The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

e-modul ini berisi materi gas rumah kaca dan pemanasan global berorientasi pembelajaran project based learning

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by lusianadwiseptianiunsri, 2022-10-14 13:14:04

e-modul green house effect and global warming

e-modul ini berisi materi gas rumah kaca dan pemanasan global berorientasi pembelajaran project based learning

Keywords: kimia lingkungan,green house effect

1

KATA PENGANTAR
Puji syukur kami panjatkan kepada Allah SWT karena berkat rahmat dan karuniaNya
penulis dapat menyelesaikan E-modul Green House Effect and Global Warming Berorientasi
Pembelajaran Project Based Learning Pada Program Studi S1 Pendidikan Kimia Universitas
Sriwijaya. Sholawat beriring salam tak lupa kami haturkan kepada Nabi Muhammad SAW
yang telah membawa umatnya dari zaman kebodohan sampai sekarang ini.
E-modul sebagai sumber belajar memudahkan mahasiswa dalam melaksanakan dan
memahami pembelajaran terutama pada mata kuliah kimia lingkungan. E-modul yang
berorientasi pembelajaran project based learning menjadikan mahasiswa dapat berpikir kritis,
inoatif, dan kreatif.
Penulis mengucapkan terima kasih kepada Bapak Dr. Hartono, M.A sebagai
pembimbing 1 dan Bapak Rodi Edi, S.Pd.,M.Si sebagai pembimbing 2 yang telah membimbing
hingga penulisan e-modul selesai. Selain itu, penulis juga mengucapkan terima kasih kepada
validator materi, validator pedagogik, dan validator desain, orang tua, teman seperjuangn serta
semua pihak yang terlibat dalam penyelesaian penulisan e-modul ini. Semoga e-modul ini
dapat bermanfaat bagi pembacanya.

Inderalaya, Oktober 2022

Penulis

2

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ...............................................................................................................2
PENDAHULUAN .....................................................................................................................5
A. Deskripsi Umum ...................................................................................................................5
B. Petunjuk Penggunaan E-modul .............................................................................................5

1. Petunjuk untuk Dosen ........................................................................................................5
2. Petunjuk Belajar untuk Mahasiswa ....................................................................................5
C. Langkah Pembelajaran Project Based Learning....................................................................6
D. Capaian Pembelajaran Mata Kuliah (CPMK).......................................................................7
E. Sub Capaian Pembelajaran Mata Kuliah (Sub-CPMK) ........................................................7
PETA KONSEP .........................................................................................................................8
KEGIATAN PEMBELAJARAN…………………………………………………………...…8
MATERI GREEN HUSE EFFECT AND GLOBAL WARMING………………….………..9
A. Green House Effect (gas rumah kaca).............................................................................10
B. Global Warming (pemanasan global)..............................................................................14
Evaluasi....................................................................................................................................24
DAFTAR PUSTAKA ..............................................................................................................26

3

DAFTAR GAMBAR
Gambar 1 gas rumah kaca……………………………………………………………………11
Gambar 2 emisi gas rumah kaca……………………………………………………..………12
Gambar 3 pemanasan global…………………………………………………………………15

DAFTAR VIDEO
Video 1 green house effect and global warming……………………………………………....9
Video 2 mekanisme gas rumah kaca…………………………………………………………13
Video 3 mekanisme pemanasan global……………………………………………………....16

4

PENDAHULUAN

A. Deskripsi Umum
E-modul ini berisi materi Green House Effect (efek rumah kaca) dan Global Warming
(pemanasan global) berorientasi pembelajaran project based learning yang bertujuan untuk
memberikan pemahaman serta melatih berfikir kritis, kreatif dan inovatif kepada mahasiswa.

B. Petunjuk Penggunaan E-modul
Sebelum menggunakan e-modul ini diharapkan dapat memahami petunjuk penggunaan dengan
baik sebagai berikut:

1. Petunjuk untuk Dosen
• Sebelum memulai kegiatan pembelajaran, Dosen menyampaikan CPMK (capaian
pembelajaran mata kuliah) dan Sub-CPMK (sub capaian pembelajaran mata kuliah)
yang harus dikuasai oleh mahasiswa.
• Memberikan stimulus kepada mahasiswa melalui topik yang relevan untuk
menentukan suatu projek.
• Membimbing mahasiswa dalam membuat rancangan projek yang akan dibuat.
• Membimbing mahasiswa dalam membuat jadwal pelaksanaan projek.
• Melakukan monitoring kepada mahasiswa dalam menyelesaikan projek.
• Memberikan umpan balik kepada mahasiswa mengenai materi pembelajaran yang
telah diberikan.
• Memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk menyampaikan rancangan
projek yang telah dibuat.

2. Petunjuk Belajar untuk Mahasiswa
• Bacalah peta konsep terlebih dahulu dengan cermat dan teliti kemudian pahami
setiap materi di dalam e-modul untuk membantu menjawab setiap pertanyaan yang
diberikan.
• Pahami langkah-langkah kegiatan pembelajaran project based learning yang telah
ditulis pada e-modul.
• Bentuklah kelompok yang terdiri dari 5 orang untuk melakukan diskusi dalam
perancangan projek yang akan dibuat.
• Tulislah rancangan inovasi kemudian presentasikan di depan kelas.
5

C. Langkah Pembelajaran Project Based Learning
Langkah-langkah pembelajaran project based learning menurut The George Lucas
Educational (2005) dalam (Purnomo, 2019) terdiri dari:

a) Start With the Essential Question
Pembelajaran dimulai dengan pertanyaan esensial, yaitu pertanyaan

yang dapat memberikan stimulus terhadap peserta didik sehingga dapat
melakukan investigasi. Pengajar berusaha agar topik yang diangkat relevan
untuk peserta didik.
b) Design a Plan for the Project

Perencanaan dilakukan secara kolaboratif antara pengajar dan peserta
didik. Perencanaan berisi tentang aturan main, pemilihan aktivitas yang
mendukung dalam menjawab pertanyaan, serta mengetahui alat dan bahan yang
dapat digunakan untuk membantu penyelesaian proyek.
c) Create a Schedule

Pengajar dan peserta didik secara kolaboratif menyusun jadwal
pelaksanaan proyek. Aktivitas pada tahap ini antara lain: (1) membuat timeline
untuk penyelesaian proyek, (2) membuat deadline penyelesaian proyek, (3)
membimbing peserta didik menyesuaikan rancangan agar tetap berhubungan
dengan proyek, (4) meminta peserta didik membuat alasan tentang pemilihan
suatu cara.
d) Monitor the Students and the Progress of the Project

Pengajar berkewajiban melakukan monitor terhadap aktivitas peserta
didik selama menyelesaikan proyek. Agar mempermudah proses monitoring,
dibuat sebuah rubrik yang dapat menjadi perekam aktivitas peserta didik.
e) Assess the Outcome

Penilaian dilakukan untuk membantu pengajar dalam mengukur
ketercapaian standar, berperan dalam mengevaluasi kemajuan masing-masing
peserta didik, memberi umpan balik tentang tingkat pemahaman yang sudah
dicapai peserta didik, membantu guru agar dapat menentukan strategi
pembelajaran berikutnya.
f) Evaluate the Experience

Pada akhir pembelajaran, pengajar dan peserta didik melakukan refleksi
terhadap aktivitas dan hasil proyek yang telah dibuat.

6

D. Capaian Pembelajaran Mata Kuliah (CPMK)
Mahasiswa memahami pengantar dan ruang lingkup kimia lingkungan, siklus

biogeokimia, kimia atmosfer dan permasalahannya, kimia hidrosfer dan permasalahannya,
kimia litosfer dan permasalahannya, kimia pestisida dan bahan kimia rumah tangga,
toksikologi kimia (lingkungan), zat aditif, dan dampak penggunaan narkoba.
E. Sub Capaian Pembelajaran Mata Kuliah (Sub-CPMK)

1) Mahasiswa mampu menjelaskan pengertian Green House Effect and Global
Warming

2) Mahasiswa mampu menganalisis apa saja gas rumah kaca
3) Mahasiswa mampu menganalisis penyebab dan mekanisme terjadinya

pemanasan global
4) Mahasiswa mampu menyimpulkan dampak yang terjadi akibat pemanasan

global
5) Mahasiswa mampu mendesain rancangan penanggulangan pemanasan global

7

PETA KONSEP

Green House pengertian
Effect karakteristik

Green House penyebab
Effect and mekanisme

Global Warming dampak
pengertian
Global Warming penyebab
mekanisme

dampak

8

KEGIATAN
PEMBELAJARAN

Setelah mempelajari E-modul ini, Mahasiswa dapat:
a. Mahasiswa mampu menjelaskan pengertian Green House Effect and Global Warming
b. Mahasiswa mampu menganalisis apa saja gas rumah kaca
c. Mahasiswa mampu menganalisis penyebab dan mekanisme terjadinya pemanasan global
d. Mahasiswa mampu menyimpulkan dampak yang terjadi akibat pemanasan global
e. Mahasiswa mampu mendesain rancangan penanggulangan pemanasan global

Start With the Essential Question

Pembelajaran dimulai

dengan pertanyaan esensial,

yaitu pertanyaan yang dapat

memberikan stimulus

terhadap mahasiswa sehingga

dapat melakukan investigasi.

Dosen berusaha agar topik

yang diangkat relevan untuk

mahasiswa.

Simaklah video berikut!

Video 1. Green house effect and global warming
Sumber: www.youtube.com
9

Berdasarkan materi dan video pembelajaran pada kegiatan pembelajaran 1 yang telah
disediakan, kemudian amatilah di lingkungan sehari-hari sekeliling anda. Berdasarkan
pengamatan anda, diskusikan Bersama kelompok hal-hal berikut:
Pertanyaan:
Proyek 1

a. Apa saja peristiwa di sekeliling anda yang memungkinkan terjadinya
pemanasan global?

b. Bagaimana anda dapat mengurangi/menanggulangi peristiwa tersebut?
Proyek 2

a) Bagaimana mekanisme terjadinya pemanasan global akibat gas rumah
kaca?

b) Buatlah rancangan visualisasi, animasi, dll mengenai mekanisme
tersebut?

Green House Effect &
Global Warming

A. Green House Effect (gas rumah kaca)
Pernahkah anda mendengar istilah rumah kaca? Rumah yang atap dan dindingnya

terbuat dari kaca. Rumah ini biasa digunakan untuk pembibitan pada kegiatan perkebunan dan
berfungsi untuk menghangatkan tanaman yang berada di dalamnya.

Sebagai ilustrasi, pernahkah anda berada di dalam sebuah modil yang tertutup, dibawah
terik matahari? Apa yang anda rasakan? Panas bukan? Hal ini disebabkan oleh sinar matahari
yang masuk menembus kaca mobil membuat seisi mobil menjadi panas. Panas matahari
tersebut terperangkap di dalam mobil, tidak dapat menembus ke luar kaca mobil.

10

Hal di atas juga terjadi pada bumi, dimana bumi terpapar oleh radiasi matahari yang
menembus lapisan atmosfer. Saat cahaya matahari mengenai atmosfer serta permukaan bumi,
sekitar 70% energi tersebut tetap tinggal di bumi kemudian diserap oleh tanah, tumbuhan,
lautan dan lainnya. Tiga puluh persen lainnya dipantulkan kembali melalui awan, hujan, serta
permukaan reflektif lainnya. Benda-benda di sekitar planet yang menyerap cahaya matahari
seringkali memantulkan radiasi ke bumi. Gas-gas yang berada di atmosfer disebut gas rumah
kaca (GRK). Karena peristiwa ini berlangsung berulang kali, maka terjadilah akumulasi
radiasi matahari di atmosfer bumi yang menyebabkan suhu di bumi menjadi semakin hangat.

Gambar 1. Gas rumah kaca
(Sumber: https://www.kominfo.go.id/content/detail/7177/siaran-pers-no-
25pihkominfo32016-tentang-bumn-bahas-strategi-kurangi-emisi-gas-rumah-kaca-untuk-

pengendalian-perubahan-iklim/0/siaran_pers)

Gas-gas yang memiliki sifat GRK (gas rumah kaca) antara lain adalah karbon dioksida
(CO2), nitrogen oksida (N2O), metana (CH4), gas-gas terfluorinasi (HFCs, PFCs dan SF6),
kelompok aldehid, ozon (O3) dan uap air (Uyigue, dkk., 2010). The Intergovernmental Panel
on Climate Change (IPCC) dalam kajiannya berfokus pada 4 jenis GRK yaitu CO2, N2O, CH4,
dan gas-as terflorinasi (HFCs, PFCs dan SF6) (IPCC, 2006)

11

Apa ya Penyebab
gas rumah kaca?

Menurut (Pratama, 2019), meningkatnya gas rumah kaca dikontribusi oleh hal-hal berikut:
a) Energi, pemanfaatan berbagai macam bahan bakar fosil atau BBM memberikan

kontribusi besar terhadap naiknya konsentrasi gas rumah kaca, terutama CO2.
b) Kehutanan, salah satu fungsi utama hutan adalah sebagai penyerap emisi gas rumah

kaca. Karena di dalam hutan terjadi reaksi penyerapan gas CO2 menjadi O2 oleh
tumbuhan. Sehingga perusakan hutan/penggundulan hutan akan memberikan
kontribusi negatif yaitu bertambahnya emisi gas rumah kaca.
c) Peternakan dan pertanian, emisi yang dihasilkan berasal dari pemanfaatan pupuk,
pembusukan sisa-sisa pertanian dan pembusukan kotoran-kotoran ternak, serta
pembakaran sabana. Gas metan (CH4) yang paling banyak dihasilkan.
d) Sampah, sampah menjadi salah satu kontribusi terbesar bagi terbentuknya gas metan
(CH4) karena aktivitas manusia sehari-hari

Gambar 2. Emisi gas rumah kaca
Sumber:

http://ditjenppi.menlhk.go.id/reddplus/images/adminppi/dokumen/igrk/LAP_igrk2020.pdf
12

Lalu bagaimana
proses terjadinya?
Mekanisme proses terjadinya gas rumah kaca di atmosfer dapat anda lihat di video
pembelajaran berikut!

Video 2. Mekanisme gas rumah kaca
Sumber: www.youtube.com

13

Apa saja dampak
yang ditimbulkan?

Dampak Efek Rumah Kaca
Green house effect (gas rumah kaca) membawa dampak negative maupun positif.
a. Dampak negative antara lain:

Meningkatnya suhu permukaan bumi akan mengakibatkan adanya perubahan iklim
yang sangat ekstrim di bumi. Hal ini dapat mengakibatkan terganggunya hutan dan ekosistem
lainya, seperti kegagalan panen, banjir dan lain-lain. Efek rumah kaca menjadi penyebab
pemanasan global dan perubahan iklim. Iklim di bumi menjadi tak menentu dan susah di
prediksi, sehingga mengganggu sistem penerbangan, pertanian dalam menentukan masa panen.
b. Dampak positif antara lain:

Efek rumah kaca sangat berguna bagi kehidupan di bumi karena gas-gas dalam
atmosfer dapat menyerap gelombang panas dari sinar matahari menjadikan suhu bumi tidak
terlalu rendah untuk dihuni makhluk hidup. Dengan adanya efek rumah kaca membuat manusia
menjadi berhati-hati dan berhemat terhadap penggunaan bahan bakar fosil dan penggunaan
listrik.

B. Global Warming (pemanasan global)
Pemanasan global (global warming) adalah meningkatnya suhu permukaan bumi akibat

emisi gas rumah kaca yang meningkat di atmosfer. Fenomena global yang dipacu oleh kegiatan
manusia seperti penggunaan bahan bakar fosil (BBF) dan kegiatan alih guna lahan. Kegiatan
tersebut dapat menghasilkan gas-gas diantaranya, karbon dioksida (CO2), metana (CH4), dan
dinitrogen oksida (N2O). Gas-gas tersebut dapat memancarkan radiasi gelombang pendek atau
cahaya matahari ke bumi sehingga suhu atmosfer bumi meningkat. Konsentrasi gas yang
berbahaya tersebut naik ke atmosfer menyebabkan efek rumah kaca sehingga panas matahari

14

terperangkap dalam atmosfer sehingga mengakibatkan kenaikan suhu permukaan bumi.
Kenaikan suhu ini memberi dampak langsung pada perubahan lingkungan dan sangat
membahayakan ekosistem di dalamnya

Beda efek rumah kaca dan
pemanasan global.

Istilah di atas biasana

digunakan untuk

menggambarkan masalah

yang sama. Namun

sebenarnya istilah-istilah

tersebut menunjukkan sebab-

akibat.

Gambar 2. Pemanasan Global Efek rumah kaca merupakan
http://kaltim.litbang.pertanian.go.id/
penyebab, sementara

pemanasan global adalah

akibat.

Efek rumah kaca

menyebabkan terjadinya

akumulasi panas di atmosfer,

yang kemudian

mempengaruhi sistem iklim

global dan terjadilah

pemanasan global.

15

Baimana proses
terjadinya?
Mekanisme terjadinya pemanasan global (global warming) dapat anda lihat di video
pembelajaran berikut!

Video 3. Mekanisme pemanasan global
Sumber: www.youtube.com

16

Apa saja penyebab
terjadinya global
warming?

Adapun penyebab terjadinya pemanasan global antara lain:
a. Gas-gas rmah kaca di atmosfer

Sejak reolusi industri abad ke 18 atmosfer dimanfaatkan sebagai kawasan buangan asap
untuk kegiatan industri, transportasi dan kegiatan manusia lainya. Menurut Murdiarso (2003),
konsentrasi gas rumah kaca di atmosfer pada saat itu baru sebesar 290 ppmv (part pef milion
by volume). Saat ini mencapai sekitar 350 ppmv. Di bumi, gas-gas alami rumah kaca adalah
uap air yang menyebabkan kira-kira 36-70% efek rumah kaca, karbondioksida (CO), yang
menyebabkan 9-26%, metana (CH), yang menyebabkan 4-9% dan ozon yang menyebabkan 3-
7% terjadinya efek rumah kaca.
b. Umpan balik

Saat CO masuk ke dalam atmosfer menyebabkan pemanasan atmosfer dan permukaan
bumi, sehingga mengakibatkan lebih banyak uap air yang diuapkan ke atmosfer. Proses umpak
balik salah satunya yaitu ice-albedo, dimana CO dalam atmosfer memanaskan permukaan bumi
dan mencairnya es di dekat kutub.
c. Variasi matahari

Kodra (2004), mengidentifikasi penyebab terjadinya pemanasan global dikarenakan
berbagai pencemaran yang kompleks. Dan penyumbang tersebar adalah karbondioksida,
nitrogen oksida, metana dan chlorofluorokarbn. Sedangkan meningkatnya konsentrasi gas
terakhir chlorofluorokarbon (CFCs) dikarenakan meningkatnya kebutuhan tersier manusia
seperti alat pendingin (kulkas), AC, plastik dan lain-lain. Hal tersebut dalam jangka waktu
kedepan sangat membahayakan. Gas-gas tersebut memiliki sifat seperi kaca yang meneruskan
radiasi gelombang pendek atau cahaya atahari, tetapi menyerap dan memantulkan radiasi

17

gelombang panjang atau radiasi balik yang dipancarkan bumi yang bersifat panas, sehingga
suhu atmosfer bumi makin meningkat.

Apa saja dampak
yang ditimbulkan?

Dampak lingkungan yang terjadi dapat ditunjukkan dengan fakta-fakta berikut;
mencairnya es di kutub utara dan selatan, meningkatnya level permukaan laut, gelombang
panas menjadi sangat panas, habisnya gletser serta perubahan iklim (climate change) yang
semakin ekstrim. Climate change merupakan perubahan iklim yang terjadi oleh ulah aktivitas
manusia baik disengaja maupun tidak dan dapat mengubah komposisi atmosfer global dengan
penambahan variabel iklim alami yang berbanding lurus dengan periode waktu. Dampak
pemanasan global dapat diminimalisir dengan cara; konservasi lingkungan, menggunakan
energi yang ramah lingkungan, tidak membuang sampah sembarangan, meminimalisir
pembuangan sampah sisa makanan, dan lainya.

18

Design a Plan for the Project

pada tahap ini

Dosen membantu

mahasiswa merancang

sebuah proyek,

perencanaan dilakukan

secara kolaboratif antara

pengajar dan peserta didik.

Perencanaan berisi tentang

aturan main, pemilihan

aktivitas yang mendukung

dalam menjawab

pertanyaan, serta

mengetahui alat dan bahan

yang dapat digunakan

untuk membantu

penyelesaian proyek

Hasil dari diskusi diatas rangkailah rancanglah sebuah proyek yang dapat mengurangi atau
menanggulangi peristiwa yang meningkatkan pemanasan global.
Kemudian, buatlah skenario perencanaan.
a. Nama proyek….
b. Langkah/prosedur…
c. Alat dan bahan yang digunakan…..

19

Create a Schedule

Pengajar dan peserta didik secara
kolaboratif menyusun jadwal
pelaksanaan proyek. Aktivitas
pada tahap ini antara lain: (1)
membuat timeline untuk
penyelesaian proyek, (2)
membuat deadline penyelesaian
proyek, (3) membimbing peserta
didik menyesuaikan rancangan
agar tetap berhubungan dengan
proyek, (4) meminta peserta
didik membuat alasan tentang
pemilihan suatu cara.

Berdasarkan rancangan kegiatan proyek yang telah ditetapkan, buatlah jadwal perencanaan
proyek anda

Jadwal kegiatan proyek

Hari 1 Hari 2 dst

Membaca skenario Siswa melakukan kegiatan

pembuatan proyek dan riset/ eksplorasi

melakukan investigasi.

Prosedur hari 1 (…menit)
…………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………….

20

Prosedur hari 2 (…menit)
…………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………….
dst

Monitor the Students and the Progress of the Project

Pada tahap ini pengajar

berkewajiban melakukan

monitor terhadap aktivitas

mahasiswa selama

menyelesaikan proyek.

Agar mempermudah proses

monitoring, dibuat sebuah

rubrik yang dapat menjadi

perekam aktivitas peserta

didik

Pelaksanaan proyek dan kolaborasi Dosen

Hari Pelaksanaan dan pengamatan siswa terhadap Bimbingan dan saran dari

kegiatan proek guru

1. …………….. …………………

2. Dst..

21

Assess the Outcome

Pada tahap ini penilaian

dilakukan untuk membantu

Dosen dalam mengukur

ketercapaian standar,

berperan dalam

mengevaluasi kemajuan

masing-masing mahasiswa,

memberi umpan balik

tentang tingkat pemahaman

yang sudah dicapai peserta

didik, membantu guru agar

dapat menentukan strategi

pembelajaran berikutnya

Berdasarkan pengamatan yang telah dilakukan Bersama kelompok anda, diskusikanlah
bersama teman-teman anda dalam menyelesaikan proyek tersebut. Kemudian setelah selesai
pelaksanaan proyek tersebut, bahaslah hal-hal berikut.
Pertanyaan umpan balik:
a. Bagaimana mekanisme terjadinya pemanasan global?
b. Gas apa saja yang termasuk dalam kategori gas rumah kaca?
c. Apa saja penyebab terjadinya pemanasan global?
d. Apa saja dampak yang ditimbulkan dari pemanasan global?

22

Evaluate the Experience

Pada akhir

pembelajaran, Dosen dan

mahasiswa melakukan

refleksi terhadap aktivitas

dan hasil proyek yang telah

dibuat

Berdasarkan hasil diskusi, bahaslah dan jelaskan hasil kegiatan proyek yang telah dilakukan.
Buatlah kesimpulan dari hasil kegiatan tersebut, kemudian presentasikan Bersama kelompok
anda!

23

Evaluasi

Beberapa negara telah merencanakan pelarangan penjualan mobil konvensional
berbasis energi fosil mulai 2030. Antara lain Jerman, Inggris, Amerika Serikat (AS) dan
India. Sedangkan Norwegia yang saat ini menjadi salah satu negara yang sangat serius
beralih ke mobil listrik akan melarang penjualan mobil bahan bakar fosil mulai 2025. Demi
menyongsong era itu dan merangsang konsumen, sejumlah negara telah membuat regulasi
menarik terkait percepatan penggunaan mobil listrik. Pemerintah Norwegia memberikan
insentif bagi pembangunan stasiun pengisian listrik umum (SPLU) dan menyediakan
sumber listrik dan parkir gratis di 400 stasiun. Pemerintah Jerman membebaskan mobil
listrik dari pajak tahunan dan membebaskan pajak mobil listrik selama 5 tahun untuk lisensi
di bawah tahun 2020. Inggris juga membebaskan pajak jalan tahunan untuk mobil listrik
dan memberikan subsidi hingga 8.000 dolar AS bagi sembilan model mobil listrik. Hal
serupa juga diterapkan oleh Amerika Serikat dan India. Kedua negara itu memberikan
keringanan pajak terhadap mobil listrik.A

Inggris baru saja mengumumkan akan melarang penjualan mobil berbahan bakar bensin
dan diesel mulai pada 2040. Langkah itu diambil oleh pemerintah Inggris guna mengurangi
emisi dengan target pengurangan hingga 80 persen di tahun 2050. Upaya inggris ini bukan
tanpa alasan. Menurut laporan dari Vehicle Certification Agency Inggris, setiap tahunnya
ada 29 ribu kematian karena polusi partikel halus yang disebabkan oleh particulate matter
(PM) dari mobil bermotor terutama yang berbahan bakar minyak. PM sangat berbahaya
karena dapat menyebabkan permasalahan pada pernafasan dan kardiovaskular. Selain PM
ada juga CO atau karbon monoksida yang dapat memengaruhi aliran oksigen dalam darah
sehingga dapat mengurangi ketersediaan oksigen dalam tubuh. Selain itu, gas berbahaya
dari mobil bermotor juga ada hidrokarbon yang menyerang sistem pernapasan manusia.
(sumber: Parinduri et al., 2018)

1. Berdasarkan artikel di atas, mekanisme pembakaran bahan bakar fosil dengan udara yang
dapat menyebabkan emisi udara adalah….

a. Hb + O2 → O2Hb

b. CO + Hb → COHb

c. CN + O2 → CNO2

24

d. 2C + O2 → 2CO
2. Dampak dari pemanasan global salah satunya yaitu perubahan iklim. Kasus gagal panen
akibat kekeringan yang disebabkan oleh perubahan iklim terjadi di Kabupaten Kampar,
Provinsi Riau. Puluhan hektar sawah di Kecamatan Bangkinang, Kabupaten Kampar
tersebut dipastikan gagal panen akibat kekeringan dengan kerugian mencapai puluhan juta
rupiah. Tidak hanya Kecamatan Bangkinang, namun gagal panen akibat kekeringan ini
diperkirakan akan melanda ratusan hektar sawah lain di seluruh Kabupaten Kampar.
Kekeringan ini merupakan yang terburuk selama dua puluh tahun terakhir.
(sumber : suara kampar)
Manakah pernyataan yang tepat dibawah ini….

a. Gagal panen di sebabkan oleh kestabilan suhu di atmosfer.
b. Naiknya suhu di permukaan bumi menyebabkan terjadinya kegagalan panen.
c. Kegagalan panen biasanya di sebabkan oleh dinginnya suhu di kutub utara.
d. Kegagalan panen sudah biasa terjadi di indonesia karena indonesia merupakan iklim
tropis

25

DAFTAR PUSTAKA
Abidin, Y. (2021). Lingkungan Hidup Global. Jakarta: UNAS PRESS Universitas Nasional.
Elva. (2016). Armely Meiviana Diah R Sulistiowati Moekti H Soejachmoen. 56.
Parinduri, L., Yusmartato, Y., & Parinduri, T. (2018). Kontribusi Konversi Mobil

Konvensional ke Mobil Listrik Dalam Penanggulangan Pemanasan Global. Journal of
Electrical Technology, 3(2), 116–120.
Pratama, R. (2019). Efek Rumah Kaca Terhadap Bumi. Cetak) Buletin Utama Teknik, 14(2),
1410–4520.
Rahmadania, N. (2022). Pemanasan Global Penyebab Efek Rumah Kaca dan
Penanggulangannya. Ilmuteknik.Org, 2(3), 1–12.
http://ilmuteknik.org/index.php/ilmuteknik/article/view/87
Sinulingga, A. A., & Moenir, H. D. (2022). Project-Based Learning Models in the
Development of International Cooperation Framework Course. Proceedings of the 4th
International Conference on Educational Development and Quality Assurance (ICED-
QA 2021), 650, 389–394. https://doi.org/10.2991/assehr.k.220303.070

26


Click to View FlipBook Version