The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

PENINGKATAN KREATIVITAS PESERTA DIDIK DALAM MEMBUAT POSTER IKLAN MENGGUNAKAN CANVA DENGAN PRINSIP BELAJAR 3N (NITENI-NIROAKE-NAMBAIH)

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by laelazuhrida, 2022-11-03 00:04:53

BEST PRACTICE

PENINGKATAN KREATIVITAS PESERTA DIDIK DALAM MEMBUAT POSTER IKLAN MENGGUNAKAN CANVA DENGAN PRINSIP BELAJAR 3N (NITENI-NIROAKE-NAMBAIH)

Keywords: BEST PRACTICE

LAPORAN BEST PRACTICE

PENINGKATAN KREATIVITAS PESERTA DIDIK DALAM MEMBUAT
POSTER IKLAN MENGGUNAKAN CANVA DENGAN PRINSIP
BELAJAR 3-N (NITENI – NIROAKE – NAMBAIH)

Disusun Oleh :

Nama : Laela Zuhrida, S.Pd

NIP : 19860530 202012 2 013

NPA PGRI : 12101701026

Jabatan : Guru Kelas SD

Instansi : SD N 3 Karangtengah

Korwilcam Dindik : Cilongok

Kabupaten : Banyumas

Provinsi : Jawa Tengah

PERSATUAN GURU REPUBLIK INDONESIA
CILONGOK BANYUMAS JAWA TENGAH
2022

ABSTRAK

PENINGKATAN KREATIVITAS PESERTA DIDIK DALAM MEMBUAT
POSTER IKLAN MENGGUNAKAN CANVA DENGAN PRINSIP
BELAJAR 3-N (NITENI – NIROAKE – NAMBAIH)

Oleh : Laela Zuhrida, S.Pd

Pendidikan dewasa ini menghadapi tantangan luar biasa, karena
harus mampu menyiapkan generasi Z dan post Z menghadapi zamannya.
Guru harus menjadi sosok pendidik, pembimbing, pelatih dan pengembang
kurikulum yang dapat mengintegrasikan dan menciptakan kondisi belajar
yang kondusif dan memberikan ruang kepada peserta didik untuk berfikir
kreatif, inovatif dan dapat mengeksplorasi kemampuan yang ada pada diri
masing-masing peserta didik dengan potensi yang beragam. Tidak
terkecuali pendidikan seni, ada banyak kekurangan atau masalah dalam
pembelajaran seni khususnya seni rupa, salah satunya adalah rendahnya
kreativitas peserta didik dalam membuat poster iklan, masalah ini kemudian
dianalisis dengan metode fish bone untuk mengetahui akar
permasalahannya sehingga muncul gagasan pemecah isu yaitu
Meningkatkan Kreativitas Peserta Didik dalam Membuat Poster Iklan
Menggunakan Canva dengan Prinsip Belajar 3-N (Niteni – Niroake –
Nambaih).

Sebagai upaya menyelesaikan isu, dibuatlah pembelajaran seni rupa
terintegrasi dengan muatan pelajaran Bahasa Indonesia materi iklan
dengan pembelajaran berbasis komputer, peserta didik difasilitasi untuk
melalui tahap-tahap pembelajaran seni rupa dengan metode niteni, niroake
dan nambaih, hal ini dilakukan untuk meningkatkan kreativitas dalam
membuat karya poster iklan menggunakan canva. Kegiatan dilaksanakan
secara continuous progress pada tanggal 1 Agustus sampai dengan 23
Oktober 2022.

Nilai-nilai profil pelajar Pancasila (beriman dan bertaqwa kepada
Tuhan YME dan berakhlak mulia, bernalar kritis, kreatif dan inovatif,
mandiri, berkebhinekaan global dan bergotong royong) juga berhasil di
implementasikan dalam kegiatan praktik baik ini, dan gagasan pemecahan
isu telah mampu meningkatkan kreativitas membuat poster iklan
menggunakan Canva pada peserta didik kelas 5 B SD N 3 Karangtengah
Cilongok Banyumas sebesar 64%. Praktik baik ini juga memberi manfaat
bagi penulis, peserta didik dan SD N 3 Karangtengah.

Kata kunci : Best Practice, seni rupa, poster iklan, Canva.

ii

HALAMAN PENGESAHAN

LAPORAN BEST PRACTICE
PENINGKATAN KREATIVITAS PESERTA DIDIK DALAM MEMBUAT

POSTER IKLAN MENGGUNAKAN CANVA DENGAN PRINSIP
BELAJAR 3-N (NITENI – NIROAKE – NAMBAIH)

Judul : Peningkatan Kreativitas Peserta Didik
dalam Membuat Poster Iklan
Nama Peserta Menggunakan Canva dengan Prinsip
NIP Belajar 3-N (Niteni – Niroake – Nambaih)
NPA PGRI
Unit Kerja : Laela Zuhrida, S.Pd
: 19860530 202012 2 013
: 12101701026
: SD N 3 Karangtengah Cilongok

Banyumas

Cilongok , 24 Oktober 2022
Mengesahkan,

Kepala SD N 3 Karangtengah

Nurul Giyanto, S.Pd
NPA. 12101700152

iii

PRAKATA

Segala puji bagi Allah SWT yang Maha Pengasih dan
Penyayang, senantisa memberikan rahmat dan nikmat-Nya
sehingga penulis dapat melaksanakan pratik baik (best practice) ini
dengan baik.

Dalam Laporan best practice ini, penulis memaparkan
pengalaman mengajar tematik muatan pelajaran SBDP materi seni
rupa dan muatan pelajaran Bahasa Indonesia materi Iklan dengan
kegiatan meningkatkan kreativitas peserta didik dalam membuat
poster iklan menggunakan canva dengan prinsip belajar 3N (Niteni
Niroake Nambaih).

Penulisan menyadari bahwa penyusunan laporan best
practice ini masih jauh dari kata sempurna karena masih banyak
kesalahan dan kekurangan, untuk itu penulis membuka saran
maupun kritik membangun guna lebih baik lagi, dan semoga laporan
Praktik baik ini dapat bermanfaat dan dapat dipergunakan
sebagaimana mestinya.

Cilongok, 24 Oktober 2022

Laela Zuhrida, S.Pd
NIP. 19860530 202012 2 013

iv

DAFTAR ISI
HALAMAN

HALAMAN JUDUL.....................................................................................i
ABSTRAK .................................................................................................ii
HALAMAN PENGESAHAN .....................................................................iii
PRAKATA ................................................................................................iv
DAFTAR ISI ..............................................................................................v
DAFTAR TABEL .....................................................................................vii
DAFTAR GAMBAR................................................................................viii
BAB I PENDAHULUAN ............................................................................1

A. Latar Belakang Masalah ...........................................................1
B. Gagasan pemecah Masalah .....................................................4
C. Kondisi yang Diharapkan .........................................................6
D. Manfaat Kegiatan ......................................................................7
BAB II KAJIAN PUSTAKA .......................................................................8
A. Kreativitas .................................................................................8
B. Poster ........................................................................................9
C. Seni Rupa ................................................................................11
D. Canva.......................................................................................15
BAB III PELAKSANAAN KEGIATAN .....................................................17
A.Tujuan dan Sasaran.................................................................17
B. Bahan dan Materi Kegiatan ....................................................17
C. Metode Kegiatan .....................................................................18
D. Alat dan Instrumen .................................................................20
E. waktu dan Tempat...................................................................20
BAB IV HASIL KEGIATAN
A. Hasil.........................................................................................21
B. Kondisi Sebelum dan Sesudah Praktik baik .........................25
C. Kendala yang Dihadapi ..........................................................26
D. Kekurangan dan Kelebihan....................................................26
BAB V SIMPULAN..................................................................................28
DAFTAR PUSTAKA................................................................................29

v

DAFTAR RIWAYAT HIDUP ....................................................................30
LAMPIRAN-LAMPIRAN

vi

DAFTAR GAMBAR
HALAMAN

Gambar 1. Analisis Fish Bone ................................................................3
Gambar 2. Model Best Practice ............................................................20
Gambar 3. Mengamati contoh-contoh poster Iklan .............................21
Gambar 4. Mengubah warna .................................................................22
Gambar 5. Menyisipkan elemen............................................................23
Gambar 6. Menyisipkan tulisan ............................................................23
Gambar 7. Peningkatan Kreativitas ......................................................26

vii

DAFTAR TABEL
HALAMAN

Tabel 1. Kompetensi Dasar Pembelajaran Seni...................................17
Tabel 2. Kompetensi Dasar Pembelajaran B. Indonesia .....................17
Tabel 3. Perumusan indikator pencapaian pembelajaran muatan
SBDP ......................................................................................................18
Tabel . Perumusan indikator pencapaian pembelajaran muatan B.
Indonesia................................................................................................19
Tabel 5. Kondisi sebelum dan sesudah ..............................................25

viii

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah
Pendidikan abad-21 mendapat tantangan yang luar biasa,

dimana pendidikan harus mampu mempersiapkan generasi Z dan
post Z untuk menghadapai zamannya. Peran guru dalam pendidikan
abad 21 pun akan mengalami pergeseran yang signifikan, guru
menjadi sosok pendidik, pembimbing, pelatih dan pengembang
kurikulum yang dapat mengintegrasikan dan menciptakan kondisi
belajar yang kondusif dan memberikan ruang kepada peserta didik
untuk berfikir kreatif, inovatif dan dapat mengeksplorasi kemampuan
yang ada pada diri masing-masing peserta didik dengan potensi
yang beragam.

Menurut John Naisbitt, ada sepuluh kecenderungan besar
yang akan terjadi di abad 21 ini yaitu : 1). Masyarakat Industri menuju
masyarakat informasi, 2). Dari teknologi yang dipaksakan ke
teknologi tinggi, 3). Dari ekonomi nasional ke ekonomi global, 4). Dari
perencanaan jangka pendek ke jangka panjang, 5). Sentralisasi
menuju desentralisasi, 6). Dari bantuan institusional ke bantuan diri,
7). Dari demokrasi perwakilan ke partisipatoris, 8). Dari hierarki ke
penjaringan, 9). Dari utara ke selatan, 10). Dari satu pilihan ke
majemuk.

Berdasarkan hasil analisa terhadap kecenderungan abad-21
diatas, pendidikan khususnya ditingkat seolah dasar harus berbenah
dan mempersiapkan diri untuk perubahan besar, pendidikan harus
menstimulasi berfikir kreatif peserta didik agar mereka mampu
bersaing secara global, selain itu pendidikan juga harus memberi
ruang bagi peserta didik untuk berinovasi membuat hal-hal baru yang

1

belum pernah ada. Tidak hanya itu, pendidikan juga sudah harus
memulai untuk lebih serius menyiapkan peserta didik agar mampu
dan terampil dalam hal teknologi dan informasi.
1. Kondisi saat ini

Pembelajaran yang merupakan pengejawantahan dari
kurikulum di tingkat sekolah dasar belum optimal dalam
memfasilitasi proses kreatif peserta didik, khususnya proses
kreatif dalam menciptakan sebuah karya berbasis digital.
Pemebelajaran peserta didik kelas 5 Sekolah Dasar dengan
materi iklan pada tema 3 muatan pelajaran bahasa Indonesia,
maupun muatan pelajaran SBDP materi seni rupa membutuhkan
kreativitas dari guru untuk dapat memberikan pembelajaran yang
bermakna dan menumbuhkan proses kreatif serta inovatif dari
peserta didik. Hal ini disebabkan oleh selama ini peserta didik
hanya dikembangkan aspek kognitifnya saja, atau ranah
pengetahuan saja, belum sampai pada ranah ketrampilan dan
proses kreatif.

Peserta didik belum bisa bernalar kritis terhadap tampilan
iklan yang selama ini mereka lihat baik di media cetak maupun
elektronik. Peserta didik hanya berada pada posisi objek atau
penikmat dari berbagai jenis iklan yang makin banyak di era digital
belum berfikir menjadi subjek sebagai pembuat iklan apalagi
menjadi kreatornya. Berdasar uraian diatas, dirumuskan sebuah
isu atau masalah yaitu rendahnya kreativitas peserta didik
dalam membuat poster iklan.

2. Identifikasi Penyebab Masalah
Akar penyebab masalah selanjutnya didiagnosa

menggunakan fishbone diagram. Diagram ini merupakan
merupakan suatu alat untuk mengidentifikasi, mengeksplorasi,
dan menggambarkan secara detail semua penyebab yang
berhubungan dengan suatu permasalahan. Kategori penyebab

2

permasalahan yang digunakan sebagai start awal meliputi
manpower (sumber daya manusia), material (bahan baku),
method (metode), dan milieu (lingkungan), alat (mechine),
pengukuran (measurement) atau melalui pendekatan lain yang
dimantapkan melalui brainstorming bersama rekan kerja di SD N
3 karangtengah, sehingga hasilnya dirumuskan sebagai berikut
(analog) :

MECHINE MAN MATERIAL

Kurang optimalnya guru kurang Belum ada
pemanfaatan memfasilitasi peserta pemanfaatan
Perangkat aplikasi pembuat
komputer didik untuk berfikir
kreatif poster iklan

Tidak ada Belum adanya rendahnya
methode kurikulum design kreativitas
pembelajaran peserta didik
kreativitas grafis di tingkat
membuat poster SD dalam
berbasis komputer membuat
poster iklan
MEASUREMENT
Tidak pernah METHOD
dilakukan E MILIUE

pengukuran
kemampuan

kreativitas
membuat poster
dengan komputer

Gambar 1. Analisis Fish Bone

Setelah dilakukan analisis penyebab terhadap masalah yang telah

dirumuskan dengan menggunakan Fishbone, diperoleh penyebab-

penyebab prioritas yang perlu diselesaikan, yaitu:

1. Man : Guru harus mampu memfasilitasi

belajar siswa mengenai kreativitas

membuat poster iklan dengan

Komputer

2. Material : Perlu memanfaatkan aplikasi Canva
untuk pembelajaran membuat poster
iklan

3

3. Method : Digunakan prinsip belajar 3-N (Niteni-
Niroake-nambaih)

4. Mechine : Optimalisasi pemanfaatan perangkat
komputer untuk meningkatkan
kreativitas membuat poster iklan.

6. Measurement : Dilakukan pengukuran tingkat
kreativitas peserta didik dalam
membuat poster iklan.

B. Gagasan Pemecah Masalah
Setelah melakukan analisis penyebab masalah dan faktor-

faktor prioritas yang harus diselesaikan, maka dirumuskan gagasan
pemecah masalah yaitu Meningkatkan Kreativitas Peserta didik
dalam Membuat Poster Iklan Menggunakan Canva dengan
Prinsip Belajar 3-N (Niteni – Niroake – Nambaih).

Berdasar gagasan pemecah masalah diatas, selanjutnya
disusun langkah-langkah kegiatan dengan memperhatikan lima
elemen landasan pembelajaran seni rupa yaitu :
1. Bekerja dan berfikir artistik

yaitu kegiatan melihat, mengamati dan merasakan untuk
mendapatkan gagasan dan diekspresikan dalam berbagai
medium seni rupa menjadi sebuah karya. Mengenali berbagai
prosedur dasar sederhana untuk berkarya.
2. Mengalami
Meliputi mengalami, merasakan dan bereksperimen aneka gaya
seni rupa, era dan budaya.mengeskplorasi media, alat, bahan,
teknologi dan proses untuk menciptakan sebuah karya. Merekan
dan mengumpulkan informasi pengalaman visual dari kehidupan
sehari-hari.

4

3. Menciptakan
Memilih dan menggunakan beragam medium atau teknik seni
rupa tertentu yang sesuai dengan konteks kebutuhan,
ketersediaan dan kemampuan.

4. Merefleksikan
Merefleksikan saran atau komentar terhadap karyanya dan
membuat hubungan antara karyanya dengan orang lain.

5. Berdampak
Menghasilkan karya seni rupa untuk dapat membangun
kepribadiannya yang berdampak pada dirinya sendiri maupun
orang lain termasuk lingkungannya.

Selanjutnya diimplementasikan dalam prinsip belajar 3 N (Niteni –
Niroake – Nambaih) sebagai berikut :
1. Bekerja dan berfikir artistik (Niteni).

Peserta didik diarahkan untuk memperhatikan poster-poster iklan
yang disajikan, dan selanjutnya mengidentifikasi poster-poster
iklan dan mengklasifikasikannya dalam kategori iklan yang
menarik dan kurang menarik. Hal ini sesuai dengan profil pelajar
pancasila yaitu Bernalar kritis.
Berdasar hasil klasifikasi terhadap iklan yang menarik,
selanjutnya peserta didik melanjutkan proses identifikasi
mengenai hal-hal yang menjadi faktor sebuah poster iklan
dikatakan menarik, berdasar komposisi poster yaitu gambar dan
tulisan, maka dikembangkan beberapa variabel sebagai turunan
dari unsur gambar dan tulisan dalam poster, variabelnya adalah
warna (perpaduan warna yang digunakan), gambar yang dipilih,
pemilihan kata atau slogan iklan dan proporsi anatara gambar
dan tulisan. Kegiatan ini dapat mengimplementasikan nilai profil
pelajar pancasila yaitu bernalar kritis dan Kreatif.
2. Mengalami (Niroake)
Dalam tahap ini, peserta didik memilih sendiri poster yang akan
diduplikasi, dan memanfaatkan apliaksi Canva untuk membuat

5

duplikasi dari poster menarik yang dipilih. Kegiatan ini
mengimplementasikan nilai profil pelajar Pancasila yaitu Mandiri.
3. Menciptakan (Niroake)
Setelah peserta didik memiliki pengalaman dan peningkatan
ketrampilan membuat kreasi poster iklan dari proses duplikasi,
tahap berikutnya adalah peserta didik membuat poster iklan
berdasar ide dan kreativitasnya sendiri, hal ini wujud dari profil
pelajar Pancasila yaitu Kreatif, Serta wujud dari meneladai sifat
Tuhan YME sebagai implementasi dari nilai profil pelajar
Pancasila yaitu beriman dan bertaqwa kepada Tuhan YME.
4. Merefleksikan (Nambaih).
Dari proses menciptakan, peserta didik telah mempunyai hasil
karya berupa poster iklan, selanjutnya dievaluasi oleh guru, hasil
evaluasi kemudian direfleksikan oleh peserta didik dengan
merefisi, menambah atau mengurangi elemen dalam poster, hal
ini dapat mengimplementasikan nilai profil pelajar pancasila yaitu
berkebhinekaan global dan gotong royong.

C. Kondisi yang diharapkan
Dengan kegiatan Meningkatkan Kreativitas Peserta didik

dalam Membuat Poster Iklan Menggunakan Canva dengan Prinsip
Belajar 3-N (Niteni – Niroake – Nambaih) ini diharapkan mampu
memberi ruang pada peserta didik untuk bernalar kritis, berfikir
kreatif dan inovatif serta dapat meningkatkan kreativitas peserta
didik dalam membuat poster iklan dengan memanfaatkan aplikasi
Canva.

D. Manfaat Kegiatan
Diharapkan kegiatan Best Practice ini memberi manfaat kepada :
1. Penulis, dengan kegiatan ini penulis dapat mengembangkan
kompetensi mengajar khususnya dalam pembelajaran seni yang
termasuk dalam muatan pelajaran tematik di kelas 5.

6

2. Peserta didik, kegiatan best practice ini diharapkan mampu
mengembangkan peserta didik untuk bernalar kritis, berfikir
kreatif dan inovatif serta dapat meningkatkan kreativitas peserta
didik dalam membuat poster iklan dengan memanfaatkan aplikasi
Canva

3. SD N 3 Karangtengah, dengan kegiatan ini diharapkan mampu
mengoptimalkan pemanfaatan laboratorium TIK dalam kegiatan
pemebelajaran dan mendapat manfaat dari implementasi nilai-
nilai profil pelajar Pancasila.

7

BAB II
KAJIAN PUSTAKA

A. Kreativitas
Menurut Liane Gabora, Associate Professor of Psychology

and Creative Studies dari University of British Columbia, kreativitas
adalah sebuah proses kognitif “buah pikiran” yang mengubah
pemahaman kita terhadap, atau hubungan kita dengan, dunia di
sekitar kita. Berangkat dari definisi tersebut, kita bisa mengetahui
bahwa output proses kognitif ini bisa berupa dua hal. Pertama,
munculnya ide-ide baru. Kedua adalah transformasi ide-ide lama
yang menjadi pembaruan pada sebuah konsep. Konsep adalah
gambaran mental yang membantu kita memahami berbagai hal.

Jika kreativitas adalah proses untuk menghasilkan ide, proses
kreatif adalah serangkaian aktivitas untuk mewujudkan ide tersebut
menjadi bentuk nyata. Apalah artinya kreativitas tanpa proses kreatif.
Jika kreativitas adalah proses untuk menghasilkan ide, proses kreatif
adalah serangkaian aktivitas untuk mewujudkan ide tersebut menjadi
bentuk nyata. Satu hal yang tak kalah penting dari ekspresi ini adalah
faktor media digital. Dalam dunia digital ini, semua orang memiliki
“senjata” yang sama untuk mengekspresikan dirinya. Jadi,
komunikasi dari ekspresi ini harus berlangsung secara dua arah dan
interaktif. Tantangan lain adalah bagaimana membuat ekspresi itu
bisa menarik minat target audience ketika mereka tenggelam dalam
lautan konten.

Seperti yang dijelaskan Liane Gabora sebelumnya bahwa
transformasi ide-ide lama sehingga memperbarui suatu pemikiran,
juga merupakan bentuk kreativitas. Jadi tidak ada salahnya
menerapkan metode ATM (Amati, Tiru, Modifikasi) dalam tahap
ekspresi ini. Tujuan utamanya adalah menjawab creative brief.

Ekspresi kreatif, baik itu berasal ide baru maupun ide lama,
sumbernya adalah kekayaan referensi dari kreator (tim kreatif). Tidak

8

hanya referensi dari kreasi-kreasi yang pernah memenangkan
award, tetapi juga referensi-referensi budaya, kebiasaan, nilai dan
norma. Jadi, ada metode untuk mendorong kreativitas. Lalu ada
proses kreatif yang memupuk benih-benih ide itu hingga berbuah
menjadi creative strategy dan creative plan.

B. Poster
1. Definisi Poster
Pengertian poster ialah kumpulan antara gambar dan kaligrafi
yang menyatu untuk menyampaikan suatu pesan. Dahulu karya
yang masih tergolong dalam karya seni rupa ini digambar dan
ditulis secara langsung dengan tangan. Hanya orang yang
pandai melukis yang bisa membuat sebuah poster.

Saat ini poster dibuat dengan menggunakan aplikasi editing.
Dengan cara ini memang lebih mudah, namun tidak semua orang
dapat membuat poster dengan aplikasi. Meskipun editing mudah
untuk dipelajari, namun tetap membutuhkan suatu kesabaran
dan ketelitian untuk menghasilkan poster yang berkualitas.

Definisi poster menurut para ahli mempunyai makna yang
sedikit berbeda. Walaupun pendapat tersebut mempunyai satu
maksud yang sama. Inilah beberapa pendapat para ahli
tentang arti kata poster:
a. Sudjana dan Rivai

Pengertian poster adalah rancangan kombinasi visual yang
kuat dan tersusun dari beberapa warna dan pesan yang
bertujuan untuk menarik perhatian banyak orang, namun
hanya sebatas untuk diingat. Jika orang yang melihat sebuah
poster lama dalam menangkap pesan dari poster, maka akan
semakin lama dia mengingatnya.

9

b. Zanu
Poster disebut juga sebagai gambar yang dirancang
semenarik mungkin dengan sedemikuan rupamenggunakan
sedikit kata – kata dan dicetak kemudian di tempel pada
tempat – tempat tertentu.

2. Ciri-Ciri Umum Poster
Poster mempunyai ciri ciri yang mendasar antara lain adalah :
a. Poster harus mempunyai desain grafis yang memuat
komposisi yang terdiri dari huruf dan juga gambar ke media
kertas ataupun kain yang mempunyai ukuran cukup besar.
b. Cara menyampaikan poster dapat dengan menggunakan cara
di tempel di dinding, tempat yang umum dan mempunyai
permukaan yang datar yang bisa diihat dengan mudah dan
menjadi daya tarik orang untuk membacanya.
c. Poster dibuat dengan menggunakan warna yang cerah,
kontras dan kuat agar dapat menarik perhatian dari orang
yang melihatnya.
d. Poster menggunakan bahasa yang cukup singkat, tidak rancu
dan jelas sehingga dapat dengan mudah dipahami oleh orang
yang membacanya walaupun hanya singkat.
e. Poster biasanya menyampaikan pesan dengan menggunakan
kata kata beserta gambar untuk memperjelasnya.
f. Poster bisa dibaca dan dipahami walaupun orang yang
membaca sambil jalan ataupun berkendara.

Dalam pembuatan poster, harus memenuhi syarat-syarat
sebagai berikut ini :

a. Perpaduan antara warna harus kuat dan memiliki kontras
yang jelas.

b. Menggunakan bahasa yang singkat, padat dan mudah
dipahami.

10

c. Disertai sebuah ilustrasi yang berupa gambar.
d. Media poster menggunakan sebuah material yang tidak

mudah sobek dan tidak mudah luntur.
e. Ilustrasi harus sesuai dengan isi atau maksud dari poster.
f. Menggunakan jenis font yang mudah dibaca dan berukuran

besar.
g. Menggunakan kalimat yang bersifat sugestif dan mudah untuk

diingat.

C. Seni Rupa
1. Seni rupa dan pengetahuan
Pengetahuan merupakan tindakan yang berkembang
dan tidak statis. Ketika kita belajar, kita terus mengubah
pemahaman kita tentang dunia. Apa yang saya pikirkan hari
ini pasti akan berubah ketika saya mendapat lebih banyak
informasi esok hari. Pengetahuan yang sering menjadi fokus
pelajaran di sekolah seharusnya menjadi batu loncatan bagi
siswa untuk mengeksplorasi gagasan tentang hubungannya
dengan dunia. Dengan kata lain, pengetahuan tidak bersifat
pasti. Karena para ilmuwan terus mengeksplorasi alam
semesta, dengan sendirinya teori-teori mereka berkembang
dan berubah.

Dalam dunia sejarah, peristiwa dan cerita dapat
diinterpretasi dan direinterpretasi sesuai dengan pandangan
dan dukumentasi- dokumentasi baru. Dengan demikian,
menguraikan suatu pengetahuan bukan berarti mengulang-
ulang gagasan-gagasan besar orang lain. Goldberg (1997: 2)
mengutip kata-kata Eleanor Duckworth, “By knowledge, I do
not mean verbal summaries of somebody else’s knowledge
…. I mean a pearson’s own repertoire of thoughts, actions,
connections, predictions, and feelings.” Pengetahuan

11

seseorang bukan merupakan ringkasan verbal dari
pengetahuan orang lain, melainkan repertoir pikiran-pikiran,
tindakan-tindakan, hubungan-hubungan, dan perasaan-
perasaan orang itu sendiri. Dengan dasar pemikiran seperti
ini, guru dapat berperan di kelas dengan membuat para
siswanya bekerja secara aktif dengan pengetahuan dan
bukan sekedar meniru pengetahuan orang lain. Di sinilah
peranan penting seni.

Menggambar memberikan kepada siswa cara
menyusun pengamatannya. Dengan melakukan kegiatan ini,
siswa secara aktif bekerja dengan dasar pikiran dan
menyusun pemahamannya tentang alam semesta melalui
bentuk seni rupa. Bentuk seni rupa membuat siswa dapat
menerapkan pengamatannya dalam cara yang imajinatif,
menciptakan hubungan pribadinya dengan sesuatu
persoalan. Selain itu, karena siswa terlibat secara aktif dalam
kegiatan tersebut, ia dapat mempertahankan
pengetahuannya itu dan akan menerapkannya pada masa
yang akan datang. Dalam menggambar, siswa melakukan
pengamatan, bekerja serius dengan pengamatannya itu, dan
mentransformasikannya kedalam sesuatu yang lain.
Transformasi merupakan kunci konstruksi dan pemerolehan
pengetahuan. Aktivitas menggambar memberikan
kesempatan bagi siswa untuk belajar dan saluran untuk
mengungkapkan gagasan- gagasan dan pertanyaan-
pertanyaannya. Dalam hal ini, siswa juga dilibatkan dalam
“melatih” imajinasinya. Dengan menangani sesuatu dengan
cara yang meregangkan pikirannya, siswa dilibatkan dalam
berpikir kritis dan reflektif secara simultan. Seni menjadikan
kemampuan berpikir imajinatif dan kritis secara personal dan
kreatif.

12

2. Seni rupa dan Belajar
Kita pada umumnya menganggap pelajaran seni rupa

hanya sebagai kegiatan menggambar alam benda atau
membuat karya seni rupa lain. Tidak banyak dari kita yang
mengenal seni rupa sebagai suatu metodologi untuk belajar
pengetahuan lain. Seni biasanya diajarkan sebagai tambahan
bagi “unsur pendidikan dasar.” Kita berpendapat bahwa seni
merupakan unsur pendidikan dasar, tetapi kebanyakan orang
memaandang seni jauh terpisah dari bidang pelajaran yang
lain.

Menurut Merryl Goldberg (1997: 4), terdapat tiga cara
mengintegrasikan seni dalam pembelajaran, yaitu
a. belajar dengan seni belajar tentang seni (learning about

the arts),
b. belajar dengan seni (learning with the arts), dan
c. belajar melalui seni (learning through the arts).

Belajar dengan seni terjadi jika seni diperkenalkan
kepada siswa sebagai cara untuk mempelajari materi
pelajaran tertentu. Sebagai contoh, guru memperkenalkan
lukisan Piet Mondrian untuk dalam mengajarkan garis sejajar.
Dalam hal ini, siswa belajar dengan bantuan bentuk seni yang
memberikan informasi tentang materi pelajaran.

Belajar melalui seni merupakan metode untuk
mendorong siswa untuk mempelajari dan mengekspresikan
pemahamannya tentang materi pelajaran melalui bentuk-
bentuk karya seni. Belajar melalui dapat diterapkan untuk
semua jenjang sekolah. Sebagai contoh, siswa disuruh
menggambar objek alam (misalnya kerang laut) untuk
memahami fenomena objek alam tersebut. Dalam hal ini,

13

siswa secara aktif dilibatkan dalam berpikir imajinatif dan
kreatif dalam belajar melalui seni dan mengkonstruksi makna.
Belajar dengan seni dan belajar melalui seni dapat menjadi
landasan bagi belajar tentang seni. Sebagai contoh, setelah
meninjau lukisan untuk belajar tentang garis sejajar, siswa
menjadi tertarik terhadap dunia seni lukis, menghubungkan
pengetahuannya tentang garis dengan lukisan-lukisan
seniman lainnya. Mungkin siswa lalu juga mendapat inspirasi
untuk menciptakan lukisan sendiri.

Dalam pendidikan tradisional, misalnya di Amerika
Serikat, model pembelajaran seni yang digunakan adalah
belajar tentang seni. Demikian juga di Indonesia, mula-mula
diterapkan model belajar tentang seni, yaitu mengajarkan seni
itu sendiri. Namun demikian, model belajar tentang seni ini
akhirnya mengalami kegagalan. Model belajar tentang seni
tidak mempertimbangkan potensi seni sepenuhnya dalam
kaitannya dengan pengembangan pengetahuan dan
intelektual. Pembelajaran seni seharusnya tidak terpisahkan
dari bidang-bidang pelajaran yang lain, seperti ilmu
pengetahuan alam, matematika, ilmu pengetahuan social,
atau pun bahasa. Pembelajaran seni berpotensi sebagai
metodologi untuk belajar dan mengajar secara umum.
Sebagai metodologi, seni melibatkan siswa dalam kegiatan
belajar yang bermakna baginya dan menjadi sarana untuk
menghadapi kompleksitas pengetahuan.

Sebagai metodologi untuk belajar dan mengajar, seni
memberikan kepada guru repertoir tindakan dan aktivitas
yang lebih luas untuk memperkenalkan siswa kepada pokok-
pokok persoalan. Dengan melatih imajinasi siswa melalui
karya seni yang berkaitan dengan pokok- pokok persoalan,

14

siswa dapat membuat hubungan-hubungan baru dan
mengatasi keterbatasan-keterbatasan sebelumnya. Menjadi
kreatif bukan hanya berlaku bagi seniman. Kreativitas penting
bagi semua bidang pengetahuan.

D. Canva
Canva adalah sebuah tools untuk desain grafis yang

menjembatani penggunanya agar adapat dengan mudah merancang
berbagai jenis desain kreatif secara online. Mulai dari mendesain
kartu ucapan, poster, brosur, infografik, hingga presentasi. Canva
saat tersedia dalam beberapa versi, web, iPhone, dan Android.

Sejarah Canva dimulai pada tahun 2012, tepatnya pada tanggal
1 Januari yang menjadi hari lahirnya. Canva didirikan oleh Melanie
Perkins yang sebelumnya juga mendirikan Fusion Books, penerbit
buku ternama di Australia. Di tahun pertama debutnya, Canva melejit
dengan membukukan rekor pengguna sebanyak 750.000. Ada
beberapa fitur design pada Canva yang dapat Anda manfaatkan,
seperti text, colour palette, animasi, video dan audio.
1. Text

Canva menawarkan berbagai template text yang dapat
digunakan agar graphic yang dibuat memiliki typography yang
menarik.
2. Colour Palette.
Canva memungkinkan kreator mengatur warna graphic sesuai
keinginan dan kebutuhan. Canva sendri menyarankan kreator
mengatur colour palette untuk graphic tersebut. Canva sudah
mengumpulkan warna-warna apa saja yang ada pada colour
palette gambar ini.
3. Animasi
Canva memiliki beberapa Animasi yang bisa kreator kustomisasi
sesuai dengan keingingan. Kreator bisa mengedit text agar

15

sesuai dengan kebutuhan. Tidak hanya text, kreator juga bisa
mengganti warna agar sesuai dengan kemauan. Setiap elemen
pada template ini bisa diganti dengan mudah.

Untuk gambar, kreator memiliki pilihan untuk menggunakan
stock image yang tersedia atau menggunakan gambar kreator
sendiri. Untuk mengupload gambar sendiri, klik pilihan uploads di
bagian kiri layar dan upload photo. Kemudian, gunakan fitur drag-
and-drop untuk memasukkan gambar ke graphic yang sedang
dibuat.

16

BAB III
PELAKSANAAN KEGIATAN

A. Tujuan dan Sasaran
Tujuan penulisan praktik ini adalah untuk mendeskripsikan

keberhasilan meningkatkan kreativitas peserta didik dalam membuat
poster iklan menggunakan aplikasi Canva dengan prinsip belajar 3N
(Niteni – Niroake – nambaih).

Sasaran pelaksanaan praktik baik ini adalah siswa kelas 5 B
SD Negeri 3 Karangtengah Korwilcam Dindik Cilongok Kabupaten
Banyumas, pada semester genap Tahun Pelajaran 2022/2023 dan
di laksanakan di SD N 3 Karangtengah Cilongok Banyumas.

B. Bahan dan Materi Kegiatan
Bahan yang digunakan untuk praktik ini adalah materi kelas 5

Tematik muatan pelajaran Seni Budaya dan Prakarya (SBDP)
dengan kompetensi dasar sebagai berikut :
Tabel 1. Kompetensi Dasar Pembelajaran Seni (SBDP)
Seni Budaya dan Prakarya (SBDP)
KD Kompetensi pengetahuan 3.4 Memahami karya seni rupa
KD Kompetensi ketrampilan 4.4 Membuat karya seni rupa

Selain muatan pelajaran SBDP dalam praktik ini
diintegrasikan dengan muatan pelajaran Bahasa Indonesia dengan
kompetensi dasar sebagai berikut :
Tabel 2. Kompetensi Dasar Pembelajaran B. Indonesia
Bahasa Indonesia
KD Kompetensi pengetahuan 3.4 menganalisis informasi yang

disampaikan paparan iklan dari
media cetak atau elektronik.
KD Kompetensi ketrampilan 4.4 memeragakan kembali
informasi yang disampaikan

17

paparan iklan dari media cetak
atau elektronik dengan bantuan
lisan, tulis, dan visual.

C. Metode Kegiatan

Metode yang digunakan dalam praktek baik adalah menerapkan

prinsip pembelajaran meningkatkan proses kreatif dengan 3-N

(niteni, noroake, nambaih). Berikut ini adalah langkah-langkah

praktik baik yang penulis lakukan :

1. Memetakan KD

Pemetaan KD dilakukan untuk menentukan pasangan KD yang

dapat diterapkan dalam pembelajaran. Berdasarkan hasil telaah

KD yang ada di kelas V, penulis memilih tema membuat karya

seni rupa untuk pembelajaran SBDP KD 3.4- 4.4 dan muatan

pelajaran bahasa Indonesia KD 3.4 dan 4.4 materi Iklan ; di kelas

V semester 1.

2. Analisis tagret kompetensi dan perumusan indikator pencapaian.

Hasil analisis target kompetensi dan perumusan indikator

pencapaian adalah sebagai berikut :

Tabel 3. Perumusan indikator pencapaian pembelajaran

Muatan SBDP

Kompetensi Materi pokok Indikator

Dasar

KD 3.4 Memahami karya • Menemukan

Pengetahuan seni rupa berbagai jenis

karya seni rupa

(poster)

• Mengidentifikasi

kelengkapan

unsur-unsur poster

KD 4.4 Ketrampilan Membuat karya • Membuat duplikasi

seni rupa poster yang telah

ditentukan.

• Merefleksi poster

yang telah direfisi

oleh guru

18

Kompetensi Materi pokok Indikator
Dasar
• Membuat poster
iklan

Tabel 4. Perumusan indikator pencapaian pembelajaran

Muatan B. Indonesia

Kompetensi Materi pokok Indikator

Dasar

KD 3.4 menganalisis • Mengidentifikasi

Pengetahuan informasi yang komposisi poster

disampaikan iklan yang baik dan

paparan iklan dari tidak (memenuhi

media cetak atau kriteria syarat

elektronik sebuah poster)

• Menyimpukan Isi

iklan dan

keunggulan

produk/jasa yang

diiklankan

KD 4.4 Ketrampilan memeragakan • Membuat duplikasi

kembali informasi poster yang telah

yang ditentukan.

disampaikan • Merefleksi poster

paparan iklan dari yang telah direfisi

media cetak atau oleh guru

elektronik dengan • Membuat poster

bantuan lisan, iklan

tulis, dan visual.

3. Model praktik baik pembelajaran
Model pembelajaran dilakukan dengan metode penerapan

prinsip belajar 3-N yaitu Niteni, Niroake dan Nambaih dan
menggunakan azas yang bersifat continous progress, dimana
praktik ini secara berkelanjutan diberlakukan dengan metode dan
tahap yang sama dalam kontek yang berbeda.

19

POSTER IKLAN
PRODUK

POSTER IKLAN 3-N POSTER IKLAN
PENGUMUMAN PRODUK 2
NITENI ,
NIROAKE ,
NAMBAIH

POSTER IKLAN POSTER IKLAN
LAYANAN EVENT

MASYARAKAT

Gambar 2. Model Best Practice

4. Pengembangan design pembelajaran
Pengembangan design pembelajaran dilakukan dengan

memanfaatkan perangkat komputer atau selanjutnya disebut
dengan pembelajaran berbasis komputer. Hal ini dilakukan
karena dalam praktiknya menggunakan aplikasi Canva dengan
komputer yang terintegrasi dengan internet.
5. Menyusun perangkat pembelajaran

Berdasar hasil analisis diats, disusun perangkat pembelajaran
berupa RPP, materi ajar, LKPD dan instrumen penilaian.

D. Alat dan Instrumen
Alat yang digunakan dalam praktik baik ini adalah perangkat

komputer yang terintegrasi dengan internet, bahan poster yang
diunduh dari internet, dan aplikasi Canva.

E. Waktu dan tempat
Praktik baik dilakukan pada Agustus 2022-Oktober 2022 di

ruang Laboraotium TIK SD N 3 Karangtengah Cilongok Banyumas
pada peserta didik kelas 5 B.

20

BAB IV
HASIL KEGIATAN

A. Hasil
Berikut ini adalah proses dan hasil kegiatan praktik baik

pembelajaran seni rupa terintegrasi dengan muatan bahasa Indonesia
dengan prinsip 3 N (Niteni, Niroake, Nambaih), tahapan pembelajaran
mengaktualisasikan 5 elemen dasar pembelajaran seni rupa yaitu :
1. Niteni (Melihat, mengamati, merasakan)

Peserta didik mengamati poster-poster iklan yang disajikan, dan
selanjutnya mengidentifikasi poster-poster iklan dan
mengklasifikasikannya dalam kategori iklan yang menarik dan kurang
menarik. Hal ini sesuai dengan profil pelajar pancasila yaitu Bernalar
kritis. Berikut ini data dukung kegiatan :

Gambar 3. Mengamati contoh-contoh poster iklan

Berdasar hasil klasifikasi terhadap iklan yang menarik, selanjutnya
peserta didik melanjutkan proses identifikasi mengenai hal-hal yang
menjadi faktor sebuah poster iklan dikatakan menarik, berdasar
komposisi poster yaitu gambar dan tulisan, maka dikembangkan
beberapa variabel sebagai turunan dari unsur gambar dan tulisan
dalam poster, variabelnya adalah warna (perpaduan warna yang

21

digunakan), gambar yang dipilih, pemilihan kata atau slogan iklan dan
proporsi anatara gambar dan tulisan.

Kegiatan ini menghasilkan kemampuan mengidentifikasi serta
menyimpulkan hasil identifikasi, serta dapat mengimplementasikan nilai
profil pelajar pancasila yaitu bernalar kritis dan Berkebhinekaan
Global.

2. Niroake (bereksperimen dan mengekplorasi media dan teknologi)
Dalam tahap ini, peserta didik memilih sendiri poster yang akan

diduplikasi, dan memanfaatkan apliaksi Canva yang dapat dibuka
melalui mesin pencarian (google chrom) pada komputer yang
dilengkapi dengan internet untuk membuat duplikasi dari poster
menarik yang dipilih. Peserta didik membuka laman Canva dan
memulai proses kreatif meniru contoh poster yang telah ditentukan.

Peserta didik mengakses Canva tanpa harus membuat akun,
kemudian memulai membuat design dengan memilih kertas kerja atau
template sesuai dengan tujuan publikasi iklan. Peserta didik melakukan
penyesuaian warna background dasar poster, menambahkan unsur
gambar dengan cara menyisipkan (insert) elemen sesuai contoh
dengan mengetik kata kunci pada kolom pencarian elemen. Setelah
background poster dan gambar yang sesuai, berikutnya adalah
menyisipkan unsur tulisan dengan cara insert Teks. Berikut ini data
dukungnya :

22

Gambar 4. Mengubah pallet warna

Gambar 5. Menyisipkan elemen

Gambar 6. Menyisipkan Tulisan

Dengan kegiatan duplikasi, peserta didik memeroleh pengalaman
pertamanya membuat poster dengan Canva, atau dalam proses kreatif

23

disebut dengan pengumpulan ide. Berdasar pengalaman ini, peserta
didik akan berlanjut dengan proses kreatif berikutnya yaitu
pengembangan ide, dan dengan beragamnya gambar dan elemen
yang terdapat dalam canva akan merangsang peserta didik membuat
poster yang menarik.

Kegiatan ini menghasilkan ketrampilan dan kreatifitas peserta didik
dalam membuat poster iklan menggunakan canva, serta dapat
mengimplementasikan nilai profil pelajar Pancasila yaitu Kreatif dan
Mandiri.

3. Niroake (Menciptakan)
Setelah peserta didik memiliki pengalaman dan peningkatan

ketrampilan membuat kreasi poster iklan dari proses duplikasi, tahap
berikutnya adalah peserta didik membuat poster iklan berdasar ide dan
kreativitasnya sendiri, penulis hanya menentukan jenis iklan yang harus
dibuat, peserta didik bebas bereksperimen dan berekplorasi dengan
berbagai tempalte, teks, elemen, dan warna yang ada dalam aplikasi
Canva.

Praktik baik kreativitas membuat poster iklan dengan canva ini
dilakukan secara berkelanjutan (continous progress) dengan metode
prinsip belajar 3N, diterapkan untuk membuat design poster iklan
produk sebanyak dua kali, iklan layanan masyarakat, iklan event
(acara), dan iklan pengumuman.

Tahap kegiatan ini menghasilkan kemampuan peserta didik dalam
membuat karya seni rupa berbentuk poster iklan, serta mampu
mengimplementasikan nilai dari profil pelajar Pancasila yaitu Kreatif,
mewujudkan dan meneladai sifat Tuhan YME sebagai implementasi
dari nilai profil pelajar Pancasila yaitu beriman dan bertaqwa kepada
Tuhan YME.

24

4. Nambaih (Merefleksikan)
Dari proses menciptakan, peserta didik telah mempunyai hasil karya

berupa poster iklan, selanjutnya dievaluasi oleh guru, hasil evaluasi
kemudian direfleksikan oleh peserta didik dengan merevisi, menambah
atau mengurangi elemen dalam poster, hal ini dapat
mengimplementasikan nilai profil pelajar pancasila yaitu
berkebhinekaan global dan gotong royong dan berakhlak mulia
pada sesama.

5. Berdampak
Setelah poster direvisi, maka akan dihasilkan poster iklan yang layak

dan dapat dipublikasikan dan peserta didik telah mampu meningkatkan
kreativitasnya dalam membuat poster iklan dengan Canva. Hal ini akan
berdampak bagi peserta didik dalam proses kreatifnya dan berkarya
sesuai dengan kebutuhan serta bermanfaat bagi lingkungannya. Hal ini
merupakan implementasi dari nilai karakter pelajar Pancasila yaitu
berakhlak mulia pada lingkungan.

B. Kondisi sebelum dan sesudah praktik baik

Setelah dilakukan praktik baik ini, didapati peningkatan kreativitas

peserta didik dalam membuat poster iklan, dibuktikan dengan data berikut :

Tabel 5. Kondisi Sebelum dan Sesudah

No Nama Siswa Skor Kategori Skor Kategori
Pretest Posttest
1 Febi Bela Nofita Kurang Cukup
2 M. Devdan 9 kurang 14 Kreatif
3 Nadif Atayasani 10 Kurang 18 Cukup
4 Abdillah Alif 8 kurang 15 Kreatif
5 Ahmad Subarkah 10 Kurang 18 Kreatif
6 Anugrah Azhar 9 Kurang 16 Kreatif
7 April Dwi Astuti 8 Kurang 16 Cukup
8 Bayu Fadil N 8 Kurang 14 Kreatif
9 Dyana Rizqi 9 kurang 18 Kreatif
10 Fella Nur Annisa 10 Cukup 17 Kreatif
11 Indri Artati 12 Kurang 19 Cukup
12 Izmi Zulfa Oliviani 9 Kurang 14 Cukup
10 14

25

No Nama Siswa Skor Kategori Skor Kategori
Pretest Posttest
13 Kafa Setiawan Kurang Kreatif
14 Kirana Ubayahita 8 Kurang 17 Kreatif
15 Lutfi Nur Maulia 10 Cukup 19 Kreatif
16 Nabila Nur Anisa 11 Kurang 19 Kreatif
17 Naura Tri Ayesha 10 Kurang 18 Kreatif
18 Nur Cahyati 9 Cukup 17 Kreatif
19 Qemal Zakaria 12 Kurang 19 Kreatif
20 Safita Najmi Balqis 8 Kurang 16 Kreatif
21 Sella Safitri 9 Kurang 16 Cukup
22 Shafira Agustina A 8 Kurang 15 Cukup
23 Sofura Nur Ailina 8 Kurang 14 Kreatif
24 Tsania Aszahra 9 Kurang 17 Kreatif
25 Wisnu Hidayat B. 10 Kurang 18 Cukup
26 Zaeta Aisyahnaz 7 Kurang 15 Kreatif
27 Fendi Prasetyo 10 Kurang 17 Kreatif
10 17
JUMLAH SKOR 251 KURANG 447 KREATIF
RATA-RATA 9,3 I6,5

Berdasar data diatas, dapat diketahui bahwa sebelum praktik
baik, tingkat kreativitas peserta didik dalam membuat poster adalah
12%, yaitu 3 peserta didik dengan skor 11-15 dalam kategori cukup
kreatif, dan sebanyak 24 peserta didik memperoleh skor 1-10 dalam
kategori kurang. Setelah praktik baik ini terjadi peningkatan
kreativitas peserta didik dalam membuat poster iklan dengan
capaian sebesar 76% peserta didik telah mencapai kreativitas tinggi
dalam membuat poster iklan. Peningkatan kreativitas terjadi sebesar
64%. Kenaikan dapat dilihat dari diagram berikut :

26

Gambar 7. Peningkatan kreativitas

C. Kendala yang dihadapi
Masalah yang dihadapi selama praktik baik ini adalah peserta

didik belum mengenal sama sekali membuat design dengan aplikasi
Canva, sehingga tahap demi tahap harus terlebih dahulu
didemonstrasikan oleh penulis melalui layar proyektor, penulis juga
harus siap membimbing satu per satu peserta didik dalam membuat
karya seni rupa poster iklan.

D. Kekurangan dan kelebihan
1. Kekurangan
Kekurangan praktik baik kreativitas membuat poster iklan
menggunakan canva dengan prinsip belajar 3 N adalah: Kegiatan
menggunakan perangkat komputer yang terkoneksi internet, hal
ini menyebabkan kegiatan ini sangat bergantung dengan jaringan
listrik dan internet.

2. Kelebihan
a. Kegiatan ini memanfaatkan aplikasi design canva yang dapat
diakses melalui mesin pencarian google chrome, dan dapat
digunakan tanpa membuat akun terlebih dahulu. Hal ini
menguntungkan karena peserta didik belum memiliki akun

27

canva dan membutuhkan proses yang panjang untuk bisa
mendapatkan akun.
b. Kegiatan berbasis komputer dan internet sehingga
menunjang efektif dan efisien dalam tahap kegiatan
mengidentifikasi, hanya dengan mencari contoh poster di
laman internet dan ditayangkan melalui proyektor, peserta
didik sudah dapat mengidentifikasi banyak jenis poster.
c. Kegiatan ini berbasis komputer, dimana komputer menjadi
alat yang sesuai dengan zaman generasi Z dan post Z,
sehingga hal ini meningkatkan motivasi mereka dalam
berkarya.

28

BAB V
SIMPULAN DAN REKOMENDASI

A. SIMPULAN
Berdasar uraian diatas dapat disimpulkan bahwa :
1. Meningkatkan kreativitas peserta didik dalam membuat karya poster
iklan dapat memanfaatkan canva dengan menggunakan prinsip
pembelajaran 3 N (Niteni-Niroake-Nambaih).
2. Kegiatan meningkatkan kreativitas peserta didik dalam membuat
poster iklan menggunakan canva dengan prinsip belajar 3N (Niteni-
Niroake-Nambaih) mampu mengimplementasikan nilai-nilai profil
pelajar Pancasila yaitu Beriman dan bertaqwa kepada Tuhan YME
dan berakhlak mulia, kreatif dan inovatif, bernalar kritis, mandiri,
bergotong royong dan berkebhinekaan global).

B. REKOMENDASI
Berdasarkan hasil pembelajaran yang telah dilakukan, berikut
disampaikan rekomendasi yang relevan :
1. Guru harus mampu memfasilitasi proses kreatif peserta didik
dengan berbagai metode dan media yang kekinian.
2. Sekolah harus berbenah untuk mempersiapkan peserta didik
menyongsong era digital abad 21.

29

DAFTAR PUSTAKA

Hakim, Damon. 2020. “Ini Dia Panduan Lengkap Proses Kreatif” diakeses
melalui : https://www.digination.id/read/016737/ini-dia-panduan-
lengkap-proses-kreatif

Mukhlis, Tohir. 2019. “Instrumen Pengukur Creativity And Innovation Skills
Siswa Sekolah Menengah di Era Revolusi Industri 4.0” . IAIN

Jember Press : Jember

NN. 2021. “Pengertian Poster” diakeses melalui :
https://belajargiat.id/definisi-poster/#Definisi_Umum_Poster

NN. 2019. “Mengenal Canva dan Cara Menggunakannya untuk Design

secara GRATIS”. Diakses melalui :

https://idcloudhost.com/mengenal-canva-dan-cara-

menggunakannya/

Noviani, Elis Tri. 2019. “Peningkatan Kreativitas menggambar melalui

Pemanfaatan keunikan Objek Alam Sekita Pada Siswa Kelas VII di
SMP Negeri 1 Terisi”.

Profil pelajar Pancasila, yang diakses melalui :
https://cerdasberkarakter.kemdikbud.go.id/sahabatkarakter/kegiat
an/a9151c70-96fe-4594-aa38-e40e5d7ad237.pdf

30

RIWAYAT HIDUP

A. Identitas Diri

Nama Lengkap (dengan gelar) : Laela Zuhrida, S.Pd.
: Guru Kelas
Formasi Jabatan : 19860530 202012 2 013
: Banyumas, 30 Mei 1986
NIP : 02/02
: Karanglo
Tempat dan Tanggal lahir : Cilongok
: Banyumas
a. RT / RW : Jawa Tengah
: 081 224 343 606
b. Kelurahan/Desa : [email protected]
: SD Negeri 3 Karangtengah
Alamat c. Kecamatan
Korwilcam Dindik Cilongok
d. Kabupaten/Kota Kabupaten Banyumas
: Jl. Curug Cipendok km. 4
e. Provinsi Karangtengah , Kecamatan
Cilongok, Kabupaten Banyumas
Nomor Telepon/Faks/HP 53162
:-
e-mail

Instasi Kantor

Alamat Kantor

Nomor Telepon Kantor

31

B. Riwayat Pendidikan

No Tingkat Nama Sekolah / Tempat Jurusan Lulus
Perguruan Tinggi Cilongok - 1997
Kemranjen - 2000
1 SD MI Muhammadiyah Kemranjen
Karanglo IPA 2003

2 SMP MTs WI Kebarongan

3 SMA MA WI Kebarongan

Universitas Purwokerto Teknik Kimia 2008
4 S-1 Muhammadiyah

Purwokerto

5 S-1 Universitas Terbuka Purwokerto PGSD-BI 2015

C. RIWAYAT PEKERJAAN

No Jabatan Nama Sekolah / Tempat Status
Perguruan Tinggi Pegawai Periode

1 Quality Control PT Saraka Mandiri Bogor Jawa Karyawan 2010-2011
Semesta (Herbal Barat tetap
Medichine Industries)

2 Guru Bahasa Arab MI Muhammadiyah Cilongok Guru WB 2011-2020
Jatisaba Cilongok
Guru WB
3 Guru Kelas MI Muhammadiyah 2011-2020
Jatisaba

4 Guru Kelas SD N 3 Karangtengah Cilongok CPNS 2021-
sekarang

32

D. PENDIDIKAN PENUNJANG 2 TAHUN TERAKHIR

No JENIS KEGIATAN PENYELENGGARA TEMPAT LAMA WAKTU

Pelatihan Pemanfaatan Microsoft Indonesia 5 hari 5-10 Juli
1 Microsot Office 365 2020
dan PGRI Hybrid
13-15 Des
untuk pembelajaran banyumas 2021

2 Pelatihan Canva for Dindik Kab. Cilongok 2 hari 28 MAret –
Education Banyumas 26 April
2022
Diseminasi “Media Dindik Kab. Cilongok
Banyumas
3 Interaktif dan
menyenangkan dengan
Classpoint”

33

LAMPIRAN-LAMPIRAN

Hasil Poster karya peserta didik sebelum praktik baik







FORM PENILAIAN KREATIVITAS
MEMBUAT KARYA SENI RUPA POSTER IKLAN

PRE-TEST

Aspek penilaian

No Nama Siswa Kesesuaian Pemilihan Gagasan Keselara Total Kategori
gambar kata (ide) san skor
1 Febi Bela Nofita dengan Kurang
2 M. Devdan (slogan) 2 2 9 kurang
3 Nadif Atayasani tujuan iklan 3 2 10 Kurang
4 Abdillah Alif 3 3 2 2 8 kurang
5 Ahmad Subarkah 2 2 10 Kurang
6 Anugrah Azhar 32 2 2 9 Kurang
7 April Dwi Astuti 2 2 8 Kurang
8 Bayu Fadil N 22 2 2 8 Kurang
9 Dyana Rizqi 2 2 9 Kurang
10 Fella Nur Annisa 33 3 2 10 Cukup
11 Indri Artati 3 3 12 Kurang
12 Izmi Zulfa Oliviani 23 2 2 9 Kurang
13 Kafa Setiawan 3 2 10 Kurang
14 Kirana Ubayahita 22 2 2 8 Kurang
15 Lutfi Nur Maulia 3 2 10 Cukup
16 Nabila Nur Anisa 22 3 2 11 Kurang
17 Naura Tri Ayesha 3 2 10 Kurang
18 Nur Cahyati 32 2 2 9 Cukup
19 Qemal Zakaria 3 3 12 Kurang
20 Safita Najmi B. 32 2 2 8 Kurang
21 Sella Safitri 2 2 9 Kurang
22 Shafira Agustina A 33 2 2 8 Kurang
23 Sofura Nur Ailina 2 2 8 Kurang
24 Tsania Aszahra 32 2 2 9 Kurang
25 Wisnu Hidayat B. 3 2 10 Kurang
26 Zaeta Aisyahnaz 32 2 1 7 Kurang
27 Fendi Prasetyo 2 2 10 Kurang
22 3 2 10
JUMLAH SKOR 251 Kurang
RATA-RATA 32 9,3

33

32

32

33

22

32

22

22

32

32

22

33

32



Hasil Karya Poster Siswa


Click to View FlipBook Version