RUANG KOLABORASI MODUL 1.4 KELOMPOK 3 DARA IRAWATI INDAH BUDIATI KANAH RINI MARYANI TEDI GUNAWAN
LANGKAH-LANGKAH RESTITUSI APA SAJA YANG SUDAH DIJALANKAN OLEH IBU SANTI? Stabilkan identitas =Bu Santi memanggil Fifi dan Natali serta menanyakantentang laporanIbuEni.Disinitidakmencari siapa yangsalahatausiapayangbenar,tapi lebih fokuspadamencari solusi atasapayangtelah Fifi danNatali lakukan.Karenasetiap orang pasti pernahmelakukan kesalahan Validitas tindakan =Bu Santi bertanya alasan mereka melakukan haltersebut,danapayang merekarasakan setelahmelakukan hal tersebut. Menanyakankeyakinan =Bu Santibertanya tentang keyakinan kelasdankeyakinansekolah, kemudianmenanyakanhal-hal yang merekalanggar tentang keyakinan kelasdankeyakinan sekolah tersebut. Dan bertanya apa yang akan mereka lakukan setelah melakukanpelanggaranterhadapkeyakinankelasdankeyakinan sekolah seperti yang merekalakukan padaBu Eni.
MENURUT ANDA, APAKAH RESTITUSI YANG DIUSULKAN FIFI DAN NATALI SUDAH SESUAI DENGAN PELANGGARAN YANG TELAH DIBUAT? APAKAH LANGKAH-LANGKAH RESTITUSI YANG TELAH DIUSULKAN MEREKA? Paparan restitusi yang diusulkan sudah sesuai Adapun langkah-langkah restitusinya adalah; Mengakui kesalahan Memperbaiki kesalahan dengan caramenyelesaikan tugasnya melalui diskusi kelompok dengan tema keyakinankelas,kemudianmenyampikangagasannyake bu eni danmengirimkanpenyelesaian tugas keemailbu Eni Menerapkan keyakinan kelasdalamkehidupan sehari-hari di sekolah
JIKA ANDA ADALAH PAK HASAN, BAGAIMANA ANDA MENYIKAPI LANGKAH YANG DITEMPUH IBU SANTI? PakHasanmemberikan apresiasi atasapayang telah dilakukan olehBuSanti dalam menangani permasalahan antaraguru dansiswadimana buSanti mampumengambil perankontrol sebagaimanajer DALAM KASUS DI ATAS, POSISI APAKAH YANG TELAH DIAMBIL OLEH IBU ENI DALAM MENANGANI FIFI DAN NATALI? JELASKAN JAWABAN ANDA. Bu Eni memposisikan diri sebagai guru yang membuat siswamerasabersalah; Padaposisi ini menggunakankeheningan yang membuat orang lainmerasatidak nyaman,bersalah atau rendahdiri Posisiteman,Bu Eni padaposisi initidak menyakiti Natali danFifi namun tetap berupayamengontrol keduanyamelalui pendekatanpersuasi
KASUS 2 1.DALAM KASUS DI ATAS, SIKAP POSISI APAKAH YANG DIAMBIL OLEH BAPAK LUKMAN? JELASKAN, APAKAH INDIKATORNYA? PakLukman memposisikan diri sebagai penghukum.Indikatornya; 1)Iatidakmau menerimaalasan pelanggaran yang dilakukan oleh Sabrina,2)Iatidakmemberikan kesempatan kepadaSabrinauntuk menyadari danmemperbaiki kesalahannya
MENSTABILKAN IDENTITAS MENANYAKAN KEYAKINAN Mengkonfirmasi kesalahan yang dilakukan Sabrina : 1.Sabrina hari ini sepatumu berbeda dengan teman-temanmu ? iya tidak apa-apa, tetapi sekolah kita mempunyai aturan sekolah yang berlaku. 2.Apakah kamu mengetahui aturan di sekolah kita harus menggunakan sepatu yang berwarna hitam ? Sabrina berjanji untuk tidak mengulangi kesalahannya apalagi sampai melanggar peraturan sekolah atau menghubungi orang rumah untuk mengantarkan sepatu hitam ke sekolah. Sabrina sudah mengetahui aturan sepatu di sekolah . Pak Lukman :“ apa yang akan kamu lakukan untuk memperbaiki kesalahanmu hari ini ?”
BAGAIMANA ANDA MENYIKAPI LANGKAH YANG DIAMBIL PAK LUKMAN MENGENAI KASUS TERSEBUT? NILAI KEBAJIKAN APA YANG INGIN DITUJU OLEH PERATURAN HARUS BERWARNA HITAM? Supaya adanya keseragaman yang global di seluruh murid Meminimalisir timbulnya kesenjangan sosial. Pak Lukman melakukan segitiga restitusi pada tahap menstabilkan identitas namun tidak melakukan tahapan-tahapan selanjutnya KIRA-KIRA BILA ANDA ADALAH KEPALA SEKOLAH DI SEKOLAH TERSEBUT,
IBU DANI SEDANG MENJELASKAN PELAJARAN BAHASA INGGRIS DI PAPAN TULIS, NAMUN BELIAU MEMPERHATIKAN BAHWA FAJAR MALAH TIDUR-TIDURAN DAN TAMPAK ACUH TAK ACUH PADA PELAJARANNYA. “FAJAR COBA JAWAB PERTANYAAN NOMOR 3. MAJU KE DEPAN DAN KERJAKAN DI PAPAN TULIS”. FAJAR PUN TAMPAK MALAS-MALASAN MAJU KE DEPAN, DAN SESAMPAI DI DEPAN PAPAN TULIS PUN, FAJAR HANYA DIAM TERPAKU, SAMBIL MEMEGANG BUKU BAHASA INGGRISNYA DAN MEMAINKAN SPIDOL DI TANGANNYA. “AYO FAJAR MAKANYA JANGAN TIDUR-TIDURAN, LAIN KALI PERHATIKAN! SUDAH SANA, DUDUK KEMBALI, KIRA-KIRA SIAPA YANG BISA?” FAJAR PUN KEMBALI DUDUK DI BANGKUNYA. HAL SEPERTI INI SUDAH SERINGKALI TERJADI PADA FAJAR, SEPERTI TIDAK MEMPERHATIKAN, ACUH TAK ACUH, DAN NILAI-NILAINYA PUN TIDAK TERLALU BAIK UNTUK PELAJARAN BAHASA INGGRIS. PADA SAAT DITEGUR OLEH IBU DANI, FAJAR HANYA MENJAWAB, “TIDAK TAHU BU”. IBU DANI PUN MENJAWAB LIRIH, “GIMANA KAMU FAJAR, KAMU TIDAK KASIHAN SAMA IBU YA, IBU SUDAH CAPEK-CAPEK MENGAJARKAN KAMU. TIDAK KASIHAN SAMA IBU?” DAN FAJAR PUN DIAM MEMBISU. KASUS 3
POSISI KONTROL APA YANG DIAMBIL OLEH IBU DANI DALAM PENDEKATANNYA KEPADA FAJAR? Membuat merasa bersalah. Tersirat dari apa yang disampaikan Bu Dani pada kalimat, “Kamu tidak kasihan sama Ibu ya? Ibu sudah capek-capek mengajarkan kamu? Tidak kasihan pada ibu?” MEMBACA SIKAP FAJAR, KIRA-KIRA KEBUTUHAN APA YANG DIPERLUKAN OLEH FAJAR? Fajar menunjukkan kebutuhan akan “Merasa Dicintai dan diterima dan Kesenangan, Bisa saja perilaku Fajar pada pelajaran Bu Dani dikarenakan Fajar kurang mendapat perhatian dari bu Dani sehingga berperilaku yang akan menarik perhatian Bu Dani, selain itu bisa juga hal ini merupakan cara Fajar dalam mengekspresikan ketidak sukaannya terhadap suatu pelajaran dan/atau ketidak senangannya terhadap proses kegiatan belajar mengajar yang dilakukan oleh bu Dani. KASUS 3
BILAMANA IBU DANI MENGAMBIL POSISI PEMANTAU, APA YANG AKAN DILAKUKAN ATAU DIKATAKAN OLEHNYA? PERTANYAAN-PERTANYAAN SEPERTI APA YANG AKAN DIAJUKAN? JELASKAN. Bu Dani akan senantiasa memantau Fajar dalam kegiatan pembelajaran di kelas, kemudian akan mengecek nilai-nilai yang diperoleh oleh Fajar dan juga memantau progres perkembangan belajarnya. Pertanyaan yang diajukan bu Dani jika bertindak sebagai pemantau antara lain ; Apa yang telah kamu lakukan ketika ibu memberikan pembelajaran di kelas? (pertanyaan ini diajukan untuk menumbuhkan kesadaran Fajar terhadap kesalahan yang telah dia lakukan) Apakah kamu tahu dan siap menerima konsekuensi dan sanksi apabila kamu tidak fokus atau tidak memperhatikan pelajaran? (pertanyaan ini diajukan untuk menguji pengetahuan dan kesiapan Fajar dalam menerima konsekuensi dan sanksi atas kesalahannya)
APABILA ANDA ADALAH KEPALA SEKOLAH DI SEKOLAH FAJAR DAN MENGETAHUI HAL INI, BAGAIMANA TINDAK LANJUT ANDA? Mengkonfirmasi kepadabu Dani sertaFajarataskebenaran informasitersebut. Memanggil Fajaruntukmengetahui latarbelakangFajar seringkali bersikap seperti itu, mengidentifikasi kebutuhan yang belum didapatkanoleh Fajarpadapembelajaranyang dilakukan oleh bu Dani. MenjadimediatorantaraBu Dani danFajar. Mencari solusi dankesepakatan bersamasertamenumbuhkan kesadaran untuk menciptakan budaya positif sekolah melalui disiplin positif. KepalasekolahmengadakanIHTmengenai pembiasaan positif yangharusdihidupkanKembali daninovasi pembelajaransebagai bahanrefleksi kepadaguru-guru.
ANTO DAN DINO SEDANG BERMAIN BERSAMA DI LAPANGAN BASKET, DAN TIBA-TIBA TERLIBAT DALAM SEBUAH PERTENGKARAN ADU MULUT. DINO PUN MENJADI EMOSI DAN MENGADAKAN KONTAK FISIK, MENARIK KEMEJA ANTO DENGAN KASAR, SAMPAI 3 KANCINGNYA TERLEPAS. PADA SAAT ITU GURU PIKET LANGSUNG MELERAI MEREKA, DAN MEMBAWA MEREKA KE RUANG KEPALA SEKOLAH. IBU SUTI SEBAGAI KEPALA SEKOLAH BERUPAYA MENENANGKAN KEDUANYA, TERUTAMA DINO. “DINO SEPERTINYA KAMU SAAT INI SEDANG MARAH SEKALI.” MENDENGAR ITU, DINO PUN MENGALIR BERCERITA TENTANG KEKESALAN HATINYA. IBU SUTI PUN MELANJUTKAN BAHWA MEMBUAT KESALAHAN ADALAH HAL YANG MANUSIAWI, DAN BAHWA MEMPERTAHANKAN DIRI ADALAH HAL YANG PENTING. NAMUN MEMINTA DINO MEMIKIRKAN CARA LAIN YANG MUNGKIN LEBIH EFEKTIF, KARENA SAAT INI DINO BERADA DI RUANG KEPALA SEKOLAH. IBU SUTI MELANJUTKAN BERTANYA TENTANG KEYAKINAN SEKOLAH YANG DISEPAKATI, SERTA APAKAH DINO BERSEDIA MEMPERBAIKI KESALAHAN YANG TELAH DILAKUKAN TERHADAP ANTO? DINO PUN AKHIRNYA PERLAHAN MENGANGGUK. KEMUDIAN IBU SUTI BALIK BERTANYA KEPADA ANTO, HAL APA YANG BISA DILAKUKAN DINO UNTUK MEMPERBAIKI MASALAH. ANTO MENJAWAB, “SAYA PERLU KANCING SAYA DIPERBAIKI BU. IBU SAYA AKAN SANGAT MARAH KALAU MELIHAT KANCING BAJU SAYA SAMPAI COPOT 3 KANCING BEGINI.” IBU SUTI PUN KEMBALI BERTANYA KE DINO APAKAH YANG AKAN DIA LAKUKAN UNTUK MENGGANTIKAN 3 KANCING ANTO YANG TERLEPAS? DINO BERPIKIR SEJENAK, NAMUN MENJAWAB, “WAH TIDAK TAHU BU, SAYA LEM KEMBALI MUNGKIN YA BU?” IBU SUTI BERPIKIR SEBENTAR DAN MENANGGAPI, “KALAU DI LEM AKAN MUDAH TERLEPAS KEMBALI DINO. BAGAIMANA KALAU KAMU MENJAHITKAN SAJA, BERSEDIAKAH KAMU?” DINO TAMPAK RAGU-RAGU DAN MENANGGAPI, “MENJAHIT? MANA SAYA TAU BAGAIMANA MENJAHIT BU.” IBU SUTI MENERUSKAN, “APAKAH KAMU BERSEDIA BELAJAR MENJAHIT?” DINO BERPIKIR SEJENAK, MEMANDANG KEMEJA ANTO, DAN MENANGGAPI, “YANG MENGAJARI SAYA SIAPA BU?” DENGAN CEPAT IBU SUTI MENJAWAB, “PAK IRFAN, GURU TATA BUSANA”. DINO KEMBALI DIAM SEJENAK, MEMANDANG KEMEJA ANTO YANG TANPA KANCING. AKHIRNYA DINO MENGANGGUK TANDA MENYETUJUI DAN SEPANJANG SIANG ITU DINO BELAJAR MENJAHIT DAN MEMPERBAIKI KEMEJA ANTO. TERAKHIR KALI TERLIHAT KEDUA ANAK LAKI-LAKI TERSEBUT, DINO DAN ANTO PADA JAM PULANG SEKOLAH, MEREKA SUDAH BERCENGKRAMA DAN BERSENDA GURAU KEMBALI. KASUS 4
POSISI KONTROL APA YANG TELAH DIPRAKTIKKAN OLEH KEPALA SEKOLAH IBU SUTI? HAL-HAL APA SAJA YANG DILAKUKANNYA SEHINGGA ANDA BERKESIMPULAN DEMIKIAN? Sebagai manajer hal ini ditujukan dengan adanya komunikasi semuapihak,menanyakan keyakinan sekolah padaDino,menanyakan kebutuhanAnto saatitu,memberi kesempatan padaDino untuk memperbaiki kesalahan,membimbingmurid untuk dapat mengatur dirinya, menyelesaikan tanggung jawabnyadanmengembalikanmurid pada kelompoknya
KIRA-KIRA NILAI-NILAI KEBAJIKAN (KEYAKINAN SEKOLAH) APA YANG DITUJU DALAM KASUS TERSEBUT? JELASKAN! Berdasarkan nilai P3(berakhlakmulia) Berdasarkan IBO PYP (Toleransi danmenghargai) BerdasarkanSembilan karakter/IHF (Toleransi, kedamaian dankesatuan) Lifelong guidance Keterampilan hidup (Tidakmerendahkanorang lain) Petunjukhidup (peduli,kesabaran,kehormatan, pemecahan masalah,tanggung jawab, persahabatan) TheSeven Essential Virtues (Empati,control diri, rasahormat,kebaikan,toleransi,keadilan) Proyek nilai-nilai kebajikan; Peduli, komitmen, belas kasih,, tenggang rasa, kejujuran,keadilan,, berprinsip, kedamaian,rasa hormat, tanggung jawab,bijaksana,toleransi. Penguatan yang dilakukan Bu Suti kepada Dino adalah menjadikan Dino mau belajar ilmu baru (menjahit kancing) sebagai cara untukmemperbaiki kesalahannya. Sementarapenguatanyang dilakukanBu Suti kepadaAnto adalahmembuat Anto menjadi pribadi yang mampumembuat keputusandengantidakmelukaiteman. DALAM KASUS TERSEBUT, BAGAIMANA DINO DIKUATKAN, BAGAIMANA ANTO DIKUATKAN OLEH IBU SUTI?
KESIMPULAN Dalam menjawab pertanyaan studi kasus, hendaklah kita menganalisis terlebih dahulu permasalahan yang ada secara detail. Jangan sampai kita menyelesaikan permasalahan berdasarkan asumsi semata, apalagi hanya melihat dari satu sisi saja, karena jawaban yang diberikan akan berbeda. Begitupun dalam kehidupan sehari-hari di sekolah, kita sebagai guru penggerak harus bisa menganalisis permasalahan yang terjadi dari berbagai pihak bukan hanya salah satu pihak saja, karena bisa jadi pemecahan masalah yang kita lakukan akan merugikan salah satu pihak saja.
HATUR NUHUN