup di tengah keberagaman, tetapi
kita tetap rukun dan bersatu.
c. Wujud Persatuan Indonesia

Anda pasti ingat dengan sila ketiga Pancasila, bukan? “Persatuan Indonesia”,
dua kata sederhana ini mengajak seluruh bangsa Indonesia untuk tetap bersatu.
Tidak dapat dipungkiri bahwa persatuan merupakan kunci kemajuan dan
kemakmuran sebuah negara.
Jadi, ketika membahas tentang seberapa perlu kita menjaga keberagaman
Indonesia? Jawabannya adalah sangat perlu. Indahnya kebersamaan bisa membuat
setiap rakyat bisa hidup damai meskipun memiliki banyak perbedaan, baik dalam segi
ras, suku, budaya, bahasa, maupun agama.

Mari mengamati!

Coba
perhatika
nan peta
disamping!

Diskusikan!

1. Di pulau mana kalian tinggal?
2. Menurut kamu, bagaimana jarak dari pulau satu ke pulau lain? Jauh atau

dekat?
5

B. Bentuk Keberagaman budaya di Kudus
Budaya merupakan warisan yang menggabungkan antara sistem agama dan politik,

adat istiadat, bahasa, perkakas, pakaian, bangunan, dan karya seni. Dalam
perkembangannya, Budaya bisa menjadikan kerukunan antar masyarakat sekitar,
terutama masyarakat di Kota Kudus.
1. Macam-macam Budaya Kudus

1) Buka Luwur Sunan Kudus
Buka luwur merupakan upacara penggantian kain klambu penutup

makam Sunan Kudus, yang berlangsung tiap tahun. Upacara buka luwur
diawali dengan penglepasan luwur lama dan dilanjutkan dengan
pemasangan luwur yang baru. Upacara ini dirangkai dengan pengajian
umum dan tahlil bersama. Buka luwur Sunan Kudus dilaksanakan setiap
tanggal 10 Syuro ( 10 Muharram ).
2) Buka Luwur Sunan Muria

Tradisi upacara Buka Luwur Makam Sunan Muria merupakan salah
satu tradisi kebudayaan yang sampai saat ini masih tetap dijaga
kelestariannya oleh masyarakat Kudus khususnya masyarakat daerah
Gunung Muria, tepatnya di desa Colo dan sekitarnya. Dikatakan sebagai
tradisi karena dilakukan secara tetap pada waktu tertentu, tidak berubah
waktunya dan dilangsungkan secara turun-temurun. Kegiatan Budaya Buka
Luwur Sunan Muria rutin dilaksanakan saat tanggal 16 Syuro.
3) Tradisi Dandangan

Tradisi dandangan merupakan tradisi yang sudah ada sejak nenek
moyang. Tradisi ini diadakan untuk menyambut bulan suci Ramadhan,
dengan memberi tempat untuk para pedagang mulai dari jalan Sunan
Kudus sampai di area sekitar simpang 7
4) Tradisi Kupatan

Dalam tradisi kupatan, akan ada gunung yang terbuat dari ketupat yang
mana akhirnya akan menjadi direbutkan oleh masyarakat setempat. Ini
adalah acara puncak dan meriah saat kupatan di kota Kudus. Tradisi ini
rutin dilaksanakan 1 Minggu setelah Lebaran Idul Fitri.
5) Tradisi Adat Bulusan

Tradisi Bulusan adalah tradisi budaya masyarakat Islam salah satunya
di kota Kudus ini. Acara ini dilakukan hari ke tujuh setelah Lebaran (sama
dengan kegiatan kupatan). Tradisi ini dilakukan di Dukuh Sumber, Desa
Hadipolo, Kec. Jekulo, Kab Kudus.
6) Tradisi Ampyang Maulid

Ini merupakan salah satu acara budaya tradisional yang dimaksutkan
untuk memperingati hari besar kelahiran Nabi Muhamad SAW, yang jatuh
pada tanggal 12 Robiul Awal. Tradisi ini biasanya ramai dilakukan di desa
Loram Kulon, dengan mengadakan arak-arakan dengan membawa
beberapa makanan dan jajan yang sebagai slametan dibentuk menjadi
gunung besar serta di pinggul oleh beberapa orang.
7) Tradisi Rebo Wekasan

Masyarakat Jawa menganggap ada di suatu hari yang penuh dengan
makna religi yaitu di bulan Safar. Di kota Kudus sendiri pempercayai
bahwa Rabo Wekasan atau rabu terakhir pada bulan itu adalah hari yang
tepat
8) Tradisi Sewu Kupat

6

Sewu Kupat merupakan tradisi masyarakat Desa Colo untuk
memperingati Hari Raya Idul Fitri. Pelaksanaan tradisi 1 minggu setelah
hari raya idul fitri. Kegiatan ini diadakan atas dasar rasa syukur masyarakat
Colo yang telah sebulan penuh menjalankan ibadah puasa.
9) Tradisi Adat Rogomoyo

Rogomoyo merupakan acara adat tradisi yaitu menggantikan kain
luwur / makam mbah Rogo Moyo di dukuh Prokowinong, Desa
Kaliwungu, Kudus. Tradisi adat ini rutin dilakukan setiap tahun tepatnya
saat bulan Muharram atau Syura. Tradisi ini juga dimeriahkan dengan kirap
budaya atau jalan arak-arakan dengan berkonsepkan budaya oleh warga
setempat
10) Tradisi Budaya Wiwit Kopi

Tradisi ini berada di desa Colo dan sudah berlangsung sangat lama dari
nenek moyang. tradisi ini dilakukan sebagai tanda bahwa panan kopi desa
colo telah dimulai. Sebagia ucapan syukur kepada Allah SWT, maka
masyarakat setempat mengadakan acara slamatan di tengah-tengah lahan
kebun kopi mereka.
11) Tradisi Resik-Resik Sendang dan Nyiwer Desa

Prosesi ritual adat resik-resik sendang digelar warga Desa Wonosoco
dengan mengarak hasil bumi keliling kampung menuju sendang. Tradisi ini
dilakukan setahun sekali yakni satu bulan jelang Ramadan, digelar prosesi
resik-resik sendang pada Sendang Dewot dan Sendang Gading, yang airnya
tidak pernah habis. Warga menggantungkan air sendang untuk minum,
masak dan mandi.

12) Tradisi Tebokan Jenang Kudus
Acara Tradisi kirap tebokan adalah salah satu bentuk pelestarian

tradisi dan sejarah jenang di Kudus. Tradisi ini dilaksanakan untuk
menyambut tahun baru Hijriyah atau tahun baru Islam. Dalam
perayaannya, acara ini diikuti puluhan anak-anak, remaja, dan orang
dewasa yang membawa sesaji berupa makanan jenang, jajan pasar,
dan hasil bumi yang diarak mengitari Desa Kaliputu.

2. Rumah Adat Kudus

Bangunan rumah Adat Kudus merupakan salah satu

bangunan rumah adat yang bernilai ukir sangat tinggi.

Keberadaan Rumah Adat Kudus tidak terlepas dari cerita

tentang Tee Ling Sing. Tee Ling Sing seorang ahli pahat dari

Yunan yang mengikuti perjalanan musafir ke Gujarat.

Bersama dengan Sunan Kudus dan Sun Ging An, Tee

Ling Sing ikut menyebarkan agama Islam dengan cara

mengukir kayu. Seni ukir kayu saat itu beerkembang terutama di sekitar rumah Sun

Ging An. Keahlian menyungging semakin berkembang seerta menjadi tema pokok

arsitektur Kudus. Pada umumnya bangunan rumah adat Kudus berorientasi ke

utara dan selatan, ke utara mengarah ke Gunung Muria sedangkan ke selatan

7

mengarah ke Laut Selatan. Bangunan rumah adat Kudus dibuat dengan sistem
knock down, dan bahan bangunan dari kayu jati. Pada masa lalu kayu jati yang
dipilih berasal dari daerah Blora.

Arsitektur Rumah Adat Kudus merupakan pengembangan dari rumah adat
Jawa pada umumnya dan pesisir utara Jawa khususnya yang dipengaruhi budaya
dari Cina, Eropa dan Persia. Bangunan pokok rumah adat Kudus berupa bentuk
joglo, atap berbentuk pencu dengan tritisan bagian depan dan belakang. Pusat
pencu merupakan puncak dari gedongan yang merupakan bagian paling sakral dari
rumah adat Kudus. Tata ruang terdiri dari bagian jaga satru, sentong, gedongan
serta pawon dan bangunan tambahan berupa sumur dan kamar mandi atau pekiwan
yang terletak di depan rumah. Antara rumah induk dengan pekiwan terdapat ruang
kosong yang digunakan sebagai jalan umum antara rumah.
3. Pakaian Adat kudus

 Pakaian Adat Wanita
1. Bagian kepala terdapat Caping Kali
2. Baju kurung beludru
3. Jarik / sinjang laseman
4. Selendang Tohwatu
5. Aksesoris kepala dan leher yaitu menggunakan sanggul besar dengan
cunduk mentul berjumlah lima atau tida buah,
suweng beras kecer atau suweng babon angkrem,
kalung sangsang sobyong berjuntai 5 atau
berjuntai 9 yang menghiasa hingga sampai dada,
kancing peniti dari mata uang: ece, ukon, rupih
atau ringgit, gelang lungwi, dan juga cincin sigar
penjalin

 Pakaian Adat Pria
1. Bagian kepala terdapat Blangkon gaya Surakarta
2. Beskap Kudusan
3. Jarik Laseman
4. Selop alas kaki'Ikat pinggang atau timang
5. Keris motif Gayaman atau Ladrangan

Batik kota Kudus lebih multikultur, artinya yaitu adanya
penggabungan antara bari Pekalongan, Solo dan Jogja. Khas batik
Kudus adalah gambar logo menara yang ada dalam kain batik tersebut.
Selain itu da juga yang memiliki motif seperti likisan masyarakat
jaman dahulu. Ada juga motif yang menggunakan pakaian adat Kudus
seperti pada gambar disamping.

8

4. Tarian Kudus
1) Tari Kretek

Tari Kretek menggambarkan proses pembuatan rokok kretek
tradisional, penampilannya meliputi : menyiapkan bahan baku, mencampur
tembakau, cengkih dan saus, melinting rokok, merapikan rokok (mbatil),
mengemas rokok dan memasarkan hasil produksi.

Tarian ini menggambarkan kehidupan para buruh bersama dengan
kreteknya. Daerah Kudus sudah lama terkenal dengan indrustri kreteknya.
Awalnya tari Kretek bernama tari Mbatil. Namun, karena nama mbatil tidak
begitu dikenal di masyarakat, digantilah dengan tari Kretek. Tari ini mulai
populer sejak 1985, yang konon diciptakan seniman Endang Tonny. Dalam tari
Kretek, gerakannya terlihat rancak.

Dibawakan beberapa penari perempuan yang cantik jelita serta satu
penari lelaki. Para penari perempuan menggunakan pakaian khas Kudus,
namun bukan pakaian adat.
2) Tari Jenang

Tarian yang menceritakan tentang
cara membuat jenang mulai dari mengolah
dan memasak sampai selesai. Pencipta Tari
Jenang oleh Wahyudi Kisut, warga warga Rt.
08 Rw. 1, Desa Kaliputu, Kecamatan Kota,
Kabupaten Kudus, dimana awal mula
industri jenang. Pengiring musik tarian
Jenang Kudus menggunakan Mujarab (musik
Jawa – Arab), yakni perpaduan antara musik terbangan dan musik kesenian
Barongan.
3) Tari Batik Kudus

Merupakan tarian menggambarkan
proses pembuatan batik dari mulai
menggambar pola, nyanting, hingga nglorot
yang dilakukan dengan bekerja sama, akan
menghasilkan karya yang indah, terdapat
nilai-nilai luhur pembelajaran tentang
makna dan nilai-nilai kehidupan. Tari Batik
Kudus hasil kreasi dari Sanggar Seni Ciptoning Asri Kudus.
4) Tari Kudus Asri

Merupakan tarian kreasi dari Sanggar Seni Ciptoning Asri Kudus,
dengan gerakan dalam tarian ini diambil dari berbagai unsur. Pertama tarian ini
dibuka dengan gerakan purba. Ini berlandaskan di Kota Kretek banyak
ditemukan fosil mahkluk purba. Letaknya berada di sekitar Patiayam.

9

Kedua yakni gerakan mahkluk mitos yang dilatarbelakangi barongan
dan bulus. Gerakan lainnya berupa orang mbatil, gerakan jenang, batik, siwur,
dan natah. Untuk yang terakhir memasukkan gerakan religi. Mengingat di
Kudus kental akan kegiatan religinya. Gerakan berupa gerak rebana.

5. Makanan Khas Kudus
1. Soto Kudus

Soto Kudus merupakan satu dari sekian makanan khas Kudus yang
paling banyak dicari oleh pengunjung. Soto yang berasal dari Kudus ini terbuat
dari daging kerbau yang dimasak sedemikian rupa dengan cita rasa yang khas
dan gurih. Soto Kudus sendiri dibagi menjadi dua yang terkenal yaitu soto
kerbau dan soto ayam.

Sejarahnya, memang soto Kudung hanya menggunakan daging kerbau
namun seiring keinginan orang-orang yang berinovasi, soto kudus juga dibuat
dengan daging ayam yang tidak kalah enaknya. Serta dengan sejarah pada masa
Sunan Kudus yang mengadakan pelarangan terhadap penyembelihan sapi
karena untuk menghormati agama Hindu yang mendominasi pada saat itu di
Kudus.

Isian dari soto Kudus sendiri terdiri dari tauge, seledri, irisan kol serta
bawang goreng sebagai taburan. Soto Kudus sendiri merupakan soto yang
memiliki cara pembuatan yang simpel dibandingkan dengan jenis soto lainnya.
2. Lentog Tanjung

Lentog Tanjung merupakan makanan
khas Kudus selanjutnya. Orang-orang biasanya
menyantap makanan ini untuk sarapan namun
juga bisa digunakan untuk makan siang. Lentog
Tanjung sendiri berasal dari desa Tanjung Karang
tepatnya di kecamatan Jati di Kudus. Lenthog ini
sama dengan Lontong.

Biasanya penyajiannya menggunakan tiga bahan utama yaitu lontong
yang sudah dipotong kecil-kecil dilengkapi dengan sayur gori dan tahu lodeh.
Selain itu, penyajiannya pun dilengkapi dengan kani. Kani merupakan santal
yang kental yang memiliki cita rasa gurih serta sambal yang cair.

Pada umumnya juga dalam menyantap lentog tanjung ini akan lebih
lengkap dengan adanya sate telur puyuh, kerupuk ataupun bakwan. Yang unik
lainnya adalah wadah untuk menaruh lentog berupa piring kecil yang
beralaskan daun pisang.

10

3. Garang Asem

Garang asem ialah makanan yang dibungkus
menggunakan daun pisang lalu dikukus hingga
matang.Terdapat garang asem dari daging ayam atau
jeroannya, ikan serta tahu. Memiliki cita rasa pedas
asam karena dilengkapi dengan irisan cabai dan
tomat hijau ini sangat cocok untuk anda santap
bersama nasi hangat. . Garang Asem sendiri
merupakan makanan khas Kudus. Namun, ada tetap
bisa menemukan garang asem didaerah lain seperti Pati, Solo dan Demak
dengan penyajian yang berbeda.

4. Opor Bakar Sungging

Opor sendiri merupakan salah satu masakan yang
digemari di Indonesia. Namun, bila anda datang ke
Kudus, anda akan menemukan opor khas milik mereka.
Makanan khas Kudus ini berasal dari Desa Sunggingan
yang ada di Kudus diciptakan pada tahun 1920an.
Dimana ayam kampung akan dimasak utuh tanpa
dipotong-potong terlebih dahulu kemudian bumbu-bumbu
dimasukkan kedalam rongga perut yang sudah diambil
jeroannya.
Hal ini agar bumbu-bumbu tersebut dapat meresap kedalam ayam.
Sesudah ayam matang dan empuk, ayam kemudian akan dibakar hingga
merata. Barulah ayam tersebut dicincang-cincang dan disajikan bersama kuah
opor yang kental yang merupakan perpaduan dari air rebusan ayam dan santan
kental.
5. Sate Kerbau
Sate kerbau memang hampir bisa
ditemukan diseluruh Indonesia, namun sate
Kerbau yang ada di Kudus ini sangat unik
karena pengolahannya, daging kerbau diiris
kecil-kecil lalu dimemarkan atau dipukul-
pukul dan jika sudah diberi bumbu dan
didiamkan selama beberapa jam hingga
bumbu meresap.
Barulah potongan tersebut ditusuk-tusuk dengan tusukan sate dan
dibakar diatas abu panas. Dalam pembakarannya pun tidak boleh lama-lama
agar daging kerbau tidak terlalu keras sehingga saat di makan tidak nyaman.

c. Rangkuman

 Budaya merupakan warisan yang menggabungkan antara sistem agama dan politik,
adat istiadat, bahasa, perkakas, pakaian, bangunan, dan karya seni. Dalam
perkembangannya, Budaya bisa menjadikan kerukunan antar masyarakat sekitar.

 Budaya yang ada di Kudus : buka luwur sunan kudus, buka luwur sunan muria, tradisi
dandangan, tradisi kupatan, tradisi rebo wekasan, tradisi ampyang maulid, tradisi adat

11

bulusan, tradisi adat rogomoyo, tradisi budaya wiwit kopi, tradisi sewu kupat, tradisi
resek-resek sendang dan nyiwer desa, tradisi tebokn jenang kudus.
 Bangunan pokok rumah adat Kudus berupa bentuk joglo, atap berbentuk pencu dengan
tritisan bagian depan dan belakang. Pusat pencu merupakan puncak dari gedongan
yang merupakan bagian paling sakral dari rumah adat Kudus. Tata ruang terdiri dari
bagian jaga satru, sentong, gedongan serta pawon dan bangunan tambahan berupa
sumur dan kamar mandi atau pekiwan yang terletak di depan rumah.
 Khas batik Kudus adalah gambar logo menara yang ada dalam kain batik tersebut.
Selain itu da juga yang memiliki motif seperti likisan masyarakat jaman dahulu.
 Tarian kudus : tari kretek, tari bun ya ho, tari, tari jenang, tari batik kudus, tari kudus
asri.
 Makanan khas kudus : soto kudus, lentog tanjung, garang asem, opor bakar sungging,
sate kerbau.

d.
Tugas

Perhatikan gambar di bawah ini !
1. Apa nama makanan khas dibawah !
2. Tuliskan nama dan keunikan dari

tarian tersebut dengan
kelompokmu!

1. 2.

Jawab : Jawab :
12

e. Teks formatif
A. Berilah tanda silang ( X ) pada huruf a, b, c dan d apalagi yang
paling benar !
1. Apa yang dimaksud dengan budaya ....
a. merupakan warisan yang menggabungkan antara sistem agama dan politik, adat
istiadat, bahasa, perkakas, pakaian, bangunan, dan karya seni
b. Tarian
c. Makanan khas daerah
d. Pakaian adat
2. Apa nama rumah adat Kudus ....
a. Gadang
b. Rumah panggung
c. Joglo
d. Rakit limas
3. Batik khas Kudus bergambar apa ....
a. Garuda
b. Logo menara
c. Bunga teratai
d. Padi
4. Tari kretek memiliki arti ....
a. menggambarkan proses pembuatan rokok kretek tradisional
b. menggambarkan proses membuat jenang
c. menggambarkan proses sejarah kota kudus
d. menggambarkan proses membuat makanan khas kudus
5. pecel pakis colo berasal dari ....
a. semarang
b. Purwodadi
c. Pati
d. Kudus

f. Kunci jawaban formatif
1. A
2. C
3. B
4. A
5. D

13

g. Lembar kerja
1. Carilah atau tanyakan pada orang tua maupun saudara
2. Ceritakan dalam tulikan kebudayaan apa yang ada di daerah sekitarmu
3. Setelah mengetahuinya, kemudi tuliskan pada kolom dibawah ini

14

B. Kegiatan Belajar 2

a. Tujian Kegiatan Belajar
1. Siswa mampu menjelaskan permukiman masyarakat kudus
2. Siswa dapat memahami dan mengetahui isi dari ekonomi dan budaya di masyarakat

b. Uraian Materi
A. Upaya Pelestarian Kebudyaan Kudus
Seiring dengan kemajuan jaman, tradisi dan budaya lokal yang pada awalnya dipegang
teguh, dipelihara dan dijaga keberadaannya, kini hampir tinggal cerita. Kebanyakan
masyarakat memilih untuk mengedepankan dan daerahnya sendiri yang sesungguhnya
justru budaya daerah atau budaya lokal yang sangat sesuai dengan kepribadian bangsanya.
keberadaan budaya lokal mudah dilupakan oleh generasi muda di Indonesia. Budaya dari
luar negeri menjadi konsumsi publik yang dianut oleh para generasi muda umumnya pada
tingkat pelajar. Setidaknya langkah awal untuk usaha mengenalkan budaya-budaya
daerahnya sendiri harus diupayakan dengan konsep penyampaian di bidang pendidikan
yang mudah diterima oleh generasi penerus.
Salah satu usaha untuk melestarikan budaya lokal melalui sumber belajar dalam bidang
pendidikan yang harapannya dapat memberikan pemahaman tentang hasil-hasil budaya
setempat kepada peserta didik. Keberlangsungan itu ditandai oleh pewarisan budaya dan
karakter yang telah dimiliki masyarakat dan bangsa. Oleh karena itu, pendidikan adalah
proses pewarisan budaya dan karakter bangsa bagi generasi muda dan juga proses
pengembangan budaya dan karakter bangsa untuk peningkatan kualitas kehidupan
masyarakat dan bangsa di masa mendatang.
 Beberapa cara yang dapat dilakukan untuk menjaga
1. Mempelajari budaya kudus, baik hanya sekedar mengenal atau bisa juga dengan
ikut mempraktikkannya dalam kehidupan kita
2. Ikut berpartisipasi apabila ada kegiatan dalam rangka pelestarian kebudayaan, hari
jadi kota kudus, kirab budaya dll.
3. Mencintai budaya kita sendiri tanpa merendahkan atau melecehkan budaya orang
lain.
4. Ikuti kegiatan budaya disekolah seperti tarian daerah, karawitan dll.
5. Bangga saat menggunakan pakaian batik sendiri.

c. Rangkuman
Budaya dari luar negeri menjadi konsumsi publik yang dianut oleh para generasi muda

umumnya pada tingkat pelajar. Kebanyakan masyarakat memilih untuk mengedepankan dan
daerahnya sendiri yang sesungguhnya. Salah satu usaha untuk melestarikan budaya lokal

15

melalui sumber belajar dalam bidang pendidikan yang harapannya dapat memberikan
pemahaman tentang hasil-hasil budaya setempat kepada peserta didik

d. Tugas
Untuk memperdalam materi kalian silahkan kerjakan tugas berikut :
1. Bagaimana cara kita melestarikan budaya daerah kita ?
2. Diskusikan dengan 2 orang temanmu upaya apa saja yang telah kalian
lakukan untuk melestarikan kebudayaan daerah ?

e. Tes Formatif
Pilihlah jawaban yang paling tepat dengan memberi tanda silang (x) pada huruf a, b, c, atau d
1. Bagaimana cara melestarikan kebudayaan kita....?
a. Melanjutkan kebudayaan yang ada
b. Melupakan kebudayaan
c. Mempelajari kebudayaan tanpa menerapkan
d. Mempelajari semua kebudayaan

2. Legenda kota kudus harus kita lestarikan dengan cara......?
a. Masa bodo
b. Mempelajari legenda dan menyimpannya sendiri
c. Menceritakan ke generasi berikutnya
d. Membiarkan orang mengetahui atau tidak

3. Budaya luar negeri sekarang menjadi konsumsi publik, lalu bagaimana cara mepertahankan
kebudayaan daerah ini.......?
a. Mempelajari budaya luar dan melupakan budaya daerah
b. Mempelajari budaya luar tanpa melupakan budaya daerah supaya tidak hilang
c. Tidak mau mempelajari budaya luar
d. Tidak mau mempelajari kedua budaya

4. Salah satu usaha untuk melestarikan budaya lokak melalui sumber....
a. Internet
b. Koran
c. Belajar dalam bidang pendidikan
d. Komik

16

5. Mana yang bukan cara melestarikan keberagaman di kudus....
a. Mempelajari budaya di kudus
b. Ikut berpartisipasi apabila ada kegiatan dalam rangka pelestarian kebudayaan
c. Mencari budaya sendiri
d. Masa bodo

f. Kunci Jawaban Formatif
1. A
2. C
3. B
4. C
5. D

g. Lembar Kerja
1. Carilah atau Tanyakan pada Orang tuamu !
2. Apa saja yang sudah dilakukan warga disekitar rumahmu untuk melestarikan kebudayaan
mereka ?
3. Kemudian tuliskan cerita tersebut dikolom dibahawa ini !

17

C. Kegiatan Belajar 3

a. Tujuan Kegiatan Belajar
1) Siswa mampu mengidentifikasi faktor-faktor penyebab keragaman suku bangsa di
Kudus
2) Siswa mampu menyebutkan faktor-faktor penyebab keragaman suku bangsa di daerah
Kudus
3) Siswa mampu menjelaskan faktor-faktor penyebab keragaman suku bangsa di Kudus
4) Siswa mampu menghafal faktor-faktor penyebab keragaman suku bangsa di daerah
Kudus

b. Uraian Materi
Faktor Penyebab Keragaman Suku Bangsa di Kudus
Keberagaman masyarakat Kudus dipengaruhi oleh beberapa faktor baik dari dalam
maupun luar masyarakat. Secara umum, keberagaman suku bangsa masyarakat di Kudus
dipengaruhi oleh faktor alam masyarakat dan individu tersebut.

Kehidupan masyarakat yang sangat beragam disebabkan oleh beberapa faktor, antara lain:

6. Lingkungan Fisik Daerah

Dataran Tinggi Kudus Dataran Tinggi Kudus

Lingkungan fisik yang melingkupi suatu masyarakat memengaruhi
keberagaman kehidupan masyarakat di Indonesia khususnya di daerah Kudus.
Lingkungan fisik yang dimaksud seperti Dataran Tinggi (pegunungan), Dataran rendah
(sawah) dan lainnya.

Perbedaan lingkungan fisik berdampak pada mata pencaharian dan tradisi sosial
budaya. Masyarakat yang tinggal di daerah rendah akan berbeda dengan masyarakat
yang tinggal di daerah tinggi seperti perbedaan bentuk rumah, mata pencaharian,
makanan pokok, kesenian, bahkan kepercayaan.

18

h. Keyakinan atau Agama

Agama merupakan sistem keyakinan kepada Tuhan. Kebebasan beragama
dijamin oleh UUD 1945. Di Kudus terdapat beberapa macam agama diantaranya yaitu
Islam, Kristen, Katolik, dan Konghucu.

Keberagaman agama di tengah-tengah masyarakat menunjukkan wilayah Kudus
adalah wilayah dan bangsa yang religius. Semua agama meyakini akan keberadaan dan
kekuasaan Tuhan. Akan tetapi, sistem keyakinan dan ibadah antara satu agama dengan
agama yang lain berbeda.
i. Keberagaman Ras

Dalam Undang-undang Nomor 40 Tahun 2008 tentang Penghapusan Diskriminasi
Ras dan Etnis, menyebutkan ras adalah golongan bangsa berdasarkan ciri-ciri fisik dan
garis keturunan. Setiap manusia memiliki perbedaan ciri-ciri fisik seperti warna kulit,
warna dan bentuk rambut, bentuk muka, ukuran badan, bentuk badan, bentuk dan
warna mata serta ciri fisik yang lainnya. Ciri khas ras masyarakat Kudus yaitu
Mongoloid, yang berkulit kuning langsat, rambut kaku dan bermata sipit.

Kondisi masyarakat yang memiliki keberagaman ras terkadang berpotensi
menimbulkan konflik. Konflik tidak hanya merugikan kelompok-kelompok
masyarakat, tetapi juga bangsa Indonesia secara keseluruhan. Maka dari itu masyarakat
diminta menjunjung tinggi rasa persaudaraan, kekerabatan, dan persahabatan sehingga
terwujud perdamaian.
j. Penerimaan Masyarakat Terhadap Perubahan

Faktor penyebab keberagaman masyarakat Kudus yang terakhir adalah bagaimana
sikap masyarakat terhadap perubahan yang ada. Sikap masyarakat sangat berpengaruh
terhadap pembentukan budaya dan keberagaman.

19

Ada masyarakat yang bisa menerima masuknya kebudayaan baru, ada juga
masyarakat yang menutup kemungkinan masuknya kebudayaan baru. Perbedaan inilah
yang menciptakan keberagaman budaya suku bangsa di Kudus.

Keberagaman masyarakat memiliki dampak positif sekaligus dampak negatif bagi
diri sendiri, masyarakat, bangsa dan negara. Dampak positif, keberagaman memberikan
manfaat bagi perkembangan dan kemajuan. Sedangkan dampak negatifnya
mengakibatkan ketidakharmonisan bahkan perpecahan antar wilayah, bangsa dan
negara.

C. Rangkuman

Dengan adanya keberagaman suku bangsa di Kudus, terdapat beberapa faktor yang muncul baik
dari dalam maupun dari luar masyarakat itu sendiri. Adapun berapa faktor yang mempengaruhi
keragaman yaitu lingkungan fisik negara, keyakinan atau keagamaan, keragaman ras, dan penerimaan
masyarakat terhadap perubahan.

D. Tugas

Untuk memperdalam materi kalian silahkan kerjakan tugas berikut :
1. Bagaimana sikap Anda dalam menyikapi faktor penyebab keragaman
yang ada di lingkungan tempat tinggal mu...?
2. Bagaimana cara menyelesaikan masalah-masalah yang ditimbulkan
akibat keberagaman di Kudus...?

E. Tes Formatif

Pilihlah jawaban yang paling tepat dengan memberi tanda silang (x) pada huruf a, b, c, atau d

1. Salah satu faktor penyebab keragaman suku di Kudus adalah........

a. Kemajuan ilmu teknologi dan komunikasi
b. Kondisi daerah Kudus yang berbentuk kepulauan
c. Pernah dijajah oleh negara Amerika selama ratusan tahun
d. Penerimaan masyarakat terhadap perubahan

2. salah satu faktor penyebab keberagaman masyarakat adalah lingkungan fisik daerah Kudus
yaitu.....

a. Diantara pantai dan pegunungan

b. Diantara negara Jepang dan Negara Eropa

c. Diantara Dataran Tinggi dan Dataran Rendah

20

d. Diantara Dataran tinggi dan laut.
3. Kondisi masyarakat Kudus yang berada di Pegunungan mengakibatkan perbedaan.....

a. Partai poltik
b. Mata pencaharian
c. Bentuk Pemerintahan
d. Suku bangsa, bahasa, dan budaya
4. Ciri-ciri fisik dalam penggolongan ras dapat berupa......
a. Warna kulit, bentuk mata, jenis rambut
b. Bentuk rumah, mata pencaharian, lagu daerah
c. Bentuk gigi, bentuk telinga, bentuk senjata
d. Pakaian yang dikenakan, bentuk tangan dan kaki
5. Keturunan Kudus merupakan contoh ras jenis.......
a. Mongoloid
b. Negroid
c. Khoisan
d. Kaukasoid
F. Kunci Jawaban Formatif

1. D
2. C
3. B
4. A
5. A

21

G. Lembar Kerja
1. Carilah atau tanyakan pada orang tua maupun saudara
2. ceritakan dalam tulisan apa saja yang ada di lingkunan sekitarnya terkait lingkungan
fisik daerah sekitar
3. Setelah mengetahuinya, kemudi tuliskan pada kolom dibawah ini

22

D. Kegiatan Belajar 4

a. Tujuan kegiatan belajar
1. Siswa mampu menjelaskan makna cerita masyarakat di kudus.
2. Siswa mampu memberikan contoh nilai positif yang dapat diambil dalam cerita
masyarakat di kudus.
3. Siswa dapat memahami dan mengetahui isi dari cerita legenda dimasyarakat.

b. Uraian materi
1. Pengertian legenda
Legenda adalah cerita prosa rakyat yang dianggap mempunyai cerita yang
benar-benar terjadi. Oleh karena itu, legenda sering kali dianggap sebagai "Sejarah"
kolektif. Walaupun demikian, karena tidak tertulis, maka kisah tersebut telah
mengalami distorsi sehingga sering kali jauh berbeda dengan kisah aslinya
2. Beberapa cerita Legenda yang ada di masyarakat Kudus
1) Legenda Asal Usul Kota Kudus

Dulunya, Kudus adalah dusun kecil di kerajaan Majapahit. Suatu hari, ada
seorang saudagar Tionghoa bernama Sun Ging. Dia adalah seorang pematung.
Pengetahuannya telah menyebar hingga kerajaan Majapahit. Ia kemudian diundang
oleh Raja Kerajaan Majapahit untuk mengukir ornamen kerajaan. Hasilnya luar
biasa. Akhirnya, Sun Ging diberi ruang untuk membuat sekolah seni ukir di
kampung halamannya. Sekarang tempat itu bernama Sunggingan, artinya tempat
keluarga Sun Ging. Namun, carios tidak menyebutkan bahwa Sunggingan berarti
ukiran / lukisan. Painter artinya pelukis. Pemiliknya adalah Ling Ling, seorang
pedagang Cina.

Lukisan saya mengembangkan ekonomi menjadi Kerajaan Islam Demak
Bintoro yang lebih dekat dengan Kerajaan Majapahit. Raden Patah lah yang
mengutus Syekh Jafar Shodiq, seorang ulama besar Persia dengan tujuan
menyelamatkan Sunggingan. Syekh Jafar Shodiq mengantar siswa ke gerbang
dengan ornamen Hindu dari Majapahit. Gerbangnya pun Jafar Sodiq mengajak
orang-orang sekitar dengan begitu leluasa masuk Islam. Cara mengundang
perlahan. Ditambah dengan pemeluk Hindu, Japar Sodiq mengambil pintu gerbang.
Mereka tertarik karena sapi itu sebagai majelis. Belum lama ini, beberapa warga
masuk Islam, di antaranya Sun Ging / Ling Sing (sekarang Jalan Kyai Telingsing).
Sementara itu, Jafar Sodiq membangun masjid di dekat gapura di dusun ini.

23

Bangunan masjid dihiasi lempengan batu hitam (black stone) dari Yerusalem di
Yerusalem, Palestina. Dari nama Jerusalem ada nama Holy Name yang artinya
suci. Masjid ini sudah lama dikenal dengan nama Masjidil Haram (masjid dengan
lempengan batu Al Kuds / batu suci).

Dengan didirikannya Masjid Al Kuds dan Pondok Pesantren, saya punya
banyak orang luar kota yang ingin berangkat dan berbagai pekerjaan yang
dakkembangake (perdagangan, pertanian, seni ukir, dll). Dusun Sunggingan yang
dirintis oleh Ling Sing menjadi pusat kota dan pesantren yang dikenal dengan nama
Kudus. Syekh Jafar Sodiq dikenal sebagai Sunan Kudus. Gerbang yang digunakan
para dai Islam oleh Jafar Sodiq sebagai salah satu ciri khas Kota Suci adalah
Menara Suci.
2) Asal usul nama tradisi “Bulusan”

Tradisi ini berasal dari legenda yang
berkaitan dengan Sunan Muria yang
dikisahkan menegur warga setempat yang
masih bekerja pada malam hari walaupun
saat itu Ramadhan dan warga tersebut
berubah menjadi bulus Mbah Dado seorang
alim ulama penyebar agama Islam. Dia
mempunyai murid bernama Umara dan Umari. Dalam perjalanannya menyebarkan
agama Islam dia berniat untuk mendirikan sebuah pesantren. Maka ditemukanlah
tempat yang tepat untuk membangun pesantren tersebut, yaitu di kaki Gunung
Muria. Pada bulan Ramadhan, tepatnya pada waktu malam Nuzulul Qur'an datang
Sunan Muria untuk bersilaturrahmi dan membaca Al Qur'an bersama Mbah Dado,
sahabatnya. Dalam perjalanannya, Sunan Muria mendengar orang bekerja di sawah
pada malam hari sedang ndaut (mangambil bibit padi).

Sunan Muria berhenti sejenak dan berkata, "Lho, malam Nuzulul Qur'an kok
tidak baca Al Qur'an, malah di sawah berendam air seperti bulus saja?" Akibat
perkataan itu Umara dan Umari seketika menjadi bulus. Datang Mbah Dado untuk
memintakan maaf atas kesalahan santrinya kepada Sunan Muria. Akan tetapi, ibarat
nasi sudah menjadi bubur, tidak mungkin dapat kembali lagi. Akhirnya, Sunan
Muria menancapkan tongkatnya ke tanah, keluar mata air atau sumber sehingga
diberilah tempat itu nama Dukuh Sumber dan tongkatnya berubah menjadi pohon
yang diberi nama pohon tamba ati. Sambil meninggalkan tempat itu Sunan Muria
berkata, "Besok anak cucu kalian akan menghormatimu setiap satu minggu setelah
hari raya bulan Syawal tepatnya waktu Bada Kupat. sampai sekarang setiap bada
kupat tempat tesebut ramai dikunjungi orang untuk berziarah dan juga melihat
bulus. Tradisi ini sekarang masih ada san terkenal dengan nama Bulusan.

24

c. Rangkuman
 Kudus adalah dusun kecil di kerajaan Majapahit, Dusun Sunggingan yang dirintis
oleh Ling Sing menjadi pusat kota dan pesantren yang dikenal dengan nama Kudus.
 Sunan Muria mendengar orang bekerja di sawah pada malam hari sedang ndaut.
Akibat perkataan Sunan Muria itu Umara dan Umari seketika menjadi bulus.

d. Tugas

Untuk memperdalam materi kalian silahkan kerjakan tugas berikut :

1. Bagaimana cara anda menyikapi cerita legenda tersebut ?
2. Dari cerita legenda “Bulusan” hikmah apa yang dapat anda ambil

untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari?

e. Tes formatif
Berilah tanda silang ( X ) pada huruf a, b, c dan d apalagi yang paling benar !
1. Apa yang dimaksud dengan legenda.....
a. Cerita karangan masyarakat sekitar
b. Cerita hewan kartun di televisi
c. Cerita prosa rakyat yang dianggap mempunyai cerita yang benar
benar terjadi
d. Cerita tumbuhan yang dapat berbicara
2. Siapakah nama saudagar Tionghoa pada asal usul kota kudus...........
a. Sun Go Kong
b. Sun Ging
c. Song Gang
d. Song king

3. Siapakah nama murid dari Mbah Dado yang berubah menjadi hewan bulus.......
a. Oma dan Umi
b. Umama dan Umami
c. Jin dan Jun
d. Umara dan Umari

4. Nama Gunung yang ada dikudus yang biasnya dikunjungi para peziarah adalah..
a. Gunung Muria
b. Gunung Kembar
c. Gunung Kidul
d. Gunung Ijo

5. Dalam legenda Asal Usul kota Kudus Syekh Jafar Sodiq dikenal sebagai Sunan..
a. Kudus
b. Muria
c. Jati
d. Demak

25

f. Kunci jawaban formatif
1. (c)
2. (b)
3. (d)
4. (a)
5. (a)

g. Lembar kerja
1. Carilah atau Tanyakan pada Orang tuamu!
2. Asal usul nama di desa kamu!!
3. Kemudian tuliskan cerita tersebut dikolom dibahawa ini!!

26

BAB III

EALUASI

A. KOGNITIF SKILL

Jawablah pertanyaan dibawah ini, jika benar berilah (v ) di kolom benar dan jika salah

beri tanda (v ) di kolom salah!

NO. Soal Benar Salah

1 Saling menghargai dan

menghormati antar masyarakat

2 Merasa bangga dengan

arsitektur dan cit khas kota

Kudus

3 Selalu menjaga dan
melestarikan keragaman yang

ada di Kudus

4 Selalu menggunakan bahasa

Indonesia ketika berbicara di
daerah luar

5 Menghargai dan menghormati

Cerita Legenda antar desa

B. PSIKOMOTORIK SKILL
Kerjakan pertanyaan dibawah ini dengan jawaban yang benar dan tepat!

Kunjungilah salah satu tempat pelestarian kebudayaan yang ada
dikudus, kemudian tanyakan kepada petugas misalnya. Bagaimana
cara belajar tarian tersebut, apa filosofi atau arti dari kebudayaan
tersebut dan sebagainya. Hasilnya ceritakan kepada teman kalian di
depan kelas!

27

C. . ATTITUDE SKILL
1. Bagaimana jika dilingkungan tempat tinggal kalian memiliki keragaman kebudayaan?
Apakah hal yang akan kalian lakukan untuk menjaga kebudayaan tersebut?
2. Jika kalian pergi ke kudus melihat atau menemukan kirab budaya daerah setempat apa
yang akan kalian lakukan?
3. Bagaimana sikap kalian jika masyarakat kudus lebih suka berkunjung keluar kota yang
lebih modern daripada tempat pelestarian kebudayaan?
JAWABAN :

28

BAB IV
PENUTUP

DAFTAR PUSTAKA

http://kebudayaan.kemdikbud.go.id/bpcbjateng/rumah-adat-kudus/. (t.thn.).
http://www.kawankurniatour.com/2016/03/macam-macam-pakaian-adat-khas-kota-
kudus.html?m=1. (t.thn.).
https://gpswisataindonesia.info/2020/03/tarian-tradisional-kudus-jawa-tengah/. (2020, maret 14).
https://id.wikipedia.org/wiki/Bulusan_(tradisi). (t.thn.).
https://id.wikipedia.org/wiki/Legenda. (2020, september 15). legenda.
https://isknews.com/jenis-jenis-budaya-di-kabupaten-kudus/. (t.thn.).
https://www.beritamoeria.com/2020/05/legenda-sumur-tulak-airnya-bertuah.html. (t.thn.).
https://www.gotravelly.com/blog/makanan-khas-kudus/. (2018, mei 21).
Mutohhar, I. P. (2015). Refleksi Edukatika : jurnal Ilmiah Kependidikan. REVITALISASI BUDAYA LOKAL
KOTA KUDUS DALAM PENGEMBANGAN BAHAN AJAR DI SEKOLAH DASAR .
Pusat Kurikulum dan Perbukuan, B. K. (2018). BUKU GURU. BANDUNG.
Suharso, R. (2017). PEMBELAJARAN SEJARAHLOKAL PADA KELAS SEJARAH (MODEL PENGEMBANGAN
BAHAN AJAR SEJARAH LOKAL KOTA KUDUS DALAM RANGKA MENINGKATKAN MINAT SISWA PADA
SEJARAH). 17.
Zuliyanti, N. F. (2018, November). jurnal sastra indonesia. NILAI MORAL DALAM CERITA RAKYAT
PESISIRAN , 8.

29


Click to View FlipBook Version