Oleh :
AHMAD RIFAI RANGKUTI, M.Pd
CGP Angkatan 4 Kabupaten Mandailing Natal-Sumatera Utara
Minggu ini adalah minggu kedelapan. Seperti biasa, pada akhir
minggu saya membuat jurnal refleksi mingguan.
Jurnal refleksi minggu ke-8 saya susun berdasarkan model 5M
yang diadaptasi dari model 5R. Adapun langkah-langkahnya
adalah sebagai berikut.
1. Mendeskripsikan ⟮Reporting⟯: menceritakan ulang peristiwa
yang terjadi
2. Merespon ⟮Responding⟯: menjabarkan tanggapan yang diberikan
dalam menghadapi peristiwa yang diceritakan, misalnya
melalui pemberian opini, pertanyaan, ataupun tindakan yang
diambil saat peristiwa berlangsung.
3. Mengaitkan ⟮Relating⟯: menghubungkan kaitan antara peristiwa
dengan pengetahuan, keterampilan, keyakinan atau informasi
lain yang dimiliki.
4. Menganalisis ⟮Reasoning⟯: menganalisis dengan detail mengapa
peristiwa tersebut dapat terjadi, lalu mengambil beberapa
perspektif lain, misalnya dari teori atau kejadian lain yang
serupa, untuk mendukung analisis tersebut.
5. Merancang ulang ⟮Reconstructing⟯: menuliskan rencana
alternatif jika menghadapi kejadian serupa di masa mendatang.
Jurnal Refleksi Minggu Ke-8
Pembelajaran minggu ini adalah pembelajaran akhir modul 1.3
dan awal modul 1.4. Alur terakhir modul 1.3 adalah Aksi Nyata,
yaitu merancang tindakan yang dilaksanakan untuk mewujudkan
visi dan langkah Inkuiri Apresiatif. Modul 1.4 Budaya Positif
diawali dengan Mulai dari Diri. Pada pembelajaran ini, CGP
diminta menjawab pertanyaan tentang pengetahuan, pengalaman
dan harapan pada diri dan siswa terkait Budaya Positif di
sekolah. Pada bagian Eksplorasi Konsep, CGP diminta
mencermati bahan ajar dan menjawab pertanyaan tentang
pandangan terhadap suatu kasus, motivasi, dan budaya positif
di sekolah. Saya juga melakukan diskusi dengan rekan CGP lain
terhadap pandangan dalam masalah yang diberikan. Alur
pembelajaran berikutnya adalah Ruang Kolaborasi. Pada
pembelajaran ini, saya bersama rekan CGP dan fasilitator
melakukan pertemuan tatap muka daring, untuk membahas
penerapan budaya positif dan mendiskusikan kasus-kasus dalam
kelompok kecil.
Dalam mengikuti pembelajaran, saya merasa tertantang karena
materi ini adalah materi baru bagi saya. Dalam menjawab
pertanyaan-pertanyaan, tak jarang saya membuka kembali modul,
bahan ajar, maupun browsing di internet. Saya bersemangat
dalam pembelajaran, terutama dalam ruang kolaborasi karena
saya bisa berbagi pengalaman dan menemukan inspirasi dari
pengalaman rekan lain. Saya selalu berusaha menyelesaikan
setiap tugas dengan baik dan tepat waktu.
Budaya positif sangat berkaitan erat dengan keseharian
menjadi guru maupun orang tua di rumah. Hal-hal yang telah
terbiasa dilakukan di sekolah, ternyata sebagian besar adalah
ilusi, misalnya guru mengontrol murid, memberikan penguatan
positif, dan hak untuk memaksa. Dalam mengambil solusi atas
permasalahan, guru hendaknya bertindak sebagai manajer yang
menyadarkan murid atas kesalahnya, menguatkan keyakinan
murid, dan mengarahkan untuk memperbaiki diri.
Penerapan disiplin di sekolah selama ini, banyak yang
bertentangan dengan budaya positif. Misalnya disiplin tepat
waktu. Siswa yang terlambat akan diberikan sanksi tetapi belum
dapat memperbaiki kesalahannya. Ketika menghadapi murid yang
bermasalah, terkadang posisi guru adalah sebagai penghukum
dan pembuat orang merasa bersalah. Padalah, dampaknya tidak
baik bagi psikologis anak dan tidak memperbaiki kesalahan
yang diperbuat.
Untuk menghadapi kegiatan pembelajaran selanjutnya, saya
berkeyakinan bahwa saya mampu melakukannya. Pengamanan
belajar selama ini telah membekali diri saya dengan kemampuan
belajar mandiri, berpikir kritis, kreativitas menemukan
solusi permasalahan, mampu berkolaborasi dalam menyelesaikan
tugas, dan komunikatif dalam menyampaikan ide/gagasan. Di
kelas, saya akan menggali keyakinan kelas untuk dipedomani
oleh murid. Apabila memukan murid bermasalah, saya bisa
menerapkan segitiga restitusi untuk membantu murid
memperbaiki kesalahannya. Dalam melaksanakan tugas sebagai
guru, saya akan terus mengamalkan nilai-nilai guru penggerak
untuk mencapai visi yang dilandasi dengan budaya positif.
Demikian Jurnal Refleksi Minggu Ke-8 yang saya
susun.
Semoga Bermanfaat, Salam dan Bahagia.