The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

Usaha Mikro Kecil Menengah

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by indrabm080, 2021-12-25 10:54:04

Bab 7

Usaha Mikro Kecil Menengah

Keywords: UMKM

BAB 7
USAHA MIKRO KECIL MENENGAH

(UMKM)

1. Pengertian UMKM

UMKM adalah singkatan dari Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah.
Berdasarkan yang tertuang dalam Undang-Undang No. 20 tahun 2008 tentang
usaha mikro, kecil dan menengah, pengertian UMKM adalah sebuah bisnis yang
dioperasikan oleh pelaku usaha secara individu, rumah tangga, ataupun badan
usaha berskala kecil. Sementara itu, jika melihat definisi UMKM yang dituturkan
para ahli, penjelasannya sebagai berikut:

• M. Kwartono

Berdasarkan yang disampaikan M. Kwartono, pengertian UMKM
adalah sebuah kegiatan ekonomi rakyat yang memiliki harta kekayaan
bersih maksimal sebesar Rp200 juta, dimana tanah serta bangunan tempat
usaha tidak termasuk dalam hitungan.

Dari sudut pandang lain, pengertian UMKM adalah usaha yang
memiliki omzet penjualan per tahun maksimal sebesar Rp1 miliar dan
dimiliki oleh WNI atau Warga Negara Indonesia.

• Ina Primiana

Berdasarkan yang diterangkan Ina Primiana, pengertian UMKM
adalah sebuah pengembangan empat kategori kegiatan ekonomi utama
yang tengah menjadi motor penggerak untuk proses pembangunan
Indonesia. Motor penggerak tersebut, antara lain:

a. Industri manufaktur
b. Bisnis kelautan
c. Sumber daya manusia
d. Agribisnis

Di samping itu, Ina juga menjelaskan bahwa pengertian UMKM
dapat diartikan sebagai sebuah pengembangan kawasan andalan untuk
mempercepat pemulihan perekonomian. Usaha ini juga mewadahi
program prioritas serta pengembangan untuk berbagai sektor di
Indonesia. Sedangkan usaha kecil adalah meningkatkan berbagai upaya
yang memberdayakan masyarakat.

• Rudjito
Berdasarkan yang disampaikan Rudjito, pengertian UMKM adalah usaha
yang memiliki peran signifikan dalam sistem perekonomian negara
Indonesia, baik dari segi penciptaan lapangan kerja maupun segi jumlah
usahanya.

Sehingga, dari pengertian UMKM di atas, secara umum, definisi UMKM
adalah usaha yang terbagi dalam tiga kategori, yaitu mikro, kecil, dan menengah,
dilakukan oleh individu ataupun sebuah badan usaha, menyimpan aset dan omzet
tertentu, serta berperan penting dalam perkembangan perekonomian Indonesia.

Penggolongan UMKM didasarkan batasan omzet pendapatan per tahun,
jumlah kekayaan aset, serta jumlah pegawai. Sedangkan yang tidak masuk
kategori UMKM atau masuk dalam hitungan usaha besar, yaitu usaha ekonomi
produktif yang dijalankan oleh badan usaha dengan total kekayaan bersih atau
hasil penjualan tahunan lebih besar dari usaha menengah. Yang termasuk kriteria
usaha mikro adalah usaha yang memiliki kekayaan bersih mencapai Rp
50.000.000,- tidak termasuk bangunan dan tanah tempat usaha. Hasil penjualan
usaha mikro setiap tahunnya paling banyak Rp 300.000.000,- Usaha kecil
merupakan suatu usaha ekonomi produktif yang berdiri sendiri, baik yang dimiliki
perorangan atau kelompok dan bukan sebagai badan usaha cabang dari
perusahaan utama. Dikuasai dan dimiliki serta menjadi bagian baik langsung
maupun tidak langsung dari usaha menengah. Yang masuk kriteria usaha kecil
adalah usaha yang memiliki kekayaan bersih Rp 50.000.000,- dengan maksimal

yang dibutuhkannya mencapai Rp 500.000.000,-. Hasil penjualan bisnis setiap
tahunnya antara Rp 300.000.000,- sampai paling banyak Rp 2.500.000.000,-.

Sedangkan usaha menengah adalah usaha dalam ekonomi produktif dan
bukan merupakan cabang atau anak usaha dari perusahaan pusat serta menjadi
bagian secara langsung maupun tak langsung terhadap usaha kecil atau usaha
besar dengan total kekayan bersihnya sesuai yang sudah diatur dengan peraturan
perundang-undangan. Usaha menengah sering dikategorikan sebagai bisnis besar
dengan kriteria kekayaan bersih yang dimiliki pemilik usaha mencapai lebih dari
Rp500.000.000,- hingga Rp10.000.000.000,- dan tidak termasuk bangunan dan
tanah tempat usaha. Hasil penjualan tahunannya mencapai Rp2,5 miliar sampai
dengan Rp50 miliar.

Di Tanah Air, arti UMKM memiliki peranan sangat penting dalam
perekonomian negara. Ini karena sektor UMKM adalah penyumbang PDB
terbesar, paling banyak menyerap lapangan kerja, serta relatif tahan terhadap
krisis keuangan. Sebuah usaha atau bisnis dapat disebut sebagai UMKM jika
memenuhi kriteria usaha mikro.

Menurut peraturan perundang-undangan Nomor 20 tahun 2008, UMKM
dibedakan berdasarkan masing-masing jenis usaha, yaitu usaha mikro, kecil, dan
menengah.

a. Beda Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah

Meski sering dipahami sebagai sebuah satu kesatuan, UMKM
adalah singkatan dari tiga bentuk usaha yang berbeda. Ketiga bentuk usaha
tersebut adalah:

• Usaha Mikro

Usaha mikro adalah jenis usaha yang biasanya dimiliki dan dikelola
oleh individu atau keluarga. Sebuah usaha termasuk sebagai usaha mikro
saat keuntungan bersihnya setiap tahun tidak lebih dari 50 juta Rupiah.

Pengelolaan keuangan dalam bisnis mikro ini juga biasanya masih
disatukan dengan keuangan pribadi pengelolanya.

• Usaha Kecil

Sedangkan untuk usaha kecil adalah usaha yang memiliki
keuntungan bersih dalam kisaran 50 juta sampai 300 juta Rupiah setiap
tahunnya. Usaha ini dapat terdiri dari jenis bisnis informal, seperti industri
produk fashion rumahan. Maupun perusahaan atau institusi skala kecil,
seperti toko kecil dan tempat makan.

• Usaha Menengah

Terakhir, usaha menengah adalah jenis bisnis yang sudah
mempunyai sistem pembukuan yang lengkap dan terstruktur. Sebagai
sebuah bisnis, usaha menengah memiliki pengelolaan yang lebih matang
dan dipisahkan dari keuangan pribadi milik pengelola usahanya. Mengenai
pendapatan, sebuah bisnis bisa dikatakan usaha menengah saat memiliki
pemasukan lebih besar dari usaha kecil, yakni 300 juta ke atas setiap
tahunnya. Mayoritas usaha menengah juga telah mengurus kepemilikan
NPWP beserta dokumen legalitas lainnya sehingga operasional bisnisnya
bisa dibilang telah resmi dan diakui oleh negara.

b. Ciri Bisnis UMKM

Sebagai sebuah bisnis, Usaha Mikro, Kecil, Menengah memiliki
beberapa ciri-ciri yang dapat dicermati. Sebagai contoh:

• Jenis barang atau komoditi yang tidak tetap dan dapat berganti sewaktu-
waktu.

• Memiliki tempat usaha yang dapat berpindah jika dibutuhkan.

• Belum memiliki penerapan administrasi yang lengkap. Bahkan,
pengelolaan keuangannya juga seringkali masih campur aduk dengan
keuangan pribadi.

• SDMnya belum memiliki jiwa wirausaha yang terasah sempurna.
• Pelaku UMKM kebanyakan tidak mempunyai akses perbankan, meski

sebagian sudah mempunyai akses pada lembaga keuangan non bank
• Sebagian besar tidak memiliki surat izin usaha ataupun legalitas lainnya

seperti NPWP.

2. Peranan UMKM

Berada di tengah ketidakpastian ekonomi akibat pandemic Covid 19,
sejatinya Indonesia memiliki sektor Usaha Kecil dan Menengah (UMKM) yang bisa
bergerak sebagai pondasi perekonomian nasional dan berkontribusi kepada
kebangkitan ekonomi Indonesia.
Dijelaskan oleh Bappenas, bahwa Peran UMKM terdiri atas :
1) Perluasan kesempatan kerja dan penyerapan tenaga kerja.
2) Pembentukan Produk Domestik Bruto (PDB).
3) Penyediaan jaring pengaman terutama bagi masyarakat berpendapatan

rendah untuk menjalankan kegiatan ekonomi produktif.

Dikutip dari Usaha Mikro Kecil dan Menengah di Indonesia (2001) karya
Tulus Tambunan, UMKM mempunyai peran penting di dalam pembangunan dan
pertumbuhan ekonomi. Peran UMKM tidak hanya dirasakan di negara-negara
sedang berkembang melainkan juga di negara-negara maju. Di negara maju
maupun berkembang, UMKM sangat penting, sebab menyerap paling banyak
tenaga kerja dibandingkan usaha besar. Kontribusi UMKM terhadap pembentukan

atau pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) paling besar dibandingkan
kontribusi dari usaha besar.

Secara umum, terdapat tiga peran UMKM atau kontribusi UMKM terhadap
perekonomian Indonesia meliputi:

1. Sarana Pemerataan Tingkat Ekonomi Rakyat Kecil.
UMKM berperan dalam pemerataan tingkat perekonomian rakyat sebab
berada di berbagai tempat. UMKM bahkan menjangkau daerah yang pelosok
sehingga masyarakat tidak perlu ke kota untuk memperoleh penghidupan
yang layak.

2. Sarana Mengentaskan Kemiskinan.
UMKM berperan untuk mengentaskan masyarakat dari kemiskinan sebab
angka penyerapan tenaga kerja terhitung tinggi.

3. Sarana Pemasukan Devisa bagi Negara.
Sejatinya UMKM sumbang devisa bagi negara sebab pasarnya tidak hanya
menjangkau nasional melainkan hingga ke luar negeri.

Usaha mikro berperan penting untuk membangun perekonomian negara
ter-khususnya terhadap ekonomi masyarakat sekitar untuk memenuhi kebutuhan
sehari-hari terlebih masa yang akan mendatang. Dalam hal ini peran usaha mikro
sangat besar terhadap kegiatan ekonomi masyarakat. Usaha Mikro, Kecil dan
Menengah (UMKM) mempunyai peran yang sangat penting dalam pertumbuhan
perekonomian di Indonesia.Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah eksis- tensinya
telah terbukti mampu dalam pereko-nomian di Indonesia dalam berbagai
keadaan.

Usaha Mikro atau Kecil, dan Menengah (UMKM) adalah kelompok usaha
yang memiliki persentase serta kontribusi yang besar di Indonesia. Selain itu,
kelebihan dari kelompok usaha ini adalah sudah terbukti tahan terhadap berbagai
macam goncangan ekonomi.

Dalam menjalankan bisnis, kondisi internal dan eksternal pasti akan
mempengaruhi kinerja dari bisnis yang dijalankan, baik itu usaha UMKM maupun
usaha skala besar, oleh karenanya, kunci penting untuk menjadikan bisnis tersebut
dapat berkembang adalah dengan merencanakan dan mengimplementasikan
strategi yang tepat dan sesuai dengan perkembangan di masyarakat.

Terbukti, UMKM bersama dengan Koperasi yang telah diwadahi secara khusus
di bawah naungan Kementerian Koperasi dan UMKM. Sebagai wujud perhatian
khusus yang tinggi diberikan oleh pemerintah kepada para pengusaha UMKM
tersebut sebagai penyangga ekonomi rakyat kecil. Apalagi, keberadaan UMKM
secara langsung mampu memberikan dampak terhadap peningkatan kehidupan
masyarakat bawah. Ada tiga alasan utama suatu negara harus mendorong usaha
kecil yang ada untuk terus berkembang.

Alasan pertama adalah pada umumnya usaha kecil cenderung mampu
menyerap dan meng-hasilkan tenaga kerja yang memiliki tingkat produktifitas
kinerja. Kedua, dengan adanya investasi dan penerapan penggunaan tekno-logi
seringkali mampu mencapai peningkatan produktivitasnya. Untuk alasan ketiga,
usaha kecil ternyata memiliki tingkat fleksibilitas yang lebih unggul dibandingkan
dengan perusahaan besar. Selain itu, ada tiga peran UMKM yang besar
sumbangannya dalam kehidupan masyarakat kecil. Tiga peran tersebut adalah:

a. Sebagai salahsatu sarana untuk mengentaskan masyarakat dari kemis-
kinan. Hal ini dikarenakan tingginya angka penyerapan tenaga kerja oleh
UMKM.

b. Sebagai sarana untuk lebih memeratakan tingkat perekonomian
masyarakat kecil. UMKM keberadaannya tersebar di lokasi di berbagai
tempat berbeda dengan perusahaan besar. Keberadaan UMKM yang
tersebar di 34 provinsi mampu memperkecil jurang per-bedaan tingkat
ekonomi antara masyarakat miskin dengan kaya.

c. Sebagai salah satu sumber pemasukan devisa bagi negara. Peran UMKM
mampu memberikan devisa yang cukup besar sebagai salah satu
penerimaan bagi negara. UMKM Indonesia saat ini dapat dikatakan sudah
maju dan telah mampu memasuki pangsa pasar baik skala nasional,
bahkan internasional.

Dilansir dari situs Bappenas, di Indonesia UMKM memiliki kontribusi atau
peranan cukup besar, yaitu: Perluasan kesempatan kerja dan penyerapan tenaga
kerja. Pembentukan Produk Domestik Bruto (PDB). Penyediaan jaring pengaman
terutama bagi masyarakat berpendapatan rendah untuk menjalankan kegiatan
ekonomi produktif.

Dikutip dari Usaha Mikro Kecil dan Menengah di Indonesia (2001) karya
Tulus Tambunan, UMKM mempunyai peran penting di dalam pembangunan dan
pertumbuhan ekonomi. Peran UMKM tidak hanya dirasakan di negara-negara
sedang berkembang melainkan juga di negara-negara maju. Di negara maju
maupun berkembang, UMKM sangat penting, sebab menyerap paling banyak
tenaga kerja dibandingkan usaha besar. Kontribusi UMKM terhadap pembentukan
atau pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) paling besar dibandingkan
kontribusi dari usaha besar.

Secara umum, terdapat tiga peran UMKM atau kontribusi UMKM terhadap
perekonomian Indonesia meliputi :

1. Sarana memeratakan tingkat perekonomian rakyat kecil UMKM berperan
dalam pemerataan tingkat perekonomian rakyat sebab berada di berbagai
tempat. UMKM bahkan menjangkau daerah yang pelosok sehingga
masyarakat tidak perlu ke kota untuk memperoleh penghidupan yang layak.

2. Sarana mengentaskan kemiskinan UMKM berperan untuk mengentaskan
masyarakat dari kemiskinan sebab angka penyerapan tenaga kerja terhitung
tinggi.

3. Sarana pemasukan devisa bagi negara UMKM menyumbang devisa bagi
negara sebab pasarnya tidak hanya menjangkau nasional melainkan hingga ke
luar negeri.

Menurut data Kementerian Koperasi, Usaha Keci, dan Menengah (KUKM)
tahun 2018, jumlah pelaku UMKM sebanyak 64,2 juta atau 99,99% dari jumlah
pelaku usaha di Indonesia. Daya serap tenaga kerja UMKM adalah sebanyak 117
juta pekerja atau 97% dari daya serap tenaga kerja dunia usaha. Sementara itu
kontribusi UMKM terhadap perekonomian nasional (PDB) sebesar 61,1%, dan
sisanya yaitu 38,9% disumbangkan oleh pelaku usaha besar yang jumlahnya hanya
sebesar 5.550 atau 0,01% dari jumlah pelaku usaha.

UMKM tersebut didominasi oleh pelaku usaha mikro yang berjumlah
98,68% dengan daya serap tenaga kerja sekitar 89%. Sementara itu sumbangan
usaha mikro terhadap PDB hanya sekitar 37,8%. Berdasarkan uraian di atas dapat
diambil beberapa kesimpulan tentang peranan UMKM terhadap perekonomian
Indonesia sebagai berikut :

a. Perkembangan UMKM dewasa ini mengalami peningkatan cukup pesat
dibanding tahun-tahun sebelumnya. Hal ini dikarenakan kepedulian berbagai
pihak yang mulai tertarik dengan UMKM yang mampu bertahan dari
gelombang krisis dan tepat menyerap jumlah tenaga kerja yang besar
dibanding usaha besar lainnya serta mampu memberi sumbangan cukup
besar terhadap PDB nasional.

b. UMKM memiliki peranan yang cukup besar terhadap perekonomian di
Indonesia. Hal ini terbukti dengan adanya data Kementerian Koperasi dan
UKM tahun 2016, aktivitas bisnis UMKM berkontribusi 97% terhadap
penyerapan tenaga kerja dan menyumbang 61,1% terhadap PDB nasional.

Disamping itu UMKM sudah terbukti mampu bertahan dari gelombang krisis
ekonomi yang terjadi di Indonesia. Kemampuan bertahan UMKM ini
merupakan jaminan bagi keamanan dalam negeri dalam menghadapi krisis
ekonomi.

Usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) memiliki peran penting
dalam meningkatkan perekonomian masyarakat sehingga mampu
memperkecil jurang pemisah antara yang kaya dengan yang miskin. Perhatian
pemerintah terhadap pentingnya peran dan keberadaan para usahawan
UMKM dibuktikan dengan adanya wadah UMKM dan Koperasi berada di
bawah Kementrian Koperasi dan UMKM.

Perhatian yang tinggi tersebut diberikan kepada para pelaku UMKM tersebut
sebagai wujud penghargaan pemerintah yang mampu menopang keberadaan
ekonomi rakyat kecil dan berdampak langsung terhadap tingkat kehidupan
masyarakat kalangan bawah sehingga kesejahteraan masyarakat dapat terus
meningkat. Selain itu, peran UMKM juga sangat penting dalam kehidupan
masya-rakat kecil yaitu:

• sebagai salah satu sarana untuk mengentaskan masyarakat dari
kemiskinan.

• sarana untuk meratakan tingkat perekonomian rakyat kecil.
• Mem-berikan pemasukan devisa bagi negara.

3. Kekurangan dan Kelebihan UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah)

a. Berikut Adalah beberapa Kelebihan UMKM (Usaha Mikro Kecil Dan
Menengah) :
• Fleksibilitas Operasional

Usaha Kecil Menengah biasanya dikelola Oleh Tim Kecil Yang
masing-masing anggotanya memiliki wewenang untuk review
menentukan Keputusan. Hal ini membuat UMKM lebih fleksibel dalam
operasional kesehariannya. Kecepatan reaksi bisnis ini terhadap
segala perubahan (misalnya: pergeseran selera konsumen, tren
produk, dll.) cukup tinggi, sehingga bisnis skala kecil ini lebih
kompetitif.

• Inovasi

Dengan tidak adanya hierarki pengorganisasian dan kontrol
dalam UMKM, produk-produk dan ide-ide baru dapat dirancang,
digarap, dan diluncurkan dengan segera. Meski ide cemerlang itu
berasal dari pemikiran karyawan – bukan pemilik – kedekatan diantara
mereka membuat gagasan tersebut cenderung lebih mudah didengar,
diterima, dan dieksekusi.

• Biaya Rendah

Kebanyakan usaha kecil menengah tidak punya ruang kerja
khusus di kompleks-kompleks perkantoran. Sebagian dijalankan di
rumah dengan anggota keluarga sendiri sebagai pekerjanya. Hal ini
mengurangi biaya ekstra (overhead) dalam operasinya. Lebih jauh lagi,
usaha menengah kecil juga menerima sokongan dari pemerintah,
organisasi non-pemerintah, dan bank dalam bentuk mudah, donasi,

maupun hibah. Faktor ini berpengaruh besar bagi pembiayaan dalam
pembentukan dan operasional mereka.

• Fokus di Sektor yang Spesifik
UKM tidak wajib untuk kuantitas penjualan dalam jumlah besar

untuk mencapai titik balik (break even point – BEP) modal mereka.
Faktor ini memampukan usaha kecil untuk fokus di sektor produk atau
pasar yang spesifik. Contohnya: bisnis kerajinan rumahan bisa fokus
menggarap satu jenis dan model kerajinan tertentu dan melayani
permintaan konsumen tertentu untuk mencapai laba.

Berbeda dengan industri kerajinan skala besar yang mengharuskan
membayar biaya sewa gedung dan gaji besar karyawan, sehingga selalu
mampu menjual satu wadah kerajinan untuk menutup biaya operasional
bulanannya saja. Di atas adalah 4 (empat) Kelebihan UMKM yang dapat
dijadikan sumber motivasi dan selalu dipertahankan oleh para pengelola
usaha kecil menengah.

b. Kekurangan

Ukuran usaha kecil selain memiliki kelebihan juga memiliki kekurangan
yang membuat pengelolanya mengalami kesulitan dalam menjalankan.
Kelemahan yang dimiliki Usaha Kecil dan Menengah (UKM) (Tambunan, 2002)
adalah:
1. Pemasaran

Hasil dari studi lintas negara yang dilakukan oleh James dan Akarasanee
(1988) di beberapa negara ASEAN menyimpulkan satu hal terkait dengan
masalah pemasaran yang dihadapi oleh pengusaha UKM adalah tekanan-
tekanan persaingan, baik di pasar domestik dari produk-produk serupa
buatan pengusaha -pengusaha besar dan impor, maupun dipasar ekspor.

2. Keterbatasan
UKM keuangan di Indonesia menghadapi dua masalah utama dalam aspek
keuangan antara lain: modal (baik modal awal maupun modal kerja) dan
jangka panjang keuangan untuk investasi yang sangat diperlukan untuk
pertumbuhan jangka panjang.

3. Sumber Daya Manusia (SDM)
Keterbatasan sumber daya manusia juga merupakan salah satu kendala
serius bagi UKM di Indonesia, terutama dalam aspek-aspek kewirausahaan,
manajemen, teknik produksi, pengembangan produk, pengendalian
kualitas, akuntansi, mesin-mesin, organisasi, pemprosesan data, teknik
pemasaran, dan penelitian pasar . Semua keahlian tersebut sangat
diperlukan untuk mempertahankan atau memperbaiki kualitas produk,
meningkatkan efisiensi dan produktifitas dalam produksi, memperluas pasar
dan menembus pasar baru.

4. Bahan baku
Keterbatasan bahan dan input-input lain juga sering menjadi salah satu
masalah serius bagi output pertumbuhan atau produksi bagi UKM di
Indonesia. Terutama selama masa krisis, banyak sentra-sentra Usaha Kecil
dan Menengah seperti sepatu dan produk-produk tekstil mengalami
kesulitan mendapatkan bahan baku atau masukan lain karena harga dalam
rupiah menjadi sangat mahal akibat depresiasi nilai tukar terhadap dolar AS.

5. Keterbatasan teknologi
Berbeda dengan negara maju, UKM di Indonesia pada umumnya masih
menggunakan teknologi tradisional dalam bentuk mesin-mesin tua atau
alat-alat produksi yang sifatnya manual. Keterbelakangan teknologi ini tidak
membuat rendahnya jumlah produksi dan efisiensi dalam proses produksi,
tetapi juga rendahnya kualitas produk yang dibuat hanya serta kesanggupan
bagi UKM di Indonesia untuk dapat bersaing di pasar global. Keterbatasan
teknologi disebabkan oleh banyak faktor seperti keterbatasan modal

investasi untuk membeli mesin-mesin baru, keterbatasan informasi
mengenai perkembangan teknologi, dan keterbatasan sumber daya
manusia yang dapat mengoperasikan mesin-mesin baru.

4. Upaya Menumbuhkembangkan UMKM

Untuk membuat sebuah usaha, tentu perlu langkah –langkah dan strategi
yang tepat supaya tidak mengalami kerugian bahkan penutupan usaha. Banyak
usaha yang gagal kerena tidak memperhatikan langkah – langkah tertentu.
Berikut, kami sajikan, beragam cara mengembangkan UMKM. Pastikan bahwa
Anda menerapkan strategi –strategi berikut untuk hasil yang maksimal:

1. lokasi yang tepat

Lokasi adalah unsur terpenting dalam sebuah usaha, dengan lokasi yang
tepat maka pendapatan akan secara konsisten meningkat. Pilihlan sebuah
lokasi yang yang berdekatan dengan target pasar Anda. Dengan strategi ini,
maka lokasi Anda menjadi strategis dan mudah dijangkau target pasar Anda
dan semakin banyak pula pendapatan yang Anda peroleh.

2. Menentukan Harga

Dengan harga yang sesuai dengan target pasar, segala pemasukan dan
pengeluaran akan menjadi lebih mudah diprediksi. Kebanyakan masyarakat
biasanya kan selalu tergiur dengan harga yang murah. Namun, sebagian yang
lain juga mempertimbangkan kualitas dan layanan. Maka dari itu tentukanlah
harga yang sebanding dengan keduanya.

3. Mempertimbangkan Kondisi Ekonomi Masyarakat Sekitar
Semakin murah harga, maka akan semakin tinggi permintaanya. Jika

target pasar Anda adalah kalangan dengan tingat ekonomi Menengah
kebawah, tentu Anda tidak bisa memasang harga yang terlalu tinggi. Untuk

mendapatkan pemasukan yang lebih tinggi Anda bisa mengurangi harga produk
sesuai permintaan pasar namun tetap sesuai dengan tingkat pengeluaran.
4. Kualitas Sumber Daya Manusia

Kualitas Sumber Daya Manusia adalah faktor terpenting dalam sebuah
kesuksesan usaha Anda. Apabila Anda memiliki Sumber Daya yang berkualitas,
maka produk dan pelayanan yang akan dihasilkan dari usaha Anda akan
menjadi lebih maksimal. Maka dari itu, diperlukan penyeleksian Sumber Daya
Manunia yang cocok supaya memperlancar usaha Anda kedepannya.

5. Kepadatan Penduduk
Bagi Anda yang ingin mendapatkan konsumen dari produk yang Anda

tawarkan sebagai pelaku usaha, maka disarankan untuk memilih tempat
dengan kepadatan penduduk yang cukup tinggi. Hal ini bisa menmbuat produk
yang Anda tawarkan memiliki peluang lebih besar untuk dikunjungi masyarakat
sekitar.
6. Mempertimbangkan Lalu lalang Kendaraan

Dengan tingkat lalu lalang kendaraan sekitar yang tinggi , maka akan
menambah peluang kepada jenis usaha yang Anda tawarkan dikunjungi banyak
orang dan berkembang. Biasanya, oran – orang juga akan cenderung keluar
rumah untuk mencari sebuah produk atau makanan ditempat yang ramai
karena mereka menganggap hal tersebut lebih meyakinkan

7. Keberagaman Usaha di Sekitar Lokasi

Dengan tingkat keberagaman usaha yang tinggi di sekitar lokasi, maka
orang – orang yang datang ke tempat tersebut juga semakin ramai. Mereka
datang untuk mencari berbagai macam produk yang pastinya berbeda – beda.
Dengan begitu, konsumen bisa mempunyai beragam pilihan. Produk Andapun
bisa jadi menjadi pilihan untuknya.

8. Memperhatikan Akses untuk Menuju Lokasi

Semakin mudah akses dengan lokasu yang Anda pilih, maka semakin
ramai pula konsumen. Memilih usaha yang banyak dilalui kendaraan dan
transportasi umum adalah pilihan yan tepat. Dengan begitu konsumen yan
memiliki kendaraaan pribadi maupun tidak memiliki kendaraan pribadi bisa
menjnagkau lokasi Anda.

9. Menyesuaikan Modal
Lokasi ramai akan pengunjung akan membuat produk yang Anda

tawarkan menjadi lebih banyak peluang untuk mendapatkan konsumen.
Namun, jangan sampai Anda terjebak dengan konsep “yang penting ramai”.
Lokasi yang ramai, seperti mall atau dipinggir jalan raya mempunyai biasa sewa
tempat yang tinggi. Pandailah memilih dengan harga untuk harga yang murah
namun tetap ramai pengunjung.
10. Memperhatikan Tingkat Keamanan

Keamanan disekitar lokasi sering menjadi pertimbangan konsumen
untuk mengnjungi suatu tempat. Buatlah lokasi disekitar menjadi aman,
sehigga pelanggan Anda tidak akan merasa khawatir dengan risiko tindak
kejahatan disekitar. Sebagai contoh, pencurian barang, pengrusakan sepeda
motor dan lain sebagainnya.

11. Membangun Relasi Antar Pegusaha

Membangun sebuah bisnis atau usaha tidak akan pernah terpisahkan
dengan relasi antar pengusaha. Semakin banyak relasi, maka akan semakin
mudah pula Anda mendapatkan vendor – vendor terpercaya untuk
pengembangan usaha Anda selanjutnya. Selain itu juga akan memperluas
kangkauan pasar Anda.

12. Mengikuti Perkembangan Teknologi

Kita harus senantiasa mengikuti perkembangan teknologi, dengan
begitu usaha yang kita jalankan tidak akan ada matinya karena senantiasa
mengikuti dan beradaptasi dengan teknologi yang ada. Jika kita tidak mampu
mengikuti perkembangan teknologi yang ada mejadi sangat mungkin jika pada
akhirnya kita akan menjadi kalah besaing dengan permintaan pasar.

13. Melakuhkan Promosi

Hal wajib bagi Anda yang ingin mengembangkan sebuah usaha. Anda
bisa melakuhkan promosi secara online maupun offine. Ada banyak cara yang
bisa Anda lakuhkan untuk melakuhkan promosi. Jika budget yang Anda miliki
terbatas untuk melakuhkan promosi secara offline, Anda bisa memanfaatkan
media online yangmana bisa menghasilkan untuk menekan biaya.

14. Memanfaatkan Media Social
Media Sosial seperti Instagram, facebook, twitter adalah sebuah

media sosial yang jumlah penggunanya cukup tinggi di Indonesia. Anda bisa
memanfaatkan media tersebut untuk mengiklaankan produk Anda supaya
lebih dikenal. Ada banyak cara yang bisa dilakukan, mulai dari
mengiklankannya secara personal ke teman – teman hingga membayar jasa
pengiklanan
15. Melakuhkan Sedekah

Langkah yang terakhir mungkin terdenger sedikit aneh. Namun, hal
tersebut patut Anda coba. Kita tidak hidup sendirian di dunia. Banyak
masyarakat dengan tingkat kondisi ekonomi yang rendah yang mungkin
memerlukan uluran tangan kita, bahkan semua agama mengajarkan kita untuk
bersdekah. Sedekah merupakan pendekatan alami yang bisa kita lakuhkan
untuk memperlancar rejeki kita kedepannya.

16. Berdoa, bersyukur dan Berserah diri
Berbagai langkah diatas juga sebaiknya Anda terapkan dengan disertai

doa , bersyukur dan berserah diri. Telah dikaji secara psikologi, bahwa pada
dasarnya manusia adalah makhluk yang akan tidak pernah puas dan selalu ingin
mencapai tingkatan lebih tinggi untuk tingkatan kehidupan selanjutnya.

5. Strategi UMKM Tembus Pasar Internasional

Untuk bisa menembus pasar global jelas tidak mudah, karena produk
UMKM akan bersaing dengan produk negara lain. Demi menyiasatinya
dibutuhkan strategi yang tepat untuk mengembangkan UMKM agar bisa bersaing
menghadapi pasar global.

Menurut Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah
(Kemenkop UKM), sudah mulai banyak UMKM lokal yang bisa menembus pasar
global. Ada beberapa bidang usaha yang potensial untuk bisa diekspor
seperti home décor, kuliner dan buah tropis. Beberapa UMKM lokal yang sudah
bisa go global antara lain, Javara Culture dan Lewi’s Organics di bidang kuliner dan
Oesing Craft di bidang kerajinan.

Dari 64 juta unit pelaku UMKM, skala usaha masih didominasi oleh usaha
kecil dengan kemampuan ekspor yang terbatas. Bahkan, publikasi Indonesia
Eximbank menunjukkan bahwa usaha kecil hanya mengekspor sekitar 39,3 persen
produk yang dihasilkan.

Beberapa peluang dalam melakukan upaya penetrasi ekspor, terdapat
pada produk makanan dan minuman, fesyen (termasuk busana muslim), furnitur
dan kerajinan, produk pertanian dan perikanan, produk herbal, serta buah-buahan
tropis segar. Namun, dalam upaya tersebut, masih terdapat beberapa kendala,
antara lain:
a. Standardisasi produk.

b. Inovasi produk dengan sentuhan teknologi.
c. Kapasitas produksi.
d. Daya saing serta perizinan.
e. Dukungan logistik.

Kemenkop UKM juga punya program untuk mendorong para pelaku
UMKM untuk bisa menembus pasar global diantaranya sebagai berikut.
a. Berusaha meningkatkan skala ekonomi dan perluasan pasar.
b. Mendorong UMKM agar memiliki produk yang kompetitif, baik di pasar lokal

maupun global.
Caranya, antara lain dengan melindungi produk lokal UMKM. Shopee
misalnya, mereka telah menutup akses masuk (seller crossborder) 13 produk dari
luar negeri, yang diharapkan bisa diikuti oleh marketplace lainnya. Dan yang
ketiga, program pasar digital UMKM yaitu mendukung sektor UMKM
untuk go digital. Dengan masuk ke dalam ekosistem digital, UMKM lokal
diharapkan bisa masuk dalam rantai pasok global.

Sementara menurut pengamat ekonomi Bhima Yudhistira yang
merupakan Direktur Center of Economic and Law Studies, potensi ekspor produk
UMKM masih cukup besar khususnya di era digital. Perkembangan e-
commerce memungkinkan produk ekspor dari Indonesia menembus pasar Asia
Tenggara misalnya. Beberapa produk ekspor Indonesia juga terbukti memiliki
permintaan yang stabil bahkan disaat pandemi. Contohnya harga kopi
internasional naik 45 persen sejak awal tahun 2021.
Pasar kopi yang diolah UMKM pun tidak sebatas biji kopi, melainkan produk
produk turunan kopi lainnya seperti makanan minuman dan kosmetik.

Ada beberapa faktor penghambat, terutama dari segi kualitas, dan
sertifikasi.
Kualitas ekspor cenderung tidak konsisten, berbeda dari pabrik skala besar yang
bisa menjaga quality control. Kemudian berbagai jenis sertifikasi untuk masuk ke
negara tujuan ekspor semakin rumit, contohnya sertifikasi kesehatan dan

sertifikasi produk organik. Terkait pemanfaatan channel digital juga masih
terbatas karena baru sekitar 16 persen UMKM yang memanfaatkan ekosistem
digital. Biaya logistik yang masih tinggi juga jadi penghambat.
Ada juga beberapa faktor pendukung, seperti ketersediaan bahan baku yang
berlimpah di Indonesia. Selain itu. jumlah tenaga kerja relatif berlimpah sehingga
dari biaya produksi tidak semahal negara lainnya. Makanan minuman, industri
kreatif, kosmetik, dan obat-obatan herbal, termasuk bidang usaha yang
berpotensi besar untuk bisa menembus pasar internasional.
lima hal yang sebaiknya dilakukan para pelaku UMKM lokal untuk bisa mengglobal
diantaranya.
a. pelajari kebutuhan pasar di negara yang spesifik. Intelijen pasar berbasis data

adalah kunci utama.
b. Pelajari channel distribusinya apakah melalui jaringan forwarder tertentu atau

direct sales dengan pelaku di negara tujuan.
c. Ikuti mekanisme atau syarat sertifikasi/dokumen yang dibutuhkan untuk

ekspor.
d. Pastikan produk memenuhi standarisasi atas permintaan konsumen.
e. Memanfaatkan media sosial dan website untuk pemasaran produk secara

global.
Bersaing di pasar global menjadi impian sebagian besar pelaku usaha. Namun,
masih sedikit produk usaha mikro kecil dan menengah yang bisa menembus pasar
Internasional. Kurator produk kreatif Baskoro Junianto membagi tips agar produk-
produk UKM bisa menembus pasar global. Dia mengatakan, hal utama yang harus
diperhatikan adalah daya saing produk tersebut. Saat ini, negara yang
memproduksi kerajinan tangan lebih banyak ketimbang negara yang menerima
produk tersebut. Pemasok utamanya berasal dari China, Vietnam, dan India.
Sementara porsi Indonesia sangat sedikit, sekitar 3 %.

Baskoro menyebut ada sejumlah permasalahan daya saing UMKM
Indonesia. Pertama, soal kualitas. Hal yang perlu diperhatikan adalah bahan,

keahlian, finishing, konsistensi standar, dan kemasan. Kualitas produk Indonesia
masih di bawah ketimbang China. Namun, kualitas produk Indonesia masih lebih
bagus daripada China. "Kualitas China mungkin kualitas biasa saja, tapi harga
murah banget. Ini berkaitan dengan masalah kedua, soal harga," kata Baskoro.

Harga yang dikenakan tidak perlu murah, asalkan tepat ditawarkan ke
pembeli. Kemudian, soal kapasitas produksi UMKM di Indonesia yang masih
rendah. Padahal, permintaan dari negara lain cukup besar. Di China, kata dia,
beberapa industri kecil bersatu, membentuk korporasi, dan bisa melalukan
ekspor. "Harus punya strategi. Bisa kolaboratif antar UKM bentuk satu korporasi
supaya lebih besar," kata Baskoro. Berikut strategi agar UMKM Indonesia bisa
bersaing di pasar global:
1. Tentukan pasar

Pelaku usaha harus mengenar karakteristik pasar yang menjadi sasaran
ekspor. Produk-produk high end biasanya dikuasai barang dari Eropa dan
umumnya bermerk. Sementara produk low end, Indonesia akan bersaing
dengan China dan Vietnam. Indonesia cukup bermain di tengahnya. Kapasitas
produksi tidak terlalu banyak, tapi bisa menaikkan nilai dari produk itu.
2. Sesuai tren global

Produk yang tengah digandrungi biasanya lebih menarik minat pembeli.
Pelaku usaha harus memahami tren global saat ini apa yang sedang diminati.
3. Unik dan inovatif

Tak perlu dipertanyakan lagi, keunikann suatu produk pasti akan
menggelitik pasar. Pembeli merasa perlu memiliki barang itu karena berbeda
dengan produk lainnya. Keunikan itu bisa diciptakan dengan mengadopsi ciri
khas budaya lokal namun dengan sajian kontemporer. Hal ini akan
menimbulkan suatu perbedaan yang mencolok ketimbang produk dari negara
lain.
4. Edisi terbatas

Pelaku usaha di Indonesia bisa mencoba strategi di negara-negara Eropa
dan Amerika yang memiliki produk eksklusif. Penjual hanya memproduksi dua
atau tiga barang untuk satu produk. Apalagi dengan publikasi yang membuat
pasar penasaran dengan produk edisi terbatas itu. Cara tersebut dianggap
berhasil membuat calon pembeli memesan barang edisi terbatas itu
dibandingkan barang lainnya yang diproduksi banyak.
5. Komunikasi bisnis

Pelaku UMKM Indonesia diminta mampu berkomunikasi dengan baik
dengan dunia Internasional. Dengan demikian, Indonesia bisa menjalin kerja
sama dengan pelaku usaha di luar sekaligus memperluas jaringan pemasaran.
Para pelaku sektor UMKM memang menjadi salah satu ujung tombak
perekonomian dalam negeri. Banyak peranan mereka dalam memajukan ekonomi
bangsa. Hal ini tidak lepas dari berkurangnya banyak pengangguran karena
penyerapan tenaga kerja baru secara berkesinambungan.
Pengembangan UMKM pada dasarnya membutuhkan strategi khusus.
Mengingat usaha kecil yang muncul pun semakin banyak dari waktu ke waktu.
Mulai dari memasarkan produk yang sudah ada dan terkenal sampai menjual
produk inovatif. Oleh karena itu, penting untuk mengetahui strategi 5P yang
merupakan cara efektif mengembangkan UMKM diantaranya sebagai berikut :
1. Produk

Sebelum memulai sebuah bisnis, menentukan produk menjadi hal pertama
yang harus dilakukan. Langkah ini harus diperhatikan dengan seksama.
Caranya adalah dengan melihat produk apa yang sedang banyak dicari
pelanggan. Sebaiknya lakukan riset pasar untuk mencari apa yang sebenarnya
konsumen butuhkan. Dengan survei kecil-kecilan ini, Anda akan mengetahui
gambaran produk yang akan dijual lebih mendetail. Tidak hanya itu, buat juga
produk inovatif yang belum beredar di pasaran sehingga pesaing lebih sedikit.
Inovasi yang kreatif dan menarik akan membantu bisnis Anda lebih
berkembang dan menghasilkan keuntungan berlipat.

2. Harga
Setelah menentukan produk, langkah selanjutnya adalah menentukan

harga jual. Pastikan harga yang dipatok sudah menutupi modal serta
operasional penjualan yang dijalankan. Dengan memperhatikan hal tersebut,
akan lebih mencegah pelaku usaha terkena kerugian. Jika bingung
menentukan harga, Anda bisa melakukan perbandingan dengan harga yang
diberikan kompetitor. Meski demikian, pastikan kualitas juga menjadi
pertimbangan ketika membandingkan harga. Misalnya jika kompetitor
menawarkan harga murah dengan kualitas rendah, tak ada salahnya Anda
menjual produk sedikit lebih mahal dengan kualitas lebih baik.
3. Tempat

Strategi UMKM berikutnya adalah menentukan tempat usaha yang akan
dijalankan. Pilihlah lokasi strategis sesuai produk yang Anda jual. Dengan
mempertimbangkan hal ini, produk Anda akan lebih mudah dikenal publik dan
kemudahan transaksi penjualan.
Jika tidak memungkinkan mendapatkan tempat jualan yang strategis,
setidaknya pilihlah lokasi yang tidak terlalu jauh dengan target pasar. Misalnya
jika target pasar Anda pelajar, carilah lokasi usaha yang dekat dengan sekolah.
4. promosi.

Pemanfaatan teknologi dalam usaha menengah bukan lagi hal yang asing.
Pelaku usaha kecil pun banyak yang menggunakan platform media sosial dan
website untuk memperkenalkan produk mereka. Hal ini tentunya berdampak
positif terhadap bisnis yang dijalankan. Mengingat luasnya jangkauan internet
yang bisa dilihat banyak orang.
5. Sumber Daya Manusia (SDM).

Strategi UMKM terakhir dan tidak kalah pentingnya adalah sumber daya
manusia pada suatu bisnis yang dijalankan. Hal ini tidak boleh disepelekan
karena akan berhubungan dengan operasional usaha Anda. Oleh karena itu,

pastikan Anda merekrut pegawai yang memiliki kemampuan sesuai di yang
dibutuhkan.
Prinsip-prinsip di atas apabila dijalankan dengan baik, tentunya akan berdampak
besar terhadap UMKM yang dijalankan. Setelah menjalankan metode ini, jangan
lupa untuk melakukan pembukuan agar pengelolaan keuangan bisa terkontrol.

6. Strategi bersaing UMKM di pasar Internasional

Perdagangan internasional merupakan aspek penting perekonomian di
setiap negara. Di era globalisasi, perdagangan internasional sudah menjadi
kebutuhan di setiap bangsa dan negara yang ingin maju khususnya bidang
ekonomi.

Menurut Marrus dalam Umar (2001:31) strategi didefinisikan sebagai
suatu proses penentuan rencana para pemimpin puncak yang berfokus pada
tujuan jangka panjang organisasi, disertai penyusunan suatu cara atau upaya
bagaimana agar tujuan tersebut dapat dicapai. Strategi didefinisikan secara
khusus sebagai tindakan yang bersifat incremental (senantiasa meningkat) dan
terus-menerus, serta dilakukan berdasarkan sudut pandang tentang apa yang
diharapkan oleh para pelanggan di masa depan (Prahalad dalam Umar, 2001:31).
Menurut Wheelen (2000), manajemen strategis adalah serangkaian
keputusankeputusan dan tindakan-tindakan manajerial yang mengarah kepada
penyusunan strategi-strategi efektif untuk mencapai tujuan perusahaan dengan
analisis S.W.O.T.

UMKM merupakan kelompok usaha yang memiliki jumlah paling besar dan
terbukti tahan terhadap berbagai macam goncangan krisis ekonomi. Berdasarkan
penelitian terdahulu tentang Strategi Kesiapan UMKM Bogor dalam Menghadapi
Persaingan Global (Faizah dan Suib, 2017) globalisasi ekonomi merupakan proses
kegiatan ekonomi secara global yang melibatkan negara-negara di seluruh dunia.
Salah satu dampak yang terjadi yakni adanya perdagangan bebas.

bersaing di pasar global akan meningkatkan pemahaman baru bagi pelaku
UMKM bagaimana untuk memajukan produknya sampai ke negara-negara yang
ada di dunia. Berdampak pula pada omzet mereka, jika konsumen dari luar negeri
tertarik membeli produk pelaku UMKM, pendapatan akan meningkat, sehingga
biaya hidup semakin baik. Bagi negara pun, mengajak pelaku UMKM bersaing di
pasar global akan berakibat pada perekonomian negara yang meningkat.
Terutama penyerapan tenaga kerja pun akan semakin banyak serta devisa negara
juga meningkat. Dengan demikian, mengajak pelaku UMKM bersaing di pasar
global adalah sesuatu yang baik dan tetap harus didukung.

Peningkatan kreatifitas pelaku UMKM adalah suatu keniscayaan untuk
dapat bersaing di pasar global. Harus banyak inovasi-inovasi produk baru yang
dihasilkan oleh UMKM yang belum pernah dipasarkan. Produk hasil ciptaan pelaku
UMKM harus menarik dan memikat pasar dunia. Baik dalam bentuk kerajinan,
produk kain, kuliner nusantara, kopi unggulan maupun karya kreatif lainnya.
Dengan adanya sebuah inovasi akan mengundang daya tarik konsumennya.
Sesuatu yang baru adalah magnet bagi konsumen untuk membeli sebuah produk.
Oleh karena itu, pelaku UMKM diharapkan kreatif dalam menghasilkan sebuah
produk demi menyetarakan dengan produk global. Tentunya, persaingan global
lebih sulit dibandingkan persaingan tingkat nasional. Produk global tentunya
menawarkan produk yang berkualitas dan menarik perhatian konsumen.

Pemerintah pun harus memotivasi UMKM untuk menggali kreatifitas
mereka dalam menghasilkan produk berskala internasional. Pelaku UMKM harus
yakin untuk berkompetisi di pasar global. Hal yang penting untuk diperhatikan
agar dapat bersaing di pasar global adalah mengikuti perkembangan terkini,
pelaku UMKM harus mampu menggunakan aplikasi secara online untuk
memasarkan produknya sampai ke negara lain.. Berdasarkan penelitian terdahulu
mengenai Analisis Pemberdayaan UMKM dan Peningkatan Daya Saing Dalam
Kancah Pasar Global, (Kristina Sedyastuti, 2018) bahwa Strategi untuk
mengantisipasi mekanisme pasar yang makin terbuka dan kompetitif khususnya di

kawasan Asean adalah penguasaan pasar, yang merupakan prasyarat untuk
meningkatkan daya saing UMKM. Agar dapat menguasai pasar, maka UMKM perlu
mendapatkan informasi dengan mudah dan cepat, baik informasi mengenai pasar
produksi maupun pasar faktor produksi untuk memperluas jaringan pemasaran
produk yang dihasilkan oleh UMKM. Begitu banyak hal penting yang harus
diperhatikan UMKM dalam menghadapi persaingan bisnis global, dan agar mampu
memiliki daya saing.





DAFTAR PUSTAKA

Kadeni, Ninik S,.(2020). Peran UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah)
Dalam Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat. EQUILIBRIUM, 8(2), 199.

Sumarni (2017). Peranan Umkm (Usaha Mikro, Kecil Dan Menengah)
Terhadap Perekonomian Indonesia.
Kompasiana, 2013, Perkembangan Koperasi dan UKM di Indonesia.Jakarta.

https://www.ocbcnisp.com/id/article/2021/04/07/pengertian-umkm

https://www.djkn.kemenkeu.go.id/artikel/baca/13317/UMKM-Bangkit-Ekonomi-
Indonesia-Terungkit.html

https://ekonomisajalah.blogspot.com/2015/10/keunggulan-dan-kelemahan-
umkm-usaha.html?m=1

https://www.berdesa.com/cara-mengembangkan-umkm/

https://www.liputan6.com/lifestyle/read/4631650/cerita-akhir-pekan-siapkah-
umkm-lokal-tembus-pasar-global.
https://ekonomi.kompas.com/read/2018/07/23/080900226/tips-agar-produk-
umkm-bisa-go-international-?page=all
https://blog.amartha.com/5p-strategi-umkm-agar-bisa-bersaing-di-pasar-global/

https://webcache.googleusercontent.com/search?q=cache:K4yT7I0mw4sJ:https:
//journal.binadarma.ac.id/index.php/mbia/article/download/1167/634/+&cd=8
&hl=id&ct=clnk&gl=id.


Click to View FlipBook Version