PENUTUP A. Kesimpulan Tradisi uang japuik mengandung makna saling menghargai antara pihak keluarga perempuan dengan pihak keluarga laki-laki. Ketika pihak keluarga laki-laki dihargai dalam bentuk uang japuik, maka sebaliknya pihak keluarga perempuan dihargai dengan uang atau emas yang dilebihkan nilainya dari uang japuik. Dalam perkembangan uang japuik telah terjadi perubahan diantaranya: perubahan objek dalam bentuk benda ke mata uang, perubahan besar nilai uang japuik, serta cara pembayaran uang japuik. Saat ini ada juga sebagian masyarakat yang dalam pelaksanaan pemberian uang japuik diberikan oleh calon pengantin laki-laki kepada pihak perempuan karena ketidakmampuan pihak perempuan untuk memberikan uang japuik yang diminta mamak dan keluarganya sehingga pihak laki-laki memberikan harta/barang sebagai uang japuik pada pihak perempuan yang nantinya juga diberikan kepadanya. 47
Tradisi uang japuik ini dipandang sebagai kewajiban pihak keluarga perempuan yang membayar calon suaminya dengan jumlah yang disesuaikan status sosial laki-laki. Kebanyakan uang japuik ditentukan dari status sosial marapulai (pengantin pria). Status sosial adalah kedudukan seseorang dalam suatu masyarakat, uang japuik akan ditetapkan oleh kedua belah pihak setelah acara batimbang tando dan akan diberikan pada saat akad nikah oleh pihak keluarga perempuan kepada pihak keluarga laki-laki saat acara manjapuik marapulai. B. Saran Setiap daerah memiliki adat dan tradisi masingmasing, maka dari itu penulis berharap agar kedepannya tradisi uang japuik ini tetap berjalan seperti biasanya dan juga perlunya mensosialisasikan tradisi uang japuik supaya masyarakat luar mengetahui dengan benar tentang tradisi uang japuik. Karena tradisi uang japuik merupakan suatu tradisi yang harus kita jaga, agar tradisi ini tetap menjadi ciri khas dalam acara pernikahan di Kota Pariaman. 48
INDEKS A Anak Daro, 8,10,12,13,14,15,16 B Bajapuik, 8,9,10,12,13,15 Badoncek, 9 C Cerdik Pandai, 8 M Mamak, 8,9,10,11,12,13,14,15,16 Marapulai, 8,9,10,11,12,13,15 Manjalang Mintuo, 10,11,13,15 N Niniak Mamak, 13,14,15 P Pariaman, 2,3,5,10,13 Perkawinan 8,9,10,11,12 S Status Sosial 11,12,13,14,15,16 T Tradisi 4,8,9,10,11,12 U Uang Ilang 8,9,10 Uang Japuik 4,8,9,10,12,13,14,15,16 49
BIODATA PENULIS Hilda Fetria Armel adalah nama penulis buku paket informasi ini. Lahir pada tanggal 27 Juli 2001, di Duri Kabupaten Bengkalis Provinsi Riau. Penulis merupakan anak ke 1 dari 3 bersaudara, dari pasangan Syafrimel dan Fetria. Penulis pertama kali masuk pendidikan SD Negeri 53 Gajah Sakti, lalu penulis melanjutkan pendidikan ke SMP Negeri 4 Mandau. Setelah tamat di SMP Negeri 4, penulis melanjutkan SMA ke SMA Negeri 2 Mandau. Dan pada tahun 2019 penulis terdaftar sebagai Mahasiswa di Universitas Negeri Padang, Fakultas Bahasa dan Seni, Departemen Ilmu Informasi dan Perpustakaan, Program Studi Informasi Perpustakaan dan Kearsipan. Dengan ketekunan dan motivasi yang tinggi untuk terus belajar dan berusaha. Penulis berhasil menyelesaikan pembuatan produk paket informasi ini. Semoga dengan pembuatan produk paket informasi ini mampu memberikan kontribusi positif bagi dunia pendidikan. Akhir kata penulis mengucapkan rasa syukur yang sebesar-besarnya atas terselesaikannya produk paket informasi "Tradisi Uang Japuik dan Status Sosial Laki-laki Pariaman". 50