Azhar Publisher © 2022 YOYOK RAHAYU BASUKI Kumpulan Dongeng SEMUT
KUMPULAN DONGENG SEMUT Azhar Publisher Perum Bumi Mondoroko Raya BA 103 Malang © 2022
Hak Cipta Dilindungi Undang-undang KUMPULAN DONGENG SEMUT Penulis : Yoyok Rahayu Basuki, S.Pd Perancang cover : Yoyok Rahayu Basuki, S.Pd Ukuran Buku : 10,5 x 14,8 cm Diterbitkan oleh Azhar Publisher Perum Bumi Mondoroko Raya BA 103 Malag Tahun 2022
01 S emut memiliki lebih dari 12.000 jenis (spesies), semua semut tergolong serangga anggota suku Formicidae. Semut tersebar hampir di segala penjuru dunia namun sebagian besar hidup di kawasan tropika. Semut juga dikenal sebagai serangga sosial, hal ini dikarenakan semut menjalani kegiatan mereka secara bersama-sama atau berkoloni, satu koloni semut biasanya beranggotakan ratusan bahkan sampai ribuan semut yang memiliki tugas masing-masing, seperti: semut pekerja, semut pejantan, dan ratu semut. Tugas dari semut pekerja adalah untuk merawat ratu semut dan semut muda, mencari Mengenal Semut
02 makan, dan membuang kotoran. Semut pejantan untuk mengawasi konflik di antara koloni dan menjaga sarang mereka. Yang terakhir adalah semut ratu, tugasnya adalah membuahi telur semut dan memperbanyak keturunan untuk menambah jumlah anggota dalam koloni, dan apabila sang ratu semut mati koloni tersebut tak bisa menambah anggota koloni lagi dikarenakan tidak ada lagi yang bisa menetaskan telur. Meskipun semut tergolong memiliki ukuran tubuh yang kecil, namun semut juga dikenal sebagai hewan yang sangat kuat. Dibandingkan dengan gajah yang hanya dapat menopang beban seberat dua kali dari tubuhnya, semut jantan dapat menopang lima puluh kali dari berat tubuhnya. Meskipun ukuran tubuhnya yang relatif kecil, semut termasuk hewan terkuat di dunia. Semut jantan mampu
03 menopang beban dengan berat lima puluh kali dari berat badannya sendiri, dapat dibandingkan dengan gajah yang hanya mampu menopang beban dengan berat dua kali dari berat badannya sendiri. Semut hanya tersaingi oleh kumbang badak yang mampu menopang beban dengan berat 850 kali berat badannya sendiri. Semut telah menguasai hampir seluruh bagian tanah di Bumi. Hanya di beberapa tempat seperti di Islandia, Greenland, dan Hawaii, mereka tidak menguasai daerah tesebut. Beberapa jenis semut sangat dikenal oleh manusia karena hidup bersama-sama dengan manusia, seperti semut hitam, semut besar, semut merah, semut api, dan semut rangrang. Rayap terkadang disebut semut putih namun sama sekali berbeda kelompok dari semut walaupun mereka memiliki struktur sosial yang sama.
04 Semut dan Belalang Semut dan P ada suatu hari di musim panas, di sebuah ladang di hutan yang rimbun, seekor Belalang sedang melompat-lompat riang, berkicau dan bernyanyi sepuas hati. Pada saat itu seekor semut lewat, membawa dengan susah payah butir jagung yang dia bawa ke sarangnya. “Hai semut, kamu sedang apa. Ayo kemari dan bermain denganku. Lihat hari ini sangat cerah,” kata Belalang, “Ayo kita nikmati hidup kita!” “Aku sedang menyimpan makanan untuk
05 musim dingin,” kata si Semut, “dan aku menyarankanmu untuk melakukan hal yang sama.” “Kenapa repot-repot menyiapkan makanan untuk musim dingin, musim dingin masih lama?” kata Belalang. “Lihat banyak sekali makanan saat ini, ini tidak akan habis.” Tapi Semut tidak memperdulikan ajakan si Belalang. Dia melanjutkan perjalanan dan melanjutkan kerja kerasnya. Sementara itu Belalang kembal i bernyanyi dan memainkan violinnya. Ketika musim dingin tiba, Belalang mendapati dirinya lemah karena kelaparan, sementara itu semut-semut terlihat berbahagia dan bersenangsenang. Mereka membagikan, setiap hari, jagung dan biji-bijian dari lumbung makanan yang mereka kumpulkan di musim panas.
06 H o Kwan dari Kuang Nan adalah pria yang baik hati dan tidak pernah membunuh makhluk hidup apa pun. Dia memiliki kendi berisi seribu keping perak yang dia simpan di peti mati. Semut putih, yang jumlahnya sangat banyak di distriknya, menyerbu peti mati dan memakan sebagian dari perak itu. Ketika keluarganya menemukan apa yang telah terjadi, mereka menelusuri semut-semut itu ke sebuah gua berlubang di mana jutaan dari mereka Ho Kwan dan Kawanan Semut Ho Kwan dan Kawanan Semut
07 tinggal. Mereka berpikir jika mereka memasukkan semua semut ini ke dalam w a d a h , m u n g k i n m e r e k a b i s a mendapatkan kembali sebagian dari perak yang hilang. Tetapi Ho menolak rencana itu, dengan mengatakan: "Saya tidak tega melihat semua makhluk yang banyak ini dibunuh karena sejumlah kecil perak." Jadi mereka membiarkan masalah itu berlalu. Malam itu Ho Kwan bermimpi puluhan tentara berbaju besi putih datang kepadanya, memintanya untuk masuk ke kereta yang mereka bawa dan datang ke istana raja mereka. Ho Kwan melanjutkan perjalanan dengan para prajurit ke sebuah kota di mana orang-orangnya terlihat makmur dan semua bangunannya megah. Banyak perwira datang menemuinya dan membawanya ke istana yang indah. Raja, yang mengenakan pakaian
08 kerajaan, turun dari takhta, dan memberi hormat kepada Ho Kwan, sambil berkata: "Dengan tindakan kebaikan Anda, kami telah diselamatkan dari musuh kami. Meskipun tidak melupakan kebaikan Anda, kurangnya disiplin yang ketat di antara rakyat saya menyebabkan terjadi beberapa masalah baru-baru ini, tetapi dengan belas kasihan Anda mereka telah diselamatkan dari bencana. Bagaimana saya bisa membiarkan kebaikan Anda berlalu tanpa berbalas kali ini? Ada sebuah pohon di dekat tempat tinggal Anda mudah dikenali, tempat di masa lalu orang mengubur toples penuh dengan perak ambillah untuk dirimu sendiri, tetapi keturunanmu akan menuai apa yang telah kamu tabur." Setelah ini Ho Kwan dikawal kembali ke rumahnya sendiri seperti sebelumnya, oleh tentara bersenjata. Ketika dia bangun, dia merenungkan mimpi itu dan
09 menemukan bahwa itu adalah pekerjaan semut. Jadi dia menggali tempat itu seperti yang diberitahukan oleh raja mereka dan menemukan sebuah kendi yang terkubur di dalamnya selama bertahun-tahun. Seperti yang dikatakan raja Semut, putra Ho Kwan menjadi ulama terkemuka.
10 ada suatu masa hiduplah seekor Pgajah yang sangat bangga dengan ukurannya yang besar, dia selalu mengganggu hewan lain di hutan dan mengolok-olok mereka. Suatu hari saat dia berjalan melalui hutan dan melihat seekor burung beo hinggap di pohon. “Hei, kamu sedang apa disana? Apakah kamu tidak melihat saya lewat, saya adalah hewan paling kuat di hutan, ayo sujud kepada saya? Kamu tidak tahu dengan siapa kamu berbicara, saya akan mengajari kamu untuk menghormati Gajah dan Semut
11 saya!” Burung beo tidak sujud pada gajah. Gajah yang marah memegang seluruh pohon d e n g a n b e l a l a i n y a d a n m u l a i menggoyangnya sehingga burung beo tidak bisa duduk di pohon itu lagi dan terbang pergi. Gajah yang sombong itu seperti biasa kemudian berjalan pergi ke sungai untuk minum air. Tepat di samping sungai hiduplah seekor semut di sebuah bukit semut kecil, setiap hari semut itu mengumpulkan makanan dan setiap hari gajah akan mengganggu semut. Saat gajah sedang minum air ia melihat semut. Gajah kemudian mengambil air dengan b e l a l a i n y a y a n g b e s a r d a n menyemprotkan ke semut, Air merusak makanannya dan semut menjadi benarbenar basah. Semut sangat marah pada gajah, dia bersumpah akan segera memberi gajah pelajaran, Pada hari berikutnya ketika semut melangkah
12 keluar untuk mengumpulkan lebih banyak makanan dia melihat gajah sedang tidur. Semut segera membuat rencana, dia diam-diam berjalan di dekatnya dan menyelinap ke belalai gajah, begitu masuk dia mulai menggigitnya. Semut terus menggigit gajah, sampai gajah bangun dan mulai berteriak kesakitan. Semut mendengar gajah berteriak dan terus menggigit gajah itu yang sekarang sangat kesakitan dan mulai menangis, Semut yang mendengar tangisan gajah keluar dari belalainya. Gajah terkejut melihat semut kecil itu, dia sangat takut semut akan menggigitnya lagi, sehingga dia berlutut dan mulai meminta maaf, “Tolong maafkan saya, saya tidak akan pernah menyusahkan Anda lagi.” Gajah menyadari kesalahannya dan berlalu dari s a n a d a n g a j a h t i d a k p e r n a h menyusahkan siapa pun setelah hari itu,
13 ahulu kala, belalang, burung air Ddan semut yang kelaparan s e p a k a t b e k e r j a s a m a , memutuskan bahwa semut yang akan menyiapkan nasi, sedangkan belalang dan burung air menyiapkan hidangan lainnya untuk menemani nasi. Semut dapat memperoleh beras dengan menggigit kaki seorang wanita yang membawa beras dalam keranjang, dan Burung, Belalang dan Semut
14 burung air menangkap ikan. Mereka sedang menunggu belalang ketika mereka mendengar teriakan minta tolong dari dalam ikan. Mereka membelah ikan ternyata belalang ada didalamnya, menyeka keringat di dahinya, yang membuatnya botak, membuat dahinya mulus dan licin. Belalang mengatakan kepada burung air dan semut bahwa dialah yang menangkap ikan itu. Ini membuat burung air mengerutkan kening dan cemberut, mengubah paruhnya menjadi panjang dan runcing. Semut tertawa terbahak-bahak sehingga pinggangnya menjadi kecil.
15 ahulu kala. Ada seekor unta yang Dberjalan di padang pasir dengan beban di punggungnya. Unta ini sangat lelah dengan beban yang dibawanya sehingga ingin pemiliknya beristirahat sesegera mungkin. Unta, melihat oasis hijau subur di tengah gurun, menyadari bahwa pemiliknya akan beristirahat di sana, dia mempercepat langkahnya untuk beristirahat di bawah naungan pepohonan. Pemilik Unta membiarkan unta untuk Unta dan Semut
16 beristirahat di bawah pohon dan kemudian menurunkan beban pada unta. Unta menjadi sangat ringan setelah bebannya diambil. Unta meminum airnya dan pulih, lalu mulai melihat-lihat. Dia melihat sepotong jerami bergerak di tanah. Unta memperhatikan dan melihat seekor semut di bawah jerami. Unta itu tercengang ketika dia menyadari bahwa semut itu membawa sepotong jerami yang sepuluh kali lebih berat darinya.
karena walaupun dia sangat besar dia hanya bisa membawa 4-5 karung beban. lalu dia memanggil semut. Dia bertanya, "Hai saudara semut, bagaimana Anda bisa membawa beban sepuluh kali lebih berat dari berat Anda, tetapi saya tidak bisa membawa beban yang setengah dari berat saya sendiri?" Semut menyisihkan potongan jerami yang dibawanya kemudian berkata: 'Ada hal yang tidak diketahui saudara unta! Saya memikul beban ini baik untuk diri saya sendiri maupun untuk temanteman saya,' jawabnya semut sambil kembali berjalan mengangkat jerami. 17
18 P agi itu hujan baru saja berhenti. Di Hutan kecil tempat tinggal para hewan itu tampak basah oleh sisasisa air hujan. Semut menikmati pemandangan itu dengan riang gembira. Tiba-tiba ia mendengar suara aliran air sungai yang menarik hatinya. Lantas ia pun berjalan ke arah sungai itu, hendak melihat-lihat. Semut tidak tahu bahwa sungai setelah hujan cukup berbahaya, sebab arus airnya deras. Merpati dan Semut
19 Sesampainya di sungai, ia takjub dengan keindahan pemandangan yang ada di depannya. Ia pun mendekat ke tepi sungai, hendak mencoba merasakan kesegaran air sungai yang tampak bening itu. Sayang, ia kurang berhati-hati. Ia terpeleset dan kecebur ke dalam sungai. Arus air yang deras menyeret tubuhnya yang kecil. “Tolooong… tolooong…,” teriak semut. N a m u n , t i d a k a d a h e w a n y a n g mendengarnya. Suara semut terlalu pelan, sedangkan suara air sungai terlalu keras. Di sebuah pohon tidak jauh dari situ, s e e k o r b u r u n g m e r p a t i s e d a n g bertengger dengan santai. Ia menikmati udara hutan yang begitu sejuk dan menyegarkan. Tiba-tiba matanya tertuju pada sesosok semut yang tampak sedang berusaha menyelamatkan diri di tengah arus sungai yang deras.
20 “Kasihan sekali semut itu,” batin merpati. “Aku harus menyelamatkannya.” Merpati terbang ke tepi sungai, lalu memungut daun yang jatuh dari pohon. Lantas ia terbang lagi dan menjatuhkan daun itu di dekat semut. Dengan sekuat tenaga, semut berusaha naik ke daun itu, dan berhasil. Akhirnya ia pun selamat. “Terima kasih, hai Merpati!” teriak semut. Namun, sepertinya merpati tidak mendengarnya. Burung itu Iangsung terbang entah ke mana. Beberapa hari setelah kejadian itu, merpati sedang bertengger di batang pohon favoritnya. Di tempat itu, ia bisa melihat pemandangan yang indah sambil menikmati udara yang sejuk. Saat itu merpati tidak tahu bahwa ada seorang pemburu yang sedang mengincarnya. Pemburu itu mengarahkan senjatanya ke merpati. Ia bergerak dengan perlahan supaya tidak menimbulkan suara yang
21 bisa membuat merpati kaget. Dan benar saja, merpati masih belum sadar dengan keberadaan si pemburu. Ia sedang berada dalam bahaya. Pemburu bersiap untuk menarik pelatuk senjatanya. Namun, tiba-tiba ia berteriak keras, lalu menjatuhkan senjatanya itu. Olala… rupanya seekor semut menggigit tangannya. Ya, semut itu adalah semut yang dulu pernah ditolong oleh merpati. Mendengarkan teriakan si pemburu, merpati Iangsung terbang. Ia sadar b a h w a i a b a r u s a j a l o l o s d a r i marabahaya. Dari kejauhan ia melihat semut yang melompat dari tangan si pemburu. Sadarlah ia bahwa semut itu telah menyelamatkan hidupnya. “Terima kasih semut!” teriak merpati sambil terbang menjauh, menghindari si pemburu. Semut mendengar ucapan itu. Ia sangat senang karena bisa membalas budi baik merpati.
22 ikisahkan di sebuah hutan yang Ds a n g a t l e b a t , t i n g g a l l a h bermacam-macam hewan, mulai dari semut, gajah, harimau, badak, burung dan sebagainya. Pada suatu hari datanglah badai yang sangat dahsyat. Badai itu datang seketika sehingga membuat panik seluruh hewan penghuni hutan itu. Semua hewan panik dan berlari ketakutan menghindari badai yang datang tersebut. Keesokan harinya, matahari muncul Ulat dan Semut
23 dengan sangat hangatnya dan kicauan burung terdengar dengan merdunya, namun apa yang terjadi? banyak pohon di hutan tersebut tumbang berserakan sehingga membuat hutan tersebut menjadi hutan yang berantakan. Seekor ulat sedang menangis dan bersedih akan apa yang telah terjadi di sebuah pohon yang sudah tumbang. "Hu..huu...betapa sedihnya kita, diterjang badai tapi tak ada tempat satupun yang aman untuk berlindung..huhu.." sedih sang ulat meratapi keadaan. Dari balik tanah, muncullah seekor semut yang dengan sombongnya berkata "Hai ulat, lihatlah aku, aku terlindungi dari badai kemarin, tidak seperti kau yang ada diatas tanah, lihat tubuhmu, kau hanya menempel di pohon yang tumbang dan tidak bisa berlindung dari badai" kata sang Semut dengan sombongnya. Si Semut semakin sombong dan terus
24 berkata demikian kepada semua hewan yang ada di hutan tersebut, sampai pada suatu hari si Semut berjalan diatas lumpur hidup. Si Semut tidak tahu kalau ia berjalan diatas lumpur hidup yang bisa menelan dan menariknya kedalam lumpur tersebut. "Tolong...tolong....aku terjebak di lumpur hidup..tolong", teriak si semut. Lalu terdengar suara dari atas, "Kayaknya kamu lagi sedang kesulitan ya, semut?" si Semut menengok ke atas mencari sumber suara tadi, ternyata suara tadi berasal dari seekor kupu-kupu yang sedang terbang diatas lumpur hidup tadi. "Siapa kau?" tanya si Semut galau. "Aku adalah ulat yang waktu itu kau hina" jawab si Kupu-kupu. Semut merasa malu sekali dan meminta bantuan si Kupukupu untuk menolong dia dari lumpur yang menghisapnya. "Tolong aku kupukupu, aku minta maaf waktu itu aku
25 sangat sombong sekali bisa bertahan dari badai cuma hanya karena aku berlindung dibawah tanah". Si kupu-kupu akhirnya menolong si Semut dan semutpun selamat serta berjanji ia tidak akan menghina semua makhluk ciptaan Tuhan yang ada di hutan tersebut.
26 D ikisahkan bahwa Nabi Sulaiman alaihi salam melihat seekor semut yang hidup di atas batu kering di padang pasir yang tandus. Nabi Sulaiman bertanya kepada semut tersebut, “Wahai semut, apakah engkau yakin ada makanan yang cukup bagimu di sini?” Semut menjawab, “Aku percaya bahwa rezeki ada di tangan Allah, aku yakin di atas padang pasir yang tandus ini ada rezeki untukku”. Semut dalam Botol
27 Nabi Sulaiman bertanya kembali, “Wahai semut, berapa banyak rezeki yang engkau peroleh dari Allah dalam waktu setahun?” “Sebesar biji gandum”, jawab semut itu. Kemudian Nabi Sulaiman memberikan sebiji gandum kepada semut tersebut, dan memeliharanya di dalam sebuah botol. Genap satu tahun berlalu, Nabi Sulaiman membuka botolnya dan mendapati semut tersebut hanya memakan sebagian biji gandumnya saja. “Mengapa engkau hanya memakan sebagian dan tidak menghabiskannya?”, tanya Nabi kepada semut. Kemudian semut pun menjawab: “Bila aku ada di atas batu, aku pasti akan makan apapun yang banyaknya sama seperti sebiji gandum untuk setahun, kerana makanan itu aku cari sendiri dan rezeki itu datangnya dari Allah, dan Allah
tidak pernah lupa padaku. Tetapi bila Engkau masukkan aku ke dalam botol dan memeliharaku, rezekiku bergantung padamu, dan aku tak percaya kepadamu. Sebab itulah aku makan setengah saja dan aku sisakan untuk satu atau dua tahun yang akan datang. Aku takut Engkau lupa.” 28
29 ada suatu ketika hiduplah raja Psemut yang tamak. Setiap hari, raja semut menyuruh prajuritnya mencari makanan yang besar dan banyak. Pagi-pagi, datang semut prajurit pertama melapor. Semut prajurit pertama menemukan seekor bangkai lalat di tanah lapang. “Lalat terlalu kec i l. Tidak akan Raja Semut yang Tamak
mengenyangkan. Tidak usah ke sana!?” kata raja semut, sama sekali tidak menanggapi laporan semut prajurit pertama. Siangnya, datang prajurit semut kedua melapor.Prajurit semut kedua itu melihat ada seekor bangkai capung di kebun. “Capung masih kecil. Tidak akan mengenyangkan. Tidak usah pergi!” kata raja masih belum tertarik dengan laporan prajurit semut kedua. Barulah pada sore hari, datang prajurit semut ketiga.Prajurit semut ketiga melapor pada raja semut jika ia melihat ada bangkai kerbau di dekat sawah. Maka dengan gembira raja semut berseru,”Ayo, saatnya kita mencari m a k a n . B a n g k a i k e r b a u b i s a mengenyangkan kita semua!” Namun, ternyata semut prajurit ketiga itu keliru dengan penglihatannya.Kerbau yang dikiranya sudah mati itu ternyata 30
masih hidup.Namun, terlambat. Para semut sudah terlanjur mengerubungi bangkai kerbau yang tergeletak di atas rumput. Sang kerbau saat itu sedang berbaring istirahat setelah seharian bekerja. Karena sekujur tubuhnya banyak dikerubungi semut. Maka kerbau pun langsung lari dan melompat ke dalam sungai. Para semut tidak sempat melarikan diri dari tubuh kerbau. Sehingga prajurit semut pun banyak yang hanyut dan mati terbawa arus sungai.Sang raja semut sedih. Raja semut kini menyesal karena terlalu serakah dan kurang perhitungan. 31
Azhar Publisher © 2022 YOYOK RAHAYU BASUKI Kumpulan Dongeng SEMUT Semut memiliki lebih dari 12.000 jenis (spesies), semua semut tergolong serangga anggota suku Formicidae. Semut tersebar hampir di segala penjuru dunia namun sebagian besar hidup di kawasan tropika. Semut juga dikenal sebagai serangga sosial, hal ini dikarenakan semut menjalani kegiatan mereka secara bersamasama atau berkoloni, satu koloni semut biasanya beranggotakan ratusan bahkan sampai ribuan semut yang memiliki tugas masing-masing, seperti: semut pekerja, semut pejantan, dan ratu semut.