The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

0-19320322799_20210405_184330_0000

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by desswitaalaysha, 2021-04-05 08:29:48

Kumpulan pantun

0-19320322799_20210405_184330_0000

KHUSNUL KHOTIMAH
X TKJ 1

KUMPULAN PANTUN

[1]
Buah dipetik rasanya segar

Untuk dibuat kue acar.
Kalau malas belajar,

Pasti bodoh di waktu besar.

[2]
Secangkir kopi dari kedai,
Beli kecap gambar bango.
Mengaku anak yang pandai,
Kalau ditanya planga plongo.

[3]
Pulang kerja hari lah petang,

Ada kue dari ketan.
Siapa suka yang berhutang,
Mungkin pacarnya orang utan.

[4]
Kondangan nikah pakai batik,
Bagusnya dikasih dua jempol.

Temanku memang sangat
cantik,

Sayang masih suka
mengompol
[6]

Jalan-jalan ke Maluku,
Naik perahu mancing ikan.

Siapa yang punya ilmu,
Tentu derajatnya ditinggikan.

[7]
Semua bumbu hendak diramu,

Agar sedap rasa masakan.
Tinggi derajat karena ilmu,
Ilmu membawa pada iman.

[8]
Kota besar ada tugu,
Tempat bertemu anak

kembar.
Siapa yang ingin ilmu,
Carilah dengan rajin belajar.

[9]
Hitam putih warna keledai,
Duduk bersila di atas dipan.
Rajin belajar pangkal pandai,
Itulah kunci dalam kehidupan.

[10]
Lada pedas tambah ketumbar,

Madu manis dari si lebah.
Hormati guru yang mengajar,
Supaya ilmu menjadi berkah.

[11]
Hari raya makan ketupat,

Rumah kampung di
pedalaman.

Di mana ilmu hendak didapat,
Pada guru yang
berpengalaman.

[12]
Lapangan bola amat lebar,

Tempat pemain banyak
bertemu.

Bersabar ketika belajar,
Itulah kunci mendapat ilmu.

[13]
Libur panjang sangat lama,
Dari Mekah bahwa kurma.

Dengarkan guru dengan
seksama,

Moga ilmu masuk ke sukma.

[14]
Mancing di sungai dapat sepat,
Pulang ke rumah habis umpan.

Carilah ilmu sampai dapat,
Jangan sampai putus harapan.

[15]
Datang tamu dari etopia,

Negeri jauh di afrika.
Sudah pandai akhlak mulia,
Itulah anak idaman orang tua.

[16]
Pergi ke kebun tanam

lengkuas,
Tidak lupa menanam kucai.

Ilmu Allah sangat luas,
belajar itu tak pernah usai.

[17]
Duduk melamun bukan merenung,

Mata melihat ekor siluman.
Apa guna ilmu segunung,
Kalau tidak diamalkan.

[18]
Pedih tangan karena tersayat,

Keluar darah luka diikat.
Jauhi olehmu segala maksiat,

agar ilmu cepat didapat.

[19]
Orang datang beriring-iringan,

Melewati jalan berbatu.
Bangun pagi jangan kesiangan,
Datang ke sekolah tepat waktu.

[20]
Petir datang kilat menyambar,
Hujan deras sedang ditunggu.
Datang sekolah untuk belajar,

Pulang sekolah dapat ilmu.


Click to View FlipBook Version