The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by sebatubunp, 2023-07-17 22:31:31

Katolik-BG-KLS-II

Katolik-BG-KLS-II

Bab 5 | Mewujudkan Iman dalam Masyarakat 139 A. Hidup Rukun dengan Tetangga Tujuan Pembelajaran Melalui pembelajaran ini, diharapkan peserta didik mampu mewujudkan imannya di tengah masyarakat melalui kebiasaan hidup rukun dengan tetangga; dan berusaha mengembangkan sikap serta perilaku yang rukun dalam kehidupan sehari-hari. Media Pembelajaran/Sarana Gambar, lagu, kutipan Kitab Suci. Pendekatan Pendekatan kateketis, saintifik, naratif-eksperiensial, reflektif. Metode Pengamatan gambar, bernyanyi, bercerita, tanya jawab, penugasan. Gagasan Pokok Hidup rukun merupakan dambaan hati setiap orang. Sebagai makhluk sosial, kita membutuhkan sesama dalam berbagai aspek kehidupan. Kita membutuhkan tetangga untuk bekerja sama, tolong-menolong agar kebutuhan hidup kita dan sesama dapat terpenuhi dengan baik. Demikian halnya dengan peserta didik, mereka membutuhkan teman-teman di lingkungannya untuk bermain, belajar, dan berlatih mengembangkan kemampuan dan keterampilannya. Kebutuhankebutuhan tersebut dapat terselenggara dengan baik bila mereka mampu memelihara hidup rukun satu sama lain. Karena itu, mereka membutuhkan bimbingan dari orang tua dan guru agar mampu membangun sikap dan perilaku yang rukun dengan sesama. Kitab Mazmur 133:1-3 mengatakan bahwa alangkah baiknya dan senangnya kalau umat Allah hidup rukun. Kerukunan itu baik, indah, dan menyenangkan. Kerukunan akan menguatkan persatuan dan persaudaraan di antara manusia. Kerukunan akan mengeratkan ikatan batin di antara manusia, menyuburkan semangat gotong royong, menggerakkan kepedulian terhadap sesama. Kerukunan menyuburkan semangat untuk saling melindungi, saling


140 Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti untuk SD Kelas II mendukung untuk mencapai keberhasilan, sehingga damai sejahtera dapat sungguh dirasakan dan dialami secara nyata. Sesungguhnya, Allah sendirilah yang menghendaki agar kita manusia hidup rukun; sebab berkat Allah akan mengalir dengan lancar di antara manusia yang hidup rukun dan damai, seperti yang dikatakan dalam ayat 3 Mazmur ini: “Di sanalah Tuhan menurunkan berkat-Nya, kehidupan untuk selama-lamanya.” Melalui pembelajaran ini, diharapkan peserta didik dapat memahami pentingnya hidup rukun dengan tetangga dan teman-teman. Allah menghendaki agar manusia hidup rukun dengan sesamanya; dan berusaha mengembangkan sikap serta perilaku yang rukun dalam kehidupan sehari-hari. Kegiatan Pembelajaran Pembuka Guru membuka pelajaran dengan memberi pengantar, menyanyikan lagu, dan mengajak peserta didik berdoa, misalnya: 1. Pengantar a. Selamat pagi anak-anak, yang disayangi Tuhan! b. Hari ini kita akan belajar tentang “Hidup Rukun dengan Tetangga”. c. Siapa dari kalian yang suka bermain dengan anak-anak tetangga di lingkungan rumahmu? Apa sajakah permainan yang kalian lakukan? Rukunkah kalian saat bermain? Bagaimana rasanya saat kalian bermain dengan rukun dan bersemangat? Apakah yang kalian lakukan bila terjadi pertengkaran di antara teman-teman? d. Baiklah, kita akan membahasnya dalam pelajaran hari ini. Marilah kita menyanyikan lagu “Alangkah Bahagianya”. 2. Lagu (di buku siswa)


Bab 5 | Mewujudkan Iman dalam Masyarakat 141 3. Doa † Dalam nama Bapa dan Putra dan Roh Kudus. Amin. † Ya, Yesus yang mahabaik, ajarilah kami untuk hidup rukun dengan teman-teman, di sekolah, di lingkungan rumah, dan di mana pun demi Kristus Tuhan kami. Amin. † Dalam nama Bapa dan Putra dan Roh Kudus. Amin. † Langkah Pertama: Menggali Pengalaman Hidup 1. Pengamatan Guru mengajak peserta didik mengamati gambar anak-anak yang melakukan kegiatan bersama (di buku siswa). 2. Pendalaman Guru mengajak peserta didik memberi tanggapan atas gambar dengan bertanya atau menyatakan pendapatnya. Jika belum ada yang memberi tanggapan, guru dapat memulai dengan pertanyaan, misalnya: a. Apakah yang dilakukan anak-anak pada gambar nomor 1, 2, dan 3? b. Rukunkah mereka? Apakah tandanya? c. Apakah manfaat dari kegiatan yang mereka lakukan? d. Permainan apakah yang kalian lakukan bersama anak-anak di lingkungan rumahmu? e. Bagaimana perasaanmu saat bermain dengan rukun? 3. Peneguhan Guru memberikan peneguhan berdasarkan pertanyaan dan jawaban peserta didik, misalnya: Kita membutuhkan teman-teman untuk bermain, belajar, dan berlatih. Bermain bersama teman sungguh menyenangkan dan menyehatkan. Demikian juga kita belajar dan berlatih bersama teman agar bertambah pintar. Temanteman adalah sahabat yang membantu kita untuk maju. Berusahalah untuk hidup rukun dengan semua teman! Hindarilah pertengkaran dan permusuhan dengan teman!


142 Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti untuk SD Kelas II 4. Penugasan Guru memberi peserta didik tugas untuk mewarnai gambar anak-anak bermain tali (di buku siswa), dan menulis macam-macam permainan yang dapat dimainkan bersama teman untuk menjalin keakraban, serta menulis doa mohon kerukunan, misalnya: Warnailah gambar! Tulislah di bawah gambar macam-macam permainan yang dapat dimainkan bersama teman untuk menjalin kerukunan! Tulislah juga doa mohon berkat Tuhan agar selalu rukun dengan teman-teman! Macam-macam permainan bersama teman: .............................................................................................................................................. .............................................................................................................................................. ............................................................................................................................................... Doa: ............................................................................................................................................... ............................................................................................................................................... ............................................................................................................................................... Langkah Kedua: Menggali Pengalaman Kitab Suci 1. Pengamatan Guru mengajak peserta didik mengamati gambar Daud (di buku siswa) dan mendengarkan bacaan Kitab Suci. Persaudaraan yang Rukun (Mazmur 133:1-3) Nyanyian ziarah Daud. Sungguh, alangkah baiknya dan indahnya, apabila saudara-saudara diam bersama dengan rukun! Seperti minyak yang baik di atas kepala meleleh ke janggut, yang meleleh ke janggut Harun dan ke leher jubahnya. Seperti embun gunung Hermon yang turun ke atas gunung-gunung Sion. Sebab ke sanalah Tuhan memerintahkan berkat, kehidupan untuk selamalamanya


Bab 5 | Mewujudkan Iman dalam Masyarakat 143 Guru memberi penjelasan tentang bacaan Kitab Suci, misalnya: Hidup rukun itu baik, indah, dan menyenangkan. Bila rukun, kita akan merasa nyaman berada di antara teman-teman. Bila rukun, kita dapat belajar dan berlatih bersama teman-teman, saling membantu untuk mencapai kemajuan. Tuhan menghendaki agar anak-anak hidup rukun dan damai. 2. Pendalaman Guru mengajak peserta didik untuk menulis hal-hal yang baik dilakukan saat bermain bersama teman-teman agar selalu rukun, misalnya: No. Hal baik yang dilakukan saat bermain bersama teman 1. Memberi pujian pada teman yang menang 2. 3. 4. 3. Peneguhan Guru memberikan peneguhan berdasarkan pertanyaan dan jawaban peserta didik, misalnya: a. Tuhan menghendaki agar anak-anak hidup rukun dan damai. Tuhan memberkati anak-anak yang rukun dan memberi segala yang baik sehingga mereka semakin rukun dan bersukacita. b. Berusahalah untuk selalu rukun dengan teman-teman, di sekolah atau di lingkungan rumahmu. Bila terjadi pertengkaran dengan teman, segeralah berdamai! Langkah Ketiga: Refleksi dan Aksi 1. Refleksi Guru mengajak peserta didik untuk merenungkan sikap dan perilakunya terhadap teman, misalnya: • Apakah saya selalu rukun saat bermain bersama teman-teman?


144 Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti untuk SD Kelas II 2. Aksi Guru memberi tugas kepada peserta didik untuk meminta orang tuanya membuatkan slogan yang berisi ajakan kepada teman-teman untuk hidup rukun. Slogan ditulis di selembar kertas tebal, dihias, dan dibingkai. Kemudian dipamerkan dan dinilai oleh guru. Penutup Guru memberi rangkuman dengan mengajak peserta didik untuk mengingat kembali gagasan yang menjadi inti pewartaan serta menutup pelajaran dengan doa. 1. Rangkuman Guru memberi rangkuman atas pelajaran ini, misalnya: a. Kita membutuhkan teman-teman untuk bermain, belajar, dan berlatih. b. Teman-teman adalah sahabat yang membantu kita untuk maju. c. Tuhan menghendaki agar anak-anak yang hidup rukun dan damai. d. Tuhan memberkati anak-anak yang rukun, dan memberi segala yang baik sehingga mereka semakin rukun dan bersukacita. e. Berusahalah untuk selalu rukun dengan teman-teman, di sekolah atau di lingkungan rumahmu! f. Hindarilah pertengkaran dan permusuhan dengan teman! g. Bila terjadi pertengkaran dengan teman, segeralah berdamai! 2. Doa Guru mengajak peserta didik menutup pelajaran dengan berdoa, misalnya: † Dalam nama Bapa dan Putra dan Roh Kudus. Amin. † Tuhan Yesus yang mahabaik, jauhkanlah kami dari pertengkaran dan permusuhan. Semoga kami selalu rukun dengan teman-teman pada saat bermain dan belajar bersama demi Kristus Tuhan kami. Amin. † Dalam nama Bapa dan Putra dan Roh Kudus. Amin. †


Bab 5 | Mewujudkan Iman dalam Masyarakat 145 Penilaian 1. Pengetahuan a. Teknik: Tertulis/lisan (penilaian harian). b. Bentuk instrumen: Jawaban singkat. Tujuan Pembelajaran Butir Instrumen Skor Melalui pembelajaran ini, diharapkan peserta didik mampu mewujudkan imannya di tengah masyarakat melalui kebiasaan hidup rukun dengan tetangga; dan berusaha mengembangkan sikap serta perilaku yang rukun dalam kehidupan sehari-hari. a. Apa yang harus dilakukan agar rukun saat bermain bersama teman? 20 b. Apa yang harus dilakukan bila melihat teman bertengkar saat bermain? 20 c. Apa gunanya hidup rukun dengan teman? 20 d. Apakah yang Tuhan berikan kepada anakanak yang hidup rukun? 20 e. Tulislah doa permohonan agar selalu rukun dengan teman-teman! 20 Skor maksimal 100 Nilai = Skor yang diperoleh x 100 Skor maksimal Kunci Jawaban a. Taat pada peraturan bermain, jujur dalam bermain, memberi pujian pada teman yang menang. b. Menegur yang salah dan mendamaikan mereka. c. Kita mempunyai banyak teman, dapat bermain, belajar, dan berlatih dengan gembira. d. Tuhan memberi berkat dan segala yang baik untuk hidupnya. e. Ya, Tuhan yang mahabaik, berkatilah saya dan semua teman agar rukun saat bermain ataupun belajar bersama. Amin.


146 Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti untuk SD Kelas II 2. Keterampilan a. Teknik: Produk. b. Bentuk instrumen: Membuat slogan. Tujuan Pembelajaran Butir Instrumen Skor Melalui pembelajaran ini, diharapkan peserta didik mampu mewujudkan imannya di tengah masyarakat melalui kebiasaan hidup rukun dengan tetangga; dan berusaha mengembangkan sikap dan perilaku yang rukun dalam kehidupan seharihari. Membuat slogan yang berisi ajakan kepada teman-teman untuk hidup rukun. 100 Skor maksimal 100 Pengayaan Peserta didik yang telah memahami pelajaran ini, diberikan pengayaan dengan kegiatan membuat puisi secara sederhana tentang indahnya hidup rukun. Remedial Guru memberi tugas kepada peserta didik yang belum mencapai nilai KBM. 1. Guru bertanya kepada peserta didik mengenai hal-hal yang belum mereka pahami. 2. Berdasarkan hal-hal yang belum mereka pahami, guru mengajak peserta didik untuk mempelajari kembali dengan memberikan bantuan peneguhanpeneguhan yang lebih praktis. 3. Guru memberi penilaian ulang dengan pertanyaan yang lebih mudah, misalnya menuliskan contoh-contoh hidup rukun di sekolah.


Bab 5 | Mewujudkan Iman dalam Masyarakat 147 B. Bergotong Royong Memelihara Lingkungan Tujuan Pembelajaran Melalui pembelajaran ini, diharapkan peserta didik mampu mewujudkan imannya di tengah masyarakat dengan mengembangkan kebiasaan bergotong royong memelihara kebersihan dan keindahan lingkungan, sesuai tugas yang diberikan Allah kepada manusia untuk memelihara alam ciptaan-Nya. Media Pembelajaran/Sarana Gambar, lagu, kutipan Kitab Suci. Pendekatan Pendekatan kateketis, saintifik, naratif-eksperiensial, reflektif. Metode Pengamatan gambar, bercerita, tanya jawab, penugasan. Gagasan Pokok Bergotong royong membersihkan lingkungan hidup adalah kegiatan yang sudah biasa dilakukan di masyarakat. Di kalangan peserta didik, kegiatan bergotong royong memelihara lingkungan pun sudah biasa mereka lakukan. Misalnya, membersihkan kelas, memungut sampah di halaman sekolah, menanam pohon penghijauan, menyiram taman di rumah, dan lainnya. Ada berbagai alasan sehingga masyarakat tergerak memelihara lingkungannya. Sebagaimana dapat kita rasakan, bila berada di lingkungan yang bersih, rapi, dan asri, hati dan pikiran kita terasa nyaman. Demikian juga lingkungan yang bersih, rindang, dan hijau akan menghasilkan udara segar yang menyehatkan, dan membangkitkan semangat untuk melakukan aktivitas kita. Lebih dari itu, kesadaran memelihara lingkungan sesungguhnya merupakan ungkapan bakti kita kepada Allah Sang Pencipta, yang telah menganugerahkan alam ciptaan yang baik ini kepada kita, manusia yang dikasihi-Nya.


148 Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti untuk SD Kelas II Dalam Kitab Kejadian bab 1:26-27, Allah menciptakan manusia dan memberinya kuasa atas segala ciptaan. Allah menjadikan manusia sebagai rekan kerja-Nya. Tugas manusia adalah mengurus semua ciptaan. Allah telah mencipta, dan semua ciptaan baik adanya. Mengingat semua ciptaan sangat berguna bagi kehidupan manusia, maka manusia harus menjaga dan memeliharanya agar selalu baik adanya. Manusia bertanggung jawab menjaga kelestarian ciptaan Allah, demi kehidupan generasi selanjutnya. Melalui pembelajaran ini diharapkan peserta didik dapat memahami bahwa Allah menciptakan manusia dan memberinya kuasa atas semua ciptaan-Nya; bahwa manusia diberi tugas untuk menjaga dan memelihara ciptaan Allah agar selalu baik adanya; dan berusaha membiasakan diri bergotong royong memelihara kebersihan dan keindahan lingkungan sekitarnya, menyiram tanaman, menghijaukan lingkungan dengan tanaman baru, dan mencegah perbuatan merusak lingkungan. Kegiatan Pembelajaran Pembuka Guru membuka pelajaran dengan memberi pengantar, menyanyikan lagu, dan mengajak peserta didik berdoa, misalnya: 1. Pengantar a. Selamat pagi, anak-anak yang disayangi Tuhan! b. tahukah kalian, siapa pencipta langit dan bumi ini? Siapa yang menciptakan manusia, hewan-hewan, dan segala jenis tumbuhan? c. Tahukah kalian bila Allah memberi tugas kepada manusia untuk menjaga dan merawat semua ciptaan-Nya? Apakah yang kalian lakukan sebagai tanda telah melakukan tugas yang Allah beri? d. Baiklah, kita akan membahasnya dalam pelajaran hari ini. Marilah kita menyanyikan lagu “Alam Raya Karya Bapa”. 2. Lagu (di buku siswa)


Bab 5 | Mewujudkan Iman dalam Masyarakat 149 3. Doa † Dalam nama Bapa dan Putra dan Roh Kudus. Amin. † Ya, Allah yang mahabaik, ajarilah kami memelihara lingkungan agar selalu bersih, rapi, dan subur tanamannya demi Kristus Tuhan kami. Amin. † Dalam nama Bapa dan Putra dan Roh Kudus. Amin. † Langkah Pertama: Menggali Pengalaman Hidup 1. Pengamatan Guru mengajak peserta didik mengamati gambar-gambar orang yang bergotong royong memelihara lingkungan (di buku siswa). 2. Pendalaman Guru mengajak peserta didik memberi tanggapan atas gambar dengan bertanya atau menyatakan pendapatnya. Jika belum ada yang memberi tanggapan, guru dapat memulai dengan pertanyaan, misalnya: a. Apa sajakah yang dilakukan orang-orang pada gambar nomor 1, 2, dan 3? b. Apa manfaat dari pekerjaan yang mereka lakukan itu? c. Bagaimana perasaanmu bila berada di lingkungan yang bersih, rapi, dan rindang? d. Apa sajakah yang dapat kalian lakukan untuk memelihara lingkungan? 3. Peneguhan Guru memberikan peneguhan berdasarkan pertanyaan dan jawaban peserta didik, misalnya: Allah menciptakan alam ini dengan baik adanya. Kita wajib memelihara alam ciptaan agar tetap baik adanya. Lingkungan yang bersih, rapi, dan rindang bermanfaat untuk kesehatan kita. Juga bermanfaat untuk membuat pikiran dan perasaan nyaman. Sayangilah lingkunganmu, jagalah kebersihannya! Bergotong royonglah bersama teman-teman untuk memelihara lingkungan!


150 Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti untuk SD Kelas II 4. Penugasan Guru memberi peserta didik tugas untuk mewarnai gambar anak-anak membersihkan lingkungan (di buku siswa) dan menulis ajakan kepada temanteman agar rajin memelihara lingkungan, misalnya: Warnailah gambar! Tulislah di bawah gambar kalimat yang berisi ajakan kepada teman-teman agar rajin memelihara lingkungan! Ajakan: ............................................................................................................................................... ............................................................................................................................................... ............................................................................................................................................... Langkah Kedua: Menggali Pengalaman Kitab Suci 1. Pengamatan Guru mengajak peserta didik mengamati gambar sepasang laki-laki dan perempuan yang diciptakan Tuhan (di buku siswa), dan mendengarkan bacaan Kitab Suci. Allah Menciptakan Manusia (Kejadian 1:26-27) Berfirmanlah Allah: “Baiklah Kita jadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita, supaya mereka berkuasa atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas ternak dan atas seluruh bumi dan atas segala binatang melata yang merayap di bumi.” Maka Allah menciptakan manusia itu menurut gambar-Nya, menurut gambar Allah diciptakan-Nya dia; laki-laki dan perempuan diciptakan-Nya mereka. Guru memberi penjelasan tentang bacaan Kitab Suci, misalnya: Allah menyerahkan seluruh ciptaan-Nya kepada manusia. Tugas manusia adalah menjaga dan merawat seluruh ciptaan agar selalu baik adanya. Manusia boleh memanfaatkan ciptaan Allah untuk kehidupannya. Namun, manusia bertanggung jawab untuk menjaga kelestarian semua ciptaan.


Bab 5 | Mewujudkan Iman dalam Masyarakat 151 2. Pendalaman Guru mengajak peserta didik memberi tanggapan atas bacaan Kitab Suci dengan bertanya atau menyatakan pendapatnya. Jika belum ada yang memberi tanggapan, guru dapat memulai dengan pertanyaan, misalnya: a. Apa sajakah kuasa yang Allah berikan kepada manusia? b. Apa tugas manusia atas ciptaan Allah? c. Siapa sajakah yang wajib memelihara lingkungan alam ini? d. Apa yang dapat kalian lakukan untuk memelihara lingkungan alam sekitar? 3. Peneguhan Guru memberikan peneguhan berdasarkan pertanyaan dan jawaban peserta didik, misalnya: Allah menciptakan manusia untuk berkuasa atas seluruh ciptaan. Manusia boleh memanfaatkan semua ciptaan sesuai kebutuhannya. Allah memberi tugas kepada manusia untuk memelihara ciptaan-Nya agar selalu baik adanya. Bergotong royong membersihkan sampah di halaman, membuang sampah pada tempatnya adalah perbuatan memelihara lingkungan, termasuk juga menyiram tanaman, menanam pohon untuk penghijauan, dan menyayangi hewan peliharaan. Kita dapat bergotong royong bersama anggota keluarga atau bersama teman-teman. Allah memberkati anak-anak yang rajin bergotong royong memelihara lingkungannya. Langkah Ketiga: Refleksi dan Aksi 1. Refleksi Guru mengajak peserta didik merenungkan sikap dan perilakunya terhadap alam sekitar, misalnya: • Sudah rajinkah saya bergotong royong memelihara kebersihan dan keindahan lingkungan? 2. Aksi Guru mengajak peserta didik untuk menulis perbuatan memelihara lingkungan yang akan dilakukannya di sekolah dan di rumah. Kemudian, meminta tanda tangan orang tua dan guru.


152 Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti untuk SD Kelas II No. Perbuatan memelihara lingkungan yang akan kulakukan 1. 2. 3. 4. 5. 6. TT orang tua: TT guru: Penutup Guru memberi rangkuman dengan mengajak peserta didik untuk mengingat kembali gagasan yang menjadi inti pewartaan serta menutup pelajaran dengan doa. 1. Rangkuman Guru memberi rangkuman atas pelajaran ini, misalnya: a. Allah menciptakan manusia untuk berkuasa atas seluruh ciptaan. b. Allah memberi manusia tugas memelihara ciptaan-Nya agar selalu baik adanya. c. Bergotong royong membersihkan sampah di halaman, membuang sampah pada tempatnya adalah perbuatan memelihara lingkungan. d. Demikian juga menyiram tanaman, menanam pohon untuk penghijauan, dan menyayangi hewan peliharaan adalah tanda bahwa kita mencintai lingkungan. e. Kita dapat bergotong royong bersama anggota keluarga atau bersama teman-teman. f. Lingkungan yang bersih, rapi, dan rindang bermanfaat untuk kesehatan kita. g. Sayangilah dan peliharalah lingkunganmu dengan sepenuh hati! h. Allah memberkati anak-anak yang rajin bergotong royong memelihara lingkungannya.


Bab 5 | Mewujudkan Iman dalam Masyarakat 153 2. Doa Guru mengajak peserta didik menutup pelajaran dengan berdoa, misalnya: † Dalam nama Bapa dan Putra dan Roh Kudus. Amin. † Ya, Allah yang mahabaik, berilah kami semangat untuk merawat lingkungan, agar selalu bersih, indah, dan nyaman bagi semua demi Kristus Tuhan kami. Amin. † Dalam nama Bapa dan Putra dan Roh Kudus. Amin. † Penilaian 1. Pengetahuan 1. Teknik: Tertulis/lisan (penilaian harian). 1. Bentuk instrumen: Jawaban singkat. Tujuan Pembelajaran Butir Instrumen Skor Melalui pembelajaran ini, diharapkan peserta didik mampu mewujudkan imannya di tengah masyarakat dengan mengembangkan kebiasaan bergotong royong memelihara kebersihan dan keindahan lingkungan, sesuai tugas yang diberikan Allah kepada manusia untuk memelihara alam ciptaan-Nya. a. Apa sajakah ciptaan yang diberikan Allah kepada manusia? 20 b. Apakah tugas manusia terhadap ciptaan Allah? 20 c. Siapa sajakah yang wajib memelihara lingkungan? 20 d. Sebutkan dua contoh perbuatan memelihara lingkungan! 20 e. Apa gunanya lingkungan yang bersih bagi manusia? 20 Skor maksimal 100 Nilai = Skor yang diperoleh x 100 Skor maksimal Kunci Jawaban a. Semua ciptaan. b. Menjaga dan memelihara agar semua ciptaan baik adanya.


154 Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti untuk SD Kelas II c. Semua orang. d. Menyiram tanaman, membersihkan sampah, menanam pohon untuk penghijauan. e. Udara jadi bersih dan sehat, terhindar dari wabah penyakit, suasana nyaman. 2. Keterampilan a. Teknik: Praktik. b. Bentuk Instrumen: Menanam pohon untuk penghijauan. Tujuan Pembelajaran Butir Instrumen Skor Melalui pembelajaran ini, diharapkan peserta didik mampu mewujudkan imannya di tengah masyarakat dengan mengembangkan kebiasaan bergotong royong memelihara kebersihan dan keindahan lingkungan, sesuai tugas yang diberikan Allah kepada manusia untuk memelihara alam ciptaan-Nya. Bersama orang tua menanam pohon sebagai penghijauan di lingkungan rumah. 100 Skor maksimal 100 Pengayaan Peserta didik yang telah memahami pelajaran ini, diberikan pengayaan dengan kegiatan membuat slogan yang berisi ajakan untuk memelihara lingkungan. Remedial Guru memberi tugas kepada peserta didik yang belum mencapai nilai KBM. 1. Guru bertanya kepada peserta didik mengenai hal-hal yang belum mereka pahami. 2. Berdasarkan hal-hal yang belum mereka pahami, guru mengajak peserta didik untuk mempelajari kembali dengan memberikan bantuan peneguhanpeneguhan yang lebih praktis. 3. Guru memberi penilaian ulang dengan pertanyaan yang lebih mudah, misalnya menuliskan hal-hal yang harus dilakukan agar lingkungan tetap bersih.


Bab 5 | Mewujudkan Iman dalam Masyarakat 155 PENILAIAN MATERI BAB V Tes Tertulis Jawablah dengan benar! 1. Apa yang harus dilakukan agar rukun saat bermain bersama teman? 2. Apa yang harus dilakukan bila melihat teman bertengkar saat bermain? 3. Apa gunanya hidup rukun dengan teman? 4. Apakah yang Tuhan berikan kepada anak-anak yang hidup rukun? 5. Tulislah doa permohonan agar selalu rukun dengan teman-teman! 6. Apa sajakah ciptaan yang diberikan Allah kepada manusia? 7. Apa tugas manusia terhadap ciptaan Allah? 8. Siapa sajakah yang wajib memelihara lingkungan? 9. Sebutkan dua contoh perbuatan memelihara lingkungan! 10. Apa gunanya lingkungan yang bersih bagi manusia? Kunci Jawaban 1. Taat pada peraturan bermain, jujur dalam bermain, memberi pujian pada teman yang menang. 2. Menegur yang salah dan mendamaikan mereka. 3. Kita mempunyai banyak teman, dapat bermain, belajar, dan berlatih dengan gembira. 4. Tuhan memberi berkat dan segala yang baik untuk hidupnya. 5. Ya, Tuhan yang mahabaik, berkatilah saya dan semua teman agar rukun saat bermain ataupun belajar bersama. Amin. 6. Semua ciptaan. 7. Menjaga dan memelihara agar semua ciptaan baik adanya. 8. Semua orang. 9. Menyiram tanaman, membersihkan sampah, menanam pohon untuk penghijauan. 10. Udara jadi bersih dan sehat, terhindar dari wabah penyakit, suasana nyaman.


156 Glosarium Bait Allah (Bait Suci atau Kenisah): sebutan untuk pusat peribadahan bangsa Israel dan orang Yahudi di Yerusalem pada zaman kuno. burung tekukur: sejenis burung merpati berukuran kecil yang dikenal akrab dengan manusia. Bersyeba : kota yang terletak di Israel bagian selatan. dirigen : pemimpin lagu dalam Perayaan Ekaristi. Iblis : makhluk yang melawan perintah Allah. keledai : hewan jinak yang digunakan untuk bertransportasi. Kelestarian : keadaan yang tetap seperti semula; keadaan yang tidak berubahubah. kurban bakaran : persembahan kepada Tuhan oleh bangsa Israel. Malaikat : mahluk surgawi yang bertindak sebagai perantara antara Tuhan dan manusia. Mezbah: tempat mempersembahkan kurban bakaran, tempat berdoa, memuji, dan menyembah Tuhan. Orang munafik : orang yang suka berpura-pura, misalnya berpura-pura rajin berdoa. Orang saleh : orang yang suci hatinya, rajin berdoa, dan taat pada Tuhan. Organis : pengiring lagu dengan alat musik (organ) dalam Perayaan Ekaristi. pohon terbantin : pohon besar yang dipergunakan sebagai semacam petunjuk sebuah lokasi tempat, misalnya sebagai petunjuk tempat tinggal seseorang. Putra altar atau misdinar: mereka yang membantu imam pada saat Perayaan Ekaristi. Putri sakristi : remaja putri yang menyiapkan segala sesuatu agar Perayaan Ekaristi berlangsung dengan baik dan lancar. Santo Paulus : orang kudus yang mewartakan Yesus Kristus. Slogan : kalimat pendek yang menarik dan mudah untuk diingat yang digunakan untuk mengajak seseorang melakukan sesuatu yang baik. Tanah Moria : Bukit di wilayah Yerusalem.


157 Daftar Pustaka Departemen Pendidikan Nasional. 2014. Kamus Besar Bahasa Indonesia, Edisi IV, Cet. VIII. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. 2014. Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti Kelas II: Buku Guru. Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. Komisi Liturgi KWI. 1992. Puji Syukur: Buku Doa dan Nyanyian Gerejawi. Jakarta: Obor. Komisi Liturgi Seksi Musik. 1990. Madah Bakti: Buku Doa dan Nyanyian Umum. Yogyakarta: Pusat Musik Liturgi. Komkat KWI. 2017. Belajar Mengenal Yesus, Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti SD kelas II: Buku Guru. Yogyakarta: Kanisius. Konferensi Waligereja Indonesia. 1996. Iman Katolik: Buku Informasi dan Referensi. Yogyakarta: Kanisius. Lembaga Alkitab Indonesia. 2017. Alkitab Deuterokanonika. Jakarta: Lembaga Alkitab Indonesia. Lembaga Biblika Indonesia. 2002. Tafsir Alkitab Perjanjian Lama, ed. Dianne Bergant, CSA dan Robert J. Karris, OFM. Yogyakarta: Kanisius. Lembaga Biblika Indonesia. 2002. Tafsir Alkitab Perjanjian Baru, ed. Dianne Bergant, CSA dan Robert J. Karris, OFM. Yogyakarta: Kanisius. Libreria Editrice Vaticana. 2009. Kompendium Katekismus Gereja Katolik. Terjemahan dari Catechismo della Chiesa Cattolica oleh Harry Susanto, SJ yang disahkan dan diakui oleh Konferensi Waligereja Indonesia. Yogyakarta: Kanisius. Libreria Editrice Vaticana. 2014. Katekismus Gereja Katolik. Terjemahan dari edisi Jerman oleh P. Herman Embuiru, SVD yang disahkan oleh Konferensi Waligereja Regio Nusa Tenggara dan diakui oleh Konferensi Waligereja Indonesia, cet. III. Ende: Penerbit Nusa Indah. Suryana, Yusak I. 2005. Special Song for Kids: Kumpulan Lagu Anak Sekolah Minggu. Jakarta: YIS Production.


158 Sumber dari Internet: https://www.hidupkatolik.com/2017/10/02/13310/kita-dipanggil-untuk-merawat-bumi/, diakses 15 Oktober 2020. https://www.katolisitas.org/yesus-dan-sanak-saudara-nya-luk-819-21/, diakses 10 Oktober 2020. https://www.katolisitas.org/mengapa-yakub-yang-diberkati-bukan-esau/, diakses 15 Oktober 2020. https://www.katolisitas.org/keluarga-kudus-teladan-bagi-keluarga-kita/, diakses 1 November 2020. https://www.katolisitas.org/apakah-bunda-maria-sepenuhnya-mengetahui-rencana-allah/, diakses 1 November 2020. https://www.katolisitas.org/unit/bunda-maria-sang-penuh-rahmat-yang-disertai-tuhan/, diakses 1 November 2020. https://www.katolisitas.org/misteri-bahagia-ratapan-penuh-iman/, diakses 1 November 2020. https://www.katolisitas.org/kehidupan-kristus-sebelum-penderitaan-nya/, diakses 1 November 2020. https://www.katolisitas.org/unit/mengapa-yesus-hilang-dan-ditemukan-di-bait-allah/, diakses 3 November 2020. https://www.katolisitas.org/mengapa-allah-meminta-abraham-mengorbankan-ishak-anaknya/, diakses 1 November 2020. https://www.katolisitas.org/untuk-apa-allah-menguji-abraham/, diakses 5 November 2020. https://www.katolisitas.org/mengapa-yesus-dicobai-oleh-iblis-di-padang-gurun/, diakses 3 November 2020. https://www.katolisitas.org/kenapa-sih-kita-mengalami-pencobaan/, diakses 12 November 2020. https://www.katolisitas.org/berdoa-dengan-benar-secara-katolik/comment-page-1/, diakses 14 November 2020. https://www.katolisitas.org/doa-dalam-kehidupan-kristiani/, diakses 20 Oktober 2020.


159 https://www.katolisitas.org/arti-manusia-diciptakan-menurut-gambaran-allah/, diakses 10 November 2020. https://www.youtube.com/watch?v=eIoZ5z9giH0/, diakses 27 November 2020. https://www.youtube.com/watch?v=O9XZs8I-6Nw/, diakses 26 November 2020. https://www.youtube.com/watch?v=LYX0jlHCvMo/, diakses 25 November 2020. https://www.youtube.com/watch?v=kmWlZxv4ORs/, diakses 26 November 2020. https://www.youtube.com/watch?v=b_Pq36hO5m0/, diakses 26 November 2020. https://www.youtube.comwatch?v=sVq5BP0xPoY/, diakses 26 November 2020.


160 Profil Penulis Nama Lengkap : Dra. Susi Bonardy, M.Pd. Email : [email protected] Instansi : Sekolah Dasar Kopisan Plus Singkawang Kalimantan Barat. Bidang Keahlian : Penulis Buku Agama Katolik Riwayat Pekerjaan/Profesi dalam 10 Tahun Terakhir: 1. Kepala Sekolah Dasar Kopisan Plus Singkawang Kalimantan Barat. Riwayat Pendidikan Tinggi dan Tahun Belajar: 1. S2 Administrasi Pendidikan di Universitas Tanjung Pura Pontianak. Judul Buku dan Tahun Terbit (10 Tahun Terakhir): 1. Pendidikan Agama Katolik Menjadi Sahabat Yesus Kelas I-VI tahun 2010 2. Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti untuk SD kelas I, II, dan III 2013. 3. Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti Belajar Mengenal Yesus Kelas I-VI tahun 2018 Nama Lengkap : Yenny Suria, S. Ag. Email : [email protected] Instansi : SD Strada Budi Luhur II Bekasi Bidang Keahlian : Penulis Buku Agama Katolik Riwayat Pekerjaan/Profesi dalam 10 Tahun Terakhir: 1. Pengajar di SD Strada Budi Luhur II Bekasi Riwayat Pendidikan Tinggi dan Tahun Belajar: 1. S1 pada Sekolah Tinggi Pastoral IPI Malang Judul Buku dan Tahun Terbit (10 Tahun Terakhir): 1. Pendidikan Agama Katolik Menjadi Sahabat Yesus Kelas I-VI tahun 2010 2. Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti untuk SDLB Tunadaksa dan Tunanetra Kelas III diterbitkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia tahun 2017 Profil Penulis


161 Profil Penelaah Nama Lengkap : M.M. Endah Triwulan Suryaningsih Instansi : SMA Kolese Gonzaga Bidang Keahlian : Penelaah Buku Riwayat Pekerjaan/Profesi dalam 10 Tahun Terakhir: 1. Pengajar SMA Kolese Gonzaga Riwayat Pendidikan Tinggi dan Tahun Belajar: 1. S1 Fakultas Ilmu Pendidikan Agama Katolik Universitas Sanata Dharma Yogyakarta


162 Nama Lengkap : Dr. Salman Habeahan, S.Ag., MM. Instansi : Kanwil Agama Propinsi DKI Jakarta Bidang Keahlian : Pengajar, Penelaah dan Penulis Buku Riwayat Pekerjaan/Profesi dalam 10 Tahun Terakhir: 1. Pengajar pada Program Pascasarjana Universitas Budi Luhur Jakarta 2. Dosen Agama di Institut Bisnis Nusantara Jakarta 3. Anggota Dewan Pakar Gerakan Pembumian Pancasila Riwayat Pendidikan Tinggi dan Tahun Belajar: 1. S3 Manajemen Pendidikan di Universitas Negeri Jakarta Tahun 2012 Judul Buku dan Tahun Terbit (10 Tahun Terakhir): 1. Pendidikan Agama di Perguruan Tinggi Umum (Dikti – Dirjen Pajak) 2. Membangun Hidup Berpolakan Pribadi Yesus, Nusatama Jogyakarta, 3. Butir-butir Pendidikan Nilai Abad 21, Krista Media 4. Kepemimpinan untuk Organisasi Non Profit 5. Otobiografi Mgr. Dr. Anicetus B. Sinaga, OFM Cap. Judul Buku yang Pernah Ditelaah, Direview, Dibuat Ilustrasi dan/ atau Dinilai Tahun Terbit (10 Tahun Terakhir): 1. Buku Agama dan Pendidikan, Menulis Buku Pendidikan Agama di Perguruan Tinggi Umum (Dikti – Dirjen Pajak) Profil Penelaah


163 Profil Penyunting Nama Lengkap : Natalias Instansi : Nugra Media Klaten Bidang Keahlian : Editor, book designer, dan ebook creator Riwayat Pekerjaan/Profesi dalam 10 Tahun Terakhir: 1. Direktur Penerbit Nugra Media Klaten Riwayat Pendidikan Tinggi dan Tahun Belajar: 1. S1 Fakultas Teologi Wedabhakti, Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta Nama lengkap : Sutadi Pria Nugraha Telp kantor/HP : 081382616905 Email : [email protected] Akunfacebook : https://www.facebook.com/artadisuta Bidang Keahlian : Ilustrasi Riwayat Pekerjaan/Profesi dalam 10 Tahun Terakhir: 1. Impression Artist 2. Digital Artist 3. Sequential Artist Riwayat Pendidikan Tinggi dan Tahun Belajar: 1. SMAN 1 Wates Yogyakarta, 1980-1983 Judul Buku dan Tahun Terbit (10 Tahun Terakhir): 1. Ilustrasi sampul dan ilustrasi dalam buku “Teh dan Penghianat” karya Iksaka Banu 2. Ilustrasi sampul novel “Pangeran dari Timur” karya Iksaka Banu dan Kurnia Effendi 3. Ilustrasi sampul novel “Garda: Perebutan Kristal Langit” karya Ahmad Sufiatur Rahman Profil Ilustrator


164 Nama Lengkap : Gabriela E. Sondakh, S.Kom. Email : [email protected] Bidang Keahlian : Design Riwayat Pekerjaan/Profesi dalam 10 Tahun Terakhir: 1. Front-end Website Design DPMPTSP Riwayat Pendidikan Tinggi dan Tahun Belajar: 1. S1 Fakultas Teknologi dan Informatika Universitas Multimedia Nusantara Profil Desainer Isi/Setter


Click to View FlipBook Version