The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

Karya ini diterbitkan sebagai apresiasi pada murid setelah berhasil menterjemahkan isi bacaan yang dipilih ke dalam bentuk resume.

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by NI MADE RISA KUSADI, 2023-04-06 17:27:53

Literasiku SMP N 3 Marga

Karya ini diterbitkan sebagai apresiasi pada murid setelah berhasil menterjemahkan isi bacaan yang dipilih ke dalam bentuk resume.

Keywords: Literasi

Jaka Tarub Nama:I Putu Wira Sentana Putra No:12 Kelas:IX'B Jaka Tarub Inti sari Cerita Jaka Tarub: Cerita ini mengisahkan seorang pemuda yang mendapat istri seorang bidadari dari khayangan. Sebelumnya, Jaka Tarub dikisahkan menyembunyikan salah satu selendang bidadari yang sedang mandi sehingga ia tidak bisa kembali lagi ke khayangan. Kisah ini menjadi legenda yang menyelimuti beberapa tempat di Indonesia. Pesan Moral Cerita Jaka Tarub: Jaka Tarub hanya bisa meratapi ini semua. Ia tahu bahwa ini semua adalah salahnya dan ia harus menanggung segala akibatnya. Pesan moral yang bisa diambil dari kisah ini adalah sepintar apa pun kita menyembunyikan sesuatu, pada akhirnya akan terbongkar juga SANG KANCIL DAN BUAYA Nama:I Putu Desta Pratama Kelas:IX'B No:10 PESAN MORAL yang saya dapat dari cerita sang kancil dan buaya adalah dapat mengajarkan Si Kecil tentang perlunya berbuat baik kepada semua orang. Selain itu, Moms pun dapat mengajarkan Si Kecil untuk tidak menyalahgunakan kepintaran dan kecerdikkannya untuk merugikan orang lain INTI SARI Yang saya dapat dari cerita sang kancil dan buaya adalah Bahwa kecerdikan dan kecerdasan pada dasarnya dapat mengalahkan kekuatan lain yang lebih besar Si leungli


Nama:Ni made Apprilliya Nandini Kls:IX'B No :21 inti cerita:mengajarkan tentang kesabaran , keteguhan hati ,dan bersikap baik terhadap semua mahluk hidup dan saudara. pesan moral:mereka yang baik akan mendapatkan pahala , dan berfikir dulu sebelum melakukan sesuatu. Seri aku ingin menjadi Penulis, Ni Komang Wilda Aprilya, 9b, 16 Pada suatu hari, ada seorang murid yg bernama Gema, pada cerita itu, gema sangat senang membaca, pada saat itu, gema dan teman teman pergi ke perpustakaan untuk membaca buku cerita yg di sukai oleh gema dan teman temannya, setelah Gema dan teman temannya diizinkan masuk ke perpustakaan, mereka mencari buku kesukaan nya masing masing, Gema dan Abi membaca buku sejarah peperangan Diponegoro, saat Gema dan teman temannya sibuk membaca, salah satu guru yg beranama Bu Meutia memberikan pengumuman, yg mengatakan bahwa akan ada tamu istimewa yg akan datang, tamu istimewa tersebut adalah seorang penulis buku , yg bernama Bapak Seno Wibisono, beliau merupakan penulis terkenal, sebagai penulis buku sejarah dan novel, pak Seno di kenal dengan orng yg ramah dan suka berbagi pengalaman, kebetulan buku yg sedang di baca Gema merupakan salah satu buku dari pak Seno, berkat karya karyanya, pak Seno kerap di undang untuk mengisi pelatihan penulisan oleh sekolah sekolah kampus perusahaan dll, pada saat bertemu pak Seno, Gema sangat bersemangat, pada saat itu pak Seno menanyakan satu pertanyaan "siapa di sini yg suka membaca?", Gema dan teman temannya menjawab pe tanyaan Pak Seno dengan semangat , Gema menanyakan satu pertanyaan juga "Pak seno, apa saja syarat untuk menjadi seorang penulis?" Pak seno menjawab "Menjadi seorang penulis harus memp nyai kreatifitas, artinya harus mampu menciptakan sebuah tulisan yg bagus", selain kreatif, ternyata menjadi seorang penulis harus memiliki kemampuan berbahasa yg baik. Setelah itu pak seno memberikan tips bagaimana caranya agar karya tulis bisa di terbitkan di media massa, seperti majalah atau koran, biasakan menulis hal hal kecil, banyak membaca, cintai bahasa Indonesia dan bahasa lainnya, dan yg paling penting Jangan berhenti belajar PESAN MORAL : jika ingin mencapai cita cita, kita harus belajar dengan giat, karena tanpa usaha tidak akan ada hasil, seperti cerita di atas, kita harus mempersiapkan diri sejak awal dan belajar dengan semangat, semua cita cita akan tercapai asalkan kita tau caranya dan mau berusaha, jadi, Ayo kejar cita citamu! Malin Kundang Nama:I Gusti Putu Merta Sudana No:2 Kelas:IX'B Malin Kundang INTISARI CERITA MALIN KUNDANG : Malin Kundang merupakan seorang anak yang tinggal di desa pesisir. Ibunya sudah tua dan merupakan seorang janda. Ibunya


bernama Mande Rubayah. Ia membesarkan anaknya seorang diri dengan penuh kasih sayang. Mande Rubayah selalu berusaha bekerja keras demi menghidupi anaknya. Suatu hari ketika sudah dewasa, sang anak berniat untuk berlayar pergi ke kota demi mendapatkan kehidupan yang lebih layak untuk dirinya dan orang tuanya. Dengan berat hati, Mande Rubayah mengizinkan kepergian Malin Kundang ke kota. Malin Kundang berjanji akan pulang untuk ibunya. Namun tahun demi tahun berlalu, Malin Kundang tak kunjung pulang sementara sang ibu sudah semakin tua. Ternyata di kota, Malin Kundang sudah menikah dengan anak seorang saudagar kaya tanpa sepengetahuan orang tuanya. Suatu hari, Malin Kundang melakukan perjalanan ke desa tempatnya tinggal. Di sana semua nelayan menyambut kedatangan rombongan saudagar kaya itu. Kemudian Mande Rubayah yang masih mengenali anaknya menghampiri Malin Kundang dan berkata “Anakku, kemana saja kau? Benarkan kau Malin Kundang anakku?” ungkapnya. Hanya saja, Malin Kundang menampik dan mengatakan kalau ibunya bukan orang miskin seperti orang yang saat ini ada di hadapannya. Betapa sakit hati Mande Rubayah mengetahui anak yang sudah dibesarkan sejak kecil melupakan dan malah menghardiknya di depan banyak orang. Mande Rubayah pun tak bisa menahan air matanya. Ia pulang dengan menangis seraya berdoa, “Tuhan, jika pria itu bukan Malin Kundang, tolong maafkan perbuatannya. Namun jika pria itu benarlah anakku, Malin Kundang tolong berikan keadilan pada hamba”. Tiba – tiba hujan lebat turun. Kapal Malin Kundang yang akan pulang dihantam badai besar yang membuatnya hancur berkeping – keping saat itu juga. Tubuh Malin Kundang pun terbawa ombak sampai ke pesisir pantai. Pagi harinya, para nelayan melihat sebuah batu besar yang berwujud seperti manusia di pinggiran pantai. Diyakini bahwa batu besar tersebut adalah batu jelmaan anak durhaka, Malin Kundang. Pesan moral Kita harus selalu mengingat jasa jasa orang tua kita. Orang tua telah menyayangi kita sejak masih didalam kandungan hingga dewasa.Oleh karena itu, kita wajib membahagiakan mereka dengan selalu menaati nasihatnya dan tidak bersikap kasar kepada mereka. ~Gusthaa~ Kebo iwa Nama: i kadek tresna adi putra No : 04 Kls : ix b Pada zaman dahulu hidup sepasang suami istri yang telah lama berumah tangga, namun tak kunjung dikarunia anak. Tanpa putus asa, mereka terus berdoa diberikan keturunan, hingga akhirnya doa tersebut dikabulkan Sang Hyang Widi Wasa. Mereka dikarunia seorang anak laki-laki. Anak kedua pasangan ini tumbuh sangat cepat dan memiliki nafsu makan yang kuat. Sejak bayi dia memiliki nafsu makan setara sepuluh orang dewasa. Ketika beranjak usia, nafsu makan anak laki-laki tersebut semakin menjadi-jadi, hingga dia diberi mana Kebo Iwa, yang berarti paman kerbau. Semakin dewasa dan bertambah besar tubuhnya, Kebo Iwa semakin kuat makan. Kebutuhan makannya dalam sehari menyamai kebutuhan makan seratus orang dewasa. Hal ini membuat kedua orang tuanya kewalahan. Kebo Iwa terkenal pemarah, apalagi jika tidak mendapatkan


cukup makanan. Ia bisa merusak apa saja yang dilihatnya, bahkan tak terkecuali rumah-rumah penduduk dan pura tempat ibadah. Penduduk desa dibuat ketakutan dengan sifat Kebo Iwa ketika marah. Meski begitu, Kebo Iwa tak segan jika diminta untuk membantu pekerjaan warga desa, seperti membuat sumur, memindahkan rumah, meratakan tanah berbukit-bukit, membendung sungai, atau mengangkut batu-batu besar. Ia cekatan mengerjakan semua pekerjaan berat itu, namun dengan imbalan makanan dalam jumlah besar yang membuatnya kenyang. Suatu ketika, penduduk yang bekerja sebagai petani kesulitan menyediakan makanan untuk Kebo Iwa karena musim paceklik. Mereka menjadi sangat khawatir dan ketakutan jika Kebo Iwa marah. Hingga akhirnya warga desa merencanakan siasat untuk menghadapi Kebo Iwa, bahkan melenyapkannya. Setelah berembuk, warga desa menemukan cara untuk menghadapi KeboIwa. Mereka bergotong royong mengumpulkan makanan hingga terkumpul banyak, sementara warga desa juga gotong royong mengumpulkan batu-batu kapur. Setelah semua tersedia, kepala desa dan warga menemui KeboIwa. Pesan moral :Pesan moral atau amanat yang dapat diambil dari cerita rakyat Kebo Iwa asal Bali ini adalah supaya bisa mengendalikan kemarahan dan emosi. Karena kalau dibiarkan, dua hal tersebut akan menghancurkan diri sendiri, sama seperti yang terjadi pada Kebo Iwa. Putri Kemuning Nama:Ni Nyoman Ariastini No:23 Kelas:IX"B Putri kemuning...Ada seorang Raja dengan sepuluh putrinya.Ada putri merah,putri biru,putri kuning,putri ungu,dan lain-lain. Para putri memakai baju yang sama dengan namanya.jadi,Raja tidak akan keliru memanggil mereka. Suatu Malam ,Raja mengumumkan bahwa ia akan pergi ke negeri yang jauh. "jangan bersedih,putri-putriku.Ayah janji akan membawakan hadiah.masing-masing boleh meminta satu hadiah,"kata Raja. "Putri kuning mau hadiah apa?"tanya Raja. Putri kuning menggeleng,"aku mau Ayah cepet pulang." "oh..baiklah.ayah akan cepat pulang dan membawakan hadiah untukmu juga." Hingga Akhirnya sang raja pulang. Para putri menyambut dengan gembira Keesokan Harinya,istana gempar! Putri kuning hilang.pengawal kerajaan pun mencarinya ke seluruh penjuru negeri. Pada suatu malam,raja mencium bau wangi. Ia mengikuti bau wangi itu hingga ke kebun. Ternyata wangi itu berasal dari bunga-bunga mekar yang di tanam putri kuning. Raja menamakannya bunga kemuning,"kemuning,diambil dari nama putri kuning. Raja senang melihat kesepuluh putrinya bermain bersama. Putri kuning membuatkan hiasan rambut untuk semua saudaranya.mereka semua jadi terlihat sama cantiknya. Pesan Moral Cerita Putri Kemuning: Pesan moral agar kita dijauhkan dari sifat iri dan dengki.kedua sifat itu bisa menghancurkan dan merusak persaudaraan.


LEGENDA SELAT BALI NAMA:I MADE YUDA PRASETYA NO:8 KELAS:IX'B Menurut cerita rakyat, selat bali terbentuk karena perbuatan Manik Angkeran yang suka berjudi dan gila harta.Hingga akhirnya menjadi selat yang disebut Selat Bali. Pesan moralnya adalah jauhi kebiasaan yang membuatmu rugi,Janganlah berbohong pada orang tua. Nama:I Made karnawan Kls:lXB No:7 Asal Usul Gunung Merapi Pada dahulu kala, di daerah utara tanah Jawa tepatnya di lokasi keberadaan Gunung Merapi, merupakan kawasan hutan yang sangat lebat. Di hutan ini hiduplah 2 orang empu pembuat keris yang sangat sakti. Mereka adalah Empu Rama dan Empu Pamadi, yang selalu menyalakan tungku perapiannya untuk membuat keris. Mereka membuat keris tanpa bantuan alat-alat lain dan hanya mengandalkan tangan kosong untuk menempa dan menghaluskan keris yang masih panas. Sedangkan nan jauh di sisi selatan dari hutan tersebut terdapat sebuah gunung di daerah pantai dengan bebatuan karang. Gunung tersebut bernama Gunung Jamurdipa yang sudah tidak aktif. Pada suatu hari, Batara Narada dan Dewa Penyarikan berkeliling dan mengamati keadaan Gunung Jamurdipa dari atas langit. Setelah berkeliling dan mengamati keadaan Gunung Jamurdipa, Batara Narada dan Dewa Penyarikan kembali ke kayangan. “Bagaimana hasil penyelidikan kalian di Gunung Jamurdipa?” ucap Batara Dewa. Batara Narada dan Dewa Panyarikan menjelaskan kondisi Gunung Jamurdipa lah yang menyebabkan Pulau Jawa miring ke arah selatan dan harus segera memindahkan gunung tersebut ke daerah tengah agar Pulau Jawa tidak semakin tenggelam. Kedua juga menjelaskan ada lokasi di sisi tengah berupa hutan lebat yang bisa untuk lokasi gunung. Mendengat penuturan ini, Batara Guru memerintahkan Batara Narada dan Bewa Panyarikan untuk datang ke daerah utara dan berdiskusi dengan kedua empu tersebut. Empu Rama dan Empu Pamadi yang sedang melihat hasil pahatan kerisnya, terkejut melihat kedatangan Batara Narada dan Dewa Panyarikan ke tempat tinggalnya. Batara Narada kemudian menyampaikan maksud kedatangannya untuk minta izin mengenai pemindahan Gunung Jamurdipa karena Pulau Jawa bisa tenggelam. Keduanya juga memohon kedua empu untuk berpindah dari hutan. Mendengart penuturan ini, Empu Rama dan Empu Pamadi menolak permohonan itu. Sebab jika mereka pindah kualitas keris yang dihasilkan tidak akan sebagus yang mereka buat selama ini. Perundingan lama kedua belah pihak tidak ada titik temu. Akhirnya Batara Narada membujuk kedua empu dengan cara yang kasar. Namun kedua empu bersikeras mempertahankan wilayahnya sehingga terjadilah pertarungan. Pertarungan sengit terjadi cukup lama dan tidak ada tanda tanda akan adanya pemenang hingga keesokan harinya. Dengan terpakasa Batara Narada dan Dewa Penyarikan kembali ke kayangan untuk memberitahukan berita tersebut kepada Batara Guru. Mendengar hal tersebut, Batara Guru memerintahkan Batara Narada dan Dewa Panyarikan untuk memindahkan Gunung Jamurpadi ke hutan tersebut meskipun 2 empu sakti itu tidak mau pindah. Batara Narada dan Dewa Panyarikan kemudian membawa Gunung Jamurdipa terbang dari selatan ke Utara untuk dipindahkan. Disisi lain Empu Rama dan Empu Pamadi terkejut melihat sebuah benda besar terbang diatas mereka. Gunung Jamurdipa jatuh dan menimpa kedua empu tersebut. Gunung Jamurdipa sudah resmi berpindah lokasi namun dari atas puncak gunung, keluar asap putih yang ternyata berasal dari tungku perapian kedua empu membuat keris. Sejak itu Gunung Jamurdipa lebih dikenal dengan nama Gunung Merapi.


PUTRI KEMUNING Nama:I Komang Wibi Dharma Laksana Kelas:IX'B Absen:5 PUTRI KEMUNING Ada Seorang Raja Hidup Dengan Putrinya Yang Berjumlah 10, Para Putri Memakai Baju Yang Sama Dengan Namanya Agar Tidak Keliru Menyebutkan Namanya Raja Akan Pergi Meninggalkan Kerajaan Untuk Sementara, Dan Si Raja Akan Membawakan Hadiah Ketika Kembali Para Putri Meminta Permintaanya masing² Dan Si Putri Kuning Ingin Sang Raja Cepat Kembali Di Saat Raja Pergi, Para Putri Bebas Bermain Mereka Hanya Bermain Sepanjang Hari, Dan Membuat Para Pengasuh Kerepotan, Dan Hanya Putri Kuning Yang Tetap Tenang Dan Sedang Menanam Bibit Di Saat Sang Raja Kembali, Raja Memberikan Hadiah Kepada Putrinya Masing², Sang Raja Memberikan Pita Merah Kepada Putri Kuning Yang Membuat Putri Merah Iri Putri Merah Kesal Dan Membuat Gosip Bohong Untuk Putri Kuning Tentang Pitanya Para Putri Percaya Kepada Putri Merah Dan Para Putri Selalu Menggangu Putri Kuning Setiap Hari, Dan Membuat Putri Kuning Sangat Sedih Putri Kuning Kemudiang Pergi Dari Istana Dan Membuat 1 Istana Gempar, Para Pengawal Pun Pergi Mencari Putri Kuning Sampai Penjuru Negeri, Dan Membuat Sang Raja Dan Para Putri Sangat Sedih Dan Murung, Pada Suatu Malam Raja Menanam Bunga Kemuning Yang Di Ambil Dari Nama Putri Kuning Saat Esok Hari Raja Menerima Laporan Ada Pondok Penuh Bunga Kemuning, Kemudian Raja Beserta Putrinya Langsung Pergi Ketempatnya,dan Setelah Tiba Banyak Sekali Bunga Kemuning di Sekitarnya Sang Raja Mengetuk Pintu Dan Sangat Terkejut Akan Putri Kuning Di Hadapanya "Maafkan Kami Putri" Mereka Memeluk Putri Kuning Dan Tidak Akan Menggagu Putri Kuning Lagi Pesan Moralnya Adalah : Agar Kita Dijauhkan Dari Sifat Iri Dan Dengki Kedua Sifat Itu Bisa Menghancurkan Atau Merusak Persaudaraan Bawang Merah Bawang Putih, Nama : Ni Made Putri Pratiwi, No : 22, Kls : IX'B Inti dari cerita tersebut : Zaman dahulu kala, hiduplah seorang gadis bernama Bawang Putih, ia hidup bersama kakak tiri dan ibu tiri nya, yang bernama Bawang Merah dan Mbok Rondo. Bawang Putih selalu mengerjakan semua pekerjaan rumah. Namun, sikap sikap sang ibu kepadanya justru sebaliknya. Suatu


hari, Mbok Rondo menyuruh Bawang Putih mencuci pakaian di sungai. Saat Bawang Putih sedang asyik memilah-milah pakaian, tiba-tiba ia melihat seekor buaya mendekati nya. Ia terkejut, tanpa sengaja ia telah menjatuhkan salah satu selendang kesayangan ibu tirinya. Selendang itu hanyut terbawa arus sungai. Setibanya di rumah, Bawang Putih dimarahi oleh ibunya, Mbok Rondo menyuruh Bawang Putih mencari selendang kesayangan nya itu sampai ketemu. Bawang Putih merasa bingung dan sedih. Ia tidak tahu ke mana harus mencari selendang yang hilang itu. Sampai akhirnya Bawang Putih bertemu seorang bapak tua di pinggir sungai, Bapak tua itu menyuruh Bawang Putih bertanya kepada nenek yang rumahnya di ujung jalan sana. Sesampainya di rumah itu, Bawang Putih bertemu dengan seorang nenek tua. Bawang Putih menceritakan maksud kedatangan nya. Sang nenek pun mengerti dan langsung memberitahu jika selendang yang dicari Bawang Putih ada dirumahnya. Bawang Putih ingin meminta selendang itu kembali, sang nenek mengiyakan, tetapi dengan satu syarat. Bawang Putih harus tinggal di rumah sang nenek terlebih dahulu. Hari demi hari berlalu, Bawang Putih dan sang nenek hidup bahagia. Suatu hari sang nenek tiba-tiba merasa iba kepada Bawang Putih. Kini, ia rela jika Bawang Putih harus kembali kerumahnya. Sebelum pergi, nenek memberikan selendang ibu nya dan buah semangka. Sesampainya dirumah Bawang Putih memberikan selendang ibu nya itu. Namun, ibu tiri Bawang Putih tidak terlihat senang. Mereka justru lebih tertarik melihat buah semangka yang di bawa Bawang Putih. Mereka memotong buah semangka tersebut, betapa terkejutnya mereka ketika melihat isi semangka itu. Isinya tidak seperti buah semangka biasa melainkan emas dan intan berlian. Melihat hal itu, keesokan harinya Bawang Merah meniru apa yang dilakukan Bawang Putih dahulu. Akhirnya Bawang Merah menemukan rumah sang nenek. Baru beberapa hari tinggal di rumah itu, Bawang Merah merasa bosan. Padahal dia tak pernah mengerjakan apa-apa. Sampai akhirnya dia ingin pulang dan menagih buah semangka kepada nenek itu. Sampai di rumah, perkiraan Bawang Merah salah. Ia tidak mendapatkan apa yang diinginkannya. Ternyata, semangka itu berisi seekor ular yang sangat besar. Pesan Moral : Jika sejak awal kita sudah berniat jahat, pasti akan mendapat balasan yang setimpal. Namun sebaliknya, jika kita memang berniat tulus membantu sesama, tentu akan mendapat balasan yang baik pula. Si leungli Nama:Ni Luh Putu Chika Berliana No:18 Kls:IX'B Pada suatu hari ada anak yang ceria dan suka menyanyi dan ia punya banyak teman hewan yang membantunya mencari buahbuahan di hutan , rarang juga punya teman ikan mas yang lincah rarang memberinya nama leungli untuk memanggil leungli rarang harus bernyanyi ia juga melemparkan butiran nasi , leungli pun melahap makan siangnya dengan cepat lalu mereka pun bermain.Pada suatu hari leungli si ikan mas pun tumbuh menjadi besar sisiknya berwarna keemasan yang cantik.Pada


suatu hari rarang mengajak si leungli pulang , sesampainya di rumah rarang menarus leungli di teras lalu meninggalkannya untuk mengambil buah buahan yg tertinggal di tepi danau.Sementara itu sulung saudara rarang pun pulang dari bermain, sulung yang lapar setelah bermain dari pagi pun melihat ikan rarang yang gemuk yang ditinggalkan di teras rumahnya. Sulung segera membawa wadah berisi ikan itu ke dapur dan menyuruh ibu menggorengnya , tak lama kemudian ikan goreng permintaan sulung siap. Sulung makan dengan lahapnya lalu leungli pun pulang ia melihat si leungli tidak ada di teras rumahnya. Rarang segera masuk ke rumah "Apa kamu melihat ikanku?" tanya rarang kepada sulung "Tidak" jawab sulung tanpa berpikir panjang , ia sedang mengunyah potongan terakhir ikan gorengnya tiba tiba sulung teringat sesuatu, dengan takut , sulung bertanya "Magsudmu...ikan mas yang gemuk yang terlihat lezat itu?" lalu rarang melihat tulang leungli di meja makan setelah itu rarang mengubur tulangnya ia menguburnya di tempat mereka biasa bermain. Keesokan harinya tulang yang rarang kubur tumbuh pohon yang sangat indah batang pohon itu dari cokelat dan daunnya dari gula gula kapas buahnya dari permen aneka bentuk dan warna. Rarang mencoba satu permennya "Hmm enak sekali!" akhirnya rarang kembali tersenyum. Leungli tidak ingin rarang terus bersedih, ia memberi rarang hadiah pohon ajaib agar temannya itu kembali ceria pesan moral dari cerita tersebut adalah: Kisah ini mengajarkan tentang kesabaran , keteguhan hati dan bersikap baik terhadap semua mahluk hidup dan saudara Si Leungli Nama: Ni Gusti Ayu Sinta Paramitha Kls: IX'b No: 15 Rarang anak yang ceria dan suka menyanyi. Ia punya banyak teman hewan. Mereka membantu Rarang mencari buah-buahan di hutan. Namun, mereka belum semuanya.... Rarang masih satu teman lagi. Ia adalah seekor ikan mas kecil yang lincah. Rarang memberinya nama Leungli. Untuk memanggil si Leungli, Rarang harus bernyanyi. Ia juga melemparkan butiran nasi yang sudah disiapkan dari rumah. "Halo, Leungli," Sapa Rarang ketika Leungli datang. Si Leungli menjawab dengan lompatan senang. "Oh... Kamu mau bermain. Tapi makan dulu, ya," Kata Rarang. Leungli melahap makan siangnya Dengan cepat. Lalu, mereka pun bermain bersama. Begitulah setiap harinya. Rarang tidak pernah lupa memberi makan Leungli. Sekarang, Leungli si ikan mas kecil pun menjadi besar. Sisiknya berwarna keemasan yang cantik. Pada suatu hari, Rarang mengajak si Leungli pulang. "Ikut aku pulang, yuk. Aku masih ingin bermain," Pinta Rarang. Leungli melompat, tandanya setuju. Sesampainya di rumah, Rarang menaruh Leungli di teras. "Tunggu disini, ya, Leungli." Lalu, ia menemui ibunya. "Ibuuu, aku pulang," Kata Rarang. "Mana buah-buahannya?" Tanya ibu. "Oh iya... Ketinggalan di tepi danau. Sebentar ya, Bu, aku ambil dulu." Sementara itu, sulung pulang. Sulung adalah saudara Rarang. Ia lelah dan lapar karena main dari pagi tadi. "Eh... Apa ini?" Sulung melihat kedalam wadah. "Wahhhh.. ikan yang gemuk." Kruuuk perutnya berbunyi. Sulung segera membawa wadah berisi ikan itu ke dapur. " Ibu... Aku mau makan ikan. Tolong gorengkan, ya," Pinta sulung. Tak lama kemudian.... Ikan goreng permintaan sulung siap. Sulung makan dengan lahapnya.


Rarang datang dengan sekeranjang buah-buahan. Namun, ia tidak melihat si Leungli. "Di mana Leungli?" Rarang segera masuk ke rumah. "Apa kamu lihat ikanku?" Tanya Rarang kepada sulung. "Tidak," jawab sulung tanpa berpikir panjang. Ia sedang mengunyah potongan terakhir ikan gorengnya. Tibatiba sulung teringat sesuatu.... Dengan takut, sulung bertanya, "maksudmu... Ikan mas gemuk yang terlihat lezat itu?". Rarang melihat sisa ikan goreng di meja makan. "Ini kan Leungli, temanku," kata Rarang dengan sedih. "Maaf, Rarang. Aku tidak tahu," kata sulung. Rarang membawa duri-duri si Leungli ke pinggir danau. Ia menguburnya di sana, tempat mereka biasa bermain. Rarang sangat kehilangan si Leungli. Esoknya, Rarang kembali ke pinggir danau. Ia sangat terkejut! Dari tempat si Leungli dikubur, tumbuh pohon yang sangat indah. Batang pohon itu dari cekelat. Daun-daunnya dari gula-gula kapas yang harum. Buahnya dari permen-permen aneka berbentuk dan warna. Rarang mencoba satu permennya. "Hmm... Enak sekali!" Akhirnya... Rarang kembali tersenyum. Leungli tidak ingin Rarang terus bersedih. Ia memberi Rarang hadiah pohon ajaib agar temannya itu kembali ceria. Pesan moral: Kisah ini mengajarkan tentang kesabaran, keteguhan hati dan bersikap baik terhadap semua mahluk hidup dan saudara. Cerita Maling kundang Nama:I Putu Manik Arta Kencana Kls:IX'B No:11 Malin Kundang merupakan cerita rakyat yang berasal dari Sumatera Barat. Ia diketahui durhaka kepada ibunya dengan tidak mengakui ibunya setelah sukses merantau. Ibunya pun berdoa agar sanga anak dikutuk karena telah menyakiti hatinya yang telah membesarkan ia. Malin Kundang pun dikutuk menjadi sebuah batu karang Nilai moral yang bisa diambil dari cerita rakyat Malin Kundang adalah Jangan menyakiti doa orang tua, karena doa mereka akan sangat mudah dikabulkan. Terlihat dari doa ibu Malin yang menginginkan anaknya menjadi batu dan Malin langsung menjadi batu.


Si leungli Nama:Ni Luh Putu Sinta Anggraeni No:20 Kelas:IX"B Seorang anak yang ceria dan suka menyanyi, ia punya banyak teman hewan. Mereka membantu rarang mencari buah buahan. Namun, mereka belum sebelumnya.. Rarang masih punya satu teman lagi atau ia adalah seekor ikan masa kecil yng lincah. Rarang memberinya nama leungli, untuk memanggil si leungli rarang harus bernyanyi,mereka pun bermain bersama. Begitulah setiap harinya. Dan rarang tidak lupa memberikan leungli makan, leungli si ikan mas kecil pun menjadi besar. Sisiknya berwarna keemasan yang cantik. Pada suatu hari rarang mengajak si leungli pulang, sesampainya di rumah rarang menaruh leungli di teras,sementara itu, sulung pulang Sulung adalah saudara rarang. Ia lapar karna bermain dari tadi pagi. Namun si sulung melihat ikan si rarang, karna si sulung sangat lapar ia pun menyuruh ibu memasak ikan tersebut dan ia memakannya Sampai habis hanya tersisa tulangnya. Rarang datang dengan sekeranjang buah-buahan namun ia tidak melihat si leungli, rarang segera masuk ke rumah,rarang bertanya apakah kamu lihat ikanku? , Tidak jawab si sulung tanpa berpikir panjang dan rarang membawa duri" si leungli ke pinggir danau ia menguburnya di sana, tempat mereka bermain, keesokannya kuburan itu menjadi pohon yang sangat indah batang pohon itu dari coklat daunnya dari gula" kapas yang harum buahnya dari permen" leungli tidak ingin rarang terus bersedih ia memberi rarang pohon ajaib. Pesan moral: Kisah ini mengajarkan tentang kesabaran keteguhan ati dan bersikap baik terhadap seseorang. Putri Kemuning Nama:Ni Luh Putu Erlyana Putri No:19 Kls:IX'B Ada seorang raja dengan sepuluh putrinya.Ada putri merah, putri biru, putri kuning, putri ungu, dan lain-lain. Para putri senang bermain sepanjang hari.Mereka nakal dan manja, kecuali putri kuning. Ia putri yang ramah. Semua orang menyukainya. Suatu malam, raja mengumumkan bahwa ia akan pergi ke negeri yang jauh. "Jangan besedih, putri putriku. Ayah janji akan membawakan hadiah. Masing-masing boleh meminta satu hadiah," kata raja.satu persatu menyebutkan permintaan mereka. "Putri kuning mau hadiah apa?"tanya raja. Putri kuning menggeleng, "aku mau ayah cepat pulang". Saat sang raja pergi, para putri bebas bermain sepanjang hari. Para pengasuh dibuat kerepotan dan kelelahan. Hanya putri kuning yang tetap tenang. Hingga akhirnya sang raja pulang. Putri menyambut dengan gembira. Masing-masing mendapat hadiahnya, putri kuning juga. Putri kuning tampak cantik dengan pita merah. Putri merah iri, "seharusnya pita merah itu untukku. Berikan padaku!". Putri merah kesal ia berbohong kepada para putri lainnya, "Uhh...putri kuning mengambil pitaku,"katanya.Para putri percaya kepada putri merah. Mereka mulai mengganggu Putri kuning.Putri kuning akhirnya pergi dari istana, meninggalkan pohonnya yang baru berbunga. Esoknya, raja menerima laporan dari pengawalnya. Ada sebuah pondok yang penuh dengan bunga kemuning. Raja pun pergi ke pondok itu. Sang raja mengetuk pintu dengan pelan. Putri kuning terkejut melihat ayahnya datang bersama saudara-saudaranya. Para putri berjanji tidak akan menggangunya. Putri kuning pun setuju. Raja senang melihat kesepuluh putrinya bermain bersama. Pesan moral:jangan egois agar kita dijauhkan dari sifat iri dan dengki. Merawat Hewan Peliharaan Nama: I Putu Adrian Putra Pratam No: 9 Kelas: IXB Merawat Hewan Peliharaan 1 Aku Ciku si kucing lucu. Umurku dua belas minggu. Aku sudah tak menyusu pada ibu. Makanan ku adalah Makanan kaleng yang dibeli dari pet shop. Aku juga suka ikan kukus dan susu khusus untukku. Suatu hari aku diajak ke dokter. Oh, rupanya aku disuntik vaksin biar sehat. Padahal aku sudah disuntik sebulan yang lalu. Setelah itu, aku juga diberi obat cacing dan obat kutu. Ketika aku berumur enam belas minggu aku harus disuntik lagi. Tapi daripada aku sakit, lebih baik disuntik sekali lagi. Setelah itu, alu hanya perlu setahun sekali pergi ke dokter untuk vaksin ulang.


Ketika Ciku mau buang air atau air besar dia harus di biasakan untuk buang air di bak pasir supaya kotorannya tidak berantakan dan membuat tempatnya kotor. Aro rajin memandikan Ciku, lalu Aro menyisir bulu-buluku. Supaya tidak ada Kutu yang akan hidup di tubuh Ciku, dan Ciku juga bebas dari gatal-gatal yang bisa melukai kulit Ciku. Mandi dan menyisir bulu juga akan mengurangi bulu yang bisa dimakan Ciku. Jadi jika Ciku memakan bulunya sendiri, itu disebabkan oleh bulunya yang rontok, langsung tertelan begitu saja. Jika Ciku memakan terlalu banyak bulu rontok, akan ada bola-bola rambut dalam perut Ciku yang dimana bisa membuat perut Ciku mual. Kadang-kadang kucing seperti Ciku selalu menunjukan bahasa tubuhnya yang menandakan suasana hatinya. 2 Halo, aku seekor anjing bernama Gugu. Aku poenghuni baru rumah Lulu. Aku adalah kado ulang tahnu untuk Lulu. Seperti Ciku, Gugu juga selalu dimandikan dan di sisir oleh pemiliknya, supaya Gugu tetap bersih dan rapi. Gigi Gugu juga harus disikat dengan rutin, supaya giginya bisa kuat dan bersih. Ketika kita mau mendidik anjing, cara yang paling bagus adalah dengan mengajarkannya dengan sabar, supaya Gugu bisa mengerti lebih mudah. Gugu juga disuntik pada saat Gugu berumur empat bulan. Lulu rutin membawa Gugu ke dokter hewan. Gugu harus disuntik vaksin vaksin kesehatan, seperti vaksin rabies. 3 Aku Kupi, umur ku lima bulan. Aku dan keluargaku tinggal di rumah Sam. Pagi hari adalah waktu favoritku, karena saatnya bermain di halaman!. Sama dengan Si Ciku dan Si Gugu, pemilikku rajin memandikan Si Kupi dan adiknya, supaya jadi bersih dan wangi. Badan Kupi dicuci dengan air hangat dan sampo. Setelah dibilas, bulu Kupi dikeringkan dengan pengering rambut. Lalu Kupi disisir sampai bulunya lembut lagi. tetapi adiknya si Kupi belum boleh dimandikan, soalnya masih terlalu kecil. Beberapa bulan sekali Kupi dibawa ke dokter oleh Sam dan Kupi diperiksa dari ujung kuping sampai ujung kuku. Ibu dan Ayah Kuppi pernah disuntik rabies untuk kesehatan. Tapi Kupi dan adiknya belum pernah karena mereka masih terlalu kecil. Adiknya si Kupi suka pipis sembarangan. Kupi dulu juga begitu, tapi Sam selalu memindahkan Kupi kalau Kupi mau pipis. Lamalama Kupi pun menjadi terbiasa. Kupi paling suka makan sayur, apalagi wortel dan kangkung. Makanan yang paling baik untuk Kupi adalah sayuran layu agar tidak mengandung banyak gas. Pesan moral: Rawatlah peliharanmu dengan baik supaya peliharaanmu selalu sehat dan gembira, dan juga mengajarinya dan mendisiplinkannya supaya bisa menjadi peliharaan yang baik. Nama:Ni Luh Mila Julistya Dewi No:17 Kelas:IX'B Ringkasan dari Asal Mula Selat Bali Kalian tau ga?,dahulu kala pulau Bali dan pulau Jawa adalah satu kesatuan dan tak ada laut yang memisahkannya,pada suatu hari ada legenda dari mulut ke mulut yang menceritakan apa yang terjadi sehingga kedua pulau ini terpisah. Berikut adalah kisahnya. Pada zaman dahulu ada seorang pertapa sakti yang bernama Begawan Sidi Mantra,beliau terkenal dngn berbudi pekerti luhur dan memiliki pengetahuan agama yang tinggi. Begawan Sidi Mantra hanya memiliki seorang anak lelaki yang bernama Manik Angkeran sang begawan sangat menyayangi putra nya karena Manik Angkeran tidak pernah merasakan kasih sayang ibu,karena teramat sayang Manik Angkeran tumbuh menjdi anak yang manja dan senang berfoya foya Begawan Sidi Mantra selalu menasehati anaknya untuk menghentikan kebiasaan buruk nya pada suatu hari Manik Angkeran mulai terlilit utang dan makin menumpuk dia pun meminta bantuan kepada ayahnya,karena sang ayah iba beliau pun membantu Manik Angkeran Dengan kesaktiannya,Begawan Sidi Mantra beroleh petunjuk bahwa di ujung paling timur pulau jawa terdapat sebuah gunung yang menyimpan harta karun berlimpah Gunung yang pernuh harta Karun bernama GUNUNG AGUNG,konon gunung itu dijaga ular naga besar yang bernama NAGA BESUKIH,Naga itu adalah penjaga harta gunung agung Tanpa buang waktu Begawan Sidi Mantra pergi ke puncak gunung agung untuk memohon bantuan ke naga Besukih lalu naga Besukih mengasik emas dan intan yang telah di beri. Beliau menasehati untuk tidak bermain judi lagi tpi manik


angkeran tidak mendengar kn apa yang di katakan oleh Begawan Sidi Mantra. makin hari utang manik angkeran makin menumpuk lalu dia meminta lagi bantuan ke pada ayahnya dengan nahan malu Begawan sidi Mantra datang lagi ke naga Besukih untuk meminta bantuan dan naga besukih pun marah mendengar kn hal itu,dan dia berkata "aku akn menolong mu sekali ini saja, bantuan ku ini adalah terakhir kalinya. Manik Angkeran tidak mau berhenti dia semakin menjadi jadi,ai kembalii terlilit utang, ayahnya pun tidak mau membantu. Dengan berbagai cara manik angkeran mengetahui bahwa ayahnya meminta bantuan kepada Naga Besukih,lalu Manik angkeran mengikuti cara ayah nya dengan memanggil Naga Besukih dngn cara menggunakan genta milik ayah nya Naga Besukih pun merasa iba kepada Manik Angkeran lalu Naga besukih masuk ke dalam tanah untuk memberikan manik angkeran emas tetapi karena manik angkeran dibutakan oleh ketamakan dan timbul niat jahatnya, ia menghunus kerisnya dan memotong ekor sang Naga Besukih hingga putus Naga besukih terlihat kesakitan. Dengan sangat marah naga besukih mengejarnya,tetapi yng dia dapatkn hanya bekas tapak kaki manik angkeran,naga besukih sangat murka,lalu ia mengucapkan mantra dan menyemburkan api ke bekas tapak kaki Manik Angkeran.Manik angkeran pun terbakar dan menjadi abu. Sementara Begawan Sidi Mantra gelisah,lalu dia pergi ke gunung agung dan menemui Naga besukih.Betapa terkejut nya beliau mendapati ekor naga besukih putus,lalu dia bertanya "Wahai naga,apa yang telah terjadi?" "Lihatlah,anakmu telah memotong ekor ku,aku telah melenyapkan anakmu karena ia serakah" Dengan sedih sang begawan memohon kepada sang naga dan naga pun akan mengembalikan manik angkeran dengan satu syarat begawan harus menyambung ekor naga. Pesan moralnya:"Janganlah kita menghambur kn uang dan berfoya foya,karena masih banyak orang lain yang hidup berkekurangan,ketamakan hanya akan merugikan diri sendiri dan orng lain". Budi Daya ikan Hias Nama: I Gede Agus Weda Putra1 No: 1 Kelas: IX'B Bumi kita terdiri atas daratan dan air. Air merupakan bagian yang terbesar dari permukaan bumi.para ahli mengatakan bahwa hampir 78% permukaan bumi ini berupa air.permukaan air itu meliputi teluk-teluk,selat-selat,danaudanau,lau-laut dan samudera.jadi betapa luasnya sempitnya daratan yang kita tempati ini dibandingkan dengan luasnya permukaan laut. Saat ini usaha perikanan khususnya ikan hias merupakan alternatif usaha untuk menjalankan kegiatan perekonomian di indonesia.memang di masa lalu sektor perikanan sempat terabaikan,namun sekarang menjadi perhatian karena ternyata mempunyai ketahanan yang tinggi terhadap krisis ekonomi.hal yang mendukung sektor ini adalah hampir semua komponen produksinya berasal dari dalam negri dan beberapa produknya mempunyai pangsa pasar ekspor. Di bidang perikanan air tawar,ada dua bidang usaha berdasarkan komonitas,yaitu ikan konsumsi dan ikan hias.kedua bidang usaha tersebut dapat dikembangkan untuk menghasilkan nilai tambah berupa pendapatan maupun devisa negara. Untuk usaha budi daya ikan hias ada banyak jenis ikan yang dapat diusahakan,dari yang berharga murah sampai yang berharga mahal dan bernilai ekonomis tinggi.perdagangan ikan hias hingga saat ini masih di anggap kurang jelas bagi para pembudi daya.kendala perdagangan diakibatkan oleh rendahnya produktivitas. Indonesia dijuluki surga ikan hias karena ada sekitar 240 jenis ikan hias air tawar yang dapat diandalkan di pasar.dari berbagai jenis ikan hias itu yang banyak diminati oleh pembudi daya diantaranya *Rainbow *Kongo Tetra *Conydoras *Black Ghost Dari banyaknya jenis ikan di atas,saya akan menjelaskan asal dan penyebaran ikan rainbow dan kongos Tetra. 1.Rainbow:Rainbow berasal dari papua dan sebagaian benua australia. Jenis-jenis rainbow tersebut hidup terbesar muali dari daratan rendah sampai pegunungan dengan ketinggian 1500 m dari permukaan laut.tidaklah heran bila rainbow dijumpai mulai dari perairan rawa,sungai,hingga danau. 2.Kongo Tetra Kongo Tetra berasal dari sungai dan kolam di afrika kususnya afrika tengah.penyebaran kongo tetra ke indonesia karena didatangkan oleh pedagang atau importir ikan hias. Adapun kebiasaan hidup dan berkembang biak Ikan memiliki kemampuan menyesuaikan diri untuk mempertahankan keturunannya.kemampuan ini tidak begitu saja terjadi.akan tetapi memerlukan jangka waktu yang lama.Dalam ilmu biologi kemampuan ini di kenal sebagai evolusi. Adapun faktor penentu kualitas air Untuk memelihara ikan hias dibutuhkan air dengan kualitas yang bagus.kualitas air yang bagus dapat dicirikan dari beberapa parameter berikut ini: *Suhu:suhu air hangat berperan untuk kenyamanan ikan *derajat keasaman *Kandungan oksigen *Kekeruhan air *Kesadahan Ada juga sumber air yang cocok untuk ikan hias seperti: Air sumur,air sungai dan air leding. Persiapan sarana pemijahan


1.Wadah Pemijahan:Wadah pemijahan rainbow dan kongos tetra berupa aquarium kaca,bak plastik dan fiberglas. 2.Wadah Penetasan Telur:Tempat ini diperlukan untuk menampung dan menetaskan telur hasil pemijahan. 3.Wadah pendederan:Pendederan merupakan proses pengembangbiakan anak ikan 4.perlengkapan pemijahan antara lain:Tali Rapia,Tanaman air,Ijuk halus dan paduan tali rapia dengan saringan 5.Filter air:agar kondisi air seperti pH dan kekeruhan tetap stabil di perlukan filter. Pemilihan induk Tempat pemijahan sebaiknya sudah disiapkan minimal sehari sebelum induk di masukan. Keberadaan induk sangat mendukung keberhasilan pemijahan,untuk itu induk harus memenuhi syarat agar dapat dipijahkan dengan baik. 1.jenis Kelamin:agar dapat berpijah perlu adanya induk jantan dan induk betina. 2.umur:umur induk rainbow minimal sudah mencapai 6-7 bulan atau panjang tubuhnya 5cm.sedangkan kongo tetra minimal harus sudah berumur 8-12 bulan atau panjang tubuhnya sudah mencapai 5cm. 3.keadaan fisik:induk di pilih yang tidak cacat karena merupakan ikan sehat. SEKIAN. pesan moralnya ※※※※※※


Click to View FlipBook Version