The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

Pemanfaatan Limbah Kayu Untuk Permainan Edukasi Di Desa Wisata Sidowayah

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by mas anung, 2020-11-30 20:47:10

Pemanfaatan Limbah Kayu Untuk Permainan Edukasi

Pemanfaatan Limbah Kayu Untuk Permainan Edukasi Di Desa Wisata Sidowayah

Keywords: Limbah Kayu,Permainan edukasi,Desa Wisata,Sidowayah

Pemanfaatan Limbah Kayu untuk Permainan
Edukasi pada Taman Oasse di Desa Wisata

Edukasi Sidowayah Klaten

Rahmanu Widayat - Anung B Studyanto
Setyawan - Joko L Amboro - Ari Dartono

Ambar Mulyono - Yayan Suherlan

Industri Kreatif dan Budaya Visual
FAKULTAS SENI RUPA DAN DESAIN

UNIVERSITAS SEBELAS MARET
NOVEMBER 2020



Pemanfaatan Limbah Kayu untuk Permainan
Edukasi pada Taman Oasse di Desa Wisata
Edukasi Sidowayah Klaten

Pemanfaatan Limbah Kayu untuk Permainan Edukasi pada Taman
Oasse di Desa Wisata Edukasi Sidowayah Klaten

Penerbit
FSRD Publisher
Gedung IV Lantai I
FSRD UNS
Jl. Ir. Sutami 36A Kentingan 57126
Surakarta
Penulis
Rahmanu widayat
Anung B Studyanto
Setyawan
Joko Lulut Amboro
Yayan Suherlan
Ari Dartono
Ambar Mulyoni

Sampul
Anung
Tata Letak
Anung
Faiq
Jalu Pambarep

Riset Group Industri Kreatif dan Budaya Visual
Fakultas Seni Rupa Dan Desain
2020

PRAKATA

Puji syukur kehadirat Allah SWT, yang telah melimpahkan
rahmatnya sehingga penulisan Buku Dokumentasi Karya
Pemanfaatan Limbah Kayu untuk Permainan Edukasi pada Taman
Oasse di Desa Wisata Edukasi Sidowayah Klaten ini dapat
terselesaikan. Penelitian „Pemanfaatan Limbah Kayu untuk
Permainan Edukasi pada Taman Oasse di Desa Wisata Edukasi
Sidowayah Klaten ini sebagai salah satu upaya mewujudkan
konsep Penataan Kawasan Wisata Terpadu Sidowayah, sebagai
Pusat Pemerintahan dan Pendidikan, Kawasan Wisata, Kawasan
Agro Komplek, Kawasan Perdagangan dan Jasa, Industri Kreatif,
Kawasan Penyangga Konservasi Area, dan Kawasan Komersil‟.

Berangkat dari penyelesaian masalah bau ternak ayam di
tengah permukiman warga dan memanfaatkan sebuah bangunan
rumah bekas kandang ayam. Dengan alasan tersebut Taman
Omah Aneka Satwa dan Seni (OASSE) Kayuhan ini didirikan oleh
Warga masyarakat berinisiatif untuk membuat lokasi tersebut
sebagai Kampung yang hijau, asri serta tidak kumuh tanpa
meninggalkan existing rumah dan pekarangan mbah Amad
Danuri.

Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah dengan
memanfaatkan limbah kayu untuk permainan edukasi, mengingat
adanya ketersediaan limbah kayu di lingkugan Dukuh Kayuhan.
Penelitian kualitatif ini dengan metode eksperimentatif, digunakan
untuk menentukan kelayakan material limbah kayu menjadi
material yang potensial untuk desain permainan edukasi, demikian
juga dengan sspek struktur/kontruksi, finishing, dan estetik.
Pemanfaatan limbah kayu sebagai permainan edukasi diharapkan
dapat menambah daya tarik pengunjung Taman Oasse Desa
Wisata Sidowayah.

Kekurangan dalam penulisan buku ini tentu saja selalu ada,
untuk itu kritik, saran dan masukan sangat penulis harapkan.
Terakhir penulis berharap semoga buku ini dapat bermanfaat bagi
pengembangan keilmuan dan masyarakat umum.

Surakarta, November, 2020

Tim Penulis

DAFTAR ISI i
ii
HALAMAN SAMPUL iv
HALAMAN IDENTITAS V
RINGKASAN
DAFTAR ISI 1
1
1. PENDAHULUAN 3
A. Latar Belakang 3
B. Perumusan Masalah
C. Tujuan dan Manfaat Penelitian 4

2. METODE PENELITIAN 6
6
3. HASIL YANG TELAH DICAPAI
A. Hasil Penelitian dan Pembahasan 27

4. PENUTUP 29

DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN

1. PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Desa Sidowayah, Kecamatan Polanharjo, Kabupaten Klaten.

Secara geografis terletak pada 6o 51‟ 46“ -7o 11‟ 47“ LS dan 109o

40‟19“ -110o 03‟ 06“ BT. Selain memiliki potensi wisata, desa tersebut

juga merupakan desa yang memilik lahan tanah sangat subur,

dengan luas wilayah 224.4180 Ha, dengan peruntukan:

1. Persawahan/ Ladang : 174.3159 Ha

2. Kolam : 9.6226 Ha

3. Permukiman : 26.7715 Ha

4. Makam : 0.1168 Ha

Desa Sidowayah Terdiri 4 Kadus, 17 RT dan 8 RW. Data

kependudukan yang ada, warga desa terdiri atas Laki-Laki : 1702

Orang, Perempuan : 1905 Orang, dengan Jumlah KK : 1058 Orang.

Penataan Kawasan Wisata Terpadu Sidowayah

1. Pusat Pemerintahan dan Pendidikan, menjadi pusat

perkantoran antara lain kantor desa, kantor BUMDes, kantor

LKM, Polindes dan Pendidikan SD/MIN, Paud, TPA, Rumah

Tahfidz dan SMP.

2. Kawasan Wisata Terpadu antara untuk memanjakan

wisatawan yang bekunjung ke Sidowayah maka mulai

dibangun pengembangan wisata Umbul Kemanten, Wisata

Kebun Markisa, Home Stay, Wisata Danau Buatan, Outbond

Remaja, Fun Rubing, Susur Sungai, Kampong Dolanan dan

Joglo Edukasi Pertanian.

3. Kawasan Agro Komplek, dibidang pertanian Sidowayah

juga sudah lama berbenah untuk meningkatkan uasha

pertanian dan perikanan antara lainPertanian Organik baik

secara tradisional maupun moderen juga telah dibangun

rumah kompos. Selain itu juga dikembangkan peternakan

sapi, kambing, kelinci, itik, ayam serta perikanan dan

pembenihan ikan nila, lele dan budidaya lumut.

4. Kawasan Perdagangan dan Jasa, untuk lebih

meningkatkan ekononi masyarakat akan dibangun outlet

UKM, wisata kuliner ikan, pasar burung, pasar hewan, pasar

desa dan klitikan.

5. Industri Kreatif antara pengembangan usaha selimut,

handuk, block board, dolanan anak, rumah kemasan, kue

semprong, kripik jamur, emping, opor bebek dan nila bakar

maupun goreng.

6. Kawasan Penyangga Konservasi Area, antara lain

dikembangkannya budidaya kebun buah, kebun bunga,

kebun efogia, green garden RT, Pertanian Organik, apotik

hidup, lapangan olah raga, wisata religi.

7. Kawasan Komersil, untuk kawasan ini juga sudah mulai
diupayakan yaitu pembangunan pertokoan dan
perumahan.

Taman OASSE [Omah Aneka Satwa dan Seni]
Tinggal di lingkungan yang bersih rapi, sehat serta nyaman
merupakan impian setiap manusia, walau tidak sepenuhnyah hal
tersebut disadari warga masyarakat oleh karena berbagai sebab.
Program Kotaku kota tanpa kumuh member penyadaran kepada
masyarakat akan pentingnya kesadaran semua warga untuk
memiliki lingkungan hunian yang bersih, teratur sehat, serta
berkelanjutan.
Warga masyarakat Dusun Kayuhan Desa Sidowayah
Kecamatan Polanharjo merupakan salah satu dusun yang
warganya memiliki respon yang baik terhadap konsep Kotaku.
Kesadaran pentingnya tinggal di lingkungan yang asri, bersih,
teratur dan sehat baru disadari setelah adanya refleksi perkara
kumuh dalam kegiatan siklus Kotaku. Di pelopori oleh Wawan
Rohmad Widodo UPL dari LKM AMANAH [sekaligus tim penyusun
dokumen RPLP] juga perangkat Desa Sidowayah sebagi Kaur
Pembangunan. Masyarakat mulai sedikit menyadari ternyata
lingkungan mereka tinggal bisa terbilang kumuh, semua jalan yang
ada hampir semua tidak ada drainase. Sehingga saat hujan turun
jalan justru berubah fungsi menjadi aliran air. Kemudian juga
ditemukan di lingkungan mereka juga terdapat kandang ayam di
tengah permukiman yang itu cukup menggangu bau kotoranya
maupun lalat juga debu yang beterbangan menyebabkan gatal
di kulit.
Berangkat dari penyelesaian masalah bau ternak ayam di
tengah permukiman warga dan memanfaatkan sebuah bangunan
rumah bekas kandang ayam, masing-masing KK mengeluarkan
iuran senilai Rp 500 ribu untuk menyulap bangunan tersebut.
Hasilnya, bangunan kosong yang sebelumnya mangkrak itu kini
menjadi wahana yang disebut Omah Aneka Satwa dan Seni
(OASSE).
Taman [Aneka Satwa dan Seni] OASSE dalam pengelolaan
dan pengembangan wisata, warga tidak mengandalkan bantuan
dana dari pemerintah. Sebanyak 45 kepala keluarga (KK) di Dukuh
Kayuhan dengan dana sendiri iuran mengembangkan wisata
edukasi terhadap anak-anak.

„…ini berawal dari rasa semangat masyarakat untuk bisa ikut
mengembangkan wisata yang ada di Desa Sidowayah. Dari
situ kita sepakat untuk iuran saja setiap KK. Disini juga tidak
ada paksaan, ini murni dari keinginan warga langsung untuk

berinvestasi,” ujar warga setempat, Rohmat Widodo, Sabtu
(09/12/2017).

Omah Aneka Satwa dan Seni. Taman [Aneka Satwa dan
Seni] OASSE Kayuhan Desa Sidowayah, diresmikan pada 8
Desember 2017 oleh Bupati Klaten

Taman Oasse di Dk. Kayuhan Desa Sidowayah

Site Plane Taman Oasse

Beberapa wahana/failitas yang sudah berjalan di Taman Oasse
Kayuhan antara lain;

Panahan Sanggar Lukis

Mini Zoo Workshop Gerabah

Demi menjaga keberlanjutan dan memperpanjang umur
(lifetime) serta melestarikan hasil pembangunan infrstruktur
khususnya Taman Oasse Kayuhan, maka diusahakan dengan
usaha sebagai berikut :

1. Dibentuklah kepengurusan RT yang baru guna
mengoptimalkan kegiatan yang akan dilaksanakan
tingkat RT.

2. Bekerja sama dengan Ibu-ibu PKK RT Dk. Kayuhan untuk
mengembangkan RTH (Ruang Terbuka Hijau) berupa
Tanaman bunga/buah maupun horti di setiap halaman,
pekarangan maupun pinggir jalan lingkungan.

3. Bekerjasama dengan Karang Taruna RT mengembangkan
MINI ZOO (Kebun Binatang Mini), Memanah, Kuliner serta
Sanggar Lukis di Rumah mbah Amad Danuri (Alm).

4. Merintis kerjasama dengan istansi pemerintah [pemerintah
pusat/propinsi dan yang sangat ditunggu peran
perguruan tinggi], swasta dan BUMN.

Pengolahan Kayu Albasia di Desa Sidowayah
Pohon ALbasia adalah pohon yang banyak ditanam

masyarakat diberbagai daerah dalam kawasan hutan
rakyat. Saat ini diperkirakan luas perkebunan ALbasia
tersebut mencapai lebih dari 1 juta hektar. Kayu adalah
produk utama dari perkebunan ALbasia tersebut. Kayu
tersebut diolah menjadi berbagai produk dari kayu
gelondongan, kayu papan, kayu lapis, barecore, hingga
pallet. Kayu ALbasia termasuk kayu lunak dan dihasilkan dari
panen kayu dari perkenunan tersebut diusia pohon kurang
lebih 5 tahun. Sentra-sentra perkebunan ALbasia di Indonesia
terpusat pulau Jawa dan Kalimantan.

Limbah dari pengolahan Kayu ALbasia berupa serbuk
gergaji [sawdust], potongan-potongan kayu, kulit kayu dan
kayu serutan [planner shaving]. Kebanyakan dari limbah
tersebut belum dapat dimanfaatkan dengan maksimal, dan
bahkan mencemari lingkungan.

Industri pengolahan Kayu ALbasia yang paling banyak
dan sederhana adalah penggergajian kayu [swa mill],
menurut data yang ada setiap pengrajin kayu ALbasia rata-
rata menghasilkan limbah serbuk gergaji 3M3/hari setara
dengan 600kg/hari, sehingga untuk 10 swa mill saja dihasilkan
6ton/hari serbuk gergaji dengan kadar air rata-rata 30%.
[http://inovasibiomasa.blogspot.com/, 2018]

Usaha pengolahan Kayu ALbasia di Desa Wisata
Sidowayah sudah berdiri sejak lama. Pabrik olahan kayu
ALbasia berupa Blockboard berada di Dukuh Kayuhan,
dengan melibatkan tenaga kerja dari lingkungan setempat.

Gambar 3. Kondisi tempat pengolahan Kayu ALbasia di Sidowayah

Disisi lain timbul permasalahan terkait aktifitas tersebut,
permasalahan yang sejak lama belum dapat teratasi.
Permasalahan yang muncul diantaranya :

- Polusi suara dan polusi udara
- Debu yang beterbangan [masuk lewat sela-sela

genteng]
- Limbah menumpuk [keterbatasan pengolaahan

limbah], sementara hanya dipergunakan untuk
bahan bakar pembuatan Tahu di Tegalgondo.
- Mesin Oven yang bekerja 24 jam [membuat bising
dirasakan terutama saat malam hari]
- Rentan terhadap kebakaran [sudah 3 kali terjadi
kebakaran] yang sangat membahayakan, apalagi
jika terjadi di malam hari.

Ada beberapa kendala dalam mengatasi
permasalahan tersebut, diantaranya;

- banyaknya tenaga kerja yang terlibat.
- pengelola yang dapat bermasyarakat dengan

baik, sehingga timbul rasa sungkan diantara
tetangga.

- limbah kayu besar dipergunakan tetangga untuk
kayu bakar.

B. Perumusan Masalah
Kurangnya daya tarik Taman Oasse dan perlunya inovasi

baru untuk menarik pengunjung, dan mengacu pada
permasalahan diatas maka rumusan permasalahan yang dapat
diambil:.
1. Bagaimana keberadaan limbah kayu di lingkungan Desa

Wisata Sidowayah
2. Menentukan metode pemanfaatan dan pengolahan limbah

kayu yang optimal untuk bahan material pembuatan produk
kreatif.
3. Bagaimana memanfaatkan limbah kayu yang ada di
lingkungan Desa Wisata Sidowayah menjadi material
permainan edukasi.

C. Tujuan dan Manfaat Penelitian
Tujuan Penelitian

1. Identifikasi dan klasifikasi material limbah kayu yang ada
di lingkungan Desa Wisata Sidowayah

2. Mencari metode yang tepat dalam pemanfaatan
limbah kayu sebagai material pembuatan produk kreatif.

3. Pemanfaatan limbah kayu sebagai permainan edukasi
untuk menambah daya tarik pengunjung Taman Oasse
Desa Wisata Sidowayah

Manfaat Penelitian
1. Pemberdayaan limbah kayu menjadi produk kreatif di
Desa Sidowayah
2. Pengembagan desain permainan edukasi berbahan
dasar kayu limbah
3. Upaya peningkatan kuantitas dan kualitas kegiatan
ekonomi kreatif bagi karang taruna dan ibu rumah
tangga.

2. METODE PENELITIAN

Permasalahan yang dirumuskan akan dipecahkan melalui
metode-metode penelitian, antara lain :

1. Metode eksperimentatif, digunakan untuk menentukan
kelayakan material limbah kayu menjadi material yang
potensial untuk desain permainan edukasi.

2. Metode kualitatif, yang dimaksud dengan penelitian kualitatif
adalah jenis penelitian yang temuan-temuannya tidak
diperoleh melalui prosedur statistik atau bentuk hitungan
lainnya. (Strauss, Anselm & Juliet Corbin, 2003: 4). Penelitian
dilakukan dengan cara tafsir dalam berbagai konteks.

Lokasi dan Waktu Penelitian
Lokasi penelitian di Desa Sidowayah, di Taman Kayuhan Oasse.
Waktu penelitian tahun 2020.

Sumber Data
a. Limbah Kayu
b. Proses eksplorasi sampai wujud jadi prototype permainan
edukasi material kayu
c. Pengembangan desain permainan edukasi material kayu
Taman Oasse Kayuhan Sidowayah.
d. Narasumber –informan, terdiri dari desainer produk, ahli
ekonomi, dan pelaku industri mainan kayu.

Teknik Pengumpulan Data
a. Studi Pustaka (Mencatat Isi Dokumen, Arsip, dan Benda Fisik
Lain) Dokumen adalah data-data yang sudah diterbitkan.
b. Wawancara
Wawancara dapat dilakukan secara terpisah atau individual
(perorang) maupun secara panel yaitu dalam satu kali
wawancara sekaligus beberapa orang. Bentuk wawancara
ada dua yaitu terstruktur dan wawancara tak terstruktur yang
disebut wawancara mendalam atau in-depth interviuwing
(Sutopo, 2002: 58).
c. Observasi
Observasi digunakan untuk menggali data dari sumber data
yang berupa produk permainan kayu yang sudah ada.

Validitas Data
Validitas data menggunakan trianggulasi. Ada empat

macam trianggulasi yaitu: 1) trianggulasi data – data triangulation,
2) trianggualsi periset –investigator triangulation, 3) trianggulasi
metodologis –methodological triangulation, dan 4) trianggulasi

teoretis –theoritical triangulation– (HB. Sutopo, 2002: 78). Untuk
penelitian ini diambil dua trianggualsi, yaitu:

a. Trianggulasi data –data triangulation : disebut juga
trianggulasi sumber, maksudnya data yang sejenis, akan lebih
mantap kebenarannya bila digali dari beberapa sumber
data yang berbeda –nara sumber yang berbeda.

b. Trianggulasi metodologis –methodological triangulation :
dengan mengumpulkan data sejenis tetapi dengan
menggunakan teknik pengumpulan data yang berbeda
seperti dengan metode wawancara, observasi, dan content
analysis.

Analisis Data
Analisis secara harafiah mempunyai arti: 1) memeriksa

sesuatu untuk mengetahui bahan-bahan apa yang digunakan
untuk membuat sesuatu, 2) memecah-mecah sesuatu menjadi
bagian-bagian guna memahami keseluruhan dari sesuatu itu, 3)
memecah-mecah sesuatu menjadi bagian-bagian guna memberi
komentar atau menilai sesuatu itu secara keseluruhan (Dwi
Marianto, 2002: 15). Berdasarkan pengertian tersebut analisis data
maksudnya memeriksa produk permainan edukasi dari kayu, untuk
mengetahui

- bahan/material,
- struktur/kontruksi,
- finishing,
- estetika
dan mampu mengevaluasi data-data yang dikumpulkan sehingga
menghasilkan desain atau wujud Permainan Edukasi. Desain akan
diterjemahkan ke dalam gambar kerja dan divisualkan 3 dimensi
melalui proses gambar teknik, 3D modeling, dan prototyping

3. HASIL DAN PEMBAHASAN

A. Hasil Penelitian Dan Pembahasan
Kayu albasia merupakan salah satu jenis kayu khas dari

daerah tropis. Di Indonesia, kayu ini sangat familier dan banyak
terdapat di Pulau Jawa. Kayu albasia merupakan salah satu jenis
kayu tropis yang memiliki nilai komersial yang sangat baik dalam
pasar komoditas. Pohon albasia memiliki masa pertumbuhan yang
tergolong cepat jika dibandingkan dengan jenis pohon tropis
lainnya. Pohon albasia sudah bisa dipanen atau ditebang pada
saat usia pohon 5 tahun. Bahkan dalam usianya yang baru 3
sampai 4 tahun saja banyak orang yang sudah dapat menjualnya
dalam rangka penjarangan di kebun.Tingginya permintaan atas
pohon albasia, sebab setiap pabrik pengolahan kayu yang berdiri
pasti membutuhkan kayu albasia.

Di Jawa pohon Albasia dikenal dengan nama sengon
sedang di Sunda dikenal dengan nama jeungjing dan
séngghung untuk penyebutan daerah Sumba, sedang dalam
bahasa Inggris dikenal dengan nama silk tree. Ciri-ciri kayu albasia:

1. Jenis kayu yang lunak, jika dipegang terasa empuk
hampir mirip dengan kayu randu atau kayu kapuk.

2. Warna : teras kayu atau bagian tengah kayu berwarna
agak putih dan ada juga sebagian dari kayu albasia
yang teras kayunya berwarna coklat muda pucat.
Akan tetapi secara umum kayu albasia memiliki warna
yang sama dengan warna bagian tengah yaitu
berwarna putih.

3. Tekstur : kebanyakan kayu albasia bertektur kasar
4. Bau atau aroma: apabila baru ditebang atau kondisi

basah, kayu albasia memiliki bau mirip dengan kayu
petai. Tetapi bau tersebut akan hilang dengan
sendirinya ketika kayu albasia sudah mongering.
5. Permukaan kayu : kayu albasia memiliki permukaan
sedikit agak licin dan mengkilap.

1. Pabrik pengolahan kayu di Sidowayah
Salah satu potensi yang terdapat di Desa Sidowayah

yaitu Pabrik Triplek yang terletak di Dusun Kayhuan, Desa
Sidowayah, Kecamatan Polanharjo, Kabupaten Klaten.
Pemilik pabrik ini adalah Bapak Taufik yang telah merintis
pabrik ini sejak tahun 2009, yang dalam waktu 5 bulan
terakhir ini telah membuka sebuah pabrik baru yang terletak
di sebelah pabrik yang lama. Karyawan pabrik ini kurang
lebih ada 25 orang yang kebanyakan merupakan penduduk

sekitar dan terdapat satu orang kepala kerja yang
bertanggung jawab atas urusan kepegawaian.

Setiap harinya pabrik ini bisa menghasilkan lebih dari
100 lembar triplek yang biasa dipasarkan ke Solo, Boyolali,
Klaten, Sragen, dan Semarang. Pengiriman dilakukan
berdasarkan jadwal yang sudah ada yaitu : 3x seminggu
dimana setiap toko membutuhkan 70 lembar triplek.

Bahan baku kayu olahan [albasia] tersebut berasal dari
kayu log, sisa kayu dari pabrik olahan kayu di daerah
Karangpandan, Karanganyar. Material kayu berupa batang
kayu dengan panjang kisaran 2meter, dengan diameter
kisaran 7-8cm.

Gambar 5. Kayu log, sisa dari pabrik pengolahan kayu lapis di Karangpandan

Material kayu log tersebut kemudian dilakukan
pemotongan, untuk didapatkan batangan kayu dengan
tebal 2cm dan panjang kisaran 50cm. Potongan kayu
tersebut yang dipergunakan oleh pabrik pengolahan kayu di
Sidowayah menjadi kayu lapis.

Gambar 6. Batang kayu, sisa dari Kayu log, menjadi bahan baku utama
pembuatan kayu lapis di Desa Sidowayah

2. Pengembangan Desain Permainan Edukatif
Bermain adalah suatu kegiatan yang dilakukan

dengan atau tanpa mempergunakan alat yang
menghasilkan pengertian atau memberikan informasi,
memberikan kesenangan, maupun mengembangkan
imajinasi pada anak. Montessori (Sudono 2000; Wulan Adiarti,
2009) seorang tokoh pendidikan menekankan bahwa ketika
anak bermain, ia akan mempelajari dan menyerap segala
sesuatu yang terjadi dilingkungan sekitarnya.

Alat permainan edukatif dapat berupa apa saja yang
ada disekeliling kita misalnya sapu, piring, gelas, sendok
plastik, tutup panci, bangku kecil, dan lain-lain. Tetapi prinsip
dasar dalam pemanfaatan APE adalah alat-alat tersebut
dibuat sendiri dari bahan-bahan yang sudah tidak terpakai
lagi atau bahan-bahan yang mudah didapat disekitar kita.
Pemanfaatan bahan limbah sebagai sumber belajar dan
media konkrit yang alamiah perlu diimplementasikan secara
kontinyu dan konsisten dalam aktivitas pembelajaran di
taman kanak-kanak agar mendapatkan hasil yang maksimal.
(Wulan Adiarti, 2009)

a. Eksplorasi material
Eksplorasi yang dapat dilaksanakan berangkat

dari dimensi kayu limbah, yakni papan kayu dengan
lebar kisaran 5cm, tebal 1.5cm dan panjang kisaran
40cm. Keterbatasan dimensi menjadi tantangan
tersendiri dalam mengolah kayu limbah tersebut. Salah
satu upaya yang dapat dilakukan, dengan merangkai
kayu tersebut agar didapatkan ukuran yang lebih
besar. Ragam permainan ini biasa disebut dengan
puzzle.

AB CD E F GH I J

K L MN OP QR S T

- - U V WX Y Z - -

abcdef ghi j

k l mn o p q r s t

- - u v wx y z - -

1234567890

Gambar 7. Pola puzzle sederhana

Material utama yang dipergunakan dalam pembuatan
permainan edukasi ini adalh limbah kayu Albasia, yang
banyak dijumpai di sekitar Taman Oasse. Untuk keperluan
kontruksi perlu kombinasi material kayu lainnya, agar didapat
desain permainan edukasi yang lebih fungsional. Kayu lapis
dan kayu jati belanda, serta kayu Mahoni menjadi pilihan
dalam melakukan kombinasi material.

Gambar 8. Puzzle kayu abasia, bahan dasar pembuatan permainan edukasi

b. Eksplorasi Kontruksi
Dimensi limbah kayu Albasia yang ada sangat

kecil, sehingga tidak banyak jenis profil kayu yang
dapat diterapkan pada desain/pembuatan permainan
edukasi. Disisi lain karakter Kayu Albasia yang sangat
lunak juga memberi kesulitan tersendiri dalam
mengeskplorasi jenis-jenis profil kayu.

Pelbagai percobaan yang dilakukan, ada 2 jenis
sambungan / profil kayu yang dapat diaplikasikan
pada limbah kayu Albasia, yakni;
1. Sambungan/profil lidah dan alur sesuai dengan

karakter Kayu Albasia dan dimensinya. Type
sambungan kayu type Lidah Bersponing dan Alur
dapat digunakan pada kayu dengan arah
memanjang, seperti limbah Kayu Albasia yang
melimpah.

Gambar 9. Tampak samping dan proyeksi sambungan kayu type lidah
bersponing dan alur

Gambar 10. Kayu limbah Albasia yang diprofil untuk keperluan kontruksi

2. Sambungan/Profil Bibir lurus adalah jenis sambungan
yg sangat sederhana, kekuatan sambungan lemah
sebab masing-masing ditakik separo, sehingga
dipakai untuk batang yg semua permukaannya
terbendung (contoh balok tembok/murplat).

Gambar 11. Tampak samping dan proyeksi sambungan kayu type Bibir
Lurus

Gambar 12. Penerapan sambungan/profil kayu type Bibir Lurus pada pembuatan
permainan edukasi limbah kayu Albasia

c. Eksplorasi Finishing
Bahan dasar struktur yang digunakan untuk

permainan edukasi berbahan limbah kayu Albasia
permukaan luarnya perlu di-finishing agar tampilannya
indah dan awet. Dan juga untuk menutupi beberapa
kelemahan kayu pada warna, tekstur dan daya tahan
pada benturan dan keadaan cuaca. Pilihan finishing
Transparan dan Non Transparan diujicobakan pada
permainan edukasi berbahan limbah kayu Albasia.

1. Transparan
Pilihan atas finishing transparan antara

lain Politur, Melamic, Nitro Cellulose (NC),
Polyurethane (PU), dan Waterbased lacquer.
Pelbagai finishing transparan yang ada dipilih
jenis finishing Waterbased lacquer dengan
pertimbangan ramah lingkungan dan lebih
nyaman untuk anak-anak. Waterbased
lacquer menggunakan pencair air murni dan
resin yang tertinggal dipermukaan kayu.
Lapisannya tahan air dan goresan.
Menggunakan pencair air murni dan resin
yang tertinggal dipermukaan kayu.
Lapisannya tahan air dan goresan.

Gambar 13. Aplikasi finishing Waterbased lacquer pada
pembuatan permainan edukasi limbah kayu Albasia

2. Non Transparan
Finishing Transparan yang banyak

beredar dipasaran antara lain :Cat Duco,
Laminate, Veneer, HPL (High Pressure
Laminate), PVC (Polyvinyl Carbonate),
Decosheet, Tacon/Tacosheet. Cat Duco
adalah methode penyemprotan cat duco
pada permukaan permainan edukasi, menjadi
pilihan dalam eksplorasi finishing Non
Tranparan, Warnanya bervariasi seperti

baturan dan warna-warna menyolok. Cocok
untuk permainan edukasi bernuansa modern,
minimalis. Harganya relatif mahal dan bila
sudah dicat, serat asli tidak bisa dikembalikan
lagi. Pengaplikasiannya menggunakan
semprot atau kuas. Dengan kemajuan
tehnologi dan desain sekarang ini, memiliki
deret warna yang panjang, berbagai motif
dapat dibuat dari cat ini, seperti motif batu,
marmer, motif pecah seribu maupun motif
perak, tembaga dan emas.

Gambar 14. Aplikasi finishing Cat Duco pada pembuatan
permainan edukasi limbah kayu Albasia

3. Kombinasi Transparan dan Non Transparan
Proses finishing yang dilakukan pada

pembuatan permainan edukasi limbah kayu
Albasia juga menggunakan kombinasi finishing
Transparan dan Non Transparan. Finishing
dengan menggunakan Cat Acrylic
dipergunakan untuk membuat motif pada
permukaan limbah kayu Albasia, dan finishing
Waterbased lacquer untuk bagian lainnya.

Gambar 15. Aplikasi finishing kombinasi, Cat Acrylic dan
Waterbased lacquer pada pembuatan permainan edukasi

limbah kayu Albasia

4. KESIMPULAN DAN SARAN

A. Kesimpulan
Penelitian „Pemanfaatan Limbah Kayu untuk

Permainan Edukasi pada Taman Oasse di Desa Wisata
Edukasi Sidowayah Klaten ini sebagai salah satu upaya
mewujudkan konsep Penataan Kawasan Wisata Terpadu
Sidowayah, sebagai Pusat Pemerintahan dan Pendidikan,
Kawasan Wisata, Kawasan Agro Komplek, Kawasan
Perdagangan dan Jasa, Industri Kreatif, Kawasan Penyangga
Konservasi Area, dan Kawasan Komersil‟.

Antusias pihak pengelola Taman Oasse yang sangat
tinggi atas hasil produk penelitian ini, hingga menginginkan
adanya pendampingan pada pengembangan desain dan
produksi permainan edukasi berbahan limbah kayu pada
kegiatan lanjutan berikutnya.

B. Saran

Pemanfaatan limbah kayu di Desa Sidowayah sebagai

material pembuatan Permainan Edukasi meliputi tahap

eksplorasi material, struktur/kontruksi, dan finishing. Perlu

dilakukan ujicoba kepada anak-anak di lingkungan Taman

Oasse Dk. Kayuhan Desa Sidowayah, serta kajian lebih

mendalam bagi pengembangan desain permainan edukasi

pada tahap selanjutnya.

DAFTAR PUSTAKA

Adiarti, Wulan , 2009, Alat Permainan Edukatif Berbahan
Limbah Dalam Pembelajaran Sains Di Taman Kanak-Kanak,
Lembaran Ilmu Kependidikan, Jilid 38 No. 1, Semarang, Universitas
Negeri Semarang

Strauss, Anselm & Juliet Corbin, 2003. Dasar-dasar Penelitian
Kualitatif Tatalangkah dan Teknik-teknik Teoritisasi Data, terj.
Muhammad Shodiq dan Imam Muttaqien. Yogyakarta: Pustaka
Pelajar.

Sutopo, H.B., 2002. Metode Penelitian Kualitatif, Surakarta:
Sebelas Maret University Press.

http://inovasibiomasa.blogspot.com/2018/07/produksi-pellet-
dan-briket-dari-limbah.html diakses 02022020, 21.34

https://klaten.sorot.co/berita-4164-oasse-sidowayah-hasil-
patungan-warga-hingga-jadi-wisata-edukasi-dan-kebun-
binatang.html diakses 02022020, 21.42

LAMPIRAN
- Informasi Produk Penelitian

Limbah Kayu Albasia

Limbah Kayu Albasia

Limbah Kayu Albasia

Limbah Kayu Albasia
Limbah Kayu Albasia
Limbah Kayu Albasia

Proses pembuatan permainan edukasi berbahan dasar Limbah
Kayu Albasia

Proses pembuatan permainan edukasi berbahan dasar Limbah
Kayu Albasia

Proses pembuatan permainan edukasi berbahan dasar Limbah
Kayu Albasia

Proses pembuatan permainan edukasi berbahan dasar Limbah
Kayu Albasia

Produk permainan edukasi berbahan dasar Limbah Kayu Albasia

Produk permainan edukasi berbahan dasar Limbah Kayu Albasia

Produk permainan edukasi berbahan dasar Limbah Kayu Albasia

Produk permainan edukasi berbahan dasar Limbah Kayu Albasia

Produk permainan edukasi berbahan dasar Limbah Kayu Albasia

Produk permainan edukasi berbahan dasar Limbah Kayu Albasia

Terima Kasih

Universitas Sebelas Maret
Lembaga Penelitian Dan Pengabdian UNS

Fakultas Seni Rupa Dan Desain
Pemerintah Desa Sidowayah
Taman Oasse Dk. Kayuhan Sidowayah
Himpunan Mahasiswa Desain Interior

Tatanen Wood Working

Riset Group Industri Kreatif dan Budaya Visual
FAKULTAS SENI RUPA DAN DESAIN
UNIVERSITAS SEBELAS MARET


Click to View FlipBook Version