The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by lucia.waluyo, 2023-12-01 09:21:06

RPL Bimbingan Klasikal-Lucia Riatiningsih

Tema: Mengelola Stres

RENCANA PELAKSANAAN LAYANAN BIMBINGAN KLASIKAL SMA SANTA MARIA SURABAYA TAHUN PELAJARAN 2023-2024 Topik layanan Mengelola Stress Komponen layanan Layanan dasar Sasaran Kelas XI Bidang layanan Pribadi Metode/teknik Diskusi Kelompok (a problem-solving discussion) Fungsi layanan Pengembangan Tanggal Pelaksanaan Novembe Waktu 1x 45 menit 1. Tujuan SKKPD Pengenalan Akomodasi Tindakan Kematangan Emosi Mempelajari cara-cara menghindari konflik dengan orang lain, dengan menganalisis stres dan penyebabnya Bersikap toleran terhadap ragam ekspresi perasaan diri sendiri dan orang lain dengan menilai gejala- gejala stres yang dialami Mengekspresikan perasaandalam cara-cara yangbebas, terbuka dan tidak menimbulkan konflikagar mampu menempatkandirinyadalam mengelola stres Profil Pelajar Pancasila Bernalar Kritis Beriman, bertaqwa kepada Tuhan Yang Mahaesa dan berakhlak Gotong royong 2. KEGIATAN LAYANAN 1. Tahap Awal/Pendahuluan (10 menit) a. Membuka dengan salam dan berdoa b. Membina hubungan baik dengan peserta didik (menanyakan kabar, pelajaran sebelumnya, icebreaking :braingym lewat link https://youtu.be/aMV0udbRnBI ) c. Menyampaikan tujuan layanan materi Bimbingan dan Konseling d. Mengajak peserta didik berefleksi secara pribadi tentang pengalaman stres yang sudah dialami (melalui menti.com) 2. Tahap Inti (30 menit) a. Guru BK membagi kelompok berdasarkan kelompok teman konseling b. Guru BK menjelaskan topik yang menjadi bahan diskusi dalam kelompok (PPT - 5 menit) c. Guru BK mengajak peserta didik untuk berdiskusi dan sharing bersama tentang pengalamanyang dirasakan melalui lembar kerja peserta didik ( LKPD https://anyflip.com/fxcgu/dhju/ -20menit) d. Guru BK memberikan penguatan kepada peserta didik mengenai topik yang dibahas (Video:


Surabaya, 30 September 2023Lucia Riatiningsih, S.Psi Mengetahui, Dosen Pembimbing Dr. Bakhrudin All Habsy, M.Pd Guru Pamong Muhammad Imron, S.Pdcara menangani stres dan teknik relaksasi melalui link https://www.youtube.com/watch?v=1pyXf3gj2QY - 5 menit) 3. Tahap Penutup (5 menit) a. Guru Bk mengajak siswa untuk mengisi evaluasi hasil (PPT) b. Guru BK mengajak peserta didik jika membutuhkan konseling untuk datang ke guru BK. c. Guru BK mengakhiri kegiatan dengan berdoa 3. EVALUASI Evaluasi proses Supervisor (kepala sekolah, pengawas, teman sejawat) melakukan evaluasi dengan memperhatikan proses yang terjadi : 1. Sikap atau antusias peserta didik dalam mengikuti kegiatan 2. Efektivitas waktu yang dilakukan 3. Media yang digunakan sesuai dan aplikatif 4. Materi dan metode relevan dengan topik layanan 5. Guru Bimbingan dan Konseling menguasai materi layanan 6. RPL yang digunakan sesuai dengan layanan dan mencantumkan lembar evaluasi Evaluasi hasil Evaluasi setelah mengikuti kegiatan layanan klasikal, antara lain : 1. Peserta didik memperoleh pengetahuan dan informasi dari topik materi 2. Peserta didik mengembangkan perilaku yang positif 3. Peserta didik dapat mengubah perilaku 4. Peserta didik dapat mengevaluasi gejala stres 5. Peserta didik dapat mengevaluasi penyebab stres 6. Peserta didik dapat mengelola stres


LAMPIRAN MATERI TENTANG STRES A. Pengertian Stress Menurut Andas besar Bahasa Indonesia, ada 2 pengertian stress: 1. Gangguan atau kekacauan mental dan emosional 2. Tekanan. Secara teknis psikologik, stress didefinisikan sebagai suatu respons penyesuaian seseorangterhadap situasi yang dipersepsinya menantang atau mengancam kesejahteraan orang bersangkutan. Jadi stress merupakan suatu respon fisiologik ataupun perilaku terhadap stressor hal yang dipandangsebagai menyebabkan cekaman, gangguan keseimbangan (homeostasis), baik internal maupun eksternal. Dalampengertian ini, bisa kita perjelas bahwa stress bersifat subjektif sesuai persepsi orang yang memandangnya. Dengan perkataan lain apa yang mencekam bagi seseorang belum tentu dipersepsi mencekambagi oranglain. Mungkin Anda bertanya-tanya, mengapa stress lebih banyak dialami oleh remaja? Hal ini disebabkanremaja cenderung memperhatikan citra tubuhnya, rentan mengalami peristiwa yang penuhstres, mengalami tekanan dalam penyesuaian diri dalam berinteraksi dengan orang lain. Hinton(1989)mengatakan bahwa masa remaja merupakan masa perubahan hormonal, perubahan tingkat danpolahubungan sosial sehingga remaja cenderung mempersepsikan orang tua secara berbeda. Selain itu, masapertumbuhan remaja, jarang yang berlangsung dengan lancar. Remaja yang mengalami depresi akanmenjadi apatis dan menyalahkan dirinya sendiri sehingga merasa enggan untuk mencari pertolongan. B. Faktor – faktor Penyebab, Gejala dan Dampak Stress a. Faktor Penyebab Stress Stressor adalah sumber yang dipersepsi seseorang atau sekelompok orang memberi tekanan/cekamanterhadap keseimbangan diri mereka. Ada 3 sumber utama bagi stress, yaitu : 1. Lingkungan Lingkungan kehidupan memberi berbagai tuntutan penyesuaian diri seperti antara lain: cuaca, kebisingan, kepadatan, tekanan waktu, standard prestasi, berbagai ancaman terhadap rasa amandan harga diri, tuntutan hubungan antar pribadi, penyesuaian diri, perubahan keluarga. 2. Fisiologis a. Perubahan kondisi tubuh : masa remaja; haid, hamil, proses menua, kecelakaan, kuranggizi, kurang tidur, tekanan terhadap tubuh. b. Reaksi tubuh : reaksi terhadap ancaman dan perubahan lingkungan mengakibatkan perubahanpada tubuh kita, menimbulkan stress. 3. Pikiran a. Pikiran menginterpretasi dan menerjemahkan pengalaman perubahan dan menentukankapanmenekan tombol panik. b. Bagaimana kita memberi makna atau label pada pengalaman dan antisipasi ke depan, bisamembuat kita relax atau stress. b. Gejala Stres Ada sejumlah gejala yang bisa diditeksi secara mudah yaitu : 1. Gejala Fisiologis Denyut jantung bertambah cepat, banyak berkeringat (terutama keringat dingin), pernafasanterganggu, otot terasa tegang, sering ingin buang air kecil, sulit tidur, gangguan lambung. 2. Gejala Psikologis Resah, sering merasa bingung, sulit berkonsentrasi, sulit mengambil keputusan, tidakenakperasaan, atau perasaan kewalahan (exhausted) dsb 3. Tingkah Laku Berbicara cepat sekali, menggigit kuku, menggoyang-goyangkan kaki, ticks, gemetaran, berubahnafsu makan ( bertambah atau berkurang). ● Gejala-gejala Stres Pada Remaja Anda dapat mengetahui apakah diri kalian mengalami depresi atau tidak maka Anda perlumengetahui gejala-gejala depresi pada remaja.


Bagaimana gejala-gejala stress yang dialami remaja? ada beberapa gejala-gejala depresi padaremaja, yaitu: 1. Kehilangan minat dan kegembiraan pada hampir semua aktivitas dan hal ini hampir terjadi setiap hari. 2. Berat badan mengalami penurunan, padahal tidak sedang melakukan diet. Ataujustrumengalami peningkatan berat badan lebih dari 5% dalam satu bulan. Atau mengalami penurunan atau justru peningkatan nasfu makan hampir setiap hari. 3. Mengalami insomnia (kesulitan tidur) atau hipersomnia (suka tidur atau lebih banyaktidur)hampir setiap hari. 4. Mengalami penurunan minat dalam melakukan aktivitas yang terjadi hampir setiap hari dankehilangan energi hampir setiap hari. 5. Merasa dirinya tidak berharga atau merasa bersalah yang berlebihan. 6. Kehilangan kemampuan untuk berpikir dan berkonsentrasi. 7. Munculnya perasaan sedih hampir setiap hari. 8. Munculnya pikiran-pikiran tentang kematian, ide bunuh diri yang berulang tanpa rencana, atau adanya usaha percobaan bunuh diri. c. Dampak Stres Dampak stress dibedakan dalam 3 kategori, dampak Fisiologik, dampak psikologikdandampak perilaku behavioral 1. Dampak Fisiologis Secara umum orang yang mengalami stress mengalami sejumlah gangguan fisik seperti : mudah masuk angin, mudah pening-pening, kejang otot (kram), mengalami kegemukanataumenjadi kurus yang tidak dapat dijelaskan, juga bisa menderita penyakit yang lebihseriusseperti , hypertensi, dst. Secara rinci dapat diklasifikasi sebagai berikut : a. Gangguan pada organ tubuh, − Muscle myopathy ; otot tertentu mengencang/melemah − Tekanan darah naik ; kerusakan jantung dan arteri − Sistem pencernaan; mag, diarrhea b. Gangguan pada sistem reproduksi − Amenorrhea; tertahannya menstruasi − Kegagalan ovulasi pada wanita, impoten pada pria, kurang produksi semen padapria− Kehilangan gairah sex c. Gangguan pada sistem pernafasan : asthma, bronchitis d. Gangguan lainnya, seperti pening (migrane), tegang otot, rasa bosan, dst 2. Dampak Psikologis a. Keletihan emosi, jenuh, penghayatan ini merupakan tanda pertama dan punya peransentral bagi terjadinya burn – out. b. Terjadi depersonalisasi ; Dalam keadaan stress berkepanjangan, seiring dengankelelahan/keletihan emosi, kita dapat melihat ada kecenderungan yang bersangkutanmemperlakuan orang lain sebagai sesuatu ketimbang sesorang. c. Pencapaian pribadi yang bersangkutan menurun, sehingga berakibat pula menurunnyarasa kompeten & rasa sukses. 3. Dampak Perilaku a. Manakala stress menjadi distress, prestasi belajar menurun dan sering terjadi tingkahlakuyang tidak berterima oleh masyarakat. b. Level stress yang cukup tinggi berdampak negative pada kemampuan mengingat informasi, mengambil keputusan dan langkah tepat. c. Mahasiswa yang ‘over-stressed’ ~ stress berat seringkali banyak membolos atautidakaktif mengikuti kegiatan pembelajaran.


C. Cara Menangani Stress a. Strategi Pencegahan Untuk mencegah mengalami stress, setidaknya ada 3 lapis. 1. Lapis pertama - primary prevention, dengan cara merubah cara kita melakukan sesuatu. Untukkeperluan ini kita perlu memiliki skills yang relevan, misalnya: skill mengatur waktu, skill menyalurkan, skill mendelegasikan, skill mengorganisasikan, menata, dst. 2. Lapis kedua - Secondary prevention, strateginya kita menyiapkan diri menghadapi stressor, dengan cara exercise, diet, rekreasi, istirahat, dst. 3. Lapis ketiga - Tertiary prevention, strateginya kita menangani dampak stress yang terlanjur ada, kalau diperlukan meminta bantuan jaringan supportive ( social-network) ataupun bantuanprofesional. b. Menangani Stress 1. S , Study skills Ada banyak hal yang perlu dipelajari, yang ingin diketahui, ada banyak kegiatan yangingindiikuti, waktu terbatas. Oleh karena itu, agar tidak menjadi stress, seyogyanya peserta didikperlumemiliki berbagai skill belajar yang sesuai sehingga bisa belajar secara efektif tetapi juga effisiendalam menggunakan daya dan waktu serta sumber lainnya. 2. T, Tempo – Time management Selain skill belajar, skill penting yang juga perlu dikuasai untuk menangani stress adalahmanajemen waktu, untuk keperluan tersebut siswa perlu memiliki paradigma waktu yang tepat. 3. R, Rehat - Rest (istirahat) Tubuh kita by default memerlukan jedah, istirahat. Kita perlu belajar bagaimana speedingup, tetapi juga arif dan terampil untuk slowing down. Bila kita tidak memiliki keterampilan istirahat, leisure, santai ( bukan leha-leha) maka besar kemungkinan kita mengalami stress. 4. E, Eating & Exercise – Makan dan Olahraga Kebugaran Tubuh kita membutuhkan asupan yang seimbang, tetapi juga‘exercise’ yang memadai,agar bisabugar. Bandingkan apabila kita mempergunakan suatu peralatan baru biasanya kita terlebihdalulumembaca buku manual yang disertakan oleh pabrik pencipta peralatan tersebut, Oleh karenaitusebetulnya perlu kita cermati asupan apa yang baik untuk tubuh ini, menurut manual dari Penciptanya. 5. S, Self-talk - Percakapan kalbu Sejak kecil kita punya ‘perlengkapan’ berpikir yaitu percakapan kalbu, dimana kita biasamendengar apa yang kaya hati atau hati nurani katakana kepada kita. Isi percakapanitubiaspositif, membuat kita optimist, tetapi seringkali juga negative, membuat kita tertekan-stress. Kitamasih perlu lebih mengembangkan arah percakapan dari kita kepada hati nurani ataupun katahati kita, sehingga terjadi percakapan timbal-balik antarakita dengan diri kita. Dalamhal menangani stress, kita perlu bisa secara sadar mengganti isi percakapan yang tidak mendukungdengankalimat yang bisa mendukung kita. Langkah ini biasa disebut percakapan kalbu: stop-ganti yangbisa kita latihkan di diri kita. 6. Social support - jaringan pendukung Manusia adalah makhluk sosial, jadi pada hakikatnya tidak tahan sendirian, butuhperasaan tidak sendiri, tetapi punya sejumlah orang yang saling peduli, yang akanmerasakehilangan manakala lama tidak saling bertemu atau berkomunikasi. Dalamkeadaanstress sebaiknya kita berusaha bertemu dengan teman, sehingga paling tidak kitatetapmempunyai penghayatan tidak sendirian yang sungguh mencekam.


MEDIA 1. Icebreaking - Senam Jari https://youtu.be/aMV0udbRnBI 2. Menti.com kode 49225272 3. PPT - Kegiatan Layanan


4. Video - Solusi Permasalahan https://www.youtube.com/watch?v=1pyXf3gj2QY 5. Tempat Pengumpulan Hasil LKPD


EVALUASI PROSES Petunjuk : Bacalah pernyataan di bawah ini dan berilah tanda centang (√) pada kolomskor sesuai denganapa yang terjadi dalam kegiatan bimbingan klasikal yang dilakukan! No Aspek Indikator PERNYATAAN Pilihan Jawaban1 2 3 41 Siswa Sikap a. Peserta didik mengikuti kegiatan layanan dengan baik b. Peserta didik dapat bekerjasama dalam mengikuti kegiatan layanan c. Peserta didik aktif dalam mengikuti kegiatan layanan 2 Waktu Efektivitas d. Waktu yang digunakan sesuai dengan rencana 3 Media Sesuai Aplikatif e. Media yang digunakan guru BK sesuai dengan materi layanan f. Media yang digunakan guru BK aplikatif (kemudahan penggunaan) 4 Materi Relevan g. Materi relevan dengan tujuan layana sesuai tugas perkembangan 5 Metode Relevan h. Metode relevan dengan tujuan layanan 6 Guru BK Penguasaan Materi i. Guru BK menguasai materi layanan j. Guru BK komunikatif dalam kegiatan layanan 7 RPL Penguasaan Materi sesuai k. RPL sesuai dengan kegiatan layanan l. RPL mencatumkan lembaran evaluasi Skor


Skor penilaian : 4 = Sangat Baik 3 = Baik 2 = Cukup 1 = Kurang Rentang skor : 0 -12 = Kurang 13 - 24 = Cukup 25 - 36 = Baik 37 - 48 = Sangat Baik EVALUASI HASIL Nama : ……………………………… Kelas/No :………………………………. Petunjuk : Bacalah pernyataan di bawah ini dan berilah tanda centang (√) pada kolomskor sesuai denganapa yang terjadi dalam kegiatan bimbingan klasikal yang dilakukan! No PERNYATAAN SKOR1 2 3 41 Saya memperoleh banyak pengetahuan dan informasi dari materi yang disampaikan 2 Saya dapat mengembangkan perilaku yang lebih positif setelah mendapatkan materi yang disampaikan. 3 Saya dapat mengubah perilaku sehingga kehidupan saya menjadi lebih baik 4 Saya dapat mengevaluasi gejala-gejala stress yang terjadi pada diri sendiri 5 Saya dapat mengevaluasi penyebab stress yang terjadi pada dirisendiri 6 Saya dapat mengelola stress dengan baik Total Skor =… Keterangan: 4 = Sangat Setuju 3 = Setuju 2 = Cukup Setuju 1 = Kurang Setuju


Daftar Pustaka Slamet, dkk 2016, Materi Layanan Klasikal Bimbingan dan Konseling untuk SMA-MAkelas12, Yogyakarta: Paramitra Publishing Triyono, Mastur, 2014, Materi Layanan Klasikal Bimbingan dan Konseling bidang pribadi, Yogyakarta: Paramitra Hutagalung, Ronal. 2015. Ternyata Berprestasi Itu Mudah. Jakarta: PT Gramedia PustakaUtama Eliasa Imania Eva, Suwarjo.2011.Permainan (games) dalam Bimbingan dan Konseling.Yogyakarta: Paramitra Studi Tentang Stres Akademik pada peserta didik kelas VIII SMP Negeri 18 Pontianak. Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Khatulistiwa, Volume 11 Nomor 9 Tahun2022Halaman 1576-1583. https://jurnal.untan.ac.id/index.php/jpdpb


Click to View FlipBook Version