VIII
KOMPETENSI INTI: INDIKATOR PENCAPAIAN
KOMPETENSI:
1.Menghargai dan menghayati ajaran
agama yang dianutnya. Menampilkan sikap spiritual dari
pengalaman belajar adab bersosial
2.Menunjukkan perilaku jujur, media
disiplin, tanggung jawab, peduli Menunjukkan perilaku yang
(toleransi, gotong royong), santun mencerminkan dari pengalaman
dan percaya diri dalam berinteraksi belajar adab bersosial media
secara efektif dengan lingkungan Menjelaskan pengertian sosial
sosial dan alam dalam jangkauan media
pergaulan dan keberadaannya. Menyebutkan macam-macam dan
jenis sosial media
3.Memahami pengetahuan (faktual, Mengidentifikasi dampak positif
konseptual dan prosedural) dan negatif sosial media
berdasarkan rasa ingin tahunya Menerapkan adab bersosial media
tentang ilmu pengetahuan, dalam pandangan Islam
teknologi, seni, budaya terkait Mempraktikkan adab bersosial
fenomena dan kejadian tampak media yang baik dalam kehidupan
mata. sehari-hari
4.Mencoba, mengolah dan menyaji
dalam ranah konkret
(menggunakan, mengurai,
merangkai, memodifikasi dan
membuat) dan ranah abstrak
(menulis, membaca, menghitung,
menggambar dan mengarang)
sesuai dengan yang dipelajari di
sekolah dan sumber lain yang sama
dalam sudut pandang/teori.
KOMPETENSI DASAR:
1.Menghayati adab bersosial media
yang baik sesuai ketentuan Islam
2.Menjalankan adab bersosial media
yang baik dalam kehidupan
sehari-hari
3.Menerapkan adab bersosial media
4.Mempraktikkan contoh adab
bersosial media yang baik dalam
kehidupan sehari-hari
MATERI AKTIVITAS KETERAMPILAN
Pengertian sosial Membaca dan Information
media menyimpulkan literacy
pengertian sosial media
Macam-macam Menunjukkan macam- Communication
dan jenis sosial macam dan jenis
sosial media
media
Adab bersosial Mengidentifikasi adab Critical thinking
media bersosial media
Dampak negatif Menemukan dampak Critical thinking
bersosial media negatif bersosial
media
Menurut KBBI, media secara harfiah berarti
alat (sarana) komunikasi seperti koran, majalah,
radio, televisi, film, poster dan spanduk.
Sedangkan kata sosial (social) berarti berkenaan
dengan masyarakat. McGraw Hill Dictionary
mendefinisikan media sosial adalah sarana yang
digunakan oleh orang-orang untuk berinteraksi
satu sama lain dengan cara menciptakan, berbagi,
serta bertukar informasi dan gagasan dalam
sebuah jaringan dan komunitas virtual.
Media sosial adalah sebuah media online,
dengan para penggunanya bisa dengan mudah
berpartisipasi, berbagi dan menciptakan isi
meliputi blog, jejaring sosial, wiki, forum dan
dunia virtual. Blog, jejaring sosial dan wiki
merupakan bentuk media sosial yang paling
umum digunakan oleh masyarakat di seluruh
dunia.
Jika media tradisional menggunakan media
cetak (koran, majalah, buletin, dll) dan media
broadcast (radio, televisi), maka media sosial
menggunakan internet. Media sosial mengajak
siapa saja yang tertarik untuk berpartisipasi
dengan memberik kontribusi dan umpan balik
secara terbuka, memberi komentar, serta
membagi informasi dalam waktu yang cepat dan
tak terbatas.
Content communities memiliki
tujuan utama untuk berbagi konten
media diantara para pengguna,
termasuk di dalamnya adalah teks,
foto, video dan powerpoint
presentation (PPT). Para pengguna
tidak perlu membuat halaman profil
pribadi.
Social networking sites
memungkinkan para pengguna untuk
terhubung dengan menciptakan
informasi profil pribadi dan
mengundang teman serta kolega
untuk mengakses profil dan untuk
mengirim surat elektronik serta
pesan instan. Profil pada umumnya
meliputi foto, video, berkas audio,
blogs dan lain sebagainya. Contoh
dari social networking sites adalah
Facebook, MySpace dan Google+.
Andreas M. Kaplan dan Michael Virtual games worlds merupakan
Haenlein membagi berbagai jenis media
sosial ke dalam 6 (enam) jenis, yaitu: platform yang mereplikasi
Collaborative projects memungkinkan lingkungan ke dalam bentuk tiga
adanya kerjasama dalam kreasi
konten yang dilakukan oleh dimensi yang membuat para
beberapa pengguna secara stimulan,
contohnya seperti Wikipedia. pengguna tampil dalam bentuk
Beberapa situs jenis ini mengizinkan
penggunanya untuk melakukan avatar pribadi dan berinteraksi
penambahan, menghilangkan atau
mengubah konten. Bentuk lain dari berdasarkan aturan-aturan
collaborattive projects adalah social
bookmarking yang mengizinkan permainan.
koleksi berbasis kelompok dan
peringkat kaitan internet atau Virtual social worlds memungkinkan
konten media.
Blogs merupakan salah satu bentuk para inhabitan untuk memilih
media sosial yang paling awal yang
tumbuh sebagai web pribadi dan perilaku secara bebas dan untuk
umumnya menampilkan date-
stamped entries dalam bentuk hidup dalam bentuk avatar dalam
kronologis. Jenis blog yang sangat
populer adalah blog berbasis teks. sebuah dunia virtual yang sama
dengan kehidupan nyata. Contohnya
adalah Second Life.
Dapat dimanfaatkan
sebagai media
promosi/iklan dan
pemberitahuan secara
up to date, serta
manfaat hiburan
lainnya seperti
komunitas, kuis,
game, dll.
Sebagai sarana untuk
mengembangkan
keterampilan dan
sosial
Mempermudah proses komunikasi dan memperluas
jangkauan komunikasi.
Dapat belajar mengembangkan keterampilan teknis dan
sosial yang sangat dibutuhkan di zaman digital.
Memperluas jaringan pertemanan.
Media pertukaran dan mencari data/informasi.
Kemudahan memperoleh informasi.
Kemudahan bertransaksi dan berbisnis dalam bidang
perdagangan.
Kecanduan
Berkurangnya perhatian
terhadap keluarga
Tergantikannya kehidupan sosial
Menjadikan sebagai anti sosial
Tersebarnya data penting yang
tidak semestinya
Membuat prestasi belajar
menurun
Tumbuhnya sikap hedonisme dan
konsumtif
Seseorang yang menghabiskan
waktunya di depan komputer akan
jarang berolahraga sehingga
kecanduan aktivitas ini dapat
menimbulkan kondisi fisik yang
lemah, bahkan obesitas.
Memungkinkan terjadinya
kerusakan fisik
Menurunkan kemampuan sosial dan
membaca bahasa tubuh.
Kejahatan dunia maya (cyber
crime).
Pornografi
Penipuan
Carding
Perjudian
Ajaran Islam terkait etika bermedia sosial sudah ada.
Setidaknya terdapat beberapa etika dalam bermedia sosial,
antara lain:
Tabayyun (cek dan ricek) - (QS. al-Hujurat [49]: 6)
َٰٓيَأُّيَه ا ٱَّلِذيَن َءاَم ُنٓو۟ا ِإن َجٓاَءُكْم َفاِس ٌۢق ِبَنَبٍإ َفَتَبَّيُنٓو۟ا َأن
ُتِص يُبو۟ا َقْو ًۢم ا ِبَجَٰه َلٍة َفُتْص ِبُحو۟ا َع ٰىَل َم ا َفَع ْلُتْم َٰنِدِم يَن
"Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu
orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan
teliti agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada
suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang
menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu."
Tidak menyebarkan kebencian dan membuat berita
palsu (hoax)
Menyampaikan informasi dengan benar - (QS. al-
Hajj [22]: 30)
ۗ َٰذ ِلَك َوَم ن ُيَع ِّظ ْم ُحُرَٰم ِت ٱلَّلِه َفُه َو َخْيٌر َّلُهۥ ِع نَد َرِّبِهۦ
َوُأِح َّلْت َلُكُم ٱَأْلْنَٰع ُم ِإاَّل َم ا ُيْتٰىَل َع َلْيُكْم ۖ َفٱْجَتِنُبو۟ا
ٱلِّرْجَس ِم َن ٱَأْلْو َٰثِن َوٱْجَتِنُبو۟ا َقْو َل ٱلُّزوِر
"Demikianlah (perintah Allah). Dan barangsiapa
mengagungkan apa-apa yang terhormat di sisi Allah
maka itu adalah lebih baik baginya di sisi Tuhannya.
Dan telah dihalalkan bagi kamu semua binatang ternak,
terkecuali yang diterangkan kepadamu keharamannya,
maka jauhilah olehmu berhala-berhala yang najis itu
dan jauhilah perkataan-perkataan dusta."
Haram menebar fitnah, kebencian dan
hal-hal maksiat/buruk lainnya
Media sosial digunakan untuk amar ma'ruf
nahi munkar yang menjamin dan mengatur
kebebasan ekspresi yang sesuai dengan
syari'at - (QS. Ali Imran [3]: 104)
َوْلَتُكن ِّم نُكْم ُأَّم ٌة َيْدُعوَن ِإىَل ٱْلَخْيِر َوَيْأُم ُروَن
ِبٱْلَم ْع ُروِف َوَيْنَه ْو َن َع ِن ٱْلُم نَكِر ۚ َوُأ۟و َٰٓلِئَك ُهُم
ٱْلُم ْف ِلُحوَن
"Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat
yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada
yang ma'ruf dan mencegah dari yang munkar;
merekalah orang-orang yang beruntung."
Tidak digunakan untuk
mengolok-olok orang lain -
(QS. al-Hujurat [49]: 11
َيا َأُّيَه ا اَّلِذيَن آَم ُنوا اَل َيْس َخْر َقْو ٌم ِم ْن َقْو ٍم َع َس ٰى
َأْن َيُكوُنوا َخْيًرا ِم ْنُه ْم َواَل ِنَس اٌء ِم ْن ِنَس اٍء َع َس ٰى
َأْن َيُكَّن َخْيًرا ِم ْنُه َّن ۖ َواَل َتْلِم ُزوا َأْنُفَس ُكْم َواَل
َتَناَبُزوا ِباَأْلْلَقاِب ۖ ِبْئَس ااِل ْس ُم اْلُفُس وُق َبْع َد
اِإْليَم اِن ۚ َوَم ْن َلْم َيُتْب َفُأوَٰلِئَك ُهُم الَّظ اِلُم وَن
"Hai orang-orang yang beriman, janganlah sekumpulan
orang laki-laki merendahkan kumpulan yang lain, boleh
jadi yang ditertawakan itu lebih baik dari mereka. Dan
jangan pula sekumpulan perempuan merendahkan
kumpulan lainnya, boleh jadi yang direndahkan itu lebih
baik. Dan janganlah suka mencela dirimu sendiri dan
jangan memanggil dengan gelaran yang mengandung
ejekan. Seburuk-buruk panggilan adalah (panggilan)
yang buruk sesudah iman dan barangsiapa yang tidak
bertobat, maka mereka itulah orang-orang yang zalim."
Agar pengguna media sosial terhindar dari hal-hal yang
negatif, disamping mengikuti ketentuan-ketentuan yang ada
serta memanfaatkan jejaring sosial secara benar dan sesuai
dengan norma-norma di masyarakat, kita juga harus pandai
memanfaatkan jejaring sosial lebih baik untuk hal-hal sebagai
berikut:
memanfaatkan media sosial
untuk pembelajaran online
sehingga belajar dan mengajar
tidak monoton dan lebih
menyenangkan
menggunakan jaringan internet
secara bijak sehingga tidak
menjadi orang yang candu akan
jejaring sosial
membuat grup untuk sarana
diskusi pelajaran
berbagi informasi penting
menyalurkan hobi menulis
dengan menggunakan fasilitas
note
memanfaatkan media sosial untuk penyimpanan data, seperti
video, mp3 dan foto
mengimplementasikan fungsi dan tujuan sosial media dengan
baik dan benar, gunakan peluang yang ada sebagai sarana
yang positif
QS. an-Nur [24]: 4
QS. al-An'am [6]: 112
EVALUASI
1.Sebutkan dan jelaskan secara singkat contoh
pemanfaatan media sosial untuk kontribusi dalam
beragama!
2.Apa hikmah di balik pemanfaatan media sosial
secara bijak?
PENGEMBANG
Nor Hilmi Wati
1911101013
PAI 3, Semester V (lima)
UINSI Samarinda
DAFTAR PUSTAKA
Hasyim, Yusuf. Akidah Akhlak MTs
Kelas VIII. Jakarta: Kementerian
Agama RI, 2020.
Pengembangan Bahan Ajar PAI I