Best Practice
PENERAPAN STRATEGI PEMBELAJARAN BERMAIN PERAN
DALAM TOPIK PEMBELAHAN SEL
Oleh : Agus Joko Sungkono, S.Pd
SMPN 1 Mejayan Kabupaten Madiun
Latar Belakang mempunyai keterbatasan pembesaran, kurang
Kegiatan belajar mengajar yang terampil dalam membuat preparat yang diamati,
dan lain-lain, bahkan ada sekolah yang tidak
berlangsung disekolah selalu melibatkan guru
sebagai pihak yang bertugas membelajarkan dan punya mikroskop sama sekali. Dengan adanya
siswa sebagai pihak pembelajar. Sebagai pihak keterbatasan-keterbatasan tersebut, maka bisa
yang bertugas membelajarkan, guru bertanggung dikatakan bahwa materi pembelahan sel tergolong
jawab terhadap keberhasilan pembelajaran yang materi yang masih abstrak bagi siswa SMP.
diampu. Disini, penggunaan strategi pembelajaran Untuk mengatasi masalah ini dilakukan
merupakan salah satu faktor yang dapat
mempengaruhi keberhasilan proses pembelajaran. berbagai macam cara yang bisa membantu
memahamkan siswa tentang pembelahan sel,
Pembelahan sel merupakan suatu materi antara lain dengan membuat gambar tentang
pembelajaran yang abstrak untuk siswa setingkat pembelahan sel. Agar penguasaan materi tentang
SMP, selain ukurannya sangat kecil – sehingga pembelahan sel bisa dilakukan dengan lebih
belum banyak siswa yang bisa melihat langsung mudah lagi dan mempunyai retensi yang sangat
dalam kehidupan sehari-hari – juga karena masih lama, maka perlu melibatkan siswa dalam
jarang siswa diajak mengamati sel secara langsung aktivitas pembelajarannya, antara lain dengan
dengan mikroskop di sekolah. Kalau pun siswa bermain peran (role playing). Bermain peran
diajak melakukan pengamatan langsung dengan dipilih sebagai strategi pembelajaran pembelahan
mikroskop, masih banyak juga keterbatasan yang sel karena dalam bermain peran siswa melibatkan
dialami guru dan siswa, misalnya kurangnya ketiga keterampilan dasar sekaligus, yaitu
keterampilan penggunaan mikroskop, mikroskop keterampilan mendengarkan, keterampilan
Best Practice – Bermain Peran – Agus Joko Sungkono – SMPN 1 Mejayan - Halaman 1
melihat dan keterampilan melakukan. Hal inilah (Broughton dalam John W.Santrock, 2010:97),
yang menyebabkan retensi hasil belajarnya sangat yaitu:
lama. a. Early formal operation thought, yaitu
Dengan bermain peran dalam kemampuan remaja untuk berpikir dengan
pembelajaran pembelahan sel diharapkan cara-cara hipotetik yang menghasilkan
pembahaman siswa terhadap pembelahan sel pikiran-pikiran bebas tentang berbagai
menjadi lebih baik sehingga prestasi belajarnya kemungkinan yang tidak terbatas. Dalam
pun menjadi lebih baik. Maksudnya, semakin baik periode awal ini, remaja mempersepsi dunia
dan semakin memahami peran yang dimainkan sangat bersifat subjektif dan idealistik.
secara keseluruhan, maka siswa akan lebih mudah b. Late formal operational thought, yaitu
memahami materi yang sedang dipelajari, remaja mulai menguji pikirannya
sehingga diharapkan hasil belajar yang diperoleh berlawanan dengan pengalamannya, dan
juga akan semakin baik pula. mengembalikan keseimbangan intelektual-
nya. Melalui akomodasi (penyesuaian
TINJAUAN PUSTAKA terhadap informasi/hal baru), remaja mulai
Perkembangan Peserta Didik Pada Sekolah dapat menyesuaikan terhadap bencana atau
Menengah Pertama kondisi pancaroba yang telah dialaminya.
1. Perkembangan dalam Sikap Kognitif Keating merumuskan lima pokok yang
Perkembangan kognitif (berpikir) berkaitan dengan perkembangan berpikir
pada anak saat berada di sekolah menengah operasi formal, yaitu sebagai berikut :
pertama (SMP), dikemukakan oleh Piaget, a) Berlainan dengan cara berpikir anak-anak
Vigotksy, dan para ahli psikologi pemrosesan yang tekanannya kepada kesadarannya
informasi (information-processing theory). sendiri disini dan sekarang, cara berpikir
Arajoo T.V (1986) menyatakan bahwa remaja berkaitan erat dengan dunia
aspek kognitif meliputi fungsi intelektual kemungkinan. Remaja mampu mengguna-
seperti pemahaman, pengetahuan dan kan abstraksi dan dapat membedakan yang
ketrampilan berpikir. Untuk siswa SMP, nyata dan konkret dengan abstrak dan
perkembangan kognitif utama yang dialami mungkin.
adalah formal operasional, yang mampu b) Melalui kemampuannya untuk menguji
berpikir abstrak dengan menggunakan simbol- hipotesis, muncul kemampuan nalar secara
simbol tertentu atau mengoperasikan kaidah- ilmiah.
kaidah logika formal yang tidak terikat lagi c) Remaja dapat memikirkan tentang masa
oleh objek-objek yang bersifat konkrit, seperti depan dengan membuat perencanaan dan
peningkatan kemampuan analisis, kemampuan mengekplorasi berbagai kemungkinan
mengembangkan suatu kemungkinan berdasar- untuk mencapainya.
kan dua atau lebih kemungkinan yang ada,
kemampuan menarik generalisasi dan d) Remaja menyadari tentang aktivitas
inferensasi dari berbagai kategori objek yang kognitif dan mekanisme yang membuat
beragam. Selain itu, ada peningkatan fungsi proses kognitif itu efisien dan tidak
intelektual, kapabilitas memori dalam bahasa efisien. Dengan demikian, introspeksi
dan perkembangan konseptual. Dengan kata menjadi bagian kehidupannya sehari-hari.
lain, bahasa merupakan salah satu alat vital
untuk kegiatan kognitif. e) Berpikir operasi formal memungkinkan
terbukanya topik-topik baru dan ekspansi
Menurut Jean Piaget, perkembangan berpikir.
kognitif anak pada saat berada di Sekolah 2. Perkembangan dalam sikap Emosional
Menengah Pertama(SMP), berada pada tahap Masa remaja merupakan puncak
“Formal operation stage”, yaitu tahap ke empat
atau terakhir dari tahapan kognitif. Tahapan emosionalitas, yaitu perkembangan emosi
berpikir formal ini terdiri atas dua subperiode yang tinggi. Pertumbuhan fisik, terutama ogran
seksual mempengaruhi perkembangan emosi
Best Practice – Bermain Peran – Agus Joko Sungkono – SMPN 1 Mejayan - Halaman 2
dan dorongan baru yang tidak dialami merupakan suatu aktivitas yang dramatik,
sebelumnya seperti perasaan cinta. Pada usia biasanya ditampilkan oleh sekelompok kecil
remaja awal, perkembanga emosinya siswa, bertujuan mengeksploitasi beberapa
menunjukkan sifat yang sensitif dan reaktif mesalah yang ditemukan untuk melengkapi
yang sangat kuat terhadap berbagai peristiwa, partisipasi dan pengamat dengan pengalaman
emosinya bersifat negatif dan tempramental. belajar yang nantinya dapat meningkatkan
Sedangkan remaja akhir sudah mampu pemahaman (Prasetyo, 2001).
mengendalikan emosinya. Mencapai kematang Menurut Mulyasa (2005) pembelajaran
emosional merupakan tugas perkembangan dengan bermain peran ada tujuh tahap yaitu
yang sangat sulit bagi remaja. Proses pemilihan masalah, pemilihan peran, menyusun
pencapaiannya sangat dipengaruhi oleh tahap-tahap bermain peran, menyiapkan
kondisi sosio-emosional lingkungannya, pengamat, tahap pemeranan, diskusi dan evaluasi
terutama lingkungan keluarga dan kelompok serta pengambilan keputusan. Pada tahap
teman sebaya pemilihan masalah, guru mengemukakan masalah
Meskipun pada usia remaja yang diangkat dari kehidupan peserta didik agar
kemampuan kognitifnya telah berkembang mereka dapat merasakan masalah itu dan
dengan baik, yang memungkinkannya untuk terdorong untuk mencari penyelesaiannya. Tahap
dapat mengatasi stres atau fluktuasi emosi pemilihan peran memilih peran yang sesuai
secara efektif, tetrapi ternyata masih banyak dengan permasalahan yang akan dibahas,
remaja yang belum mampu mengelola mendeskripsikan karakter dan apa yang harus
emosinya, sehingga mereka banyak mengalami dikerjakan oleh para pemain. Selanjutnya
depresi, marah-marah, dan kurang mampu menyusun tahap-tahap bermain peran. Dalam hal
meregulasi emosi. Kondisi ini dapat memicu ini guru telah membuat dialog tetapi siswa bisa
masalah, seperti kesulitan belajar, penyalah- menambah dialog sendiri. Tahap berikutnya
gunaan obat, dan perilaku menyimpang. Dalam adalah menyiapkan pengamat. Pengamat dari
suatu penelitian dikemukakan bahwa regulasi kegiatan ini adalah semua siswa yang tidak
emosi sangat penting bagi keberhasilan menjadi pemain atau pemeran. Setelah semuanya
akademik. Remaja yang sering mengalami siap maka dilakukan kegiatan pemeranan. Pada
emosi yang negarif cenderung memiliki tahap ini para peserta didik mulai bereaksi sesuai
prestasi belajar yang rendah. dengan peran masing-masing sesuai yang terdapat
pada skenario bermain peran. Dalam hal ini guru
Pembelajaran dengan Bermain Peran (Role menghentikan permainan pada saat terjadi
Playing) pertentangan agar memancing permasalahan agar
Pembelajaran dengan bermain peran didiskusikan. Masalah yang muncul dari bermain
(role playing) adalah suatu cara penguasaan peran, dibahas pada tahap diskusi dan evaluasi
bahanbahan pelajaran melalui pengembangan bermain peran disebut juga metode sosiodrama.
imajinasi dan penghayatan siswa. Pengembangan Sosiodrama pada dasarnya mendramatisasikan
imajinasi dan penghayatan itu dilakukan siswa tingkah laku dalam hubungannya dengan masalah
dengan memerankannya sebagai tokoh hidup atau sosial (Djamarah dan Zain, 2002).
benda mati. Metode ini banyak melibatkan siswa Bermain peran menurut Djamarah dan
dan membuat siswa senang belajar serta metode Zain (2002) mempunyai beberapa kelebihan dan
ini mempunyai nilai tambah yaitu: (a) dapat kekurangan sebagai berikut:
menjamin partisipasi seluruh siwa dan memberi
kesempatan yang sama untuk menunjukkan a. Kelebihan metode Bermain Peran
kemampuannya dalam bekerjasama hingga Siswa belajar dan berlatih untuk :
berhasil, dan (b) permainan merupakan 1) memahami dan mengingat isi bahan yang
pengalaman yang menyenangkan bagi siswa akan diperankan.
(Prasetyo, 2001). 2) memahami dan menghayati isi cerita secara
Pembelajaran dengan role playing keseluruhan, sehingga daya ingat siswa
Best Practice – Bermain Peran – Agus Joko Sungkono – SMPN 1 Mejayan - Halaman 3
menjadi tajam dan tahan lama. mulai beraksi sesuai dengan peran masing-
2) berinisiatif, berkreatif, dan berani tampil. masing yang terdapat pada skenario
Pada waktu bermain peran para pemain bermain peran.
dituntut untuk mengemukakan pendapatnya 6) Konfirmasi I, bila hasilnya masih negatif
sesuai dengan peran dan gilirannya. perlu diulangi, bila hasilnya positif
3) menumbuhkan dan membina sikap dilanjutkan penguatan.
kerjasama dalam tim. 7) Diskusi dan evaluasi, mendiskusikan
4) menerima dan berbagi tanggung jawab masalah-masalah serta pertanyaan yang
dengan sesamanya. muncul dari siswa.
5) menggunakan bahasa lisan yang lebih baik 8) Pengambilan kesimpulan dari bermain
agar mudah dipahami orang lain. peran yang telah dilakukan.
6) menciptakan suasana yang menyenangkan 9) Penilaian hasil belajar
dalam belajar
Hasil Belajar
b. Kelemahan metode Bermain Peran Menurut Mulyana (1999), hasil belajar
1) Siswa yang tidak ikut bermain peran adalah kemampuan yang diperoleh anak setelah
menjadi kurang aktif. melakukan kegiatan belajar mengajar. Belajar itu
2) Membutuhkan banyak waktu. sendiri merupakan suatu proses dari seseorang
3) Membutuhkan tempat yang cukup luas. yang berusaha untuk memperoleh suatu bentuk
4) Sering kelas lain merasa terganggu oleh perubahan perilaku yang relatif menetap. Dalam
suara para pemain dan tepuk tangan kegiatan belajar mengajar yang terprogram dan
penonton/pengamat. terkontrol yang disebut kegiatan pembelajaran
atau kegiatan instruksional. Tujuan belajar telah
c. Proses pelaksanaan metode Bermain Peran ditetapkan terlebih dahulu oleh guru. Anak yang
Dalam bermain peran pada berhasil belajar ialah yang berhasil mencapai
pembelajaran pembelahan sel, siswa tujuan pembelajaran atau tujuan instruksional.
diorganisir dan masing-masing diberi peran Menurut Mudhofir (1996), hasil belajar
dan tugas. Misalnya ada yang berperan sebagai dipengaruhi oleh duahal , yaitu : (a) faktor internal
membran ini, membran sel, kromosom, dan yang bersumber dari diri manusia, yang meliputi
sentriol. Sementara organel sel yang lain faktor biologis dan psikologis dan (b) faktor
diabaikan. Adapun tahap-tahapnya adalah : eksternal yang bersumber dari luar manusia yang
1) Memilih topik yang akan disampaikan meliputi faktor manusia dan faktor non manusia,
dalam proses pembelajaran, dan merancang seperti alam, benda, hewan dan lingkungan fisik.
cara penyelesaiannya. Pencapaian belajar siswa bisa dikukur
2) Menentukan peran dan tugas siswa sesuai dengan dua cara, yaitu : (a) norm referenced
dengan topik yang akan dipelajari serta evaluation (NRE) atau Penilaian Acuan Norma
mendeskripsikan karakter dan apa yang (PAN), dikategorikan cara lama karena
harus dikerjakan oleh para pemeran dan pencapaian siswa ukurannya sangat relatif. Cara
petugas. ini tidak dapat dikategorikan baku karena hasil
3) Menyusun tahap-tahap bermain peran. belajar siswa hanya dibandingkan dengan hasil
Guru membuat komando dan dialog per yang dicapai oleh teman sekelasnya, atau hasil
tahap, siswa dibolehkan menambahkan rata-rata pada sekolah dibandingkan dengan hasil
dialog sendiri asalkan benar dan tidak rata-rata pada sekolah lain dan (b) criterion
menyimpang dari topik. referenced evaluation (CRE/Penilaian Acuan
4) Berkolaborasi dengan guru kelas lain yang Patokan (PAP) adalah cara yang dikehendaki
diberi tugas membantu dan ikut mengamati dalam rangka proses belajar mengajar dengan
pelaksanaan kegiatan bermain peran, dan mempergunakan sistem instruksional. Dengan
dokumentasi. cara penilaian ini tiap siswa dituntut untuk dapat
5) Pemeranan, dalam tahap ini para siswa mencapai tujuan belajar yang telah ditentukan
Best Practice – Bermain Peran – Agus Joko Sungkono – SMPN 1 Mejayan - Halaman 4
sebelum siswa melakukan kegiatan belajar, antara 22 – 28, maka alangkah baiknya jika
sehingga pencapaian hasil belajar siswa dapat
dilihat dengan penguasaan belajar tuntas. bergabung dengan kelas lainnya yang
Nana Sujana (2000), menyatakan bahwa jadwalnya bersamaan untuk memenuhi
ada 3 ranah (domainss hasil belajar yaitu kognitif,
psikomotorik, dan afektif. Ranah kognitif kuota peran dan kemudahan pemahaman
merupakan aspek yang berkaitan dengan
kemampuan berfikir, kemampuan memperoleh proses.
pengetahuan, pengenalan, pemahaman,
konseptualisasi, penentuan, dan penalaran. Ranah a. Membran sel : 18 – 24 orang
psikomotorik merupakan aspek yang berkaitan b. Membran inti : 12 – 16 orang
dengan kemampuan pekerjaan dengan melibatkan
anggota badan, kemampuan yang berkaitan c. Kromosom : 8 – 12 orang
dengan gerak fisi. Sedangkan ranah afektif
merupakan aspek yang berkaitan dengan perasaan, d. Sentriol : 2 orang
emosi, sikap, derajad penerimaan atau penolakan
terhadap suatu objek. e. Pembantu guru : 1 - 2 orang
PEMBELAJARAN PEMBELAHAN SEL f. Perekam gambar : 1 - 2 orang
DENGAN BERMAIN PERAN
A. Persiapan 4. Menyediakan alat dan bahan lain yang
1. Menyusun RPP dibutuhkan
2. Membuat skenario
3. Membagi peran B. Pelaksanaan Pembelajaran
1. Di dalam kelas, untuk penyampaian teori
Karena jumlah siswa dalam satu kelas di pembelahan sel, pembekalan dan
SMP Kabupaten Madiun kebanyakan pembagian peran
2. Bermain peran di lapangan atau di aula
C. Penilaian
1. Secara lisan di lapangan, pada tahap
konfirmasi setelah selesai seluruh adegan
bermain peran,
2. Secara tertulis di dalam kelas,
DAFTAR PUSTAKA
Anang Prasetyo. 2001. Metode Role Playing untuk Meningkatkan Hasil Belajar Biologi siswa kelas II SLTP
N I Driyono Gresik. Buletin Pelangi Pendidikan. Edisi IV Tahun II.
Dimyati dan Mudjiono. 2002. Belajar dan Pembelajaran. Jakarta: Rineka Cipta.
Djamarah, S.B dan A.Zain. 2002. Strategi Belajar Mengajar. Jakarta: Rhineka Cipta.
http://mas-warto.blogspot.co.id/2012/06/perkembangan-peserta-didik-dari-sd-smp.html
Karso. 1993. Dasar-Dasar Pendidikan MIPA. Jakarta: Depdikbud.
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. 2015. Ilmu Pengetahuan Alam Untuk SMP/MTs Kelas IX
Semester 1. Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan
Mudhofir. 1986. Teknologi Instruksional. Bandung: Remadja Karya.
Rustaman, N.Y., S.A. Dirdjosoemarto, Yusnani, A., Ruchrji, S., Diana. R.& Mimin. N. 2003. Strategi
Belajar Mengajar Biologi. Jakarta: universitas Pendidikan Indonesia.
Silberman, M. 2001. Active Learning 101 Strategi Pembelajaran Aktif. Yogyakarta: YAPPENDIS.
Suharsimi Arikunto. 2006. Dasar-dasar Evaluasi Pendidikan. Jakarta: bina Aksara.
Uzer, Usman. 1997. Optimalisasi Kegiatan Belajar Mengajar. Bandung: Remadja Rosdakarya.
Best Practice – Bermain Peran – Agus Joko Sungkono – SMPN 1 Mejayan - Halaman 5
LAMPIRAN 1: Staging Pembelahan Sel Secara Mitosis
Best Practice – Bermain Peran – Agus Joko Sungkono – SMPN 1 Mejayan - Halaman 6
Best Practice – Bermain Peran – Agus Joko Sungkono – SMPN 1 Mejayan - Halaman 7
Best Practice – Bermain Peran – Agus Joko Sungkono – SMPN 1 Mejayan - Halaman 8
Best Practice – Bermain Peran – Agus Joko Sungkono – SMPN 1 Mejayan - Halaman 9
Best Practice – Bermain Peran – Agus Joko Sungkono – SMPN 1 Mejayan - Halaman 10
Best Practice – Bermain Peran – Agus Joko Sungkono – SMPN 1 Mejayan - Halaman 11
Best Practice – Bermain Peran – Agus Joko Sungkono – SMPN 1 Mejayan - Halaman 12
Catatan : Buat teman-teman guru yang ingin melaksanakan pembelajaran bermain peran sampai meiosis
silahkan dikreasi sendiri. Tinggal melanjutkan sedikit lagi….
Best Practice – Bermain Peran – Agus Joko Sungkono – SMPN 1 Mejayan - Halaman 13
LAMPIRAN 2 : Contoh soal penilaian pembelahan sel – Uraian Terbatas
No Gambar Nama Fase Pembelahan sel dan Keterangan
1 Nama fase pembelahan : …………………..……
Keterangan :
…………………………………..………………
…………………………………..………………
…………………………………..………………
…………………………………..………………
…………………………………..………………
2
Nama fase pembelahan : ………………………
Keterangan :
…………………………………..………………
…………………………………..………………
…………………………………..………………
…………………………………..………………
…………………………………..………………
3
Nama fase pembelahan : ………………………
Keterangan :
…………………………………..………………
…………………………………..………………
…………………………………..………………
…………………………………..………………
…………………………………..………………
4
Nama fase pembelahan : ………………………
Keterangan :
…………………………………..………………
…………………………………..………………
…………………………………..………………
…………………………………..………………
…………………………………..………………
Best Practice – Bermain Peran – Agus Joko Sungkono – SMPN 1 Mejayan - Halaman 14
No Gambar Nama Fase Pembelahan sel dan Keterangan
1 Nama fase pembelahan : ………………………
Keterangan :
…………………………………..………………
…………………………………..………………
…………………………………..………………
…………………………………..………………
…………………………………..………………
2 Nama fase pembelahan : ………………………
Keterangan :
…………………………………..………………
…………………………………..………………
…………………………………..………………
…………………………………..………………
…………………………………..………………
3 Nama fase pembelahan : ………………………
Keterangan :
…………………………………..………………
…………………………………..………………
…………………………………..………………
…………………………………..………………
…………………………………..………………
4 Nama fase pembelahan : ………………………
Keterangan :
…………………………………..………………
…………………………………..………………
…………………………………..………………
…………………………………..………………
…………………………………..………………
5 Nama fase pembelahan : ………………………
Keterangan :
…………………………………..………………
…………………………………..………………
…………………………………..………………
Best Practice – Bermain Peran – Agus Joko Sungkono – SMPN 1 Mejayan - Halaman 15
No Gambar Nama Fase Pembelahan sel dan Keterangan
6 Nama fase pembelahan : ………………………
Keterangan :
…………………………………..………………
…………………………………..………………
…………………………………..………………
7 Nama fase pembelahan : ………………………
Keterangan :
…………………………………..………………
…………………………………..………………
…………………………………..………………
…………………………………..………………
8 Nama fase pembelahan : ………………………
Keterangan :
…………………………………..………………
…………………………………..………………
…………………………………..………………
…………………………………..………………
…………………………………..………………
Pembeda Mitosis Meiosis
- .....................................................................
Fase-fase - ..................................................................... - .....................................................................
- .....................................................................
- ..................................................................... - .....................................................................
- .....................................................................
- ..................................................................... - .....................................................................
- .....................................................................
- ..................................................................... - .....................................................................
Sifat sel .......................... ( ........................................ )
anakan ............................. ( ..................................... ) ......................... ( ......................................... )
Tempat
terjadi ............................. ( ..................................... )
Best Practice – Bermain Peran – Agus Joko Sungkono – SMPN 1 Mejayan - Halaman 16
Contoh soal penilaian pembelahan sel – Pilihan Ganda
1. Gambar di bawah ini menunjukkan fase … .
A. Interfase 6. Tahapan yang benar dalam pembelahan
B. Profase mitosis ini adalah … .
C. Anafse
D. Metafase
2. Gambar di bawah ini menunjukkan fase … . A. 3-4-1-2 C. 2-3-1-4
A. Interfase B. 2-3-4-1 D. 1-2-4-3
B. Profase
C. Anafse 7. Berikut adalah gambaran tentang
D. Metafase
pembelahan mitosis :
3. Gambar di bawah ini menunjukkan fase … .
A. Interfase 1. Nukleotida tidak dapat lagi dilihat
B. Profase
C. Anafse 2. Benang-benang kromatin menebal
D. Metafase
3. Terlihat sepasang sentriol
4. Gambar di bawah ini menunjukkan fase … .
4. Kromatid mengatur diri di ekuator
5. Kromatid berpisah menuju ke kutub
6. Nukleolus hilang
Yang terjadi pada profase adalah nomor … .
A. 2 - 3 – 4 C. 4 - 5 - 6
B. 3 - 4 – 5 D. 2 - 3 – 6
8. Tujuan pembelahan meiosis adalah … .
A. mengganti sel-sel yang rusak dan usang
B. membentuk sel-sel tubuh organisme
C. pembiakan pada organisme bersel satu
D. menjaga jumlah kromosom selalu tetap
tiap generasi
A. Telofase C. Profase 9. Fase metafase mempunyai ciri-ciri sebagai
B. Anafse D. Metafase berikut!
A. Kromosom mulai tampak jelas, selaput
inti menghilang
B. Terbentuk benang gelendong dan
kromosom tersusun pada bidang
pembelahan
C. Kromosom bergerak ke arah kutub
melalui benang gelendong
D. Plasma sel mengalami penyempitan di
bagian equator
5. Gambar di bawah ini menunjukkan fase … . 10. Peristiwa meiosis yang terjadi pada profase I
adalah … .
A. Benang kromatin berubah menjadi
kromosom
B. Kromatid sampai dikutub
C. Kromosom homolog memisahkan diri
dari pasangannya
D. Kromosom tetrad berjajar di ekuator
A. Profase c. Anafse 11. Beberapa pernyataan berikut ada hubungan-
B. Metafase
D. Telofase nya dengan pembelahan sel :
Best Practice – Bermain Peran – Agus Joko Sungkono – SMPN 1 Mejayan - Halaman 17
1. Terjadi pada sel tubuh 16. Pembelahan mitosis dan meiosis dapat
dibedakan dari hasil berikut, kecuali … .
2. Terjadi pada proses gametogenesis A. duplikasi organel
B. jumlah set kromosom
3. Sifat sel anak sama dengan sifat sel induk C. jumlah pembelahan
4. Sifat sel anak tidak sama dengan sifat sel D. hasil pembelahan
induk
5. Pembelahan sel berlangsung satu kali
6. Pembelahan sel berlangsung dua kali 17. Pada pembelahan mitosis saat profase
benang kromatin berubah menjadi … .
Yang merupakan ciri khas pembelahan
mitosis adalah … . A. sentriol C. aster
A. 1 – 2 – 3 C. 3 – 4 – 5 B. kromosom D. benang spindel
B. 2 – 3 – 4 D. 1 – 3 – 5
12. Berikut ini adalah beberapa gambaran 18. Jumlah kromosom sel somatik manusia
tentang tahapan pembelahan mitosis adalah 46 buah, sedangkan pada gamet
berjumlah … .
1. Nukleolus tidak lagi dapat dilihat
A. 46 buah C. 46 pasang
2. Benang-benang kromatin menebal
B. 23 buah D. 23 pasang
3. Terlihat adanya sepasang bangunan yang
disebut sentriol 19. Organel yang ditunjukkan oleh gambar di
bawah ini berfungsi ... .
4. Semua kromatid mengatur diri pada bidang
pembelahan
5. Kromatid mengatur diri pada bidang
pembelahan
6. Nukleolus dapat dilihat kembali
Yang terjadi pada profase adalah … .
A. 1 – 2 – 3 C. 3 – 4 – 5 A. Menghasilkan benang-benang
B. 2 – 3 – 4 D. 3 – 4 – 6 pembelahan (spindel)
13. Sitokinesis terjadi pada fase …. B. Menghancurkan benda asing (antibodi)
C. Sebagai alat pembuangan (ekskresi)
A. Profase C. Anafase D. Sebagai alat pengangkutan protein
B. Metafase D. Telofase
14. Ciri-ciri tahap anafase pada pembelahan 20. Perhatikan pernyataan berikut ini :
mitosis adalah ….
A. pembentukan benang-benang spindel 1. jumlah sel anak yang dihasilkan
B. nukleus dan nukleolus mulai menghilang
C. dupliasi DNA 2. tempat berlangsungnya pembelahan
D. kromatid ditarik ke kutub berlawanan 3. jumlah kromosom sel anak
4. ukuran sel yang membelah
5. jumlah organel sel
15. Jumlah kromosom yang terdapat pada sel Perbedaan antara pembelahan mitosis dan
baru hasil meiosis adalah … . meiosis ditunjukkan oleh nomor … .
A. haploid C. triploid A. 1, 2, 3 C. 3, 4, 5
B. diploid D. tetraplod B. 2, 3, 4 D. 4,5, 1
Best Practice – Bermain Peran – Agus Joko Sungkono – SMPN 1 Mejayan - Halaman 18