The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by jundosiregar4, 2022-08-12 00:44:11

HUBUNGAN KEPATUHAN ANC (ANTENATAL CARE) DENGAN KEJADIAN ANEMIA PADA IBU HAMIL DI PMB IRALAVAI TANJUNG TAHUN 2022

E Book

Keywords: Skripsi

3.6 Definisi Operasional

Tabel definisi operasional dalam penelitian ini adalah sebagai b

Variabel Definisi Operasional Parameter

Varibel Bebas (Independent Variable)

ANC Ibu hamil yang melakukan Memperoleh
(Antenatal pemeriksaan ANC.
Care) pemeriksaan AN

standar dengan konse

10T

Jumlah Frekuensi mengunjungi PMB Ibu hamil yan
Kunjungan berkunjung ke Prakti
(Praktik Mandiri Bidan) Mandiri Bidan pad
Trimester I, II dan III.
untuk melakukan

pemeriksaan ANC.

36

berikut: Hasil Ukur Skala
Alat ukur

SOP 8 kali periksa nominal
NC
ep

ng Kuesioner 1. Kriteria Tidak Patuh ordinal
ik jika melakukan
da kunjungan di bawah
minimal.

2. Kriteria Patuh, dengan
kriteria:

a. Melakukan kunjungan
di trimester 1 minimal:
2 kali (bidan 1 kali dan
dokter 1 kali)

b. Melakukan kunjungan
di trimester II minimal:
2 kali

Variabel Terikat (Dependent Variable)

Anemia Anemia pada ibu hamil yaitu Tanda dan gejala ib
suatu kondisi berkurang sel hamil dengan anemia:
darah merah (eritrosit) atau
hemoglobin (Hb) di dalam 1. Merasa lelah ata
tubuh. lemah.

2. Denyut jantun
cepat.

3. Konsentrasi
terganggu.

4. Sering pusing.
5. Nafsu maka

turun.
6. Mata berkunang

kunang.

Tabel 3.6 1 Defin

37

c. Melakukan kunjungan
di trimester III minimal:
4 kali (bidan 3 kali dan
dokter 1 kali)

bu Easy Touch 1. Tidak anemia: Hb 11 g/dl ordinal

Hb atau 2. Anemia ringan: Hb 9-10

au Hasil g/dl

Laboratorium 3. Anemia sedang: Hb 7-8

ng g/dl
4. Anemia berat: Hb ˂7 g/dl

an
g-

nisi Operasional

38

3.7 Metode Pengolahan Data dan Teknik Analisis Data
3.7.1 Metode Pengolahan Data

Metode pengolahan data dalam penelitian ini akan melalui beberapa tahap,
yaitu: editing, classifying, coding, entri data, scoring dan tabulating. Dengan
penjelasan sebagai berikut:

3.7.1.1 Editing.
Tahap editing (pemeriksaan data) ini adalah melakukan pemeriksaan
pengisian kuesioner kelengkapan jawaban responden. Peneliti akan membersihkan
data dengan melakukan pemisahan agar data yang ditemukan jawaban jelas (tidak
multitafsir), memeriksa kesesuaian dan relevan dengan pertanyaan penelitian ini.

3.7.1.2 Classifying.
Pada tahap ini peneliti melakukan Classifying (klasifikasi) data yaitu
mengkelompokan data sesuai dengan pertanyaan agar menemukan persamaan yang
sesuai dari masing-masing responden. Sehingga data dapat diolah dengan baik.

3.7.1.3 Coding.
Coding adalah mengubah data yang berbentuk kalimat menjadi angka,
dengan tujuan agar data penelitian dapat dipahamai dengan mudah, cepat dan jelas.

39

3.7.1.4 Entri Data.
Entry data adalah proses memasukkan data ke dalam SPSS 28 (Statistical
Package for Social Sciences) agar selanjutnya dilakukan analisis data.
Menggunakan uji korelasi dengan metode Pearson Correlation sebagaimana yang
dijelaskan Purwo Setio Nugroho (2020:151-161) dengan 4 kategori yakni:
1. 0,00-0,25 – tidak ada hubungan/hubungan lemah
2. 0,26-0,50 – hubungan sedang
3. 0,51-0,75 – hubungan kuat
4. 0,76-1,00—hubungan sangat kuat/sempurna

3.7.1.5 Scoring
Tahap berikutnya adalah pemberian skor. Skor ditentukan oleh setiap
jawaban berdasarkan variable penelitian. Pemberian skor ini dinyatakan dalam
bentuk angka.

3.7.1.6 Tabulating
Data yang telah melalui proses editing sampai scoring, selanjutnya
dilakukan tabulasi data, yaitu memasukkan data ke dalam sebuah tabel. Data pada
penelitian ini yang akan dimasukkan ke dalam tabel meliputi data variable bebas
dan variable terikat.

40

3.7.2 Teknik Analisis Data
3.7.2.1 Analisis Univariat
Univariat merupakan jenis analisis yang menganalisis deskriptif gambaran

variabel per variabel (Purwo Setyo Nugroho, 2020:18). Variabel yang dinalisis
adalah gambaran kepatuhan ANC (Antenatal Care) ibu hamil dengan kejadian
anemia. Gambaran ini diperlihatkan secara persentase (%). Kemudian akan
memperlihatkan gambaran pesentase (%) pada kejadian anemia.

3.7.2.2 Analisis Bivariat
Bivariat jenis analisis yang menghubungkan per-dua variable penelitian
(antara variable bebas dan variable terikat). Menggunakan uji Chi Square dan
Pearson Correlation. Karakteristik dari analisis bivariat dengan nilai Risk Ratio
masing-masing. Nilai RR memiliki arti bawah setiap variable memiliki nilai risiko
untuk mengakibatkan variable terikat (Purwo Setyo Nugroho, 2020:18-19). Dalam
penelitian ini akan tergambarkan nilai Risk Ratio dengan kejadian anemia.

3.8 Etika Penelitian
Penetian ini dilakukan dengan kaidah-kaidah ilmu pengetahuan, sesuai

prosedur penelitian yang berlaku. Keterlibatan responden untuk menemukan data
lapangan menjadi perlu untuk diperhatikan dengan menjunjung tinggi etika.

3.8.1 Menghargai hak privasi.
Sebab sebagai indivudu responden memiliki hak-hak yang mesti dihargai.
Karena keterlibatan individu atau responden ini maka peneliti tetap menghargai hak

41

privasi responden, menjaga kerahasiaan rekam medis dan tidak ada unsur paksaan
dan manipulasi data. Responden diberi kebebasan untuk menerima, menolak
bahkan mundur dari keterlibatannya sebagai responden.

3.8.2 Tanpa Nama
Etika berikutnya adalah pengisian kerahasiaan identitas responden dengan
cara tidak mencantumkan nama, dan atau identitas keluarga atau identitas yang
berkaitan dengan keyakinan tertentu. Pada penelitian ini hanya mencantumkan
kode pada lembar pengumpulan atau hasil penelitian yang akan disajikan.

BAB IV
HASIL PENELITIAN

4.1 Gambaran Umum Tempat dan Lokasi Penelitian.

PMB Iralavai Tanjung telah mendapat izin penyelenggaraan dan praktik

bidan sesuai dengan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 28 tahun 2017. Melayani

kesehatan di bidang kebidanan, sesuai dengan Peraturan Menteri Kesehatan

(PMK) Nomor 21 tahun 2021. Bermitra dengan PUSKESMAS dalam mengedukasi

kesehatan ibu dan anak (pemberian imunisasi).

Jenis Penjelasan

Penyelengaraan Praktik Mandiri Bidan

Nama Pemilik/Pimpinan Iralavai Tanjung

STRB (Surat Tanda Registrasi Bidan) 06 02 5 2 2 21-4069774

Surat Izin Praktik (SIP) Nomor:

178.II/SIP.B/DPMPTSP-BTM/XI/2021

JNPK-KR (Sertifikat Jaringan 6198/32-00/STFK/CSP-APN/X/2013

Nasional Pelatihan Klinik Kesehatan

Reproduksi)

Tabel 4.1 Diolah dari sumber primer

Alamat lokasi penelitian terletak di Perumahan Bukit Barelang, Blok B4

Nomor. 06 Kelurahan Tanjung Piayu; Kecamatan Sei Beduk, Kota Batam.

Gambar 4.1 1 Gambar lokasi penelitian diambil dari google map
42

43

4.2 Data Demografi

4.2.1 Tabel Distribusi frekuensi Karakteristik Responden di PMB Iralavai

Tanjung tahun 2022

Karakteristik Frekuensi Presentese
Responden F %
Tingkat Pendidikan
SMP 2 5
SMA 32 80
Perguruan Tinggi 6 15
Jumlah 40 100
Pekerjaan
Ibu Rumah Tangga 30 75
Karyawan 5 12.5
Guru 4 10
Dokter Hewan 1 2.5
Jumlah 40 100
Usia Responden
19 Tahun 2 5
20-25 Tahun 8 20
26-30 Tahun 13 32.5
31-35 tahun 14 35
36-38 Tahun 3 7.5
Jumlah 40 100
Kehamilan
Anak pertama 19 47.5
Anak kedua 8 20
Anak ketiga 12 30
Anak keempat 1 2.5
40 100
Jumlah

Tabel 4.2 1 Distribusi Karakteristik Responden Diolah Dari Sumber Primer

44

Hasil penelitian memperlihatkan bahwa riwayat pendidikan responden,
tidak ditemukan lagi SD. Tingkat pendidikan paling rendah SMP hanya 5%.
Kemudian SMA mendominasi dengan total 80%. Sedangkan responden yang
mengenyam perguruan tinggi terdapat 15% saja. Karakteristik pendidikan terlihat
semuanya telah melek huruf.

Jenis pekerjaan responden terlihat didominasi Ibu Rumah Tangga dengan
75%, lalu karyawan yang bekerja khususnya di Perusahaan Swasta menempati
posisi kedua dengan 12.5%, dan tenaga pengajar yang bekerja sebagai guru di
sekolah terdapat 10% dan dokter hewan 2.5%.

Usia responden paling muda adalah 19 tahun dan paling tua adalah 38
tahun. Faktor usia dengan kehamilan menjadi penting untuk diperhatikan. Usia
responden 19 tahun terdapat 5 %, membaca data ini terlihat ada responden yang
menikah diusia tergolong muda. Selanjutnya usia 26-30 tahun terdapat 32.5% dan
usia 31-35 tahun 35%. Dari hasil ini dapat terlihat usia responden yang hamil dalam
penelitian ini masih tergolong usia produktif. Sedangkan usia 36-38 tahun terdapat
7.5%, rentang usia ini menunjukkan bahwa responden yang hamil dalam usia
tersebut semakin sedikit.

Ibu hamil yang periksa ANC anak pertama menempati posisi pertama
dengan perolehan 47.5 %, artinya banyak responden tergolong keluarga baru..
Posisi kedua ditempati kehamilan anak ke tiga 30%, sedangkan kehamilan anak
kedua 20%. Terlihat kehamilan anak keempat hanya 2.5% dan hamil anak keempat
sebesar 2.5%.

45

4.3 Analisis Univariat
4.3.1 Tabel Distribusi Tingkat Kepatuhan ANC di PMB Iralavai Tanjung

tahun 2022.

Tingkat Kepatuhan ANC Frekuensi Persentase
F %
Tidak Patuh
< 8 kali periksa 14 35
Patuh
≥ 8 kali Periksa 26 65
Jumlah 40 100

Tabel 4.3 1 Tabel Tingkat Kepatuhan ANC Diolah Dari Sumber Primer

Tingkat Kepatuhan ANC dan kejadian animea dapat disajikan pada tabel di
atas menujukkan bahwa jumlah kunjungan yang melakukan periksa ANC kurang
dari 8 kali selama periode kehamilan, disebut tidak patuh terdapat 35.0 % dan
jumlah kunjungan 8 kali atau lebih melakukan periksa ANC terdapat 65.0 %
disebut patuh.

4.3.2 Tabel Distribusi Kejadian Anemia dan Frekuensi Nilai Hb di PMB
Iralavai Tanjung tahun 2022.
Melalui tabel di bawah ini ditemukan responden yang tidak anemia

sebanyak 32 atau sebesar 80.0 % sedangkan kejadian anemia ringan sebanyak 8
orang sebesar 20.0 %. Pada penelitian ini tidak ditemukan kejadian anemia berat.
Penjelasan hasilnya digambarkan pada tabel di bawah ini sebagai berikut:

46

Kejadian Anemia Frekuensi Persentase
F %
Kejadian Anemia
Tidak anemia 32 80
Anemia ringan 8 20
Jumlah 40 100
Periksa Hb
1 Kali periksa 35 87.5
2 kali periksa 5 12.5
Jumlah 40 100
Nilai trimester 1
Tidak periksa 39 97.5
≥11 g/dl 1 2.5
Jumlah 40 100
Nilai Hb trimester 2
Tidak Periksa 34 85
≥ 11 g/dl 1 2.5
9-10 g/dl 5 12.5
Jumlah 40 100
Nilai Hb trimester 3
Tidak periksa 1 2.5
≥ 11 g/dl 32 80
9-10 g/dl 7 17.5
Jumlah 40 100

Tabel 4.3 2 Tabel Kejadian Anemia dan Nilai Hb Diolah Dari Sumber Primer

Melalui tabel di atas terlihat secara umum responden melakukan periksa Hb
hanya satu kali sebesar 87.5% sedangkan pemeriksaan Hb sebanyak 2 kali
sebesar12.5 %. Pada trimester 1 (0-12 minggu) terlihat bahwa 97.5% responden

47

tidak melakukan pemeriksaan. Artinya rata-rata responden sangat kurang
memperhatikan pemeriksaan Hb pada trimester 1.

Pada trimester 2 (12-24 minggu) mengalami kemajuan, terdapat 85% tidak
mengetahui atau memiliki nilai Hb. Sedangkan 2.5% memiliki mengetahui dan
memiliki nilai Hb >11 g/dl artinya ini normal, tidak anemia. Sedangkan 12.5%
responden mengetahui atau memiliki nilai Hb 9-10 g/dl artinya mengalami anemia
ringan. Pada trimester 2 pemeriksaan Hb masih kurang diperhatikan juga.

Pada trimester 3 (24-40 minggu) responden yang tidak mengetahui nilai Hb
hanya 2.5% sedangkan responden yang mengetahui dan memiliki nilai Hb >11 g/dl
terdapat 80%. Selanjutnya responden yang mengetahui dan memiliki nilai Hb 9-10
g/dl terdapat 17.5% artinya mengalami anemia ringan. Pada trimester 3 hampir
semua responden melakukan pemeriksaan Hb.

4.4 Analisis Bivariat
Analisis bivariat yang digunakan dalam penelitian ini dengan uji korelasi

untuk mengetahui hubungan dua variabel. Uji Chi Square untuk mengestimasi atau
mengatahui frekuensi hasil observasi dengan frekuensi yang diharapkan dari
sampel apakah terdapat hubungan atau perbedaan yang signifikan atau tidak. Uji
Chi Square melihat hubungan atau perbedaan antara variabel yang berbentuk
kategorik (ordinal). Suatu variabel disebut kategorik bila isi variabel tersebut
terbentuk klasifikasi.

48

4.4.1 Hasil Analisis Uji Chi Square hubungan tingkat kepatuhan ANC
dengan kejadian anemia di PMB Iralavai Tanjung.

Chi-Square Tests

Asymptotic

Significance Exact Sig. (2- Exact Sig. (1-

Value df (2-sided) sided) sided)

Pearson Chi-Square 12.115a 1 .001

Continuity Correctionb 9.402 1 .002

Likelihood Ratio 12.147 1 .000

Fisher's Exact Test .001 .001

Linear-by-Linear 11.813 1 .001

Association

N of Valid Cases 40

a. 1 cells (25,0%) have expected count less than 5. The minimum expected count is 2,80.

b. Computed only for a 2x2 table

Tabel 4.4 1 Tabel Uji Chi Square Diolah Menggunakan SPSS 28

Hipotesis dalam penelitian ini:
Ho : Tidak ada hubungan baris dan kolom, atau antara tingkat kepatuhan ANC
dengan kejadian anemia.
H1: Ada hubungan antara baris dan kolom, atau ada hubungan antara kepatuhan
ANC dan kejadian anemia.

Dasar pengambilan keputusan:
Dasar pengambilan keputusan pertama:

• Jika Chi-Square hitung < Chi-Square Tabel, maka Ho diterima.
• Jika Chi-Square hitung > Chi-Square Tabel, maka H1 diterima.

49

Chi-Square hitung dalam penelitian ini terlihat nilai Pearson Chi-Square
Pearson Value 12.115. Sedangkan nilai Degree of Freedom ( DF) 1 pada tabel
Chi-Square menunjukkan nilai 3.841. Hasilnya jika Pearson Chi-Square hitung
(12.115 > 3.841) maka hasilnya Ho ditolak.

Dasar pengambilan kedua:
• Jika probabilitas > dari 0,05, maka Ho ditolak.
• Jika probabilitas < dari 0,05, maka H1 diterima.
Keputusan: Dari hasil analisis uji Chi square test terlihat Assy.Sig (Assymptotic
Significance) menunjukan nilai 0,01 berarti di bawah  = 0,05 (0,01 < 0,05) maka
hasilnya Ho ditolak.

4.4.2 Hasil Analisis Uji Correlation Pearson hubungan tingkat kepatuhan
ANC dengan kejadian anemia di PMB Iralavai Tanjung.

Correlations

Tingkat Kepatuhan ANC Pearson Correlation Tingkat Kejadian
Kepatuhan ANC Anemia
Sig. (2-tailed)
1 -.550**
Sum of Squares and Cross- .000
9.100
products -4.200
.233
Covariance 40 -.108
40
N -.550** 1
.000
Kejadian Anemia Pearson Correlation 6.400
-4.200
Sig. (2-tailed) .164
-.108 40
Sum of Squares and Cross- 40

products

Covariance

N

**. Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed).

Tabel 4.4 2 Tabel Uji Correlation Pearson Diolah Menggunakan SPSS 28

50

Analisis Bivariat melihat dua variabel berhubungan dengan menggunakan
uji korelasi metode Pearson Correlation. Dasar pengambilan keputusan, jika nilai
signifikansi <  = 0.05 maka berkorelasi dan jika nilai signifikansi >  = 0,05 maka
tidak berkorelasi. Uji korelasi dengan metode Pearson Correlation sebagaimana
yang dijelaskan Purwo Setio Nugroho (2020:151-161) yang digunakan dalam
penelitian ini, berdasarkan pedoman derajat hubungan, sebagaimana dinyatakan di
bawah ini:

1. 0,00-0,25 – tidak ada hubungan/hubungan lemah
2. 0,26-0,50 – hubungan sedang
3. 0,51-0,75 – hubungan kuat
4. 0,76-1,00—hubungan sangat kuat/sempurna

Hasil Uji korelasi dengan metode Pearson Correlation memperlihatkan
kedua variabel terlihat signifikansi dua sisi dengan nilai 0.00 berarti < 0,5 dapat
disimpulkan terdapat hubungan antara tingkat kepatuhan ANC dengan kejadian
anemia. Untuk menilai derajat hubungan ini hasilnya adalah nilai Pearson
Correlation sebesar - 550 dengan merujuk pada pedoman 0,51- 0,75 terdapat
derajat hubungan yang kuat antara tingkat kepatuhan ANC dengan kejadian anemia.
Bentuk kedua hubungan tersebut dinyatakan dengan negatif (-550) maka dapat
dibaca bahwa semakin tinggi tingkat kepatuhan ANC maka kejadian anemia
semakin rendah.

BAB V
PEMBAHASAN

5.1 Signifikansi Karasteristik Ibu Hamil Dan Pemeriksaan ANC
Karakteristik sampel dalam penelitian ini diinteprestasikan berdasarkan

usia, pekerjaan, tingkat pendidikan dan kehamilan dengan tingkat pemeriksaan dan
kepatuhan ANC terlihat cukup baik. Konsep pemeriksaan ANC dengan
menggunakan 10 T yang sudah dipaparkan dalam tinjauan pustaka (bab2) menjadi
standar pelayanan tenaga kesehatan, khususnya dibidang kebidanan sudah cukup
memadai.

Dengan memakai konsep lama hasil RISKERDA 2013 periksa hamil
minimal 4 kali periksa dan standart ini telah banyak dilakukan penelitian
sebelumnya. Tetapi hasil terbaru pada tahun 2020 pemerintah menetapkan bahwa
standar 8 kali periksa ANC. Artinya periksa 4 kali masih dianggap sudah kurang
memadai atau kurang maksimal.

Dari hasil temuan lapangan menunjukkan tidak ada lagi ibu hamil yang
melakukan pemeriksaan di bawah 4 kali periksa. Temuan lapangan menunjukkan
minimal 4 kali periksa terdapat hanya 10% saja. Sedangkan diatas 4 kali mencapai
90%. ini artinya hubungan karakteristik sampel yang melakukan periksa ANC
menjadi penting dan terlihat sampel memahami betul pentingnya periksa ANC.

Dengan diterbitkannya Buku Kesehatan Ibu dan Anak tahun 2020 dengan
dukungan dari organisasi kesehaan dunia (WHO) menggunakan standar baru bahwa
ibu hamil periksa ANC minimal 8 kali yang juga melibatkan pemeriksaan ke dokter

51

52

(Sp.OG ) terlihat mendapat mendapat sambutan baik dari masyarakat. Tentulah
kolaborasi ini positif.

Tujuan akhir dari ANC bukanlah pencapaian jumlah periksa, melainkan
tercapainya kualitas kesehatan ibu hamil dan bayi. Artinya tiap bulan ibu hamil
mendapat pemeriksaan ANC. Melalui pemeriksaan secara berkala ini persalinan
dapat berjalan sesuai rencana, aman dan sehat. Dengan alasan itulah ibu hamil mesti
patuh melakukan pemeriksaan ANC.

Standar 8 kali periksa ini juga diharapkan dapat meningkatkan kesehatan
ibu hamil dan mengurangi resiko angka kematian ibu dan bayi. Hal ini dapat
mendukung pemerintah menurunkan angka kematian ibu tahun 2020 sebesar
(91,45/100.000 KH). Ditambah juga menekan terjadinya masalah pada bayi. Baik
sebelum melahirkan maupun setelah melahirkan (nifas). Untuk itulah perlu
dukungan yang baik dari berbagai pihak agar semua ini dapat di capai.

5.2 Hubungan Pemeriksaan ANC Dan Nilai Hb
Pemeriksaan ANC dengan kosep 10 T yang berkaitan dengan nilai Hb

adalah menilai status gizi dan memberi tablet tambah darah (tablet zat besi). Ibu
hamil dianjurkan mendapatkan minimal 90 tablet tambah darah (tablet zat besi)
selama kehamilan. Selain itu juga dianjurkan mengkonsumsi makanan sehat untuk
menunjang hal tersebut. Selanjutnya dianjurkan melakukan test atau periksa
laboratorium atau menggunakan easy touch untuk melihat nilai Hb.

Yang terlihat dalam penelitian ini adalah nilai Hb meupakan rujukan
kejadian anemia. Hasilnya adalah rendahnya responden melakukan periksa Hb pada
trimester pertama (0-12 minggu) agar mengetahui dan mempunyai nilai Hb.

53

Sedangkan pada trimester 2 (12-24 minggu ) terlihat mengalami peningkatan.
Selanjutnya pada trimester 3 (24-40 minggu) terjadi peningkatan siginifikan yakni
seluruh sampel telah mengetahui dan memiliki nilai Hb.

Yang menarik dalam penelitian ini ditemukannya sebesar 2.5% trimester 1
responden melakukan periksa Hb hasilnya anemia. Tetapi pemeriksaan berikutnya
pada trimester 3 mengalami perbaikan hasilnya tidak anemia. Sedangkan 12.5%
pada trimester 2 responden melakukan periksa Hb, hasilnya anemia. Pada
pemeriksaan berikutnya di trimester 3 terjadi perubahan, hasilnya tidak anemia.

Melalui hasil peneltian ini di trimester 1 perlu mendapat perhatian, mengapa
demikian? Di awal masa kehamilan tenaga kesehatan agar lebih persuasif
mendorong ibu hamil melakukan periksa Hb. Sebab pada faktanya kejadian anemia
itu dinamis tidak statis artinya nilai Hb dapat mengalami perubahan. Hanya saja
catatan penting bila dengan cepat dilakukan periksa Hb maka dengan tindakan
preventif nilai Hb dapat mengalami perubahan.

5.3 Hubungan Kepatuhan ANC dengan Kejadian Anemia
Selanjutnya yang menarik dalam penelitian ini tidak ditemukan kasus

kejadian anemia sedang dengan nilai Hb 7-8 g/dl dan berat dengan nilai Hb ˂ 7 g/dl
. Penelitian ini menemukan kejadian anemia ringan dengan nilai rujukan Hb 9-10
g/dl. Walaupun ringan kejadian anemia ini tidak boleh dipandang remeh.

Hasil penelitian sebelumnya menyebutkan bahwa Indonesia memiliki angka
pravelensi ibu hamil anemia sebesar 37,1% (Proverawaty, 2011). Data Kemenkes
Republik Indonesia pada tahun 2018 sebanyak 48,9 % ibu hamil di Indonesia
mengalami anemia. Data tersebut tidak dirinci apakah kejadian anemia itu ringan,

54

sedang atau berat. Ibu hamil yang menderita anemia punya peluang mengalami
perdarahan pada saat melahirkan, selain itu dapat berakibat fatal yakni pada
kematian (Nilam Fitriani Doi, 2021:7).

Dalam penelitian ini ditemukan kejadian anemia sebesar 20 % anemia
ringan dengan catatan karakteristik ibu hamil ini tinggal diperkotaan, di kota Batam
(dijelaskan dalam temuan bab 4). Bila dibandingkan dengan data di atas, maka
hitungan statistiknya nampak kejadian anemia mengalami penurunan yang cukup
signifikan yaitu: 28,9 % tentu hasil ini dapat dikatakan menggembirakan.

Sedangkan kepatuhan ANC dengan jumlah periksa 4 kali sesuai anjuran
tahun 2013 hanya terdapat 12.5% bila dimaknai jumlah periksa 4 kali tidak lagi
menjadi rujukan ibu hamil. Dari sini terlihat bahwa ibu hamil yang tinggal di
perkotaan sudah mampu melihat pentingnya pemeriksaan ANC. Dan tentu saja
didukung oleh pembiayaan. Setelah mengalami pembaruhan tahun 2020 dengan
minimal 8 kali periksa. Dalam penelitian ini hasilnya terlihat ≥ 8 kali periksa 65%
patuh melakukan pemeriksaan ANC.

Dari kedua hasil ini terlihat bahwa tingkat kepatuhan ANC telah memberi
andil yakni dapat menurunkan kejadian anemia. Maksudnya melalui pemeriksaan
ANC tenaga kesehatan mengedukasi ibu hamil sehingga angka kejadian anemia
dapat diturunkan. Sebab pemeriksaan ANC tenaga kesehatan melakukan tugasnya
melakukan pencegahan anemia melalui pemberian tablet penambah zat besi dan
penyuluhan gizi sehat dan juga menganjurkan melakukan periksa Hb. Dan pada
kasus kejadian anemia sebesar 20 % anemia ringan dengan tindakan yang terukur,
hasilnya pada pemeriksaan ulang mengalami perubahan menjadi normal (tidak
anemia). Singkatnya kejadian anemia dapat dikendalikan dengan kepatuhan ANC.

BAB VI
KESIMPULAN DAN SARAN

6.1 Kesimpulan
Penelitian ini tiba pada kesimpulan untuk menjawab rumusan masalah

dalam penelitian ini yaitu: “Apakah terdapat hubungan kepatuhan ANC dengan
kejadian anemia pada ibu hamil di PMB Iralavai Tanjung pada tahun 2022?”
Berdasarkan rumusan masalah tersebut maka dapat ditarik kesimpulan sebagai
berikut:

Berdasarkan hasil analisis uji Chi square test memperlihatkan bahwa ada
hubungan antara kepatuhan ANC dan kejadian anemia. Dan hasil analisis uji
Pearson Correlation test terdapat derajat hubungan yang kuat antara tingkat
kepatuhan ANC dengan kejadian anemia. Bentuk kedua hubungan tersebut adalah
semakin tinggi tingkat kepatuhan ANC maka kejadian anemia semakin rendah.

6.2 Saran
Hasil penelitian ini mengusulkan saran bagi peneliti, bagi institusi

pendidikan dan bagi masyarakat, sebagai berikut:
1) Bagi Peneliti
Hasil peneltian ini bermanfaat secara praktis bagi peneliti agar dapat

memberi pelayanan periksa ANC yang berkualitas bagi ibu hamil dengan
menerapkan standar minimal 8 kali periksa agar kejadian anemia secara periodik
diturunkan. Selanjutnya agar peneliti lebih persuasif menganjurkan bagi ibu hamil

55

56

segera mengetahui dan memiliki nilai Hb lebih cepat lebih baik dengan harapan
kejadian anemia dapat dikendalikan.

2) Bagi institusi pendidikan
Secara teoritis hasil penelitian ini memberi kontribusi bagi lembaga
pendidikan untuk mengembangkan penelitian yang lebih luas dan mendalam
tentang kepatuhan ANC dan kejadian anemia dengan melibatkan sampel lebih
besar, di tempat beragam dengan karakteristik yang beragam agar mendapat hasil
yang terbaru. Bila penelitian ini ingin dikembangkan usulannya adalah peneliti
selanjutnya dapat melakukan penelitian tentang sebab-sebab anemia dan upaya
pencegahannya.

3) Bagi masyarakat
Secara praktis hasil penelitian ini mendorong ibu hamil agar tidak ragu
patuh sesuai standar terbaru melakukan pemeriksaan ANC karena manfaatnya bagi
kesehatan dan keselamatan ibu dan anak. Kemudian ibu hamil agar jangan khawatir
yang berlebihan apabila didapati anemia, sebab kerjadian anemia bisa bersifat
dinamis dan dapat dikendalikan. Oleh sebab itu ibu hamil perlu mendapat dukungan
dari suami, keluarga melakukan kunjungan untuk pemeriksaan ANC dengan patuh.

DAFTAR PUSTAKA

Ardat, Ahmad, dan Indra Jaya., 2021. Biostatistik, Jakarta: Penerbit Kencana .

Astria Paramashanti, Bunga., 2019. Gizi Bagi Ibu dan Anak, Yogyakarta: PT
Pustaka Baru.

Dartiwen dan Nurhayati, Yati., 2019. Asuhan Kebidanan Pada Kehamilan,
Yogyakarta: Penerbit ANDI.

Fieika Amalia (2019) Hubungan Kunjungan Antenatal Care Dengan Kejadian
Anemia di Wilayah Kerja Puskesmas Ciputat Kota Tangerang
Selatan Tahun 2019. Program Studi Fakultas Ilmu Kesehatan.
Unversitas Syarif Hidayatullah Jakarta.

Fitriani, Nilam Dai., 2021. Anemia Pada Ibu Hamil, Jakarta. Penerbit NEM

Herryanto Tuti Gantini, Nar., 2020. Analisis Dengan Statistika Non Parametrik,
Bandung. Penerbit Yrama Widya.

,Kementrian Kesehatan., 2020. Buku KIA Kesehatan Ibu dan Anak.

, Profil Kesehatan Kota Batam, 2018. Dinas Kesehatan Kota
Batam.

Laylita Dwi Cahyanti (2021) Faktor – Faktor Yang Berhubungan Dengan
Kunjungan Antenatal Care (ANC) Ibu Hamil Di Era Pandemi
Covid-19 Di Wilayah Kerja Puskesmas Jember Kidul Kabupaten
Jember Tahun 2021. Program Studi Pendidikan Dokter Fakultas
Kedokteran Dan Ilmu Kesehatan Universitas Islam Negeri Maulana
Malik Ibrahim Malang.

Lockhart RN, Anita dan Saputra, Lindon., 2014. Kehamilan Fisiologis dan
Patologis, Tangerang Selatan. Binarupa Aksara.

Mayang Wulan., dkk., (2020) Faktor Yang berhungan dengan kepatuhan ibu hamil
dalam melakkan kunjungan ANC (Antenatal Care) di BPM Sayarifa
Lubis di Kota Padang Sidempuan.

Najamuddin Andi Palancoi., dkk., (UMI Medical Journal Volume 6, Issue:1, 2021)
Hubungan Usia, Lama pendidikan, Pekerjaan dan Paritas ibu dengan
tingkat kepatuhan ANC di RSUD Syek Yusuf Kabupaten Gowa
tahun 2018.

Proverawati, Atikah., 2021. Anemia dan Anemia Kehamilan, Yogyakarta. Nuha
Medika.

57

Revika, Era., 2019. Komunikasi Dan Konseling Dalam Praktik Kebidanan,
Yogyakarta:Pustaka Baru Press.

Santoso, Singgih., 2020. Panduan Lengkap SPSS 26, Jakarta: PT Elex Media
Komputindo.

Setiyo Nugroho, Purwo., 2020. Analisis Penelitian Bidang Kesehatan,
Yogyakarta: Gosyen Publishing.

Siwi Wayani, Elisabeth., 2015. Asuhan Kebidanan Kegawat Daruratan Maternal
dan Neonatal, Yogyakarta. Pustaka Baru Press.

Sugiyono., 2011. Metode Penelitian Kombinasi, Bandung: Penerbit Afabeta
Vita Sutanto, Andhina dan Fitria, Yuni., 2021. Asuhan pada Kehamilan,

Yogyakarta: PT. Pustaka Baru.
Yeyeh Rukiah, Ai dan Yulianti, Lia., 2010. Asuhan Kebidanan IV (Patologi

Kebidanan), Jakarta. Trans Info Media.

58

Lampiran 1: Surat Izin Permohonan Penelitian
59

Lampiran 2: Surat Keterangan Izin Penelitian

(PMB) PRAKTIK MANDIRI BIDAN
IRALAVAI TANJUNG, A.Md.Keb
Alamat: Perum. Bukit Barelang Blok B4 No. 06
Kel. Tanjung Piayu Kec. Sei Beduk- Kota Batam-- Phone. 081364723322

SURAT KETERANGAN
No. 001/PMB/ S.I Pen/2022

Sehubungan dengan surat permohonan dari Institut Kesehatan Deli Husada

dengan Nomor 1404/DKN.F.KEB.IKHD-DT/KM/2021 peri hal permohonan izin

penelitian,

Nama : Iralavai Tanjung.
NPM : 21.222.354
Program Studi : Kebidanan Program Sarjana Fakultas Kebidanan
Institut Kesehatan Deli Husada Deli Tua.

Memberikan izin untuk melakukan penelitian, dan bersedia memberi dukungan
informasi yang berhubungan dengan penelitian dengan judul: “Hubungan

Kepatuhan Antenatal Care (ANC) Dengan Kejadian Anemia Pada Ibu Hamil di
PMB Iralavai Tanjung Tahun 2022” Informasi yang diperoleh hanya dapat

dipergunakan sesuai kaidah-kaidah keilmuan dan ketentuan yang berlaku.

Demikianlah surat ini diperbuat agar dipergunakan dengan sebaik-baiknya.

Batam, Juni 2022
Pimpinan PMB

Iralavai Tanjung, A.Md.Keb
60

Lampiran 1
Pernyataan Persetujuan Menjadi Responden

Informed Consent

Saya menyatakan bersedia untuk berpartisipasi dalam pengambilan data atau

sebagai responden pada penelitian yang dilakukan oleh mahasiswi Prodi Sarjana

Program Studi Kebidanan Program Sarjana Jalur Transfer Fakultas Kebidanan
Institut Kesehatan Deli Husada. Judul Penelitian: “Hubungan Kepatuhan ANC

(Antenatal Care) Dengan Kejadian Anemia Pada Ibu Hamil Di PMB Iralavai
Tanjung Tahun 2022”

Peneliti : Iralavai Tanjung

NIM : 21.222.354

Saya percaya yang saya informasikan dijamin kerahasiaannya. Demikian

secara sukarela dan tidak ada unsur paksaan dari siapapun. Saya bersedia berperan

serta dalam penelitian.

Batam, 2022
Responden
Peneliti

Iralavai Tanjung _______________

61

Lampiran 2: Lembar Kuesioner

HUBUNGAN KEPATUHAN ANC (ANTENATAL CARE) DENGAN
KEJADIAN ANEMIA PADA IBU HAMIL DI PMB IRALAVAI TANJUNG

TAHUN 2022

Petunjuk Pengisian

Silahkan mengisi data di bawah ini sesuai dengan keadaan yang sebenarnya.

Kejujuran responden akan membantu meningkatkan kualitas penelitian ini.

Nama :

Umur :

Pekerjaan :

Pendidikan :

Anak Ke :

A. Tingkat Kepatuhan Ibu Hamil Mengikuti ANC.
Petunjuk pengisian: Berilah tanda (√) pada pernyatan tentang kunjungan

ANC/Periksa kehamilan selama trimester 1-3 sesuai petunjuk:

0. Tidak Pernah
1. 1 Kali periksa
2. 2 Kali perika
3. 3 Kali periksa
4. 4 kali periksa

No Butir Pernyataan Score jawaban
4 32 1 0
1 Kunjungan ANC trimester 1 (0-12 minggu)
di Bidan

2 Kunjungan ANC trimester 1 (0-12 minggu)
di Dokter

3 Kunjungan ANC trimester 2 (12-24 minggu )
di Bidan

4 Kunjungan ANC trimester 3 (24-40 minggu)
di Bidan

5 Kunjungan ANC trimester 3 (24-40 minggu)
di Dokter

62

B. Frekuensi Periksa Hb (Hemoglobin) selama trimester 1-3
Petunjuk Pengisian: Berilah tanda (√) pada pernyataan dengan keterangan
sebagai berikut:
0. Tidak periksa
1. Periksa 1 kali
2. Periksa 2 kali

No Butir Pernyataan Score jawaban
210

1 Pemeriksaan Hemoglobin (Hb) di trimester 1
(0-12 minggu).

2 Pemeriksaan Hemoglobin (Hb) di trimester 2 (12-24
minggu ).

3 Pemeriksaan Hemoglobin (Hb) di trimester 3 (24-40
minggu).

C. Kejadian Anemia pada ibu hamil
Petunjuk: Berilah tanda (√) pada jawaban yang benar sesuai hasil

pemeriksaan Hemoglobin (Hb) di laboratorium atau periksa menggunakan

easy touch dengan nilai rujukan Hb sebagai berikut:
1. Nilai Hb ≥11 g/dl

2. Nilai Hb 9-10 g/dl

3. Nilai Hb 7-8 g/dl
4. Nilai Hb ≤ 7 g/dl

No Butir Pernyataan Score jawaban
43 2 1
1 Periksa (Hb) Hemoglobin di trimester 1
(0-12 minggu).

2 Periksa (Hb) Hemoglobin di trimester 2
(12-24 minggu).

3 Periksa (Hb) Hemoglobin di trimester 3
(24-40 minggu).

63

Lampiran 3: Data Karakteristik Responden

No Nama JK Usia Pekerjaan Pendidikan Anak
responden (inisial) Ke

1 RN P 30 Guru Perguruan Tinggi 1
2 DS 3
3 LF P 28 IRT SMA 3
4 RS 2
5 Si P 33 Karyawan SMA 3
6 Pa 1
7 EAP P 34 IRT SMA 1
8 SL 1
9 LW P 38 IRT SMA 1
10 HH 3
11 TUB P 26 IRT SMA 2
12 NH 1
13 ERS P 25 Karyawan SMA 2
14 LN 3
15 RV P 30 IRT SMA 2
16 RO 1
17 MJH P 25 Karyawan SMA 2
18 MY 3
19 ES P 32 IRT SMA 1
20 YSS 1
21 RS P 35 IRT SMA 3
22 Si 4
23 EJ P 24 IRT SMA 1
24 Si 2
25 HS P 32 IRT SMA 3
26 N A 2
27 LS P 31 Karyawan SMA 3
28 WL 1
29 Si P 29 Guru Perguruan Tinggi 2
30 La 1
31 Ri P 32 IRT SMA 3
32 NP 1
33 Hn P 27 IRT SMA 1
34 RM 3
35 Fi P P 38 Dokter hewan Perguruan Tinggi 1
36 LP 1
37 Ni P 26 IRT SMA 1
38 KW 1
39 Sa P 22 IRT SMA 1
40 DS 3
P 30 IRT Perguruan Tinggi

P 34 IRT SMA

P 28 IRT SMA

P 35 IRT SMA

P 26 Karyawan SMA

P 29 IRT SMA

P 37 IRT SMA

P 19 IRT SMA

P 35 IRT SMA

P 35 Guru Perguruan Tinggi

P 35 IRT SMP

P 19 IRT SMP

P 21 IRT SMA

P 35 IRT SMA

P 25 IRT SMA

P 25 IRT SMA

P 25 IRT SMA

P 27 IRT SMA

P 28 Guru Perguruan Tinggi

P 31 IRT SMA

64

Lampiran 4: Data Tingkat Kepatuhan dan Kejadian Anemia

Tingkat Kepatuhan Kejadian
Anemia
No TM 1 TM 2 TM3
Responden (0-12 minggu) (12-24 minggu) (24-40 minggu) 123
001
1 12 3 45 010
2 21 2 32 002
3 20 2 21 001
4 10 1 11 001
5 21 2 21 001
6 11 2 21 002
7 11 2 21 001
8 10 1 11 002
9 21 2 21 002
10 11 1 21 002
11 01 1 11 002
12 10 0 21 001
13 11 2 20 021
14 02 2 31 001
15 20 1 31 001
16 21 2 32 001
17 11 2 31 001
18 11 2 31 001
19 21 2 32 001
20 31 2 21 001
21 20 2 31 001
22 32 3 31 001
23 20 2 31 001
24 21 2 31 002
25 21 2 21 001
26 11 1 20 001
27 11 2 31 001
28 21 2 30 001
29 11 2 31 001
30 21 2 21 001
31 31 2 32 021
32 00 4 31 001
33 10 2 21 021
34 31 2 31 001
35 21 2 31 101
36 01 3 31 021
37 22 3 21 001
38 20 2 21 001
39 20 2 21 021
40 31 2 31
20 3 22

65

Lampiran 5: Tabel Chi-Square

Tabel Chi Square

Tingkat Signifikansi Alpa

Df 0,05 0,01 0,1

1 3,841 6,635 2,706
2 5,991 9,210 4,605
3 7,815 11,345 6,251
4 9,488 13,277 7,779
5 11,070 15,086 9,236
6 12,592 16,812 10,645
7 14,067 18,475 12,017
8 15,507 20,090 13,362
9 16,919 21,666 14,684
10 18,307 23,209 15,987
11 19,675 24,725 17,275
12 21,026 26,217 18,549
13 22,362 27,688 19,812
14 23,685 29,141 21,064
15 24,996 30,578 22,307
16 26,296 32,000 23,542
17 27,587 33,409 24,769
18 28,869 34,805 25,989
19 30,144 36,191 27,204
20 31,410 37,566 28,412

Tabel 5 1 Tabel Chi-Square

66

Lampiran 6: Hasil Uji Statistik Chi Square

Case Processing Summary

Cases

Valid Missing Total
N Percent
N Percent N Percent
40 100.0%
Tingkat Kepatuhan 40 100.0% 0 0.0%
ANC * Kejadian
Anemia

Kepatuhan ANC *Kejadian Anemia Crosstabulation

Kejadian Anemia

Tidak Anemia

anemia ringan Total
14
Kepatuha Tidak Count 77
n_ANC Patuh Expected Count 14.0
11.2 2.8

% within Kepatuhan 50.0% 50.0% 100.0%
ANC 21.9% 87.5% 35.0%
17.5% 17.5% 35.0%
% within Kejadian
Anemia
% of Total

Patuh Count 25 <5 26

Expected Count 20.8 5.2 26.0

% within Kepatuhan 96.2% n<5 100.0%
ANC 78.1% n<5 65.0%
62.5% n<5 65.0%
% within Kejadian
Anemia
% of Total

Total Count 32 8 40

Expected Count 32.0 8.0 40.0

% within Kepatuhan 80.0% 20.0% 100.0%
ANC 100.0% 100.0% 100.0%

% within Kejadian 80.0% 20.0% 100.0%
Anemia

% of Total

Value Chi-Square Tests Exact Sig. Exact Sig.
12.115a (2-sided) (1-sided)
Asymptotic
Pearson Chi- Significance
Square df (2-sided)
Continuity
Correctionb 1 .001

Likelihood Ratio 9.402 1 .002

12.147 1 .000

Fisher's Exact .001 .001

Test

Linear-by-Linear 11.813 1 .001

Association

N of Valid Cases 40

a. 1 cells (25.0%) have expected count less than 5. The minimum expected count is
2.80.
b. Computed only for a 2x2 table

67

Lampiran 7: Hasil Uji Statistik Correlation Pearson

Descriptive Statistics

Mean Std. Deviation N
40
Tingkat Kepatuhan ANC 1.6500 .48305
Kejadian Anemia 40
1.2000 .40510

Correlations Pearson

Kepatuhan_ANC Pearson Correlation Kepatuhan ANC Kejadian Anemia
1 -.550**

Sig. (2-tailed) .000

N 40 40

Kejadian_Anemia Pearson Correlation -.550** 1

Sig. (2-tailed) .000

N 40 40

**. Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed).

68

Lampiran 8: Dokumentasi Penelitian

Gambar 8 1 Peneliti memberikan kuesioner untuk diisi pada saat kunjungan
periksa ANC di lokasi penelitian.

Gambar 8 2 Peneliti menghantarkan kuesioner ke rumah responden untuk disi.
69


Click to View FlipBook Version